proposal skripsi pengaruh penerapan model pembelajaran student facilitator and explaining dalam...

18
Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Posted by Ubaydillah Ibnu SholihinMinggu, 30 Juni 20130 komentar ekan-rekan Rujukanskripsi yang berbahagia, setelah Proposal Skripsi Pendidikan Matematika tentang Model Pembelajaran pada postingan kali ini saya mencoba untuk mengangkat tema tentang kajian teori Hakikat Hasil Belajar Matematika, yang meliputi bahasan: Pengertian Belajar, Hasil Belajar, Pengertian Matematika, dan Hasil Belajar Matematika. Silahkan baca dan semoga bermanfaat. - See more at: http://rujukanskripsi.blogspot.com/2013/06/kajian-teori-hakikat-hasil- belajar.html#sthash.8HDcQOTc.dpuf Rekan-rekan Rujukanskripsi yang berbahagia, setelah Proposal Skripsi Pendidikan Matematika tentang Model Pembelajaran pada postingan kali ini saya mencoba untuk mengangkat tema tentang kajian teori Hakikat Hasil Belajar Matematika, yang meliputi bahasan: Pengertian Belajar, Hasil Belajar, Pengertian Matematika, dan Hasil Belajar Matematika. Silahkan baca dan semoga bermanfaat. - See more at: http://rujukanskripsi.blogspot.com/2013/06/kajian-teori-hakikat-hasil- belajar.html#sthash.8HDcQOTc.dpuf Rekan-rekan Rujukanskripsi yang berbahagia, postingan kali ini masih berkisar tentang Proposal Skripsi, dimana pada beberapa waktu yang lalu saya telah poskan Proposal Skripsi Pendidikan Matematika tentang Model Pembelajaran. Tema postingan kali ini yaitu Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa, yang meliputi bahasan: Latar Belakang Masalah, Kajian Teori: Hasil Belajar, Pengertian Matematika, Hasil Belajar Matematika dan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining sertaMetode Penelitian. Silahkan baca dan semoga bermanfaat.

Upload: soe-nand-ar

Post on 26-Oct-2015

683 views

Category:

Documents


3 download

DESCRIPTION

pendidikan

TRANSCRIPT

Page 1: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika SiswaPosted by Ubaydillah Ibnu SholihinMinggu, 30 Juni 20130 komentar

ekan-rekan Rujukanskripsi yang berbahagia, setelah Proposal Skripsi Pendidikan Matematika tentang Model

Pembelajaran pada postingan kali ini saya mencoba untuk mengangkat tema tentang kajian teori Hakikat

Hasil Belajar Matematika, yang meliputi bahasan: Pengertian Belajar, Hasil Belajar, Pengertian

Matematika, dan Hasil Belajar Matematika. Silahkan baca dan semoga bermanfaat.

- See more at: http://rujukanskripsi.blogspot.com/2013/06/kajian-teori-hakikat-hasil-

belajar.html#sthash.8HDcQOTc.dpuf

Rekan-rekan Rujukanskripsi yang berbahagia, setelah Proposal Skripsi Pendidikan Matematika tentang Model

Pembelajaran pada postingan kali ini saya mencoba untuk mengangkat tema tentang kajian teori Hakikat

Hasil Belajar Matematika, yang meliputi bahasan: Pengertian Belajar, Hasil Belajar, Pengertian

Matematika, dan Hasil Belajar Matematika. Silahkan baca dan semoga bermanfaat.

- See more at: http://rujukanskripsi.blogspot.com/2013/06/kajian-teori-hakikat-hasil-

belajar.html#sthash.8HDcQOTc.dpuf

Rekan-rekan Rujukanskripsi yang berbahagia, postingan kali ini masih berkisar tentang Proposal

Skripsi, dimana pada beberapa waktu yang lalu saya telah poskan Proposal Skripsi Pendidikan

Matematika tentang Model Pembelajaran. Tema postingan kali ini yaitu Pengaruh  Penerapan

Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar

Matematika Siswa, yang meliputi bahasan: Latar Belakang Masalah, Kajian Teori: Hasil Belajar,

Pengertian Matematika,  Hasil Belajar Matematika dan Model Pembelajaran Student Facilitator and

Explaining sertaMetode Penelitian. Silahkan baca dan semoga bermanfaat.

A.     Judul

Pengaruh  Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and

Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah Tahun

Pelajaran 2011/2012 Pada Pokok Bahasan Operasi Aljabar.

B.      Masalah

1.      Latar Belakang Masalah dan Pengajuan Judul

Page 2: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

Sampai saat ini masih banyak keluhan bahwa mata pelajaran matematika  membosankan dan tidak menarik bahkan

penuh dengan misteri. Hal ini disebabkan pelajaran matematika dirasakan sulit dan membuat siswa tidak menyukai pelajaran

itu. Kenyataan ini adalah suatu persepsi yang negatif terhadap pelajaran matematika. Di samping hal tersebut kita masih

dapat bersyukur karena ada juga siswa yang sangat menikmati keasyikannya belajar matematika dan mengagumi keindahan

kaidah-kaidah matematika, sehingga mereka tergantung untuk memecahkan masalah berbagai bentuk soal matematika.

