profil-proses... · pdf fileperpustakaan.uns.ac.id fungsi kemampuan matematika...

Click here to load reader

Post on 31-Aug-2019

4 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    PROFIL PROSES BERPIKIR KREATIF BERPANDU MODEL WALLAS

    DAN TINGKAT BERPIKIR KREATIF SISWA

    DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PADA POKOK BAHASAN

    FUNGSI KUADRAT DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER DAN

    KEMAMPUAN MATEMATIKA

    (Penelitian Dilakukan di SMA Negeri 1 Klaten

    Tahun Pelajaran 2010/2011)

    SKRIPSI

    Oleh:

    Rizki Arifani NurAini

    NIM : K1306033

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    Januari 2013

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    ii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    iii

    PROFIL PROSES BERPIKIR KREATIF BERPANDU MODEL WALLAS

    DAN TINGKAT BERPIKIR KREATIF SISWA

    DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PADA POKOK BAHASAN

    FUNGSI KUADRAT DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER DAN

    KEMAMPUAN MATEMATIKA

    (Penelitian Dilakukan di SMA Negeri 1 Klaten

    Tahun Pelajaran 2010/2011)

    Oleh :

    RIZKI ARIFANI NURAINI

    NIM: K1306033

    Skripsi

    Ditulis dan Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana

    Pendidikan Program Pendidikan Matematika Jurusan Pendidikan

    Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    Januari 201

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    iv

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    v

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    vi

    ABSTRAK

    Rizki Arifani NurAini. PROFIL PROSES BERPIKIR KREATIF

    BERPANDU MODEL WALLAS DAN TINGKAT BERPIKIR KREATIF

    SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PADA POKOK

    BAHASAN FUNGSI KUADRAT DITINJAU DARI PERSPEKTIF

    GENDER DAN KEMAMPUAN MATEMATIKA (Penelitian Dilakukan di

    SMA Negeri 1 Klaten Tahun Pelajaran 2010/2011). Skripsi, Surakarta: Fakultas

    Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Januari

    2013.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil berpikir kreatif siswa

    dalam menyelesaikan masalah pada pokok bahasan fungsi kuadrat dengan

    berpandu model Wallas pada siswa perempuan dan laki-laki dengan kemampuan

    matematika : (1) tinggi, (2) sedang, (3)rendah.

    Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Klaten Tahun Pelajaran 2010/

    2011 pada kelas XD dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subyek

    penelitian dibagi menjadi enam kelompok yaitu kelompok siswa perempuan dan

    laki-laki dengan kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Dari masing-

    masing kelompok diambil 1 orang untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

    Pengambilan subyek dilakukan dengan teknik purposive sampling (sample

    bertujuan). Data mengenai kemampuan matematika diambil dari data nilai

    ulangan pada pokok bahasan fungsi kuadrat. Sedangkan data profil proses berpikir

    kreatif diperoleh dari wawancara mendalam berdasarkan hasil tes tertulis siswa.

    Validasi data dilakukan dengan triangulasi waktu. Analisa data dilakukan melalui

    langkah-langkah menelaah seluruh data, reduksi data, menyusun data dalam

    satuan-satuan, dan memeriksa keabsahan data.

