pertumbuhan populasi

43
Pertumbuhan populasi

Upload: sheila

Post on 05-Jan-2016

205 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

Pertumbuhan populasi. PERTUMBUHAN POPULASI (Eksponensial dan logistik), Neraca Kehidupan, Strategi Pertumbuhan Populasi dan Interaksi Populasi MAKALAH Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ekologi Hewan Yang Dibina Oleh Ika Priantari, S.Si Oleh Kelompok 8 - PowerPoint PPT Presentation

TRANSCRIPT

Page 1: Pertumbuhan populasi

Pertumbuhan populasi

Page 2: Pertumbuhan populasi

PERTUMBUHAN POPULASI (Eksponensial dan logistik), Neraca Kehidupan, Strategi Pertumbuhan Populasi dan Interaksi Populasi

MAKALAHDisusun Untuk Memenuhi Tugas

Mata Kuliah Ekologi HewanYang Dibina Oleh Ika Priantari, S.Si

Oleh

Kelompok 8 Aini Maskuro ( 0910211107 )

Page 3: Pertumbuhan populasi

Definisi Populasi

Tarumingkeng (1994), Populasi adalah sehimpunan individu atau kelompok individu dalam satu spesies (atau kelompok lain yang dapat melangsungkan interaksi genetik dengan jenis yang bersangkutan), dan pada waktu tertentu

menghuni suatu wilayah atau tata ruang tertentu. Smith (1990) mendefinisikan populasi sebagai kelompok organisme spesies yang sama yang mengalami

interbreeding . Krebs (2001) populasi adalah sekelompok organisme sejenis yang menempati ruang tertentu pada waktu tertentu.

Page 4: Pertumbuhan populasi

Dalam keadaan senyatanya, perubahan kerapatan populasi diakibatkan oleh:Natalitas (penambahan jumlah individu karena kelahiran),

Masukan individu baru dari luar ke dalam populasi tersebut (imigrasi),Mortalitas (penurunan jumlah individu karena kematian),Keluarnya individu anggota populasi tersebut (emigrasi).

Page 5: Pertumbuhan populasi

Pertumbuhan populasi

Pertumbuhan populasi berarti perubahan ukuran populasi pada periode waktu tertentu. Grafik yang menggambarkan secara aritmatik laju pertumbuhan populasi dN/dt = rN, dikenal sebagai kurva bentuk J atau kurva laju pertumbuhan eksponensial

Kurva pertumbuhan eksponensial. Secara teoritik, pada keadaan lingkungan yang ideal dimana tidak ada faktor lingkungan fisik atau biotik yang membatasi laju pertumbuhan intrinsik yang maksimum maka populasi tumbuh secara eksponensial Kemampuan populasi tumbuh membentuk kurva eksponensial disebut dengan potensi biotik.

Page 6: Pertumbuhan populasi

PERTUMBUHAN POPULASI (EKSPONENSIAL)

Tabel perkembangan cacah individu populasi setiap jam dari No= 1

Waktu 0 1 2 3 ... 10 ... t

Generasi (+) 1 2 3 4 ... 11 ...  

Populasi No N1 N2 N3 ... N10 ... Nt

  (20)N0= 1 (21)N0= 2 (22)N0= 4 (23)N0= 8 .... (210)N0= 1024 .... (2t)N0

Page 7: Pertumbuhan populasi

Secara matematis, model pertumbuhan ini dapat dituliskanDn/ dt = rN; maka r = Dn /(N dt)....................................................(1)

Simbol r disebut sebagai koefisien pertumbuhan sesaat, yang dengan manipulasi kalkulus dapat dituliskan persamaan sebagai

Nt= (2t)N0...............................................................................................(2)Model pertumbuhan di atas didasarkan pada asumsi:

Makanan bagi bakteri tersedia dalam jumlah yang cukup Ruang hidup selalu mencukupi untuk perkembangbiakan

Keadaan lingkungan seperti suhu dan kelembaban dalam keadaan konstanBakteri berkembangbiak secara teratur setiap jam sehingga tidak terjadi senjang waktu

Kematian individu anggotapopulasi tidak terjadi , sehingga cacah individu anggota populasi dari waktu ke waktu terus meningkat.