Matematika merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang dapat menjadikan manusia untuk berfikir logis, teoritis,

rasional, dan percaya diri. Oleh karena itu matematika harus dipelajari dan dikuasai oleh segenap warga negara sebagai

sarana untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka mampu bertahan dalam era globalisasi

yang berteknologi maju di saat sekarang maupun yang akan datang.

Prestasi belajar merupakan tolok ukur yang utama untuk mengetahui keberhasilan belajar seseorang. Seorang yang

prestasinya tinggi dapat dikatakan bahwa ia telah berhasil dalam belajar. Prestasi belajar adalah tingkat pengetahuan sejauh

mana anak terhadap materi yang diterima.

Hasil belajar yang dicapai siswa dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal

(Slameto:2003). Penyebab utama kesulitan belajar (Learning disabilities) adalah faktor internal yaitu diantaranya minat,

bakat, motivasi, tingkat intelegensi, sedangkan penyebab utama problema belajar (learning problems) adalah faktor eksternal

antara lain berupa strategi pembelajaran yang keliru, pengelolaan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi

belajar anak, maupun faktor lingkungan yang sangat berpengaruh pada prestasi belajar yang dicapai oleh siswa.

Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun siswa. Dalam

pembelajaran matematika motivasi belajar siswa masih tergolong rendah. Hal tersebut bisa dilihat dari keinginan siswa

dalam belajar masih kurang, kegiatan belajar kurang menarik karena siswa cenderung pasif dan jarang mengajukan

pertanyaan. Perhatian dan kemandirian siswa masih rendah karena siswa hanya bergantung pada apa yang diberikan oleh

guru.

Permasalahan yang sama juga terjadi di kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah, dari kriteria ketuntasan minimum

(KKM) yang ditetapkan sekolah tersebut untuk pelajaran matematika yaitu 60, rata-rata prestasi belajar matematika siswa

hanya mencapai 58. Salah satu faktornya guru terlalu monoton dalam mengajar sehingga siswa tidak tertarik untuk

mengikuti pelajaran yang diajarkan dan cenderung pasif.

Sedangkan faktor dari luar diri siswa yang dapat mempengaruhi belajar adalah faktor metode pembelajaran. Selain

siswa, unsur terpenting yang ada dalam kegiatan pembelajaran adalah guru. Guru sebagai pengajar yang memberikan ilmu

pengetahuan sekaligus pendidik yang mengajarkan nilai-nilai, akhlak, moral maupun sosial dan untuk menjalankan

peran tersebut seorang guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas yang nantinya akan diajarkan

kepada siswa.

Seorang guru dalam menyampaikan materi perlu memilih metode mana yang sesuai dengan keadaan kelas atau

siswa sehingga siswa merasa tertarik untuk mengikuti pelajaran yang diajarkan. Namun sampai saat ini masih banyak

guru yang menggunakan metode konvensional. Proses pembelajaran masih berpusat pada guru, sehingga di sini siswa hanya

berfungsi sebagai obyek atau penerima perlakuan saja. Oleh dari itu perlu digunakan sebuah metode yang dapat

menempatkan siswa sebagai subyek (pelaku) pembelajaran dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator dalam proses

pembelajaran tersebut. Salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining.

Page 3: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk

meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Dengan model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mengesankan, keberanian, kebermaknaan

dalam pembelajaran, penanaman konsep yang melekat dari hasil penyimpulan serta meningkatkan motivasi siswa dalam

belajar, meningkatkan pemahaman dan daya ingat.

Permasalahan tersebut mendasari penelitian ini dalam menerapkan model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Model pembelajaran ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah rendahnya motivasi

siswa. Model pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat bermanfaat terhadap hasil belajar mengajar. Untuk

menciptakan proses belajar mengajar yang bisa menimbulkan komunikasi dua arah, serta dapat mencapai tujuan

pembelajaran matematika yang sesuai dengan waktu yang tersedia maka diarahkan dalam bentuk pembelajaran matematika

yang tidak hanya berpusat pada guru tetapi berpusat pada siswa.

Dari latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan

judul: “Pengaruh  Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and

Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah Tahun

Pelajaran 2011/2012 Pada Pokok Bahasan Operasi Aljabar”.

2.      Identifikasi Masalah

Berdasakan latar belakang di atas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:

1)      Apakah yang menyebabkan hasil belajar matematika siswa masih rendah?

2)      Faktor apakah yang dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa?

3)      Apakah motivasi siswa dapat mempengaruhi hasil belajar matematika siswa?

