proceedings yogya cover 2 - lkpp

188
PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PENGADAAN BARANG JILID 1

Upload: others

Post on 15-Oct-2021

9 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

P E N G A D A A N B A R A N G

JILID1

Page 2: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

i

KATA PENGANTAR

Arahan Penggunaan Contoh Naskah Kontrak

Buku ini, Pembahasan mengenai kontrak untuk pengadaan pemerintah, saat ini

masih belum banyak, masih sedikit mengenai referensi tentang kontrak,

sehingga bagi para pelaku pengadaan masih kesulitan untuk menemukan

referensi mengenai kontrak.

Berdasar kondisi demikian, LKPP khususnya Direktorat Penanganan

Permasalahan Hukum telah melakukan berbagai workshop tentang keahlian

berkontrak.

Workshop-workshop yang telah dilakukan antara lain, membuat rancangan

kontrak, melakukan persiapan pelaksanaan kontrak s.d serah terima pekerjaan,

bahkan sudah membahas tema-tema kontrak secara spesifik. Hasil kegiatan

workshop ini ada beberapa hal yang dapat disampaikan untuk menjadi buku atau

referensi bagi para pelaku pengadaan.

Pada buku ini disampaikan contoh-contoh tentang naskah kontrak, buku ini

bukan suatu standar yang tidak boleh diubah tetapi hanya bersifat referensi yang

kemungkinan dapat digunakan atau mungkin perlu disesuaikan untuk digunakan

atau mungkin tidak tepat untuk digunakan.

Buku atau contoh naskah kontrak yang disampaikan disini bila digunakan untuk

berkontrak maka perlu di perbarui dengan peraturan-peraturan yang ada,

disesuaikan dengan kebutuhan berkontrak yang baik dan upaya mencegah

risiko yang kemungkinan akan terjadi.

Bahan atau materi yang dikumpulkan di buku ini, bukan dibuat sendiri oleh team

LKPP, tetapi didapat atau dikumpulkan dari berbagai pihak dari nama-nama

terlampir.

Semoga buku ini bermanfaat bagi para pelaku pengadaan dan pihak-pihak lain

yang memerlukan referensi mengenai kontrak untuk pengadaan pemer- intah.

Page 3: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

ii

Terimakasih diucapkan kepada para pihak yang terlibat dalam penyusunan

materi buku ini dan mohon maaf bila masih ada kekurangan atau

ketidaklengkapan.

Plt. Direktur Penanganan Permasalahan Hukum

Mudjisantosa

Page 4: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................. I DAFTAR ISI .............................................................................................................. III PENGADAAN ALAT MEDIK ................................................................................... 1 PENGADAAN TANAMAN HIAS DAN TANAMAN PELINDUNG ................... 49 KONTRAK KATALOG ELEKTRONIK LOKAL KATEGORI PEKERJAAN JALAN BETON, BETON PRECAST & BETON RAPID SETTING .................. 64 KONTRAK KATALOG ASPAL .............................................................................. 76 PENGADAAN ALAT KEDOKTERAN................................................................... 86 PENGADAAN ALAT KESEHATAN .................................................................... 133 KONTRAK KATALOG SEKTORAL PENYEDIAAN GEOMEMBRAN/GEOISOLATOR ....................................................................... 172

Page 5: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

1

SURAT PERJANJIAN

untuk melaksanakan Pengadaan Alat Medik

(Endoscopy Set THT ; Imaging and Reporting System, dll.) pada .................................. DIPA .................. Tahun Anggaran ...... Nomor : ..................................

SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat dan ditandatangani di Jakarta pada hari ..... tanggal ........... bulan ..... tahun ............ [.................] antara:

1. ..................................................., selaku Pejabat Penandatangan Kontrak, yang bertindak untuk dan atas nama ......................................, yang berkedudukan di Jl. ............................................., berdasarkan Surat Keputusan [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai PA/KPA/PPK] No [No. SK penetapan sebagai PA/KPA/PPK], selanjutnya disebut “Pejabat Penandatangan Kontrak” dan

2. .........................., Divisi Manager, yang bertindak untuk dan atas nama ..............................,

yang berkedudukan di ..................................., berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar No. [No. Akta Pendirian/Anggaran Dasar ] tanggal [tanggal penerbitan Akta Pendirian/Anggaran Dasar], selanjutnya disebut ”Penyedia”.

Para pihak menerangkan terlebih dahulu bahwa:

(a) Telah diadakan proses pemilihan penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen Pemilihan.

(b) Pejabat Penandatangan Kontrak telah menunjuk Penyedia melalui Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) Nomor ......................, tanggal ............................... untuk melaksanakan Pekerjaan sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak, selanjutnya disebut “Pengadaan Barang”.

(c) Penyedia telah menyatakan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak, memenuhi persyaratan kualifikasi, memiliki keahlian profesional, personel, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk menyediakan Barang sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini.

(d) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili.

(e) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak: 1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat; 2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut; 3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini; 4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan

mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait

MAKA OLEH KARENA ITU, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-hal sebagai berikut:

LKPP
PENGADAAN ALAT MEDIK
Page 6: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

2

Pasal 1 Istilah dan Ungkapan

peristilahan dan ungkapan dalam Kontrak ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Kontrak ini.

Pasal 2 Ruang Lingkup Pekerjaan

Ruang lingkup pekerjaan Pengadaan Barang terdiri atas:

1. Penyedia melaksanakan pengadaan dan menyelesaikan pengadaan alat Endoscopy Set THT (Imaging and Reporting System, Telescope, dll.) Kebutuhan pada Instalasi Rawat Jalan .................................. DIPA .................................. Tahun Anggaran ......, sesuai dengan ketentuan dan syarat-syarat yang diatur pada SSUK dan SSKK.

2. Pengadaan penyediaan alat Endoscopy Set THT dimaksud adalah meliputi ; 1) 1 Unit Imaging and Reporting System Complete With Grace-68 (Mediview) 2) 1 Pc Telescope, 4 mm,00, connector for light guide on bottom, autoclavable (Tekno) 3) 1 Pc Telescope, 4 mm, 300, connector for light guide on bottom, autoclavable (Tekno)

3. Dalam pelaksanaan pengiriman barang, maka Penyedia menjamin keaslian barang dengan melampirkan Certificate of Origin (CoO) pada saat pelaksanaan pekerjaan atau pengiriman barang.

Pasal 3 Jenis dan Nilai Kontrak

1. Pengadaan Barang ini menggunakan Jenis Kontrak Lumsum.

2. Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah sebesar Rp. ............................. (..........................................);

Pasal 4 Dokumen Kontrak

1. dokumen-dokumen berikut merupakan kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini: a. Adendum/perubahan Kontrak (apabila ada); b. Kontrak; c. syarat-syarat khusus Kontrak; d. syarat-syarat umum Kontrak; e. dokumen penawaran; f. spesifikasi teknis; g. gambar-gambar (apabila ada); h. daftar kuantitas dan harga (apabila ada); dan i. dokumen lainnya seperti: jaminan, SPPBJ, BAHP.

2. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki pada ayat (1) di atas.

Page 7: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

3

Pasal 5 Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban timbal-balik Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia dinyatakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK).

Pasal 6 Masa Berlaku Kontrak

Masa berlaku Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan Kontrak sampai dengan selesainya pekerjaan dan terpenuhinya seluruh hak dan kewajiban Para Pihak sebagaimana diatur dalam SSUK dan SSKK. Dengan demikian, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia dan dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing dibubuhi dengan meterai, mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak, rangkap yang lain dapat diperbanyak sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi meterai.

Untuk dan atas nama Pejabat Penandatangan Kontrak ...................................................

................................................... PPK ...................................

Untuk dan atas nama Penyedia

............................... ....................................Divisi

Manager

Page 8: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

4

SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) A. KETENTUAN UMUM

1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut:

1.1 Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang.

1.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian Negara/ Lembaga/Perangkat Daerah.

1.3 Kuasa Pengguna Anggaran pada pelaksanaan APBN yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan.

1.4 Kuasa Pengguna Anggaran pada pelaksanaan APBD yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Perangkat Daerah.

1.5 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk mengambil keputusan dan/atau melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara/anggaran belanja daerah.

1.6 Pejabat Penandatangan Kontrak adalah PA, KPA, atau PPK.

1.7 Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan yang selanjutnya disebut PPHP adalah tim yang bertugas memeriksa administrasi hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa.

1.8 Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan yang selanjutnya disingkat PjPHP adalah pejabat administrasi/pejabat fungsional/personel yang bertugas memeriksa administrasi hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa.

1.9 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengendali internal yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit, reviu, pemantauan, evaluasi, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah.

1.10 Penyedia Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut Penyedia adalah Pelaku Usaha yang menyediakan barang/jasa berdasarkan Kontrak.

Page 9: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

5

1.11 Sub Penyedia adalah Penyedia yang mengadakan perjanjian kerja dengan Penyedia penanggung jawab kontrak, untuk melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak).

1.12 Kemitraan adalah kerja sama usaha antar Penyedia yang masing-masing pihak mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis dalam bentuk konsorsium/kerja sama operasi/kemitraan/ bentuk kerjasama lain.

1.13 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan adalah jaminan tertulis yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan Asuransi/ lembaga keuangan khusus yang menjalankan usaha di bidang pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk mendorong ekspor Indonesia sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan di bidang lembaga pembiayaan ekspor Indonesia.

1.14 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara Pejabat Penandatangan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa atau pelaksana Swakelola.

1.15 Bagian Kontrak adalah bagian pekerjaan dari satu pekerjaan yang ditetapkan dalam Dokumen Penunjukan Langsung. Penyelesaian masing-masing pekerjaan yang tercantum pada bagian kontrak tersebut tidak tergantung satu sama lain dan memiliki fungsi yang berbeda, dimana fungsi masing-masing bagian kontrak tersebut tidak terkait satu sama lain.

1.16 Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam Kontrak.

1.17 Hari adalah hari kalender.

1.18 Harga Perkiraan Sendiri yang selanjutnya disingkat HPS adalah perkiraan harga barang/jasa yang ditetapkan oleh PPK.

1.19 Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu barang sesuai peruntukannya yang ditetapkan dalam Dokumen Penunjukan Langsung.

1.20 Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistis dan dapat dilaksanakan.

1.21 Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan, yang pelaksanaannya diserahkan kepada Penyedia lain dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK.

1.22 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan selesainya pekerjaan dan terpenuhinya seluruh hak dan kewajiban Para Pihak.

Page 10: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

6

1.23 Tanggal mulai kerja adalah tanggal Penyedia mulai bekerja

yang sama dengan tanggal penandatangan Surat Perintah Pengiriman (SPP) yang diterbitkan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.

1.24 Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pekerjaan, yang dinyatakan dalam berita acara serah terima Barang yang ditandatangani oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia.

1.25 Tempat Tujuan Akhir adalah lokasi yang tercantum dalam Syarat-syarat khusus kontrak dan merupakan tempat dimana Barang akan dipergunakan oleh PPK.

1.26 Tempat tujuan Pengiriman adalah tempat dimana kewajiban pengiriman barang oleh Penyedia berakhir sesuai dengan istilah pengiriman yang digunakan.

2. Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan- ketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam Kontrak.

3. Bahasa dan Hukum

3.1 Bahasa kontrak dan bahasa korespondensi harus dalam bahasa Indonesia.

3.2 Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di

Indonesia.

4. Perbuatan yang Dilarang dan Sanksi

4.1 Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah, para pihak dilarang untuk: a. menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi

atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini; dan/atau

b. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini.

4.2 Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan (termasuk

semua anggota Kemitraan) dan sub Penyedianya (jika ada) tidak akan melakukan tindakan yang dilarang pada klausul 4.1.

4.3 Penyedia yang menurut penilaian Pejabat Penandatangan

Kontrak terbukti melakukan larangan-larangan di atas dapat dikenakan sanksi-sanksi administratif sebagai berikut: a. Pemutusan Kontrak; b. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetor sebagaimana

ditetapkan dalam SSKK; c. Sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia atau

Jaminan Uang Muka dicairkan; dan d. Dikenakan Sanksi Daftar Hitam.

Page 11: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

7

4.4 Pengenaan sanksi administratif diatas dilaporkan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak kepada PA/KPA.

4.5 Pejabat Penandatangan Kontrak yang terlibat dalam KKN dan

penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

5. Asal Barang 5.1 Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang terdiri dari rincian komponen dalam negeri dan komponen impor.

5.2 Asal barang merupakan tempat barang diperoleh, antara lain

tempat barang ditambang, tumbuh, atau diproduksi.

5.3 Barang diadakan harus diutamakan barang yang manufaktur, pabrikasi, perakitan, dan penyelesaian akhir pekerjaannya dilakukan di Indonesia (produksi dalam negeri).

5.4 Jika dalam proses pembuatan Barang digunakan komponen

berupa barang, jasa, atau gabungan keduanya yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) maka penggunaan komponen impor harus sesuai dengan besaran TKDN yang tercantum dalam Daftar Inventarisasi Barang/Jasa produksi Dalam Negeri yang merupakan bagian dari Penawaran Penyedia.

5.5 Pengadaan barang impor harus mencantumkan persyaratan

kelengkapan dokumen barang: a. Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin); dan b. Sertifikat Produksi.

5.6 Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) dan Sertifikat

Produksi diserahkan oleh Penyedia kepada PPK sebelum serah terima pekerjaan. Persyaratan Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) dan Sertifikat Produksi dicantumkan dalam rancangan kontrak.

6. Korespondensi 6.1 Semua korespondensi dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau faksimili dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum dalam SSKK.

6.2 Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan

berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah Para Pihak dalam SSKK, atau jika disampaikan melalui surat tercatat, e- mail, dan/atau faksimili yang ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK.

Page 12: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

8

7. Wakil sah para pihak

Setiap tindakan yang dipersyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan, dan setiap dokumen yang dipersyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh Pejabat Penandatangan Kontrak atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau

Page 13: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

9

dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK. Khusus untuk Penyedia perorangan, Penyedia tidak boleh diwakilkan.

8. Perpajakan Penyedia, SubPenyedia (jika ada), dan Personel yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang sah yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam Nilai Kontrak.

9. Pengalihan dan/atau Subkontrak

9.1 Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama Penyedia, baik sebagai akibat peleburan (merger), konsolidasi, atau pemisahan.

9.2 Penyedia dapat bekerjasama dengan pelaku usaha lain antara

lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan, kecuali pekerjaan utama dalam kontrak ini sebagaimana diatur dalam SSKK.

9.3 Penyedia hanya boleh mensubkontrakkan sebagian pekerjaan

dan dilarang mensubkontrakkan seluruh pekerjaan.

9.4 Penyedia hanya boleh mensubkontrakkan pekerjaan apabila pekerjaan tersebut sejak awal di dalam Dokumen pemilihan dan dalam Kontrak diizinkan untuk disubkontrakkan.

9.5 Penyedia hanya boleh mensubkontrakkan pekerjaan setelah

mendapat persetujuan tertulis dari Pejabat Penandatangan Kontrak. Penyedia tetap bertanggungjawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan.

9.6 Jika ketentuan di atas dilanggar maka Penyedia dikenakan

sanksi yang diatur dalam SSKK.

10. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis dan ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian.

11. Penyedia Mandiri

Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggungjawab penuh terhadap personel dan subPenyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh personel dan subpenyedianya.

12. Kemitraan Kemitraan memberi kuasa kepada salah satu anggota yang disebut dalam Surat Perjanjian Kemitraan untuk bertindak untuk dan atas nama Kemitraan dalam pelaksanaan hak dan kewajiban terhadap Pejabat Penandatangan Kontrak berdasarkan Kontrak.

Page 14: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

10

B. PELAKSANAAN KONTRAK

13. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

13.1 Kontrak ini berlaku sejak tanggal penandatanganan.

13.2 Waktu pelaksanaan pekerjaan adalah jangka waktu yang ditentukan dalam SSKK.

14. Surat Perintah Pengiriman

14.1 Pejabat Penandatangan Kontrak menerbitkan SPP selambat- lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak tanggal penandatanganan Kontrak, kecuali apabila anggaran belum berlaku.

14.2 Tanggal penandatanganan SPP oleh Pejabat Penandatangan

Kontrak ditetapkan sebagai tanggal mulai berlaku efektif Kontrak.

14.3 SPP harus sudah disetujui/ditandatangani oleh Penyedia

sesuai dengan yang dipersyaratkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal penerbitan SPP.

14.4 Apabila setelah 7 (tujuh) hari sejak tanggal penerbitan SPP

Penyedia tidak menandatangani SPP maka Penyedia dianggap telah menyetujui SPP, dan tanggal awal perhitungan waktu pelaksanaan pekerjaan adalah hari ketujuh sejak tanggal penerbitan SPP.

14.5 Tanggal penandatanganan SPP oleh Penyedia ditetapkan

sebagai tanggal awal perhitungan waktu pelaksanaan pekerjaan sampai dengan serah terima Barang.

15. Lingkup pekerjaan

Barang yang akan diadakan harus sesuai dengan daftar kuantitas.

16. Standar

Penyedia harus menyediakan barang yang memenuhi spesifikasi dan standar yang ditetapkan dalam spesifikasi teknis dan/atau gambar.

17. Pengawasan/ Pengendalian Pelaksanaan Pekerjaan

17.1 Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, Pejabat

Penandatangan Kontrak jika dipandang perlu dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan yang berasal dari personel Pejabat Penandatangan Kontrak. Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan.

17.2 Dalam melaksanakan kewajibannya, pengawas pekerjaan

selalu bertindak untuk kepentingan Pejabat Penandatangan Kontrak. Pengawas Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah Pejabat Penandatangan Kontrak.

Page 15: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

11

17.3 Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan semua perintah pengawas pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam Kontrak ini.

18. Inspeksi Pabrikasi

18.1 Dalam hal diperlukan, Pejabat Penandatangan Kontrak atau Tim Inspeksi yang ditunjuk Pejabat Penandatangan Kontrak dapat melakukan inspeksi atas proses pabrikasi barang/peralatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

18.2 Jadwal, tempat dan ruang lingkup inspeksi sesuai SSKK.

18.3 Biaya pelaksanaan inspeksi termasuk dalam nilai Kontrak.

19. Pengepakan 19.1 Penyedia berkewajiban atas tanggungannya sendiri untuk mengepak Barang sedemikian rupa sehingga Barang terhindar dan terlindungi dari risiko kerusakan atau kehilangan selama masa transportasi atau pada saat pengiriman dari tempat asal Barang sampai ke Tempat sebagaimana ditetapkan di dalam SSKK.

19.2 Penyedia harus melakukan pengepakan, penandaan, dan

penyertaan dokumen yang berisi identitas Barang di dalam dan di luar paket Barang sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

20. Pengiriman 20.1 Penyedia berkewajiban untuk menyelesaikan pengiriman barang sesuai dengan jadwal pengiriman. Dokumen rincian pengiriman dan dokumen terkait lainnya diatur dalam SSKK.

20.2 Sarana transportasi yang dipakai diatur dalam SSKK.

20.3 Untuk barang-barang yang mudah rusak atau berisiko tinggi,

Penyedia harus memberikan informasi secara rinci tentang cara penanganannya.

21. Asuransi 21.1 Penyedia harus mengasuransikan barang-barang yang akan diserahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku dan ketentuan yang tercantum dalam SSKK.

21.2 Penyedia harus mengasuransikan pengiriman barang-barang

sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan yang tercantum dalam SSKK.

21.3 Penerima manfaat harus dijelaskan dalam dokumen asuransi

sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

21.4 Semua biaya penutupan asuransi telah termasuk dalam nilai kontrak.

Page 16: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

12

22. Transportasi 22.1 Penyedia bertanggung jawab untuk mengatur pengangkutan Barang (termasuk pemuatan dan penyimpanan) sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

22.2 Transportasi Barang harus diteruskan sampai dengan Tempat

Tujuan Akhir sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

22.3 Semua biaya transportasi (termasuk pemuatan dan penyimpanan) telah termasuk di dalam Nilai Kontrak.

23. Risiko Semua risiko terhadap kerusakan atau kehilangan Barang tetap berada pada Penyedia dan tidak akan beralih kepada Pejabat Penandatangan Kontrak sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman/Tempat Penyerahan Hasil Pekerjaan.

Page 17: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

13

24. Pemeriksaan dan Pengujian

24.1 Pejabat Penandatangan Kontrak berhak untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian atas Barang untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan dalam kontrak.

24.2 Pemeriksaan dan pengujian dapat dilakukan sendiri oleh

Penyedia dan disaksikan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak atau diwakilkan kepada pihak ketiga sebagaimana diatur dalam SSKK.

24.3 Pemeriksaan dan Pengujian dilaksanakan sebagaimana diatur

dalam SSKK.

24.4 Biaya pemeriksaan dan pengujian telah termasuk pada nilai Kontrak.

24.5 Pemeriksaan dan pengujian dilakukan di tempat yang

ditentukan dalam SSKK, dan dihadiri oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait. Penyedia berkewajiban untuk memberikan akses kepada Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait tanpa biaya. Jika pemeriksaan dan pengujian dilakukan di luar Tempat Tujuan Akhir maka semua biaya kehadiran Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait merupakan tanggungan Pejabat Penandatangan Kontrak.

24.6 Jika hasil pemeriksaan dan pengujian tidak sesuai dengan jenis

dan mutu Barang yang ditetapkan dalam Kontrak, Pejabat Penandatangan Kontrak berhak untuk menolak Barang tersebut dan Penyedia atas biaya sendiri berkewajiban untuk memperbaiki atau mengganti Barang yang tersebut.

24.7 Atas pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian yang terpisah

dari serah terima Barang, Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait membuat berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait dan Penyedia.

Page 18: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

14

25. Uji Coba 25.1 Setelah barang dikirim, barang diuji-coba oleh Penyedia disaksikan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait.

25.2 Hasil uji coba dituangkan dalam berita acara.

25.3 Apabila hasil uji coba tidak sesuai dengan spesifikasi yang

ditentukan dalam Kontrak, maka Penyedia memperbaiki atau mengganti barang tersebut dengan biaya sepenuhnya ditanggung Penyedia.

26. Waktu Penyelesaian Pekerjaan

26.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal, Penyedia berkewajiban menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal penyelesaian yang ditetapkan dalam SSKK pada klausul 13.

26.2 Jika pekerjaan tidak selesai pada tanggal penyelesaian bukan

akibat Keadaan Kahar atau bukan Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian Penyedia maka Penyedia dikenakan denda.

26.3 Jika terdapat Peristiwa Kompensasi, maka jangka waktu untuk

menyelesaikan pekerjaan diperpanjang.

26.4 Tanggal Penyelesaian yang dimaksud pada klausul ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan.

27. Peristiwa Kompensasi

Peristiwa kompensasi dapat diberikan kepada Penyedia dalam hal sebagai berikut:

a. Pejabat Penandatangan Kontrak mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;

b. keterlambatan pembayaran kepada Penyedia; c. Pejabat Penandatangan Kontrak menginstruksikan kepada pihak

Penyedia untuk melakukan pengujian tambahan; d. Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan penundaan

pelaksanaan pekerjaan; atau e. ketentuan lain dalam SSKK.

28. Perpanjangan Waktu

28.1 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka Penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. Pejabat Penandatangan Kontrak dapat meminta pertimbangan Pengawas Pekerjaan (apabila ada) dalam memutuskan perpanjangan Tanggal Penyelesaian Pekerjaan.

28.2 Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan keterlambatan

penyelesaian pekerjaan maka Pejabat Penandatangan Kontrak berkewajiban untuk memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.

Page 19: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

15

28.3 Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dapat dibuktikan dibutuhkan penambahan waktu penyelesaian pekerjaan.

28.4 Penyedia tidak berhak atas perpanjangan waktu penyelesaian

pekerjaan jika Penyedia gagal atau lalai untuk memberikan pemberitahuan dini dalam mengantisipasi/mengatasi dampak Kompensasi.

28.5 Pejabat Penandatangan Kontrak menetapkan ada tidaknya

perpanjangan waktu dan untuk berapa lama, paling lambat dalam jangka waktu sebagaimana diatur dalam SSKK setelah Penyedia meminta perpanjangan.

28.6 Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui

adendum/perubahan Kontrak.

29. Pemberian Kesempatan

29.1 Dalam hal Penyedia gagal menyelesaikan pekerjaan sampai masa pelaksanaan Kontrak berakhir, namun Pejabat Penandatangan Kontrak menilai bahwa Penyedia mampu menyelesaikan pekerjaan, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memberikan kesempatan kepada Penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan.

29.2 Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk

menyelesaikan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada klausul 29.1, dimuat dalam Adendum/perubahan Kontrak yang didalamnya mengatur waktu penyelesaian pekerjaan, pengenaan sanksi denda keterlambatan kepada Penyedia, dan perpanjangan Jaminan Pelaksanaan.

29.3 Jangka waktu pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk

menyelesaikan pekerjaan diatur dalam SSKK.

29.4 Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan dapat melampaui Tahun Anggaran.

29.5 Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk

menyelesaikan pekerjaan dituangkan dalam adendum/perubahan kontrak yang didalamnya mengatur pengenaan sanksi denda keterlambatan kepada Penyedia dan perpanjangan masa berlaku Jaminan Pelaksanaan (apabila ada).

C. PENYELESAIAN KONTRAK

30. Serah Terima Barang

30.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen), Penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada Pejabat Penandatangan Kontrak untuk serah terima barang.

30.2 Serah terima Barang dilakukan di tempat sebagaimana

ditetapkan dalam SSKK.

Page 20: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

16

30.3 Sebelum dilakukan serah terima, Pejabat Penandatangan Kontrak melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan, yang dapat dibantu oleh Konsultan Pengawas, tim ahli dan/atau tim teknis.

30.4 Pemeriksaan barang dilakukan dengan menilai kesesuaian

barang yang diserahterimakan yang tercantum dalam Kontrak. 30.5 Pejabat Penandatangan Kontrak berkewajiban untuk

memeriksa kebenaran dokumen yang berisi identitas Barang dan membandingkan kesesuaiannya dengan kontrak.

30.6 Pejabat Penandatangan Kontrak menolak serah terima Barang

jika hasil pemeriksaan pekerjaan tidak sesuai dengan Kontrak. 30.7 Atas pelaksanaan serah terima Barang, Pejabat

Penandatangan Kontrak membuat Berita Acara Serah Terima (BAST) yang ditandatangani bersama dengan Penyedia.

30.8 Dalam hal Pejabat Penandatangan Kontrak menolak serah

terima barang maka dibuat Berita Acara Penolakan Serah Terima dan segera memerintahkan kepada Penyedia untuk memperbaiki, mengganti, dan/atau melengkapi kekurangan pekerjaan.

30.9 Jika pengoperasian Barang memerlukan keahlian khusus maka

sebelum pelaksanaan serah terima Barang Penyedia berkewajiban untuk melakukan pelatihan (jika dicantumkan dalam kontrak). Biaya pelatihan termasuk dalam Nilai Kontrak.

30.10 Pejabat Penandatangan Kontrak menerima Barang setelah:

a. seluruh Barang yang diserahterimakan sesuai dengan Kontrak; dan

b. Penyedia menyerahkan sertifikat garansi kepada Pejabat Penandatangan Kontrak (apabila diperlukan).

30.11 Jika Barang yang diserahterimakan terlambat melewati batas

waktu akhir kontrak karena kesalahan atau kelalaian Penyedia atau bukan akibat Keadaan Kahar maka Penyedia dikenakan denda keterlambatan.

Page 21: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

17

31. Jaminan bebas Cacat Mutu/ Garansi

31.1 Penyedia dengan jaminan pabrikan dari produsen pabrikan (jika ada) berkewajiban untuk menjamin bahwa selama penggunaan secara wajar, Barang tidak mengandung cacat mutu yang disebabkan oleh tindakan atau kelalaian Penyedia, atau cacat mutu akibat desain, bahan, dan cara kerja.

31.2 Jaminan bebas cacat mutu/garansi ini berlaku selama masa

garansi berlaku.

31.3 Pejabat Penandatangan Kontrak menyampaikan pemberitahuan cacat mutu kepada Penyedia segera setelah ditemukan cacat mutu tersebut selama masa garansi berlaku.

31.4 Terhadap pemberitahuan cacat mutu oleh Pejabat Penandatangan Kontrak, Penyedia berkewajiban untuk memperbaiki, mengganti, dan/atau melengkapi Barang dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan tersebut.

31.5 Jika Penyedia tidak memperbaiki, mengganti, dan/atau

melengkapi Barang akibat cacat mutu dalam jangka waktu yang ditentukan maka Pejabat Penandatangan Kontrak akan menghitung biaya perbaikan yang diperlukan, dan Pejabat Penandatangan Kontrak secara langsung atau melalui pihak lain yang ditunjuk oleh Pejabat Penandatangan Kontrak akan melakukan perbaikan, penggantian, dan/atau melengkapi barang tersebut. Penyedia berkewajiban untuk membayar biaya untuk memperbaiki, mengganti, dan/atau melengkapi barang tersebut sesuai dengan klaim yang diajukan secara tertulis oleh Pejabat Penandatangan Kontrak. Biaya tersebut dapat dipotong oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dari nilai tagihan atau jaminan pelaksanaan Penyedia.

31.6 Terlepas dari kewajiban penggantian biaya, Penyedia yang

lalai memperbaiki cacat mutu dikenakan Sanksi Daftar Hitam.

32. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan

32.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada Pejabat Penandatangan Kontrak tentang pedoman pengoperasian dan perawatan sebelum serah terima Barang.

32.2 Apabila Penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian

dan perawatan, Pejabat Penandatangan Kontrak berhak menahan pembayaran sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak.

Page 22: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

18

D. PERUBAHAN KONTRAK

33. Perubahan Kontrak

33.1 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum/perubahan Kontrak.

33.2 Adendum/perubahan Kontrak dapat dilaksanakan dalam hal

terdapat perbedaan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan/atau spesifikasi teknis/KAK yang ditentukan dalam dokumen Kontrak dan disetujui oleh para pihak, meliputi: a. menambah atau mengurangi volume yang tercantum

dalam Kontrak; b. menambah dan/atau mengurangi jenis kegiatan; c. mengubah spesifikasi teknis sesuai dengan kondisi

lapangan; dan/atau d. mengubah jadwal pelaksanaan.

Page 23: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

19

33.3 Selain adendum/perubahan Kontrak yang diatur pada klausul 33.2, adendum/perubahan Kontrak dapat dilakukan untuk hal- hal yang disebabkan masalah administrasi, antara lain pergantian PPK, perubahan rekening Penyedia, dan sebagainya.

33.4 Pekerjaan tambah paling tinggi 10% (sepuluh persen) dari nilai

Kontrak awal dan harus mempertimbangkan tersedianya anggaran.

33.5 Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh Pejabat

Penandatangan Kontrak secara tertulis kepada Penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Kontrak awal.

33.6 Hasil negosiasi teknis dan harga tersebut dituangkan dalam

Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum/perubahan Kontrak.

33.7 perubahan jadwal dalam hal terjadi perpanjangan waktu

pelaksanaan dapat diberikan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut: a. peristiwa kompensasi; dan/atau b. Keadaan Kahar.

33.8 Dalam hal keadaan kahar waktu penyelesaian pekerjaan dapat

diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan waktu terhentinya pelaksanaan kontrak akibat Keadaan Kahar.

33.9 Dalam hal peristiwa kompensasi, waktu penyelesaian

pekerjaan dapat diperpanjang paling lama sama dengan waktu terhentinya/terlambatnya pelaksanaan kontrak akibat peristiwa kompensasi.

33.10 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat menyetujui secara

tertulis perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan penelitian terhadap usulan yang diajukan oleh Penyedia.

33.11 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat menugaskan tim atau

tenaga ahli untuk meneliti kelayakan/kewajaran perpanjangan waktu pelaksanaan.

33.12 Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan Kontrak

dituangkan dalam adendum/perubahan Kontrak.

Page 24: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

20

34. Keadaan Kahar 34.1 Yang dimaksud Keadaan Kahar dalam Kontrak ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.

34.2 Yang termasuk Keadaan Kahar tidak terbatas pada:

a. Bencana alam; b. Bencana non alam; c. Bencana sosial; d. Pemogokan; e. Kebakaran; f. Kondisi cuaca ekstrem; dan/atau g. Gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui

keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait.

34.3 Apabila terjadi Keadaan Kahar, maka Penyedia

memberitahukan kepada Pejabat Penandatangan kontrak paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak menyadari atau seharusnya menyadari atas kejadian atau Keadaan Kahar, dengan menyertakan bukti.

34.4 Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal yang merugikan

akibat perbuatan atau kelalaian Para Pihak.

34.5 Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan: a. Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai

dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai setelah dilakukan pemeriksaan bersama atau berdasarkan audit.

b. Jika selama masa Keadaan Kahar Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk sedapat mungkin meneruskan pekerjaan maka Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam situasi demikian. Penggantian biaya ini harus diatur dalam adendum/perubahan Kontrak.

34.6 Kegagalan salah satu Pihak untuk memenuhi kewajibannya

yang ditentukan dalam Kontrak bukan merupakan cedera janji atau wanprestasi jika ketidakmampuan tersebut diakibatkan oleh Keadaan Kahar, dan Pihak yang ditimpa Keadaan Kahar: a. telah mengambil semua tindakan yang sepatutnya untuk

memenuhi kewajiban dalam Kontrak; dan b. telah memberitahukan secara tertulis kepada Pihak lainnya

dalam Kontrak selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak menyadari atas kejadian atau Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan terjadinya

Page 25: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

21

peristiwa yang menyebabkan terhentinya/terlambatnya pelaksanaan kontrak.

34.7 Keterlambatan pengadaan akibat Keadaan Kahar tidak

dikenakan sanksi.

34.8 Penghentian Kontrak karena keadaan kahar dituangkan secara tertulis oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dengan disertai alasan penghentian pekerjaan.

34.9 Penghentian kontrak karena keadaan kahar dapat bersifat:

a. sementara hingga Keadaan Kahar berakhir; atau b. permanen apabila akibat keadaan kahar tidak

memungkinkan dilanjutkan/diselesaikannya pekerjaan.

34.10 Penghentian pekerjaan akibat keadaan kahar tetap mempertimbangkan efektivitas pekerjaan dan tahun anggaran.

E. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK

35. Penghentian Kontrak

Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena terjadi Keadaan Kahar sebagaimana dimaksud pada klausul 34.9.

36. Pemutusan kontrak 36.1 Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak Pejabat Penandatangan Kontrak atau pihak Penyedia.

36.2 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memutuskan kontrak

secara sepihak apabila Penyedia tidak memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan dalam kontrak.

36.3 Penyedia dapat memutuskan kontrak secara sepihak apabila

Pejabat Penandatangan Kontrak tidak memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan dalam kontrak.

36.4 Pemutusan kontrak dilakukan sekurang-kurangnya 14 (empat

belas) hari setelah Pejabat Penandatangan Kontrak/Penyedia menyampaikan pemberitahuan rencana Pemutusan Kontrak secara tertulis kepada Penyedia/ Pejabat Penandatangan Kontrak.

Page 26: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

22

37. Pemutusan Kontrak oleh Pejabat Penandatangan Kontrak

37.1 Dengan mengesampingkan dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memutuskan Kontrak ini melalui pemberitahuan tertulis kepada Penyedia setelah terjadinya hal-hal sebagai berikut: a. Penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau

pemalsuan dalam proses pengadaan yang diputuskan oleh Instansi yang berwenang;

b. Pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dinyatakan benar oleh Instansi yang berwenang;

c. Penyedia berada dalam keadaan pailit; d. Penyedia terbukti dikenakan Sanksi Daftar Hitam sebelum

penandatangan Kontrak; e. Penyedia gagal memperbaiki kinerja setelah mendapat

Surat Peringatan sebanyak 3 (tiga) kali; f. Penyedia tidak mempertahankan berlakunya Jaminan

Pelaksanaan; g. Penyedia lalai/cedera janji dalam melaksanakan

kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

h. berdasarkan penelitian Pejabat Penandatangan Kontrak, Penyedia tidak akan mampu menyelesaikan keseluruhan pekerjaan walaupun diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan selama jangka waktu yang diatur dalam klausul 29.3 SSKK;

i. setelah diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan selama jangka waktu yang diatur dalam klausul 29.3 SSKK, Penyedia Barang/Jasa tidak dapat menyelesaikan pekerjaan; atau

j. Penyedia menghentikan pekerjaan melebihi waktu yang ditentukan dalam SSKK dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan pengawas pekerjaan (apabila ada).

37.2 Dalam hal terjadi pemutusan Kontrak dilakukan sebagaimana

dimaksud pada klausul 37.1, maka: a. Jaminan Pelaksanaan dicairkan; b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh Penyedia atau

Jaminan Uang Muka dicairkan (apabila diberikan); dan c. Penyedia dikenakan sanksi Daftar Hitam.

