survei penggunaan internet untuk pencarian · pdf file 2021. 1. 21. · menggunakan...

Click here to load reader

Post on 19-Jul-2021

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

OBAT DI KALANGAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI ILMU
EKONOMI (STIE) GENTIARAS BANDAR LAMPUNG
SKRIPSI
Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)
Program Studi Farmasi
ii
OBAT DI KALANGAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI ILMU
EKONOMI (STIE) GENTIARAS BANDAR LAMPUNG
SKRIPSI
Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)
Program Studi Farmasi
vi
ABSTRAK
yang dapat digunakan untuk mendapatkan banyak informasi, salah satunya yaitu
informasi kesehatan. Pencarian informasi obat ini banyak dilakukan oleh
masyarakat, termasuk mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana profil penggunaan internet untuk pencarian informasi obat yang
dilakukan oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Gentiaras Bandar
Lampung.
pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling. Responden yang
digunakan sebanyak 77 mahasiswa. Kuesioner yang dikumpulkan kemudian
dianalisis dengan menggunakan analisis univariate.
Berdasarkan hasil penelitian ini, responden mengakses internet untuk mencari
informasi kesehatan dengan jumlah tidak pasti dalam seminggu (54,5%) dengan
waktu <30 menit (71,4%). Pencarian informasi kesehatan ini melalui media sosial
youtube (59,7%), search engine google (96,2%), aplikasi smartphone Halodoc
(42,8%), website www.halodoc.com (27,5%). Responden merasa bahwa pencarian
informasi kesehatan melalui internet bermanfaat (79,2%), karena dapat menambah
pengetahuan dan mengetahui informasi obat yang dicari. Penelitian ini diharapkan
dapat digunakan sebagai referensi dan pertimbangan jika akan melakukan edukasi
tentang pencarian informasi obat melalui internet
Kata Kunci : Internet, E-health, Pencarian informasi kesehatan, Mahasiswa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
The Internet is one of the Information and Communication Technologies
(ICT) that can be used to obtain a lot of information, one of which is health
information. Many people, including students, do this drug information search. This
study aims to determine how the profile of internet use to search for drug
information carried out by students of the Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)
Gentiaras Bandar Lampung.
This research is a type of observational descriptive. The sampling
technique used was accidental sampling. Respondents used were 77 students. The
collected questionnaires were analyzed using univariate analysis.
Based on the results of this study, respondents access the internet to seek
health information with an uncertain number in a week (54.5%) with time <30
minutes (71.4%). The search for health information was through social media,
youtube (59.7%), google search engine (96.2%), Halodoc smartphone application
(42.8%), website www.halodoc.com (27.5%). Respondents feel that searching for
health information via the internet is useful (79.2%), because it can increase
knowledge and find out the information on the medicine being sought. This research
is expected to be used as a reference and consideration when conducting education
on drug information search via the internet.
Keywords: Internet, E-health, Health information search, Student.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
viii
ix
Tabel II. Gambaran kondisi kesehatan responden dalam
satu bulan terakhir ........................................................................ 5
Tabel III. Manfaat dan Frekuensi Pencarian Inform asi Obat Melalui
Internet .......................................................................................... 7
Melalui Internet ............................................................................. 9
Internet ......................................................................................... 12
Menggunakan Internet.................................................................. 13
x
Lampiran 2. Ethical Cleareance ..................................................................... 19
Lampiran 3. Surat Izin Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)
Gentiaras Bandar Lampung ....................................................... 20
Lampiran 6. Kuesioner .................................................................................... 24
1
PENDAHULUAN
berkembang dengan sangat pesat sehingga memudahkan dalam penggunaannya.
