patofisiologi solusio plasenta

4
Patofisiologi Terdapat banyak fakor resiko terjadinya solusio plasenta, sedangkan untuk faktor utamanya belum dketahui apa penyebabnya. Beberapa faktor resiko yang terdapat pada solusio plasenta dan juga terdapat ada pasien ini adalah adanya hipertensi, riwayat solusio plasenta dan juga riwayat solusio plasenta. Selain dari faktor yang telah disebutkan, faktor koagulan dan juga riwayat kebiasaan seperti merokok dan konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan solusio plasenta. Dari semua faktor resiko yang telah disebutkan, apabila terjadi pada wanita hamil maka hal tersebut akan menyebabkan implantasi dari plasenta kurang kuat. Dikarenakan implantasi tersebut kurang kuat, maka dapat terjadi perdarahan dalam desidua basalis. Perdarahan dalam janin tidak menimbulkan perdarahan dikarenakan terdapa tekanan dari plasenta. Apabila plasenta tersebut kurang kuat implantasinya, maka plasenta tersebut tidak dapat kuat menekan perdarahan yang umumnya memang terjadi. Perdarahan di dalam desidua basalis tersebut kemudian menjadi hematom dalam desidua yang mengangkat lapisan-lapisan diatasnya. Hematom ini semakin lama semakin membesar sehingga plasenta akhirnya terdesak dan terlepas. Jika perdarahan sedikit maka hematom yang kecil itu hanya akan mendesak jaringan plasenta, belum mengganggu peredaran darah antara uterus dan plasenta, sehingga tanda dan gejala pun tidak jelas. Perdarahan akan terjadi terus menerus karena otot uterus yang teregang oleh kehamilan tidak mampu untuk berkontraksi lebih untuk menghentikan perdarahan karena masih terdapat hasil konsepsi didalam. Darah dapat merembes ke

Upload: mutiara-citraristi

Post on 25-Jul-2015

790 views

Category:

Documents


2 download

TRANSCRIPT

Page 1: patofisiologi solusio plasenta

Patofisiologi

Terdapat banyak fakor resiko terjadinya solusio plasenta, sedangkan untuk faktor

utamanya belum dketahui apa penyebabnya. Beberapa faktor resiko yang terdapat pada

solusio plasenta dan juga terdapat ada pasien ini adalah adanya hipertensi, riwayat solusio

plasenta dan juga riwayat solusio plasenta. Selain dari faktor yang telah disebutkan, faktor

koagulan dan juga riwayat kebiasaan seperti merokok dan konsumsi alkohol juga dapat

menyebabkan solusio plasenta. Dari semua faktor resiko yang telah disebutkan, apabila

terjadi pada wanita hamil maka hal tersebut akan menyebabkan implantasi dari plasenta

kurang kuat. Dikarenakan implantasi tersebut kurang kuat, maka dapat terjadi perdarahan

dalam desidua basalis. Perdarahan dalam janin tidak menimbulkan perdarahan dikarenakan

terdapa tekanan dari plasenta. Apabila plasenta tersebut kurang kuat implantasinya, maka

plasenta tersebut tidak dapat kuat menekan perdarahan yang umumnya memang terjadi.

Perdarahan di dalam desidua basalis tersebut kemudian menjadi hematom dalam desidua

yang mengangkat lapisan-lapisan diatasnya. Hematom ini semakin lama semakin membesar

sehingga plasenta akhirnya terdesak dan terlepas. Jika perdarahan sedikit maka hematom

yang kecil itu hanya akan mendesak jaringan plasenta, belum mengganggu peredaran darah

antara uterus dan plasenta, sehingga tanda dan gejala pun tidak jelas. Perdarahan akan terjadi

terus menerus karena otot uterus yang teregang oleh kehamilan tidak mampu untuk

berkontraksi lebih untuk menghentikan perdarahan karena masih terdapat hasil konsepsi

