penyunting penyunting tamu pelaksana ?· dilihat dalam berbagai buku pelajaran matematika di...

Download PENYUNTING PENYUNTING TAMU PELAKSANA ?· dilihat dalam berbagai buku pelajaran matematika di SD/MI,…

Post on 01-Jul-2019

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • ISSN : 1693 -1394

    Jurnal MATEMATIKA Volume 4 Nomor 2 Tahun 2014

    SIFAT STRONG PERRON-FROBENIUS PADA SOLUSI POSITIF EVENTUAL SISTEM PERSAMAAN DIFFERENSIAL LINIER ORDE SATU Yulian Sari

    63-69

    MODEL MATEMATIKA (LINIER) POPULASI ANJING RABIES DENGAN VAKSINASI Ahmad Fitri, Tjokorda Bagus Oka, dan I Nyoman Widana

    70-79

    ETNOMATEMATIKA DI BALIK KERAJINAN ANYAMAN BALI Kadek Rahayu Puspadewi dan I Gst. Ngurah Nila Putra

    80-89

    ANALISIS SENSITIVITAS DALAM OPTIMALISASI KEUNTUNGAN PRODUKSI BUSANA DENGAN METODE SIMPLEKS A.A.Sri Desiana Shintya Dewi, Ni Ketut Tari Tastrawati, dan Kartika Sari

    90-101

    ESTIMASI MODEL SEEMINGLY UNRELATED REGRESSION (SUR) DENGAN METODE GENERALIZED LEAST SQUARE (GLS) Ade Widyaningsih, Made Susilawati, dan I Wayan Sumarjaya

    102-110

    KAJIAN EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE RINGKAS DALAM PERKALIAN SUSUN Luh Putu Ida Harini dan Desak Putu Eka Nilakusmawati

    111-129

    DITERBITKAN OLEH

    JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR

  • SUSUNAN DEWAN REDAKSI JURNAL MATEMATIKA

    JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    UNIVERSITAS UDAYANA

    KETUA Desak Putu Eka Nilakusmawati, S.Si., M.Si (Ketua)

    I Made Eka Dwipayana S.Si. M.Si. (Sekretaris)

    PENYUNTING Tjokorda Bagus Oka Ph.D. Komang Dharmawan Ph.D.

    Drs. GK Gandhiadi MT. Ir. I Komang Gde Sukarsa M.Si. Ir. I Putu Eka Nila Kencana MT.

    PENYUNTING TAMU Prof. Ir. I Dewa Ketut Harya Putra, MSc., PhD. (Universitas Udayana)

    Dr. Ichary Soekirno, MA (Universitas Padjadjaran) Dr. Ir. I Wayan Mangku, MSc. (Institut Pertanian Bogor)

    PELAKSANA Drs. Y. Bambang Sugianto Drs. Ketut Jayanegara M.Si.

    I G.A. Made Srinadi S.Si. M.Si. Made Susilawati S.Si., M.Si.

    Dra. Ni Luh Putu Suciptawati M.Si.

    ALAMAT JURUSAN MATEMATIKA

    FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA

    Kampus Bukit Jimbaran-Badung Telp: (0361) 701945

    Email: nilakusmawati_desak@yahoo.com

  • Jurnal Matematika Vol. 4 No. 2, Desember 2014. ISSN: 1693-1394

    111

    Kajian Efektivitas Penerapan Metode Ringkas dalam Perkalian Susun

    Luh Putu Ida Harini Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Udayana

    e-mail: ballidah@gmail.com

    Desak Putu Eka Nilakusmawati Jurusan Matematika Fakultas MIPA Universitas Udayana

    e-mail: nilakusmawati_desak@yahoo.com

    Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode Ringkas Belajar Perkalian dapat mengatasi kesulitan siswa dalam perkalian susun, pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan model rancangan penelitian eksperimental, yaitu pre experimental design dengan jenis desain pre test and post test group design. Prosedur pelaksanaan eksperimen pada penelitian ini terdiri dari rangkaian kegiatan berupa: pelaksanaan pre test, pemberian perlakuan, dan pelaksanaan post test. Eksperimen ini melibatkan dua kelompok subjek yang memperoleh perlakuan pemberian metode klasik dan metode ringkas. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 SD No. 2 Bebalang, Kabupaten Bangli. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif terhadap data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara, dan analisis data kuantitatif terhadap data-data yang diperoleh dari hasil pre test dan post test. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan uji t (t test) untuk sampel berpasangan (paired sample t test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat peningkatan yang berarti terhadap perolehan belajar siswa setelah diberikan metode klasik, terlihat dari rendahnya persentase siswa yang memiliki nilai post test pada kategori sedang dan tinggi. Metode Ringkas berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan perolehan belajar siswa dalam perkalian susun. Metode ringkas efektif dalam mengatasi kesulitan siswa dalam perkalian susun pelajaran matematika.

    Kata kunci: perkalian, perkalian susun, metode ringkas, metode klasik

    1. Pendahuluan

    Pokok bahasan perkalian merupakan materi yang sulit dipahami siswa pada tingkat dasar. Kesulitan akan berlanjut ketika mereka kemudian sudah dihadapkan pada masalah-masalah perhitungan yang lebih kompleks. Penanaman konsep perkalian seringkali mengalami penyelewengan. Banyak diantara siswa yang tidak paham konsep perkalian dan seandainyapun jika mereka bisa menjawab dengan benar, sebagian besar pembelajarannya hanya dilakukan dengan proses menghafal.