37.3 Pejabat Penandatangan Kontrak membayar kepada Penyedia

sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan yang telah diterima oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sampai dengan tanggal berlakunya pemutusan kontrak dikurangi denda yang harus dibayar Penyedia (apabila ada), serta Penyedia menyerahkan semua hasil pekerjaan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak dan selanjutnya menjadi milik Pejabat Penandatangan Kontrak.

Page 27: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

23

38. Pemutusan Kontrak oleh Penyedia

38.1 Dengan mengesampingkan dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Penyedia dapat memutuskan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis kepada Pejabat Penandatangan Kontrak apabila: a. Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan Penyedia

secara tertulis untuk menunda pelaksanaan pekerjaan atau kelanjutan pekerjaan, dan perintah tersebut tidak ditarik selama waktu yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK;

b. Pejabat Penandatangan Kontrak tidak menerbitkan Surat Perintah Pembayaran untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan jangka waktu yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK.

38.2 Dalam hal pemutusan Kontrak, maka Pejabat Penandatangan

Kontrak membayar kepada Penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah diterima oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sampai dengan tanggal berlakunya pemutusan kontrak dikurangi denda keterlambatan yang harus dibayar Penyedia (apabila ada), serta Penyedia menyerahkan semua hasil pekerjaan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak dan selanjutnya menjadi milik Pejabat Penandatangan Kontrak.

Page 28: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

24

39. Berakhirnya Kontrak

39.1 Kontrak berakhir apabila pekerjaan telah selesai dan hak dan kewajiban para pihak yang terdapat dalam Kontrak sudah terpenuhi.

39.2 Terpenuhinya hak dan kewajiban para pihak sebagaimana

dimaksud pada klausul 39.1 adalah terkait dengan pembayaran yang seharusnya dilakukan akibat dari pelaksanaan kontrak.

F. Pejabat Penandatangan Kontrak

40. Hak dan Kewajiban Pejabat Penandatangan Kontrak

40.1 Pejabat Penandatangan Kontrak mempunyai hak: a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan

oleh Penyedia; b. meminta laporan-laporan yang tercantum dalam Kontrak

mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia;

c. menerima hasil pengadaan Barang sesuai dengan spesifikasi dan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak;

d. mengenakan sanksi kepada Penyedia; e. memberikan instruksi; f. mengusulkan penetapan sanksi daftar hitam (apabila ada); g. Menyetujui adendum/perubahan kontrak; h. Menerima jaminan uang muka, jaminan pelaksanaan, dan

garansi (apabila ada); dan/atau i. Menilai kinerja Penyedia.

40.2 Pejabat Penandatangan Kontrak mempunyai kewajiban : a. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum

dalam kontrak dan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan kepada Penyedia;

b. membayar uang muka; c. membayar penyesuaian harga; d. membayar ganti rugi karena kesalahan yang dilakukan

Pejabat Penandatangan Kontrak; dan e. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau

kemudahan lainnya untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sebagaimana yang tercantum dalam SSKK.

G. PENYEDIA

41. Hak dan Kewajiban Penyedia

41.1 Penyedia mempunyai Hak: a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pengadaan

Barang sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam kontrak; dan

Page 29: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

25

b. memperoleh fasilitas dari Pejabat Penandatangan Kontrak untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan Barang sesuai ketentuan kontrak.

41.2 Penyedia mempunyai Kewajiban:

a. melaporkan pelaksanaan pengadaan Barang secara periodik kepada Pejabat Penandatangan Kontrak;

b. melaksanakan dan menyelesaikan pengadaan Barang sesuai dengan jadwal pelaksanaan pengadaan Barang yang telah ditetapkan dalam kontrak;

c. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam kontrak;

d. memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan Penandatangan Kontrak;

e. menyerahkan hasil pengadaan Barang sesuai dengan jadwal dan tempat penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak;

f. mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia; dan

g. menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest).

42. Tanggung Jawab Penyedia bertanggungjawab/berkewajiban untuk menyerahkan Barang sesuai dengan kualitas barang, ketepatan volume, ketepatan waktu pelaksanaan/penyerahan dan ketepatan tempat Pengiriman /penyerahan Barang.

43. Penggunaan Dokumen Kontrak dan Informasi

Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak untuk kepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknis, dan/atau gambar-gambar, kecuali dengan izin tertulis dari Pejabat Penandatangan Kontrak.

44. Hak Atas Kekayaan Intelektual

Penyedia berkewajiban untuk melindungi Pejabat Penandatangan Kontrak dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual.

Page 30: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

26

45. Penanggungan dan Risiko

45.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas Pejabat Penandatangan Kontrak beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap Pejabat Penandatangan Kontrak beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat Pejabat Penandatangan Kontrak) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Surat Perintah Pengiriman ditandatangani oleh Penyedia sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara serah terima:

a. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda Penyedia, SubPenyedia (jika ada), dan Personel;

b. cedera tubuh, sakit atau kematian Personel; c. kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cedera tubuh,

sakit atau kematian pihak lain.

45.2 Terhitung sejak Tanggal Surat Perintah Pengiriman sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara serah terima awal (apabila ada), semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini, Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko Penyedia, kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian Pejabat Penandatangan Kontrak.

45.3 Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh Penyedia tidak

membatasi kewajiban penanggungan dalam syarat ini.

45.4 Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan yang terjadi sejak tanggal Surat Perintah Pengiriman (SPP) ditandatangani oleh Penyedia sampai batas akhir Masa Pemeliharaan sebagaimana diatur di dalam SSKK atau dimulainya masa berlaku garansi, harus diperbaiki, diganti, dan/atau dilengkapi oleh Penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian Penyedia.

Page 31: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

27

46. Perlindungan Tenaga Kerja (apabila diperlukan)

46.1 Penyedia dan SubPenyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk mengikutsertakan Personelnya pada program jaminan sosial kesehatan dan jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

46.2 Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan

Personelnya untuk mematuhi ketentuan mengenai keselamatan kerja sebagaimana diatur peraturan perundang- undangan.

46.3 Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk menyediakan

kepada setiap Personelnya (termasuk Personel SubPenyedia, jika ada) perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan memadai.

46.4 Tanpa mengurangi kewajiban Penyedia untuk melaporkan

kecelakaan berdasarkan hukum yang berlaku, Penyedia melaporkan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak mengenai setiap kecelakaan yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah kejadian.

Page 32: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

28

47. Pemeliharaan Lingkungan

Penyedia berkewajiban mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak lain dan harta bendanya sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini.

48. Asuransi Khusus dan Pihak Ketiga

48.1 Apabila dipersyaratkan dalam SSKK, Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPP sampai dengan tanggal selesainya pekerjaan untuk: a. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi

terjadinya kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan, atas segala risiko terhadap kecelakaan, kerusakan, kehilangan, serta risiko lain yang tidak dapat diduga; dan

b. pihak lain sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya.

48.2 Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam nilai kontrak.

49. Tindakan Penyedia yang mensyaratkan Persetujuan Pejabat Penandatangan Kontrak

Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis Pejabat Penandatangan Kontrak sebelum melakukan tindakan- tindakan berikut:

a. mensubkontrakkan sebagian pengadaan Barang; dan/atau b. tindakan lain yang diatur dalam SSKK.

50. Kerjasama Penyedia dengan Usaha Kecil Sebagai SubPenyedia

50.1 Penyedia dapat bekerjasama dengan Usaha Mikro dan Usaha Kecil dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama.

50.2 Bagian Pekerjaan yang wajib disubkontrakan oleh Penyedia

kepada usaha kecil sebagai subPenyedia diatur di dalam SSKK.

50.3 Dalam kerjasama diatas, Penyedia bertanggung jawab penuh

atas keseluruhan pekerjaan tersebut.

50.4 Penyedia membuat laporan mengenai pelaksanaan subkontrak.

51. Penggunaan Lokasi kerja (Apabila ada)

Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan menggunakan lokasi kerja bersama-sama dengan Penyedia yang lain (jika ada) dan pihak- pihak lainnya yang berkepentingan atas lokasi kerja. Jika dipandang perlu, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memberikan jadwal kerja Penyedia yang lain di lokasi kerja.

52. Keselamatan Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan semua pihak di lokasi kerja (apabila ada).

53. Sanksi Finansial

53.1 Sanksi finansial bagi Penyedia dapat berupa sanksi ganti rugi, denda keterlambatan atau pencairan jaminan.

Page 33: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

29

53.2 Sanksi ganti rugi bagi Penyedia dikenakan apabila jaminan tidak dapat dicairkan, kesalahan dalam perhitungan volume pekerjaan berdasarkan hasil audit, menyerahkan barang/jasa yang kualitasnya tidak sesuai dengan Kontrak berdasarkan hasil audit. Besarnya sanksi ganti rugi adalah sebesar nilai kerugian yang ditimbulkan.

53.3 Sanksi denda keterlambatan bagi Penyedia dikenakan apabila

terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan dengan cara memotong pembayaran prestasi pekerjaan Penyedia. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual Penyedia.

53.4 Sanksi pencairan jaminan pelaksanaan, dan pelunasan uang

muka atau pencairan jaminan uang muka (apabila diberikan uang muka) bagi Penyedia dikenakan apabila Penyedia tidak menyelesaikan pekerjaan atau dilakukan pemutusan kontrak.

54. Jaminan 54.1 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak sebelum penandatanganan kontrak.

54.2 Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya

sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima pekerjaan.

54.3 Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan

dinyatakan selesai 100% (seratus persen) dan setelah menyerahkan sertifikat garansi.

54.4 Jaminan Uang Muka diberikan kepada Pejabat Penandatangan

Kontrak apabila Penyedia menerima uang muka dan diserahkan sebelum pengambilan uang muka.

54.5 Nilai Jaminan Uang Muka sama dengan besarnya uang muka

yang diterima oleh Penyedia.

54.6 Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan sisa uang muka yang diterima.

54.7 Masa berlaku Jaminan Uang Muka sekurang-kurangnya sejak

tanggal persetujuan pemberian uang muka sampai dengan tanggal serah terima barang.

54.8 Besarnya jaminan, bentuk dan masa berlaku jaminan-jaminan

tersebut di atas disesuaikan dengan ketentuan dalam Dokumen Pemilihan.

55. Laporan Hasil Pekerjaan

55.1 Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan Kontrak untuk menetapkan volume pekerjaan atas kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan.

Page 34: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

30

55.2 Untuk kepentingan pengawasan dan pengendalian, dibuat laporan realisasi mengenai seluruh aktivitas pekerjaan.

55.3 Laporan dibuat oleh Penyedia, apabila diperlukan diperiksa

oleh unsur pengawas (apabila ada) dan disetujui oleh wakil Pejabat Penandatangan Kontrak.

56. Kepemilikan Dokumen

56.1 Semua rancangan, gambar, spesifikasi, desain, laporan, dan dokumen-dokumen lain yang dipersiapkan oleh Penyedia berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan milik Pejabat Penandatangan Kontrak.

56.2 Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan semua dokumen

beserta daftar rinciannya kepada Pejabat Penandatangan Kontrak paling lambat pada saat serah terima Barang atau waktu pemutusan Kontrak.

56.3 Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap dokumen

tersebut di atas dengan batasan penggunaan yang diatur dalam SSKK.

57. Personel dan/atau Peralatan

57.1 Personel dan/atau peralatan yang ditempatkan harus sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Penawaran.

57.2 Penggantian Personel tidak boleh dilakukan kecuali atas persetujuan tertulis Pejabat Penandatangan Kontrak.

57.3 Penggantian Personel dilakukan oleh Penyedia dengan

mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada Pejabat Penandatangan Kontrak beserta alasan penggantian.

57.4 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat menilai dan menyetujui

penempatan/penggantian Personel menurut kualifikasi yang dibutuhkan.

57.5 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat meminta pergantian

Personel apabila menilai bahwa Personel: a. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan

dengan baik; b. berkelakuan tidak baik; atau c. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya.

57.6 Jika penggantian Personel perlu dilakukan, maka Penyedia

berkewajiban untuk menyediakan pengganti dengan kualifikasi yang setara atau lebih baik dari Personel yang digantikan tanpa biaya tambahan apapun dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak diminta oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.

57.7 Personel berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan

pekerjaannya.

Page 35: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

31

H. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA

58. Nilai Kontrak 58.1 Pejabat Penandatangan Kontrak membayar kepada Penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak sebesar nilai kontrak atau berdasarkan hasil perhitungan akhir.

58.2 Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Lumsum

dan Harga Satuan, rincian nilai kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga.

Page 36: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

32

59. Pembayaran 59.1 Uang muka a. Uang Muka dapat diberikan kepada Penyedia sesuai

ketentuan dalam SSKK untuk: 1) Mobilisasi barang/bahan/material/peralatan dan

tenaga kerja; 2) pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok

barang/bahan/material/peralatan; dan/atau 3) pekerjaan teknis yang diperlukan untuk persiapan

pelaksanaan pekerjaan. b. besaran uang muka ditentukan dalam SSKK dan dibayar

setelah Penyedia menyerahkan Jaminan Uang Muka senilai uang muka yang diberikan;

c. dalam hal Pejabat Penandatangan Kontrak menyediakan uang muka maka Penyedia harus mengajukan permohonan pengambilan uang muka secara tertulis kepada Pejabat Penandatangan Kontrak disertai dengan rencana penggunaan uang muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak dan rencana pengembaliannya;

d. Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh bank umum, perusahaan penjaminan, Perusahaan Asuransi atau lembaga keuangan khusus yang menjalankan usaha di bidang pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk mendorong ekspor Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga pembiayaan ekspor Indonesia yang memiliki izin untuk menjual produk jaminan (suretyship) ditetapkan oleh lembaga yang berwenang;

e. pengembalian uang muka dapat dilakukan dengan diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan atau sesuai kesepakatan yang diatur dalam kontrak dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus persen).

59.2 Prestasi pekerjaan

a. pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan, sistem termin atau pembayaran secara sekaligus sesuai yang ditetapkan dalam SSKK.

b. pembayaran prestasi hasil pekerjaan dilakukan dengan ketentuan: 1) Penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan

kemajuan hasil pekerjaan;

Page 37: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

33

2) Pengecualian untuk: a) Pengadaan Barang/Jasa yang karena sifatnya

dibayar terlebih dahulu sebelum Barang/Jasa diterima;

b) pembayaran bahan/material dan/atau peralatan yang menjadi bagian dari hasil pekerjaan yang akan diserahterimakan yang telah berada di lokasi pekerjaan dan dicantumkan dalam kontrak namun belum terpasang; atau

c) pembayaran pekerjaan yang belum selesai 100% (seratus persen) pada saat batas akhir pengajuan pembayaran dengan menyerahkan jaminan atas pembayaran.

3) pembayaran dipotong angsuran uang muka, denda (apabila ada) dan pajak; dan

4) untuk kontrak yang mempunyai subkontrak, permintaan pembayaran dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh subPenyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan.

c. Penyelesaian pembayaran hanya dapat dilaksanakan setelah barang dinyatakan diterima sesuai dengan berita acara serah terima barang dan bilamana dipersyaratkan dilengkapi dengan berita acara hasil uji coba.

d. Pembayaran dengan Letter of Credit (L/C) mengikuti ketentuan umum yang berlaku di bidang perdagangan.

59.3 Sanksi Finansial

Sanksi Finansial dapat berupa sanksi ganti rugi atau denda keterlambatan a. Ganti Rugi

Sanksi ganti rugi bagi Penyedia apabila terbukti jaminan tidak bisa dicairkan, kesalahan dalam perhitungan volume pekerjaan berdasarkan hasil audit, menyerahkan barang/jasa yang kualitasnya tidak sesuai dengan Kontrak berdasarkan hasil audit. Besarnya sanksi ganti rugi adalah sebesar nilai kerugian yang ditimbulkan sebagaimana ditentukan dalam SSKK.

b. Denda Keterlambatan besarnya denda yang dikenakan kepada Penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan adalah sebagaimana yang ditetapkan di dalam SSKK.

Page 38: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

34

60. Perhitungan Akhir

60.1 Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Lumsum dengan Harga Satuan, perhitungan akhir nilai pekerjaan berdasarkan volume pekerjaan yang telah diselesaikan 100% (seratus persen) dan dituangkan dalam Adendum Kontrak (apabila ada).

60.2 Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir dilakukan

setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dan Berita Acara Serah Terima telah ditandatangani oleh kedua belah Pihak.

Page 39: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

35

61. Penangguhan Pembayaran

61.1 Pejabat Penandatangan kontrak dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi pekerjaan Penyedia jika Penyedia gagal atau lalai memenuhi kewajibannya.

61.2 Pejabat Penandatangan kontrak secara tertulis

memberitahukan kepada Penyedia tentang penangguhan hak pembayaran disertai alasan-alasan yang jelas mengenai penangguhan tersebut. Penyedia diberi kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu.

61.3 Pembayaran yang ditangguhkan disesuaikan dengan proporsi

kegagalan atau kelalaian Penyedia.

61.4 Jika dipandang perlu oleh Pejabat Penandatangan kontrak, penangguhan pembayaran akibat keterlambatan penyerahan pekerjaan dapat dilakukan bersamaan dengan pengenaan denda kepada Penyedia.

Page 40: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

36

62. Penyesuaian Harga

62.1 Pemberlakuan Penyesuaian harga pada Kontrak sebagaimana diatur di dalam SSKK.

62.2 Penyesuaian Harga diberlakukan terhadap Kontrak Tahun

Jamak yang berbentuk Kontrak Harga Satuan atau bagian yang dikontrakan secara harga satuan pada Kontrak Gabungan Lumsum dan Harga Satuan yang masa pelaksanaannya lebih dari 18 (delapan belas) bulan.

62.3 Penyesuaian Harga diberlakukan mulai dari bulan ke-13 (tiga

belas) sejak pelaksanaan pekerjaan.

62.4 Penyesuaian Harga Satuan berlaku bagi seluruh kegiatan/mata pembayaran, kecuali komponen keuntungan, biaya tidak langsung (overhead cost) dan harga satuan timpang sebagaimana tercantum dalam penawaran.

62.5 Penyesuaian Harga Satuan diberlakukan sesuai dengan jadwal

pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak awal/Adendum Kontrak.

62.6 Penyesuaian Harga Satuan bagi komponen pekerjaan yang

berasal dari luar negeri, menggunakan indeks penyesuaian harga dari negara asal barang tersebut.

62.7 Jenis pekerjaan baru dengan Harga Satuan baru sebagai

akibat adanya Adendum Kontrak dapat diberikan penyesuaian harga mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak Adendum Kontrak tersebut ditandatangani.

62.8 Indeks yang digunakan dalam hal pelaksanaan kontrak

terlambat disebabkan oleh kesalahan Penyedia adalah indeks harga terendah antara jadwal kontrak dn jadwal kontrak dan realisasi pekerjaan.

Page 41: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

37

62.9 Penyesuaian Harga Satuan, ditetapkan dengan rumus sebagai berikut:

𝐵𝑛 𝐶𝑛 𝐷𝑛 𝐻𝑛 = 𝐻0 (𝑎 + 𝑏. 𝐵 + 𝑐. 𝐶 + 𝑑. 𝐷 + ⋯ ) 0 0 0 Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan dilaksanakan; H0 = Harga Satuan pada saat harga penawaran; a = Koefisien tetap yang terdiri atas keuntungan dan overhead; Dalam hal penawaran tidak mencantumkan besaran komponen keuntungan dan overhead maka a = 0,15. b, c, d = Koefisien komponen kontrak seperti tenaga kerja, bahan, alat kerja, dsb.; Penjumlahan a+b+c+d+. dst. adalah 1,00. B0, C0, D0 = Indeks harga komponen pada bulan penyampaian penawaran. Bn, Cn, Dn = Indeks harga komponen pada saat pekerjaan dilaksanakan.

62.10 Koefisien komponen kontrak berdasarkan koefisien yang

digunakan dalam analisis harga satuan penawaran.

62.11 Indeks harga yang digunakan bersumber dari penerbitan BPS.

62.12 Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam penerbitan BPS, digunakan indeks harga yang dikeluarkan oleh instansi teknis.

62.13 Rumusan penyesuaian nilai kontrak ditetapkan sebagai berikut:

𝑃𝑛 = (𝐻𝑛1 𝑥 𝑉1) + (𝐻𝑛2 𝑥 𝑉2) + (𝐻𝑛3 𝑥 𝑉3) + ⋯

Pn = Nilai Kontrak setelah dilakukan penyesuaian Harga Satuan; Hn = Harga Satuan baru setiap jenis komponen pekerjaan setelah dilakukan penyesuaian harga menggunakan rumusan penyesuaian Harga Satuan; V = Volume setiap jenis komponen pekerjaan yang dilaksanakan.

62.14 Hasil perhitungan Penyesuaian Harga dituangkan dalam

Adendum Kontrak setelah dilakukan audit sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Page 42: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

38

I. PENGAWASAN MUTU

63. Pengawasan dan Pemeriksaan

Pejabat Penandatangan Kontrak berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia. Apabila diperlukan, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memerintahkan kepada pihak lain untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia.

64. Penilaian Pekerjaan Sementara oleh Pejabat Penandatangan Kontrak

64.1 Pejabat Penandatangan Kontrak dalam masa pelaksanaan pekerjaan melakukan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia.

64.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan

kemajuan pekerjaan.

65. Cacat Mutu Pejabat Penandatangan Kontrak atau unsur pengawas (apabila ada) memeriksa setiap hasil pekerjaan dan memberitahukan Penyedia secara tertulis atas setiap Cacat Mutu yang ditemukan. Pejabat Penandatangan Kontrak atau unsur pengawas memerintahkan Penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan Cacat Mutu, serta menguji hasil pekerjaan yang dianggap oleh Pejabat Penandatangan Kontrak atau unsur pengawas (apabila ada) mengandung Cacat Mutu. Penyedia bertanggung jawab atas perbaikan Cacat Mutu selama Masa Kontrak dan Masa Garansi.

66. Pengujian Pejabat Penandatangan Kontrak atau unsur pengawas (apabila ada) memerintahkan Penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam spesifikasi teknis dan gambar, dan apabila hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka Penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi.

Page 43: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

39

67. Perbaikan Cacat Mutu

67.1 Pejabat Penandatangan Kontrak atau unsur pengawas (apabila ada) menyampaikan pemberitahuan Cacat Mutu kepada Penyedia segera setelah ditemukan Cacat Mutu tersebut. Penyedia bertanggung jawab atas Cacat Mutu selama Masa Kontrak dan Masa Garansi.

67.2 Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut, Penyedia

berkewajiban untuk memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan.

67.3 Jika Penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka

waktu yang ditentukan maka: a. Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memutus kontrak

secara sepihak dan Penyedia dikenakan sanksi sebagaimana pada klausul 37.2; atau

b. Pejabat Penandatangan Kontrak berhak untuk secara langsung atau melalui pihak lain yang ditunjuk oleh Pejabat Penandatangan Kontrak melakukan perbaikan tersebut. Penyedia segera setelah menerima permintaan penggantian biaya/klaim dari Pejabat Penandatangan Kontrak secara tertulis berkewajiban untuk mengganti biaya perbaikan tersebut. Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memperoleh penggantian biaya dengan memotong pembayaran atas tagihan Penyedia yang jatuh tempo (apabila ada) atau biaya penggantian akan diperhitungkan sebagai hutang Penyedia kepada Pejabat Penandatangan Kontrak yang telah jatuh tempo.

67.4 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat mengenakan Denda Keterlambatan untuk setiap keterlambatan perbaikan Cacat Mutu.

Page 44: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

40

J. PENYELESAIAN PERSELISIHAN

68. Itikad Baik 68.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak.

68.2 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia setuju untuk

melaksanakan Kontrak dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak.

68.3 Apabila selama Kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan,

maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut.

68.4 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia berkewajiban

untuk bertindak dengan itikad baik sehubungan dengan hak- hak Pihak lain, dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan terpenuhinya tujuan Kontrak.

69. Penyelesaian Perselisihan

69.1 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini secara musyawarah dan damai.

69.2 Dalam hal perselisihan tidak dapat diselesaikan secara

musyawarah dan damai, penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui mediasi, konsiliasi, arbitrase atau litigasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

69.3 Penyelesaian sengketa dapat dilakukan di layanan

penyelesaian sengketa yang diselenggarakan oleh LKPP, Lembaga Arbitrase atau Pengadilan Negeri.

69.4 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia bersama-sama

memilih dan menetapkan tempat penyelesaian sengketa dan dicantumkan dalam SSKK.

Page 45: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

41

SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)

Klausul dalam SSUK

Pengaturan dalam SSKK

4. Perbuatan yang Dilarang dan Sanksi

4.3 Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetor ke Kas Negara

6. Korespondensi 5.1 Alamat Para Pihak sebagai berikut: Satuan Kerja PPK: ...................................... Nama : ................................................................. Alamat : ................................................................. Telepon : ................................................................. Website : ................................................................. Faksimili : ................................................................. e-mail : ................................................................. Penyedia: Nama : ................................................................. Alamat : ................................................................. Telepon : ................................................................. Website : - Faksimili : ................................................................. e-mail : .................................................................

7. Wakil sah para pihak

Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut: Untuk Pejabat Penandatangan Kontrak : ................................................... Untuk Penyedia : _________________ Pengawas Pekerjaan : Sekretariat Penerimaan Hasil Pekerjaan sebagai wakil sah Pejabat Penandatangan Kontrak (apabila ada)

13. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

13.2 Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan selama: 90 (Sembilan puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal .......... s/d .........................

18. Inspeksi Pabrikasi

18.1 Apakah inspeksi atas proses pabrikasi diperlukan [Ya/Tidak]: 18.2 Jika diperlukan melakukan inspeksi atas proses pabrikasi

barang/peralatan khusus, inspeksi akan dilakukan pada: Hari : - Tanggal : - Ruang Lingkup : -

Page 46: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

42

19. Pengepakan 19.1 Penyedia berkewajiban atas tanggungannya sendiri untuk mengepak Barang sedemikian rupa sehingga Barang terhindar dan terlindungi dari risiko kerusakan atau kehilangan selama masa transportasi atau pada saat pengiriman dari tempat asal Barang sampai ke Tempat Tujuan Akhir di ...................................

19.2 Pengepakan, penandaan dan penyertaan dokumen dalam

dan diluar paket Barang harus dilakukan sebagai berikut:

1) penandaan pada kemasan paket barang yang dikirim sesuai dengan ketentuan prosedur pabrikan, pada bagian luar dan/atau dalam paket barang sudah mencantumkan nama produk, merek, nama produsen, nomor registrasi, nomor produksi dan Tahun produksi (apabila diperlukan), material komposisi produk atau spesifikasi teknis barang ;

2) Pengepakan barang menggunakan bahan / material kuat yang dapat melindungi produk saat penyimpanan, pengangkutan dan peredaran.

3) dokumen surat jalan pada saat pengiriman didalamnya sudah mencantumkan nama produk, quantity, berikut identitas lainnya yang jelas, sehingga antara dokumen surat jalan dengan kemasan produk yang dikirim dapat dimengerti dengan jelas atau sesuai pada Daftar Kuantitas dan Harga di Lampiran Kontrak

20. Pengiriman 20.1 Rincian pengiriman dan dokumen terkait lainnya yang harus diserahkan oleh Penyedia adalah : 1) Memiliki sertifikat mutu produk 2) Surat jalan pengiriman barang 3) Certificate of Origin Dokumen tersebut diatas harus sudah diterima oleh PPK sebelum serah terima Barang. Jika dokumen tidak diterima maka Penyedia bertanggungjawab atas setiap biaya yang diakibatkannya.

20.2 Penyedia menggunakan transportasi Mobil Box Tertutup

untuk pengiriman barang melalui darat [darat/laut/udara]

21. Transportasi 22.1 Tempat Tujuan Pengiriman : ..................................

22.2 Tempat Tujuan Akhir : Instalasi Rawat Jalan

..................................

Page 47: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

43

24. Pemeriksaan dan Pengujian

24.2 Pemeriksaan dan pengujian dilakukan oleh Penyedia Pemeriksaan dan pengujian disaksikan oleh Pejabat

Penandatanganan Kontrak, dalam hal pemeriksaan dan pengujian dilakukan oleh pihak penyedia.

24.3 Pemeriksaan dan pengujian yang dilaksanakan meliputi:

1) Spesifikasi teknis barang yang dikirim sesuai dengan

spesifikasi yang ditetapkan pada daftar kuantitas dan harga.

2) Pemeriksaan barang/pekerjaan berdasarkan pada pengiriman /penyerahan barang yang dilakukan penyedia selama jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan.

3) Pemeriksaan barang/pekerjaan yang dilaksanakan meliputi jumlah item, spesifikasi teknis dan identitas barang sesuai dengan lampiran Daftar Kuantitas & Harga berikut spesifikasi teknis.

4) pemeriksaan kelengkapan dokumen pengiriman barang (mis. Surat jalan, Certificate of origin, Buku instruksi manual dan service manual).

5) memastikan barang sudah terkalibrasi. 6) melakukan uji fungsi alat.

25.5 Pemeriksaan dan pengujian dilaksanakan di: ........................

27. Peristiwa Kompensasi

Penyedia dapat memperoleh kompensasi apabila : a. Pejabat Penandatangan Kontrak mengubah jadwal yang

dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan ; b. keterlambatan pembayaran kepada Penyedia ; c. Pejabat Penandatangan Kontrak menginstruksikan

kepada pihak Penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/ kegagalan /penyimpangan ;

d. Pejabat Penandatangan kontrak tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan ;

e. Penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal dalam kontrak ;

f. Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan.

28. Perpanjangan Waktu

28.5 Pejabat Penandatangan Kontrak berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan (apabila ada) menetapkan ada tidaknya perpanjangan waktu dan untuk berapa lama, paling lambat 5 hari kerja setelah Penyedia meminta perpanjangan.

29. Pemberian Kesempatan

29.3 Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 hari kalender sejak berakhirnya jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.

Page 48: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

44

30. Serah Terima Barang

30.2 Serah terima dilakukan pada tempat tujuan pengiriman / tempat tujuan akhir yaitu ...................................

a. Penyerahan barang/pekerjaan dilakukan sesuai dengan ketentuan dan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

b. Serah terima barang dinyatakan lengkap dan memenuhi bila sudah dilakukan uji fungsi (acception test) dan training.

c. Pihak Penyedia melakukan koordinasi terkait jadwal waktu pengiriman / penyerahan barang maupun jumlah dan rincian item kebutuhan barang yang akan dikirim sesuai daftar kuantitas & harga berikut spesifikasi teknis dengan pihak PPK melalui user teknis terkait (Instalasi Rawat Jalan), sampai dengan jumlah berikut rincian item barang yang dikirim atau diserahterimakan terpenuhi atau lengkap 100% pada batas akhir jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.

d. Barang yang dikirim sudah terkalibrasi yang dibuktikan dengan surat keterangan atau sertifikat terkalibrasi dari instansi berwenang.

e. Serah terima barang/pekerjaan tidak boleh melebihi jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan.

f. Penyerahan barang/pekerjaan dianggap sah apabila dibuktikan dengan Berita Acara Penerimaan Hasil Pekerjaan yang dibuat dan telah dinyatakan baik serta ditandatangani oleh Sekretariat Penerima Hasil Pekerjaan .................................. serta pejabat dari user (Instalasi Rawat Jalan) yang berwenang.

g. penyerahan barang dilakukan oleh pihak penyedia berikut dilampirkan kelengkapan bukti keaslian barang berupa certificate of origin.

Page 49: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

45

i. Dalam pelaksanaan pekerjaan, penyedia barang harus memperhatikan aspek mutu, lingkungan dan keselamatan kerja serta peraturan yang berlaku di .................................. sehingga mampu mendukung program dan kebijakan mutu dan LK3 .................................., diantaranya melindungi dan melokalisir area pelaksanaan agar tidak mengganggu area layanan dari polusi suara, udara (debu) dan lain-lain.

j. Dalam pelaksanaan pekerjaan harus ditugaskan tenaga kerja ahli/terampil dan harus mengenakan perlengkapan pengamanan (seperti safety shoes, helm ) dan peralatan pendukung lainnya untuk meminimalkan / menghilangkan risiko kejadian tidak diharapkan (KTD) dengan pengawasan ketat oleh penanggung jawab pekerjaan dari Penyedia.

k. Apabila terjadi kejadian tidak diharapkan (KTD : kecelakaan) yang berakibat cedera, cacat atau kematian yang disebabkan oleh kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan baik yang menimpa pekerja dan atau orang lain dilingkungan pelaksanaan pekerjaan, maka akan menjadi kewajiban pihak Penyedia untuk menanggung biaya pengobatan dan perawatan sesuai ketentuan yang berlaku

38. Pemutusan Kontrak oleh Penyedia

38.1.a Batas waktu maksimum penundaan pekerjaan selama 7 hari kalender

38.1.b Batas waktu maksimum untuk penerbitan Surat Perintah

Pembayaran selama 5 hari kalender.

40. Hak dan Kewajiban Pejabat Penandatangan Kontrak

40.2.e Pejabat Penandatangan Kontrak akan memberikan fasilitas menyediakan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan bila diperlukan.

Page 50: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

46

45. Penanggungan dan Risiko

45.4 Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan yang terjadi sejak tanggal Surat Perintah Pengiriman (SPP) ditandatangani oleh Penyedia sampai batas akhir Masa Pemeliharaan, dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender atau dimulainya masa berlaku garansi, harus diperbaiki, diganti, dan/atau dilengkapi oleh Penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian Penyedia. a) Penyedia memberikan jaminan bahwa barang alat medik

yang dikirim asli dengan melampirkan / menyerahkan certificate of original;

b) Penyedia bersedia mengganti produk yang dikirim apabila kerusakan produk dikarenakan cedera kemasan, salah penyimpanan & pengiriman yang dilakukan Penyedia ;

c) Penyedia memberikan garansi baik service maupun spare part apabila terjadi kerusakan dalam jangka waktu minimal 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal Uji Fungsi dilakukan, yang didukung dengan garansi dari principle;

d) Penyedia menjamin alat sudah terkalibrasi oleh badan yang berkompeten atau lulus fungsional cek dari pabrik/vendor dengan masa berlaku minimal 1 tahun terakhir

e) Penyedia bersedia melatih pemakai alat dan teknisi pihak .................................. sehingga mampu mengoperasikan alat tersebut dengan baik dan dapat melaksanakan pemeliharaan, atas biaya pihak penyedia dan dilaksanakan setelah dilakukan uji fungsi alat tersebut.

48. Asuransi Khusus dan Pihak Ketiga

48.1 Penyedia berkewajiban menyediakan asuransi untuk pekerja, barang atau peralatan yang berisiko tinggi terjadinya kecelakaan terkait dengan pelaksanaan pekerjaan [Ya/Tidak]: Penyedia berkewajiban menyediakan asuransi untuk pihak lain sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya terkait dengan pelaksanaan pekerjaan [Ya/Tidak]:

49. Tindakan Penyedia yang mensyaratkan Persetujuan Pejabat Penandatangan Kontrak

Tindakan lain Penyedia yang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis Pejabat Penandatangan Kontrak antara lain: permohonan dan persetujuan untuk dilakukan proses adendum / amandemen kontrak apabila terjadi perubahan ruang lingkup atau hal lain yang dinilai dapat merubah hal-hal yang telah diatur dalam kontrak.

56. Kepemilikan Dokumen

56.3 Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen yang dihasilkan dari pekerjaan Barang ini dengan pembatasan sebagai berikut :

Page 51: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

47

59. Pembayaran 59.1 Pekerjaan Pengadaan Barang ini dapat diberikan uang muka ; [Ya/Tidak].

59.2 Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara : [Termin/Bulanan/Sekaligus].

1. Pembayaran dibayarkan setelah pelaksanaan pekerjaan atau penyerahan barang 100% tercapai / selesai, yang dibuktikan dengan Berita Acara penerimaan hasil pekerjaan yang dibuat dan ditandatangani oleh Sekretariat Penerima Hasil Pekerjaan.

2. Pembayaran harga barang/pekerjaan dibebankan pada DIPA ............................................ .................................. T.A. ........ (MAK : .......................................).

3. Pembayaran dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta VII dan ditransfer melalui Bank dengan no rekening atas nama PT. .........................

4. Penagihan pembayaran oleh pihak penyedia tidak dapat diterima apabila melebihi tahun anggaran berjalan (T.A. ............).