didalam. Darah dapat merembes ke pinggiran membran dan keluar dari uterus maka

terjadilah perdarahan ang keluar (revealed hemorrhage) atau terjadi efusi darah dibelakang

plasenta dengan tepi yang masih utuh ( concealed hemorrhage). Apabila hematom

retroplasenta (dibelakang plasenta) terus membesar dikarenakan tidak ada yang dapat

mengehentikan perdarahan maka hematom retroplasenta tersebut dapat menyebabkan

plasenta terlepas sebagian ataupun seluruhnya. Sebagian dari perdarahan ada yang keluar

melalui vagina yang menimbulkan perdarahan pervaginam atau juga ada yang menembus

selaput amnion dan menembus kantong amnion atau juga mengadakan ekstravasasi dintara

serabut-serabut uterus. Ekstravasasi tersebut menyebabkan uterus menjadi tegang dan nyeri.

Akibat adanya kerusakan jaringan miometrium dan hematom retroplasenta, banyak

tromboplastin akan masuk kedalam peredaran darah ibu, sehingga terjadi pembekuan

intravaskular dimana-mana, hal tersebut menyebabkan persediaan fibrinogen dari ibu menjadi

habis. Akibatnya terjadi hipofibrinogenimia yang menyebabkan gangguan pembekuan darah

Pada uterus maupun alat tubuh lainnya. Akibat terjadinya perdarahan tersebut, maka akan

Page 2: patofisiologi solusio plasenta

menimbulkan beberapa gejala klinis seperti anemia, walaupun dari anamnesis didapatka

keluhan perdarahan yang keluar hanya sedikit, tetapi kita tidak menutup kemungkinan bahwa

terjadi perdarahan yang sangat banyak yang tersembunyi didalam uterus. Karena perdarahan

yang sangat banyak dapat menyebabkan uterus menjadi tegang dan juga nyeri. Dari

perdarahan juga dapat menyebabkan adanya keluhan pusing karena kurangnya perfusi

Oksigen ke otak. selain perfusi ke otak dan organ yang lainnya menurun, terjadi juga

penurunan perfusi darah ke perifer, maka dari itu dari gejala klinis adanya tampak pucat.

Apabila perdarahan semakin banyak dan mendesak uterus, maka bisa didapatkan tinggi

fundus uteri yang lebih besar dari normal. Pembesaran dari uterus tersebut dapat mendesak

organ di kavum abdomen, salah satunya gaster. Apabila ada penekanan pada gaster maka

dapat menimbulkan gejala klinis mual mutah. Selain penekanan pada gaster, juga terdapat

penekanan pada vena di bagian ektremitas. Pada umunya, memasuki kehamilan diatas 30

mingu dapat menyebabkan adanya edema pada tungkai dikarenakan adanya kongesti vena di

tungkai oleh pembesaran uterus yang berisikan janin. Tetapi pada kasus ini, kemungkinan

patologis terjadinya edema adalah dikarenakan terganggunya juga perfusi di ginjal akibat

perdarahan yang banyak dan juga pembekuan intravaskular. Hal tersebut dapat menyebabkan

nekrosis pada tubuli ginjal yang mendadak dan menyebabkan adanya proteinuria. Proteinuria

dapat menyebabkan adanya hipoalbuminemia yang menyebabkan penurunan tekanan

onkotik. Penurunan tekanan onkotik dapat menyebabkan perpindahan cairan dari

intravaskular ke interstisium dan hal tersebut dapat menyebabkan edema. Maka dari itu kita

tidak dapat menutup kemungkinan sudah terjadinya proteinuria pada pasien ini dan harus

dipantau dengan pemeriksaan laboratorium. Dari gejala-gejala yang dialami pasien, ada

kemungkinan juga pasien mengarah kepada preeklamsia, jadi hal tersebut harus diwaspadai.

Shad H Deering, MD, Abruptio Placentae .http://emedicine.medscape.com/article/252810-

overview . accesed on July 04,2012