Salah satu contoh perkembangan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
adalah internet. Penggunaan internet meningkat dari tahun ke tahun yang
dibuktikan dengan adanya laporan penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (2018) yang menyatakan dari tahun 2017
hingga 2018, penggunaan internet meningkat sebanyak 10,12%. Pengguna internet
pada tahun 2018 sebesar 64,8% atau sebanyak 171,17 juta jiwa dari total populasi
penduduk Indonesia yaitu 264,16 juta jiwa dan penggunaan internet di kalangan
mahasiswa mencapai 92,6%. Kalangan muda termasuk mahasiswa mendominasi
pengguna internet di Indonesia (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia,
2018).
Teknologi Informasi dan Komunikasi yang terhubung dengan keseluruhan elemen
fungsional pendukung sektor kesehatan sebagai basis pengetahuannya (Sudamadji,
Peli, Ndoloe, 2018). Selain e-health, istilah lain yang sering digunakan yaitu e-
pharmacy yang dikhususkan untuk pelayanan kefarmasian. E-health dan e-
pharmacy sudah banyak digunakan oleh masyarakat untuk mencari informasi
kesehatan. Pencarian dapat dilakukan melalui media sosial, search engine, website,
atau bisa dengan aplikasi pada smartphone. Beberapa media sosial yang biasa
digunakan oleh masyarakat yaitu Facebook, WhatsApp, Youtube, Twitter, WeChat,
Instagram (Rosini dan Nurningsih, 2018). Mesin pencari yang biasa digunakan
yaitu google.com dan yahoo.com (Wingwirawan dan Soyusiawatin, 2014).
Sebuah penelitian di Jepang, menyatakan bahwa orang cenderung
menggunakan internet untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan
kesehatan dan merasa percaya diri dengan informasi yang mereka peroleh. Dalam
seminggu, responden yang menggunakan internet lebih dari sekali dengan
presentase sebesar 41,5% (Takahashi dkk., 2011). Penelitian yang dilakukan di
Amerika Serikat menyatakan dengan jumlah 3.014 responden diperoleh hasil
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
tahun terakhir (PewResearchCenter, 2013).
penelitian tentang pencarian informasi obat dikalangan mahasiswa di Indonesia
jumlahnya masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan
untuk menggambarkan penggunaan internet untuk pencarian informasi obat di
kalangan mahasiswa. Dalam penelitian ini populasi sasaran yang akan diteliti
adalah Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Gentiaras Bandar
Lampung.
ditujukan untuk memberikan gambaran mengenai hal-hal yang sedang diteliti, yaitu
menggambarkan penggunaan internet untuk pencarian informasi obat di kalangan
mahasiswa.
Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi (STIE) Gentiaras Bandar Lampung dengan krieria inklusi yaitu
mahasiswa yang terdaftar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Gentiaras
Bandar Lampung, pernah mengakses internet untuk pencarian informasi kesehatan
dalam satu bulan terakhir, memahami bahasa Indonesia, bersedia mengisi informed
consent dan mengisi kuesioner penelitian dengan menggunakan google form.
Teknik pengambilan sampel dengan non probability sampling yaitu accidental
sampling. Jumlah subjek dihitung dengan menggunakan rumus Taro Yamame,
yaitu:
3
Keterangan :
d = Derajat penyimpangan terhadap populasi yang diinginkan
10% (0,10)
penelitian ini adalah 76,798 responden. Namun, dapat dibulatkan menjadi 77
responden.
Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa kuesioner yang dapat
diakses dengan menggunakan google form. Kuesioner yang digunakan mengacu
pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu penelitian Ngabur (2019),
dengan judul “Survei Penggunaan Internet Untuk Pencarian Informasi Obat dan
Pengobatan di Kalangan Mahasiswa Non-Kesehatan Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta”. Kuesioner ini terdiri dari dua bagian dengan 25 pertanyaan. Bagian
pertama terdiri dari 5 pertanyaan mengenai identitas responden dan bagian kedua
terdiri dari 20 pertanyaan mengenai pertanyaan pokok yaitu pertanyaan tentang
penggunaan internet untuk pencarian informasi obat. Pertanyaan yang terdapat di
kuesioner bersifat terbuka dan tertutup. Kuesioner sudah dilakukan uji validitas isi
secara professional judgement dan uji pemahaman bahasa kepada dua responden.
