mengenal berbagai jenis termometer

Click here to load reader

Post on 31-Jul-2015

2.518 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Mengenal Berbagai Jenis Termometer

Alat yang satu ini harus siap sedia di rumah Mommy, termometer untuk mengukur panas badan si kecil. Termometer berasal dari istilah bahasa latin thermo yang berarti barang dan meter yang berarti mengukur. Ada berbagai jenis termometer dengan keakuratan yang berbeda. Apa saja ya? Yuk simak di bawah ini : Termometer digital dengan sensor elektronik untuk merekam panas suhu tubuh melalui dubur, mulut, atau ketiak. Pengukuran melal ui dubur atau mulut biasanya lebih akurat daripada melalui ketiak. Untuk bayi pengukuran yang terbaik melalui dubur, untuk balita yang sudah bisa menahan termometer di mulut bisa melalui mulut. Pengukuran panas melalui mulut jangan langsung setelah anak makan, tunggu 15 20 menit sesudah makan. Gunakan termometer yang berbeda untuk dubur atau mulut, jangan hanya satu termometer saja. Termometer digital telinga yang menggunakan sinar inframerah untuk mengukur suhu melalui telinga. Biasanya digunakan untuk bayi usia 3 bulan ke atas sampai dewasa. Terlebih dahulu pastikan telinga telah bersih, penggunaan termometer ini dengan posisi yang tepat juga menghasilkan suhu yang akurat. Termometer digital dot, berbentuk dot yang dihisap oleh bayi. Mudah pemakaian karena si kecil hanya perlu menghisap dot saja selama tiga atau lima menit. Termometer arteri temporal. Menggunakan pemindai inframerah untuk mengukur suhu melalui dahi dalam waktu sekitar enam detik. Cocok untuk bayi usia 3 bulan ke atas, anak-anak sampai dewasa. Termometer strip. Berisi kristal cair yang bereaksi terhadap panas. Cara menggunakannya cukup dengan menempelkan termometer ke dahi. Namun, kurang akurat dibanding termometer lainnya karena suhu lingkungan bisa mempengaruhi suhu tubuh yang diukur. Termometer air raksa. Berisi air raksa untuk menandakan panas badan si kecil. Bisa untuk mulut, dubur atau ketiak. Tetapi sedikit berbahaya, karena bisa terhirup. Dan berbahaya untuk mulut jika termometer pecah, air raksa terhisap ke dalam. Untuk anak di bawah usia 3 bulan, gunakan termometer di dubur. Tidak membutuhkan waktu yang lama, ajak si kecil bicara saat Mommy menggunakan termometer ini sehingga si kecil tidak terlalu merasakan. Untuk usia di atasnya bisa tetap mengukur suhu di dubur untuk balita, atau di mulut jika sudah memungkinkan

untuk menahan termometer selama beberapa menit. Untuk usia di atas balita sampai dewasa bisa melalui mulut atau ketiak. Suhu mulut biasanya lebih akurat daripada suhu ketiak. Pastikan termometer ada di rumah Mommy jika sewaktu-waktu dibutuhkan saat si kecil sakit. TERMOMETER BIMETAL MEKANIK Termometer Bimetal Mekanik adalah sebuah termometer yang terbuat dari dau buah kepingan logam yang memiliki koefisien muai berbeda yang dikeling (dipelat) menjadi satu. Kata Bimetal sendiri memiliki arti yaitu bi berarti dua sedangkan kata metal berarti logam, sehingga bimetal berarti dua logam. Keping Bimetal sengaja dibuat memiliki dua buah keping logam karena kepingan ini dapat melengkung jika terjadi perubahan suhu. Prinsipnya, apabila suhu berubah menjadi tinggi, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang keoefisien muainya lebih tinggi, sedangkan jika suhu menjadi rendah, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang keofisien muainya lebih rendah. Logam dengan koefisien muai lebih besar (tinggi) akan lebih cepat memanjang sehingga kepingan akan membengkok (melengkung) sebab logam yang satunya lagi tidak ikut memanjang. Biasanya keping bimetal ini terbuat dari logam yang koefisien muainya jauh berbeda, seperti besi dan tembaga. Pada termometer, keping bimetal dapat difungsikan sebagai penunjuk arah karena jika kepingan menerima rangsanag berupa suhu, maka keping akan langsung melengkung karena pemuaian panjang pada logam. Selain digunakan sebagai termometer, keping bimetal juga digunakan pada lampu sein mobil, termostat, setrika, dll.

Jenis-jenis Termometer

Demam merupakan salah satu gejala penyakit yang sering terjadi pada sang buah hati. Walaupun demikian tetap saja para orangtua akan merasa cemas bila hal itu terjadi. Adanya suhu tubuh yang meningkat bisa jadi merupakan gejala dari gangguan kesehatan lain.

Sebagai pengukur suhu tubuh biasa digunakan alat pengukur suhu tubuh (termometer) & dahulu kala termometer air raksa lazim digunakan sebagai alat pengukur suhu tubuh. Tetapi untuk saat ini termometer air raksa mulai jarang digunakan karena ada kekhawatiran terhadap bahaya air raksa bila pecah & terkena tubuh. Jadi termometer apa yang sebaiknya digunakan ? termometer digital, termometer telinga ataukah termometer jenis lain. Berikut uraian dari mayoclinic tentang berbagai jenis termometer yang ada.