Page 8: Pertumbuhan populasi

Perkembangan bakteri setiap jam dinyatakan dengan ᵧ, yaitu pembelahan setiap individu pada setiap generasi yaitu menjadi 2 individu , ᵧ= 2 persatuan waktu (jam).Sehingga secara matematis ditulis sebagai:

Nt = ᵧ tN0................................................................................................................................................ (3)

Persamaan (3)di atas merupakan persamaan differen yang dimunculkan secara urut:Nt = ᵧt N0 Nt+1 = ᵧt+1N0

Nt-2 = ᵧt-3 N1= ᵧ t-3N1= ᵧt-2 N0= ᵧt-4 N2

Penulisan ᵧ = 2 dapat pula dinyatakan sebagaiᵧ = 21 atau 40.5

Bila digunakan bilangan alami(Euler, e= 2.71828...) maka dapat ditulis persamaan sebagai:ᵧ = er r=ln ᵧ

Jika ᵧ = er = 2 maka ln ᵧ= 0,683 sehingga persamaan (3) dapat diruskan sebagai:Nt =(er)N0 atau Nt= N0ert..........................................................(4)

ln Nt

= ln N0 + rt ; maka r= ln Nt - ln N0......................................................(5)

Page 9: Pertumbuhan populasi

Laju pertumbuhan instrinsik (pertumbuhan spesifik) merupakan interaksi fungsi kerapatan (n), sifat genetik (g) dan kondisi lingkungan (E), yang secara matematis ditulis sebagai:R=ᵩ (N, G, E)R= Laju instrinsikᵩ= fungsidalam alam, faktor lingkungan (E) akan mengalami perubahan sepanjang waktu, baik langsung maupun tak langsung akan berpengaruh terhadap perubahan populasi.Apabila faktor G dan E pada satu saat tidak berubah, maka pertumbuhan populasi instrinsik dapat dituliskan:Nt + ∆t = Nt (b-d) Nt ∆tNt + ∆t = populasi pada saat t + ∆tNt= populasi pada saat t∆t = selang waktu pengamatanB= laju kelahiran persatuan waktuD= laju kematian persatuan waktu R = b-d = laju reproduksi persatuan waktu

Page 10: Pertumbuhan populasi

Ukuran populasi makhluk hidup di alam dibatasi oleh daya dukung lingkungannya (K), sehingga populasi makhluk hidup akan menunjukkan suatu pertumbuhan logistik dengan persamaan dN/dt = rNo (1-No/K). Adapun persamaan model pertumbuhan populasinya adalah Nt = K / (1 + ea-rt). Kurva pertumbuhan populasi logistik akan berbentuk huruf S.

Page 11: Pertumbuhan populasi

Model Pertumbuhan LogistikModel pertumbuhan populasi dan sejarah kehidupanModel logistik memperkirakan laju pertumbuhan yang berbeda untuk populasi dengan kondisi kepadatan tinggi dan rendah relatif terhadap daya tampung lingkungan. Pada populasi dengan kepadatan itnggi, masing-masing individu memiliki sedikit sumberdaya yang tersedia dan populasi tersebut tumbuh secara lambat, atau bahkan berhenti sama sekali. Pada populasi dengan kepadatan rendah, keadaan yang berlawanan akan berlaku dimana sumberdaya berlimpah dan populasi tumbuh secara cepat. Selama akhir tahun 1960-an, ahli ekologi populasi Martin Cody memperkenalkan konsep bahwa adaptasi sejarah kehidupan yang berbeda akan lebih disukai pada kondisi-kondisi yang berbeda tersebut. Ia berpendapat bahwa pada kepadatan populasi yang tinggi, seleksi akan lebih menyukai adaptasi yang organismenya dapat bertahan hidup dan bereproduksi dengan sedikit sumberdaya.

Page 12: Pertumbuhan populasi

Persamaan logistik ini pertama kali ditemukan oleh Verhuls pada tahun 1839, yang dikenal dengan nama kurva logistik atau kurva S karena bentuknya seperti huruf S.Asumsi yang berlaku:

Populasi akan mencapai keseimbangan dengan lingkungan, dengan sebaran umur yang stabilPertumbuhan akan mengalami pertumbuhan yang berangsur-angsur menurun secara tetap dengan

konstanta rPengaruh r bersifat seketika tanpa penundaan (time tag)

Sepanjang pertumbuhan lingkungan tidak mengalami perubahanPengaruh kerapatan adalah sama terhadap semua tingkatan umur populasi

Perkembangan tidak dipengaruhi oleh kerapatan dan rasio jenis kelamin.

