soal osp 2015

Download Soal Osp 2015

Post on 17-Feb-2016

18 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

a

TRANSCRIPT

  • Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

    SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2015

    TINGKAT PROVINSI

    KEBUMIAN

    Waktu: 150 Menit

    KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

    DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS TAHUN 2015

  • KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS

    PETUNJUK:

    1. Isilah Nama, No Registrasi, Asal Sekolah dan Kelas pada lembar jawaban yang telah disediakan.

    2. Tes terdiri dari 50 soal pilihan ganda dan 5 soal esai

    3. Waktu mengerjakan tes total 2 jam 30 menit (150 menit) tanpa istirahat

    - Test pilihan ganda : 1 jam 30 menit (90 menit)

    - Test esai : 1 jam (60 menit)

    4. Untuk pilihan ganda : untuk setiap soal jawaban benar bernilai 1,5 (satu setengah), jawaban

    salah bernilai -0,5 (minus setengah), jawaban kosong bernilai 0 (nol)

    5. Nilai untuk esai: untuk setiap soal berkisar 0 5

    6. Gunakan ballpoint/pulpen untuk menulis jawaban pada lembar jawaban yang telah disediakan.

    7. Peserta diperkenankan menggunakan kalkulator jika diperlukan.

    Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

  • SOAL SELEKSI TINGKAT PROVINSI OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2014 BIDANG ILMU KEBUMIAN

    PEMETAAN GEOLOGI DAERAH SUKAJAYA

    Peta geologi merupakan suatu sarana untuk menggambarkan tubuh batuan, penyebaran batuan, kedudukan unsur struktur geologi dan hubungan antar satuan batuan serta merangkum berbagai data lainnya. Peta geologi juga merupakan gambaran teknis dari permukaan bumi dan bisa digunakan untuk mengetahui gambaran bawah permukaan. Peta geologi dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun peta-peta yang lain seperti peta potensi sumberdaya alam, peta potensi bencana, peta pengembangan wilayah dan lain sebagainya.

    Saeful adalah seorang peneliti dalam bidang ilmu kebumian yang mendapat tugas melakukan pemetaan geologi di Daerah Sukajaya. Dia memperoleh daerah penelitian dengan variasi batuan dan variasi struktur geologi yang cukup beragam. Dalam melakukan pemetaan, dia mengikuti kaidah pemetaan yang benar dan detil. Dari pemetaan yang dilakukan Saeful, diperoleh peta geologi daerah tersebut seperti pada gambar di bawah ini.

    PETA GEOLOGI DAERAH SUKAJAYA

  • 1. Batuan yang mungkin menyusun daerah tersebut adalah a. A = granit, B = sekis, C = diorit, D = batupasir b. A = batupasir, B = batulempung, C = batulanau, D = diorit c. A dan C = batupasir, B = batulanau, D = granit d. A dan C = batupasir, B = batulempung, D = marmer e. A = batulempung, B = batubara, C = batupasir, D = granit

    2. Based on the geological map above, geological structure that found in the study area are

    a. normal fault and asymmetric anticline b. sinistral strike slip fault and asymmetric anticline c. dextral strike slip fault and asymmetric syncline d. thrust fault and asymmetric syncline e. sinistral strike slip fault and asymmetric syncline

    3. Di batuan A dijumpai struktur sedimen seperti pada Gambar di bawah ini

    Struktur sedimen yang ditunjukkan oleh huruf X tersebut adalah a. cross bedding b. lamination bedding c. massive d. flame structure e. scouring

    4. Struktur sedimen yang ditunjukkan oleh huruf Z adalah

    a. Flame structure b. Flute cast c. Riple mark d. Massive e. Load structure

  • 5. Setelah dilakukan pengamatan terperinci terhadap tekstur batuan, ternyata tekstur batuan B menunjukkan kenampakan ukuran butir penyusunnya relatif seragam, sehingga tekstur batuan tersebut memiliki ciri-ciri a. kemas terbuka dan sortasi jelek b. kemas tertutup dan sortasi jelek c. sortasi baik dan kemas tertutup d. sortasi baik dan kemas terbuka e. kemas baik dan sortasi tertutup

    6. Tekstur batuan yang terdapat pada batuan D seperti pada gambar di bawah disebut

    a. fanerik granular b. afanitik c. gelasan d. foliasi e. hornfelsik

    7. Dari gambar pada soal nomor 4 di atas dan tekstur batuan tersebut, maka kemungkinan mineral

    yang dominan dijumpai adalah a. kuarsa, feldspar, plagioklas Na b. plagioklas Na, plagioklas Ca, kuarsa c. plagioklas Ca, biotit, piroksen d. biotit, muskovit, olivin e. olivin, plagioklas Ca, piroksen

    8. Pada daerah yang mengalami aktifitas tektonik berupa pensesaran dan terobosan seperti peta di

    atas, kemungkinan ditemukan jenis batuan metamorf yang bersifat a. kontak dan burial b. burial dan impact c. kontak dan kataklastik d. kataklastik dan impact e. impact dan kontak

