106055919 mengenal berbagai jenis termometer

Click here to load reader

Post on 26-Nov-2015

221 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Mengenal Berbagai Jenis Termometer

    Alat yang satu ini harus siap sedia di rumah Mommy, termometer untuk mengukur

    panas badan si kecil. Termometer berasal dari istilah bahasa latin thermo yang berarti

    barang dan meter yang berarti mengukur. Ada berbagai jenis termometer dengan

    keakuratan yang berbeda. Apa saja ya? Yuk simak di bawah ini :

    Termometer digital dengan sensor elektronik untuk merekam panas suhu tubuh

    melalui dubur, mulut, atau ketiak. Pengukuran melal ui dubur atau mulut biasanya

    lebih akurat daripada melalui ketiak. Untuk bayi pengukuran yang terbaik melalui

    dubur, untuk balita yang sudah bisa menahan termometer di mulut bisa melalui

    mulut. Pengukuran panas melalui mulut jangan langsung setelah anak makan, tunggu

    15 20 menit sesudah makan. Gunakan termometer yang berbeda untuk dubur atau mulut, jangan hanya satu termometer saja.

    Termometer digital telinga yang menggunakan sinar inframerah untuk mengukur

    suhu melalui telinga. Biasanya digunakan untuk bayi usia 3 bulan ke atas sampai

    dewasa. Terlebih dahulu pastikan telinga telah bersih, penggunaan termometer ini

    dengan posisi yang tepat juga menghasilkan suhu yang akurat.

    Termometer digital dot, berbentuk dot yang dihisap oleh bayi. Mudah pemakaian

    karena si kecil hanya perlu menghisap dot saja selama tiga atau lima menit.

    Termometer arteri temporal. Menggunakan pemindai inframerah untuk mengukur

    suhu melalui dahi dalam waktu sekitar enam detik. Cocok untuk bayi usia 3 bulan ke

    atas, anak-anak sampai dewasa.

    Termometer strip. Berisi kristal cair yang bereaksi terhadap panas. Cara

    menggunakannya cukup dengan menempelkan termometer ke dahi. Namun, kurang

    akurat dibanding termometer lainnya karena suhu lingkungan bisa mempengaruhi

    suhu tubuh yang diukur.

    Termometer air raksa. Berisi air raksa untuk menandakan panas badan si kecil. Bisa

    untuk mulut, dubur atau ketiak. Tetapi sedikit berbahaya, karena bisa terhirup. Dan

    berbahaya untuk mulut jika termometer pecah, air raksa terhisap ke dalam.

    Untuk anak di bawah usia 3 bulan, gunakan termometer di dubur. Tidak

    membutuhkan waktu yang lama, ajak si kecil bicara saat Mommy menggunakan

    termometer ini sehingga si kecil tidak terlalu merasakan. Untuk usia di atasnya bisa

    tetap mengukur suhu di dubur untuk balita, atau di mulut jika sudah memungkinkan

  • untuk menahan termometer selama beberapa menit. Untuk usia di atas balita sampai

    dewasa bisa melalui mulut atau ketiak. Suhu mulut biasanya lebih akurat daripada

    suhu ketiak. Pastikan termometer ada di rumah Mommy jika sewaktu-waktu

    dibutuhkan saat si kecil sakit.

    TERMOMETER BIMETAL MEKANIK Termometer Bimetal Mekanik adalah sebuah termometer yang terbuat dari dau buah

    kepingan logam yang memiliki koefisien muai berbeda yang dikeling (dipelat)

    menjadi satu. Kata Bimetal sendiri memiliki arti yaitu bi berarti dua sedangkan kata

    metal berarti logam, sehingga bimetal berarti dua logam.

    Keping Bimetal sengaja dibuat memiliki dua buah keping logam karena kepingan ini

    dapat melengkung jika terjadi perubahan suhu. Prinsipnya, apabila suhu berubah

    menjadi tinggi, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang keoefisien

    muainya lebih tinggi, sedangkan jika suhu menjadi rendah, keping bimetal akan

    melengkung ke arah logam yang keofisien muainya lebih rendah. Logam dengan

    koefisien muai lebih besar (tinggi) akan lebih cepat memanjang sehingga kepingan

    akan membengkok (melengkung) sebab logam yang satunya lagi tidak ikut

    memanjang. Biasanya keping bimetal ini terbuat dari logam yang koefisien muainya

    jauh berbeda, seperti besi dan tembaga.