Page 13: Pertumbuhan populasi

Dalam kondisi alami, pertumbuhan populasi dikendalikan baik oleh faktor internal maupun faktor eksternal yang dominan adalah kerapat populasi itu sendiri.Dalam pertumbuhan populasi akan

terjadi kompetisi antara anggota populasi itu sendiri.Semakin dekat nilai N terhadap K, maka tekanan (stres) dalam bentuk kompetisi akan semakin kuat.Bekerjanya faktor pengendali karena

peningkatan kerapatan populasi itu sendiri disebut faktor pengendali bergayut (dependent factor).Sedangkan faktor pengendali eksternal merupakan faktor yang bekerjanya tanpa ada

hubungan dengan peningkatan kerapatan populasi, yang disebut faktor pengendali tak bergayut (independent factor), misalnya kebakaran, banjir, kebakaran, pencemaran, dan bencana alam

lainnya.

Faktor bergayut dapat merupakan kompetisi intra maupun inter spesies, predasi, dan sumberdaya yang dibutuhkan untuk kelangsungan hhidup populasi.

Page 14: Pertumbuhan populasi

Perbandingan model pertumbuhan populasi

Page 15: Pertumbuhan populasi

a.Plot kurva eksponensial populasi untuk fungsi b-d= r N, Nt= N0epangkat n

b.kurva eksponensial yang ditransformasikan ke sumbu semi logaritma

Page 16: Pertumbuhan populasi

Populasi burung pheasant yang telah dimasukkan ke lokasi yang belum dihuni

Densitas umum memperlihatkan densitas optimal untuk pertumbuhan populasi neto(kelahiran- kematian)

Page 17: Pertumbuhan populasi

Perubahan jumlah sel ragi dalam suatu kultur laboratorium yang baru (data dari pearl 1925, menurut Kormondy) ket: grafik dari: SJ Mc Naughton 1990:292-295

Page 18: Pertumbuhan populasi

Neraca Kehidupan (Life Tabel)Populasi di aalam tidaklah tersusun atas umur yang seragam, demikian pula dengan ukuran

badannya, dan kemampuan makan. Contoh paling nyata adalah pada hewan yang mengalami metamorfosis , baik yang sempurna maupun yang tidak sempurna. Dalam hdupnya mempunyai fase

perkembangan (telur, larva, pupa, imago), yang dalam masing-masing fase perkembangan masih pula dapat dibedakan pada kelompok umur tertentu, misalnya: larva instar I, II dan sebagainya.

Untuk memberikan gambaran tentang neraca kehidupan, diberikan contoh kohort/ chohort nyamuk, yang datanya secara hipotetik menggambarkan pertumbuhan populasi nyamuk pada kolom percobaan dengan populasi awal 500 telur nyamuk.Terhadap telur tersebut dilakukan

pegamatan setiap hari untuk mengetahui perkembangan populasinya ke 500 telur nyamuk tersebut merupakan populasi yang terdiri dari suatu gugus individu yang dianggap berasal dari kelas umur

yang sama (chocort).

Page 19: Pertumbuhan populasi

jumlah individu chocort nyamuk yang hidup di Kutub Utara.

X (1) ax 1x dx qx

(Hari pengamatan = kelas umur)

-2 -3 -4 -5

Jumlah individu yang hidup

Proporsi individu ysng hidup

Jumlah individu yang mati

Proporsi individu yang mati

0 500 1.00 20 0.04

1 480 0.96 30 0.006

2 450 0.90 0 0.07

3 450 0.90 30 0.06

4 420 0.84 110 0.26

5 310 0.62 110 0.35

6 200 0.40 20 0.10

7 180 0.36 30 0.17

8 150 0.30 125 0.83

9 25 0.05 25 1.00

10 0 0 0 0

Page 20: Pertumbuhan populasi

• 1x : jumlah individu setelah distandarkan untuk masing-masing umur (10 dapat dibuat 1, 10, 100, dsb)