Lokasi dan Waktu Pengambilan Data
Penelitian ini dilakukan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Gentiaras
Bandar Lampung. Waktu yang digunakan untuk menyebarkan kuesioner kepada
responden adalah bulan September – November 2020.
Pengambilan Data
responden dengan menggunakan media sosial, kemudian responden yang masuk
dalam kriteria inklusi diberikan penjelasan singkat tentang penelitian yang sedang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
responden dapat mengisi informed consent dan mengisi kuesioner penelitian yang
dibagikan menggunakan google form.
Pengolahan dan Analisis Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner
yang dapat diakses menggunakan google form. Kuesioner yang telah direspon akan
dikumpulkan dan diperiksa kelengkapan data yang telah diisi responden. Kemudian
data dimasukkan kedalam program Ms. Excel dan dilakukan analisis data secara
analisis deskriptif (univariate). Hasil dari analisis data, kemudian disajikan dalam
bentuk tabel yang disertai dengan pembahasan.
Ijin Penelitian dan Ethical Clearence
Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik Universitas Gadjah Mada
(UGM) Yogyakarta dengan Ref. Nomor: KE/FK/0921/EC/2020. Penelitian ini juga
telah mendapatkan ijin dari Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Gentiaras
Bandar Lampung.
Karakteristik responden digunakan untuk mengetahui keragaman responden
dan dalam penelitian ini berdasarkan jenis kelamin, usia, perguruan tinggi dan
semester yang dijalani. Pada tabel 1 menunjukan bahwa dari segi jenis kelamin,
responden didominasi oleh perempuan (72,7%). Dari segi usia, rentang usia paling
banyak yaitu 17-22 tahun (79,2%) dan responden yang mendominasi dalam
mengikuti penelitian ini yaitu semester II (37,6%).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5
Jenis Kelamin
Total 77 100
Tabel II. Gambaran kondisi kesehatan responden dalam satu bulan terakhir
Pernyataan Frekuensi Presentase (N=77)
Sakit/ keluhan
Ya 50 64,9
Tidak 27 35,1
Total 77 100
Dalam penelitian ini didapatkan data kondisi kesehatan responden dalam
satu bulan terakhir. Responden yang mengalami keluhan atau sakit (51,9%) lebih
banyak dari responden yang tidak mengalami keluhan (48,1%). Meskipun
responden yang mengalami keluhan lebih banyak, namun responden yang tidak
mengalami keluhan juga dapat mencari informasi kesehatan yang digunakan untuk
menambah pengetahuan mengenai penyakit atau obat sebagai pencegahan dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
pengobatan untuk diri sendiri, anggota keluarga, serta teman. Dalam satu bulan
terakhir responden yang tidak menggunakan obat-obatan lebih banyak (57,1%)
dibandingkan dengan responden yang menggunakan obat-obatan (42,9%). Selain
menggunakan obat-obatan, responden juga menggunakan produk suplemen dalam
satu bulan terakhir sebanyak 64,9% dan responden yang tidak menggunakan produk
suplemen sebanyak 35,1%. Responden memiliki motivasi dan kesadaran yang
tinggi untuk menjaga kesehatan, sehingga mereka akan melakukan pencarian
informasi kesehatan melalui internet (Rosini dan Nurningsih, 2018).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7
Tabel III. Manfaat dan Frekuensi Pencarian Informasi Obat Melalui Internet
Pernyataan Frekuensi Presentase (N=77)
Manfaat pencarian informasi obat dan pengobatan
Ya 61 79,2
berkonsultasi ke dokter
informasi obat yang dicari (indikasi, jenis obat,
cara penggunaan, efek samping)
pencegahannya
5. Membantu pengobatan mandiri
6. Tidak menyebutkan alasan
Kadang – kadang 16 20,8
2. Keakuratan informasi kurang valid
3. Informasi tidak sesuai dengan yang
diharapkan
Dalam minggu ini 31 40,2
Dua minggu yang lalu 17 22,1
Satu bulan yang lalu 14 18,2