    Perkalian susun seringkali menjadi momok bagi anak-anak yang baru mengenal konsep perkalian. Selain melakukan perkalian dasar, mereka dituntut untuk memahami

  • Ida Harini, L.P., Nilakusmawati, D.P.E./Kajian Efektivitas Penerapan Metode Ringkas

    112

    proses peletakan posisi digit angka pada bilangan yang kemudian diakhiri dengan proses penjumlahan susun. Tentunya hal ini pekerjaan yang tidak mudah bagi pemula. Jika kesulitan ini tidak ditangani dengan serius maka akan muncul sikap antipati terhadap matematika dan ini akan berlanjut menjadi pobhia sampai tingkat yang lebih tinggi.

    Mengapa seorang siswa tidak pandai mengalikan bilangan? Menurut Herman [1], ada beberapa kemungkinan faktor penyebab diantaranya: (a) Siswa tidak memahami defenisi dan makna perkalian. Hal ini berkaitan dengan perkalian sebagai sebuah konsep perhitungan; (b) Siswa tidak hafal secara cepat perkalian bilangan 1 angka (perkalian 1 s/d 9). Hal ini bekenaan dengan kemampuan dan keterampilan mengalikan bilangan (multiplication facts) secara siap pakai. Kedua kemungkinan tersebut berkaitan dengan kesempatan siswa memahami makna perkalian yang dipelajari di sekolah dan mengaitkannya dengan konteks, situasi, dan kondisi di lingkungan sekitarnya. Selain itu juga dibutuhkan kemauan siswa untuk memantapkan pemahaman tersebut di dalam ingatannya. Aspek kedua ini berkaitan dengan pengertian siswa akan pentingnya menguasai perkalian bilangan 1 angka untuk membantu mempelajari materi matematika lainnya dan untuk kehidupannya sehari-hari.

    Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dalam setiap proses pembelajaran adalah hal penting agar pembelajaran tersebut efektif sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Disamping itu, setiap siswa punya kemampuan untuk menguasai sesuatu, hanya saja cara dan waktu pencapaiannya yang berbeda. Kemudian muncul pertanyaan bagaimana mengajarkan perkalian yang menyenangkan? Sehingga yang menjadi masalah adalah bagaimanakah cara menanamkan konsep perkalian tersebut secara tepat, mudah dan menyenangkan sehingga siswa tidak mengalami kesulitan dalam melakukan operasi perkalian tersebut. Konsekuensi dari permasalahan tersebut di atas, maka perlu adanya perubahan strategi dalam pembelajaran matematika, diantaranya dengan variasi model pembelajaran yang sesuai, yang dapat mengakomodir maksud dari strategi pembelajaran tersebut.

    Ilustrasi dari cara perkalian yang umumnya diajarkan guru, seperti yang dapat dilihat dalam berbagai buku pelajaran matematika di SD/MI, dimana cara yang disajikan merupakan cara konvensional dalam membelajarkan perkalian. Pembelajaran dalam perkalian biasanya diawali dengan penguasaan daftar perkalian. Dalam proses belajarnya siswa hanya diminta untuk menghafal dan menguasai daftar perkalian yaitu perkalian dasar dari perkalian 1 sampai dengan perkalian 10. Untuk perkalian lebih lanjut guru secara sistematis mengajarkan prosedur perkalian pada siswa langkah demi langkah. Siswa akan mengkopi apa yang dikerjakan guru dan mencoba melakukannya untuk memecahkan soal yang mirip/serupa. Dalam hal ini fokus pembelajarannya terletak pada bagaimana seorang siswa menghafal prosedur tersebut, dan bukan pada pengertian dan pemahaman konsep perkalian tersebut. Bagi siswa yang pintar

  • Jurnal Matematika Vol. 4 No. 2, Desember 2014. ISSN: 1693-1394

    113

    menghafal (termasuk menghafal fakta perkalian), hal ini bukan masalah, tetapi tidak semua siswa sepintar itu. Dalam prakteknya seringkali terjadi kesalahan prosedur mengingat perkalian susun sudah bersifat agak kompleks karena melibatkan dua operasi aljabar yakni operasi penjumlahan dan sekaligus perkalian. Metode atau cara ini dikatakan metode konvensional karena dalam prosesnya hanya menekankan pada tuntutan kurikulum dengan tidak menumbuhkembangkan aspek kemampuan siswa.

    Freudenthal [2] menyatakan matematika tidak boleh diajarkan kepada siswa sebagai a ready made product. Pendekatan kontekstual merupakan alternatif strategi belajar melalui mengalami bukan menghapal, yaitu mengembangkan pemikiran

    belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.

    Membangun pemahaman perkalian yang selama ini sering dilakukan adalah dengan cara menyuruh anak menghafal, berdiri di muka kelas. Bagi mereka yang tidak hafal mereka disuruh berdiri di sudut kelas sampai pelajaran usai. Disamping memunculkan kesan tidak meyenangkan bagi anak, pembelajaran seperti ini juga tidak dapat menuntun anak mengetahui makna yang sebenarnya dari perkalian itu sendiri. Sekarang berbeda, beberapa alternatif pembelajaran perkalian pada tingkat dasar telah ditemukan diantaranya: (1) Tutup botol bekas sebagai media pembelajaran perkalian, yang diperkenalkan oleh Muzenah Fachir, Guru Kelas II Akselerasi SD Islam Sabilal Muhtadin; (2) Penggunan batang Napier (Napier,s Bones); (3) Pembelajaran Realistik, (4) Perkalian dengan menggunakan jari tangan [3], dan (5) Metode Perkalian Silang [4].

    Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nurhayati dan Maulana [5], mengenai efektivitas penerapan pendekatan matematika realistik dalam pembelajaran penanaman konsep dasar perkalian d