5. Penagihan disampaikan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak, dengan Dokumen penunjang yang dipersyaratkan untuk mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan menyerahkan kelengkapan administrasi sebagai berikut : a) Kuitansi bermeterai secukupnya b) Faktur penjualan c) Surat Jalan d) Faktur Pajak / Surat Setoran Pajak

Kontrak pengadaan kebutuhan barang alat medik (Endoscopy Set THT : Imaging and Reporting System, dll.) kebutuhan pada ....................................................... tahun anggaran ......

e) Berita Acara Penerimaan Hasil Pekerjaan. f) Berita Acara Uji Fungsi / Uji Coba Alat

59.3 Sanksi Finansial

a. Denda Keterlambatan Denda keterlambatan apabila terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Besarnya denda keterlambatan adalah : 1) 1‰ (satu permil) per hari dari harga kontrak.

62. Penyesuaian Harga

62.1 Kontrak diberlakukan penyesuaian harga: [Ya/Tidak]

69. Penyelesaian Perselisihan

69.4 Dalam hal terdapat sengketa antara PPK dengan Penyedia, penyelesaian sengketa akan dilakukan melalui ; Layanan Penyelesaian Sengketa yang diselenggarakan oleh LKPP/Lembaga Arbitrase/Pengadilan Negeri]

Page 52: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

48

Daftar Kuantitas dan Harga

No Uraian Barang Satuan Volume Harga Satuan (Rp.)

Jumlah Harga (Rp.)

TKDN

1 IMAGING AND REPORTING SYSTEM COMPLETE WITH GRACE-68

Unit 1 -

2 Telescope, 4mm, 00, connector for light guide on bottom, autoclavable

Pcs 1 -

3 Telescope, 4mm, 300, connector for light guide on bottom, autoclavable

Pcs 1 -

Jumlah

Disc. + 52,26% Sub Total PPN 10%

Jumlah Total

Page 53: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

49

KONTRAK KATALOG ELEKTRONIK LOKAL

Pemerintah Provinsi ____

dengan

PT. …………………………………….

tentang Pengadaan Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung

di Lingkungan Wilayah Provinsi ____

Nomor :

SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”)

dibuat dan ditandatangani di ____pada hari _______ tanggal __________ bulan

________ tahun ________________, antara :

1. ___________, selaku Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa (BPPBJ)

Provinsi ____, berkantor di gedung ____ Komplek Balaikota, ____. Dalam hal ini

bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Provinsi ____ berdasarkan Keputusan

Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1397 Tahun 2018 tentang

Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Dalam dan Dari Jabatan Pimpinan

Tinggi Pratama (Eselon II) Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi

____, dan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 145 Tahun 2018 tentang

Pendelegasian Kewenangan Pengelolaan Katalog Elektronik Lokal, untuk

menandatangani kontrak Katalog Lokal, yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. ……………………………, Direktur PT. ………………., beralamat di ……………

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. ………. berkedudukan di

………………. berdasarkan Akta Pendiri/Anggaran Dasar PT. …………… Nomor …

tanggal …… tahun… yang dibuat dihadapan …… Notaris di ……….

sebagaimana telah disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM

Nomor … Tahun …. tanggal … ……… ____ sebagaimana telah diubah terakhir

dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. …………. Nomor … tanggal …

LKPP
PENGADAAN TANAMAN HIAS DAN TANAMAN PELINDUNG
Page 54: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

50

…….____ yang dibuat dihadapan Notaris di ____dan telah mendapat persetujuan

sebagai tercantum dalam keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor ……… tanggal

… ____, yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

MENGINGAT :

(a) bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA berkedudukan sebagaimana tersebut

di atas, dan secara bersama-sama disebut PARA PIHAK.

(b) bahwa dalam rangka memenuhi Pengadaan Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung

di wilayah Provinsi ____, PIHAK PERTAMA telah melakukan pemilihan penyedia

yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Pemilihan dan telah dilakukan reviu oleh Tim

Reviu, bahwa PIHAK KEDUA sanggup untuk memenuhi kebutuhan Tanaman Hias

dan Tanaman Pelindung di lingkungan Wilayah Provinsi ____ serta telah ditetapkan

oleh Pokja Pemilihan sebagai pemenang untuk Pengadaan Tanaman Hias dan

Tanaman Pelindung di lingkungan Wilayah Provinsi ____ Tahun Anggaran ____.

(c) bahwa berdasarkan hasil Pemilihan tersebut, PIHAK PERTAMA telah meminta

PIHAKKEDUA untuk menyediakan kebutuhan Tanaman Hias dan Tanaman

Pelindung di lingkungan Wilayah Provinsi ____ sebagaimana diterangkan dalam

Syarat-Syarat Umum Kontrak dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak yang merupakan

satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dalam Kontrak Katalog Elektronik

Lokal ini.

(d) PIHAK KEDUA sebagaimana telah menyatakan kepada PIHAK PERTAMA,memiliki

keterampilan, personil, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk

melaksanakan penyediaan kebutuhan Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung di

lingkungan Wilayah Provinsi ____ sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam

Kontrak ini.

(e) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menyatakan memiliki kewenanganuntuk

menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili;

(f) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengakui dan menyatakan bahwa

sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak:

1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh penasihat

hukum/advokat;

2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut;

Page 55: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

51

3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini;

4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan

mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan

kondisi yang terkait.

Maka oleh karena itu, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini bersepakat dan

menyetujui hal-hal sebagai berikut :

1. Nilai yang terdapat dalam Katalog, harga sudah termasuk perhitungan biaya-biaya

sebagaimana yang tercantum dalam Berita Acara Hasil Negosiasi.

2. Peristilahan dan ungkapan dalam Kontrak ini memiliki arti dan makna yang sama

seperti yang tercantum dalam lampiran Kontrak ini.

3. Dokumen-dokumen berikut merupakan kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan

dari Kontrak ini :

a. Adendum/perubahan Kontrak (apabila ada);

b. Kontrak meliputi :

1) Pokok Perjanjian; dan

2) Lampiran-lampirannya sebagai berikut :

a) Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK);

b) Syarat-Syarat Umum Kontrak; dan

c) Dokumen Proses Pemilihan Penyedia kebutuhan Tanaman Hias dan

Tanaman Pelindung di lingkungan Wilayah Provinsi ____.

4. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi

pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam

dokumen yang lain, maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih

tinggi berdasarkan urutan hierarki pada angka 3 (tiga) di atas.

5. Hak dan kewajiban timbal-balik PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dinyatakan

dalam Kontrak yang meliputi khususnya :

a. PIHAK PERTAMA mempunyai hak dan kewajiban untuk :

Page 56: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

52

Hak

1) Menerima keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan

pelaksanaan yang dilakukan PIHAK PERTAMA;

2) Mendapatkan laporan/data yang diperlukan dalam rangka monitoring dan

evaluasi terhadap penyediaan kebutuhan Tanaman Hias dan Tanaman

Pelindung di lingkungan Wilayah Provinsi ____; dan

3) Mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan

perundang-undangan.

Kewajiban

Memfasilitasi mengkoordinasikan terhadap pengaduan-pengaduan, kendala-kendala

dan hambatan-hambatan yang dialami dalam pelaksanaan kontrak ini.

b. PIHAK KEDUA mempunyai hak dan kewajiban untuk :

Hak

1) Menerima Mendapat kesempatan untuk membaca dan memahami secara penuh

ketentuan Kontrak ini;

2) Mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan

mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan

kondisi yang terkait;

3) Meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PIHAK PERTAMA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;

4) Tidak meneruskan proses penandatanganan Surat Pesanan dalam hal Pejabat

Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian tidak menindaklanjuti hasil

negosiasi antara Pejabat Pemesan dengan PIHAKKEDUA selambat-lambatnya

14 (empat belas) hari kerja sejakkesepakatan dilakukan; dan

5) PIHAK KEDUA dapat melaporkan kondisi sebagaimana dimaksudpada angka 4)

kepada PIHAK PERTAMA.

Kewajiban

1) Menanggapi pesanan di lingkungan Provinsi ____ dalam transaksi melalui e-

purchasing kebutuhan Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung di lingkungan

Wilayah Provinsi ____ paling lambat 3 (tiga) hari kerja;

2) Memenuhi pesanan di lingkungan Provinsi ____ untuk menyediakan kebutuhan

Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung di lingkungan Wilayah Provinsi ____

Page 57: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

53

dengan spesifikasi teknis dan harga sebagaimana tercantum pada Lampiran

Kontrak Katalog Elektronik Lokal ini sesuai dengan jumlah kebutuhan Pejabat

Pemesan selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja;

3) Menjamin kualitas Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung di lingkungan Wilayah

Provinsi ____ (kualitas Sarana dan Prasarana untuk barang, dan kualitas

kapasitas layanan untuk jasa); 4) Menyampaikan informasi ketersediaan kebutuhan Tanaman Hias dan Tanaman

Pelindung di lingkungan Wilayah Provinsi ____ kepada PIHAK PERTAMA. 5) Tidak membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang

tidak benar untuk memenuhi persyaratan Kontrak Katalog Elektronik Lokal ini.

6) Tidak menjual barang/jasa melalui e-Purchasing dengan harga yang lebih mahal

dari harga barang/jasa yang dijual selain melalui e-Purchasing pada periode

penjualan, jumlah, dan tempat serta spesifikasiteknis dan persyaratan yang

sama;

7) Melaporkan kemajuan realisasi transaksi setiap pelaksanaan Kontrak Katalog

Elektronik Lokal kepada PIHAK PERTAMA ;

8) Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan hal-hal lain diantaranya;

a) Memberikan hasil laporan keuangan yang telah di audit oleh konsultan yang

berwenang kepada Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Provinsi ____;

b) Melaporkan hasil laporan sebagaimana poin a) diatas kepada Kepala Badan

Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Provinsi ____ u.p. Sekretaris Badan

Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Provinsi ____ setiap 1 (satu) tahun sekali;

c) Pemeriksaan pelaksanaan pekerjaan Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung

yang dilakukan di lingkungan Provinsi ____.

6. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal ditandatangani Kontrak

sampai dengan ......................... (diisi dengan masa berakhirnya Kontrak).

------------- DEMIKIAN KONTRAK KATALOG ELEKTRONIK LOKAL INI -----------

Dibuat dan ditandatangani di ____pada hari tanggal bulan dan tahun tersebut diatas,

dibuat dalam rangkap 3 (tiga) masing-masing 1 (satu) eksemplar untuk PIHAK PERTAMA dan 1 (satu) eksemplar untuk PIHAK KEDUA bermateraicukup dan 1 (satu)

Page 58: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

54

eksemplar untuk Perangkat Daerah dan/atau Unit Kerja pada Perangkat Daerah pembeli

tanpa materai

PIHAK PERTAMA ____,

____ NIP …………………………………

PIHAK KEDUA PT. ……………………….,

……………………………….. DIREKTUR

Page 59: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

55

SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK)

A. KETENTUAN UMUM

1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut:

1.1. Katalog Elektronik atau e-Catalogadalah sisteminformasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga Sarana & Prasarana Penyediaan Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung.

1.2. E-Purchasing adalah tata cara pembelian

Barang/Jasa melalui sistem Katalog Elektronik. 1.3. PIHAK PERTAMA adalah Kepala Badan

PelayananPengadaan Barang/Jasa yang dalam hal ini mewakili Pemerintah Provinsi ____ untuk melakukan perikatan Kontrak Katalog Elektronik Lokal Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung di Lingkungan Provinsi ____.

1.4. PIHAK KEDUA adalah Direktur yang dalam hal

inibertindak untuk dan atas nama PT.…………… yang memiliki kewajiban menyediakan kebutuhan Tanaman Hias dan Tanaman Pelindung sebagaimana tercantum dalam Lampiran Kontrak ini.

1.5. Hari adalah hari kalender.

1.6. Kontrak Katalog yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian kerjasama untuk pencantuman Barang/Jasa dalam Katalog Elektronik sebagai dasar melakukan e-Purchasing.

1.7. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya

Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan ………… (diisi dengan masa berakhirnya Kontrak).

Page 60: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

56

2. Bahasa dan Hukum 2.1. Bahasa kontrak harus dalam bahasa Indonesia.

2.2. Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia.

3. Larangan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan

3.1. Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah, para pihak dilarang untuk: a. menawarkan menerima atau menjanjikan untuk

memberi atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini; dan/atau

b. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini.

3.2. PIHAK KEDUA menjamin bahwa yang

bersangkutan dan sub Penyedianya (jika ada) tidak akan melakukan tindakan yang dilarang diatas.

3.3. Dalam hal hasil pemeriksaan dan klarifikasi yang

dilakukan oleh PIHAK PERTAMA yang menyatakan bahwa PIHAK KEDUA terbukti melakukan larangan-larangan diatas, maka PIHAKPERTAMA mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA sebagai berikut : a. Pemutusan Kontrak; b. Penghentian sementara dalam sistem

transaksi e-Purchasing; c. Penurunan pencantuman dari Katalog

Elektronik; dan/atau d. Penetapan Daftar Hitam (Blacklist) Perusahaan

sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

3.4. PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA yangterlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. Korespondensi 4.1. Semua korespondensi dapat berbentuk surat, e-mail, dan/atau faksimili dengan alamat tujuan PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA sebagaimana tercantum dalam SSKK.

Page 61: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

57

4.2. Semua pemberitahuan, permohonan atau

persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA sebagaimana tercantum dalamSSKK, atau jika disampaikan melalui surat tercatat, e-mail, dan/atau faksimili ditujukan ke alamat yangtercantum dalam SSKK.

5. Pelaporan 5.1. Dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Kontrak ini, PIHAK KEDUA wajib melaporkan kepada PIHAK PERTAMA terhadap pelaksanaan dari Kontrak ini termasuk kemajuan dan kendala-kendala yang dihadapi PIHAK KEDUA.

5.2. Pelaporan sebagaimana dimaksud pada angka 5.1.

dilakukan secara periodik dalam waktu 3 (tiga) bulan sekali atau pada saat timbul permasalahan.

6. Wakil sah para pihak Setiap tindakan yang dipersyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan, dan setiap dokumen yang dipersyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK.

7. Perpajakan PIHAK KEDUA dan Personel yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang sah yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini.

8. Pengalihan dan/atau Subkontrak

Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal terdapat pergantian nama PIHAK KEDUA, baik sebagai akibat peleburan (merger), konsolidasi, atau pemisahan.

9. Definisi 9.1. PIHAK PERTAMA dapat mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA berdasarkan laporan tertulis dari Pejabat Penandatangan/Pengesahan TandaBukti Perjanjian/Pejabat Pemesan pada masing-masing Perangkat Daerah atau berdasarkan pemeriksaan dan klarifikasi PIHAK PERTAMA, jika PIHAK KEDUA :

Page 62: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

58

a. Tidak menanggapi pesanan dalam transaksi melalui e-Purchasing paling lambat 3 (tiga) hari kerja;

b. Tidak dapat memenuhi pesanan sesuai dengan kesepakatan dalam transaksi melalui e-Purchasing tanpa disertai alasan yang dapat diterima;

c. Menjual Barang/Jasa melalui proses e-Purchasing dengan harga yang lebih mahal dari harga Barang/Jasa yang dijual selain melalui e-Purchasing pada periode penjualan, jumlah, dan tempat serta spesifikasi teknis dan persyaratan yang sama; dan/atau

d. Membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan Katalog Elektronik.

9.2. Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti

Perjanjian/Pejabat Pemesan pada masing-masing Perangkat Daerah menyampaikan laporan tertulis sebagaimana dimaksud pada angka 9.1 setelah Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian/Pejabat Pemesan pada masing-masing Perangkat Daerah mengenakan sanksi berupa Surat Peringatan I, Surat Peringatan II, dan denda kepada PIHAK KEDUA, namun PIHAK KEDUA tetap tidak memperbaiki atau tidak merespons sanksi-sanksi tersebut.

9.3. PIHAK PERTAMA dapat mengenakan sanksi atas

tindakan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud pada angka 9.1 berupa : a. Pemutusan Kontrak; b. Penghentian sementara dalam sistem transaksi

e-Purchasing; c. Penurunan pencantuman dari Katalog

Elektronik; dan/atau d. Penetapan Daftar Hitam (Blacklist) Perusahaan

sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

9.4. Tata Cara Pengenaan Sanksi sebagaimana dimaksud pada angka 9.1., 9.2., dan 9.3. mengacu

Page 63: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

59

pada ketentuan pengenaan sanksi sebagaimana diatur dalam Peraturan LKPP.

B. PERUBAHAN, PENGHENTIAN, DAN PEMUTUSAN KONTRAK

10. Perubahan Kontrak 10.1. Kontrak hanya dapat diubah melalui Perubahan (adendum) Kontrak berdasarkan kesepakatan para pihak.

10.2. Usulan perubahan (adendum) Kontrak dapat

dilakukan dalam hal perubahan masa berlaku Kontrak atau perubahan naskah Kontrak.

10.3. Tata cara Perubahan (Adendum) Kontrak mengacu

pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

11. Keadaan Kahar 11.1. Yang dimaksud Keadaan Kahar dalam Kontrak ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.

11.2. Dalam hal terjadi Keadaan Kahar, pihak yang

terkena Keadaan Kahar memberitahukan tentang terjadinya Keadaan Kahar kepada pihak lainnya yang berkontrak secara tertulis dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak terjadinya Keadaan Kahar yang dikeluarkan oleh pihak/instansi yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

11.3. Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal

yang merugikan disebabkan akibat perbuatan atau kelalaian PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

11.4. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang

diakibatkan oleh terjadinya Keadaan Kahar tidak dikenakan sanksi.

11.5. Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini

akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir, kecuali PIHAK PERTAMA dan PIHAK

Page 64: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

60

KEDUA sepakat untuk meneruskan pelaksanaan Kontrak ini.

11.6. Setelah terjadinya Keadaan Kahar, PIHAK

PERTAMA dan PIHAK KEDUA dapat melakukan kesepakatan yang dituangkan dalam Perubahan (adendum) Kontrak.

11.7. Apabila terjadi Keadaan Kahar dan menimbulkan

kerugian bagi salah satu pihak, maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA akan melakukan negosiasi untuk menyepakati pertanggungjawaban atas beban kerugian tersebut.

12. Penghentian Kontrak Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar.

13. Pemutusan Kontrak Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Kontrak.

14. Pemutusan Kontrak oleh PIHAK PERTAMA

Dengan mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, berdasarkan laporan tertulis dari Pejabat Pemesan, PIHAK PERTAMA dapat memutuskan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis kepada PIHAK KEDUA setelah terjadinya hal-hal sebagai berikut:

a. PIHAK KEDUA lalai/cedera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

b. PIHAK KEDUA selama Masa Kontrak gagalmemperbaiki layanan yang diberikan dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA

c. PIHAK KEDUA terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses pengadaan yang diputuskan oleh Instansi yang berwenang; dan/atau

d. Pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dinyatakan benar oleh Instansi yang berwenang.

15. Pemutusan Kontrak oleh PIHAK KEDUA

15.1. PIHAK KEDUA dapat memutuskan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis kepada PIHAK PERTAMA apabila terjadi hal-hal sebagai berikut : a. Akibat Keadaan Kahar sehingga PIHAK

KEDUA tidak dapat melaksanakan pekerjaan

Page 65: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

61

sesuai ketentuan Kontrak atau Perubahan (Adendum) Kontrak;

b. PIHAK PERTAMA gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan; atau

c. PIHAK PERTAMA tidak memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Kontrak atau Perubahan (Adendum) Kontrak.

15.2. Pemutusan Kontrak sebagaimana dimaksud pada angka 15.1. dilakukan sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah PIHAK KEDUA menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan Kontrak secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA.

16. Pemutusan Kontrak Akibat Lainnya

Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena PIHAK PERTAMA terlibat penyimpangan prosedur, melakukan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan, maka PIHAK PERTAMA dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan.

C. PENYELESAIAN PERSELISIHAN

17. Penyelesaian Perselisihan

17.1. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini secara musyawarah dan damai.

17.2. Penyelesaian perselisihan atau sengketa antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam Kontrak dilakukan melalui musyawarah. Jika dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender tidak didapat penyelesaian secara musyawarah untuk mencapai mufakat, maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai Pemutus Sengketa.

PIHAK PERTAMA ____

____ NIP …………………………………

PIHAK KEDUA PT. ……………………….,

……………………………….. DIREKTUR

Page 66: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

62

SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)

A. Korespondensi Alamat PARA PIHAK sebagai berikut:

PIHAK PERTAMA

Nama : ____

Alamat : Gedung ____

Telepon : ____

Website : ____

Faksimili : ____

e-mail : ………………

Penyedia : ………………

Nama : ………………

Alamat : ………………………………………………

………………………………………………

Telepon : ………………

Website : ………………

Faksimili : ………………

e-mail : ………………

Wakil sah : ………………

Nomor HP : ………………

B. Tanggal Berlaku Kontrak

Kontrak mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya Kontrak sampai dengan ……………………………… (diisi waktu yang pasti, contoh hingga akhir periode jabatan Kepala Daerah).

C. Harga Kontrak Harga dalam Kontrak merupakan batas tertinggi untuk penandatanganan Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan Pejabat Pemesan (untuk nilai threshold s.d. Rp 200 juta oleh PP diatas itu dilakukan oleh PPK).

D. Penyesuaian Harga PIHAK KEDUA dapat mengajukan usulan perubahan harga dalam Katalog Elektronik Lokal kepada PIHAK PERTAMA setiap 6 (enam) bulan sekali.

Page 67: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

63

E. Jadwal Pengiriman Barang/ Pelaksanaan Pekerjaan

Jadwal pengiriman barang/pelaksanaan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA diatur dalam Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian pada Perangkat Daerah.

F. Pengiriman Barang/ Pelaksanaan Pekerjaan

Ketentuan mengenai pengiriman barang/pelaksanaan pekerjaan akan diatur lebih lanjut dalam Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian pada Perangkat Daerah.

G. Tata Cara Pembayaran

Tata cara pembayaran akan diatur dalam Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan Pejabat Pemesan.

H. Tanggung Jawab PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas tiap-tiap kesalahan ataukelalaian yang dilakukan oleh sub penyedia (bila ada) yang diwakilinya selama pelaksanaan Kontrak ini.

PIHAK PERTAMA ____,

____ NIP …………………………………

PIHAK KEDUA PT. ……………………….,

……………………………….. DIREKTUR

Page 68: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

64

RANCANGAN PERJANJIAN

Kontrak Katalog Elektronik Lokal Kategori Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting Pemerintah Provinsi …………… dengan

……………………………

Tentang

Penyedia Barang/Jasa Konstruksi Katalog Elektronik Lokal Kategori Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di

……………………….. Nomor : …………

KONTRAK KATALOG LOKAL ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat dan ditandatangani di ____ pada hari ini …… tanggal …. bulan ……. tahun ____(..-…-____ ) antara:

A. ………..…………, selaku …………………..……………………………….., berkantor di

gedung ………………………..………………………………………… Komplek Balaikota, Jln. ____. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Provinsi ………………. berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi …………..…… Nomor …..…… Tahun ……………….. tentang Pendelegasian Kewenangan Pengelolaan Katalog Elektronik Lokal, untuk menandatangani kontrak Katalog Lokal, yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

B. ………….. , Direktur PT. ………………. , beralamat di …………….. Dalam hal ini

bertindak untuk dan atas nama PT. ………. berkedudukan di ………………. berdasarkan Akta Pendiri/Anggaran Dasar PT. …………… Nomor … tanggal .. …… tahun… yang dibuat dihadapan ……….. Notaris di ………. sebagaimana telah disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor … Tahun …. tanggal .. …. ……….... sebagaimana telah diubah terakhir dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. …………. Nomor .. tanggal .. ….____… yang dibuat dihadapan ………. Notaris di ____dan telah mendapat persetujuan sebagai tercantum dalam keputusan Mentri Hukum dan HAM Nomor ……….. tanggal …………..., yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

MENGINGAT :

(a) bahwa PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA berkedudukan sebagaimana tersebut di atas, dan secara bersama-sama disebut PARA PIHAK.

LKPP
KONTRAK KATALOG ELEKTRONIK LOKAL KATEGORI PEKERJAAN JALAN BETON, BETON PRECAST & BETON RAPID
Page 69: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

65

(b) bahwa dalam rangka memenuhi Penyediaan Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di wilayah …………………., PIHAK PERTAMA telah melakukan pemilihan penyedia yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Pemilihan dan telah dilakukan reviu oleh Tim Reviu, bahwa PIHAK KEDUA sanggup untuk memenuhi kebutuhan Penyediaan Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di lingkungan Wilayah ………………………… serta telah ditetapkan oleh Pokja Pemilihan sebagai pemenang untuk Penyediaan Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di lingkungan Wilayah Provinsi ………………….

(c) bahwa berdasarkan hasil Pemilihan tersebut, PIHAK PERTAMA telah meminta PIHAK

KEDUA untuk menyediakan kebutuhan Penyediaan Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di lingkungan Wilayah Provinsi ………………… sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak yang merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dalam Kontrak Lokal ini.

(d) PIHAK KEDUA sebagaimana telah menyatakan kepada PIHAK PERTAMA, memiliki ketrampilan, personil, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk melaksanakan penyediaan kebutuhan Penyediaan Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di lingkungan Wilayah Provinsi …………………….. sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini;

(e) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menyatakan memiliki kewenangan untuk

menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili;

(f) PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak: 1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh

penasihat hukum/advokat; 2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut; 3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini; 4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan

semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait.

Maka oleh karena itu, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-hal sebagai berikut: 1. nilai dalam Katalog, Harga termasuk perhitungan biaya-biaya sebagaimana

yang tercantum dalam Berita Acara Hasil Negosiasi 2. Peristilahan dan ungkapan dalam Kontrak ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang

tercantum dalam lampiran Kontrak ini;

3. dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini:

a. Adendum Kontrak (apabila ada); b. Kontrak meliputi:

1) pokok perjanjian; dan 2) lampiran-lampirannya sebagai berikut:

a) Syarat-Syarat Khusus Kontrak;

Page 70: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

66

b) Syarat-Syarat Umum Kontrak; dan c) Dokumen Proses Pemilihan Penyedia kebutuhan Penyediaan Pekerjaan Jalan

Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di lingkungan Wilayah Provinsi ………………….

4. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hirarki pada angka 3 di atas.

5. Hak dan kewajiban timbal-balik PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi khususnya:

a. PIHAK PERTAMA mempunyai hak dan kewajiban untuk :

Hak

1) Menerima keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang

dilakukan PIHAK PERTAMA. 2) Mendapatkan laporan/data yang diperlukan dalam rangka monitoring dan evaluasi

terhadap penyediaan kebutuhan kebutuhan Penyediaan Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di lingkungan Wilayah Provinsi ………………., dan

3) Mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kewajiban Memfasilitasi mengkoordinasikan terhadap pengaduan-pengaduan, kendala-kendala dan hambatan-hambatan yang dialami dalam pelaksanaan kontrak ini.

b. PIHAK KEDUA mempunyai hak dan kewajiban untuk:

Hak

1) Mendapat kesempatan untuk membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak

ini; 2) Mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan

semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait; 3) Meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari

PIHAK PERTAMA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak;

4) Tidak meneruskan proses penandatanganan Surat Pesanan dalam hal Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian tidak menindaklanjuti hasil negosiasi antara Pejabat Pengadaan/ PPK dengan PIHAK KEDUA selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak kesepakatan dilakukan; dan

5) PIHAK KEDUA dapat melaporkan kondisi sebagaimana dimaksud pada angka 4) kepada PIHAK PERTAMA.

Kewajiban

1) Menanggapi pesanan di lingkungan Provinsi ……………….. dalam transaksi melalui e-purchasing kebutuhan Penyediaan Pekerjaan Jalan

Page 71: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

67

Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di lingkungan Wilayah Provinsi ……………. paling lambat 3 (tiga) hari kerja;

2) Memenuhi pesanan di lingkungan Wilayah Provinsi …………………. untuk menyediakan kebutuhan Penyediaan Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di lingkungan Wilayah Provinsi …………………….. dengan spesifikasi teknis dan harga sebagaimana tercantum pada Lampiran Kontrak Katalog Lokal ini sesuai dengan jumlah kebutuhan Pejabat Pengadaan/ PPK selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja

3) Menjamin kualitas Penyediaan Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di lingkungan Wilayah Provinsi ………………………… (kualitas Sarana dan Prasarana untuk barang, dan kualitas kapasitas layanan untuk jasa);

4) Menyampaikan informasi ketersediaan kebutuhan Penyediaan Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di lingkungan Wilayah Provinsi ……………… kepada PIHAK PERTAMA.

5) Tidak membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan Kontrak Katalog Lokal ini.

6) Tidak menjual barang/jasa melalui e-Purchasing dengan harga yang lebih mahal dari harga barang/jasa yang dijual selain melaui e- Purchasing pada periode penjualan, jumlah, dan tempat serta spesifikasi teknis dan persyaratan yang sama;

7) Melaporkan kemajuan realisasi transaksi setiap pelaksanaan Kontrak Katalog Lokal kepada PIHAK PERTAMA ;

8) Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan hal-hal lain diantaranya; a) Memberikan hasil laporan keuangan yang telah di audit oleh

konsultan yang berwenang kepada …………………………………….. b) Melaporkan hasil laporan tersebut pada point a) diatas kepadaKepala

………………………………………………….. setiap 1 (satu) tahun sekali. c) Pemeriksaan pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan dilingkungan

Provinsi ………………….

6. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan sampai dengan 3 tahun dan dapat diperpanjang.

------------------------- DEMIKIAN KONTRAK KATALOG LOKAL INI ---------------

------- Dibuat dan ditandatangani di ____pada hari tanggal bulan dan tahun tersebut diatas, dibuat dalam rangkap 3 (tiga) masing-masing 1 (satu) eksemplar untuk PIHAK PERTAMA dan 1 (satu) eksemplar untuk PIHAK KEDUA bermaterai cukup dan 1 (satu) eksemplar untuk satker pembeli tanpa materai.

PIHAK PERTAMA

Kepala.…………………………..,

……………………. NIP …………………

PIHAK KEDUA PT. ……………………..

…………………… (jabatan………..)

Page 72: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

68

SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK KATALOG LOKAL

A. KETENTUAN UMUM

1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut:

1.1 Katalog Elektronik atau E-Catalogue adalah sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga Sarana & Prasarana Penyediaan Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting.

1.2 E-Purchasing adalah tata cara pembelian Barang/Jasa melalui sistem Katalog Elektronik.

1.3 PIHAK PERTAMA adalah …………………… yang

dalam hal ini mewakili Pemerintah Provinsi ………………….. untuk melakukan perikatan Kontrak Katalog Penyediaan Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting di Lingkungan Provinsi …………………….

1.4 PIHAK KEDUA adalah Direktur yang dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. …………. yang memiliki kewajiban menyediakan kebutuhan Penyediaan Pekerjaan Jalan Beton, Beton Precast & Beton Rapid Setting sebagaimana tercantum dalam Lampiran Kontrak ini

1.5 Hari adalah hari kalender.

1.6 Kontrak Katalog yang selanjutnya disebut Kontrak adalah

perjanjian kerjasama untuk pencantuman Barang/Jasa dalam Katalog Elektronik sebagai dasar melakukan e-Purchasing.

1.7 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan Kontrak sampai dengan 3 (tiga) tahun setelah penandatangan kontrak

2. Bahasa dan Hukum

2.1 Bahasa Kontrak harus dalam Bahasa Indonesia.

2.2 Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia.

3. Larangan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan

3.1 Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa Pemerintah, para pihak dilarang untuk: a. menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi

atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan

Page 73: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

69

tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini; dan

b. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini.

3.2 PIHAK KEDUA menjamin bahwa yang bersangkutan dan subpenyedianya (jika ada) tidak akan melakukan tindakan yang dilarang diatas.

3.3 Dalam hal hasil pemeriksaan dan klarifikasi yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA yang menyatakan bahwa PIHAK KEDUA terbukti melakukan larangan-larangan di atas, maka PIHAK PERTAMA mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA sebagai berikut: a. Pemutusan Kontrak; b. Penghentian sementara dalam sistem transaksi e-

Purchasing, c. Penurunan pencantuman dari Katalog Elektronik. d. Penetapan Daftar Hitam (Blacklist) Perusahaan

sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. 3.4 PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA yang terlibat

dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang- undangan.

4. Korespondensi 4.1 Semua korespondensi dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau faksimili dengan alamat tujuan PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA sebagaimana tercantum dalam SSKK.

4.2 Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA sebagaimana tercantum dalam SSKK, atau jika disampaikan melalui surat tercatat, e- mail, dan/atau faksimili ditujukan ke alamat yang

6. Wakil Sah Para

Pihak Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan dan setiap dokumen yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK.

7. Perpajakan PIHAK KEDUA dan personil yang bersangkutan

berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini.

8. Pengalihan dan

/atau Subkontrak 8.1. Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal

terdapat pergantian nama PIHAK KEDUA, baik sebagai akibat peleburan (merger), konsolidasi, atau pemisahan.

Page 74: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

70

9.

Sanksi 9.1. PIHAK PERTAMA dapat mengenakan sanksi

kepada PIHAK KEDUA berdasarkan laporan tertulis dari Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian/Pejabat Pemesan pada masing-

masing Perangkat Daerah atau berdasarkan pemeriksaan dan klarifikasi PIHAK PERTAMA, jika PIHAK KEDUA: a. Tidak menanggapi pesanan dalam transaksi melalui

e-Purchasing paling lambat 3 (tiga) hari kerja; b. Tidak dapat memenuhi pesanan sesuai dengan

kesepakatan dalam transaksi melalui e-Purchasing tanpa disertai alasan yang dapat diterima;

c. Menjual Barang/Jasa melalui proses e-Purchasing dengan harga yang lebih mahal dari harga Barang/Jasa yang dijual selain melalui e-Purchasing pada periode penjualan, jumlah, dan tempat serta spesifikasi teknis dan persyaratan yang sama; dan/atau

d. Membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan Katalog Elektronik.

9.2 Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian/Pejabat Pengadaan/ PPK pada masing-masing Perangkat Daerah menyampaikan laporan tertulis sebagaimana dimaksud pada angka 9.1 setelah Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian /Pejabat Pemesan pada masing-masing Perangkat Daerah mengenakan sanksi berupa Surat Peringatan I, Surat Peringatan II, dan denda kepada PIHAK KEDUA, namun PIHAK KEDUA tetap tidak memperbaiki atau tidak merespon sanksi-sanksi tersebut.

9.3 PIHAK PERTAMA dapat mengenakan sanksi atas tindakan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud pada angka 9.1 berupa:

a. Pemutusan Kontrak; b. Penghentian sementara dalam sistem transaksi e-

Purchasing, c. Penurunan pencantuman dari Katalog

Elektronik. d. Penetapan Daftar Hitam (Blacklist) Perusahaan sesuai

ketentuan peraturan yang berlaku.

9.4 Tata Cara Pengenaan Sanksi sebagaimana dimaksud pada angka 9.1, 9.2, dan 9.3 mengacu pada ketentuan pengenaan sanksi sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala LKPP.

Page 75: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

71

B. PERUBAHAN, PENGHENTIAN, DAN PEMUTUSAN KONTRAK

10. Perubahan Kontrak

10.1 Kontrak hanya dapat diubah melalui Perubahan (adendum) Kontrak berdasarkan kesepakatan para

10.2

pihak. Usulan perubahan (adendum) Kontrak dapat

10.3

dilakukan dalam hal perubahan masa berlaku Kontrak atau perubahan naskah Kontrak. Tata Cara Perubahan (Adendum) Kontrak mengacu

pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

11.

Keadaan Kahar

11.1

Yang dimaksud Keadaan Kahar dalam Kontrak ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi. Dalam hal terjadi Keadaan Kahar, pihak yang terkena

11.2 11.3

Keadaan Kahar memberitahukan tentang terjadinya Keadaan Kahar kepada pihak lainnya yang berkontrak secara tertulis dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak terjadinya Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan Keadaan Kahar yang dikeluarkan oleh pihak/instansi yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal merugikan yang disebabkan oleh perbuatan atau kelalaian PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

11.4 Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh terjadinya Keadaan Kahar tidak dikenakan sanksi.

11.5 Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir, kecuali PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk meneruskan pelaksanaan Kontrak ini.

11.6 Setelah terjadinya Keadaan Kahar, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dapat melakukan kesepakatan yang dituangkan dalam Perubahan (adendum) Kontrak.

11.7 Apabila terjadi Keadaan Kahar dan menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak, maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA akan melakukan negosiasi untuk menyepakati pertanggungjawaban atas beban kerugian tersebut.

Page 76: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

72

12. PenghentianKontrak Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar

13. Pemutusan

Kontrak Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Kontrak.

14. Pemutusan Kontrak oleh PIHAK PERTAMA

15. Pemutusan Kontrak oleh PIHAK KEDUA

16. Pemutusan Kontrak akibat lainnya

14.1 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, berdasarkan laporan tertulis dari Pemesan , PIHAK PERTAMA dapat memutuskan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis kepada PIHAK KEDUA setelah terjadinya hal-hal sebagai berikut: a. PIHAK KEDUA lalai/cidera janji dalam

melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan;

b. PIHAK KEDUA selama Masa Kontrak gagal memperbaiki layanan yang diberikan dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA;

c. PIHAK KEDUA terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan/atau

d. pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang.