    Pada termometer, keping bimetal dapat difungsikan sebagai penunjuk arah karena

    jika kepingan menerima rangsanag berupa suhu, maka keping akan langsung

    melengkung karena pemuaian panjang pada logam.

    Selain digunakan sebagai termometer, keping bimetal juga digunakan pada lampu

    sein mobil, termostat, setrika, dll.

    Jenis-jenis Termometer

    Demam merupakan salah satu gejala penyakit yang sering terjadi pada sang buah hati.

    Walaupun demikian tetap saja para orangtua akan merasa cemas bila hal itu terjadi.

    Adanya suhu tubuh yang meningkat bisa jadi merupakan gejala dari gangguan

    kesehatan lain.

  • Sebagai pengukur suhu tubuh biasa digunakan alat pengukur suhu tubuh

    (termometer) & dahulu kala termometer air raksa lazim digunakan sebagai alat

    pengukur suhu tubuh. Tetapi untuk saat ini termometer air raksa mulai jarang

    digunakan karena ada kekhawatiran terhadap bahaya air raksa bila pecah & terkena

    tubuh. Jadi termometer apa yang sebaiknya digunakan ? termometer digital,

    termometer telinga ataukah termometer jenis lain. Berikut uraian dari mayoclinic

    tentang berbagai jenis termometer yang ada.

    Termometer Digital

    Termometer digital yang ditenagai oleh batere kecil, menggunakan sensor panas

    elektronik untuk mendeteksi suhu tubuh. Sebagian besar termometer digital dapat

    melakukan pengukuran suhu tubuh melalui mulut dibawah lidahnya (oral), dibawah

    lengan (axillary) ataupun melalui anus (rectal). Dan hasilnya dapat diketahui dalam

    jangka waktu 30 detik atau kurang. Hasil pembacaan termometer tersebut akan

    muncul pada layar kecil di bagian atas termometer. Termometer digital mempunyai

    harga yang lebih ekonomis & sesuai untuk bayi, anak kecil ataupun orang dewasa.

    Catatan :

    Untuk bayi dibawah usia 3 bulan, pengukuran suhu tubuh sebaiknya dilakukan

    melalui anus karena lebih akurat. Sedangkan untuk anak-anak & orang dewasa,

    pengukuran suhu tubuh melalui mulut bisa dilakukan & hasilnya juga akurat asalkan

    mulut tertutup selama proses pengukuran dilakukan. Pengukuran suhu tubuh melalui

    bawah lengan hasilnya kurang akurat dibandingkan 2 cara tersebut diatas.

    Termometer Digital Pacifier

  • Jika sang buah hati sering menggunakan pacifier atau empeng, anda dapat

    menggunakan termometer yang berbentuk seperti empeng ini. Si kecil hanya tinggal

    menghisap/menyedot termometer tersebut sampai suhu tubuh terdeteksi oleh

    termometer. Hasil dari pengukuran akan tampak pada layar kecil di bagian depan

    termometer. Untuk di Indonesia sendiri belum diketahui apakah termometer jenis ini

    sudah tersedia atau belum. Walaupun tampak lebih mudah digunakan, ada beberapa

    kekurangan dari termometer ini yaitu termometer ini tidak dianjurkan untuk bayi usia

    dibawah 3 bulan & untuk penggunaan supaya hasilnya akurat maka si kecil harus

    menghisap termometer tersebut dalam jangka waktu yang lebih lama, sekitar 3 menit.

    Pada sebagian anak-anak maka hal ini dapat menyulitkan.

    Termometer Telinga Digital

    Termometer telinga digital atau bisa juga disebut termometer tympanic menggunakan sinar infra merah untuk mengukur suhu tubuh didalam lubang telinga.

    Jika digunakan secara tepat, termometer telinga ini dapat mengukur suhu tubuh

    secara cepat & akurat, bahkan kadang hanya dalam waktu beberapa detik saja. Hasil

    pengukuran akan tampak pada layar kecil di bagian atas termometer. Termometer

    telinga ini juga ditenagai oleh batere kecil serta sesuai untuk bayi diatas usia 3 bulan,

    anak-anak serta orang dewasa. Termometer telinga digital tidak di anjurkan untuk

    digunakan pada bayi usia dibawah 3 bulan karena pada usia tersebut lubang telinga

    bayi masih terlalu kecil. Termometer telinga digital ini juga biasanya memiliki harga

    yang lebih mahal dibandingkan termometer digital jenis lain.