4)      Apakah yang menyebabkan rendahnya motivasi siswa?

5)      Apakah motivasi belajar siswa dapat mempengaruhi minat belajar siswa?

6)      Faktor apakah yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa?

7)      Apakah minat belajar siswa dapat mempengaruhi hasil belajar matematika siswa?

8)      Apakah yang menyebabkan rendahnya minat belajar siswa?

9)      Faktor apakah yang dapat meningkatkan minat belajar siswa?

10)  Apakah model pembelajaran dapat mempengaruhi hasil belajar matematika siswa?

11)  Apakah model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dapat mempengaruhi hasil belajar matematika siswa?

3.      Pembatasan masalah

Dengan banyaknya identifikasi masalah di atas, maka akan memerlukan bahasan yang panjang dan waktu yang

cukup lama. Agar dapat memfokuskan penelitian dan mengefisienkan waktu penelitian, perlu adanya batasan masalah dalam

penelitian, yaitu sebagai berikut:

1)      Motivasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining pada siswa kelas

VIII SMP Negeri PGRI Bayah tahun pelajaran 2011/2012 dalam pokok bahasan operasi aljabar.

2)      Hasil belajar matematika siswa dengan penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining pada siswa kelas

VIII SMP Negeri PGRI Bayah tahun pelajaran 2011/2012 dalam pokok bahasan operasi aljabar.

Page 4: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

3)      Pengaruh  penerapan model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah tahun pelajaran

2011/2012 pada pokok bahasan operasi aljabar.

4.      Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, rumusan permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1)      Bagaimanakah motivasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining pada

siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah tahun pelajaran 2011/2012 dalam pokok bahasan operasi aljabar?

2)      Bagaimakah hasil belajar matematika siswa dengan penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining pada

siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah tahun pelajaran 2011/2012 dalam pokok bahasan operasi aljabar?

3)      Apakah terdapat pengaruh  penerapan model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah tahun pelajaran

2011/2012 pada pokok bahasan operasi aljabar?

5.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1)      Ingin mengetahui motivasi belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining pada

siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah tahun pelajaran 2011/2012 dalam pokok bahasan operasi aljabar.

2)      Ingin mengetahui hasil belajar matematika siswa dengan penerapan model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining pada siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah tahun pelajaran 2011/2012 dalam pokok bahasan operasi aljabar.

3)      Ingin mengetahui pengaruh  penerapan model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah tahun pelajaran

2011/2012 pada pokok bahasan operasi aljabar.

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:

a.       Manfaat teoritis

Secara umum hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan kepada pembelajaran matematika,

utamanya pada peningkatan prestasi belajar matematika siswa melalui model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining. Secara khusus hasil penelitian ini dapat bermanfaat sebagai langkah untuk mengembangkan penelitian-penelitian

yang sejenis, serta dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan pembelajaran matematika.

b.      Manfaat praktis

1.    Bagi Guru

1)   Memberikan wawasan kepada guru tentang penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan

media worksheet dalam proses pembelajaran matematika.

2)   Guru bisa lebih kreatif dalam menyelenggarakan proses pembelajaran ini

2.    Bagi siswa

Meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran matematika.

3.    Bagi sekolah

Memberi sumbangan informasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah.

4.    Bagi peneliti

Page 5: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

Bahan pertimbangan, masukan atau referensi untuk penelitian lebih lanjut.

C.      Deskripsi Teoritis

1.      Hakikat dari Variabel Y

a.       Pengertian Belajar

Slameto (1995:2) mengemukakan, “Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk

memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam

interaksi dengan lingkungannya”.

Muhibin Syah (2006:65-66) mengutip pendapat seorang ahli psikolog bernama Wittig (1981) dalam

bukunya psychology of learning mendefinisikan belajar sebagai: “any relatively permanent change in an organism’s

behavioral repertoire that occurs as a result of experience, artinya belajar adalah perubahan yang relatif menetap yang

terjadi dalam segala macam atau keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman”.

Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (1991:121) pengertian belajar jika dilihat secara psikologi adalah:Suatu proses perubahan didalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan

hidupnya. Dengan perkataan lain, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.

Sardiman (2006: 20-21) mengemukakan, “Dalam pengertian luas, belajar dapat diartikan sebagai kegiatan psiko-

fisik menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. Kemudian dalam arti sempit, belajar dimaksudkan sebagai usaha

penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya”.

Dari pemaparan para ahli tentang makna belajar di atas, dapat dikatakan pengertian dan pemahaman seseorang

tentang sesuatu (secara ilmiah) pastilah didapatkan melalui belajar dengan ulet dan sungguh-sungguh. Relevan dengan ini

maka ada pengertian bahwa belajar adalah ”penambahan pengetahuan”. Selanjutnya ada yang mendefinisikan ”belajar

adalah berubah”.