15.1 PIHAK KEDUA dapat memutuskan Kontrak jika terjadi hal-hal sebagai berikut: a. akibat keadaan kahar sehingga PIHAK KEDUA

tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak atau Perubahan (adendum) Kontrak;

b. PIHAK PERTAMA gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan; atau

c. PIHAK PERTAMA tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Kontrak atau Perubahan (Adendum) Kontrak.

15.2 Pemutusan Kontrak sebagaimana dimaksud pada angka 15.1 dilakukan sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah PIHAK KEDUA menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan Kontrak secara tertulis kepada PIHAK PERTAMA. Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena PIHAK PERTAMA terlibat penyimpangan prosedur, melakukan KKN dan/atau pelanggaran persaingan

sehat dalam pelaksanaan pengadaan, maka PIHAK

PERTAMA dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undngan.

Page 77: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

73

C. PENYELESAIAN PERSELISIHAN

17. Penyelesaian

Perselisihan 17.1 PIHAK PERTAMA danPIHAK KEDUA

berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini.

17.2 Penyelesaian perselisihan atau sengketa antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dalam Kontrak dilakukan melalui musyawarah.

17.3 Jika dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender tidak didapat penyelesaian secara musyawarah untuk mencapai mufakat, maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui Pengadilan Negeri ____ sebagai Pemutus Sengketa.

PIHAK PERTAMA

KEPALA …………………………

……………………….. NIP

……………………….

PIHAK KEDUA

PT. ……………………..

…………………… (jabatan………..)

Page 78: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

74

SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK KATALOG LOKAL

A. KORESPONDENSI Alamat PARA PIHAK sebagai berikut:

PIHAK PERTAMA: Nama : ………………………………………………

……………………………………………... Alamat : ……………………………………………… Telepon : ……………… Website : ……………………………… Faksimili : ………………

PIHAK KEDUA: Nama : ………………………………………………… Alamat : ………………………………………………… NPWP : ………………………………………………… Telepon : ………………………………………………… Website : ………………………………………………… Faksimili : …………………………………………………. e-mail : ………………………………………………… Wakil sah : ………………………………………………… No. HP : …………………………………………………

B. Tanggal Berlaku

Kontrak Kontrak mulai berlaku selama 3 (tiga) tahun sejak tanggal ……………….. sampai dengan …………… , dan dapat diperpanjang jika perlukan

C. Harga Kontrak Harga dalam Kontrak merupakan batas tertinggi untuk

penandatanganan Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan Pejabat Pengadaan/ PPK.

D. Penyesuaian Harga Pihak kedua dapat mengajukan usulan perubahan harga dalam katalog

elektronik lokal kepada pihak pertama setiap 6 bulan sekali.

E. Jadwal Pengiriman Barang/Pelaksanaan Pekerjaan

Jadwal pengiriman barang/pelaksanaan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA diatur dalam Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian pada Perangkat Daerah.

F Pengiriman Barang/Pelaksanaan Pekerjaan

Ketentuan mengenai pengiriman barang/pelaksanaan pekerjaan akan diatur lebih lanjut dalam surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian pada Perangkat Daerah.

Page 79: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

75

G. Tata cara pembayaran Tata cara pembayaran akan diatur dalam Surat Pesanan antara PIHAK

KEDUA dengan Pejabat Pengadaan/ PPK.

H. Tanggung Jawab PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas tiap-tiap kesalahan atau kelalaian yang dilakukan oleh sub penyedia (bila ada) yang diwakilinya selama pelaksanaan Kontrak ini.

PIHAK PERTAMA

KEPALA ………………………

……………………… NIP ……………………

PIHAK KEDUA

PT. ……………………..

…………………… (jabatan………..)

Page 80: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

76

PERJANJIAN/KONTRAK KATALOG

ANTARA

PEMERINTAH PROVINSI ____

DENGAN

......................................................

Nomor : ............................................................

TENTANG

Kontrak Katalog Aspal

.................................................................................................................................

Pada hari ini .................. tanggal ..........................bulan ......................... tahun .......................... bertempat di ....................., yang bertanda tangan di bawah ini:

1 ....................................................... : Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi ____, berkedudukan di Jalan Pejanggik No. 12 Mataram, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Provinsi ____ selanjutnya disebut “PIHAK PERTAMA”.

2 ....................................................... : Direktur .................................................., berkedudukan di ................................, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ..........................., selanjutnya disebut “PIHAK KEDUA”.

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama disebut PARA PIHAK terlebih dahulu menjelaskan sebagai berikut : 1. bahwa dalam rangka memenuhi kebutuhan ........................................... untuk OPD di lingkup

Pemerintah Provinsi ____, telah melakukan seleksi terhadap beberapa penyedia yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Katalog ....................................., sesuai Surat Nomor .................................................. tentang Laporan Hasil Tender ....................................... Dengan Katalog Elektronik .......................................... Tahun Anggaran ..................................., tanggal .............................., bahwa PIHAK KEDUA mampu dan sanggup untuk memenuhi kebutuhan ..................................................tersebut.

2. bahwa sesuai Surat Nomor .............................................. tanggal .............................., PIHAK PERTAMA menetapkan bahwa PIHAK KEDUA adalah penyedia .......................... untuk OPD di lingkup Pemerintah Provinsi ____ sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak sebagaimana terlampir dalam Perjanjian/Kontrak,

3. PIHAK KEDUA, memiliki keahlian profesional, personil dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui sanggup melaksanakan .................................................. untuk OPD di lingkup Pemerintah Provinsi ____ dan Kabupaten/Kota, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Perjanjian/Kontrak,

4. PARA PIHAK menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Perjanjian /Kontrak Katalog,

LKPP
KONTRAK KATALOG ASPAL
Page 81: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

77

5. PARA PIHAK mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan Perjanjian/kontrak Katalog, masing-masing pihak: a. telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat; b. menandatangani Perjanjian/Kontrak setelah meneliti secara patut; c. telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Perjanjian/Kontrak Katalog; d. telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan

mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Perjanjian/Kontrak Katalog ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait.

Atas dasar tersebut di atas, maka PARA PIHAK sepakat dan menyetujui hal-hal sebagai berikut : nilai dalam Katalog Harga termasuk perhitungan biaya-biaya sebagai berikut : 1. Nilai dalam katalog Harga termasuk perhitungan biaya-biaya sebagai berikut:

a. biaya mobilisasi; b. biaya produksi; c. biaya transportasi; d. biaya keselamatan dan kesehatan kerja; e. pajak-pajak (termasuk PPN); f. retribusi; dan g. pungutan resmi lain yang sah.

2. Peristilahan dan ungkapan dalam Perjanjian/Kontrak Katalog memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Perjanjian/Kontrak;

3. Dokumen-dokumen berikut merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian/Kontrak meliputi : 1) Perjanjian/Kontrak Katalog, dan 2) Lampiran-lampirannya sebagai berikut :

a) Syarat-Syarat Khusus Kontrak, b) Syarat-Syarat Umum Kontrak, c) Surat Penetapan Barang/Jasa pada Katalog Elektronik, dan d) Dokumen Proses Pemilihan Penyedia Katalog Elektronik

3) Addendum Perjanjian/Kontrak 4. Dokumen Perjanjian/Kontrak Katalog ini dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain

dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hirarki pada angka 3 di atas.

Berdasarkan tersebut diatas PARA PIHAK sepakat mengadakan Perjanjian/Kontrak Katalog tentang ............................................untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi ____ dan Kabupaten/Kota, dengan ketentuan sebagai berikut : Dasar pertimbangan : 1. Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat I

____, ____ dan ____; 2. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001; 3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah

diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

Page 82: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

78

4. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah; 5. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2009 tentang Petunjuk Teknis

Pelaksanaan Kerja Sama Daerah; 7. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 14 tahun

2015 tentang Katalog Elektronik; 8. Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 11 tahun

2018 tentang Katalog Elektronik; 9. SK Gubernur ____ Nomor 121 – 94 Tahun 2018 tanggal 01 Pebruari 2018 tentang

Pendelegasian Tugas dan Kewenangan Gubernur Kepada Sekretaris Daerah Provinsi ____ Dalam Sistem Katalog Elektronik Daerah sebagai Pejabat Daerah untuk menandatangani kontrak payung pengadaan barang/jasa Pemerintah Provinsi ____ dengan Penyedia;

10. Akta Pendirian/Anggaran Dasar PT. ............................................pada Notaris ....................... ........... yang terakhir diubah dengan Akta Nomor .......................................... pada Notaris ...................................;

11. Dokumen Pemilihan Penyedia Katalog Elektronik Nomor: ................................................. tanggal ............................;

12. Surat Keterangan Penyedia Katalog Elektronik Nomor .............................. tanggal...........................

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam perjanjian/kontrak Katalog ini yang dimaksud : 1. Katalog elektronik atau e-Catalogue adalah sistem informasi elektronik yang memuat

daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga ................................. untuk Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Provinsi ____ dan Kabupaten/Kota;

2. E-Purchasing adalah tata cara pembelian Barang/Jasa melalui sistem Katalog Elektronik; 3. PIHAK PERTAMA adalah Sekretaris Daerah Provinsi ____ yang dalam hal ini mewakili

Pemerintah Provinsi ____ untuk melakukan perikatan Perjanjian/Kontrak Katalog Penyediaan ................................... untuk OPD di lingkup Pemerintah Provinsi ____ .................................. dan Kabupaten/Kota;

4. PIHAK KEDUA adalah Direktur yang dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama .............................. yang memiliki kewajiban menyediakan .............................................. untuk OPD di lingkup Pemerintah Provinsi ____ dan Kabupaten/Kota;

5. Organisasi Perangkat Daerah selanjutnya disebut OPD adalah Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Provinsi ____;

6. Perjanjian/Kontrak Katalog yang selanjutnya disebut Perjanjian/Kontrak adalah perjanjian kerjasama untuk pencantuman Barang/Jasa dalam Katalog Elektronik sebagai dasar melakukan e-Purchasing;

7. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Perjanjian/Kontrak terhitung sejak tanggal penandatanganan Perjanjian/Kontrak sampai dengan terselesaikannya seluruh pekerjaan;

8. Bahasa Perjanjian/Kontrak adalah Bahasa Indonesia; 9. Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia; 10. Syarat-Syarat Khusus Kontrak selanjutnya disingkat SSKK; 11. Syarat-Syarat Umum Kontrak selanjutnya disingkat SSUK.

Page 83: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

79

MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2

(2) Maksud Perjanjian/Kontrak adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan .................................................. untuk OPD di lingkup Pemerintah Provinsi ____ dan Kabupaten/Kota oleh PIHAK KEDUA sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

(3) Tujuan Perjanjian/Kontrak adalah tersedianya ............................ untuk OPD secara efisien dan efektif,

OBYEK DAN RUANG LINGKUP

Pasal 3 (1) Obyek Perjanjian/Kontrak adalah .................................................. untuk OPD di lingkup

Pemerintah Provinsi ____ dan Kabupaten/Kota, (2) Ruang Lingkup Perjanjian/Kontrak meliputi pemeliharaan rutin jalan dan pengembalian

kondisi jalan di lingkup Pemerintah Provinsi ____ dan Kabupaten/Kota.

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA Pasal 4

(1) Hak PIHAK PERTAMA : a. Mendapatkan laporan/data yang diperlukan dalam rangka melakukan monitoring dan

evaluasi penyediaan ................................... untuk OPD; dan b. Mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan perundang-

undangan dan SSUK. (2) Kewajiban PIHAK PERTAMA :

Mempertimbangkan permintaan PIHAK KEDUA tentang fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Perjanjian/Kontrak.

HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA Pasal 5

(1) Hak PIHAK KEDUA : a. Mendapat kesempatan untuk membaca dan memahami secara penuh ketentuan

Perjanjian/Kontrak; b. Mendapatkan kesempatan untuk mengkonfirmasi semua ketentuan dalam

Perjanjian/Kontrak beserta semua fakta dan kondisi yang terkait; c. Tidak meneruskan proses penandatanganan Surat Pesanan, bila mana Pejabat

Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian/Kontrak tidak menindaklanjuti hasil negosiasi antara Pejabat Pemesan dengan PIHAK KEDUA selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak negosiasi dilakukan; dan

d. Melaporkan kondisi hasil negosiasi sebagaimana dimaksud pada huruf c kepada PIHAK PERTAMA.

(2) Kewajiban PIHAK KEDUA : a. Menanggapi pesanan OPD di lingkup Pemerintah Provinsi ____ dan Kabupaten/Kota

dalam transaksi melalui e-Purchasing paling lambat 3 (tiga) hari kerja;

Page 84: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

80

b. Memenuhi pesanan OPD di lingkup Pemerintah Provinsi ____ dan Kabupaten/Kota untuk menyediakan .................................................. dengan spesifikasi teknis dan gambar serta harga sebagaimana tercantum dalam Katalog Elektronik;

c. Menjamin kualitas .................................................. untuk OPD dan Kabupaten/ Kota; d. Menyampaikan informasi ketersediaan stok .................................................. untuk OPD dan

Kabupaten/Kota, e. Tidak membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang

tidak benar untuk memenuhi persyaratan Katalog Elektronik; f. Melaporkan kemajuan realisasi transaksi setiap pelaksanaan Perjanjian kepada

PIHAK PERTAMA; g. Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan

pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan OPD terkait; dan h. Wajib melindungi PIHAK PERTAMA dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain

yang disebabkan penggunaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) termasuk hak cipta, merk dagang, hak paten, dan bentuk HAKI lainnya oleh PIHAK KEDUA;

i. Subpenyedia/distributor yang ditunjuk PIHAK KEDUA 'jika ada), dan Personil yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Perjanjian/Kontrak ini, dan semua pengeluaran perpajakan ini telah masuk dalam Nilai Perjanjian/Kontrak.

JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pasal 6 (1) Jadwal pelaksanaan pekerjaan .................................................. untuk OPD oleh PIHAK KEDUA

diatur dalam Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan PIHAK PERTAMA dan/atau kepada Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian pada OPD;

(2) Ketentuan mengenai pelaksanaan pekerjaan akan diatur lebih lanjut dalam Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan PIHAK PERTAMA dan/atau Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian pada OPD.

LARANGAN

Pasal 7 (1) PIHAK PERTAMA dan /atau PIHAK KEDUA dilarang untuk :

a. menawarkan, menerima, atau menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini; dan

b. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Perjanjian/Kontrak ini.

(2) PIHAK KEDUA menjamin bahwa yang bersangkutan dan subpenyedianya/ distributor Gika ada) tidak akan melakukan tindakan yang dilarang sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

(3) Dalam hal hasil pemeriksaan dan klarifikasi yang dilakukan oleh Tim Katalog dan Direktorat yang memiliki tugas mengembangkan sistem katalog menyatakan bahwa apabila PIHAK KEDUA terbukti melakukan Jarangan-larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka PIHAK PERTAMA mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA sebagai berikut : a. pemutusan Perjanjian dengan mencantumkan persyaratan yang disepakati PARA

PIHAK;

Page 85: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

81

b. penurunan pencantuman PIHAK KEDUA dari Katalog Elektronik. (4) PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA yang terlibat dalam Korupsi Kolusi dan Nepotisme

(KKN) dan penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang- undangan.

TINDAKAN PARA PIHAK

Pasal 8 Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan, dan setiap dokumen yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Perjanjian/ Kontrak hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh PARA PIHAK yaitu PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

PENGALIHAN Pasal 9

Pengalihan seluruh Perjanjian/Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal terdapat pergantian namaPIHAK KEDUA, baik sebagai akibat peleburan (merger), konsolidasi, atau pemisahan atas kesepakatan PIHAK PERTAMA dan dibuat secara tertulis.

TANGGUNG JAWAB PIHAK KEDUA Pasal 10

(1) PIHAK KEDUA sebagai Penyedia .................................................. berdasarkan Perjanjian/Kontrak bertanggung jawab penuh terhadap personil dan subpenyedia yang ditunjuk untuk pekerjaan yang dilakukan;

(2) PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas setiap kesalahan atau kelalaian yang dilakukan oleh subpenyedia yang ditunjuk/mewakili selama pelaksanaan Perjanjian/Kontrak.

SANKSI DAN DENDA

Pasal 11 (1) PIHAK PERTAMA dapat mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA berdasarkan laporan

tertulis dari Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian/Kontrak Pejabat Pemesan pada masing-masing OPD atau berdasarkan pemeriksaan dan klarifikasi PIHAK PERTAMA, jika PIHAK KEDUA: a. Menyampaikan dokumen atau keterangan palsu/tidak benar untuk memenuhi

persyaratan yang ditentukan dalam dokumen pemilihan; b. Terindikasi melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk mengatur harga

penawaran; c. Terindikasi melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam pemilihan

penyedia; d. Mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima Pokja Pemilihan/Agen

Pengadaan; atau e. Mengundurkan diri atau tidak menandatangani kontrak katalog.

(2) PIHAK PERTAMA dapat mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA, apabila PIHAK KEDUA tidak memenuhi kewajiban dalam Kontrak pada katalog elektronik atau surat pesanan;

Page 86: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

82

(3) Apabila PIHAK KEDUA tidak menanggapi pesanan dalam transaksi melalui e-Purchasing paling lambat 5 (lima) hari kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka: a. OPD berhak memanggil PIHAK KEDUA untuk meminta penjelasan; b. Apabila penjelasan tidak dapat diterima maka OPD melaporkan kepada Aparat

Pengawasan Intern Pemerintah (APIP); c. APIP memanggil PIHAK KEDUA untuk meminta penjelasan; d. Bila penjelasan tidak dapat diterima maka OPD mengeluarkan Surat Peringatan 1 (SP1)

dengan lama tenggang waktu 7 (tujuh) hari kalender; e. Jika PIHAK KEDUA tidak mengindahkan Surat Peringatan 1 (SP1) maka akan diberikan

SP 2 dengan lama waktu 7 (tujuh) hari; f. Apabila SP1 dan SP 2 tidak ditanggapi, maka OPD melaporkan kepada Aparat Pengawas

Intern Pemerintah (APIP). (4) Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian/Kontrak Pejabat Pemesan

pada masing-masing OPD menyampaikan laporan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) setelah Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian/Kontrak Pejabat Pemesan pada masing-masing OPD mengenakan sanksi berupa SP 1 , SP 2, dan denda kepada PIHAK KEDUA, apabila PIHAK KEDUA tetap tidak memperbaiki atau tidak merespon sanksi-sanksi tersebut, maka denda dibayarkan ke Kas Daerah Pemerintah Provinsi ____, dan apabila denda tidak juga dibayarkan oleh PIHAK KEDUA maka OPD melaporkan kepada LKPP untuk dilakukan penahanan transaksi sampai dengan penurunan tayang produk dari Katalog;

(5) Apabila PIHAK KEDUAmenjual .................................................. untuk OPD melalui e-Purchasing dengan harga yang lebih mahal dari harga yang dijual pada periode penjualan, jumlah dan tempat serta spesifikasi teknis dan persyaratan yang sama maka PIHAK KEDUA dikenakan denda sebesar 5 (lima) kali lipat dari selisih nilai pesanan;

(6) Tata Cara Pengenaan Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), (2) dan ayat (3), mengacu pada ketentuan pengenaan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 18 Peraturan Kepala LKPP Nomor 11 tahun 2018 tentang E-Purchaning, pada : a. ayat (1) huruf a sampai dengan huruf c dikenakan sanksi digugurkan dalam pemilihan

dan sanksi Daftar Hitam selama 2 (dua) tahun, b. ayat (3) huruf d dan huruf e dikenakan sanksi Daftar Hitam selama 1 (satu) tahun, c. ayat (2) atas pelanggaran surat pesanan dikenakan sanksi penghentian sementara

dalam sistem transaksi E-purchasing selama 6 (enam) bulan, atau d. ayat (2) atas pelanggaran kontrak pada katalog elektronik dikenakan sanksi penurunan

pencantuman penyedia dari katalog elektronik selama 1 (satu) tahun.

KEADAAN KAHAR Pasal 12

(1) Yang dimaksud Keadaan Kahar dalam Perjanjian/Kontrak adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Perjanjian/Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.

(2) Apabila terjadi Keadaan Kahar, pihak yang terkena keadaan kahar memberitahukan tentang terjadinya Keadaan Kahar kepada pihak lainnya secara tertulis dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak terjadinya Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan Keadaan Kahar yang dikeluarkan oleh pihak/instansi yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Page 87: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

83

(3) Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal merugikan yang disebabkan oleh perbuatan atau kelalaian PIHAK PERTAMA dan/atau PIHAK KEDUA.

(4) Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh terjadinya Keadaan Kahar tidak dikenakan sanksi. (5) Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Perjanjian/Kontrak dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir, kecuali PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk meneruskan pelaksanaan Perjanjian/Kontrak.

(5) Setelah terjadinya Keadaan Kahar, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dapat melakukan kesepakatan yang dituangkan dalam addendum Perjanjian/Kontrak.

(6) Apabila terjadi Keadaan Kahar dan menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak, maka PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA akan melakukan negosiasi untuk menyepakati pertanggungjawaban atas beban kerugian tersebut.

PERUBAHAN (ADDENDUM) Pasal 13

(1) Kontrak hanya dapat diubah melalui perubahan (addendum) Perjanjian/Kontrak yang disepakati PARA PIHAK,

(2) Usulan perubahan (addendum) Perjanjian/Kontrak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan dalam hal : a. Penambahan item barang/jasa; b. Perubahan spesifikasi teknis barang/jasa; c. Perubahan harga; d. Penurunan pencantuman baik sebagian maupun seluruh item barang/jasa dari Katalog

Elektronik; e. Perubahan lainnya yang bersifat administratif.

(3) Tata Cara Perubahan Perjanjian/Kontrak Katalog sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) mengacu pada ketentuan perubahan Kontrak Katalog sebagaimana diatur dalam Peraturan LKPP Nomor 11 tahun 2018 tentang Katalog Elektronik.

PEMUTUSAN KONTRAK

Pasal 14 (1) Pemutusan Perjanjian/Kontrak oleh PIHAK PERTAMA,

Menyimpangi Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, berdasarkan laporan tertulis dari Pejabat Penandatanganan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian/Kontrak Pejabat Pemesan pada masing-masing OPD, PIHAK PERTAMA dapat memutuskan Perjanjian/Kontrak melalui pemberitahuan tertulis kepada PIHAK KEDUA setelah terjadi hal-hal sebagai berikut : a. PIHAK KEDUA lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak

memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan; b. PIHAK KEDUA selama Masa Kontrak gagal memperbaiki cacat mutu atau memperbaiki

layanan yang diberikan dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh PIHAK PERTAMA; c. PIHAK KEDUA terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam

proses pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan/atau d. Pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran

persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. Dalam hal pemutusan Perjanjian/Kontrak dilakukan karena kesalahan PIHAK KEDUA, maka PIHAK PERTAMA dapat mengenakan sanksi berupa :

Page 88: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

84

1) Penghentian sementara dalam sistem transaksi e-Purchasing; atau 2) Penurunan pencantuman dari Katalog Elektronik.

e. PIHAK KEDUA, setelah diberikan batas waktu selama 7 (tujuh) hari kalender tidak mengganti atau melaksanakan ulang pekerjaan .................................................. yang spesifikasinya tidak memenuhi standar, kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan kurang, ataupun lokasi yang tidak sesuai;

f. PIHAK KEDUA, setelah diberikan kesempatan 2 (dua) kali, kembali tidak dapat memenuhi pesanan, kecuali disebabkan keadaan kahar;

g. Penyedia yang terlambat melakukan pelaksanaan pekerjaan lebih dari dua (2) kali akan dievaluasi kontraknya dan dapat dilakukan pemutusan Perjanjian/Kontrak jika tidak ada perbaikan dalam ketepatan waktu.

(2) Pemutusan Perjanjian/Kontrak oleh PIHAK KEDUA : PIHAK KEDUA dapat memutuskan Perjanjian/Kontrak jika terjadi hal-hal sebagai berikut : a. PIHAK PERTAMA tidak mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan, atau b. PIHAK PERTAMA tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam

Perjanjian/Kontrak atau addendum Perjanjian/Kontrak yang disepakati PARA PIHAK, (3) Pemutusan Kontrak akibat lainnya, dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena

PIHAK PERTAMA terlibat penyimpangan prosedur, melakukan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan, maka PIHAK PERTAMA dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan.

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Pasal 15 (1) PARA PIHAK berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara

musyawarah mufakat semua perselisihan yang timbul berhubungan dengan Perjanjian/Kontrak;

(2) Jika dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender tidak dapat penyelesaian secara musyawarah untuk mencapai mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui Lembaga Penyelesaian Sengketa (LPS) LKPP.

JANGKA WAKTU

Pasal 16 Perjanjian/ Kontrak Katalog berlaku sejak ditandatangani PARA PIHAKtanggal ..........................sampai dengan tanggal ...........................

HARGA KONTRAK Pasal 17

Harga dalam Perjanjian/Kontrak merupakan batas tertinggi untuk penandatanganan Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian/Kontrak pada OPD, sebagaimana rincian harga Perjanjian/kontrak terlampir.

PENYESUAIAN HARGA Pasal 18

PIHAK KEDUA dapat mengajukan usulan perubahan harga dalam Katalog Elektronik kepada PIHAK PERTAMA berdasarkan kesepakatan PARA PIHAK.

KORESPONDENSI

Page 89: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

85

Pasal 19 (1) Semua korespondensi dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau faksimili dengan alamat

tujuan PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA sebagaimana tercantum dalam SSKK; (2) Semua pemberitahuan, permohonan atau persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus

dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada PIHAK PERTAMA atau PIHAK KEDUA sebagaimana tercantum dalam SSKK, atau jika disampaikan melalui surat tercatat, e-mail, dan/atau faksimili yang ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK.

PENUTUP Pasal 20

Perjanjian/Kontrak Katalog dibuat rangkap 2 (dua) masing-masing bermaterai cukup dan ditandatangani oleh PARA PIHAK serta mempunyai kekuatan hukum yang sama.

PIHAK KEDUA,

(...............................................................)

PIHAK PERTAMA,

(...............................................................)

Page 90: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

86

SURAT PERJANJIAN

untuk melaksanakan Pengadaan Alat Kedokteran

pada RSUD ....... Tahun Anggaran ...... Nomor : .................................. SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat dan ditandatangani di ______ pada hari ..... tanggal ........... bulan ..... tahun ............ [.................] antara:

1. ..................................................., selaku Pejabat Penandatangan Kontrak, yang bertindak untuk dan atas nama ......................................, yang berkedudukan di Jl. ............................................., berdasarkan Surat Keputusan [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai PA/KPA/PPK] No [No. SK penetapan sebagai PA/KPA/PPK], selanjutnya disebut “Pejabat Penandatangan Kontrak” dan

2. .........................., Division Manager, yang bertindak untuk dan atas nama

.............................., yang berkedudukan di ..................................., berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar No. [No.

Akta Pendirian/Anggaran Dasar] tanggal Pendirian/Anggaran Dasar], selanjutnya disebut ”Penyedia”.

[tanggal penerbitan Akta

Para pihak menerangkan terlebih dahulu bahwa:

(a) Telah diadakan proses pemilihan penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen Pemilihan.

(b) Pejabat Penandatangan Kontrak telah menunjuk Penyedia melalui Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) Nomor ......................, tanggal ...............................

untuk melaksanakan Pekerjaan sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak, selanjutnya disebut “Pengadaan Barang”.

(c) Penyedia telah menyatakan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak, memenuhi persyaratan kualifikasi, memiliki keahlian profesional, personel, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk menyediakan Barang sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini.

(d) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili.

(e) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak: 1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat; 2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut; 3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini; 4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan

mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait

MAKA OLEH KARENA ITU, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-hal sebagai berikut:

LKPP
PENGADAAN ALAT KEDOKTERAN
Page 91: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

87

Pasal 1 Istilah dan Ungkapan

peristilahan dan ungkapan dalam Kontrak ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Kontrak ini.

Pasal 2 Ruang Lingkup Pekerjaan

Ruang lingkup pekerjaan Pengadaan Barang terdiri atas:

1. Penyedia melaksanaan pengadaan dan menyelesaikan pengadaan alat Kedokteran Umum dan alat Kedokteran Gigi , dll) Kebutuhan pada Instalasi Rawat Jalan .................................. DIPA .................................. Tahun Anggaran ......, sesuai dengan ketentuan dan syarat-yarat yang diatur pada SSUK dan SSKK.

2. Pengadaan penyediaan alat Endosopy Set THT dimaksud adalah meliputi ; 1) Alat Kedokteran Umum 2) Alat Kedokteran Gigi

3. Dalam pelaksanaan pengiriman barang, maka Penyedia menjamin keaslian barang dengan melampirkan Certificate of Origin (CoO) pada saat pelaksanaan pekerjaan atau pengiriman barang.

Pasal 3 Jenis dan Nilai Kontrak

1. Pengadaan Barang ini menggunakan Jenis Kontrak Lumsum dan Harga Satuan

2. Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah sebesar Rp. ............................. (..........................................);

Pasal 4 Dokumen Kontrak

1. dokumen-dokumen berikut merupakan kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini: a. Adendum/perubahan Kontrak (apabila ada); b. Kontrak; c. syarat-syarat khusus Kontrak; d. syarat-syarat umum Kontrak; e. dokumen penawaran; f. spesifikasi teknis; g. gambar-gambar (apabila ada); h. daftar kuantitas dan harga (apabila ada); dan i. dokumen lainnya seperti: jaminan, SPPBJ, BAHP.

2. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki pada ayat (1) di atas.

Page 92: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

88

Pasal 5 Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban timbal-balik Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia dinyatakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK).

Pasal 6 Masa Berlaku Kontrak

Masa berlaku Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan Kontrak sampai dengan selesainya pekerjaan dan terpenuhinya seluruh hak dan kewajiban Para Pihak sebagaimana diatur dalam SSUK dan SSKK. Dengan demikian, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia dan dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing dibubuhi dengan meterai, mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak, rangkap yang lain dapat diperbanyak sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi meterai.

Untuk dan atas nama Pejabat Penandatangan Kontrak ...................................................

................................................... PPK ...................................

Untuk dan atas nama Penyedia

...............................

.................................... Division Manager

Page 93: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

89

SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) A.KETENTUAN UMUM 1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus

mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut: 1.1 Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak

berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang.

1.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian Negara/ Lembaga/Perangkat Daerah.

1.3 Kuasa Pengguna Anggaran pada pelaksanaan APBN yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan.

1.4 Kuasa Pengguna Anggaran pada pelaksanaan APBD yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Perangkat Daerah.

1.5 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk mengambil keputusan dan/atau melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara/anggaran belanja daerah.

1.6 Pejabat Penandatangan Kontrak adalah adalah PA, KPA, atau PPK.

1.7 Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan yang selanjutnya disebut PPHP adalah tim yang bertugas memeriksa administrasi hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa.

1.8 Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan yang selanjutnya disingkat PjPHP adalah pejabat administrasi/pejabat fungsional/personel yang bertugas memeriksa administrasi hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa.

1.9 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengendali internal yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit, reviu, pemantauan, evaluasi, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah.

1.10 Penyedia Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut Penyedia adalah Pelaku Usaha yang menyediakan barang/jasa berdasarkan Kontrak.

Page 94: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

90

1.11 Sub Penyedia adalah Penyedia yang mengadakan perjanjian kerja dengan Penyedia penanggung jawab kontrak, untuk melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak).

1.12 Kemitraan adalah kerja sama usaha antar Penyedia yang masing-masing pihak mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis dalam bentuk konsorsium/kerja sama operasi/kemitraan/ bentuk kerjasama lain.

1.13 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan adalah jaminan tertulis yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan Asuransi/ lembaga keuangan khusus yang menjalankan usaha di bidang pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk mendorong ekspor Indonesia sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan di bidang lembaga pembiayaan ekspor Indonesia.

1.14 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara Pejabat Penandatangan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa atau pelaksana Swakelola.

1.15 Bagian Kontrak adalah bagian pekerjaan dari satu pekerjaan yang ditetapkan dalam Dokumen Penunjukan Langsung. Penyelesaian masing-masing pekerjaan yang tercantum pada bagian kontrak tersebut tidak tergantung satu sama lain dan memiliki fungsi yang berbeda, dimana fungsi masing-masing bagian kontrak tersebut tidak terkait satu sama lain.

1.16 Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam Kontrak.

1.17 Hari adalah hari kalender.

1.18 Harga Perkiraan Sendiri yang selanjutnya disingkat HPS adalah perkiraan harga barang/jasa yang ditetapkan oleh PPK.

1.19 Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu barang sesuai peruntukannya yang ditetapkan dalam Dokumen Penunjukan Langsung.

1.20 Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistis dan dapat dilaksanakan.

1.21 Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan, yang pelaksanaannya diserahkan kepada Penyedia lain dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK.

1.22 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan selesainya pekerjaan dan terpenuhinya seluruh hak dan kewajiban Para Pihak.

Page 95: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

91

1.27 Tanggal mulai kerja adalah tanggal Penyedia mulai bekerja

yang sama dengan tanggal penandatangan Surat Perintah Pengiriman (SPP) yang diterbitkan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.

1.28 Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pekerjaan, yang dinyatakan dalam berita acara serah terima Barang yang ditandatangani oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia.

1.29 Tempat Tujuan Akhir adalah lokasi yang tercantum dalam Syarat-syarat khusus kontrak dan merupakan tempat dimana Barang akan dipergunakan oleh PPK.

1.30 Tempat tujuan Pengiriman adalah tempat dimana kewajiban pengiriman barang oleh Penyedia berakhir sesuai dengan istilah pengiriman yang digunakan.

2. Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan- ketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam Kontrak.

3. Bahasa dan Hukum

3.1 Bahasa kontrak dan bahasa korespondensi harus dalam bahasa Indonesia.

3.2 Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di

Indonesia.

4. Perbuatan yang Dilarang dan Sanksi

4.1 Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah, para pihak dilarang untuk: a. menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi

atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini; dan/atau

b. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini.

4.2 Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan (termasuk

semua anggota Kemitraan) dan sub Penyedianya (jika ada) tidak akan melakukan tindakan yang dilarang pada klausul 4.1.

4.3 Penyedia yang menurut penilaian Pejabat Penandatangan

Kontrak terbukti melakukan larangan-larangan di atas dapat dikenakan sanksi-sanksi adminsitrastif sebagai berikut: a. Pemutusan Kontrak; b. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetor sebagaimana

ditetapkan dalam SSKK; c. Sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia atau

Jaminan Uang Muka dicairkan; dan d. Dikenakan Sanksi Daftar Hitam.

Page 96: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

92

4.6 Pengenaan sanksi administratif diatas dilaporkan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak kepada PA/KPA.

4.7 Pejabat Penandatangan Kontrak yang terlibat dalam KKN dan

penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

5. Asal Barang 5.1 Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang terdiri dari rincian komponen dalam negeri dan komponen impor.

5.2 Asal barang merupakan tempat barang diperoleh, antara lain

tempat barang ditambang, tumbuh, atau diproduksi.

5.3 Barang diadakan harus diutamakan barang yang manufaktur, pabrikasi, perakitan, dan penyelesaian akhir pekerjaannya dilakukan di Indonesia (produksi dalam negeri).

5.4 Jika dalam proses pembuatan Barang digunakan komponen

berupa barang, jasa, atau gabungan keduanya yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) maka penggunaan komponen impor harus sesuai dengan besaran TKDN yang tercantum dalam Daftar Inventarisasai Barang/Jasa produksi Dalam Negeri yang merupakan bagian dari Penawaran Penyedia.

5.5 Pengadaan barang impor harus mencantumkan persyaratan

kelengkapan dokumen barang: a. Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin); dan b. Sertifikat Produksi.

5.6 Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) dan Sertifikat

Produksi diserahkan oleh Penyedia kepada PPK sebelum serah terima pekerjaan. Persyaratan Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) dan Sertifikat Produksi dicantumkan dalam rancangan kontrak.

6. Korespondensi 6.1 Semua korespondensi dapat berbentuk surat, e-mail dan/atau faksimili dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum dalam SSKK.

6.2 Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan

berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah Para Pihak dalam SSKK, atau jika disampaikan melalui surat tercatat, e- mail, dan/atau faksimili yang ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK.

Page 97: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

93

7. Wakil sah para pihak

Setiap tindakan yang dipersyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan, dan setiap dokumen yang dipersyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh Pejabat Penandatangan Kontrak atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau

dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK. Khusus untuk Penyedia perorangan, Penyedia tidak boleh diwakilkan.