    Termometer Strip

    Termometer strip mengandung cairan Kristal yang dapat bereaksi terhadap panas.

  • Cukup tempelkan saja termometer tersebut pada bagian dahi, maka termometer strip

    tersebut akan mendeteksi suhu tubuh melalui perubahan warna pada cairan.

    Termometer strip ini dapat digunakan untuk bayi, anak-anak serta orang dewasa.

    Akan tetapi hasil pengukuran termometer strip ini tidak terlalu akurat. Jadi jika anda

    menginginkan hasil pengukuran yang lebih akurat, lebih baik gunakan termometer

    digital. Untuk di Indonesia sendiri belum diketahui apakah termometer jenis ini sudah

    tersedia atau belum

    da berbagai jenis termometer yang paling umum kita ketahui seperti: termometer

    digital, termometer digital telinga, termometer digital dot, termometer arteri temporal,

    dll. Lalu apa kegunaan dari masing-masing termeter itu dan bagaimana cara

    menggunakannya?

    - Termometer digital

    Termometer digital biasa, menggunakan sensor elektronik untuk merekam panas suhu

    tubuh. Suhu dapat diukur pada dubur, mulut, atau ketiak. Cara yang paling akurat

    untuk mengukur suhu anak adalah dengan menggunakan termometer digital dubur

    atau oral. Suhu rektal (dubur) memperlihatkan suhu yang terbaik untuk bayi.

    Sedangkan untuk anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa, biasanya suhu mulut

    Pengukuran melalui ketiak kurang akurat dibanding dubur dan mulut.

    Kebanyakan termometer digital dapat merekam temperatur dari mulut, ketiak, atau

    dubur - sering dalam satu menit atau kurang. Sebuah termometer digital yang tepat

    untuk bayi baru lahir, bayi, anak-anak dan orang dewasa.

    Mungkin mengambil suhu anak pada dubur bisa tidak nyaman. Suhu diambil melalui

    mulut. Jika anak telah makan atau minum, tunggu 15 menit untuk mengambil suhu

    mulut. Sediakan dua temometer yang berbeda jika termometer digunakan untuk dubur

    dan mulut. Jangan gunakan termometer yang sama di kedua tempat.

    - Termometer digital telinga

    Termometer digital telinga, juga disebut termometer timpani, menggunakan sinar

    inframerah untuk mengukur suhu di dalam saluran telinga.

    Bila diposisikan dengan benar, termometer digital telinga cepat dan akurat.

    Termometer ini cocok bagi bayi usia 3 bulan ke atas, anak-anak yang lebih tua, dan

    orang dewasa. Namun tidak dianjurkan untuk bayi yang baru lahir. Pastikan telinga

    Anda bersih sebelum diperiksa suhunya. Karena kotoran telinga bisa mengganggu

    akurasi suhu.

    - Termometer digital dot

    Jika bayi menggunakan dot, Anda bisa mencoba dot termometer digital. Bayi

  • mengisap dot sampai puncak suhu didapat.

    Sehingga bayi tidak sadar jika sedang mengambil suhunya. Namun termometer ini

    tidak dianjurkan untuk bayi yang baru lahir. Untuk hasil akurat, dot ditaruh di

    mulutnya sekitar tiga sampai lima menit.

    - Termometer arteri temporal

    Termometer arteri temporal menggunakan pemindai inframerah untuk mengukur

    suhu dari arteri temporal di dahi.

    Termometer ini merekam temperatur waktu sekitar enam detik. Cocok untuk bayi

    usia 3 bulan ke atas, anak-anak yang lebih tua, dan orang dewasa.

    Meski lebih akurat mengukur suhu bayi daripada termometer telinga, termometer ini

    tak dianjurkan untuk bayi yang baru lahir. Termometer ini belum diverifikasi.

    Kemungkinan harganya lebih mahal daripada termometer jenis lainnya.

    - Termometer strip

    Termometer strip berisi kristal cair yang bereaksi terhadap panas. Penggunaannya

    cukup dengan menempelkan termometer ke dahi dan termometer akan berubah

    warna.

    Termometer ini yang kurang akurat. Pasalnya, suhu lingkungan bisa mempengaruhi

    suhu manusia yang diukur. Termometer ini cocok bagi bayi usia 3 bulan ke atas,

    anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa. Tapi tidak dianjurkan untuk bayi yang

    baru lahir.