• Dx = 1x -1x+1 : jumlah individu yang mati (mortalitas ) pada KU (data pengamatan)qx = dx/ax atau qx= 1x -1x+1 / 1x proporsi individu yang mati pada KUx terhadap jumlah individu yang hidup pada KUx

• Selanjutnya neraca kehidupan chohort nyamuk akan dilengkapi dengan kolom- kolom berikut:

• Lx = (1x +1x+1)/ 2 : jumlah rata-rata individu pada KUx dan KU berikutnya

x+1 kolom 7 : jumlah individu yang hidup pada Kux= 0...w (X= W adalah kelas umur terakhir)

• Cx = Tx/1x :Harapan hidup individu pada setiap Kux (kolom 8 dan 9)• Mx : Keprediksian spesifik individu pada Kux adalah banyaknya anak betina per

kapita yang lahir pada Kux (kolom 9)• 1xmx ; Perkalian 1x dengan mx untuk setiap Kux adalah banyaknya anak yang lahir

pada Kux (kolom 10)

Page 21: Pertumbuhan populasi

Neraca kehidupan Chohort Nyamuk

A ax 1x dx qx Lx Tx ex mx 1xmx X1xmx Px

0 5001 20 0,04

0,98 5,13 5,83 0 0 0 0,95

1 4800,96 30 0,06

0,93 4,85 5,05 0 0 0 0,97

2 4500,9 0 0,07

0,9 3,92 4,37 0 0 0 0,97

3 4500,9 30 0,06

0,87 3,02 3,36 0 0 0 0,84

4 4200,84 110 0.26

0,73 2,15 2,56 0 0 0 0,7

5 3100,62 110 0.35

0,51 1,42 2,29 0 0 0 0,5

6 2000,4 20 0.10

0,38 0,91 2,27 8 3,2 19,2 0,87

7 1800,36 30 0.17

0,33 0,53 1,47 2 0,72 5,04 0,53

8 1500,3 125 0.83

0,17 0,2 0,67 2 0,6 4,8 0,14

9 250,05 25 1.00

0,02 0,02 0,5 1 0,05 0,45 0

10 00 0 0

0 0 0 0 0 0

∑ 5,82 4,57 29,49

Page 22: Pertumbuhan populasi

• Jumlah pada kolom 10 merupakan proporsi banyaknya anak betina dilahirkan oleh semua individu betina sepanjang generasi chohort nyamuk dan disebut laju reproduksi netto (Ro)

• 1xmx : perkaliana Xx1x dan mx untuk setiap KUX (KOLOM 11) digunakan untuk mengaprokmasikan lamanya generasi (To)

• Px: peluang survival : proporsi individu yang hidup pada Kux dan dapat mencapai KU (X+1) Parameter ini digunakan dalam metric proyeksi Lestie untuk memprediksi pertumbuhan populasi secara diskrit.

Page 23: Pertumbuhan populasi

Strategi Pertumbuhan Populasi Kemampuan berkembang suatu populasi hingga ini merupakan hasil proses adaptasi yang panjang (ababtasi).Populasi selalu merespon perubahan lingkungan untuk mempertahankan keturunannya dengan berbagai cara.Oleh karenanya seringkali kita temukan di dalam spesies yang telah mengalami spesifikasi (spesies lokal), dan sub spesies lainnya.

Page 24: Pertumbuhan populasi

• Mengacu pada model pertumbuhan populasi yaitu dn/ Ndt = r (K-N)/ K dapat memberikan gambaran secara teoritis strategi pertumbuhan suatu yang dikembangkan oleh Mac Arthur (1972), yaitu strategi r dan K.

• Pertumbuhan suatu populasi pada kondisi tertentu berada didekat daya dukung lingkungan (K), Maka strategi yang dikembangkan adalah strategi K. Sebaliknya jika populasi mempunyai laju yang optimal pada kondisi dibawah daya dukung lingkunngan, maka stategi yang dikembangkan adalah strategi r.Hal ini mempunyai pengertian bahwa strategi r akan dikembangkan oleh suatu populasi jika kondisi lingkugannya ideal, sedangkan strategi Kakan dikembangkan pada saat populasi mendapatkan stress lingkungan (kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan) .