8. Perpajakan Penyedia, SubPenyedia (jika ada), dan Personel yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang sah yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam Nilai Kontrak.

9. Pengalihan dan/atau Subkontrak

9.1 Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama Penyedia, baik sebagai akibat peleburan (merger), konsolidasi, atau pemisahan.

9.2 Penyedia dapat bekerjasama dengan pelaku usaha lain antara

lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan, kecuali pekerjaan utama dalam kontrak ini sebagaimana diatur dalam SSKK.

9.3 Penyedia hanya boleh mensubkontrakkan sebagian pekerjaan

dan dilarang mensubkontrakkan seluruh pekerjaan.

9.4 Penyedia hanya boleh mensubkontrakkan pekerjaan apabila pekerjaan tersebut sejak awal di dalam Dokumen pemilihan dan dalam Kontrak diizinkan untuk disubkontrakkan.

9.5 Penyedia hanya boleh mensubkontrakkan pekerjaan setelah

mendapat persetujuan tertulis dari Pejabat Penandatangan Kontrak. Penyedia tetap bertanggungjawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan.

9.6 Jika ketentuan di atas dilanggar maka Penyedia dikenakan

sanksi yang diatur dalam SSKK.

10. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis dan ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian.

11. Penyedia Mandiri

Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggungjawab penuh terhadap personel dan subPenyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh personel dan subpenyedianya.

Page 98: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

94

12. Kemitraan Kemitraan memberi kuasa kepada salah satu anggota yang disebut dalam Surat Perjanjian Kemitraan untuk bertindak untuk dan atas nama Kemitraan dalam pelaksanaan hak dan kewajiban terhadap Pejabat Penandatangan Kontrak berdasarkan Kontrak.

Page 99: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

95

B. PELAKSANAAN KONTRAK

13. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

13.1 Kontrak ini berlaku sejak tanggal penandatanganan.

13.2 Waktu pelaksanaan pekerjaan adalah jangka waktu yang ditentukan dalam SSKK.

14. Surat Perintah Pengiriman

14.1 Pejabat Penandatangan Kontrak menerbitkan SPP selambat- lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak tanggal penandatanganan Kontrak, kecuali apabila anggaran belum berlaku.

14.2 Tanggal penandatanganan SPP oleh Pejabat Penandatangan

Kontrak ditetapkan sebagai tanggal mulai berlaku efektif Kontrak.

14.3 SPP harus sudah disetujui/ditandatangani oleh Penyedia

sesuai dengan yang dipersyaratkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal penerbitan SPP.

14.4 Apabila setelah 7 (tujuh) hari sejak tanggal penerbitan SPP

Penyedia tidak menandatangani SPP maka Penyedia dianggap telah menyetujui SPP, dan tanggal awal perhitungan waktu pelaksanaan pekerjaan adalah hari ketujuh sejak tanggal penerbitan SPP.

14.5 Tanggal penandatanganan SPP oleh Penyedia ditetapkan

sebagai tanggal awal perhitungan waktu pelaksanaan pekerjaan sampai dengan serah terima Barang.

15. Lingkup pekerjaan

Barang yang akan diadakan harus sesuai dengan daftar kuantitas.

16. Standar

Penyedia harus menyediakan barang yang memenuhi spesifikasi dan standar yang ditetapkan dalam spesifikasi teknis dan/atau gambar.

17. Pengawasan/ Pengendalian Pelaksanaan Pekerjaan

17.1 Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, Pejabat

Penandatangan Kontrak jika dipandang perlu dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan yang berasal dari personel Pejabat Penandatangan Kontrak. Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan.

17.2 Dalam melaksanakan kewajibannya, pengawas pekerjaan

selalu bertindak untuk kepentingan Pejabat Penandatangan Kontrak. Pengawas Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah Pejabat Penandatangan Kontrak.

Page 100: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

96

17.3 Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan semua perintah pengawas pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam Kontrak ini.

18. Inspeksi Pabrikasi

18.1 Dalam hal diperlukan, Pejabat Penandatangan Kontrak atau Tim Inspeksi yang ditunjuk Pejabat Penandatangan Kontrak dapat melakukan inspeksi atas proses pabrikasi barang/peralatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

18.2 Jadwal, tempat dan ruang lingkup inspeksi sesuai SSKK.

18.3 Biaya pelaksanaan inspeksi termasuk dalam nilai Kontrak.

19. Pengepakan 19.1 Penyedia berkewajiban atas tanggungannya sendiri untuk mengepak Barang sedemikian rupa sehingga Barang terhindar dan terlindungi dari risiko kerusakan atau kehilangan selama masa transportasi atau pada saat pengiriman dari tempat asal Barang sampai ke Tempat sebagaimana ditetapkan di dalam SSKK.

19.2 Penyedia harus melakukan pengepakan, penandaan, dan

penyertaan dokumen yang berisi identitas Barang di dalam dan di luar paket Barang sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

20. Pengiriman 20.1 Penyedia berkewajiban untuk menyelesaikan pengiriman barang sesuai dengan jadwal pengiriman. Dokumen rincian pengiriman dan dokumen terkait lainnya diatur dalam SSKK.

20.2 Sarana transportasi yang dipakai diatur dalam SSKK.

20.3 Untuk barang-barang yang mudah rusak atau berisiko tinggi,

Penyedia harus memberikan informasi secara rinci tentang cara penanganannya.

21. Asuransi 21.1 Penyedia harus mengasuransikan barang-barang yang akan diserahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku dan ketentuan yang tercantum dalam SSKK.

21.2 Penyedia harus mengasuransikan pengiriman barang-barang

sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan yang tercantum dalam SSKK.

21.3 Penerima manfaat harus dijelaskan dalam dokumen asuransi

sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

21.4 Semua biaya penutupan asuransi telah termasuk dalam nilai kontrak.

Page 101: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

97

22. Transportasi 22.1 Penyedia bertanggung jawab untuk mengatur pengangkutan Barang (termasuk pemuatan dan penyimpanan) sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

22.2 Transportasi Barang harus diteruskan sampai dengan Tempat

Tujuan Akhir sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

22.3 Semua biaya transportasi (termasuk pemuatan dan penyimpanan) telah termasuk di dalam Nilai Kontrak.

23. Risiko Semua risiko terhadap kerusakan atau kehilangan Barang tetap berada pada Penyedia dan tidak akan beralih kepada Pejabat Penandatangan Kontrak sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman/Tempat Penyerahan Hasil Pekerjaan.

Page 102: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

98

24. Pemeriksaan dan Pengujian

24.1 Pejabat Penandatangan Kontrak berhak untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian atas Barang untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan dalam kontrak.

24.2 Pemeriksaan dan pengujian dapat dilakukan sendiri oleh

Penyedia dan disaksikan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak atau diwakilkan kepada pihak ketiga sebagaimana diatur dalam SSKK.

24.3 Pemeriksaan dan Pengujian dilaksanakan sebagaimana diatur

dalam SSKK.

24.4 Biaya pemeriksaan dan pengujian telah termasuk pada nilai Kontrak.

24.5 Pemeriksaan dan pengujian dilakukan di tempat yang

ditentukan dalam SSKK, dan dihadiri oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait. Penyedia berkewajiban untuk memberikan akses kepada Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait tanpa biaya. Jika pemeriksaan dan pengujian dilakukan di luar Tempat Tujuan Akhir maka semua biaya kehadiran Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait merupakan tanggungan Pejabat Penandatangan Kontrak.

24.6 Jika hasil pemeriksaan dan pengujian tidak sesuai dengan jenis

dan mutu Barang yang ditetapkan dalam Kontrak, Pejabat Penandatangan Kontrak berhak untuk menolak Barang tersebut dan Penyedia atas biaya sendiri berkewajiban untuk memperbaiki atau mengganti Barang yang tersebut.

24.7 Atas pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian yang terpisah

dari serah terima Barang, Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait membuat berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait dan Penyedia.

Page 103: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

99

25. Uji Coba 25.1 Setelah barang dikirim, barang diuji-coba oleh Penyedia disaksikan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait.

25.2 Hasil uji coba dituangkan dalam berita acara.

25.3 Apabila hasil uji coba tidak sesuai dengan spesifikasi yang

ditentukan dalam Kontrak, maka Penyedia memperbaiki atau mengganti barang tersebut dengan biaya sepenuhnya ditanggung Penyedia.

26. Waktu Penyelesaian Pekerjaan

26.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal, Penyedia berkewajiban menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal penyelesaian yang ditetapkan dalam SSKK pada klausul 13.

26.2 Jika pekerjaan tidak selesai pada tanggal penyelesaian bukan

akibat Keadaan Kahar atau bukan Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian Penyedia maka Penyedia dikenakan denda.

26.3 Jika terdapat Peristiwa Kompensasi, maka jangka waktu untuk

menyelesaikan pekerjaan diperpanjang.

26.4 Tanggal Penyelesaian yang dimaksud pada klausul ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan.

27. Peristiwa Kompensasi

Peristiwa kompensasi dapat diberikan kepada Penyedia dalam hal sebagai berikut:

a. Pejabat Penandatangan Kontrak mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan;

b. keterlambatan pembayaran kepada Penyedia; c. Pejabat Penandatangan Kontrak menginstruksikan kepada pihak

Penyedia untuk melakukan pengujian tambahan; d. Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan penundaaan

pelaksanaan pekerjaan; atau e. ketentuan lain dalam SSKK.

28. Perpanjangan Waktu

28.1 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka Penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. Pejabat Penandatangan Kontrak dapat meminta pertimbangan Pengawas Pekerjaan (apabila ada) dalam memutuskan perpanjangan Tanggal Penyelesaian Pekerjaan.

28.2 Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan keterlambatan

penyelesaian pekerjaan maka Pejabat Penandatangan Kontrak Berkewajiban untuk memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.

Page 104: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

100

28.3 Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dapat dibuktikan dibutuhkan penambahan waktu penyelesaian pekerjaan.

28.4 Penyedia tidak berhak atas perpanjangan waktu penyelesaian

pekerjaan jika Penyedia gagal atau lalai untuk memberikan pemberitahuan dini dalam mengantisipasi/mengatasi dampak Kompensasi.

28.5 Pejabat Penandatangan Kontrak menetapkan ada tidaknya

perpanjangan waktu dan untuk berapa lama, paling lambat dalam jangka waktu sebagaimana diatur dalam SSKK setelah Penyedia meminta perpanjangan.

28.6 Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui

adendum/perubahan Kontrak.

29. Pemberian Kesempatan

29.1 Dalam hal Penyedia gagal menyelesaikan pekerjaan sampai masa pelaksanaan Kontrak berakhir, namun Pejabat Penandatangan Kontrak menilai bahwa Penyedia mampu menyelesaikan pekerjaan, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memberikan kesempatan kepada Penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan.

29.2 Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk

menyelesaikan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada klausul 29.1, dimuat dalam Adendum/perubahan Kontrak yang didalamnya mengatur waktu penyelesaian pekerjaan, pengenaan sanksi denda keterlambatan kepada Penyedia, dan perpanjangan Jaminan Pelaksanaan.

29.3 Jangka waktu pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk

menyelesaikan pekerjaan diatur dalam SSKK.

29.4 Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan dapat melampaui Tahun Anggaran.

29.5 Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk

menyelesaikan pekerjaan dituangkan dalam adendum/perubahan kontrak yang didalamnya mengatur pengenaan sanksi denda keterlambatan kepada Penyedia dan perpanjangan masa berlaku Jaminan Pelaksanaan (apabila ada).

C. PENYELESAIAN KONTRAK

30. Serah Terima Barang

30.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen), Penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada Pejabat Penandatangan Kontrak untuk serah terima barang.

30.2 Serah terima Barang dilakukan di tempat sebagaimana

ditetapkan dalam SSKK.

Page 105: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

101

30.3 Sebelum dilakukan serah terima, Pejabat Penandatangan Kontrak melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan, yang dapat dibantu oleh Konsultan Pengawas, tim ahli dan/atau tim teknis.

30.4 Pemeriksaan barang dilakukan dengan menilai kesesuian

barang yang diserahterimakan yang tercantum dalam Kontrak. 30.5 Pejabat Penandatangan Kontrak berkewajiban untuk

memeriksa kebenaran dokumen yang berisi identitas Barang dan membandingkan kesesuaiannya dengan kontrak.

30.6 Pejabat Penandatangan Kontrak menolak serah terima Barang

jika hasil pemerikasan pekerjaan tidak sesuai dengan Kontrak. 30.7 Atas pelaksanaan serah terima Barang, Pejabat

Penandatangan Kontrak membuat Berita Acara Serah Terima (BAST) yang ditandatangani bersama dengan Penyedia.

30.8 Dalam hal Pejabat Penandatangan Kontrak menolak serah

terima barang maka dibuat Berita Acara Penolakan Serah Terima dan segera memerintahkan kepada Penyedia untuk memperbaiki, mengganti, dan/atau melengkapi kekurangan pekerjaan.

30.9 Jika pengoperasian Barang memerlukan keahlian khusus maka

sebelum pelaksanaan serah terima Barang Penyedia berkewajiban untuk melakukan pelatihan (jika dicantumkan dalam kontrak). Biaya pelatihan termasuk dalam Nilai Kontrak.

30.10 Pejabat Penandatangan Kontrak menerima Barang setelah:

a. seluruh Barang yang diserahterimakan sesuai dengan Kontrak; dan

b. Penyedia menyerahkan sertifikat garansi kepada Pejabat Penandatangan Kontrak (apabila diperlukan).

30.11 Jika Barang yang diserahterimakan terlambat melewati batas

waktu akhir kontrak karena kesalahan atau kelalaian Penyedia atau bukan akibat Keadaan Kahar maka Penyedia dikenakan denda keterlambatan.

Page 106: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

102

31. Jaminan bebas Cacat Mutu/ Garansi

31.1 Penyedia dengan jaminan pabrikan dari produsen pabrikan (jika ada) berkewajiban untuk menjamin bahwa selama penggunaan secara wajar, Barang tidak mengandung cacat mutu yang disebabkan oleh tindakan atau kelalaian Penyedia, atau cacat mutu akibat desain, bahan, dan cara kerja.

31.2 Jaminan bebas cacat mutu/garansi ini berlaku selama masa

garansi berlaku.

31.3 Pejabat Penandatangan Kontrak menyampaikan pemberitahuan cacat mutu kepada Penyedia segera setelah ditemukan cacat mutu tersebut selama selama masa garansi berlaku.

31.4 Terhadap pemberitahuan cacat mutu oleh Pejabat Penandatangan Kontrak, Penyedia berkewajiban untuk memperbaiki, mengganti, dan/atau melengkapi Barang dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan tersebut.

31.5 Jika Penyedia tidak memperbaiki, mengganti, dan/atau

melengkapi Barang akibat cacat mutu dalam jangka waktu yang ditentukan maka Pejabat Penandatangan Kontrak akan menghitung biaya perbaikan yang diperlukan, dan Pejabat Penandatangan Kontrak secara langsung atau melalui pihak lain yang ditunjuk oleh Pejabat Penandatangan Kontrak akan melakukan perbaikan, penggantian, dan/atau melengkapi barang tersebut. Penyedia berkewajiban untuk membayar biaya untuk memperbaiki, mengganti, dan/atau melengkapi barang tersebut sesuai dengan klaim yang diajukan secara tertulis oleh Pejabat Penandatangan Kontrak. Biaya tersebut dapat dipotong oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dari nilai tagihan atau jaminan pelaksanaan Penyedia.

31.6 Terlepas dari kewajiban penggantian biaya, Penyedia yang

lalai memperbaiki cacat mutu dikenakan Sanksi Daftar Hitam.

32. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan

32.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada Pejabat Penandatangan Kontrak tentang pedoman pengoperasian dan perawatan sebelum serah terima Barang.

32.2 Apabila Penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian

dan perawatan, Pejabat Penandatangan Kontrak berhak menahan pembayaran sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak.

Page 107: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

103

D. PERUBAHAN KONTRAK

33. Perubahan Kontrak

33.1 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum/perubahan Kontrak.

33.2 Adendum/perubahan Kontrak dapat dilaksanakan dalam hal

terdapat perbedaan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan/atau spesifikasi teknis/KAK yang ditentukan dalam dokumen Kontrak dan disetujui oleh para pihak, meliputi: a. menambah atau mengurangi volume yang tercantum

dalam Kontrak; b. menambah dan/atau mengurangi jenis kegiatan; c. mengubah spesifikasi teknis sesuai dengan kondisi

lapangan; dan/atau d. mengubah jadwal pelaksanaan.

33.3 Selain adendum/perubahan Kontrak yang diatur pada klausul 33.2, addendum/perubahan Kontrak dapat dilakukan untuk hal- hal yang disebabkan masalah administrasi, antara lain pergantian PPK, perubahan rekening Penyedia, dan sebagainya.

33.4 Pekerjaan tambah paling tinggi 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak awal dan harus mempertimbangkan tersedianya anggaran.

33.5 Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh Pejabat

Penandatangan Kontrak secara tertulis kepada Penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Kontrak awal.

33.6 Hasil negosiasi teknis dan harga tersebut dituangkan dalam

Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum/perubahan Kontrak.

33.7 perubahan jadwal dalam hal terjadi perpanjangan waktu

pelaksanaan dapat diberikan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut: a. perisiwa kompensasi; dan/atau b. Keadaan Kahar.

33.8 Dalam hal keadaan kahar waktu penyelesaian pekerjaan dapat

diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan waktu terhentinya pelaksanaan kontrak akibat Keadaan Kahar.

33.9 Dalam hal peristiwa kompensasi, waktu penyelesaian

pekerjaan dapat diperpanjang paling lama sama dengan waktu terhentinya/terlambatnya pelaksanaan kontrak akibat peristiwa kompensasi.

33.10 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat menyetujui secara

tertulis perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan

Page 108: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

104

penelitian terhadap usulan yang diajukan oleh Penyedia.

33.11 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat menugaskan tim atau tenaga ahli untuk meneliti kelayakan/kewajaran perpanjangan waktu pelaksanaan.

33.12 Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan Kontrak dituangkan dalam adendum/perubahan Kontrak.

34. Keadaan Kahar 34.1 Yang dimaksud Keadaan Kahar dalam Kontrak ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.

34.2 Yang temasuk Keadaan Kahar tidak terbatas pada:

a. Bencana alam;

b. Bencana non alam; c. Bencana sosial; d. Pemogokan; e. Kebakaran; f. Kondisi cuaca ekstrim; dan/atau g. Gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan

melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait.

34.3 Apabila terjadi Keadaan Kahar, maka Penyedia

memberitahukan kepada Pejabat Penandatangan kontrak paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak menyadari atau seharusnya menyadari atas kejadian atau Keadaan Kahar, dengan menyertakan bukti.

34.4 Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal yang merugikan

akibat perbuatan atau kelalaian Para Pihak.

34.5 Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan: a. Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai

dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai setelah dilakukan pemeriksaan bersama atau berdasarkan audit.

b. Jika selama masa Keadaan Kahar Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk sedapat mungkin meneruskan pekerjaan maka Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat

Page 109: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

105

penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam situasi demikian. Penggantian biaya ini harus diatur dalam adendum/perubahan Kontrak.

34.6 Kegagalan salah satu Pihak untuk memenuhi kewajibannya

yang ditentukan dalam Kontrak bukan merupakan cidera janji atau wanprestasi jika ketidakmampuan tersebut diakibatkan oleh Keadaan Kahar, dan Pihak yang ditimpa Keadaan Kahar: a. telah mengambil semua tindakan yang sepatutnya untuk

memenuhi kewajiban dalam Kontrak; dan b. telah memberitahukan secara tertulis kepada Pihak lainnya

dalam Kontrak selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak menyadari atas kejadian atau Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan terjadinya peristiwa yang menyebabkan terhentinya/terlambatnya pelaksanaan kontrak.

34.7 Keterlambatan pengadaan akibat Keadaan Kahar tidak

dikenakan sanksi.

34.8 Penghentian Kontrak karena keadaan kahar dituangkan secara tertulis oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dengan disertai alasan penghentian pekerjaan.

34.9 Penghentian kontrak karena kedaan kahar dapat bersifat:

a. sementara hingga Keadaan Kahar berakhir; atau b. permanen apabila akibat keadaan kahar tidak

memungkinkan dilanjutkan/diselesaikannya pekerjaan.

34.10 Penghentian pekerjaan akibat keadaan kahar tetap mempertimbangkan efektifitas pekerjaan dan tahun anggaran.

Page 110: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

106

E. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK

35. Penghentian Kontrak

Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena terjadi Keadaan Kahar sebagaimana dimaksud pada klausul 34.9.

36. Pemutusan kontrak

36.1 Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak Pejabat Penandatangan Kontrak atau pihak Penyedia.

36.2 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memutuskan kontrak

secara sepihak apabila Penyedia tidak memenuhi kewajibannnya sesuai ketentuan dalam kontrak.

36.3 Penyedia dapat memutuskan kontrak secara sepihak apabila

Pejabat Penandatangan Kontrak tidak memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan dalam kontrak.

36.4 Pemutusan kontrak dilakukan sekurang-kurangnya 14 (empat

belas) hari setelah Pejabat Penandatangan Kontrak/Penyedia menyampaikan pemberitahuan rencana Pemutusan Kontrak secara tertulis kepada Penyedia/ Pejabat Penandatangan Kontrak.

37. Pemutusan Kontrak oleh Pejabat Penandatanga n Kontrak

37.1 Dengan mengesampingkan dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memutuskan Kontrak ini melalui pemberitahuan tertulis kepada Penyedia setelah terjadinya hal-hal sebagai berikut: a. Penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau

pemalsuan dalam proses pengadaan yang diputuskan oleh Instansi yang berwenang;

b. Pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dinyatakan benar oleh Instansi yang berwenang;

c. Penyedia berada dalam keadaan pailit; d. Penyedia terbukti dikenakan Sanksi Daftar Hitam sebelum

penandatangan Kontrak; e. Penyedia gagal memperbaiki kinerja setelah mendapat

Surat Peringatan sebanyak 3 (tiga) kali;

Page 111: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

107

f. Penyedia tidak mempertahankan berlakunya Jaminan Pelaksanaan;

g. Penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

h. berdasarkan penelitian Pejabat Penandatangan Kontrak, Penyedia tidak akan mampu menyelesaikan keseluruhan pekerjaan walaupun diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan selama jangka waktu yang diatur dalam klausul 29.3 SSKK;

i. setelah diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan selama jangka waktu yang diatur dalam klausul 29.3 SSKK, Penyedia Barang/Jasa tidak dapat menyelesaikan pekerjaan; atau

j. Penyedia menghentikan pekerjaan melebihi waktu yang ditentukan dalam SSKK dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan pengawas pekerjaan (apabila ada).

37.2 Dalam hal terjadi pemutusan Kontrak dilakukan sebagaimana

dimaksud pada klausul 37.1, maka: a. Jaminan Pelaksanaan dicairkan; b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh Penyedia atau

Jaminan Uang Muka dicairkan (apabila diberikan); dan c. Penyedia dikenakan sanksi Daftar Hitam.

37.3 Pejabat Penandatangan Kontrak membayar kepada Penyedia

sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan yang telah diterima oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sampai dengan tanggal berlakunya pemutusan kontrak dikurangi denda yang harus dibayar Penyedia (apabila ada), serta Penyedia menyerahkan semua hasil pekerjaan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak dan selanjutnya menjadi milik Pejabat Penandatangan Kontrak.

Page 112: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

108

38. Pemutusan Kontrak oleh Penyedia

38.1 Dengan mengesampingkan dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Penyedia dapat memutuskan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis kepada Pejabat Penandatangan Kontrak apabila: a. Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan Penyedia

secara tertulis untuk menunda pelaksanaan pekerjaan atau kelanjutan pekerjaan, dan perintah tersebut tidak ditarik selama waktu yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK;

b. Pejabat Penandatangan Kontrak tidak menerbitkan Surat Perintah Pembayaran untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan jangka waktu yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK.

38.2 Dalam hal pemutusan Kontrak, maka Pejabat Penandatangan

Kontrak membayar kepada Penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah diterima oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sampai dengan tanggal berlakunya pemutusan kontrak dikurangi denda keterlambatan yang harus dibayar Penyedia (apabila ada), serta Penyedia menyerahkan semua hasil pekerjaan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak dan selanjutnya menjadi milik Pejabat Penandatangan Kontrak.

39. Berakhirnya Kontrak

39.1 Kontrak berakhir apabila pekerjaan telah selesai dan hak dan kewajiban para pihak yang terdapat dalam Kontrak sudah terpenuhi.

39.2 Terpenuhinya hak dan kewajiban para pihak sebagaimana

dimaksud pada klausul 39.1 adalah terkait dengan pembayaran yang seharusnya dilakukan akibat dari pelaksanaan kontrak.

Page 113: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

109

F. Pejabat Penandatangan Kontrak

40. Hak dan Kewajiban Pejabat Penandatangan Kontrak

40.1 Pejabat Penandatangan Kontrak mempunyai hak: a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang

dilaksanakan oleh Penyedia; b. meminta laporan-laporan yang tercantum dalam

Kontrak mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia;

c. menerima hasil pengadaan Barang sesuai dengan spesifikasi dan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak;

d. mengenakan sanksi kepada Penyedia; e. memberikan instruksi; f. mengusulkan penetapan sanksi daftar hitam (apabila

ada); g. Menyetujui adendum/perubahan kontrak; h. Menerima jaminan uang muka, jaminan pelaksanaan,

dan garansi (apabila ada); dan/atau i. Menilai kinerja Penyedia.

40.2 Pejabat Penandatangan Kontrak mempunyai kewajiban :

a. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak dan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan kepada Penyedia;

b. membayar uang muka; c. membayar penyesuaian harga; d. membayar ganti rugi karena kesalahan yang dilakukan

Pejabat Penandatangan Kontrak; dan e. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau

kemudahan lainnya untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sebagaimana yang tercantum dalam SSKK.

G. PENYEDIA

41. Hak dan Kewajiban Penyedia

41.1 Penyedia mempunyai Hak: a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pengadaan

Barang sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam kontrak; dan

Page 114: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

110

b. b. memperoleh fasilitas dari Pejabat Penandatangan Kontrak untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan Barang sesuai ketentuan kontrak.

41.2 Penyedia mempunyai Kewajiban:

a. melaporkan pelaksanaan pengadaan Barang secara periodik kepada Pejabat Penandatangan Kontrak;

b. melaksanakan dan menyelesaikan pengadaan Barang sesuai dengan jadwal pelaksanaan pengadaan Barang yang telah ditetapkan dalam kontrak;

c. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam kontrak;

d. memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan Penandatangan Kontrak;

e. menyerahkan hasil pengadaan Barang sesuai dengan jadwal dan tempat penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak;

f. mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia; dan

g. menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest).

42. Tanggung Jawab Penyedia bertanggungjawab/berkewajiban untuk menyerahkan Barang sesuai dengan kualitas barang, ketepatan volume, ketepatan waktu pelaksanaan/penyerahan dan ketepatan tempat Pengiriman/penyerahan Barang.

43. Penggunaan Dokumen Kontrak dan Informasi

Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak untuk kepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknis, dan/atau gambar-gambar, kecuali dengan izin tertulis dari Pejabat Penandatangan Kontrak.

44. Hak Atas Kekayaan Intelektual

Penyedia berkewajiban untuk melindungi Pejabat Penandatangan Kontrak dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual.

Page 115: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

111

45. Penanggungan dan Risiko

45.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas Pejabat Penandatangan Kontrak beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap Pejabat Penandatangan Kontrak beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat Pejabat Penandatangan Kontrak) sehubungan dengan klaim yang

Page 116: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

112

timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Surat Perintah Pengiriman ditandatangani oleh Penyedia sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara serah terima:

a. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda Penyedia, SubPenyedia (jika ada), dan Personel;

b. cidera tubuh, sakit atau kematian Personel; c. kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh,

sakit atau kematian pihak lain.

45.2 Terhitung sejak Tanggal Surat Perintah Pengiriman sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara serah terima awal (apabila ada), semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini, Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko Penyedia, kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian Pejabat Penandatangan Kontrak.

45.3 Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh Penyedia tidak

membatasi kewajiban penanggungan dalam syarat ini.

45.4 Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan yang terjadi sejak tanggal Surat Perintah Pengiriman (SPP) ditandatangani oleh Penyedia sampai batas akhir Masa Pemeliharaan sebagaimana diatur di dalam SSKK atau dimulainya masa berlaku garansi, harus diperbaiki, diganti, dan/atau dilengkapi oleh Penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian Penyedia.

46. Perlindungan Tenaga Kerja (apabila diperlukan)

46.1 Penyedia dan SubPenyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk mengikutsertakan Personelnya pada program jaminan sosial kesehatan dan jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

46.2 Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan

Personelnya untuk mematuhi ketentuan mengenai keselamatan kerja sebagaimana diatur peraturan perundang- undangan.

46.3 Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk menyediakan

kepada setiap Personelnya (termasuk Personel SubPenyedia, jika ada) perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan memadai.

46.4 Tanpa mengurangi kewajiban Penyedia untuk melaporkan

kecelakaan berdasarkan hukum yang berlaku, Penyedia melaporkan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak mengenai setiap kecelakaan yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah kejadian.

Page 117: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

113

47. Pemeliharaan Lingkungan

Penyedia berkewajiban mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak lain dan harta bendanya sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini.

48. Asuransi Khusus dan Pihak Ketiga

48.1 Apabila dipersyaratkan dalam SSKK, Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPP sampai dengan tanggal selesainya pekerjaan untuk: a. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi

terjadinya kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan, atas segala risiko terhadap kecelakaan, kerusakan, kehilangan, serta risiko lain yang tidak dapat diduga; dan

b. pihak lain sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya.

48.2 Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam nilai kontrak.

49. Tindakan Penyedia yang mensyaratkan Persetujuan Pejabat Penandatangan Kontrak

Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis Pejabat Penandatangan Kontrak sebelum melakukan tindakan- tindakan berikut:

a. mensubkontrakkan sebagian pengadaan Barang; dan/atau b. tindakan lain yang diatur dalam SSKK.

50. Kerjasama Penyedia dengan Usaha Kecil Sebagai SubPenyedia

50.1 Penyedia dapat bekerjasama dengan Usaha Mikro dan Usaha Kecil dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama.

50.2 Bagian Pekerjaan yang wajib disubkontrakan oleh Penyedia

kepada usaha kecil sebagai subPenyedia diatur di dalam SSKK.

50.3 Dalam kerjasama diatas, Penyedia bertangung jawab penuh

atas keseluruhan pekerjaan tersebut.

50.4 Penyedia membuat laporan mengenai pelaksanaan subkontrak.

51. Penggunaan Lokasi kerja (Apabila ada)

Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan menggunakan lokasi kerja bersama-sama dengan Penyedia yang lain (jika ada) dan pihak- pihak lainnya yang berkepentingan atas lokasi kerja. Jika dipandang perlu, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memberikan jadwal kerja Penyedia yang lain di lokasi kerja.

52. Keselamatan Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan semua pihak di lokasi kerja (apabila ada).

53. Sanksi Finansial

53.1 Sanksi finansial bagi Penyedia dapat berupa sanksi ganti rugi, denda keterlambatan atau pencairan jaminan.

Page 118: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

114

53.2 Sanksi ganti rugi bagi Penyedia dikenakan apabila jaminan tidak dapat dicairkan, kesalahan dalam perhitungan volume pekerjaan berdasarkan hasil audit, menyerahkan barang/jasa yang kualitasnya tidak sesuai dengan Kontrak berdasarkan hasil audit. Besarnya sanksi ganti rugi adalah sebesar nilai kerugian yang ditimbulkan.

53.3 Sanksi denda keterlambatan bagi Penyedia dikenakan apabila

terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan dengan cara memotong pembayaran prestasi pekerjaan Penyedia. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual Penyedia.

53.4 Sanksi pencairan jaminan pelaksanaan, dan pelunasan uang

muka atau pencairan jaminan uang muka (apabila diberikan uang muka) bagi Penyedia dikenakan apabila Penyedia tidak menyelesaikan pekerjaan atau dilakukan pemutusan kontrak.

54. Jaminan 54.1 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak sebelum penandatanganan kontrak.

54.2 Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya

sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima pekerjaan.

54.3 Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan

dinyatakan selesai 100% (seratus persen) dan setelah menyerahkan sertifikat garansi.

54.4 Jaminan Uang Muka diberikan kepada Pejabat Penandatangan

Kontrak apabila Penyedia menerima uang muka dan diserahkan sebelum pengambilan uang muka.

54.5 Nilai Jaminan Uang Muka sama dengan besarnya uang muka

yang diterima oleh Penyedia.

54.6 Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan sisa uang muka yang diterima.

54.7 Masa berlaku Jaminan Uang Muka sekurang-kurangnya sejak

tanggal persetujuan pemberian uang muka sampai dengan tanggal serah terima barang.

54.8 Besarnya jaminan, bentuk dan masa berlaku jaminan-jaminan

tersebut di atas disesuaikan dengan ketentuan dalam Dokumen Pemilihan.

55. Laporan Hasil Pekerjaan

55.1 Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan Kontrak untuk menetapkan volume pekerjaan atas kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan.

Page 119: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

115

55.2 Untuk kepentingan pengawasan dan pengendalian, dibuat laporan realisasi mengenai seluruh aktivitas pekerjaan.

55.3 Laporan dibuat oleh Penyedia, apabila diperlukan diperiksa

oleh unsur pengawas (apabila ada) dan disetujui oleh wakil Pejabat Penandatangan Kontrak.

56. Kepemilikan Dokumen

56.1 Semua rancangan, gambar, spesifikasi, disain, laporan, dan dokumen-dokumen lain yang dipersiapkan oleh Penyedia berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan milik Pejabat Penandatangan Kontrak.

56.2 Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan semua dokumen

beserta daftar rinciannya kepada Pejabat Penandatangan Kontrak paling lambat pada saat serah terima Barang atau waktu pemutusan Kontrak.

56.3 Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap dokumen

tersebut di atas dengan batasan penggunaan yang diatur dalam SSKK.

57. Personel dan/atau Peralatan

57.1 Personel dan/atau peralatan yang ditempatkan harus sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Penawaran.

57.2 Penggantian Personel tidak boleh dilakukan kecuali atas

persetujuan tertulis Pejabat Penandatangan Kontrak.

57.3 Penggantian Personel dilakukan oleh Penyedia dengan mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada Pejabat Penandatangan Kontrak beserta alasan penggantian.

57.4 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat menilai dan menyetujui

penempatan/penggantian Personel menurut kualifikasi yang dibutuhkan.

57.5 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat meminta pergantian

Personel apabila menilai bahwa Personel: a. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan

dengan baik; b. berkelakuan tidak baik; atau c. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya.

57.6 Jika penggantian Personel perlu dilakukan, maka Penyedia

berkewajiban untuk menyediakan pengganti dengan kualifikasi yang setara atau lebih baik dari Personel yang digantikan tanpa biaya tambahan apapun dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak diminta oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.

57.7 Personel berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan

pekerjaannya.

Page 120: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

116

H. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA

58. Nilai Kontrak 58.1 Pejabat Penandatangan Kontrak membayar kepada Penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak sebesar nilai kontrak atau berdasarkan hasil perhitungan akhir.

58.2 Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Lumsum

dan Harga Satuan, rincian nilai kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga.

Page 121: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

117

59. Pembayaran 59.1 Uang muka a. Uang Muka dapat diberikan kepada Penyedia sesuai

ketentuan dalam SSKK untuk: 1) Mobilisasi barang/bahan/material/peralatan dan

tenaga kerja; 2) pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok

barang/bahan/material/peralatan; dan/atau 3) pekerjaan teknis yang diperlukan untuk persiapan

pelaksanaan pekerjaan. b. besaran uang muka ditentukan dalam SSKK dan dibayar

setelah Penyedia menyerahkan Jaminan Uang Muka senilai uang muka yang diberikan;

c. dalam hal Pejabat Penandatangan Kontrak menyediakan uang muka maka Penyedia harus mengajukan permohonan pengambilan uang muka secara tertulis kepada Pejabat Penandatangan Kontrak disertai dengan rencana penggunaan uang muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak dan rencana pengembaliannya;

d. Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh bank umum, perusahaan penjaminan, Perusahaan Asuransi atau lembaga keuangan khusus yang menjalankan usaha di bidang pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk mendorong ekspor Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga pembiayaan ekspor Indonesia yang memiliki izin untuk menjual produk jaminan (suretyship) ditetapkan oleh lembaga yang berwenang;

e. pengembalian uang muka dapat dilakukan dengan diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan atau sesuai kesepakatan yang diatur dalam kontrak dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus persen).