    - Termometer raksa

    Termometer merkuri (air raksa) terbungkus kaca untuk mengukur suhu tubuh.

    Termometer raksa dapat merekam temperatur dari mulut, ketiak atau dubur. Tapi tak

    lagi dianjurkan karena dapat merusak dan merkuri bisa terhirup. Jika Anda memiliki

    sebuah termometer merkuri, pertimbangkan untuk menggantinya.

    Apa sih fungsi termometer? Fungsi termometer adalah untuk mengukur suhu. Nah fungsi

    kita mengukur suhu ini yang macam-macam. Fungsi kita mengukur suhu bisa untuk bidang

    kedokteran, yaitu untuk mengetahui suhu tubuh manusia, apakah kita demam atau tidak.

    Kita menggunakan termometer juga untuk mengetahui suhu kamar, untuk mengetahui

    berapa suhu oven untuk memasak dan sebagainya.

    Tahu nggak sobat, termometer yang umum digunakan adalah termometer zat cair

    dengan pengisi pipa kapilernya adalah raksa atau alkohol. Pengukur suhu ruang

    biasanya menggunakan raksa. kalo untuk mengukur suhu yang sangat rendah

  • biasanya menggunakan termometer alkohol. Kenapa gitu ya? hal itu dikarenakan

    alkhohol memiliki titik beku yang sangat rendah, yaitu -114oC.

    Jenis-Jenis Termometer Temans, secara umum, termometer itu ada dua macam. Apa saja tuh? termometer gelas

    dan termometer non gelas.

    1. Termometer Gelas

    Termometer gelas merupakan alat pengukur suhu berupa tabung kaca berongga yang

    tertutup berisi cairan tertentu. cairan tersebut dapat berupa raksa maupun alkohol. Nah,

    ternyata ada keuntungan dan kerugian raksa sebagai zat cair pengisi termomter lho. Apa

    saja keuntungan dan kerugiannya?

    Keuntungan Kerugian

    1. Pemuaiannya merata dan teratur 1. Harganya mahal

    2. Peka terhadap perubahan suhu. 2. Tidak dapat mengukur suhu di bawah -

    40oC

    3. Tidak membasahi dinding kaca pada saat

    memuai dan menyusut.

    3. Raksa termasuk zat beracun sehingga

    sangat berbahaya jika termometer pecah

    4. Titik bekunya rendah (-40oC) dan titik

    didihnya tinggi (350oC) sehingga dapat

    mengukur suhu yang relatif rendah maupun

    suhu yang tinggi.

    5. Warnanya mengkilap sehingga

    memudahkan pembacaan skala.

    Berikut beberapa termometer gelas yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari,

    antara lain sebagai berikut.

    1) Termometer klinis

  • Termometer klinis digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia. Ada dua macam

    termometer klinis, yaitu termometer klinis analag dan termometer klinis digital. Hasil

    pengukuran termometer analog ditunjukkan dengan angka-angka skala yang tercetak

    di samping permukaan raksa dalam pipa kapiler.

    2) Termometer dinding

    Termometer dinding digunakan untuk mengukur suhu ruangan. Skala termometer

    dinding berkisar antara -50oC sampai 50

    oC.

    3) Termometer Six-Bellani

  • Termometer Six-Bellani digunakan untuk mengukur suhu rumah kaca yang berfungsi

    sebagai tempat penelitian. tahu nggak fren, termometer ini menggunakan dua skala

    lho, skala minimum pada pipa kiri, skala maksimum pada pipa sebelah kanan.

    2. Termometer NonGelas

    Termometer nongelas merupakan termometer yang tidak terbuat dari tabung berisi zat cair.

    beberapa contih temometer nongelas antara lain:

    1) Termometer gas

  • Prinsip kerja termometer gas berdasarkan pada perubahan tekanan. Jika suhu naik,

    tekanan gas juga akan naik, jadi dihasilkan perubahan ketinggian pada termometer.

    Termometer gas dapat mengukur suhu yang lebih rendah dan lebih tinggi (-250oC

    dampai 1.500oC> daripada termometer gelas.