• Baik strategi K maupun r bukan merupakan sesuatu yang mutlak, sehingga keduanya dapat terjadi dalam proses perkembangan populasi.Demikian pula dengan pembagian kedua strategi tersebut, hanya merupakan alternatif, yang tidak menutup kemungkinan melakukan klasifikasi atau pengelompokan bentuk strategi yang lain berdasarkan karakter populasi yang dominan.Yang perlu diperhatikan, bahwa strategi r mapun K bukan merupakan kkarakter spesies, namun spesifik karakter populasi. Didaerah tropik pada umumnya cenderung mengembangkan strategi K, sedangkan di daerah kutub cenderung pada stategi r.

Page 25: Pertumbuhan populasi

Beberapa karakter strategi r dan K yang telah dikembangkan oleh Pianka(1970 dalam Krebs, 1978)

Kondisi Strategi r Strategi K

Iklim

Kurva Kehidupan

Kerapatan Populasi

Persaingan intra dan interspesies

Arah seleksi

Jangkauan hidup

Strategi

Beragam dan menentu

Bentuk III

Berfluktuasi dibawah K, tidak

seimbang

Umunya kurang kuat

Perkembangan cepat, r tinggi, daya

saing lemah, ukuran tubuh kecil,

reproduksi per generasi satu kali

Pendek

Produksi

Konstan dapat diprediksi

Bentuk II

Konstan dalam keseimbangan ,

dekat K

Umumnya sangat ketat

Perkembangan lambat, r rendah,

daya saing kuat, ukuran tubuh

lebih besar, reproduksi berulang.

Panjang lebih dari 1 tahun

Efisiensi

Page 26: Pertumbuhan populasi

Interaksi populasi

• Di dalam organisme tidak hidup sendirian , melainkan berdampingan dengan organism lainnya. Bila suatu populasi hidup bersama dengan populasi yang lain, maka boleh jadi keduanya saling mempengaruhi atau bisa jadi keduanya saling mempengaruhi atau bisa jadi tidak sama sekali.

• Interaksi biasa terjadi diantara sesama individu dalam suatu populasi, yang dikenal dengan istilah interaksi intra spesifik. Biasanya interaksi ini terjadi dalam memperebutkan sumberdaya sejenis yang keberadaannya terbatas. Kompetisi ini sangat ketat dikareanakan

Page 27: Pertumbuhan populasi

Tabel macam- macam interaksi populasi

no Tipe Spesies Sifat umum

1 2

1 Neuralisme 0 0 Keduanya saling tidak mempengaruhi

2 Kompetisi - - Hambatan yang saling merugikan

3 Parasitisme - + Populasi 1 dirugikan, populasi 2 untung

4 Predasi - + Populasi 1 dirugikan, populasi 2 untung

5 Komensalisme 0 + Populasi 1 tidak terpengaruh, populasi 2 untung

6 Amensalisme 0 - Populasi 1 tidak terpengaruh populasi 2

7 Protokoperasi + + Populasi 1 dan 2 untung, tetapi tidak obligat

8 Mutualisme + + Populasi 2 dan 2 untung, tetapi obligat

Page 28: Pertumbuhan populasi

MACAM- MACAM INTERAKSI POPULASI

Page 29: Pertumbuhan populasi

A. Interaksi antar organisme

NetralHubungan tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama yang

bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak, disebut netral. Contohnya : antara capung dan sapi

Page 30: Pertumbuhan populasi

b. PredasiTermasuk interaksi populasi yang antagonis yaitu interaksi antara 2 organisme dimana jenis

populasi yang stu memakan yang lain.Populasi pemangsa disebut pemangsa (predator), populasi yang dimangsa disebut mangsa (Prey)

Predasi adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup. Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai

pengontrol populasi mangsa. Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa,dan burung hantu dengan tikus.

Page 31: Pertumbuhan populasi

Peranan predasi dalam ekosistem

• pemangsaan berperan penting pada aliran energidalam rangkaian rantai makanan dalam komunitas

• pemangsaan menyebabkan terjadinya evolusi populasi pemangsa dan mangsa • pemangsaan mengakibatkan kepunahan beberapa jenis hewan dan tumbuhan.

(Setiadi, 1989:91)

Page 32: Pertumbuhan populasi

c. ParasitismeParasitisme adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan dari hospes/inangnya sehingga bersifat

merugikan inangnya.contoh : Plasmodium dengan manusia, Taenia saginata dengan sapi, dan benalu dengan pohon

inang.