  • 9. Apabila batuan B terkena intrusi batuan D, maka kemungkinan besar batuan metamorf yang

    ditemukan pada daerah intrusi tersebut adalah a. sekis b. hornfels c. marmer d. kuarsit e. grafit

    10. Berdasarkan tingkat ketahanan batuannya terhadap erosi, elevasi tertinggi di daerah tersebut

    terdapat pada daerah yang tersusun oleh batuan a. batuan A b. batuan B c. batuan C d. batuan D e. semua batuan kecuali batuan D

    11. Apabila Saeful ingin membuat sejarah geologi daerah tersebut, yaitu mengurutkan peristiwa dan

    pembentukan batuan pada peta dari awal pembentukan hingga akhir, maka pernyataan berikut yang benar adalah a. sesar terjadi setelah lipatan b. C dan A tersesarkan baru kemudian terlipat c. sesar terjadi setelah intrusi d. intrusi terjadi sebelum perlipatan e. C terbentuk setelah D

    12. Apabila dalam batuan B dijumpai struktur sedimen berupa jejak hewan yang merupakan

    cetakan asli dari kerangka hewan tersebut, maka jejak tersebut disebut sebagai a. burrow b. cast c. trail d. mold e. digging

    13. Setelah diteliti lebih lanjut ternyata hewan tersebut memiliki bentuk seperti gambar berikut.

    Dari bentuknya Saeful menyimpulkan bahwa fosil tersebut termasuk dalam klas a. Pelecipoda b. Gastropoda c. Echinodermata d. Coelenterata e. Crustacea

  • 14. Apabila dilakukan pengukuran terhadap umur batuan, dengan menggunakan metode radio isotop terhadap batuan D diketahui bahwa batuan tersebut berumur Pliosen awal, sedangkan batuan B berdasarkan kandungan fosilnya berumur Oligosen akhir. Dari data tersebut, batuan A dan C kemungkinan berumur a. Eosen b. Pleistosen c. Eosen d. Paleosen e. Miosen

    15. Dalam melakukan pemetaan, Saeful juga diminta untuk melakukan pembahasan mengenai

    sumberdaya alam yang bernilai ekonomis yang mungkin bisa ditemukan di daerah penelitiannya. Bahan tambang yang paling mungkin dijumpai di daerah penelitian Saeful, adalah a. nikel dan emas b. aluminium dan emas c. belerang dan alumunium d. nikel dan belerang e. mangan dan gypsum

    Esai:

    1. Pada peta geologi yang dibuat oleh Saeful di atas, dilakukan penelitian geofisika berupa

    pengukuran gravitasi sepanjang lintasan H-H. Buat profil anomali gravitasinya pada lintasan H- H tersebut!

  • LONGSOR DI BANJARNEGARA Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor- faktor yang mempengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut.

    Pada hari Jumat, 12 Desember 2014 sekitar pukul 17.30 WIB telah terjadi longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara. Tanah di Bukit Telagalele yang berada di sisi selatan perkampungan runtuh dari ketinggian sekitar 500 meter (lihat gambar di bawah). Titik koordinat lokasi longsor adalah 07 18 12.4 S dan 109 46 03.5 E. Kejadian longsor tersebut menimpa dan menggulung satu dusun yang bernama Jemblung dan menyebabkan korban jiwa dan harta benda.

    16. Based on the picture above, the type of mass movement is a. rock fall b. rock slide c. debr

    is flow d. slump e. creeping

    17. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya longsor adalah sebagai berikut, kecuali a. kemiringan lereng b. curah hujan c. tingkat pelapukan d. jenis batuan e. komposisi mineral penyusun batuan

  • 18. Bentuk tapal kuda seperti pada gambar yang ditunjukkan oleh huruf V disebut a. lidah longsoran b. kepala longsoran c. kaki longsoran d. mahkota longsoran e. lereng longsoran

    19. Longsoran di atas, menghasilkan endapan sedimen yang terbentuk sangat cepat dan memiliki tekstur a. kemas terbuka dan sortasi jelek b. kemas tertutup dan sortasi jelek c. sortasi baik dan kemas tertutup d. sortasi baik dan kemas terbuka e. kemas baik dan sortasi tertutup

    20. Berikut adalah ciri-ciri akan terjadinya gerakan tanah atau longsoran, kecuali

    a. tanah yang retak b. munculnya semburan lumpur melalui rekahan c. vegetasi yang miring d. munculnya mataair secara tiba-tiba di bawah lereng e. munculnya retakan pada tembok rumah

    Esai: 2. Untuk mengurangi resiko terjadinya longsoran tanah di sebuah lereng, salah satu cara yang bisa

    dilakukan adalah dengan mengurangi sudut lereng, misalnya dengan melakukan terasering, agar sudut lerengnya lebih k