59.2 Prestasi pekerjaan

a. pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan, sistem termin atau pembayaran secara sekaligus sesuai yang ditetapkan dalam SSKK.

b. pembayaran prestasi hasil pekerjaan dilakukan dengan ketentuan: 1) Penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan

kemajuan hasil pekerjaan;

Page 122: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

118

2) Pengecualian untuk: a) Pengadaan Barang/Jasa yang karena sifatnya

dibayar terlebih dahulu sebelum Barang/Jasa diterima;

b) pembayaran bahan/material dan/atau peralatan yang menjadi bagian dari hasil pekerjaan yang akan diserahterimakan yang telah berada dilokasi pekerjaan dan dicantumkan dalam kontrak namun belum terpasang; atau

c) pembayaran pekerjaan yang belum selesai 100% (seratus persen) pada saat batas akhir pengajuan pembayaran dengan menyerahkan jaminan atas pembayaran.

3) pembayaran dipotong angsuran uang muka, denda (apabila ada) dan pajak; dan

4) untuk kontrak yang mempunyai subkontrak, permintaan pembayaran dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh subPenyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan.

c. Penyelesaian pembayaran hanya dapat dilaksanakan setelah barang dinyatakan diterima sesuai dengan berita acara serah terima barang dan bilamana dipersyaratkan dilengkapi dengan berita acara hasil uji coba.

d. Pembayaran dengan Letter of Credit (L/C) mengikuti ketentuan umum yang berlaku di bidang perdagangan.

59.3 Sanksi Finansial

Sanksi Finansial dapat berupa sanksi ganti rugi atau denda keterlambaan a. Ganti Rugi

Sanksi ganti rugi bagi Penyedia apabila terbukti jaminan tidak bisa dicairkan, kesalahan dalam perhitungan volume pekerjaan berdasarkan hasil audit, menyerahkan barang/jasa yang kualitasnya tidak sesuai dengan Kontrak berdasarkan hasil audit. Besarnya sanksi ganti rugi adalah sebesar nilai kerugian yang ditimbulkan sebagaimana ditentukan dalam SSKK.

b. Denda Keterlambatan besarnya denda yang dikenakan kepada Penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan adalah sebagaimana yang ditetapkan di dalam SSKK.

Page 123: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

119

60. Perhitungan Akhir

60.1 Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Lumsum dengan Harga Satuan, perhitungan akhir nilai pekerjaan berdasarkan volume pekerjaan yang telah diselesaikan 100% (seratus persen) dan dituangkan dalam Adendum Kontrak (apabila ada).

60.2 Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir dilakukan

setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dan Berita Acara Serah Terima telah ditandatangani oleh kedua belah Pihak.

61. Penangguhan Pembayaran

61.1 Pejabat Penandatangan kontrak dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi pekerjaan Penyedia jika Penyedia gagal atau lalai memenuhi kewajibannya.

61.2 Pejabat Penandatangan kontrak secara tertulis

memberitahukan kepada Penyedia tentang penangguhan hak pembayaran disertai alasan-alasan yang jelas mengenai penangguhan tersebut. Penyedia diberi kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu.

61.3 Pembayaran yang ditangguhkan disesuaikan dengan proporsi

kegagalan atau kelalaian Penyedia.

61.4 Jika dipandang perlu oleh Pejabat Penandatangan kontrak, penangguhan pembayaran akibat keterlambatan penyerahan pekerjaan dapat dilakukan bersamaan dengan pengenaan denda kepada Penyedia.

Page 124: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

120

62. Penyesuaian Harga

62.1 Pemberlakuan Penyesuaian harga pada Kontrak sebagaimana diatur di dalam SSKK.

62.2 Penyesuaian Harga diberlakukan terhadap Kontrak Tahun

Jamak yang berbentuk Kontrak Harga Satuan atau bagian yang dikontrakan secara harga satuan pada Kontrak Gabungan Lumsum dan Harga Satuan yang masa pelaksanaannya lebih dari 18 (delapan belas) bulan.

62.3 Penyesuaian Harga diberlakukan mulai dari bulan ke-13 (tiga

belas) sejak pelaksanaan pekerjaan.

62.4 Penyesuaian Harga Satuan berlaku bagi seluruh kegiatan/mata pembayaran, kecuali komponen keuntungan, biaya tidak langsung (overhead cost) dan harga satuan timpang sebagaimana tercantum dalam penawaran.

62.5 Penyesuaian Harga Satuan diberlakukan sesuai dengan jadwal

pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak awal/Adendum Kontrak.

62.6 Penyesuaian Harga Satuan bagi komponen pekerjaan yang

berasal dari luar negeri, menggunakan indeks penyesuaian harga dari negara asal barang tersebut.

62.7 Jenis pekerjaan baru dengan Harga Satuan baru sebagai

akibat adanya Adendum Kontrak dapat diberikan penyesuaian harga mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak Adendum Kontrak tersebut ditandatangani.

62.8 Indeks yang digunakan dalam hal pelaksanaan kontrak

terlambat disebabkan oleh kesalahan Penyedia adalah indeks harga terendah antara jadwal kontrak dn jadwal kontrak dan realisasi pekerjaan.

Page 125: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

121

62.9 Penyesuaian Harga Satuan, ditetapkan dengan rumus sebagai berikut:

𝐵𝑛 𝐶𝑛 𝐷𝑛 𝐻𝑛 = 𝐻0 (𝑎 + 𝑏. 𝐵 + 𝑐. 𝐶 + 𝑑. 𝐷 + ⋯ ) 0 0 0 Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan dilaksanakan; H0 = Harga Satuan pada saat harga penawaran; a = Koefisien tetap yang terdiri atas keuntungan dan overhead; Dalam hal penawaran tidak mencantumkan besaran komponen keuntungan dan overhead maka a = 0,15. b, c, d = Koefisien komponen kontrak seperti tenaga kerja, bahan, alat kerja, dsb; Penjumlahana+b+c+d+. dst adalah 1,00. B0, C0, D0 = Indeks harga komponen pada bulan penyampaian penawaran. Bn, Cn, Dn = Indeks harga komponen pada saat pekerjaan dilaksanakan.

62.10 Koefisien komponen kontrak berdasarkan koefisien yang

digunakan dalam analisis harga satuan penawaran.

62.11 Indeks harga yang digunakan bersumber dari penerbitan BPS.

62.12 Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam penerbitan BPS, digunakan indeks harga yang dikeluarkan oleh instansi teknis.

62.13 Rumusan penyesuaian nilai kontrak ditetapkan sebagai berikut:

𝑃𝑛 = (𝐻𝑛1 𝑥 𝑉1) + (𝐻𝑛2 𝑥 𝑉2) + (𝐻𝑛3 𝑥 𝑉3) + ⋯

Pn = Nilai Kontrak setelah dilakukan penyesuaian Harga Satuan; Hn = Harga Satuan baru setiap jenis komponen pekerjaan setelah dilakukan penyesuaian harga menggunakan rumusan penyesuaian Harga Satuan; V = Volume setiap jenis komponen pekerjaan yang dilaksanakan.

62.14 Hasil perhitungan Penyesuaian Harga dituangkan dalam

Adendum Kontrak setelah dilakukan audit sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Page 126: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

122

I. PENGAWASAN MUTU

63. Pengawasan dan Pemeriksaan

Pejabat Penandatangan Kontrak berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia. Apabila diperlukan, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memerintahkan kepada pihak lain untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia.

64. Penilaian Pekerjaan Sementara oleh Pejabat Penandatanga n Kontrak

64.1 Pejabat Penandatangan Kontrak dalam masa pelaksanaan pekerjaan melakukan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia.

64.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan

kemajuan pekerjaan.

65. Cacat Mutu Pejabat Penandatangan Kontrak atau unsur pengawas (apabila ada) memeriksa setiap hasil pekerjaan dan memberitahukan Penyedia secara tertulis atas setiap Cacat Mutu yang ditemukan. Pejabat Penandatangan Kontrak atau unsur pengawas memerintahkan Penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan Cacat Mutu, serta menguji hasil pekerjaan yang dianggap oleh Pejabat Penandatangan Kontrak atau unsur pengawas (apabila ada) mengandung Cacat Mutu. Penyedia bertanggung jawab atas perbaikan Cacat Mutu selama Masa Kontrak dan Masa Garansi.

66. Pengujian Pejabat Penandatangan Kontrak atau unsur pengawas (apabila ada) memerintahkan Penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam spesifikasi teknis dan gambar, dan apabila hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka Penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi.

Page 127: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

123

67. Perbaikan Cacat Mutu

67.1 Pejabat Penandatangan Kontrak atau unsur pengawas (apabila ada) menyampaikan pemberitahuan Cacat Mutu kepada Penyedia segera setelah ditemukan Cacat Mutu tersebut. Penyedia bertanggung jawab atas Cacat Mutu selama Masa Kontrak dan Masa Garansi.

67.2 Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut, Penyedia

berkewajiban untuk memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan.

67.3 Jika Penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka

waktu yang ditentukan maka: a. Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memutus kontrak

secara sepihak dan Penyedia dikenakan sanksi sebagaimana pada klausul 37.2; atau

b. Pejabat Penandatangan Kontrak berhak untuk secara langsung atau melalui pihak lain yang ditunjuk oleh Pejabat Penandatangan Kontrak melakukan perbaikan tersebut. Penyedia segera setelah menerima permintaan penggantian biaya/klaim dari Pejabat Penandatangan Kontrak secara tertulis berkewajiban untuk mengganti biaya perbaikan tersebut. Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memperoleh penggantian biaya dengan memotong pembayaran atas tagihan Penyedia yang jatuh tempo (apabila ada) atau biaya penggantian akan diperhitungkan sebagai hutang Penyedia kepada Pejabat Penandatangan Kontrak yang telah jatuh tempo.

67.4 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat mengenakan Denda

Keterlambatan untuk setiap keterlambatan perbaikan Cacat Mutu.

J. PENYELESAIAN PERSELISIHAN

68. Itikad Baik 68.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak.

68.2 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia setuju untuk

melaksanakan Kontrak dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak.

68.3 Apabila selama Kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan,

maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut.

68.4 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia berkewajiban

untuk bertindak dengan itikad baik sehubungan dengan hak- hak Pihak lain, dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan terpenuhinya tujuan Kontrak.

Page 128: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

124

69. Penyelesaian Perselisihan

69.1 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini secara musyawarah dan damai.

69.2 Dalam hal perselisihan tidak dapat diselesaikan secara

musyawarah dan damai, penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui mediasi, konsiliasi, arbitrase atau litigasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

69.3 Penyelesaian sengketa dapat dilakukan di layanan

penyelesaian sengketa yang diselenggarakan oleh LKPP, Lembaga Arbitrase atau Pengadilan Negeri.

69.4 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia bersama-sama

memilih dan menetapkan tempat penyelesaian sengketa dan dicantumkan dalam SSKK.

Page 129: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

125

SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)

Klausul dalam SSUK Pengaturan dalam SSKK

4. Perbuatan yang Dilarang dan Sanksi

4.3 Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetor ke Kas Daerah

6. Korpondensi 5.1 Alamat Para Pihak sebagai berikut: Satuan Kerja PPK: ...................................... Nama : .................................................................

Alamat : .................................................................

Telepon : ................................................................. Website : ................................................................. Faksimili : ................................................................. e-mail : .................................................................

Penyedia: Nama : ................................................................. Alamat : .................................................................

Telepon : ................................................................. Website : - Faksimili : ................................................................. e-mail : .................................................................

7. Wakil sah para pihak

Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:

Untuk Pejabat Penandatangan Kontrak :

...................................................

Untuk Penyedia : ______________

Pengawas Pekerjaan : Sekretariat Penerimaan Hasil Pekerjaan sebagai

wakil sah Pejabat Penandatangan Kontrak (apabila ada)

13. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

13.2 Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan selama:

90 (Sembilan puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal .......... s/d

.........................

18. Inspeksi Pabrikasi

18.3 Apakah inspeksi atas proses pabrikasi diperlukan [Ya/Tidak]:

18.4 Jika diperlukan melakukan inspeksi atas proses pabrikasi

barang/peralatan khusus, inspeksi akan dilakukan pada:

Hari : - Tanggal : -

Ruang Lingkup : -

Page 130: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

126

19. Pengepakan 19.1 Penyedia berkewajiban atas tanggungannya sendiri untuk

mengepak Barang sedemikian rupa sehingga Barang terhindar dan

terlindungi dari risiko kerusakan atau kehilangan selama masa

transportasi atau pada saat pengiriman dari tempat asal Barang

sampai ke Tempat Tujuan Akhir di ...................................

19.2 Pengepakan, penandaan dan penyertaan dokumen dalam dan

diluar paket Barang harus dilakukan sebagai berikut:

1) penandaan pada kemasan paket barang yang dikirim sesuai dengan ketentuan prosedur pabrikan, pada bagian luar dan/atau dalam paket barang sudah mencantumkan nama produk, merk, nama produsen, nomor registrasi, nomor produksi dan Tahun produksi (apabila diperlukan), material komposisi produk atau spesifikasi teknis barang ;

2) Pengepakan barang menggunakan bahan / material kuat yang dapat melindungi produk saat penyimpanan, pengangkutan dan peredaran.

3) dokumen surat jalan pada saat pengiriman didalamnya sudah mencantumkan nama produk, quantity, berikut identitas lainnya yang jelas, sehingga antara dokumen surat jalan dengan kemasan produk yang dikirim dapat dimengerti dengan jelas atau sesuai pada Daftar Kuantitas dan Harga di Lampiran Kontrak

20. Pengiriman 20.1 Rincian pengiriman dan dokumen terkait lainnya yang harus diserahkan oleh Penyedia adalah : 1) Memiliki sertifikat mutu produk 2) Surat jalan pengiriman barang 3) Certificate of Origin

Dokumen tersebut diatas harus sudah diterima oleh PPK sebelum serah terima Barang. Jika dokumen tidak diterima maka Penyedia bertanggungjawab atas setiap biaya yang diakibatkannya.

20.2 Penyedia menggunakan transportasi Laut, Udaradan

Mobil Box Tertutup untuk pengiriman barang melalui darat [darat/laut/udara]

21. Transportasi 22.3 Tempat Tujuan Pengiriman : ..................................

22.4 Tempat Tujuan Akhir : Instalasi Rawat Jalan

..................................

Page 131: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

127

24. Pemeriksaan dan Pengujian

24.4 Pemeriksaan dan pengujian dilakukan oleh Penyedia

Pemeriksaan dan pengujian disaksikan oleh Pejabat Penandatanganan Kontrak, dalam hal pemeriksaan dan pengujian dilakukan oleh pihak penyedia.

24.5 Pemeriksaan dan pengujian yang dilaksanakan meliputi:

1) Spesifikasi teknis barang yang dikirim sesuai dengan

spesifikasi yang ditetapkan pada daftar kuantitas dan harga.

2) Pemeriksaan barang/pekerjaan berdasarkan pada pengiriman /penyerahan barang yang dilakukan penyedia selama jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan.

3) Pemeriksaan barang/pekerjaan yang dilaksanakan meliputi jumlah item, spesifikasi teknis dan identitas barang sesuai dengan lampiran Daftar Kuantitas & Harga berikut spesifikasi teknis.

4) pemeriksaan kelengkapan dokumen pengiriman barang (mis. Surat jalan, Certificate of origin, Buku instruksi manual dan service manual).

5) memastikan barang sudah terkalibrasi. 6) melakukan uji fungsi alat.

25.5 Pemeriksaan dan pengujian dilaksanakan di: ......................

27. Peristiwa Kompensasi

Penyedia dapat memperoleh kompensasi apabila : a. Pejabat Penandatangan Kontrak mengubah jadwal yang dapat

mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan ; b. keterlambatan pembayaran kepada Penyedia ; c. Pejabat Penandatangan Kontrak menginstruksikan kepada pihak

Penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/ kegagalan /penyimpangan ;

d. Pejabat Penandatangan kontrak tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan ;

e. Penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal dalam kontrak ; f. Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan penundaaan

pelaksanaan pekerjaan.

28. Perpanjangan Waktu

28.5 Pejabat Penandatangan Kontrak berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan (apabila ada) menetapkan ada tidaknya perpanjangan waktu dan untuk berapa lama, paling lambat 5 hari kerja setelah Penyedia meminta perpanjangan.

29. Pemberian Kesempatan

29.3 Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 hari kalender sejak berakhirnya jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.

Page 132: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

128

30. Serah Terima Barang

30.2 Serah terima dilakukan pada pada tempat tujuan pengiriman / tempat tujuan akhir yaitu ................................... a. Penyerahan barang/pekerjaan dilakukan sesuai dengan

ketentuan dan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. b. Serah terima barang dinyatakan lengkap dan memenuhi

bila sudah dilakukan uji fungsi (acception test) dan training.

c. Pihak Penyedia melakukan koordinasi terkait jadwal waktu pengiriman / penyerahan barang maupun jumlah dan rincian item kebutuhan barang yang akan dikirim sesuai daftar kuantitas & harga berikut spesifikasi teknis dengan pihak PPK melalui user teknis terkait (Instalasi Rawat Jalan), sampai dengan jumlah berikut rincian item barang yang dikirim atau diserahterimakan terpenuhi atau lengkap 100% pada batas akhir jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.

d. Barang yang dikirim sudah terkalibrasi yang dibuktikan dengan surat keterangan atau sertifikat terkalibrasi dari instansi berwenang.

e. Serah terima barang/pekerjaan tidak boleh melebihi jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditetapkan.

f. Penyerahan barang/pekerjaan dianggap sah apabila dibuktikan dengan Berita Acara Penerimaan Hasil Pekerjaan yang dibuat dan telah dinyatakan baik serta ditandatangani oleh Sekretariat Penerima Hasil Pekerjaan .................................. serta pejabat dari user (Instalasi Rawat Jalan) yang berwenang.

g. penyerahan barang dilakukan oleh pihak penyedia berikut dilampirkan kelengkapan bukti keaslian barang berupa certificate of origin.

i. Dalam pelaksanaan pekerjaan, penyedia barang harus memperhatikan aspek mutu, lingkungan dan keselamatan kerja serta peraturan yang berlaku di .................................. sehingga mampu mendukung program dan kebijakan mutu dan LK3 .................................., diantaranya melindungi dan melokalisir area pelaksanaan agar tidak mengganggu area layanan dari polusi suara, udara (debu) dan lain-lain.

j. Dalam pelaksanaan pekerjaan harus ditugaskan tenaga kerja ahli/terampil dan harus mengenakan perlengkapan pengamanan (seperti safety shoes, helm ) dan peralatan pendukung lainnya untuk meminimalkan / menghilangkan resiko kejadian tidak diharapkan (KTD) dengan pengawasan ketat oleh penanggung jawab pekerjaan dari Penyedia.

k. Apabila terjadi kejadian tidak diharapkan (KTD : kecelakaan) yang berakibat cedera, cacat atau kematian yang disebabkan oleh kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan baik yang menimpa pekerja dan atau orang lain dilingkungan pelaksanaan pekerjaan, maka akan menjadi kewajiban pihak Penyedia untuk menanggung biaya pengobatan dan perawatan sesuai ketentuan yang berlaku

Page 133: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

129

38. Pemutusan Kontrak oleh Penyedia

38.1.a Batas waktu maksimum penundaan pekerjaan selama 7 hari kalender

38.1.b Batas waktu maksimum untuk penerbitan Surat Perintah

Pembayaran selama 5 hari kalender.

40. Hak dan Kewajiban Pejabat Penandatangan Kontrak

40.2.e Pejabat Penandatangan Kontrak akan memberikan fasilitas menyediakan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan bila diperlukan.

45. Penanggungan dan Risiko

45.4 Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan yang terjadi sejak tanggal Surat Perintah Pengiriman (SPP) ditandatangani oleh Penyedia sampai batas akhir Masa Pemeliharaan, dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender atau dimulainya masa berlaku garansi, harus diperbaiki, diganti, dan/atau dilengkapi oleh Penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian Penyedia. a) Penyedia memberikan jaminan bahwa barang alat medik

yang dikirim asli dengan melampirkan / menyerahkan certificate of original;

b) Penyedia bersedia mengganti produk yang dikirim apabila kerusakan produk dikarenakan cedera kemasan, salah penyimpanan & pengiriman yang dilakukan Penyedia ;

c) Penyedia memberikan garansi baik service maupun spare part apabila terjadi kerusakan dalam jangka waktu minimal 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal Uji Fungsi dilakukan, yang didukung dengan garansi dari prinsiple ;

d) Penyedia menjamin alat sudah terkalibrasi oleh badan yang berkompeten atau lulus fungsional cek dari pabrik/vendor dengan masa berlaku minimal 1 tahun terakhir

e) Penyedia bersedia melatih pemakai alat dan teknisi pihak .................................. sehingga mampu mengoperasikan alat tersebut dengan baik dan dapat melaksanakan pemeliharaan, atas biaya pihak penyedia dan dilaksanakan setelah dilakukan uji fungsi alat tersebut.

48. Asuransi Khusus dan Pihak Ketiga

48.1 Penyedia berkewajiban menyediakan asuransi untuk pekerja, barang atau peralatan yang beresiko tinggi terjadinya kecelakaan terkait dengan pelaksanaan pekerjaan [Ya/Tidak]:

Penyedia berkewajiban menyediakan asuransi untuk pihak lain sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya terkait dengan pelaksanaan pekerjaan [Ya/Tidak]:

49. Tindakan Penyedia yang mensyaratkan Persetujuan Pejabat Penandatanga n Kontrak

Tindakan lain Penyedia yang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis Pejabat Penandatangan Kontrak antara lain: permohonan dan persetujuan untuk dilakukan proses addendum / amandemen kontrak apabila terjadi perubahan ruang lingkup atau hal lain yang dinilai dapat merubah hal-hal yang telah diatur dalam kontrak.

Page 134: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

130

56. Kepemilikan Dokumen

56.3 Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen yang dihasilkan dari pekerjaan Barang ini dengan pembatasan sebagai berikut :

59. Pembayaran 59.1 Pekerjaan Pengadaan Barang ini dapat diberikan uang muka ; [Ya/Tidak].

59.2 Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara :

[Termin/Bulanan/Sekaligus]. 1. Pembayaran dibayarkan setelah pelaksanaan pekerjaan atau

penyerahan barang 100% tercapai / selesai, yang dibuktikan

dengan Berita Acara penerimaan hasil pekerjaan yang dibuat

dan ditandatangani oleh Sekretariat Penerima Hasil Pekerjaan.

2. Pembayaran harga barang/pekerjaan dibebankan pada DAU

DPA ............................................ .................................. T.A.

........ (MAK : .......................................).

3. Pembayaran dilakukan melalui transfer melalui Bank dengan no

rekening atas nama PT. .........................

4. Penagihan pembayaran oleh pihak penyedia tidak dapat

diterima apabila melebihi tahun anggaran berjalan (T.A.

............).

5. Penagihan disampaikan kepada Pejabat Penandatangan

Kontrak, dengan Dokumen penunjang yang dipersyaratkan

untuk mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan

menyerahkan kelengkapan administrasi sebagai berikut :

a) Kwitansi bermeterai secukupnya b) Faktur penjualan c) Surat Jalan d) Faktur Pajak / Surat Setoran Pajak Kontrak pengadaan

kebutuhan barang alat medik (Endoscopy Set THT : Imaging and Reporting System, dll) kebutuhan pada........................................ tahun anggaran ......

g) Berita Acara Penerimaan Hasil Pekerjaan. h) Berita Acara Uji Fungsi / Uji Coba Alat

59.3 Sanksi Finansial

a. Denda Keterlambatan Denda keterlambatan apabila terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Besarnya denda keterlambatan adalah : 1) 1‰ (satu permil) per hari dari harga kontrak

62. Penyesuaian Harga

62.1 Kontrak diberlakukan penyesuaian harga: [Ya/Tidak]

69. Penyelesaian Perselisihan

69.4 Dalam hal terdapat sengketa antara PPK dengan Penyedia, penyelesaian sengketa akan dilakukan melalui ; Layanan Penyelesaian Sengketa yang diselenggarakan oleh LKPP/Lembaga Arbitrase/Pengadilan Negeri]

Page 135: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

131

Daftar Kuantitas dan Harga

No Uraian Barang Satuan Volume Harga Satuan (Rp.)

Jumlah Harga (Rp.)

TKDN

1 IMAGING AND REPORTING SYSTEM COMPLETE WITH GRACE-68

Unit 1 -

2 Telescope, 4mm, 00, connector for light guide on bottom, autoclavable

Pcs 1 -

3 Telescope, 4mm, 300, connector for light guide on bottom, autoclavable

Pcs 1 -

Jumlah

Disc. + 52,26% Sub Total PPN 10%

Jumlah Total

Page 136: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

132

KOP INSTANSI

Nomor : ..................................... Tanggal ..................

Yang terhormat, PT/CV ........................................ ........................................

Perihal: Penunjukan Penyedia Barang/Jasauntuk pelaksanaan pekerjaan ...........................................................

Berdasarkan hasil Berita Acara Hasil Pelelangan .............................No. ....................Tanggal .................dan

Pengumuman Pemenang ................................. No..............................Tanggal ....................., maka penawaran Saudara No. .......................tanggal .......................perihal ..............................dengan nilai penawaran sebesar Rp ...................,- (.............................................)kami nyatakan diterima/disetujui.

Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ini Saudara diharuskan untuk menyerahkan Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya 5% (lima perseratus) dari nilai Rp .................atau sebesar Rp.................(........................................) berupa Surat Jaminandari Bank Umum, perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Masa berlaku Jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya .............(.......................) hari kalender terhitung sejak tanggal diterbitkannya Surat Perjanjian (Kontrak). Pengadaan barang ini menggunakan jenis kontrak Harga Satuan.

Kegagalan Saudara untuk menerima penunjukan ini yang disusun berdasarkan evaluasi terhadap penawaran Saudara, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah.

Demikian Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ini dikeluarkan untuk dilaksanakan dengan sebaik- baiknya serta penuh tanggungjawab.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

....................................... NIP ................................

Tembusan: 1

.....................

Page 137: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

133

KOP INSTANSI

SURAT PERJANJIAN

untuk melaksanakan Pengadaan Alat Kesehatan

Nomor:

SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”)dibuat dan ditandatangani di pada hari tanggal bulan tahun [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara: 1. [nama PA/KPA/PPK],selaku Pejabat Penandatangan Kontrak, yang bertindak untuk dan

atas nama [nama satuan kerja PA/KPA/PPK], yang berkedudukan di [alamat PA/KPA/PPK], berdasarkan Surat Keputusan [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai PA/KPA/PPK] No [No. SK penetapan sebagai PA/KPA/PPK], selanjutnya disebut “Pejabat Penandatangan Kontrak”dan

2. [nama wakil Penyedia], [jabatan wakil Penyedia], yang bertindak

untuk dan atas nama [nama Badan Usaha Penyedia], yang berkedudukan di [alamat Penyedia], berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar No. [No. Akta Pendirian/Anggaran Dasar] tanggal ”Penyedia”. [tanggal penerbitan Akta Pendirian/Anggaran

Dasar], selanjutnya disebut

LKPP
PENGADAAN ALAT KESEHATAN
Page 138: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

134

Para Pihak menerangkan terlebih dahulu bahwa: (a) Telah diadakan proses pemilihan penyedia yang telah sesuai dengan Dokumen

Pemilihan. (b) Pejabat Penandatangan Kontrak telah menunjuk Penyedia melalui Surat Penunjukan

Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) Nomor ,tanggal bulan tahun , untuk melaksanakan Pekerjaan sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak, selanjutnya disebut “Pengadaan Barang”.

(c) Penyedia telah menyatakan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak, memenuhi persyaratan kualifikasi, memiliki keahlian profesional, personel, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk menyediakan Barang sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini.

(d) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili.

(e) Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak: 1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat; 2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut; 3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini; 4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan

mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait

Maka oleh karena itu, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal- hal sebagai berikut:

Pasal 1

Istilah dan Ungkapan

Peristilahan dan ungkapan dalam Kontrak ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Kontrakini.

Pasal 2

Ruang Lingkup Pekerjaan

Ruang lingkup pekerjaan Pengadaan Barang terdiri atas: 1. 2. 3. dst [diisi ruang lingkup pekerjaan Pengadaan Barang yang akan dilaksanakan]

Pasal 3

Jenis dan Nilai Kontrak

(1) Pengadaan Barang ini menggunakan Jenis Kontrak [diisi dengan jenis kontrak lumsum/harga satuan/gabungan lumsum dan harga satuan].

(2) Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah sebesar Rp

( rupiah);

Pasal 4 Dokumen Kontrak

(1) Dokumen-dokumen berikut merupakan kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari

Kontrak ini: a. Adendum/perubahanKontrak (apabila ada); b. Kontrak; c. syarat-syarat khusus Kontrak; d. syarat-syarat umum Kontrak;

Page 139: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

135

e. Dokumen Penawaran; f. spesifikasi teknis; g. gambar-gambar (apabila ada); h. daftar kuantitas dan harga (apabila ada); dan i. dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPBJ, BAHP.

(2) Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki pada ayat (1) di atas.

Pasal 5

Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban timbal-balik Pejabat Penandatangan Kontrakdan Penyedia dinyatakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK).

Pasal 6

Masa Berlaku Kontrak

Masa berlaku Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan Kontrak sampai dengan selesainya pekerjaan dan terpenuhinya seluruh hak dan kewajiban Para Pihak sebagaimana diatur dalam SSUK dan SSKK.

DENGAN DEMIKIAN, Pejabat Penandatangan Kontrakdan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia dan dibuat dalam 2 (dua) rangkap, masing-masing dibubuhi dengan meterai, mempunyai kekuatan hukum yang sama dan mengikat bagi para pihak, rangkap yang lain dapat diperbanyak sesuai kebutuhan tanpa dibubuhi meterai.

Pasal 7

Lain- Lain

(1) Pengadaan.......dilaksanakan berdasarkan Suirat Persetujuan Pengadaan No...... Tanggal ,,, Tahun

(2) Pembayaran dillakukan dengan cara transer melalui.(Rekening Penyedia) atas nama......(Penyedia) dibebankan pada DIPA BLU Tahun.....Sub Alokasi......melalyui bendahara Pengeluaran....... Biaya tranfer menjadi tanggung jawab Penyedia.

(3) Apabila ada perubahan dalam Surat Perjanjian atau kekeliruan dalam penulisan dapat dilakukan revisi atau Adebdum Surat Pejanjian.

DENGAN DEMIKIAN, Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani kontrak ini pada tanggal tersebut diatas dan melaksanakan Kontrak sesui dengan ketentuan peraturan perundan-undangan di Republik Indonesia

Untuk dan atas nama Pejabat Penandatangan Kontrak

[tanda tangan dan cap ]

[nama lengkap] [jabatan]

Untuk dan atas nama

Penyedia

[tanda tangan dan cap]

[nama

lengkap] [jabatan]

Page 140: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

136

Catatan: − Kontrak dengan meterai Rp6000 pada bagian tanda tangan Pejabat Penandatangan

Kontrak diserahkan untuk Penyedia; dan − Kontrak dengan meterai Rp6000 pada bagian tanda tangan Penyedia diserahkan

untuk Pejabat Penandatangan Kontrak.

Page 141: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

137

SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK)

A. KETENTUAN UMUM

1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut:

1.1 Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang.

1.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah.

1.3 Kuasa Pengguna Anggaran pada pelaksanaan APBN yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggunaan anggaran pada Kementerian/Lembaga yang bersangkutan.

1.4 Kuasa Pengguna Anggaran pada pelaksanaan APBD yang selanjutnya disingkat KPA adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Perangkat Daerah.

1.5 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk mengambil keputusan dan/atau melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara/anggaran belanja daerah.

1.6 Pejabat Penandatangan Kontrak adalah PA, KPA, atau PPK.

1.7 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengendali internal yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit, reviu, pemantauan, evaluasi, dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah.

1.8 Penyedia Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut Penyedia adalah Pelaku Usaha yang menyediakan barang/jasa berdasarkan Kontrak.

1.9 Sub Penyedia adalahPenyedia yang mengadakan perjanjian kerja dengan Penyedia penanggung jawab kontrak, untuk melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak).

1.10 Kemitraan adalah Kerja sama antar penyedia baik dalam bentuk konsorsium/kerja sama operasi/bentuk kerja sama lain yang masing- masing pihak mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis.

1.11 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan adalah jaminan tertulis yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan Asuransi/lembaga keuangan khusus yang menjalankan usaha di bidang pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk mendorong ekspor Indonesia sesuai dengan ketentuan dalam

Page 142: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

138

peraturan perundang-undangan di bidang lembaga pembiayaan ekspor Indonesia.

1.12 Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara Pejabat Penandatangan Kontrakdengan Penyedia.

1.13 Bagian Kontrak adalah bagian pekerjaan dari satu pekerjaan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan. Penyelesaian masing-masing pekerjaan yang tercantum pada bagian kontrak tersebut tidak

tergantung satu sama lain dan memiliki fungsi yang berbeda, dimana fungsi masing-masing bagian kontrak tersebut tidak terkait satu sama lain.

1.14 Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam Kontrak.

1.15 Hari adalah hari kalender, kecuali disebutkan secara eksplisit sebagai hari kerja.

1.16 Harga Perkiraan Sendiri yang selanjutnya disingkat HPS adalah perkiraan harga barang/jasa yang ditetapkan oleh PPK.

1.17 Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu barang sesuai peruntukannya yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan.

1.18 Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan, yang pelaksanaannya diserahkan kepada Penyedia lain dan disetujui terlebih dahulu oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.

1.19 Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistis dan dapat dilaksanakan.

1.20 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan selesainya pekerjaan dan terpenuhinya seluruh hak dan kewajiban Para Pihak.

1.21 Tanggal mulai kerja adalah tanggal Penyedia mulai bekerja yang sama dengan tanggal penandatangan Surat Perintah Pengiriman (SPP) yang diterbitkan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.

1.22 Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pekerjaan, yang dinyatakan dalam berita acara serah terima Barang yang ditandatangani oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia.

1.23 Tempat Tujuan Akhir adalah lokasi yang tercantum dalam Syarat- syarat khusus kontrak dan merupakan tempat dimana Barang akan dipergunakan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.

1.24 Tempat Tujuan Pengiriman adalah tempat dimana kewajiban pengiriman barang oleh Penyedia berakhir sesuai dengan ketentuan pengiriman yang digunakan.

Page 143: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

139

2. Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam Kontrak.

3. Bahasa

dan Hukum

3.1 Bahasa kontrak dan bahasa korespondensi harus dalam

bahasa Indonesia.

3.2 Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia.

4. Perbuatan yang dilarang dan Sanksi

4.1 Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah, para pihak dilarang untuk: a. menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi

atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini; dan/atau

b. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini.

4.2 Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan (termasuk

semua anggota Kemitraan) dan sub Penyedianya (jika ada) tidak akan melakukan tindakan yang dilarang pada klausul 4.1.

4.3 Penyedia yang menurut penilaian Pejabat Penandatangan

Kontrakterbukti melakukan larangan-larangan diatas dapat dikenakan sanksi-sanksi administratif sebagai berikut: a. Pemutusan Kontrak; b. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetor

sebagaimana ditetapkan dalam SSKK. c. Sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia atau

Jaminan Uang Muka dicairkan; dan d. Dikenakan Sanksi Daftar Hitam.

4.4 Pengenaan sanksi administratif diatas dilaporkan oleh Pejabat

Penandatangan Kontrakkepada PA/KPA.

4.5 Pejabat Penandatangan Kontrak yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Page 144: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

140

5. Asal Barang 5.1 Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang terdiri dari rincian komponen dalam negeri dan komponen impor.

5.2 Asal barang merupakan tempat barang diperoleh, antara lain

tempat barang ditambang, tumbuh, atau diproduksi.

5.3 Barang yang diadakan harus diutamakan barang manufaktur, pabrikasi, perakitan, dan penyelesaian akhir pekerjaannya dilakukan di Indonesia (produksi dalam negeri).

5.4 Jika dalam proses pembuatan Barang digunakan komponen

berupa barang, jasa, atau gabungan keduanya yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) maka penggunaan komponen impor harus sesuai dengan besaran TKDN yang tercantum dalam Daftar Inventarisasi Barang/Jasa produksi Dalam Negeri (apabila diberikan preferensi harga) yang merupakan bagian dari Penawaran Penyedia.

5.5 Pengadaan barang impor harus mencantumkan persyaratan

kelengkapan dokumen barang: a. Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin); dan b. Sertifikat Produksi.

5.6 Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) dan Sertifikat

Produksi diserahkan oleh Penyedia kepada Pejabat Penandatangan Kontraksebelum serah terima pekerjaan. Persyaratan Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin) dan Sertifikat Produksi dicantumkan dalam rancangan kontrak.