Dalam hal ini yang dimaksud dengan belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. Jadi belajar akan membawa

perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan,

tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, serta penyesuaian diri. Terlebih

lagi dalam mempelajari matematika yang struktur ilmunya berjenjang dari yang paling sederhana sampai yang

paling kompleks, dari yang konkret sampai ke abstrak.

b.      Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan tolak ukur yang digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam

mengetahui dan memahami suatu mata pelajaran, biasanya dinyatakan dengan nilai yang berupa huruf atau angka-angka.

Hasil belajar dapat berupa keterampilan, nilai dan sikap setelah siswa mengalami proses belajar. Melalui proses belajar

mengajar diharapkan siswa memperoleh kepandaian dan kecakapan tertentu serta perubahan-perubahan pada dirinya.

Menurut Sudjana (2001), “Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima

pengalaman belajarnya. Hasil peristiwa belajar dapat muncul dalam berbagai jenis perubahan atau pembuktian tingkah laku

seseorang”. Selanjutnya menurut Slameto (dalam Emarita, 2001) menyatakan: “Hasil belajar adalah suatu proses usaha yang

Page 6: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil

pengalamannya sendiri”.

Hasil belajar adalah sesuatu yang diperoleh seseorang setelah melakukan kegiatan belajar. Hasil belajar tampak

dari perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur daalm bentuk perubahan pengetahuan sikap dan

keterampilan. Hamalik (2002) menyatakan bahwa “Perubahan disini dapat diartikan terjadinya peningkatan dan

pengembanganyang lebih baik di bandingkan dengan sebelumnya, misalnya dari tidak tau menjadi tahu”.

Hasil belajar adalah sesuatu yang diperoleh setelah melakukan kegiatan belajar. Hasil belajar diperoleh setelah

diadanya evaluasi, Mulyasa (2007) menyatakan bahwa” Evaluasi hasil belajar pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan

untuk mengukur perubahan perilaku yang telah terjadi”. Hasil belajar ditunjukan dengan prestasi belajar yang merupakan

indikator adanya perubahan tingkah laku siswa.

Dari proses belajar diharapkan siswa memperoleh prestasi belajar yang baik sesuai dengan tujuan instruksional

khusus yang ditetapkan sebelum proses belajar berlangsung. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat

keberhasilan belajar adalah menggunakan tes. Tes ini digunakan untuk menilai hasil belajar yang dicapai dalam materi

pelajaran yang diberikan guru di sekolah.

Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan tolak ukur atau patokan yang menentukan

tingkat keberhasilan siswa dalam mengetahui dan memahami suatu materi pelajaran dari proses pengalaman belajarnya yang

diukur dengan tes.

Menurut Muhibbin Syah (2006: 145) secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dapat

dibedakan menjadi tiga

macam, yakni:

1)      Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa;

2)      Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa;

3)      Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang

digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.

c.         Pengertian matematika

Menurut Roy Hollands (1995: 81), ”matematika adalah suatu sistem yang rumit tetapi tersusun sangat baik yang

mempunyai banyak

cabang".  

The Liang Gie (1999: 23), mengutip pendapat seorang ahli matematika bernama Charles Edwar Jeanneret yang

mengatakan: ”Mathematics is the majestic structure by man to grant him comprehension of the universe, yang artinya

matematika adalah struktur besar yang dibangun oleh manusia untuk memberikan pemahaman mengenai jagat raya”.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Penyusun KBBI, 2007:723) matematika diartikan sebagai: “ilmu

tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur bilangan operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah

mengenai bilangan”.

James (dalam Suherman 2001: 16) menyatakan bahwa: “Matematika adalah konsep ilmu tentang logika mengenai

bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang

terjadi ke dalam tiga bidang yaitu : aljabar, analisis, dan geometri”.

Page 7: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

Dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh para ahli tentang definisi matematika di atas, maka dapat

dikemukakan bahwa matematika adalah konsep ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-

konsep yang memiliki struktur besar yang berhubungan satu dengan yang lainnya yang terbagi dalam tiga bidang yaitu:

aljabar, analisis, dan geometri.

d.      Hasil Belajar Matematika

Dari pengertian tentang belajar, hasil belajar, dan matematika,

maka dapat dirangkai sebuah kesimpulan bahwa hasil belajar matematika adalah merupakan tolak ukur atau patokan yang

menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam mengetahui dan memahami suatu materi pelajaran matematika setelah

mengalami pengalaman belajar yang dapat diukur melalui tes.

2.      Hakikat dari Variabel X

a.       Pembelajaran Matematika

Belajar merupakan suatu proses, kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat akan

tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Pengertian belajar menurut Erman Suherman (2001 :7) adalah proses perubahan

tingkah laku individu yang relatif tetap sebagai hasil dari pengalaman, sedangkan pembelajaran merupakan upaya penataan

lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal.