Lebih dari satu bulan yang lalu 15 19,5
Total 77 100
1 - 3 kali 21 27,3
4 – 6 kali 11 14,3
Lebih dari 10 kali 3 3,9
Tidak pasti 42 54,5
Kurang dari 30 menit 55 71,4
30 menit sampai 1 jam 18 23,4
Lebih dari 1 jam 4 5,2
Total 77 100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
Pada Tabel III ditunjukan perilaku dan manfaat dari pencarian informasi
obat yang dilakukan oleh responden. Pada penelitian ini responden paling banyak
melakukan pencarian obat dalam minggu ini sebanyak 40,2%. Jumlah penggunaan
internet untuk pencarian informasi obat yang dilakukan oleh responden tidak pasti
karena responden cenderung tidak menghitung berapa kali responden melakukan
pencarian. Responden memerlukan waktu sekitar kurang dari 30 menit (71,4%)
untuk mencari informasi kesehatan. Lama pencarian disesuaikan dengan kebutuhan
yang diperlukan oleh responden. Sebagian besar responden melakukan pencarian
informasi kesehatan ditujukan untuk diri sendiri (55,5%). Hal ini sesuai dengan
penelitian yang dilakukan oleh Siswanta (2015) bahwa pencarian informasi
kesehatan biasanya dilakukan karena ada dorongan dari gangguan kesehatan yang
alaminya maupun dari kerabat dekat dan teman. Informasi yang diperoleh
kemudian dijadikan bahan pertimbangan untuk mengambil sikap dan upaya bahwa
informasi tersebut dapat membantu dalam pengobatan mandiri yang dilakukan.
Pada penelitian ini, responden merasa bahwa pencarian informasi obat dan
pengobatan bermanfaat (79,2%) dengan alasan yaitu dapat menambah pengetahuan
dan mengetahui informasi tentang obat dan penyakit, informasi mudah diakses,
dapat membantu pengobatan secara mandiri, serta dapat meringankan biaya ke
dokter. Namun, ada beberapa responden merasa bahwa informasi kesehatan yang
diperoleh di internet kadang-kadang bermanfaat (20,8%) dikarenakan adanya
informasi yang tercantum kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan dan
keakuratannya kadang tidak valid sehingga merasa ragu dengan informasi tersebut.
Menurut Azizah dan Irhandayaningsih (2018), hal ini dapat terjadi karena beberapa
informasi kesehatan di internet tidak memiliki kredibilitas yang jelas dan maraknya
informasi bersifat hoax semakin banyak tersebar di internet menyebabkan
masyarakat merasa ragu dan resah dalam mempercayai informasi yang tersedia.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
Pernyataan Frekunsi Presentase
Ya 77 100
Tidak 0 0
Total 77 100
Alasan:
4. Informasi yang tertera lengkap
5. Informasi terpercaya
7. Informasi relevan
Total 80 100
ini dan penggunaan meningkat dari tahun ke tahun. Berkembangnya teknologi
menjadikan pencarian informasi kesehatan yang mulanya diperoleh melalui media
cetak, kini dapat dicari melalui media internet (Rosini dan Nurningsih, 2018).
Pencarian informasi kesehatan melalui internet dapat melalui media sosial, mesin
pencari, aplikasi yang terinstal pada smarthpone dan website.
Penggunaan internet untuk pencarian informasi obat sudah banyak
dilakukan dan ditunjukan pada Tabel IV. Pada penelitian ini ditunjukan bahwa
semua responden (100%) sudah pernah menggunakan internet untuk pencarian
informasi obat. Penggunaan smarthpone juga mendukung adanya pengguaan
internet karena semakin canggih teknologi komunikasi maka semakin mudah dalam
mengaksesnya (Adiarsi, Stellarosa, Silaban, 2015). Dalam smarthpone banyak
menawarkan fitur yang bervariasi, seperti Facebook, MySpace, Youtube , Twitter,
Pinterest, Wikipedia, Linkedin. Banyaknya pengguaan media sosial dapat dijadikan
sebagai sarana komunikasi dan salah satunya yaitu komunikasi mengenai informasi
kesehatan (Rosini dan Nurningsih, 2018). Penggunaan media sosial yang paling
banyak digunakan oleh responden pada penelitian ini yaitu Youtube (59,7%).