    Dari hasil penelitian diperoleh bahwa proses berpikir kreatif berpandu

    model Wallas (a) siswa perempuan berkemampuan matematika tinggi berada

    pada tingkat berpikir 4 atau sangat kreatif, (1) Persiapan, siswa mampu

    mempresentasikan soal dengan pemikirannya sendiri dan memahami informasi

    awal dengan baik sehingga mampu mengaitkan informasi yang sudah ada dengan

    materi yang pernah dipelajari, (2) Inkubasi, siswa diam sejenak dan berpikir

    mengaitkan permasalahan yang diberikan dengan informasi yang sudah

    didapatkannya untuk memunculkan ide, (3) Iluminasi, siswa mendapatkan ide dan

    bisa menjalankan idenya dengan baik sehingga mendapatkan jawaban yang benar,

    (4) Verifikasi, siswa memeriksa kembali jawaban-jawabannya dan mendapatkan

    ide lain namun ditingalkan karena dianggap rumit, (b) siswa perempuan

    berkemampuan matematika sedang berada pada tingkat berpikir 1 atau kurang

    kreatif, (1) Persiapan, siswa mampu mempresentasikan soal dengan bahasanya

    sendiri dengan baik, siswa mampu memahami informasi awal dengan baik dan

    siswa dalam mengaitkan informasi yang sudah ada dengan materi yang pernah

    dipelajari, (2) Inkubasi, siswa diam sejenak dan mengalihkan perhatiaannya dari

    soal dengan membaca kembali soal dan menggambar kembali gambar dan

    kemudian barulah memikirkan ide untuk memecahkan masalah dengan

    mengaitkan materi yang pernah ia dapatkan dengan soal yang ada, (3) Iluminasi,

    siswa mendapatkan beberapa ide pemecahan masalah dan dapat menjalankan

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    vii

    idenya dengan benar sehingga didapatkan jawaban yang benar, (4)Verifikasi,

    siswa tidak memeriksa kembali jawaban yang didapatkannya, (c) siswa

    perempuan berkemampuan matematika rendah berada pada tingkat berpikir

    kreatif 0 atau tidak kreatif, (1) Persiapan, siswa kurang mampu mempresentasikan

    soal dengan bahasanya sendiri dan tidak memahami informasi awal pada soal

    sehingga tidak bisa mengaitkan informasi yang ada dengan materi yang pernah

    diajarkan, (2) Inkubasi, siswa diam sejenak, kemudian memikirkan ide

    menyelesaikan masalah dengan mengaitkan informasi awal dengan materi yang

    pernah diperoleh, (3) Iluminasi, siswa mendapatkan ide yang salah dan

    menjalankannya, sehingga mendapatkan jawaban yang salah, (4) Verifikasi, siswa

    tidak memeriksa kembali jawabannya, (d) Siswa laki-laki berkemampuan

    matematika tinggi berada pada tingkat berpikir kreatif 3 atau kreatif, (1)

    Persiapan, siswa mampu mempresentasikan soal dengan pemikirannya sendiri

    dan memahami informasi awal dengan baik sehingga mampu mengaitkan

    informasi yang sudah ada dengan materi yang pernah dipelajari, (2) Inkubasi,

    siswa diam sejenak dan selanjutnya mencari panjang sisi yang belum diketahui

    yang setelahnya barulah memikirkan ide penyelesaian masalah dengan

    mengaitkan masalah dengan materi yang pernah diajarkan, (3) Iluminasi, siswa

    mendapatkan 3 ide untuk menyelesaikan masalah dan menjalankan idenya dengan

    baik sehingga mendapatkan jawaban yang benar, (4) Verifikasi, subjek memeriksa

    kembali jawaban yang didapatkannya, namun siswa tidak berusaha atau

    menemukan ide lain pada tahap ini, (e) siswa laki-laki berkemampuan matematika

    sedang berada pada tingkat berpikir kreatif 1 atau kurang kreatif, (1)Persiapan,

    siswa mengutarakan kembali soal dengan bahasa sendiri dengan baik, siswa

    mampu memahami informasi awal pada soal sehingga mampu mengaitkan

    informasi yang ada dengan materi yang pernah didapatkannya, (2) Inkubasi, siswa

    berhenti sejenak dan selanjtnya berpikir membangun ide dengan mengaitkan

    informasi awal dengan materi yang pernah didapatkan (3) Iluminasi, siswa

    mendapatkan 2 ide untuk menyelesaikan masalah dan dapat melaksanakan idenya

    dengan baik sehingga didapatkan jawaban yang benar, (4) Verifikasi, siswa

    memeriksa kembali jawabannya tapi tidak mendapatkan ide lain, (f) siswa laki-

    laki berkemampuan matematika rendah berada pada tingkat berpikir kreatif 0 atau

    tidak kreatif, (1) Persiapan, siswa mengutarakan soal dengan bahasanya sendiri

    dengan kurang baik, siswa memahami informasi awal pada soal, siswa mampu

    mengaitkan informasi yang ada dengan materi yang pernah didapatkannya, (2)

    Inkubasi, siswa berhenti sejenak dan memikirkan ide menyelesaikan masalah

    dengan mengaitkan informasi awal dengan materi yang pernah diperoleh, (3)

    Iluminasi, siswa mendapatkan satu ide, namun kurang pahamnya siswa pada

    materi sehingga siswa tidak dapat menjalankan idenya dengan baik sehingga

    didapatkan hasil yang salah, (4) Verifikasi, siswa tidak memeriksa kembali

    jawaban dan tidak mendapatkan ide lain.

    Kata kunci: berpikir kreatif, model Wallas, tingkat berpikir kreatif

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    viii

    ABSTRACT

    Rizki Arifani Nur'Aini. A PROFILE OF STUDENTS IN CREATIVE

    THINKING PROCESS BASED ON MODEL OF WALLAS AND LEVEL

    OF CREATIVIE THINKING IN PROBLEM SOLVING OF QUADRATIC

    FUNCTION VIEWED FROM PERSPECTIVE GENDER AND

    MATHEMATIC ABILITIES (Research Conducted at SMA Negeri 1 Klaten in

    Academic Year 2010/2011). Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education

    Faculty of Sebelas Maret University of Surakarta, January 2013.

    The aim of this research is finding out the profile of students creative

    thinking process to solve problems on the subject of a quadratic function with a

    model of Wallas guided the girls and boys with (1) high, (2) medium, (3) low

    mathematic abilities.

    The research was conducted at SMA Negeri 1 Klaten Academic Year

    2010/2011 in class XD using qualitative descriptive method. The subjects of the

    research was divided into six groups: groups of girls and boys with high, medium

    and low mathematic abilities. From each group were taken one person to do

    further research. Taking the subject was done by using purposive sampling. The

    data on mathematic abilities drawn from the score of quadratic functions exam.

    While the profile of creative thinking process data obtained from

View more