Achmad Sugandi (2004: 11) mengemukakan, dalam arti sempit, proses pembelajaran adalah proses pendidikan

dalam lingkup persekolahan sehingga arti dari proses pembelajaran adalah proses sosialisasi individu siswa dengan

lingkungan sekolah. Menurut konsep komunikasi, pembelajaran adalah proses komunikasi fungsional antara siswa dengan

guru dan siswa dengan siswa, dalam rangka perubahan siswa dan pola pikir yang akan menjadi kebiasaan siswa yang

bersangkutan.

Penekanan pembelajaran matematika tidak hanya melatih ketrampilan dan hafal fakta, tetapi pada pemahaman

konsep. Ciri-ciri

pembelajaran dapat dikemukakan sebagaimana yang dikemukakan oleh Djamarah dan Zain (1997: 46-48) sebagai berikut:

1)      Pembelajaran dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis.

2)      Pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam belajar.

3)      Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan menantang bagi siswa.

4)      Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan menarik.

5)      Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa.

6)      Pembelajaran dapat membuat siswa siap menerima pelajaran, baik secara fisik maupun psikologis.

Tujuan pembelajaran adalah membantu pada siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan

pengalaman itu tingkah laku siswa bertambah, baik kuantitas maupun kualitas.

Eman Suherman (2001) mengemukakan bahwa ada dua jenis pendekatan dalam pembelajaran matematika, yaitu

pendekatan yang bersifat metodologi dan pendekatan yang bersifat materi. Pendekatan metodologi berkenaan dengan cara

siswa mengadaptasi konsep yang disajikan kedalam struktur kognitifnya, yang sejalan dengan cara guru menyajikan bahan

tersebut. Sedangkan pendekatan material yaitu pendekatan pembelajaran matematika dimana dalam menyajikan

konsep matematika melalui konsep matematika yang lain yang telah dimiliki siswa.

Page 8: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

Dengan demikian pembelajaran matematika berdasarkan pemikiran bahwa siswa yang harus belajar dan

semestinya dilakukan secara komprehensif dan terpadu. Pendekatan pembelajaran matematika adalah cara yang ditempuh

guru dalam pelaksanaan pembelajaran agar konsep yang disajikan dapat diadaptasi oleh siswa.

b.      Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining

Belajar aktif tipe Student Facilitator and Explaining merupakan suatu kegiatan belajar kolaboratif yang dapat

digunakan guru di tengah-tengah pelajaran sehingga dapat menghindari cara pengajaran yang selalu didominasi oleh guru

dalam PBM. Melalui kegiatan belajar secara kolaborasi (bekerja sama) diharapkan peserta didik akan memperoleh

pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara aktif.

Belajar aktif tidak dapat terjadi tanpa adanya partisipasi peserta didik. Terdapat berbagai cara untuk membuat

proses pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa dan mengasah ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. pada

dasarnya berusaha untuk memperkuat dan memperlancar stimulus dan respons anak didik dalam pembelajaran, sehingga

proses pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan, tidak menjadi hal yang membosankan bagi mereka. Dengan belajar

aktif pada anak didik dapat membantu ingatan (memory) mereka, sehingga mereka dapat dihantarkan kepada tujuan

pembelajaran dengan sukses.

Dalam metode belajar aktif setiap materi pelajaran yang baru harus dikaitkan dengan berbagai pengetahuan dan pengalaman

yang ada sebelumnya. Materi pelajaran yang baru disediakan secara aktif dengan pengetahuan yang sudah ada. Agar murid

dapat belajar secara aktif guru perlu menciptakan metode yang tepat guna sedemikian rupa, sehingga peserta didik

mempunyai motivasi yang tinggi untuk belajar (Mulyasa, 2007).

Menurut Agus Suprijono (2009: 128) model pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan suatu

model pembelajaran di mana siswa mempresentasikan ide atau pendapat pada siswa lainnya.

Menurut Rachma Widodo (2009), model pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan model

pembelajaran dimana siswa/peserta didik belajar mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta didik lainnya. Model

pembelajaran ini efektif untuk melatih siswa berbicara untuk menyampaikan ide/gagasan atau pendapatnya sendiri.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran  Student Facilitator and

Explaining adalah salah satu pembelajaran aktif dimana siswa belajar mempresentasikan ide/pendapat/gagasan

tentang materi pelajaran pada rekan peserta didik lainnya. Selanjutnya Eman Suherman (2011) mengemukakan langkah-

langkah pembelajaran Student Facilitator and Explaining adalah sebagai berikut:

1)      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai/KD.

2)      Guru mendemonstrasikan/menyajikan garis-garis besar materi pembelajaran.

3)      Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya, misalnya melalui bagan/peta konsep. Hal ini bisa

dilakukan secara bergiliran.

4)      Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa.

5)      Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.

6)      Evaluasi

7)      Refleksi

8)      Penutup.