6. Korespondensi Semua pemberitahuan, permohonan, persetujuan dan/atau korespodensi lainnya berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan dianggap telah diberitahukan kepada Para Pihak atau wakil sah Para Pihak jika telah disampaikan secara langsung, disampaikan melalui surat tercatat, e-mail, dan/atau faksimili sebagaimana tercantum dalam SSKK.

Page 145: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

141

7. Wakil sah para pihak

Setiap tindakan yang dipersyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan, dan setiap dokumen yang dipersyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh Pejabat Penandatangan Kontrakatau Penyedia hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK. Khusus untuk Penyedia perorangan, Penyedia tidak boleh diwakilkan.

8. Perpajakan Penyedia, SubPenyedia (jika ada), dan Personel yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang sah yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalamnilai Kontrak.

9. Pengalihan dan/atau Subkontrak

9.1 Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama Penyedia, baik sebagai akibat peleburan (merger), konsolidasi, atau pemisahan.

9.2 Penyedia dapat bekerjasama dengan pelaku usaha lain antara

lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan, kecuali pekerjaan utama dalam kontrak ini sebagaimana diatur dalam SSKK.

9.3 Penyedia hanya boleh mensubkontrakkan sebagian pekerjaan

dan dilarang mensubkontrakkan seluruh pekerjaan.

9.4 Penyedia hanya boleh mensubkontrakkan pekerjaan apabila pekerjaan tersebut sejak awal di dalam Dokumen pemilihan dan dalam Kontrak diizinkan untuk disubkontrakkan.

9.5 Penyedia hanya boleh mensubkontrakkan pekerjaan setelah

mendapat persetujuan tertulis dari Pejabat Penandatangan Kontrak. Penyedia tetap bertanggungjawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan.

9.6 Jika ketentuan di atas dilanggar maka Penyedia dikenakan

sanksi yang diatur dalam SSKK.

10. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis dan ditandatangani oleh Para Pihak atau Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian.

11. Penyedia Mandiri Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggungjawab penuh terhadap personel dan subPenyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh personel dan subPenyedianya.

12. Kemitraan Kemitraan memberi kuasa kepada salah satu anggota yang disebut dalam Surat Perjanjian Kemitraan untuk bertindak untuk dan atas nama Kemitraan dalam pelaksanaan hak dan kewajiban terhadap Pejabat Penandatangan Kontrak berdasarkan Kontrak.

B. PELAKSANAAN KONTRAK

13. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

13.1 Kontrak ini berlaku sejak tanggal penandatanganan. 13.2 Waktu pelaksanaan pekerjaan adalah jangka waktu yang

ditentukan dalam SSKK.

Page 146: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

142

14.2 Tanggal penandatanganan SPP oleh Pejabat Penandatangan

Kontrak ditetapkan sebagai tanggal mulai berlaku efektif Kontrak.

14.3 SPP harus sudah disetujui/ditandatangani oleh Penyedia

sesuai dengan yang dipersyaratkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal penerbitan SPP.

14.4 Apabila setelah 7 (tujuh) hari sejak tanggal penerbitan SPP

Penyedia tidak menandatangani SPP maka Penyedia dianggap telah menyetujui SPP, dan tanggal awal perhitungan waktu pelaksanaan pekerjaan adalah hari ketujuh sejak tanggal penerbitan SPP.

14.5 Tanggal penandatanganan SPP oleh Penyedia ditetapkan

sebagai tanggal awal perhitungan waktu pelaksanaan pekerjaan sampai dengan serah terima Barang.

15. Lingkup pekerjaan

Barang yang akan diadakan harus sesuai dengan daftar kuantitas.

16. Standar Penyedia harus menyediakan barang yang memenuhi spesifikasi dan standar yang ditetapkan dalam spesifikasi teknis dan/atau gambar.

17. Pengawasan/ Pengendalian Pelaksanaan Pekerjaan

17.1 Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, Pejabat Penandatangan Kontrak jika dipandang perlu dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan dan Tim Teknis yang berasal dari personel Pejabat Penandatangan Kontrak. Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan.

17.2 Tim Teknis berasal dari unit kerja, instansi yang terkait,

dan/atau tenaga professional.

17.3 Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan.

17.4 Tim Teknis berkewajiban untuk menilai pelaksanaan pekerjaan.

17.5 Dalam melaksanakan kewajibannya, pengawas pekerjaan

selalu bertindak untuk kepentingan Pejabat Penandatangan Kontrak. Pengawas Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah Pejabat Penandatangan Kontrak.Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan semua perintah pengawas pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan pengawas pekerjaan dalam Kontrak ini dan saran atau rekomendasi dari Tim Teknis.

18. Inspeksi Pabrikasi

18.1 Dalam hal diperlukan, Pejabat Penandatangan Kontrak atau Tim Inspeksi yang ditunjuk Pejabat Penandatangan Kontrak dapat melakukan inspeksi atas proses pabrikasi barang/peralatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

18.2 Jadwal, tempat dan ruang lingkup inspeksi sesuai SSKK. Biaya

14. Surat Perintah Pengiriman (SPP)

14.1 Pejabat Penandatangan Kontrak menerbitkan SPP selambat- lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak tanggal penandatanganan Kontrak, kecuali apabila anggaran belum berlaku

Page 147: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

143

pelaksanaan inspeksi termasuk dalam nilai Kontrak.

19. Pengepakan 19.1 Penyedia berkewajiban atas tanggungannya sendiri untuk mengepak Barang sedemikian rupa sehingga Barang terhindar dan terlindungi dari risiko kerusakan atau kehilangan selama masa transportasi atau pada saat pengiriman dari tempat asal Barang sampai ke Tempat sebagaimana ditetapkan di dalam SSKK.

19.2 Penyedia harus melakukan pengepakan, penandaan, dan Penyertaan dokumen yang berisi identitas Barang di dalam dan di luar paket Barang sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

20.

Pengiriman 20.1 Penyedia berkewajiban untuk menyelesaikan pengiriman barang sesuai dengan jadwal pengiriman. Dokumen rincian pengiriman dan dokumen terkait lainnya diatur dalam SSKK.

20.2 Sarana transportasi yang dipakai diatur dalam SSKK.

20.3 Untuk barang-barang yang mudah rusak atau berisiko tinggi,

Penyedia harus memberikan informasi secara rinci tentang cara penanganannya.

21.

Asuransi 21.1 Penyedia harus mengasuransikan barang-barang yang akan diserahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan yang tercantum dalam SSKK.

21.2 Penyedia harus mengasuransikan pengiriman barang-barang

sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan yang tercantum dalam SSKK

21.3 Penerima manfaat harus dijelaskan dalam dokumen asuransi

sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

21.4 Semua biaya asuransi telah termasuk dalam nilai kontrak. 22

. Transportasi

22.1 Penyedia bertanggung jawab untuk mengatur pengangkutan Barang (termasuk pemuatan dan penyimpanan) sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

22.2 Transportasi Barang harus diteruskan sampai dengan Tempat

Tujuan Akhir sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

22.3 Semua biaya transportasi (termasuk pemuatan dan penyimpanan) telah termasuk di dalam Nilai Kontrak.

23.

Risiko Semua risiko terhadap kerusakan atau kehilangan Barang tetap berada pada Penyedia dan tidak akan beralih kepada Pejabat Penandatangan Kontraksampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman/Tempat Penyerahan Hasil Pekerjaan.

Page 148: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

144

24.

Pemeriksaan dan/atau Pengujian

24.1 Pejabat Penandatangan Kontrak berhak untuk melakukan pemeriksaan dan/atau pengujian atas Barang untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan dalam Kontrak.

24.2 Pemeriksaan dan/ataupengujian dapat dilakukan sendiri oleh

Penyedia dan disaksikan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak atau diwakilkan kepada pihak ketigasebagaimana diatur dalam SSKK.

24.3 Pemeriksaandan/atauPengujian dilaksanakan sebagaimana

diatur dalam SSKK.

24.4 Biaya pemeriksaan dan/ataupengujian telah termasuk pada nilai Kontrak.

24.5 Pemeriksaan dan/ataupengujian dilakukan di tempat yang

ditentukan dalam SSKK, dan dihadiri oleh Pejabat Penandatangan Kontrakdan/atau pihak lain yang terkait. Penyedia berkewajiban untuk memberikan akses kepada Pejabat Penandatangan Kontrakdan/atau pihak lain yang terkait tanpa biaya. Jika pemeriksaan dan/ataupengujian dilakukan di luar Tempat Tujuan Akhir maka semua biaya kehadiran Pejabat Penandatangan Kontrakdan/atau pihak lain yang terkait merupakan tanggungan Pejabat Penandatangan Kontrak

. 24.6 Jika hasil pemeriksaan dan/atau pengujian tidak sesuai

dengan jenis dan mutu Barang yang ditetapkan dalam Kontrak, Pejabat Penandatangan Kontrak berhak untuk menolak Barang tersebut dan Penyedia atas biaya sendiri berkewajiban untuk memperbaiki atau mengganti Barang tersebut.

24.7 Atas pelaksanaan pemeriksaan dan/atau pengujian yang

terpisah dari serah terima Barang, Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait membuat berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dan/atau pihak lain yang terkait dan Penyedia.

25. Uji Coba 25.1 Setelah barang dikirim, barang diuji-coba oleh Penyedia disaksikan oleh Pejabat Penandatangan Kontrakdan/atau pihak lain yang terkait.

25.2 Hasil uji coba dituangkan dalam berita acara.

25.3 Apabila hasil uji coba tidak sesuai dengan spesifikasi yang

ditentukan dalam Kontrak, maka Penyedia memperbaiki atau mengganti barang tersebut dengan biaya sepenuhnya ditanggung Penyedia.

Page 149: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

145

26. Waktu Penyelesaian Pekerjaan

26.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal, Penyedia berkewajiban menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal penyelesaian yang ditetapkan dalam SSKK pada klausul 13.2

26.2 Jika pekerjaan tidak selesai pada tanggal penyelesaian bukan

akibat Keadaan Kahar atau bukan Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian Penyedia maka Penyedia dikenakan denda keterlambatan.

26.3 Tanggal penyelesaian yang dimaksud dalam klausul ini adalah

tanggal penyelesaian semua pekerjaan.

27. Peristiwa Kompensasi

Peristiwa kompensasi dapat diberikan kepada Penyedia dalam hal sebagai berikut: a. Pejabat Penandatangan Kontrakmengubah jadwal yang

dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan; b. keterlambatan pembayaran kepada Penyedia; c. Pejabat Penandatangan Kontrakmenginstruksikan kepada pihak

Penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan;

d. Pejabat Penandatangan kontrak tidak memberikan gambar-gambar, spefikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan;

e. Penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal dalam kontrak; f. Pejabat Penandatangan Kontrakmemerintahkan

penundaaan pelaksanaan pekerjaan; atau g. ketentuan lain yang diatur dalam SSKK.

28.Perpanjangan

Waktu 28.1 Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian

pekerjaan akan melampaui tanggal penyelesaian maka Penyedia berhak untuk meminta perpanjangan tanggal penyelesaian berdasarkan data penunjang. Pejabat Penandatangan Kontrak dapat meminta pertimbangan Pengawas Pekerjaan (apabila ada) dalam memutuskan perpanjangan Tanggal Penyelesaian Pekerjaan.

Page 150: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

146

28.2 JikaPeristiwa Kompensasi mengakibatkan keterlambatan

penyelesaian pekerjaan maka Pejabat Penandatangan Kontrak berkewajiban untuk memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.

28.3 Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan dapat diberikan

jika berdasarkan data penunjang dapat dibuktikan dibutuhkanpenambahan waktu penyelesaian pekerjaan.

28.4 Penyedia tidak berhak atas perpanjangan waktu penyelesaian

pekerjaan jika Penyedia gagal atau lalai untuk memberikan pemberitahuan dinidalam mengantisipasi/mengatasi dampak Kompensasi.

28.5 Pejabat Penandatangan Kontrakmenetapkan ada tidaknya perpanjangan waktu dan untuk berapa lama, paling lambat dalam jangka waktu sebagaimana diatur dalam SSKK setelah Penyedia meminta perpanjangan.

28.6 Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui

adendum/perubahan Kontrak.

29. Pemberian Kesempatan

29.1 Dalam hal Penyedia gagal menyelesaikan pekerjaan sampai masa pelaksanaan Kontrak berakhir, namun Pejabat Penandatangan Kontrak menilai bahwa Penyedia mampu menyelesaikan pekerjaan, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memberikan kesempatan kepada Penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan.

29.2 Pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk

menyelesaikan pekerjaan sebagaimana dimaksud pada klausul 29.1, dimuat dalam adendum/perubahan Kontrak yang didalamnyamengatur waktu penyelesaian pekerjaan, pengenaansanksi denda keterlambatan kepada Penyedia, danperpanjangan Jaminan Pelaksanaan.

29.3 Jangka waktu pemberian kesempatan kepada Penyedia untuk

menyelesaikan pekerjaan diatur dalam SSKK.

Page 151: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

147

C. PENYELESAIAN KONTRAK

30. Serah Terima Barang

30.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen), Penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada Pejabat Penandatangan Kontrak untuk serah terima barang.

30.2 Serah terima Barang dilakukan di tempat sebagaimana

ditetapkan dalam SSKK.

30.3 Sebelum dilakukan serah terima, Pejabat Penandatangan Kontrak melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan, yang dapat dibantu oleh Pengawas Pekerjaan, dan/atau tim teknis.

30.4 Pemeriksaan barang dilakukan dengan menilai kesesuaian

barang yang diserahterimakan yang tercantum dalam Kontrak.

30.5 Pejabat Penandatangan Kontrak berkewajiban untuk memeriksa kebenaran dokumen yang berisi identitas Barang dan membandingkan kesesuaiannya dengan Kontrak.

30.6 Pejabat Penandatangan Kontrak menolak serah terima Barang

jika hasil pemeriksaan pekerjaan tidak sesuai dengan Kontrak.

30.7 Atas pelaksanaan serah terima Barang, Pejabat

Penandatangan Kontrak membuat Berita Acara Serah Terima (BAST) yang ditandatangani bersama dengan Penyedia.

30.8 Dalam hal Pejabat Penandatangan Kontrak menolak serah

terima barang maka dibuat Berita Acara Penolakan Serah Terima dan segera memerintahkan kepada Penyedia untuk memperbaiki, mengganti, dan/atau melengkapi kekurangan pekerjaan.

30.9 Jika pengoperasian Barang memerlukan keahlian khusus

maka sebelum pelaksanaan serah terimaBarang Penyedia berkewajiban untuk melakukan pelatihan (jika dicantumkan dalam kontrak). Biaya pelatihan termasuk dalam Nilai Kontrak.

30.10 Pejabat Penandatangan Kontrak menerima Barang setelah:

a. seluruh Barang yang diserahterimakan sesuai dengan Kontrak; dan

b. Penyedia menyerahkan sertifikat garansi kepadaPejabat Penandatangan Kontrak (apabila diperlukan).

30.11 Jika Barang yang diserahterimakan terlambat melewati batas

waktu akhir kontrak karena kesalahan atau kelalaian Penyedia atau bukan akibat Keadaan Kaharmaka Penyedia dikenakan denda keterlambatan.

Page 152: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

148

31. Jaminan bebas Cacat Mutu/ Garansi

31.1 Penyedia dengan jaminan pabrikan dari produsen pabrikan (jika ada) berkewajiban untuk menjamin bahwa selama penggunaan secara wajar, Barang tidak mengandung cacat mutu yang disebabkan oleh tindakan atau kelalaian Penyedia, atau cacat mutu akibat desain, bahan, dan cara kerja.

31.2 Jaminan bebas cacat mutu/garansi ini berlaku selama masa

garansi berlaku.

31.3 Pejabat Penandatangan Kontrak menyampaikan pemberitahuan cacat mutu kepada Penyedia segera setelah ditemukan cacat mutu tersebut selama selama masa garansi berlaku.

31.4 Terhadap pemberitahuan cacat mutu oleh Pejabat

Penandatangan Kontrak, Penyedia berkewajiban untuk memperbaiki, mengganti, dan/atau melengkapi Barang dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan tersebut.

31.5 Jika Penyedia tidak memperbaiki, mengganti, dan/atau

melengkapi Barang akibat cacat mutu dalam jangka waktu yang ditentukan maka Pejabat Penandatangan Kontrakakan menghitung biaya perbaikan yang diperlukan, dan Pejabat Penandatangan Kontraksecara langsung atau melalui pihak lain yang ditunjuk oleh Pejabat Penandatangan Kontrakakan melakukan perbaikan, penggantian, dan/atau melengkapi barang tersebut. Penyedia berkewajiban untuk membayar biaya untuk memperbaiki, mengganti, dan/atau melengkapi barang tersebut sesuai dengan klaim yang diajukan secara tertulis oleh Pejabat Penandatangan Kontrak. Biaya tersebut dapat dipotong oleh Pejabat Penandatangan Kontrakdari nilai tagihan atau jaminan pelaksanaan Penyedia.

31.6 Terlepas dari kewajiban penggantian biaya, Penyedia yang

lalai memperbaiki cacat mutu dikenakan Sanksi Daftar Hitam.

32. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan

32.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada Pejabat Penandatangan Kontraktentang pedoman pengoperasian dan perawatan sebelum serah terima Barang.

32.2 Apabila Penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian

dan perawatan, Pejabat Penandatangan Kontrak berhak menahan pembayaran sebesar 5% (lima per seratus) dari nilai kontrak.

Page 153: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

149

D. PERUBAHAN KONTRAK

33. Perubahan Kontrak

33.1 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum/perubahan Kontrak.

33.2 Adendum/perubahan Kontrak dapat dilaksanakan dalam hal terdapat perbedaan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan/atau spesifikasi teknis yang ditentukan dalam dokumen Kontrak dan disetujui oleh para pihak, meliputi: a. menambah atau mengurangi volume yang tercantum

dalam Kontrak; b. menambah dan/atau mengurangi jenis kegiatan; c. mengubah spesifikasi teknis sesuai dengan kondisi

lapangan; dan/atau d. mengubah jadwal pelaksanaan.

33.3 Selain adendum/perubahan Kontrak yang diatur pada klausul 33.2, addendum/perubahan Kontrak dapat dilakukan untuk hal-hal yang disebabkan masalah administrasi, antara lain pergantian Pejabat Penandatangan Kontrak, perubahan rekening Penyedia, dan sebagainya.

33.4 Pekerjaan tambah paling tinggi 10% (sepuluh persen) dari nilai Kontrak awal dan harus mempertimbangkan tersedianya anggaran.

33.5 Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh Pejabat Penandatangan Kontrak secara tertulis kepada Penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Kontrak awal.

33.6 Hasil negosiasi teknis dan harga tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum/perubahan Kontrak.

33.7 Perubahan jadwal dalam hal terjadi perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut: a. perisiwa kompensasi; dan/atau b. Keadaan Kahar.

33.8 Dalam hal keadaan kahar waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan waktu terhentinya pelaksanaanKontrak akibat Keadaan Kahar.

33.9 Dalam hal peristiwa kompensasi, waktu penyelesaian

pekerjaan dapat diperpanjang paling lama sama dengan waktu terhentinya/terlambatnya pelaksanaan kontrak akibat peristiwa kompensasi.

33.10 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat menyetujui secara

tertulis perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan penelitian terhadap usulan yang diajukan oleh Penyedia.

33.11 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat menugaskan pengawas

pekerjaan dan/atau tim teknis untuk meneliti kelayakan/kewajaran perpanjangan waktu pelaksanaan.

33.12 Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan Kontrak

dituangkan dalam adendum/perubahan Kontrak.

Page 154: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

150

34. Keadaan Kahar

34.1 Yang dimaksud Keadaan Kahar dalam Kontrak ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.

34.2 Yang termasuk Keadaan Kahar tidak terbatas pada: a. Bencana alam; b. Bencana non alam; c. Bencana sosial; d. Pemogokan; e. Kebakaran; f. Kondisi cuaca ekstrim; dan/atau g. Gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan

melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait.

34.3 Apabila terjadi Keadaan Kahar, maka Penyedia memberitahukan kepada Pejabat Penandatangan Kontrakpaling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak menyadari atau seharusnya menyadari atas kejadianatau Keadaan Kahar, dengan menyertakan bukti.

34.4 Tidak termasukKeadaan Kahar adalah hal-hal yang merugikan

akibat perbuatan atau kelalaian Para Pihak. 34.5 Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan

dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan: a. Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai

dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai setelah dilakukan pemeriksaan bersama atau berdasarkan audit.

b. Jika selama masa Keadaan Kahar Pejabat Penandatangan Kontrak memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk sedapat mungkin meneruskan pekerjaan maka Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam situasi demikian. Penggantian biaya ini harus diatur dalam adendum/perubahan Kontrak.

34.6 Kegagalan salah satu Pihak untuk memenuhi kewajibannya yang ditentukan dalam Kontrak bukan merupakan cidera janji atau wanprestasi jika kegagalan tersebut diakibatkan oleh Keadaan Kahar, dan Pihak yang ditimpa Keadaan Kahar: a. telah mengambil semua tindakan yang sepatutnya untuk

memenuhi kewajiban dalam Kontrak; dan b. telah memberitahukan secara tertulis kepada Pihak

lainnya dalam Kontrak selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak menyadari atas kejadianatau Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan terjadinya peristiwa yang menyebabkanterhentinya/terlambatnyapelaksanaan kontrak.

34.7 Keterlambatan pengadaan akibat Keadaan Kahar tidak dikenakan sanksi.

34.8 Penghentian Kontrak karena keadaan kahar dituangkan secara tertulis oleh Pejabat Penandatangan Kontrak dengan disertai alasan penghentian pekerjaan.

Page 155: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

151

34.9 PenghentianKontrak karena kedaan kahar dapat bersifat:

a. sementara hingga Keadaan Kahar berakhir; atau b. permanen apabila akibat keadaan kahar tidak

memungkinkan dilanjutkan/diselesaikannya pekerjaan.

34.10 Penghentian pekerjaan akibat keadaan kahartetap mempertimbangkan efektifitas pekerjaan dan tahun anggaran.

E. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK

35. Penghentian Kontrak

Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena terjadi Keadaan Kahar sebagaimana dimaksud pada klausul 34.

36. Pemutusan kontrak

36.1 Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh Pejabat Penandatangan Kontrak atau Penyedia.

36.2 Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memutuskan kontrak

secara sepihak apabila Penyedia tidak memenuhi kewajibannnya sesuai ketentuan dalam kontrak.

36.3 Penyedia dapat memutuskan kontrak secara sepihak apabila Pejabat Penandatangan Kontrak tidak memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan dalam kontrak.

36.4 Pemutusan kontrak dilakukan sekurang-kurangnya 14 (empat belas) hari setelah Pejabat Penandatangan Kontrak/Penyedia menyampaikan pemberitahuan rencana Pemutusan Kontrak secara tertulis kepada Penyedia/Pejabat Penandatangan Kontrak.

Page 156: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

152

37. Pemutusan Kontrak oleh Pejabat Penandatangan Kontrak

37.1 Dengan mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memutuskan Kontrak ini melalui pemberitahuan tertulis kepada Penyedia setelah terjadinya hal-hal sebagai berikut: a. Penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau

pemalsuan dalam proses pengadaan yang diputuskan oleh Instansi yang berwenang;

b. Pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dinyatakan benar oleh Instansi yang berwenang;

c. Penyedia berada dalam keadaan pailit; d. Penyedia terbukti dikenakan Sanksi Daftar Hitam sebelum

penandatangan Kontrak; e. Penyedia gagal memperbaiki kinerja setelah mendapat Surat

Peringatan sebanyak 3 (tiga) kali; f. Penyedia tidak mempertahankan berlakunya Jaminan

Pelaksanaan; g. Penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya

dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

h. berdasarkan penelitian Pejabat Penandatangan Kontrak, Penyedia tidak akan mampu menyelesaikan keseluruhan pekerjaan walaupun diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan selama jangka waktu yang diatur dalam klausul 29.3 SSKK;

i. setelah diberikan kesempatan menyelesaikan pekerjaan selama jangka waktu yang diatur dalam klausul 29.3 SSKK, Penyedia tidak dapat menyelesaikan pekerjaan; atau

j. Penyedia menghentikan pekerjaan melebihi waktu yang ditentukan dalam SSKK dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan pengawas pekerjaan (apabila ada).

37.2 Dalam hal terjadi pemutusan Kontrak sebagaimana dimaksud

pada klausul 37.1, maka:

a. Jaminan Pelaksanaan dicairkan; b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh Penyedia atau

Jaminan Uang Muka dicairkan (apabila diberikan); dan c. Penyedia dikenakan sanksi Daftar Hitam.

37.3 Pejabat Penandatangan Kontrak membayar kepada Penyedia

sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan yang telah diterima oleh Pejabat Penandatangan Kontraks ampai dengan tanggal berlakunya pemutusan kontrak dikurangi denda yang harus dibayar Penyedia (apabila ada), serta Penyedia menyerahkan semua hasil pekerjaan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak dan selanjutnya menjadi milik Pejabat Penandatangan Kontrak.

Page 157: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

153

38. Pemutusan Kontrak oleh Penyedia

38.1 Dengan mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Penyedia dapat memutuskan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis kepada Pejabat Penandatangan Kontrakapabila:

a. Pejabat Penandatangan Kontrakmemerintahkan Penyedia secara tertulis untuk menunda pelaksanaan pekerjaan atau kelanjutan pekerjaan, dan perintah tersebut tidak ditarik selama waktu yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK;

b. Pejabat Penandatangan Kontraktidak menerbitkan surat perintah pembayaran untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan jangka waktu yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK.

38.2 Dalam hal pemutusan Kontrak maka Pejabat Penandatangan

Kontrakmembayar kepada Penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah diterima oleh Pejabat Penandatangan Kontraksampai dengan tanggal berlakunya pemutusan kontrak dikurangi denda keterlambatan yang harus dibayar Penyedia (apabila ada), serta Penyedia menyerahkan semua hasil pekerjaan kepada Pejabat Penandatangan Kontrakdan selanjutnya menjadi milik Pejabat Penandatangan Kontrak.

39. Berakhirnya Kontrak

39.1 Kontrak berakhir apabila pekerjaan telah selesai dan hak dan kewajiban para pihak yang terdapat dalam Kontrak sudah terpenuhi.

39.2 Terpenuhinya hak dan kewajiban para pihak sebagaimana

dimaksud pada klausul 39.1 adalah terkait dengan pembayaran yang seharusnya dilakukan akibat dari pelaksanaan kontrak.

Page 158: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

154

F. PEJABAT PENANDATANGAN KONTRAK

40. Hak dan Kewajiban Pejabat Penandatangan Kontrak

40.1 Pejabat Penandatangan Kontrak mempunyai hak: a. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan

oleh penyedia; b. meminta laporan-laporan yang tercantum di dalam

kontrak mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia;

c. menerima hasil pengadaan barang sesuai dengan spesifikasi dan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak;

d. mengenakan sanksi kepada penyedia; e. memberikan instruksi; f. mengusulkan penetapan sanksi daftar hitam (apabila ada); g. menyetujui adendum/perubahan kontrak; h. menerima jaminan uang muka, jaminan pelaksanaan,

dan garansi (apabila ada); dan/atau i. menilai kinerja Penyedia.

40.2 Pejabat Penandatangan Kontrak mempunyai kewajiban :

a. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak dan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan kepada Penyedia; dan

b. membayar uang muka; c. membayar penyesuaian harga; d. membayar ganti rugikarena kesalahanyang dilakukan

Pejabat Penandatangan Kontrak; dan e. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau

kemudahan lainnya untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sebagaimana yang tercantum dalam SSKK.

Page 159: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

155

G. PENYEDIA

41. Hak dan Kewajiban Penyedia

41.1 Penyedia mempunyai Hak: a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pengadaan

Barang sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam Kontrak; dan

b. memperoleh fasilitas dari Pejabat Penandatangan Kontrakuntuk kelancaran pelaksanaan pengadaan Barang sesuai ketentuan Kontrak.

41.2 Penyedia mempunyai Kewajiban:

a. melaporkan pelaksanaan pengadaan Barang secara periodik kepada Pejabat Penandatangan Kontrak;

b. melaksanakan dan menyelesaikan pengadaan Barang sesuai dengan jadwal pelaksanaan pengadaan Barang yang telah ditetapkan dalam kontrak;

c. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh tanggung jawab berdasarkan ketentuan dalam kontrak;

d. memberikan keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan Pejabat Penandatangan Kontrak;

e. menyerahkan hasil pengadaan Barang sesuai dengan jadwal dan tempat penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak;

f. mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia; dan

g. menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest).

42. Tanggung Jawab

Penyediabertanggungjawab/berkewajiban untuk menyerahkan Barang sesuai dengan kualitas barang, ketepatan volume, ketepatan waktu pelaksanaan/penyerahan dan ketepatan tempat Pengiriman/penyerahan Barang.

43. Penggunaan Dokumen Kontrak dan Informasi

Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak untuk kepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknis, dan/atau gambar-gambar, kecuali dengan izin tertulis dari Pejabat Penandatangan Kontrak.

44. Hak Atas

Kekayaan Intelektual

Penyedia berkewajiban untuk melindungi Pejabat Penandatangan Kontrak dari segala tuntutan atau klaim dari pihak lain atas pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual.

45.Penanggungan dan Risiko

45.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas Pejabat Penandatangan Kontrak beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap Pejabat Penandatangan Kontrak beserta instansinya (kecuali

Page 160: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

156

kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan

kesalahan atau kelalaian berat Pejabat Penandatangan Kontrak) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak tanggal SPP ditandatangani oleh Penyedia sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara serah terima: a. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda

Penyedia, SubPenyedia (jika ada), dan Personel; b. cidera tubuh, sakit atau kematian Personel; dan/atau c. kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera

tubuh, sakit atau kematian pihak lain.

55.2 Terhitung sejak tanggal SPPsampai dengan tanggal penandatanganan berita acara serah terima, semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan, Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko Penyedia, kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian Pejabat Penandatangan Kontrak.

55.3 Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh Penyedia tidak

membatasi kewajiban penanggungan dalam syarat ini.

55.4 Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan yang terjadi sejak tanggal SPP ditandatangani oleh Penyedia sampai batas akhir garansi sebagaimana diatur di dalam SSKK atau dimulainya masa berlaku garansi, harus diperbaiki,diganti, dan/atau dilengkapi oleh Penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian Penyedia.

46. Perlindungan

Tenaga Kerja (apabila diperlukan)

46.1 Penyedia dan Sub Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri

untuk mengikutsertakan Personelnya pada program jaminan sosial kesehatan dan jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

46.2 Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan

Personelnya untuk mematuhi ketentuan mengenai keselamatan kerja sebagaimana diatur peraturan perundang-undangan.

46.3 Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk menyediakan

kepada setiap Personelnya (termasuk Personel SubPenyedia, jika ada) perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan memadai.

46.4 Tanpa mengurangi kewajiban Penyedia untuk melaporkan

kecelakaan berdasarkan hukum yang berlaku, Penyedia melaporkan kepada Pejabat Penandatangan Kontrakmengenai setiap kecelakaan yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah kejadian.

Page 161: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

157

47. Pemeliharaan Lingkungan

Penyedia berkewajiban mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak lain dan harta bendanya sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini.

48. Asuransi Khusus dan Pihak Ketiga

48.1 Apabila dipersyaratkan dalam SSKK, Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPP sampai dengan tanggal selesainya pekerjaan untuk: a. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko

tinggi terjadinya kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan, serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan, atas segala risiko terhadap kecelakaan, kerusakan, kehilangan, serta risiko lain yang tidak dapat diduga; dan

b. pihak lain sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya. 48.2 Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan

termasuk dalam nilai kontrak.

49. Tindakan Penyedia yang mensyaratkan Persetujuan Pejabat Penandatangan Kontrak

Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis Pejabat Penandatangan Kontrak sebelum melakukan tindakan-tindakan berikut: a. mensubkontrakkan sebagian pengadaan Barang; dan/atau b. tindakan lain yang diatur dalam SSKK.

50. Kerjasama Penyedia dengan Usaha Kecil Sebagai SubPenyedia

50.1 Penyedia dapat bekerjasama dengan usaha kecil dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama.

50.2 Bagian Pekerjaan yang wajib disubkontrakan oleh Penyedia

kepada usaha kecil sebagai subPenyedia diatur di dalam SSKK.

50.3 Dalam kerjasama diatas, Penyedia bertangung jawab penuh

atas keseluruhan pekerjaan tersebut.

50.4 Penyedia membuat laporan pelaksanaan subkontrak.

Page 162: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

158

51. Penggunaan lokasi kerja (apabila ada)

Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan menggunakan lokasi kerja bersama-sama dengan Penyedia yang lain (jika ada) dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan atas lokasi kerja. Jika dipandang perlu, Pejabat Penandatangan Kontrakdapat memberikan jadwal kerja Penyedia yang lain di lokasi kerja.

52. Keselamatan Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan semua pihak di lokasi kerja (apabila ada).

53. Sanksi Finansial

53.1 Sanksi finansial bagi Penyedia dapat berupa sanksi ganti rugi, denda keterlambatan atau pencairan jaminan.

53.2 Sanksi ganti rugi bagi Penyediadikenakan apabilajaminan

tidak dapat dicairkan, kesalahan dalam perhitungan volume pekerjaan berdasarkan hasil audit, menyerahkan barang/jasa yang kualitasnya tidak sesuai dengan Kontrak berdasarkan hasil audit. Besarnya sanksi ganti rugi adalah sebesar nilai kerugian yang ditimbulkan.

53.3 Sanksi denda keterlambatan bagi Penyedia dikenakan apabila

terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan dengan cara memotong pembayaran prestasi pekerjaan Penyedia. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual Penyedia.

53.4 Sanksi pencairan jaminan pelaksanaan, pelunasan uang muka

atau pencairan jaminan uang muka (apabila diberikan uang muka)bagi Penyedia dikenakan apabila Penyedia tidak menyelesaikan pekerjaan setelah berakhirnya masa pelaksanaan pekerjaan atau dilakukan pemutusan kontrak.

54. Jaminan 54.1 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada Pejabat Penandatangan Kontrak sebelum penandatanganan kontrak.

54.2 Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan, sekurang-kurangnya

sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima barang.

Page 163: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

159

54.3 Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan

dinyatakan selesai 100% (seratus persen) dan setelah menyerahkan sertifikat garansi.

54.4 Jaminan Uang Muka diberikan kepada Pejabat

Penandatangan Kontrakapabila Penyedia menerima uang muka dan diserahkan sebelum pengambilan uang muka.

54.5 Nilai Jaminan Uang Muka sama dengan besarnya uang muka

yang diterima oleh Penyedia.

54.6 Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan sisa uang muka yang diterima.

54.7 Masa berlaku Jaminan Uang Muka sekurang-kurangnya sejak

tanggal persetujuan pemberian uang muka sampai dengan tanggal serah terima barang.

54.8 Besarnya jaminan, bentuk dan masa berlaku jaminan-jaminan

tersebut di atas disesuaikan dengan ketentuan dalam Dokumen Pemilihan.

55. Laporan Hasil Pekerjaan

55.1 Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan Kontrak untuk menetapkan volume pekerjaan atas kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan.

55.2 Untuk kepentingan pengawasan dan pengendalian, dibuat

laporan realisasi mengenai seluruh aktivitas pekerjaan.

55.3 Laporan dibuat oleh Penyedia, apabila diperlukan pemeriksaan dilakukan oleh unsur pengawas (apabila ada) dan disetujui oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.

56. Kepemilikan Dokumen

56.1 Semua rancangan, gambar, spesifikasi, desain, laporan, dan dokumen- dokumen lain yang dipersiapkan oleh Penyedia berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan milik Pejabat Penandatangan Kontrak.

56.2 Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan semua dokumen

beserta daftar rinciannya kepada Pejabat Penandatangan Kontrak paling lambat pada saat serah terima Barang atau waktu pemutusan Kontrak.

56.3 Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap

dokumen tersebut di atas dengan batasan penggunaanyang diatur dalam SSKK.

Page 164: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

160

57. Personel dan/atau Peralatan

57.1 Personel dan/atau peralatan yang ditempatkan harus sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Penawaran.

57.2 Penggantian Personel tidak boleh dilakukan kecuali atas

persetujuan tertulis Pejabat Penandatangan Kontrak.

57.3 Penggantian Personel dilakukan oleh Penyedia dengan mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada Pejabat Penandatangan Kontrakbeserta alasan penggantian.

57.4 Pejabat Penandatangan Kontrakdapat menilai dan menyetujui

penempatan/penggantian Personel menurut kualifikasi yang dibutuhkan.

57.5 Pejabat Penandatangan Kontrakdapat meminta pergantian

Personel apabila menilai bahwa Personel: a. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan

dengan baik;

57.6

57.7

b. berkelakuan tidak baik; atau c. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya.