Termometer Digital

Termometer digital yang ditenagai oleh batere kecil, menggunakan sensor panas elektronik untuk mendeteksi suhu tubuh. Sebagian besar termometer digital dapat melakukan pengukuran suhu tubuh melalui mulut dibawah lidahnya (oral), dibawah lengan (axillary) ataupun melalui anus (rectal). Dan hasilnya dapat diketahui dalam jangka waktu 30 detik atau kurang. Hasil pembacaan termometer tersebut akan muncul pada layar kecil di bagian atas termometer. Termometer digital mempunyai harga yang lebih ekonomis & sesuai untuk bayi, anak kecil ataupun orang dewasa. Catatan : Untuk bayi dibawah usia 3 bulan, pengukuran suhu tubuh sebaiknya dilakukan melalui anus karena lebih akurat. Sedangkan untuk anak-anak & orang dewasa, pengukuran suhu tubuh melalui mulut bisa dilakukan & hasilnya juga akurat asalkan mulut tertutup selama proses pengukuran dilakukan. Pengukuran suhu tubuh melalui bawah lengan hasilnya kurang akurat dibandingkan 2 cara tersebut diatas.

Termometer Digital Pacifier

Jika sang buah hati sering menggunakan pacifier atau empeng, anda dapat menggunakan termometer yang berbentuk seperti empeng ini. Si kecil hanya tinggal menghisap/menyedot termometer tersebut sampai suhu tubuh terdeteksi oleh termometer. Hasil dari pengukuran akan tampak pada layar kecil di bagian depan termometer. Untuk di Indonesia sendiri belum diketahui apakah termometer jenis ini sudah tersedia atau belum. Walaupun tampak lebih mudah digunakan, ada beberapa kekurangan dari termometer ini yaitu termometer ini tidak dianjurkan untuk bayi usia dibawah 3 bulan & untuk penggunaan supaya hasilnya akurat maka si kecil harus menghisap termometer tersebut dalam jangka waktu yang lebih lama, sekitar 3 menit. Pada sebagian anak-anak maka hal ini dapat menyulitkan.

Termometer Telinga Digital

Termometer telinga digital atau bisa juga disebut termometer tympanic menggunakan sinar infra merah untuk mengukur suhu tubuh didalam lubang telinga. Jika digunakan secara tepat, termometer telinga ini dapat mengukur suhu tubuh secara cepat & akurat, bahkan kadang hanya dalam waktu beberapa detik saja. Hasil pengukuran akan tampak pada layar kecil di bagian atas termometer. Termometer telinga ini juga ditenagai oleh batere kecil serta sesuai untuk bayi diatas usia 3 bulan, anak-anak serta orang dewasa. Termometer telinga digital tidak di anjurkan untuk digunakan pada bayi usia dibawah 3 bulan karena pada usia tersebut lubang telinga bayi masih terlalu kecil. Termometer telinga digital ini juga biasanya memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan termometer digital jenis lain.

Termometer Strip

Termometer strip mengandung cairan Kristal yang dapat bereaksi terhadap panas.

Cukup tempelkan saja termometer tersebut pada bagian dahi, maka termometer strip tersebut akan mendeteksi suhu tubuh melalui perubahan warna pada cairan. Termometer strip ini dapat digunakan untuk bayi, anak-anak serta orang dewasa. Akan tetapi hasil pengukuran termometer strip ini tidak terlalu akurat. Jadi jika anda menginginkan hasil pengukuran yang lebih akurat, lebih baik gunakan termometer digital. Untuk di Indonesia sendiri belum diketahui apakah termometer jenis ini sudah tersedia atau belum da berbagai jenis termometer yang paling umum kita ketahui seperti: termometer digital, termometer digital telinga, termometer digital dot, termometer arteri temporal, dll. Lalu apa kegunaan dari masing-masing termeter itu dan bagaimana cara menggunakannya? - Termometer digital Termometer digital biasa, menggunakan sensor elektronik untuk merekam panas suhu tubuh. Suhu dapat diukur pada dubur, mulut, atau ketiak. Cara yang paling akurat untuk mengukur suhu anak adalah dengan menggunakan termometer digital dubur atau oral. Suhu rektal (dubur) memperlihatkan suhu yang terbaik untuk bayi. Sedangkan untuk anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa, biasanya suhu mulut Pengukuran melalui ketiak kurang akurat dibanding dubur dan mulut. Kebanyakan termometer digital dapat merekam temperatur dari mulut, ketiak, atau dubur - sering dalam satu menit atau kurang. Sebuah termometer digital yang tepat untuk bayi baru lahir, bayi, anak-anak dan orang dewasa. Mungkin mengambil suhu anak pada dubur bisa tidak nyaman. Suhu diambil melalui mulut. Jika anak telah makan atau minum, tunggu 15 menit untuk mengambil suhu mulut. Sediakan dua temometer yang berbeda jika termometer digunakan untuk dubur dan mulut. Jangan gunakan termometer yang sama di kedua tempat. - Termometer digital telinga Termometer digital telinga, juga disebut termometer timpani, menggunakan sinar inframerah untuk mengukur suhu di dalam saluran telinga. Bila diposisikan dengan benar, termometer digital telinga cepat dan akurat. Termometer ini cocok bagi bayi usia 3 bulan ke atas, anak-anak yang lebih tua, dan orang dewasa. Namun tidak dianjurkan untuk bayi yang baru lahir. Pastikan telinga Anda bersih sebelum diperiksa suhunya. Karena kotoran telinga bisa mengganggu akurasi suhu. - Termometer digital dot Jika bayi menggunakan dot, Anda bisa mencoba dot termometer digital. Bayi

mengisap dot sampai puncak suhu didapat. Sehingga bayi tidak sadar jika sedang mengambil suhunya. Namun termometer ini tidak dianjurkan untuk bayi yang baru lahir. Unt