D.     Kerangka Berpikir dan Pengajuan Hipotesis

1.      Hubungan antara variabel X dengan Y

Page 9: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

Keberhasilan pembelajaran merupakan hal utama yang didambakan dalam pelaksanaan pendidikan. Agar

pembelajaran berhasil guru harus membimbing siswa, sehingga mereka dapat mengembangkan pengetahuannya sesuai

dengan struktur pengetahuan bidang studi yang dipelajarinya. Untuk mencapai keberhasilan itu guru harus dapat

memilih metode pembelajaran yang tepat untuk dapat diterapkan dalam pembelajaran.

Pendekatan pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan untuk guru sehingga dapat meningkatkan penguasaan

konsep matematika dan sekaligus dapat meningkatkan aktivitas siswa, serta memberi iklim yang kondusif dalam

perkembangan daya nalar dan kreatifitas siswa adalah dengan pembelajaran aktif. Dengan pembelajaran aktif ini

siswa termotivasi untuk belajar menyampaikan pendapat dan bersosialisasi dengan teman. Guru di sini hanya sebagai

fasilitator dan motivator dalam pembelajaran.

Student Facilitator and Explaining adalah salah satu pembelajaran aktif dimana siswa belajar

mempresentasikan ide/pendapat/gagasan tentang materi pelajaran pada rekan peserta didik lainnya. Dengan demikian siswa

akan merasa terangsang untuk mampu memahami, menguasai, mengkomunikasikan, dan mempertanggung jawabkan

ide/pendapat/gagasan yang telah dikemukakan. Hal ini berarti akan memotivasi siswa untuk mau belajar matematika dengan

senang hati dan bersungguh-sungguh.

Berdasarkan kerangka berpikir di atas, diharapkan model pembelajaran aktif tipe Student Facilitator and

Explaining dapat diterapkan dalam pokok bahasan operasi aljabar sehingga pada akhirnya hasil belajar matematika siswa

meningkat.

2.      Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka berpikir di atas, maka penulis merumuskan hipotesis peneliitian sebagai berikut:

a.       Hipotesis kerja H1

Terdapat pengaruh  penerapan model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah tahun pelajaran

2011/2012 pada pokok bahasan operasi aljabar.

b.      Hipotesis Nihil H0

Tidak terdapat pengaruh  penerapan model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah tahun pelajaran

2011/2012 pada pokok bahasan operasi aljabar.

E.      Metode Penelitian, Tempat Dan Waktu Penelitian

1.      Tempat dan Waktu Penelitian

Subyek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri PGRI Bayah, sementara waktu penelitian direncanakan akan

dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 dengan lama penelitian kurang lebih selama satu bulan yakni

dari pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus 2011.

2.      Populasi dan Sampel

a.       Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah tahun pelajaran 2011/2012 dengan

jumlah 55 siswa dan terbagi kedalam dua rombongan belajar, yaitu kelas VIII A berjumlah 30 siswa dan kelas VIII B

berjumlah 25 siswa.

b.      Sampel

Page 10: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

Dalam pengambilan sampel, peneliti menggunakan pertimbangan yang dikemukakan oleh Arikunto (1996:120)

bahwa, “Apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua hingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.

Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15 %, atau 20-25% atau lebih”. Karena populasi dalam

penelitian ini hanya berjumlah sebanyak 55 siswa, maka peneliti menggunakan teknik total sampling, dimana semua

populasi dijadikan sebagai sampel penelitian.

Selanjutnya untuk menentukan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dari kedua kelas tersebut dilakukan

dengan pengundian. Setelah dilakukan pengundian, terpilih sebagai kelompok eksperimen adalah siswa kelas VIII A

sebanyak 30 siswa dengan rincian 13 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan dan siswa kelas VIII B sebanyak 25

siswa  dengan rincian 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan sebagai kelas kontrol.

3.      Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan cara membandingkan hasil belajar kelompok

eksperimen dan kelompok kontrol. Suharsimi Arikunto (1996: 3) mengemukakan, “Metode eksperimen adalah suatu cara

untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan

mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang menggangu”.

4.      Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode :

a.       Tes

Tes ini digunakan untuk mendapatkan hasil data pembelajaran matematika siswa sesudah diberikan perlakuan pada

pokok bahasan

operasi aljabar. Tes yang digunakan berupa tes obyektif, dengan pertimbangan seperti yang dikemukakan oleh Jailani (2003:

27) bahwa, tes obyektif memiliki kelebihan sebagai berikut:

1)      Hasil belajar dari yang sederhana sampai yang kompleks dapat diukur.

2)      Terstruktur dan petunjuknya jelas.

3)      Alternatif jawaban yang salah dapat memberikan informasi diagnostik.

4)      Tidak dimungkinka untuk menerka jawaban.

5)      Penilalian mudah, obyektif dan dapat dipercaya.

b.      Metode dokumentasi

Metode dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan data yang berhubungan dengan masalah penelitian ini.