Jika penggantian Personel perlu dilakukan, maka Penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dengan kualifikasi yang setara atau lebih baik dari Personel yang digantikan tanpa biaya tambahan apapun dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak diminta oleh Pejabat Penandatangan Kontrak.

Personel berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan pekerjaannya.

H. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA

58.

Nilai Kontrak

58.1 Pejabat Penandatangan Kontrakmembayar kepada Penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak sebesar nilai kontrak atau berdasarkan hasil perhitungan akhir.

58.2 Untuk Kontrak Harga Satuan atau item pekerjaan dengan harga satuan pada Kontrak Gabungan Lumsum dan Harga Satuan, rincian nilai kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga.

Page 165: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

161

59.

Pembayaran 59.1 Uang muka a. Uang Muka dapat diberikan kepada Penyedia sesuai

ketentuan dalam SSKK untuk: 1) Mobilisasi barang/bahan/material/peralatan dan

tenaga kerja; 2) pembayaran uang tanda jadi kepada

pemasok barang/bahan/material/peralatan; dan/atau 3) pekerjaan teknis yang diperlukan untuk

persiapan pelaksanaan pekerjaan. b. besaran uang muka ditentukan dalam SSKK dan dibayar

setelah Penyedia menyerahkan Jaminan Uang Muka senilai uang muka yang diberikan;

c. dalam hal Pejabat Penandatangan Kontrak menyediakan uang muka maka Penyedia harus mengajukan permohonan pengambilan uang muka secara tertulis kepadaPejabat Penandatangan Kontrak disertai dengan rencana penggunaan uang muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak dan rencana pengembaliannya;

d. Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh bank umum, perusahaan penjaminan, Perusahaan Asuransi atau lembaga keuangan khusus yang menjalankan usaha di bidang pembiayaan, penjaminan, dan asuransi untuk mendorong ekspor Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lembaga pembiayaan ekspor Indonesia yang memiliki izin untuk menjual produk jaminan (suretyship) ditetapkan oleh lembaga yang berwenang;

e. pengembalian uang muka dapat dilakukan dengan diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan atau sesuai kesepakatan yang diatur dalam kontrak dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus persen).

Prestasi pekerjaan a. pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan, sistem

termin atau pembayaran secara sekaligus sesuai yang ditetapkan dalam SSKK.

59.2

Page 166: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

162

59.3

b. pembayaran prestasi hasil pekerjaan dilakukan

dengan ketentuan: 1) Penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan

kemajuan hasil pekerjaan; 2) Pengecualian untuk:

a) Pengadaan Barang/Jasa yang karena sifatnya dibayar terlebih dahulu sebelum Barang/Jasa diterima;

b) pembayaran bahan/material dan/atau peralatan yang menjadi bagian dari hasil pekerjaan yang akan diserahterimakan yang telah berada dilokasi pekerjaan dan dicantumkan dalam kontrak namun belum terpasang; atau

c) pembayaran pekerjaan yang belum selesai 100% (seratus persen) pada saat batas akhir pengajuan pembayaran dengan menyerahkan jaminan atas pembayaran.

pembayaran dapat dilakukan sebelum prestasi pekerjaan diterima/terpasang.

3) pembayaran dipotong angsuran uang muka, denda (apabila ada) dan pajak; dan

4) untuk kontrak yang mempunyai subkontrak, permintaan pembayaran dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh subPenyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan.

c. Penyelesaian pembayaran hanya dapat dilaksanakan setelah barang dinyatakan diterima sesuai dengan berita acara serah terima barang dan bilamana dipersyaratkan dilengkapi dengan berita acara hasil uji coba.

d. Pembayaran dengan Letter of Credit (L/C) mengikuti ketentuan umum yang berlaku di bidang perdagangan.

Sanksi Finansial Sanksi Finansial dapat berupa sanksi ganti rugi atau denda keterlambatan. a. Ganti Rugi

Sanksi ganti rugi bagi Penyedia apabila terbukti jaminan tidak bisa dicairkan, terjadi kesalahan dalam perhitungan volume pekerjaan berdasarkan hasil audit, menyerahkan barang/jasa yang kualitasnya tidak sesuai dengan Kontrak berdasarkan hasil audit. Besarnya sanksi ganti rugi adalah sebesar nilai kerugian yang ditimbulkan sebagaimana ditentukan dalam SSKK.

b. Denda keterlambatan besarnya denda yang dikenakan kepada Penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan adalah sebagaimana yang ditetapkan di dalam SSKK.

Page 167: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

163

60. Perhitungan Akhir

60.1

60.2

Untuk Kontrak Harga Satuan atau item pekerjaan dengan harga satuan pada Kontrak Gabungan Lumsum dan Harga Satuan, perhitungan akhir nilai pekerjaan, berdasarkan volume pekerjaan yang telah diselesaikan 100% (seratus persen) dan dituangkan dalam Adendum Kontrak (apabila ada).

Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dan Berita Acara Serah Terima telah ditandatangani oleh kedua belah Pihak.

61. Penangguhan Pembayaran

61.1

61.2

61.3

61.4

Pejabat Penandatangan Kontrak dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi pekerjaan Penyedia jika Penyedia gagal atau lalai memenuhi kewajibannya.

Pejabat Penandatangan Kontrak secara tertulis memberitahukan kepada Penyedia tentang penangguhan hak pembayaran, disertai alasan-alasan yang jelas mengenai penangguhan tersebut. Penyedia diberi kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu.

Pembayaran yang ditangguhkan disesuaikan dengan proporsi kegagalan atau kelalaian Penyedia.

Jika dipandang perlu oleh Pejabat Penandatangan Kontrak, penangguhan pembayaran akibat keterlambatan penyerahan pekerjaan dapat dilakukan bersamaan dengan pengenaan denda kepada Penyedia.

Page 168: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

164

62. Penyesuaian Harga

62.1 Pemberlakuan Penyesuaian harga pada Kontrak sebagaimana diatur di dalam SSKK.

62.2 Penyesuaian Harga diberlakukan terhadap Kontrak Tahun

Jamak yang berbentuk Kontrak Harga Satuan atau item pekerjaan dengan harga satuan pada Kontrak Gabungan Lumsum dan Harga Satuan yang masa pelaksanaannya lebih dari 18 (delapan belas) bulan.

62.3 Penyesuaian Harga diberlakukan mulai dari bulan ke-13 (tiga

belas) sejak pelaksanaan pekerjaan.

62.4 Penyesuaian Harga Satuan berlaku bagi seluruh kegiatan/mata pembayaran, kecuali komponen keuntungan, biaya tidak langsung (overhead cost) dan harga satuan timpang sebagaimana tercantum dalam penawaran.

62.5 Penyesuaian Harga Satuan diberlakukan sesuai dengan

jadwal pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak awal/Adendum Kontrak.

62.6 Penyesuaian Harga Satuan bagi komponen pekerjaan yang

berasal dari luar negeri, menggunakan indeks penyesuaian harga dari negara asal barang tersebut.

62.7 Jenis pekerjaan baru dengan Harga Satuan baru sebagai

akibat adanya Adendum Kontrak dapat diberikan penyesuaian harga mulai bulan ke- 13 (tiga belas) sejak Adendum Kontrak tersebut ditandatangani.

62.8 Indeks yang digunakan dalam hal pelaksanaan kontrak

terlambat disebabkan oleh kesalahan Penyedia adalah indeks harga terendah antara jadwal kontrak dan realisasi pekerjaan.

62.9 Penyesuaian Harga Satuan, ditetapkan dengan rumus sebagai

berikut:

𝐻 = 𝐻 (𝑎 + 𝑏. 𝐵𝑛 + 𝑐. 𝐶𝑛 + 𝑑. 𝐷𝑛 + ⋯ )

𝑛 0 𝐵0 𝐶0 𝐷0

Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan dilaksanakan; H0 = Harga Satuan pada saat harga penawaran; a = Koefisien tetap yang terdiri atas keuntungan dan overhead;

Dalam hal penawaran tidak mencantumkan besaran komponen keuntungan dan overhead maka a = 0,15.

b, c, d = Koefisien komponen kontrak seperti tenaga kerja, bahan, alat kerja, dsb; Penjumlahana+b+c+d+....dst adalah 1,00.

B0, C0, D0 = Indeks harga komponen pada bulan penyampaian penawaran.

Page 169: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

165

Bn, Cn, Dn = Indeks harga komponen pada saat pekerjaan dilaksanakan.

62.10 Koefisien komponen kontrak berdasarkan koefisien yang

digunakan dalam analisis harga satuan penawaran.

62.11 Indeks harga yang digunakan bersumber dari penerbitan BPS.

62.12 Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam penerbitan BPS, digunakan indeks harga yang dikeluarkan oleh instansi teknis.

62.13 Rumusan penyesuaian nilai kontrak ditetapkan sebagai berikut:

𝑃𝑛 = (𝐻𝑛1 𝑥 𝑉1) + (𝐻𝑛2 𝑥 𝑉2) + (𝐻𝑛3 𝑥 𝑉3) + ⋯

Pn = Nilai Kontrak setelah dilakukan penyesuaian Harga Satuan; Hn = Harga Satuan baru setiap jenis komponen pekerjaan

setelah dilakukan penyesuaian harga menggunakan rumusan penyesuaian Harga Satuan;

V = Volume setiap jenis komponen pekerjaan yang dilaksanakan.

62.14 Hasil perhitungan Penyesuaian Harga dituangkan dalam

Adendum Kontrak setelah dilakukan audit sesuai dengan ketentuan perundang- undangan.

I. PENGAWASAN MUTU

63. Pengawasan dan Pemeriksaan

Pejabat Penandatangan Kontrakberhakmelakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia. Apabila diperlukan, Pejabat Penandatangan Kontrakdapat memerintahkan kepada pihak lain untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia.

64. Penilaian Pekerjaan Sementara oleh Pejabat Penandatangan Kontrak

64.1 Pejabat Penandatangan Kontrakdalam masa pelaksanaan pekerjaan melakukan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia.

64.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan

kemajuan pekerjaan.

Page 170: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

166

65. Cacat Mutu Pejabat Penandatangan Kontrakatau unsur pengawas (apabila ada) memeriksa setiap hasil pekerjaan dan memberitahukan Penyedia secara tertulis atas setiap Cacat Mutu yang ditemukan. Pejabat Penandatangan Kontrakatau unsur pengawas memerintahkan Penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan Cacat Mutu, serta menguji hasil pekerjaan yang dianggap oleh Pejabat Penandatangan Kontrakatau unsur pengawas (apabila ada) mengandung Cacat Mutu. Penyedia bertanggung jawab atas perbaikan Cacat Mutu selama Masa Kontrak dan Masa Garansi.

66. Pengujian Pejabat Penandatangan Kontrakatau unsur pengawas (apabila ada)memerintahkan Penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam spesifikasi teknis dan gambar, dan apabila hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka Penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi.

67. Perbaikan Cacat Mutu

67.1 Pejabat Penandatangan Kontrakatau unsur pengawas (apabila ada) menyampaikan pemberitahuan Cacat Mutu kepada Penyedia segera setelah ditemukan Cacat Mutu tersebut. Penyedia bertanggung jawab atas Cacat Mutu selama Masa Kontrak dan Masa Garansi .

67.2 Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut, Penyedia berkewajiban untuk memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan.

67.3 Jika Penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka

waktu yang ditentukan maka: a. Pejabat Penandatangan Kontrakdapat memutus kontrak

secara sepihak dan Penyedia dikenakan sanksi sebagaimana pada klausul 37.2.; atau

b. Pejabat Penandatangan Kontrak berhak untuk secara langsung atau melalui pihak lain yang ditunjuk oleh Pejabat Penandatangan Kontrak melakukan perbaikan tersebut. Penyedia segera setelah menerima permintaan penggantian biaya/klaim dari Pejabat Penandatangan Kontrak secara tertulis berkewajiban untuk mengganti biaya perbaikan tersebut. Pejabat Penandatangan Kontrak dapat memperoleh penggantian biaya dengan memotong pembayaran atas tagihan Penyedia yang jatuh tempo (apabila ada) atau biaya penggantian diperhitungkan sebagai hutang Penyedia kepada Pejabat Penandatangan Kontrak yang telah jatuh tempo.

67.4 Pejabat Penandatangan Kontrakdapat mengenakan

Denda Keterlambatan untuk setiap keterlambatan perbaikan Cacat Mutu.

Page 171: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

167

J. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 68. Itikad Baik 68.1 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia bertindak

berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak.

68.2 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia setuju untuk

melaksanakan Kontrak dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak.

68.3 Apabila selama Kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan,

maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut.

68.4 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia berkewajiban

untuk bertindak dengan itikad baik sehubungan dengan hak-hak Pihak lain, dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan terpenuhinya tujuan Kontrak.

69. enyelesaian Perselisihan

69.1 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini secara musyawarah dan damai.

69.2 Dalam hal perselisihan tidak dapat diselesaikan secara

musyawarah dan damai, penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui mediasi, konsiliasi, arbitrase atau litigasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

69.3 Penyelesaian sengketa dapat dilakukan di layanan

penyelesaian sengketa yang diselenggarakan oleh LKPP, Lembaga Arbitrase atau Pengadilan Negeri.

69.4 Pejabat Penandatangan Kontrak dan Penyedia bersama-sama

memilih dan menetapkan tempat penyelesaian sengketa dan dicantumkan dalam SSKK.

Page 172: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

168

SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)

Klausul dalam SSUK Pengaturan dalam SSKK

4. Perbuatan yang dilarang dan Sanksi

4.3.b Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan di setor ke kas BLU

RSUP_______

6. Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut:

Satuan Kerja Pejabat Penandatangan Kontrak:

Nama :

Alamat:

Telepon :

Website :

Faksimili:

e-mail :

Penyedia :

Nama :

Alamat:

Telepon :

Website :

Faksimili:

e-mail :

7. Wakil sah para pihak

Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut:

Untuk Pejabat Penandatangan Kontrak:

Untuk Penyedia:

13. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan

13.2 Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sampai dengan tanggal

14. Pebayaran 14.1

14.2

Pembayaran dilakukan dengan cara transfer melalui ....... atas nama

..... dibebankan pada sumber dana DIPA .......1 Sub Alokasi ......... . ,

biaya transfer ke rekening penyedia menjadi tanggung jawab

penyedia.

Pembayaran dilakukan sekaligus

15. Pengiriman 15.1

Barang-barang di kirim di Gudang Instalasi......pada jam kerja melalui

Tim Pendukung PPK II

18. Inspeksi Pabrikasi 18.1 Apakah inspeksi atas proses pabrikasi diperlukan : Tidak

Page 173: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

169

19. Pengepakan 19.1 Barang dikirim ke : RSUP_______

19.2 Pengepakan, penandaan dan penyertaan dokumen dalam dan diluar paket Barang harus dilakukan sebagai berikut :

20. Pengiriman 20.1 Rincian pengiriman dan dokumen terkait lainnya yang harus

diserahkan oleh Penyedia adalah : faktur dan tanda terima barang

Dokumen tersebut diatas harus sudah diterima oleh Pejabat Penandatangan Kontrak sebelum serah terima Barang. Jika dokumen tidak diterima maka Penyedia bertanggungjawab atas setiap biaya yang diakibatkannya.

20.2 Penyedia menggunakan transportasi mobil/mobil

box untuk pengiriman barang melalui darat .

21. Asuransi 21.1 Pertanggungan asuransi terhadap barang meliputi :

21.2 Pertanggungan asuransi terhadap pengirimanmeliputi :

21.3 Penerima manfaat :

22. Transportasi 22.1 Tempat Tujuan Pengiriman : RSUP _______ 22.2 Tempat Tujuan Akhir : Gudang Instalasi Farmasi

24. Pemeriksaan

dan/atau Pengujian

24.2 Pemeriksaan dan/atau pengujian dilakukan oleh tim yang ditunjuk Pejabat Pembuat Komitmen Pemeriksaan dan pengujian disaksikan oleh penyedia.

24.3 Pemeriksaan dan/atau pengujian yang dilaksanakan meliputi: faktur barang, fisik barang, spesifikasi dan jumlah barang.

24.5 Pemeriksaan dan/atau pengujian dilaksanakan di : Instalasi Farmasi Penyedia dapat memperoleh kompensasi apabila

25. Serah Terima Barang 37. Pemutusan Kontrak

oleh Pejabat Penandatangan Kontrak

38. Pemutusan Kontrak oleh Penyedia

25.1 Serah terima dilakukan pada: Instalasi Farmasi 37.1 Batas waktu penghentian pekerjaan

Penyedia paling lama 7 (tujuh) hari kalender

38.1 a. Batas waktu penundaan

pelaksanaan pekerjaan paling lama 7 (tujuh) hari kalender.

b. Batas waktu untuk penerbitan surat perintah pembayaran paling lama 7 (tujuh) hari kalender.

Page 174: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

170

40. Hak dan

KewajibanPejabat Penandatangan Kontrak

40.2.e Pejabat Penandatangan Kontrak akan memberikan fasilitas berupa : tempat parkir di lokasi pengiriman.

45. Penanggungan dan Risiko

45.4 Apabila barang diterima dalam kondisi rusak maka penyedia berkewajiban mengganti paling lama pada hari yang sama pada jam kerja.

48. Asuransi Khusus dan Pihak Ketiga

48.1 Penyedia berkewajiban menyediakan asuransi untuk pekerja, barang atau peralatan yang berisiko tinggi terjadinya kecelakaan terkait dengan pelaksanaan pekerjaan : Ya

Penyedia berkewajiban menyediakan asuransi untuk pihak lain sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya terkait dengan pelaksanaan pekerjaan : Tidak

49. Tindakan Penyedia yang mensyaratkan Persetujuan Pejabat Penandatangan Kontrak

49.b Tindakan lain Penyedia yang harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis Pejabat Penandatangan Kontrak antara lain: 1. Apabila ada penggantian spesifikasi barang 2. Apabila ada perubahan volume barang

50. Kerjasama Penyedia dengan Usaha Kecil Sebagai SubPenyedia

50.2 Bagian Pekerjaan yang wajib dikerjasamakan dengan usaha kecil: 3. 4. 5. dst [diisi setelah proses pemilihan selesai, sesuai dengan penawaranPenyedia baik sebagian maupun seluruhnya]

Page 175: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

171

56. Kepemilikan Dokumen

56.3 Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen yang dihasilkan dari pekerjaan Barang ini dengan pembatasan sebagai berikut: untuk pengurusan asuransi, jaminan dan permodalan.

59.1.a Pekerjaan Pengadaan Barang ini dapat diberikan uang muka [Ya/Tidak]

59.1.b [jika ”YA”] Uang muka diberikan sebesar % ( persen) dari NilaiKontrak.

59.2.a Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara:

termin sesuai prestasi pekerjaan.

59.3.a Ganti rugi Besar ganti rugi akibat jaminan (jaminan pelaksanaan dan/atau jaminan uang muka) tidak bisa dicairkan: sebesarnilai jaminan pelaksanaan/uang muka yang diberikan.

59.3.b Denda Keterlambatan Apabila terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan,besarnya denda keterlambatan adalah : 1‰ (satu permil) per hari dari harga Bagian Kontrak yang tercantum dalam Kontrak; atau

62. Penyesuaian Harga

62.1 Kontrak diberlakukan penyesuaian harga :Tidak

69.Penyelesaian Perselisihan

69.4 Dalam hal terdapat sengketa antara Pejabat Penandatangan Kontrak dengan Penyedia, penyelesaian sengketa akan dilakukan melalui layanan penyelesaian sengketa yang diselenggarakan oleh LKPP.

Page 176: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

172

Kontrak Katalog Sektoral Penyediaan Geomembran/Geoisolator

Nomor: __________

KONTRAK KATALOG ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak ”) dibuat dan ditandatangani di Jakarta pada hari ______ tanggal ______ bulan ____ tahun Dua Ribu Sembilan Belas [__-__-___] antara: ………….., selaku Sekretaris Jenderal, yang bertindak untuk dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, yang berkedudukan di …………, selanjutnya disebut “PIHAK KESATU ”dan ………………, selaku DIREKTUR yang bertindak untuk dan atas nama …… berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar …………., selanjutnya disebut “PIHAK KEDUA”, Selanjutnya secara bersama-sama disebut PARA PIHAK

MENGINGAT BAHWA: (a) PIHAK KESATU telah meminta PIHAK KEDUA untuk menyediakan

Geomembran/Geoisolator sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak , Syarat-Syarat Khusus Kontrak dan Daftar Produk dan Harga yang terlampir dalam Kontrak ini;

(b) PIHAK KEDUA sebagaimana dinyatakan kepada PIHAK KESATU , memiliki keahlian profesional, personil, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk melaksanakan Penyediaan Geomembran/Geoisolator sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini;

(c) PARA PIHAK menyatakan memiliki kewenangan untuk menandatangani Kontrak ini, dan mengikat pihak yang diwakili;

(d) PARA PIHAK mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak: 1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat; 2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut; 3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini; 4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengonfirmasikan

semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait. OLEH KARENA ITU, PARA PIHAK dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-hal sebagai berikut:

1) nilai dalam Katalog Harga termasuk perhitungan biaya-biaya sebagaimana yang tercantum dalam Daftar Produk dan Harga;

2) peristilahan dan ungkapan dalam Kontrak ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Kontrak ini;

3) dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini: a. adendum Kontrak (apabila ada); dan b. Kontrak meliputi:

1) pokok perjanjian; dan 2) lampiran-lampirannya sebagai berikut:

a) Syarat-Syarat Khusus Kontrak ; b) Syarat-Syarat Umum Kontrak ; dan

LKPP
KONTRAK KATALOG SEKTORAL PENYEDIAAN GEOMEMBRAN/GEOISOLATOR
Page 177: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

173

c) Daftar Produk dan Harga.

4) Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hirarki pada angka 3 di atas.

5) Hak dan kewajiban timbal-balik PARA PIHAK dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi

khususnya: a. PIHAK KESATU mempunyai hak dan kewajiban untuk:

Hak 1) Menerima keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan

pelaksanaan yang dilakukan PIHAK KESATU . 2) Mendapatkan laporan/data yang diperlukan dalam rangka monitoring dan

evaluasi penyediaan Geomembran/Geoisolator ; dan 3) Mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA sesuai dengan peraturan perundang-

undangan dan SSUK.

Kewajiban Mempertimbangkan permintaan fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PIHAK KEDUA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak .

b. PIHAK KEDUA mempunyai hak dan kewajiban untuk:

Hak 1) Mendapat kesempatan membaca dan memahami secara penuh ketentuan

Kontrak ini; 2) Mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan

mengonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait;

3) Meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PIHAK KESATU untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak ;

4) Tidak meneruskan proses penandatanganan Surat Pesanan dalam hal Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian pada Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah tidak menindaklanjuti hasil negosiasi antara Pejabat Pemesan dengan PIHAK KEDUA selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak negosiasi dilakukan; dan

5) PIHAK KEDUA dapat melaporkan kondisi sebagaimana dimaksud pada angka 4) kepada PIHAK KESATU .

Kewajiban 1) Menanggapi pesanan Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah dalam transaksi

melalui e-Purchasing paling lambat 3 (tiga) hari kerja; 2) Memenuhi pesanan Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah untuk

menyediakan Geomembran/Geoisolator dengan spesifikasi teknis dan gambar serta harga sebagaimana tercantum pada Katalog Elektronik;

3) Menjamin kualitas Geomembran/Geoisolator; 4) Menyampaikan informasi ketersediaan stok Geomembran/Geoisolator;

Page 178: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

174

5) Tidak membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan Katalog Elektronik;

6) Tidak menjual Geomembran/Geoisolator melalui e-Purchasing dengan harga yang lebih mahal dari harga yang dijual kepada nonpemerintah pada periode penjualan, jumlah, tempat, spesifikasi teknis, persyaratan dan kondisi yang sama;

7) Melaporkan transaksi setiap pelaksanaan Kontrak kepada PIHAK KESATU setiap enam bulan;

8) Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah terkait; dan

9) Melindungi PIHAK KESATU dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga yang disebabkan penggunaan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) termasuk hak cipta, merek dagang, hak paten, dan bentuk HAKI lainnya oleh PIHAK KEDUA.

Kontrak ini mulai berlaku sejak tanggal yang ditetapkan. PARA PIHAK telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas, dalam rangkap 2 (dua) asli, bermaterai cukup, masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama setelah ditandatangani PARA PIHAK dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

PIHAK KESATU

………………………. SEKRETARIS JENDERAL

PIHAK KEDUA

…………………. DIREKTUR

Bubuhkan

materai di

rangkap 1

Bubuhkan

materai di

rangkap 2

Page 179: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

175

SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK KATALOG

A. KETENTUAN UMUM

1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut: 1.1 Katalog Elektronik adalah sistem informasi elektronik

yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), produk dalam negeri, produk Standar Nasional Indonesia (SNI), produk industri hijau, negara asal, harga, Penyedia, dan informasi lainnya terkait barang/jasa.

1.2 E-Purchasing adalah tata cara pembelian barang/jasa

melalui sistem Katalog Elektronik. 1.3 PIHAK KESATU adalah Sekretaris Jenderal ……………

yang dalam hal ini mewakili Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan perikatan Kontrak Katalog penyediaan Geomembran/Geoisolator .

1.4 PIHAK KEDUA adalah Direktur yang dalam hal ini

bertindak untuk dan atas nama ……… yang memiliki kewajiban menyediakan Geomembran / Geoisolator kepada Kementerian / Lembaga / Perangkat Daerah

1.5 Kontrak Katalog yang selanjutnya disebut Kontrak

adalah perjanjian kerja sama untuk pencantuman Barang dalam Katalog Elektronik sebagai dasar melakukan e-Purchasing.

1.6 Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya

Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan Kontrak sampai dengan berakhirnya masa berlaku Kontrak .

2. Bahasa dan Hukum

2.1 Bahasa Kontrak harus dalam Bahasa Indonesia. 2.2 Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia.

3. Larangan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan

3.1 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 dan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Pengadaan

Page 180: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

176

Barang/Jasa Pemerintah, PIHAK KESATU atau PIHAK KEDUA dilarang untuk: a. menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk

memberi atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini; dan

b. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini.

3.2 PIHAK KEDUA menjamin bahwa yang bersangkutan dan subpenyedianya/distributor (jika ada) tidak akan melakukan tindakan yang dilarang diatas.

3.3 Dalam hal hasil pemeriksaan dan klarifikasi yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Katalog dan Biro Umum dan PBJ yang memiliki tugas mengembangkan sistem katalog menyatakan bahwa PIHAK KEDUA terbukti melakukan larangan-larangan diatas, maka PIHAK KESATU mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA berupa pemutusan Kontrak.

3.4 PIHAK KESATU atau PIHAK KEDUA yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. Korespondensi

4.1 Semua korespondensi dapat berbentuk surat dan/atau e-mail dengan alamat tujuan PIHAK KESATU atau PIHAK KEDUA sebagaimana tercantum dalam SSKK.

4.2 Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan

berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah PIHAK KESATU atau PIHAK KEDUA sebagaimana tercantum dalam SSKK, atau jika disampaikan melalui surat tercatat dan/atau e-mail ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK.

5. Wakil Sah Para

Pihak Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan dan setiap dokumen yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh PIHAK KESATU atau PIHAK KEDUA hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK.

Page 181: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

177

6. Perpajakan PIHAK KEDUA dan subpenyedia/distributor yang ditunjuk PIHAK KEDUA (jika ada), dan Personil yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam Nilai Kontrak .

7. Pengalihan dan/atau SubKontrak

Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal terdapat pergantian nama PIHAK KEDUA, baik sebagai akibat peleburan (merger), konsolidasi, atau pemisahan.

8. Penyedia Mandiri Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung jawab penuh terhadap personil dan subpenyedia/distributor yang ditunjuk PIHAK KEDUA (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh mereka.

9. Sanksi 9.1 PIHAK KESATU dapat mengenakan sanksi kepada PIHAK KEDUA berdasarkan laporan tertulis dari Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian pada masing-masing Kementerian/ Lembaga/Perangkat Daerah atau berdasarkan pemeriksaan dan klarifikasi PIHAK KESATU, jika PIHAK KEDUA: a. Tidak menanggapi pesanan dalam transaksi

melalui e-Purchasing paling lambat 3 (tiga) hari kerja;

b. Tidak dapat memenuhi pesanan sesuai dengan kesepakatan dalam transaksi melalui e-Purchasing tanpa disertai alasan yang dapat diterima;

c. Menjual barang/jasa melalui e-Purchasing dengan harga yang lebih mahal dari harga barang/jasa yang dijual kepada nonpemerintah pada periode penjualan, jumlah, tempat, spesifikasi teknis, persyaratan dan kondisi yang sama;

d. Membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan Katalog Elektronik; dan/atau

e. Tidak memenuhi kewajiban dalam Kontrak pada Katalog Elektronik atau surat pesanan.

9.2 Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti

Perjanjian pada masing-masing Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah menyampaikan laporan tertulis kepada PIHAK

Page 182: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

178

KESATU setelah ditemukan bahwa PIHAK KEDUA melakukan tindakan sebagaimana dimaksud pada angka 9.1.

9.3 PIHAK KESATU dapat mengenakan sanksi atas tindakan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA sebagaimana dimaksud pada angka 9.1 berupa: a. Penghentian sementara dalam sistem transaksi

e-Purchasing selama 6 (enam) bulan; dan/atau b. Penurunan pencantuman dari Katalog Elektronik

selama 1 (satu) tahun. 9.4 Tata Cara Pengenaan Sanksi sebagaimana dimaksud

pada angka 9.1, 9.2, dan 9.3 mengacu pada ketentuan pengenaan sanksi sebagaimana diatur dalam Peraturan LKPP tentang Katalog Elektronik.

B. PERUBAHAN, PENGHENTIAN, DAN PEMUTUSAN KONTRAK

10. Perubahan Kontrak

10.1 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum (perubahan)Kontrak.

10.2 Perubahan Kontrak Katalog dilakukan sesuai dengan

kesepakatan PARA PIHAK meliputi tetapi tidak terbatas pada: a. masa berlaku Kontrak Katalog; b. perubahan harga; c. penggantian barang discontinued; dan/atau d. perubahan yang bersifat administrasi, seperti:

pindah alamat kantor, pergantian pengurus, pergantian korespondensi.

10.3 Usulan perubahan Kontrak Katalog diajukan oleh

PARA PIHAK paling lambat 1 (satu) bulan sebelum dilakukan perubahan disertai dengan alasan perubahan.

10.4 Tata Cara Perubahan Kontrak Katalog sebagaimana

dimaksud pada angka 10.1 dan 10.2 mengacu pada ketentuan perubahan Kontrak Katalog sebagaimana diatur dalam Peraturan LKPP tentang Katalog Elektronik.

11. Keadaan Kahar

11.1 Yang dimaksud Keadaan Kahar dalam Kontrak ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak PARA PIHAK dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.

11.2 Dalam hal terjadi Keadaan Kahar, pihak yang terkena

Keadaan Kahar memberitahukan tentang terjadinya

Page 183: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

179

Keadaan Kahar kepada pihak lainnya yang berkontrak secara tertulis dalam waktu paling lambat 3 (tiga) hari kerja sejak terjadinya Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan Keadaan Kahar yang dikeluarkan oleh pihak/instansi yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

11.3 Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang

diakibatkan oleh terjadinya Keadaan Kahar tidak dikenakan sanksi.

11.4 Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini

akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir, kecuali PARA PIHAK sepakat untuk meneruskan pelaksanaan Kontrak ini.

11.5 Setelah terjadinya Keadaan Kahar PARA PIHAK dapat

melakukan kesepakatan yang dituangkan dalam adendum Kontrak.

12. Penghentian

Kontrak Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar.

13. Pemutusan Kontrak Pemutusan Kontrak dapat dilakukan oleh PARA PIHAK, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Kontrak .

14. Pemutusan Kontrak oleh PIHAK KESATU

14.1 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, berdasarkan laporan tertulis dari Pejabat Penandatangan/ Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian/Pejabat Pemesan pada masing-masing K/L/PD, PIHAK KESATU dapat memutuskan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis kepada PIHAK KEDUA setelah terjadinya hal-hal sebagai berikut: a. PIHAK KEDUA lalai/cidera janji dalam

melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan;

b. PIHAK KEDUA selama Masa Kontrak gagal memperbaiki Cacat Mutu atau memperbaiki layanan yang diberikan dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh PIHAK KESATU ;

c. PIHAK KEDUA terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan/atau

d. Pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan

Page 184: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

180

sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang.

14.2 Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena

kesalahan PIHAK KEDUA maka PIHAK KESATU dapat mengenakan sanksi berupa: a. Penghentian sementara dalam sistem transaksi e-

Purchasing; atau b. Penurunan pencantuman dari Katalog Elektronik.

15. Pemutusan Kontrak oleh PIHAK KEDUA

15.1 PIHAK KEDUA dapat memutuskan Kontrak jika terjadi hal-hal sebagai berikut: a. akibat keadaan kahar sehingga PIHAK KEDUA

tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak atau adendum Kontrak ;

b. PIHAK KESATU gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan; atau

c. PIHAK KESATU tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Kontrak atau Adendum Kontrak .

15.2 Pemutusan Kontrak sebagaimana dimaksud pada

angka 15.1 dilakukan sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari kalender setelah PIHAK KEDUA menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan Kontrak secara tertulis kepada PIHAK KESATU.

16. Pemutusan Kontrak

akibat lainnya Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena PIHAK KESATU terlibat penyimpangan prosedur, melakukan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan, maka PIHAK KESATU dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan.

C. PENYELESAIAN PERSELISIHAN

17. Penyelesaian Perselisihan

17.1 PARA PIHAK berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini.

17.2 Penyelesaian perselisihan atau sengketa antara PARA

PIHAK dalam Kontrak dilakukan melalui musyawarah.

17.3 Jika dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender tidak

didapat penyelesaian secara musyawarah untuk mencapai mufakat, maka PARA PIHAK sepakat untuk menyelesaikan perselisihan melalui Layanan Penyelesaian Sengketa (LPS) LKPP.

Page 185: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

181

SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK KATALOG

A. Korespondensi Alamat PARA PIHAK sebagai berikut: PIHAK KESATU : Nama : Sekretaris Jenderal

............................... Alamat : ………………….. Telepon : Website : Faksimili : Wakil Sah : …………….

PIHAK KEDUA : Nama : Alamat : Telepon : Website : Faksimili : e-mail : Wakil Sah :

B. Tanggal Berlaku Kontrak

Kontrak mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya Kontrak sampai dengan ______________.

C. Harga Katalog Harga barang yang tercantum dalam Daftar Produk dan Harga

D. Harga

Pengiriman Harga pengiriman diatur dalam Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan Pejabat Penandatangan/ Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian pada Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah

E. Harga Kontrak Harga dalam Kontrak merupakan batas tertinggi untuk penandatanganan Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian pada Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah yang merupakan gabungan Harga Katalog dan Harga Pengiriman.

F. Penyesuaian Harga

PIHAK KEDUA dapat mengajukan usulan perubahan harga dalam Katalog Elektronik kepada PIHAK KESATU paling cepat 6 (enam) bulan sekali.

G. Jadwal Pengiriman Barang/Pelaks

Jadwal pengiriman barang/pelaksanaan pekerjaan oleh PIHAK KEDUA diatur dalam Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda

Page 186: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP

Catatan : Dokumen ini merupakan contoh dokumen kontrak, apabila akan digunakan harap menyesuaikan dengan

kebutuhan berkontrak yang baik untuk pengadaan di tempat anda dan perkembangan peraturan yang berlaku

182

anaan Pekerjaan

Bukti Perjanjian pada Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah.

H. Pengiriman Barang/Pelaksanaan Pekerjaan

Ketentuan mengenai pengiriman barang/pelaksanaan pekerjaan diatur lebih lanjut dalam Surat Pesanan antara PIHAK KEDUA dengan Pejabat Penandatangan/Pengesahan Tanda Bukti Perjanjian pada Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah.

I. Tanggung

Jawab PIHAK KEDUA bertanggung jawab atas tiap-tiap kesalahan atau kelalaian yang dilakukan oleh subpenyedia/distributor yang diwakilinya selama pelaksanaan Kontrak ini.

J. Evaluasi Produk dan Hasil Uji

PIHAK KESATU akan melakukan uji kualitas produk pada periode tertentu agar produk yang dipesan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

Page 187: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP
LKPP
LKPP
TIM PENYUSUNBARANG JILID 1 :AGUS YUSUF ARIANTO ANANG DWI RESDIANTOARTHUR HALIK RAZAK DEBY SANDRAHASNAH ARIEF MAHDI SYAMRI MUJIATI
Page 188: Proceedings Yogya cover 2 - LKPP