pengukuran skala pengembangan wisata bahari pengukuran skala pengembangan wisata bahari berdasarkan

Download PENGUKURAN SKALA PENGEMBANGAN WISATA BAHARI PENGUKURAN SKALA PENGEMBANGAN WISATA BAHARI BERDASARKAN

Post on 03-Dec-2020

4 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • i

    TUGAS AKHIR – RP 141501

    PENGUKURAN SKALA PENGEMBANGAN

    WISATA BAHARI BERDASARKAN

    ASPEK DAYA DUKUNG LINGKUNGAN PADA

    PANTAI BARON, KABUPATEN GUNUNGKIDUL,

    YOGYAKARTA

    ANISA HAPSARI KUSUMASTUTI

    NRP 3613 100 020

    Dosen Pembimbing

    Adjie Pamungkas, ST. M.Dev.Plg.,Ph.D.

    DEPARTEMEN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

    Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember

    Surabaya 2017

  • ii

    FINAL PROJECT – RP 141501

    SCALE MEASUREMENT OF COASTAL TOURISM’S

    DEVELOPMENT BASED ON ENVIRONMENTAL

    CARRYING CAPACITY AT BARON BEACH,

    GUNUNGKIDUL MUNICIPALITY, YOGYAKARTA

    ANISA HAPSARI KUSUMASTUTI

    NRP 3613 100 020

    Supervisor

    Adjie Pamungkas, ST. M.Dev.Plg.,Ph.D.

    DEPARTMENT OF URBAN AND REGIONAL PLANNING

    Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

    Institut Teknologi Sepuluh Nopember

    Surabaya 2017

  • iii

    LEMBAR PENGESAHAN

  • iv

    “Halaman ini sengaja dikosongkan”

  • v

    PENGUKURAN SKALA PENGEMBANGAN

    WISATA BAHARI BERDASARKAN

    ASPEK DAYA DUKUNG LINGKUNGAN PADA

    PANTAI BARON, KABUPATEN GUNUNGKIDUL,

    YOGYAKARTA

    Nama Mahasiswa : Anisa Hapsari Kusumastuti

    NRP : 3613100020

    Jurusan : Perencanaan Wilayah dan Kota,

    Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan,

    ITS

    Dosen

    Pembimbing

    : Adjie Pamungkas, ST.,M.Dev.Plg.,

    Ph.D.

    ABSTRAK

    Predikat Pantai Baron sebagai destinasi wisata bahari

    pada peringkat pertama dengan jumlah kunjungan wisata terbesar

    di Kabupaten Gunungkidul ternyata menimbulkan beberapa

    dampak buruk pada kualitas lingkungan di Pantai Baron.

    Keramaian obyek wisata yang selalu dibanjiri pengunjung saat

    hari libur perayaan hari tertentu menyebabkan kapasitasnya yang

    berlebih tidak dapat ditampung lagi oleh kawasan wisata.

    Akibatnya timbul berbagai masalah dari segi daya dukung fisik,

    daya dukung ekologis, dan daya dukung sosial yang jika dibiarkan

    lambat laun akan merugikan bagi obyek wisata itu sendiri.

    Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan skala

    pengembangan wisata bahari berdasarkan aspek daya dukung

    lingkungan pada Pantai Baron. Tahap awal dalam penelitian ini

    adalah mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang berkaitan

    dengan daya dukung lingkungan pada Pantai Baron yang dicapai

    dengan proses participatory mapping. Tahap selanjutnya adalah

    pengukuran daya dukung lingkungan Pantai Baron dalam

    mengakomodasi kegiatan wisata bahari yang dicapai dengan

    teknik analisis ambang batas perbatasan. Hasil dari tahap

  • vi

    pertama dan kedua adalah berupa perumusan skala

    pengembangan wisata bahari berdasarkan aspek daya dukung

    lingkungan dicapai dengan teknik analisis ambang batas normal.

    Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan

    analisis penghitungan ambang batas perbatasan, kapasitas

    tampung ideal dari aspek daya dukung fisik dapat menampung

    sebesar 12.337 pengunjung/hari, kapasitas untuk aspek daya

    dukung ekologis sebesar 6.048 pengunjung/hari, dan kapasitas

    tampung ideal untuk daya dukung sosial sebesar 6.302

    pengunjung/hari, sehingga dari hasil analisis ketiga aspek daya

    dukung tersebut kemudian didapatkan kapasitas tampung ideal

    yang dapat ditolerir oleh Pantai Baron dari aspek fisik, ekologis,

    maupun sosial adalah sebesar 6.302 pengunjung/hari. Hasil

    penghitungan tersebut menunjukkan adanya perbedaan kapasitas

    penerimaan kawasan wisata jika dibandingkan dengan kondisi

    pada taraf eksisting, dimana sebesar10.666 pengunjung/hari.

    Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa saat ini Pantai

    Baron mengalami kelebihan kapasitas tampung wisatawan yang

    mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan

    sehingga perlu adanya pembatasan jumlah kunjungan wisatawan

    demi keberlanjutan dan eksistensi obyek wisata Pantai Baron,

    Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

    Kata Kunci : daya dukung lingkungan, daya dukung fisik, daya

    dukung ekologis, daya dukung sosial, pariwisata bahari,

    pengembangan wisata

  • vii

    SCALE MEASUREMENT OF COASTAL TOURISM’S

    DEVELOPMENT BASED ON ENVIRONMENTAL

    CARRYING CAPACITY AT BARON BEACH,

    GUNUNGKIDUL MUNICIPALITY, YOGYAKARTA

    Name : Anisa Hapsari Kusumastuti

    NRP : 3613100020

    Department : Urban and Regional Planning, Faculty of

    Civil Engineering and Planning, ITS

    Supervisor : Adjie Pamungkas, ST., M.Dev.Plg.,Ph.D.

    ABSTRACT

    Baron Beach as the most popular coastal tourism in

    Gunungkidul Municipality have experienced bad impacts on the

    environmental quality. The large number of visitors during

    weekends or holidays have caused overcrowded and potentially

    exceed its carrying capacity. As a result, various problems occur

    in terms of physical carrying capacity, ecological carrying

    capacity, and social carrying capacity, which if neglected, will

    gradually damage the tourism area.

    This research aims to formulate the scale of development

    for coastal tourism based on environmental carrying capacity in

    Baron Beach. The first step is identifying the potential and

    problems related to environmental carrying capacity at Baron

    Beach by participatory mapping method. The second is measuring

    the environmental carrying capacity for tourism activities, using

    border threshold analysi. Combining the two previous steps, scale

    of development for Baron Beach is defined by normal threshold

    analysis.

    Based on the threshold analysis, it was found that the ideal

    capacity for physical carrying capacity is 12.337 visitors a day,

    ecological carrying capacity is 6.048 visitors a day, and the social

    carrying capacity is 6.302 visitors a day. In total, based in the three

    aspects, the ideal tolerable capacity of Baron Beach should be

  • viii

    6.302 visitors a day. The result shows that there us a difference

    number between the actual of visitors (10.666 visitors a day) and

    the ideal one (6.302 visitors a day). Therefore, we can conclude

    that Baron Beach is currently overcrowded so consequently it is

    necessary to limit the number of tourists in order to sustain the

    existence of Baron Beach as a tourism area in Gunungkidul

    Municipality, Yogyakarta.

    Keywords: environment carrying capacity, physical carrying

    capacity, ecological carrying capacity, social carrying capacity,

    coastal tourism’s development

  • ix

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena

    atas segala limpahan rahmat dan karuniaNya berupa nikmat

    jasmani dan rohani penulis dapat menyelesaikan laporan Tugas

    Akhir dengan judul “Pengukuran Skala Pengembangan Wisata

    Bahari Berdasarkan Aspek Daya Dukung Lingkungan pada

    Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Tugas

    Akhir ini disusun sebagai prasyarat untuk menyelesaikan program

    Strata-1 di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas

    Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh

    Nopember, Surabaya.

    Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak

    terima kasih kepada pihak-pihak yang telah bersedia membantu

    dalam proses penyelesaian Tugas Akhir ini, baik secara langsung

    ataupun tidak langsung. Untuk itu, penulis ingin menyampaikan

    terima kasih kepada:

    1. Suharyono, SH dan Sirikit Kusuma Dewi, S.Ag selaku orangtua penulis yang selalu memberikan do’a, motivasi,

    restu, kasih sayang, serta dukungan moril.

    2. Bapak Adjie Pamungkas, ST. M.Dev.Plg.,Ph.D sebagai dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan,

    masukan dan motivasi dalam penyusunan Tugas Akhir.

    3. Bapak Ardy Maulidy Navastara, ST. MT., Ibu Hertiari Idajati, ST., M.Sc., Ibu Ema Umilia, ST,. MT., Ibu Dian

    Rahmawati ST., MT., dan Ibu Dra. Dian Septarini, M.Sc

    selaku dosen penguji dari proses penelitian ini dalam tahap

    Seminar Proposal hingga Tugas Akhir yang telah

    memberikan kritik dan masukan perbaikan.

    4. Andhika Bekti Kurniawan selaku kakak kandung penulis yang selalu memberikan dukungan moril dan membantu

    dalam proses survey lapangan.

    5. Rizki Satryanto, partner dalam bertukar pikiran, partner dalam pembuatan peta, serta tempat dalam mencurahkan

  • x

    segala perasaan tentang Tugas Akhir ini, terima kasih atas

    segala waktu, dukungan, dan bantuannya.

    6. Seluruh narasumber dalam penelitian ini Pak Nanang Purwanto, Bapak Johan, Bapak Sumardi, Bapak Wawan,

    serta Ibu Erna yang telah membantu dalam kemudahan

    mencari data primer maupun sekunder, membagi ilmu dan

    pengalamannya sehingga Tugas Akhir ini dapat selesai

    sesuai dengan tujuan penelitian

    7. S

Recommended

View more >