Youtube merupakan sosial media yang masuk kedalam kategori content
communities dengan jenis media sharing menggunakan video sehingga untuk
tampilannya menarik (Kaplan and Henlien, 2010). Penggunaan media internet
dengan fasilitas mesin pencari (search engine) pada penelitian ini paling banyak
menggunakan google (96,2%). Pencarian informasi kesehatan melalui search
engine sangat mudah dilakukan, yaitu dengan melakukan pencarian sesuai dengan
kata kunci pencarian. Hasil yang didapatkan setelah pencarian informasi melalui
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
search engine berupa dokumen atau kata kunci yang masih berhubungan dengan
kata kunci yang dimasukkan (Wingwirawan dan Soyusiawatin, 2014). Pencarian
informasi obat juga dapat diperoleh melalui aplikasi kesehatan yang dapat terinstal
pada smarthpone. Pada penelitian ini, responden menggunakan aplikasi kesehatan
yang paling banyak yaitu Halodoc App (42,8%) dan Alodokter App (26%).
Menurut Asriyani (2017), aplikasi kesehatan ini dapat membantu untuk
memaksimalkan kesehatan dan aplikasi kesehatan umumnya sudah tersedia pada
Google Play Store atau App Store yang dapat di download secara gratis. Selain itu,
pencarian informasi kesehatan juga dapat diakses melalui website. Pada penelitian
ini, website yang biasa dikunjungi oleh responden yaitu www.halodoc.com
(27,5%), www.alodokter.com (26,2%). Pemilihan website ini didasari oleh
beberapa hal yaitu penjelasan didalam website mudah dipahami, lengkap, relevan,
informasi terpercaya karena banyak review dari pembaca dan tanggapan yang
diberikan, website yang berada diurutan teratas setelah pencarian keyword banyak
diakses sehingga mudah dicari dan cepat dalam memperoleh informasi. Alasan ini
dibenarkan oleh Wingwirawan dan Soyusiawatin (2014) bahwa pencarian
informasi melalui website lebih mudah dipahami dalam penyampaian bahasa,
mudah diakses, cepat dan dapat digunakan oleh semua orang. Pemilihan website
tersebut juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Azizah dan
Irhandayaningsih (2018), bahwa mahasiswa kedokteran menggunakan website
seperti Alodokter dan Halodoc untuk memenuhi kebutuhan informasi kesehatan
dengan alasan yaitu karena bahasa mudah dipahami, sering muncul ketika pertama
kali mencari suatu keyword, dan ditulis oleh dokter yang dibuktikan adanya foto
dan gelar dokter pada website tersebut.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Informasi yang dicari Frekuensi Presentase
(N=77)
Migrain 2 1,9
Informasi kesehatan yang dicari oleh responden ditunjukkan pada Tabel V.
Dari hasil penelitian, responden banyak mencari informasi penyakit dan penyakit
yang banyak dicari yaitu gangguan pencernaan (19,1%), infeksi bakteri/ virus
(14,9%), dan gangguan pernafasan (10,6%). Responden juga mencari informasi
tentang obat modern dan obat tradisonal (21,5%). Dari hasil yang diperoleh,
responden mencari informasi sangat bervariasi karena pencarian informasi
kesehatan yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi yang sedang dialami
responden. Hal ini sesuai dengan pernayataan Lombardo dan Consentino (2016),
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
bahwa informasi yang dicari oleh setiap individu secara keseluruhan sangat
beragam dan tergantung kebutuhan yang diperlukan oleh masing-masing individu.
