narasi data november 2012

Click here to load reader

Post on 15-Jan-2017

216 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Narasi Radalgram Data s.d. November 2012

    KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, Laporan Pencapaian Pelaksanaan Program dan Anggaran sampai dengan bulan November tahun 2012 telah selesai dilaksanakan. Laporan ini disusun untuk melihat tingkat pencapaian program Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera sampai dengan bulan November 2012 dengan menggunakan data rutin Rek.Kab.F/I/dal/10, Rek.Kab.F/II/KB/II, dan dari komponen terkait (Bidang KB/KR, Bidang KS/PK, Sekretariat, dan Bidang Latbang) yang mampu untuk menyiapkan data pendukung laporan kami selama satu bulan ini. Analisis dan evaluasi data dan keadaan lapangan adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk melihat upaya yang telah dilakukan pada pelaksanaan Perkembangan Kependudukan dan Keluarga Berencana yang telah direncanakan. Selain itu analisis dan evaluasi juga dilakukan terhadap kinerja SKPD-KB Kabupaten dan Kota berdasarkan Kontrak Kinerja Program (KKP) 2012 yang telah disepakati. Laporan ini dimaksudkan juga sebagai informasi bagi semua pengelola program Kependudukan dan KB Nasional di tingkat provinsi dan acuan untuk menentukan kebijakan program yang akan dilakukan pada bulan-bulan berikutnya. Akhirnya pada kesempatan ini kami juga sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dan ikut membantu dalam penyelesaian laporan ini.

    Palembang, 15 Desember 2012 Kabid Advokasi, Penggerakan dan Informasi,

    Minarti, SE NIP. 19670203 199103 2 002

  • Narasi Radalgram Data s.d. November 2012

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Situasi dan kondisi kependudukan yang ada merupakan suatu permasalahan yang memerlukan perhatian dan penanganan secara seksama, lebih sungguh-sungguh, dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang telah dan perlu terus dilakukan oleh pemerintah, bersama-sama dengan seluruh lapisan masyarakat, adalah dengan pengendalian jumlah penduduk melalui peningkatan pelayanan keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi (KR) yang terjangkau, bermutu, dan efektif menuju terbentuknya keluarga kecil yang berkualitas.

    Program KKB mempunyai arti yang sangat penting dalam upaya mewujudkan manusia Indonesia yang sejahtera lahir dan batin. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera yang kemudian direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menyebutkan bahwa KB adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, serta mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga berkualitas.

    Sebagai salah satu program pembangunan nasional, Program KKB yang telah dilaksanakan selama empat dasawarsa telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam pembangunan kependudukan dan keluarga kecil berkualitas. Hal ini bisa dilihat dari menurunnya angka kelahiran total, dari 5,6 per wanita usia subur pada awal 70-an menjadi 2,3 pada tahun 2007. Pada kurun waktu tersebut, Program KB juga telah berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu kebutuhan hidup masyarakat yang cukup penting, sehingga dalam pelaksanaannya program KB bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah saja tapi juga telah menjadi tanggung jawab masyarakat.

    Dalam rangka mencapai visi penduduk tumbuh seimbang 2015 berbagai upaya terus dilakukan pemerintah (BKKBN). Usaha menurunkan tingkat kelahiran dilaksanakan melalui penyebarluasan dan penyediaan sarana dan prasarana keluarga berencana.Sementara itu, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat/keluarga tentang keluarga berencana,promosi program KB (KIE-KB) gencar dilakukan melalui berbagai media.Termasuk juga adalah kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong masyarakat/keluarga untuk melaksanakan atau mempraktekkannorma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

  • Narasi Radalgram Data s.d. November 2012

    Upaya lain yang dilakukan dalam rangka memperkuat dan meningkatkan pencapaian program KBnasional adalah dengan membangun kesepakatan antara Kepala BKKBN Provinsi dan Kepala BKKBN Pusat dalam bentuk Kontrak Kinerja pencapaian beberapa indikator program yang harus dicapai oleh BKKBN Provinsi. Untuk tahun 2012, sasaran kontrak kinerja provinsi (KKP) adalah seperti terlihat dalam Tabel 1.

    Untuk memonitor perkembangan pelaksanaan program di lapangan dan pencapaian KKP, telah diterapkan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Program KKB yang secara berkala setiap bulan mampu mengumpulkan data dan informasi operasional dari tingkat di lini lapangan yang paling bawah.Dengan telah berlalunya bulan November 2012, maka perlu dilakukan analisis dan evaluasi untuk melihat sejauh mana upaya dan hasil pencapaian pelaksanaan program Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional yang telah dilakukan dibandingkan dengan kebijakan, sasaran, dan program/kegiatan yang telah direncanakan.Dari 18 indikator KKP, tidak semua indikator dianalisis dan evaluasi setiap bulan.IndikatorJumlah Kelompok BKB Paripurna, Jumlah Kelompok BKR Paripurna, Laporan DAK Bidang KB Kabupaten/Kota, dan Peserta pelatihan yang tercatat dalam sistem komputerisasi Diklat, dilakukan setiap triwulan. Indikator Barang Milik Negara masuk dalam SIMAK-BMN, Laporan Keuangan dan BMN tepat waktu dan sesuai dengan SAP dilakukan setiap semester.