Dokumentasi yang diperlukan adalah data mengenai nama siswa dan nilai ulangan matematika ketika siswa masih duduk di

kelas VII.

c.       Lembar Observasi

Metode ini digunakan untuk mengamati aktivitas belajar siswa serta proses pelaksanaan pembelajaran Student

Facilitator and Explaining.

5.      Teknik Analisis Data

a.       Analisis Instrumen Penelitian     

Dalam analisis instrumen penelitian ini langkah-langkah yang ditempuh adalah:

1)      Analisis Validitas Tes

Page 11: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

Analisis validitas tes digunakan untuk mengetahui apakah butir soal sebagai instrumen penelitian valid atau tidak

valid. Rumus yang digunakan adalah rumus korelasi product moment sebagai berikut:

keterangan:

rxy = koefisien validitas butir soal

N = banyak siswa peserta tes

X = jumlah skor item

Y = jumlak skor total

Dari rxy  yang diperoleh tersebut kemudian dinandingkan dengan tabel harga kritis produk

moment. Item tersebut dikatakan valid jika rhitung ≥ rtabel (Suharsimi Arikunto, 1996:162).

2)      Analisis Reliabilitas Instrumen

Teknik   analisis  reliabilitas instrumen yang digunakan adalah tes tunggal dengan teknik

non belah dua dari Kuder dan Richardson (K-R 20) dengan rumus sebagai berikut:

Dengan:

n = banyak sampel

pi = proporsi subyek yang menjawab benar pada butir soal ke-i

qi = proporsi subyek yang menjawab salah pada butir soal ke-i

jadi qi = 1 - pi

 = varians skor total

(Suharsimi Arikunto, 1996: 160)

r11 yang diperoleh dari hasil perhitungan kemudian dibandingkan dengan rtabel product

moment dengan taraf signifikansi 5%. Apabila r11 > rtabel maka soal instrumen tersebut reliabel.

(Suharsimi Arikunto, 1996; 155)

3)      Analisis Tingkat Kesukaran

Analisis tingkat kesukaran bertujuan untuk mengetahui item soal yang akan diujikan. Dalam

hal ini tingkat kesukaran yang baik adalah pada interval 25% - 75% .

Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung tingkat kesukaran adalah sebagai

berikut:

           

Dengan:

P = Tingkat kesukaran soal

B = Banyak siswa yang menjawab dengan benar item tersebut

JS = Banyak siswa yang mengikuti tes

Dengan kriteria:

Page 12: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

0,00 ≤ P < 0,30 : soal dikatakan sukar

0,30 ≤ P < 0,70 : soal dikatakan sedang

0,70 ≤ P ≤ 1,00 : soal dikatakan mudah

(Suharsimi Arikunto, 1996: 210)

4)      Analisis Daya Pembeda

Analisis daya pembeda digunakan untuk meninjau daya pembeda soalnya. Item yang baik

adalah item yang mempunyai daya pembeda lebih dari 0,20.

Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung daya pembeda adalah sebagai berikut:

           

Dengan:

DP   = daya pembeda soal

JA    = banyaknya peserta tes yang menjadi anggota kelompok atas

JB  = banyaknya peserta tes yang menjadi anggota kelompok bawah

BA = banyaknya peserta tes yang menjadi anggota kelompok atas menjawab item tertentu dengan benar

BB  = banyaknya peserta tes yang menjadi anggota kelompok bawah dan menjawab item tertentu

dengan benar.

PA = proporsi peserta tes kelompok atas yang menjawab item tertentu dengan benar

PB = proporsi peserta tes kelompok bawah yang menjawab item tertenti dengan benar

Kategori yang digunakan adalah:

0,00 - 0,20 : jelek

0,20 - 0,40 : cukup

0,40 - 0,70 : baik

0, 70 - 1,00 : baik sekali

(Suharsimi Arikunto, 1996: 213)

b.      Analisis Data

1.    Uji Prasyarat Analisis

Uji prasyarat analisis bertujuan untuk mengetahui normalitas dan homogenitas data yang

diperoleh dari hasil pos tes sebelum data tersebut dianalisis dengan menggunakan rumus uji-t.

a.    Uji Normalitas

Uji normalitas ini digunakan untuk menguji apakah data berdistribusi normal atau tidak.

Adapun analisisnya menggukan statistik uji chi kuadrat dengan rumus sebagai berikut:

Dengan,

 : chi kuadrat

  : frekuensi yang diobservasi

  : frekuensi yang diharapkan

     (Suharsimi Arikunto, 1996:290)

Page 13: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

χ2 hitung yang telah diperoleh dari hasil perhitungan selanjutnya dibandingkan dengan

χ2 tabel dengan derajat kebebasan dk = K – 3 dan taraf signifikansi α = 5%. Data dikatakan normal

apabila χ2hitung < χ2

tabel. (Suharsimi Arikunto, 1996:290).

b.       Uji Homogenitas.