Page 33: Pertumbuhan populasi

d. KomensalismeKomensalisme merupakan hubunganantara dua organisme yang berbeda spesies dalam bentuk

kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.

Asosiasi binatang sessil dan organisme karang di laut.

Page 34: Pertumbuhan populasi

e. Prorokoperasi (+ +)Kedua jenis individu populasi yang berinteraksi mendapatkan keuntungan tetapi bukan

merupakan keharusan bagi kedua populasi untuk selalu saling berhubungan agar dapat hidup.Contoh: assosiasi lumut dengan keong air tawar (lumut menggunakan zat hara dari keong). Keong

ditumbuhi lumut menjadi perlindungan terhadap musuh-musuhnya.Burung pemakan kutu dengan kerbau

Page 35: Pertumbuhan populasi

f. MutualismeMutualisme adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang saling

menguntungkan kedua belah pihak.Keberadaan kedua spesies merupakan keharusan. Contoh, bakteri Rhizobium yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan.

Page 36: Pertumbuhan populasi

B. Interaksi AntarpopulasiAntara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara langsung atau tidak

langsung dalam komunitasnya.Contoh interaksi antarpopulasi adalah sebagai berikut.

Page 37: Pertumbuhan populasi

Amansalisme/ Alelopati merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya, di sekitar pohon

walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai anabiosa.Contoh, jamur Penicillium sp. dapat menghasilkan antibiotika yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri

tertentu.(ektumb)

Page 38: Pertumbuhan populasi

Kompetisi merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contoh, persaingan antara

populasi kambing dengan populasi sapi di padang rumput

Page 39: Pertumbuhan populasi

C. Interaksi Antar KomunitasKomunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling

berinteraksi. Contoh komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai. Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer. Antara komunitas sungai dan sawah terjadi interaksi dalam bentuk peredaran nutrien dari air sungai ke sawah dan

peredaran organisme hidup dari kedua komunitas tersebut.Interaksi antarkomunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan organisme, tapi juga

aliran energi dan makanan. Interaksi antarkomunitas dapat kita amati, misalnya pada daur karbon. Daur karbon melibatkan ekosistem yang berbeda misalnya laut dan darat.

Page 40: Pertumbuhan populasi

D. Interaksi Antarkomponen Biotik dengan AbiotikInteraksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubunganantara

organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur atau tingkat trofik, keanekaragaman

biotik, serta siklus materi. Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan

keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan mendorong terjadinya

dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru.(http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0031%20Bio%201-7b.htm

)

Page 41: Pertumbuhan populasi

Dalam sistem interaksi populasi antar spesies dikenal 3 tipe perubahan kerapatan terhadap perubahan waktu yang dialami oleh spesies- spesies yang berinteraksi seperti predator dan mangsa, atau parasitoid dan inang, yaitu:interaksi yang menyebabkan pertumbuhan tak stabil, yaitu jika salah satu populasi menunjukkan osilasi divergen.interaksi yang menyebabkan pertumbuhan stabil, yaitu osilasi kerapatan populasi cenderung semakin kecil amplitudonya(konvergen)interaksi yang menuju kepada pertumbuhan stabil netral, jika kurva kerapatan populasi menjadi tidak berubah (osilasi dengan amplitude yang tak berubah)

Page 42: Pertumbuhan populasi

THANKS FOR YOUR ATTENTION

ANY QUESTION??

Page 43: Pertumbuhan populasi

DAFTAR PUSTAKASyafei,edhensurasa. 1990. Pengantar ekologi tumbuhan. Bandung: ITBSetiadi, dede.dkk. 1989. Dasar- dasar Ekologi.Bogor : ITBDarmawan, agus, dkk. 2005.Ekologi Hewan.Malang: Universitas Negeri Malang Press.S. J Mc Naughton, dkk. Alih bahasa Sunaryo dkk.1990. Ekologi Umum Edisi ke 2.Yogyakarta: UGM Press.http://elfisuir.blogspot.com/2010/03/ekologi-populasi.html diacces tanggal 19 Maret 2012http://kambing.ui.ac.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0031%20Bio%201-7b.htm diacces tanggal 19 Maret 2012