  • Narasi Radalgram Data s.d. November 2012

    Tabel 1 Sasaran KKP Tahun 2012

    NO INDIKATOR SASARAN

    1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

    Jumlah Seluruh Peserta KB Baru Jumlah Peserta KB Baru KPS dan KSI

    Jumlah Peserta KB Aktif Jumlah Peserta KB Baru MKJP:

    - IUD - MOW - IMPLANT - MOP

    Jumlah Peserta KB Baru Pria (MOP + Kondom)

    - KONDOM Jumlah Keluarga yang memiliki Balita Aktif BKB Jumlah Kelompok BKB Paripurna Jumlah Keluarga yang memiliki Remaja Aktif BKR Jumlah Kelompok BKR Paripurna Jumlah Kelompok PIK Remaja:

    - Tahap Tumbuh - Tahap Tegak - Tahap Tegar

    Jumlah Kelompok BKL Jumlah Keluarga yang memiliki Lansia Aktif BKL Jumlah Kelompok UPPKS Persentase PUS Keluarga Pra Sejahtera (KPS) dan Keluarga Sejahtera I (KS I) Anggota Kelompok UPPKS yang Menjadi Peserta KB Persentase Barang Milik Negara (BMN) masuk dalam SIMAK BMN Persentase Laporan Keuangan dan BMN tepat waktu dan sesuai dengan SAP Laporan DAK Bidang KB Kabupaten/Kota per Triwulan Persentase peserta pelatihan yang tercatat dalam sistem komputerisasi Diklat

    405.920

    195.599

    925.000

    63.520 10.910 2.140

    49.470 1.000

    51.010 50.010

    98.628

    306

    89.835

    199

    516 375 84 57

    2.165

    58.819

    1.425

    90,0

    100

    100

    13

    100

  • Narasi Radalgram Data s.d. November 2012

    BAB II

    LAPORAN PENGENDALIAN PROGRAM KB NASIONAL PROVINSI SUMATERA SELATAN

    BULAN NOVEMBER 2012

    A. CAKUPAN LAPORAN

    Memasuki bulan ke enam yaitu bulan November 2012 laporan rekapitulasi pelayanan kontrasepsi (Rek. F/II/KB/11) dan Pengendalian Lapangan (F/I/Kab-DAL/10 sebagai bahan monitoring dari hasil kegiatan di Kabupaten/ Kota yang masuk sebanyak 15 Kab/Kota atau 100% dari 15 Kabupaten / Kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Lebih rinci dapat dilihat jumlah sarana pelayanan, petugas lapangan, IMP dan Kelompok Kegiatan (Poktan) yang dilaporkan kegiatan sebagai berikut: 1. Laporan yang masuk dari Kecamatan sebanyak 223 atau 99,55 % dari 224

    Kecamatan yang ada. Apa bila dilihat dari laporan yang masuk rata rata seluruh Kab/Kota melapor dengan cakupan 100%, kecuali kota L. Linggau (88,89%).

    2. Laporan yang masuk dari Desa/Kelurahan sebanyak 3.164 atau 97,99% dari 3.229 Desa/Kelurahan yang ada. Apabila dilihat dari laporan yang masuk rata rata seluruh Kab/Kota melapor 100%, kecuali Kab. Muba (99,15%), Banyuasin (93,83%), dan OKU Timur (85,67%).

    3. Jumlah PPKBD yang melapor sebanyak 3.177 atau 99,91% dari 3.180 PPKBD

    yang ada. Apa bila dilihat dari laporan yang masuk rata rata Kab/Kota telah melapor dengan cakupan 100%, kecuali Kab. Muba (99,58%), Muara Enim (99,69%), dan L.Linggau (98,61%).

  • Narasi Radalgram Data s.d. November 2012

    4. Jumlah Sub.PPKBD yang dilaporkan sebanyak 13.754 atau 98,75% dari 13.918 Sub PPKBD yang ada. Apabila dilihat dari laporan yang masuk, rata rata Kab/Kota melapor dengan cakupan 100%, kecuali Kab.Muba (96,13%), Muara Enim (98,23%), Mura (89,42%), Banyuasin (97,08%), dan L.Linggau (99,43%).

    5. Jumlah Klinik KB Pemerintah secara keseluruhan yang melapor sebanyak 936

    atau 98,53% dari 950 klinik yang ada. Apabila dilihat dari laporan yang masuk, rata-rata Kab/Kota melapor dengan cakupan 100%, kecuali Kab. OKI (98,26%), Mura (95,51%), Banyuasin (96,77%), Prabumulih (93,94%), dan L.Linggau (95,65%).

    6. Jumlah klinik KB Swasta secara keseluruhan yang melapor sebanyak 336 atau 99,41% dari 336 klinik yang ada. Apa bila dilihat dari laporan yang masuk rata rata Kab/Kota melapor 100%, kecuali Kabupaten OKI (90,91%), sedangkan OKU Timur tidak memiliki Klinik KB Swasta.

    7. Laporan yang masuk dari Dokter Praktek Swasta (DPS) sebanyak 347 atau

    78,15% dari 444 DPS yang ada. Apa bila dilihat laporan yang masuk rata-rata 100% kecuali Kab. Muba (88,54%), OKI (93,75%), OKU (97,67%), Banyuasin (35,48%), Prabumulih (15,0%), Pagar Alam (33,33%), L.Linggau (8,33%), Ogan Ilir (40,0%),OKUT (66,67%), dan Empat Lawang (0,0%).

    8. Laporan yang masuk dari Bidan Praktek Swasta (BPS) sebanyak 2.543 atau 92,98% dari 2.735 BPS yang ada. Apa bila dilihat dari laporan yang masuk, hanya terdapat 5 (li