Tabel VI. Gambaran Jenis Informasi Kesehatan yang Dicari Menggunakan
Internet
Indikasi kegunaan 44 15
pakai obat
50 17
Kandungan suplemen 44 15,4
Indikasi kegunaan 32 11,1
pakai obat
46 16
Harga suplemen 31 10,8
Penyimpanan suplemen 12 4,2
Pemusnahan suplemen 2 0,7
dengan gejala
14
Jenis informasi kesehatan yang dicari oleh responden ditunjukan pada Tabel
VI. Informasi yang dicari yaitu obat-obatan, suplemen/vitamin, serta penyakit.
Informasi dari obat yang banyak dicari oleh responden yaitu nama obat (18,4%),
efek samping (18%), dosis, aturan pakai dan cara pakai obat (17%). Kemudian
informasi tentang suplemen dan vitamin yang banyak dicari oleh responden
meliputi nama suplemen (17,4%), dosis, aturan pakai dan cara pakai obat (16%),
kandungan suplemen (15,4%). Alasan yang mendasari yaitu untuk mengetahui
indikasi, dosis dan cara pakai, kandungan dan efek samping dari obat maupun
suplemen tersebut. Selain itu, menambah pengetahuan tentang obat dan suplemen
sehingga dapat membantu dalam pengobatan mandiri yang dijalani, menghindari
kesalahan dalam pengobatan mandiri dan menjaga daya tahan tubuh.
Informasi tentang penyakit yang banyak diakses oleh responden meliputi
gejala penyakit (24,9%), penyebab (21,7%), pencegahan (17,3%), pengobatan
(17%). Gejala penyakit paling banyak dicari karena responden merasa khawatir
tentang keadaan yang sedang dialami sehingga mendorong responden untuk
mencari informasi tentang gejala yang sedang dialaminya. Dengan mencari
informasi melalui internet, responden jadi mengetahui penyakit yang kemungkinan
sedang dialami serta menambah pengetahuan informasi tentang penyakit tersebut.
Menurut Prasanti (2017), individu semakin menyadari pentingnya kesehatan
sehingga untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, individu akan mencari
informasi yang dibutuhkannya melalui media internet dan menjadikan kesehatan
menjadi kebutuhan primer.
karena adanya kesadaran dari individu untuk sembuh. Menurut Abdullah,
Andrajati, dan Supardi (2010), semakin besar masalah kesehatan yang sedang
dialami oleh individu, maka kemungkinan motivasi untuk mengatasi masalah
kesehatan tersebut juga semakin meningkat. Pada penelitian ini didapatkan hasil,
bahwa mahasiswa non kesehatan juga memanfaatkan Teknologi, Informasi, dan
Komunikasi (TIK) yang sedang berkembang pesat saat ini untuk mencari informasi
kesehatan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Pencarian ini dilakukan
karena mahasiswa peduli terhadap kesehatan. Dibuktikan dengan adanya pencarian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
dan produk suplemen yang dicari melalui berbagai media internet. Pencarian
informasi kesehatan yang dilakukan dapat membantu mahasiswa untuk pengobatan
mandiri atau sebagai pencegahan terhadap suatu penyakit, sehingga dapat
mengurangi biaya karena tidak harus berkonsultasi ke dokter. Mahasiswa
menyadari bahwa kegiatan atau aktivitas yang dilakukan tidak akan maksimal jika
keadaan tubuhnya sedang tidak baik. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Sari
(2020), yang menyatakan bahwa masyarakat penting sekali untuk mementingkan
kesehatan, karena dengan tubuh yang sehat maka akan berpengaruh terhadap
aktivitas yang sedang dilakukan yaitu mudah berkonsentrasi dan tanggap dalam
menghadapi situasi. Sebaliknya, jika tubuh kurang sehat maka akan menyebabkan
aktivitas yang dilakukan tidak maksimal.