Uji homogenitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah varians populasi homogen

atau tidak. Adapun analisis yang digunakan dengan uji Fisher (uji F) sebagai berikut:

dengan,

F               : homogenitas yang dicari

MKk          : Mean Kuadrat Kelompok

MKd          : Mean Kuadrat Dalam

(Arikunto, 1996:293)

Fhitung yang diperoleh selanjutnya dibandingkan dengan Ftabel yang mempunyai dk pembilang

sebesar (nb – 1) dan dk penyebut (nk – 1) serta taraf signifikansi α = 5%. Dikatakan kelompok

ekperimen dan kelompok kontrol berasal dari populasi yang memiliki variansi yang relative

sama  apabila Fhitung < Ftabel .

2.    Pengujian Hipotesis

Setelah melakukan uji normalitas dan uji homogenitas, maka langkah berikutnya adalah

melakukan analisis uji-t. Adapun analisisnya menggunakan uji statistik uji-t untuk satu pihak (pihak

kanan). Langkah-langkah dalam melakukan pengujian adalah sebagai berikut:

Hipotesis yang akan diujikan adalah:

 Ho : μ1 ≤ μ2 , nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih rendah dari pada nilai rata-rata kelompok kontrol.

 H1 : μ1 > μ2. nilai rata-rata kelompok ekperimen lebih tinggi dari pada nilai rata-rata kelompok kontrol.

 α    = 5%

 Keterangan:

 H0   =     Tidak terdapat pengaruh  penerapan model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah

tahun pelajaran 2011/2012 pada pokok bahasan operasi aljabar.

  H1  =  Terdapat pengaruh  penerapan model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah

tahun pelajaran 2011/2012 pada pokok bahasan operasi aljabar.

Sedangkan rumus  uji-t  yang digunakan yaitu sebagai berikut:

Dengan,

Page 14: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

Keterangan:

                 : rata-rata nilai kelompok eksperimen

 : rata-rata nilai kelompok kontrol

    : simpangan baku

             : standar deviasi pada kelompok eksperimen

             : standar deviasi pada kelompok kontrol

 : banyak subjek kelompok eksperimen

 : banyak subjek kelompok kontrol

   (Sudjana, 2001:293)

thitung yang telah diperoleh elanjutnya dibandingkan dengan ttabel yang memiliki derajat kebebasan dk = N1 + N2 - 2

dan taraf signifikansi α = 5%. Dalam hal ini tolak hipotesis nol jika thitung > ttabel.

6.      Statistik Hipotesis Penelitian (Secara Matematika)

Dalam penelitian ini, hipotesis statistik yang  diajukan adalah sebagai berikut:

Ho : μ1 ≤ μ2 , nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih rendah dari pada nilai rata-rata kelompok kontrol.

H1 : μ1 > μ2. nilai rata-rata kelompok ekperimen lebih tinggi dari pada nilai rata-rata kelompok kontrol.

α    = 5%

Keterangan:

H0    =    Tidak terdapat pengaruh  penerapan model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah

tahun pelajaran 2011/2012 pada pokok bahasan operasi aljabar.

 H1  =   Terdapat pengaruh  penerapan model pembelajaran Student Facilitator and

Explaining dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri PGRI Bayah

tahun pelajaran 2011/2012 pada pokok bahasan operasi aljabar.

http://rujukanskripsi.blogspot.com/2013/06/proposal-skripsi-pengaruh-penerapan.html

Page 15: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

F.       DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 1996. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Gie, The Liang. 1999. Filsafat Matematika. Yogyakarta: Pusat Belajar Ilmu Berguna.

Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Asara.

Hollands, Roy. 1995. Kamus Matematika. Jakarta: Erlanga.

Jailani. 2003. Pelatiahan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Matematika: Media Pembelajaran: Evaluasi Pembelajaran

Matematika. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Mulyasa, E. 2007. Implementasi Kurikulum 2004: Perpaduan Pembelajaran  KBK. Bandung: Rosda

Sardiman. 2006. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Slameto. 1995. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sudjana, Nana. 2001. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sudjana. 2001. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Sugandi, Achmad. 2004. Teori Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press.

Suherman, Eman dan Winataputra. 2001. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Jakarta: Depdikbud.

Syah, Muhibbin. 2006. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Tim Penyusun KBBI. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARAJudul: Proposal Skripsi Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika SiswaDitulis oleh Ubaydillah Ibnu SholihinRating Blog 5 dari 5Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://rujukanskripsi.blogspot.com/2013/06/proposal-skripsi-pengaruh-penerapan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

- See more at: http://rujukanskripsi.blogspot.com/2013/06/proposal-skripsi-pengaruh-penerapan.html#sthash.GhOuSM6J.dpuf