KESIMPULAN
banyak melakukan pencarian informasi kesehatan dalam minggu ini dengan jumlah
pencarian tidak pasti dan lama waktu pencarian <30 menit. Responden melakukan
pencarian informasi kesehatan untuk diri sendiri dan jenis informasi obat yang
banyak dicari yaitu nama obat, efek samping, dosis dan aturan pakai. Pencarian
informasi obat menggunakan media sosial (Youtube), search engine (Google),
aplikasi smartphone (Halodoc App), dan website (www.halodoc.com). Responden
mencari informasi obat di internet dikarenakan dapat membatu pengobatan mandiri,
meringankan biaya ke dokter, menambah pengetahuan dan informasi tentang
kesehatan dengan mudah, cepat dan penjelasannya mudah dimengerti.
SARAN
atau edukasi tentang pencarian informasi kesehatan yang dapat diperoleh melalui
internet dengan membagikan brosur atau melakukan penyuluhan kepada
masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, N. A., Andrajati, R., Supardi, S., 2010. Pengetahuan, Sikap, dan
Kebutuhan Penungjang Apotek terhadap Informasi Obat di Kota Depok.
Adiarsi, G. C., Stellarosa, Y., Sxilaban, M. W., 2015. Literasi Media Internet Di
Kalangan Mahasiswa. Humaniora, 6 (4).
Al-Shibli, A., Al-Jaradi, S., 2017. Electronic Pharmacy System (EPS): Case Study
in Oman. International Journal of Computation and Applied Sciences
IJOCAAS, 3 (3), 284-285.
Agustus 2018), Hasil Survey.
Aryanti, C. V., 2016. Pengaruh Penggunaan Google Search engine Dalam
Pemenuhan Kebutuhan Informasi Di Kalangan Mahasiswa. Skripsi,
Universitas Lampung.
Azizah, I. K., Irhandayaningsih, A., 2019. Evaluasi Informasi Oleh Mahasiswa
Program Studi Kedokteran Universitas Diponegoro Terhadap Website
Informasi Kesehatan. Jurnal Ilmu Perpustakaan, 8(2), 162, 167.
Kalpan, A. M., Haenlein, M., 2010. Users of the world, unite! The challenges and
opportunities of Social Media. Kelley School Of Business. Kementrian Kesehatan RI, 2012. Roadmap Rencana Aksi Penguatan Sistem Informasi
Kesehatan Indonesia.
Lombardo, S., Cosentino, M., 2016. Internet Use for Searching Information on
Medicines and Disease: A Community Pharmacy–Based Survey Among
Adult Pharmacy Customers. Interactive Journal of Medicine Reseach, 5 (3).
Ngabur, S. N., 2019. Survei Penggunaan Internet Untuk Pencarian Informasi Obat
dan Pengobatan di Kalangan Mahasiswa Non-Kesehatan Uniersitas Sanata
Dharma Yogyakarta. Skripsi, Universitas Sanata Dharma.
Notoadmodjo, S., 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. PT Rineka Cipta,
Jakarta.
https://www.pewresearch.org/internet/2013/01/15/health-online-2013/,
diakses tanggal 14 Maret 2020.
Prasanti, D., 2017. Potret Media Informasi Kesehatan Bagi Masyarakat Urban di
Era Digital The Portrait of Media Helath Informastion For Urban Community
In The Digital Era. Jurnal IPTEK-KOM, 19 (2).
Rosadi, S. D., 2016. Implikasi Penerapan Program E-health Dihubungkan Dengan
Perlindungan Data Pribadi. Jurnal Arena Hukum, 9(3), 403.
Rosini, Nuningsih, S., 2018. Pemanfaatan media sosial untuk pencarian dan
komunikasi informasi kesehatan. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi,
14 ( 2).
Sari, I. A., 2020. Kesehatan Jadi Kunci Utama Ekonomi Saat Pandemi,
http://rdk.fidkom.uinjkt.ac.id/, diakses pada 9 Januari 2021.
Siswanta,…