    2) Termometer Platina

  • Prinsip kerja termometer platina berdasarkan pada perubahan hambatan listrik. Jika

    suhu naik, hambatan listrik platina juga naik. Ngukurnya pake apa ya? hambatan

    listrik platina diukur menggunakan rangkaian jembatan. Skala termometer platina

    berkisar -250oC dampai 1.500

    oC. Hasil pengukuran suhu pada termometer platina

    tidak dapat dilihat secara langsung, jadi tidak sesuai untuk mengukur suhu yang

    berubah-ubah.

    3) Termometer Termistor

  • Termometer Termistor dapat dihubungkan ke perangkat listrik seperti komputer.

    Skala Termometer Termistor berkisar antara -25oC sampai 180

    oC.

    4) Termometer Termokopel

    Prinsip kerja Termometer Termokopel adalah suhu yang berbeda akan menghasilkan

    arus listrik yang berbeda pula. Skala Termometer Termokopelr berkisar antara -100oC

    sampai 1.500oC.

  • Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun

    perubahan suhu. Alat ini lazim digunakan sebagai alat pengukur suhu tubuh.

    Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam, yang paling umum digunakan

    adalah termometer air raksa.

    Selain itu, masih banyak lagi jenis dari termometer. Diantaranya, termometer digital,

    termometer digital telinga, termometer digital dot, termometer arteri temporal, dan

    termometer strip.

    Masing-masing dari termometer tersebut memilki fungsi serta cara penggunaan yang

    berbeda-beda. Tergantung dari jenis termometer tersebut. Berikut ini beberapa uraian

    mengenai jenis termometer, beserta fungsi dan cara

    penggunaannya:

    Termometer digital, biasa menggunakan sensor

    elektronik untuk merekam panas suhu tubuh. Suhu

    dapat diukur pada dubur, mulut, atau ketiak.

    Termometer digital dubur atau oral merupakan cara

    yang paling akurat untuk mengukur suhu anak.

    Kebanyakan termometer digital dapat merekam

    temperatur dari mulut, ketiak, atau dubur dalam satu

    menit atau kurang. Termometer digital cocok untuk

    bayi baru lahir, bayi, anak-anak dan orang dewasa.

    Suhu rektal (dubur) memperlihatkan suhu yang terbaik untuk bayi.

    Sedangkan untuk anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa, biasanya pengukuran

    suhu melalui ketiak kurang akurat dibanding dubur dan mulut. Bila mengambil suhu

    anak pada dubur dirasa tidak nyaman, maka Anda dapat mengambil suhunya melalui

    mulut.

    Jika anak telah makan atau minum, tunggu 15 menit untuk mengambil suhu mulut.

    Sediakan dua temometer yang berbeda jika termometer digunakan untuk dubur dan

    mulut. Jangan gunakan termometer yang sama di

    kedua tempat.

    Termometer digital telinga, biasa juga disebut

    dengan termometer timpani. Termometer ini

  • menggunakan sinar inframerah untuk mengukur suhu di dalam saluran telinga.

    Bila diposisikan dengan benar, termometer digital telinga dapat merekam suhu

    dengan cepat dan akurat.

    Penggunaan termometer ini cocok bagi bayi usia 3 bulan ke atas, anak-anak yang

    lebih tua, dan orang dewasa. Namun tidak dianjurkan untuk bayi yang baru lahir.

    Pastikan telinga Anda bersih sebelum diperiksa suhunya. Karena kotoran telinga bisa

    mengganggu akurasi suhu.

    Termometer digital dot, jenis ini sangat cocok bagi bayi Anda yang menggunakan

    dot. Biasanya bayi mengisap dot sampai puncak suhu yang didapat, sehingga bayi

    tidak sadar jika sedang mengambil suhunya.

    Namun termometer ini tidak dianjurkan untuk bayi

    yang baru lahir. Untuk hasil akurat, dot ditaruh di

    mulutnya sekitar tiga sampai lima menit.

    Termometer arteri temporal, menggunakan

    pemindai inframerah untuk mengukur suhu dari

    arteri temporal di dahi.

    Termometer ini merekam temperatur waktu sekitar enam detik. Alat ini cocok untuk

    bayi usia 3 bulan ke atas, anak-anak yang lebih tua, dan orang dewasa.

    Meski lebih akurat mengukur suhu bayi daripada termometer telinga, termometer ini

    tidak dianjurkan untuk bayi yang baru lahir. Termometer ini belum diverifikasi.

    Kemungkinan harganya lebih mahal daripada

    termometer jenis lainnya.

    Termometer strip, berisi kristal cair yang bereaksi

    terhadap panas. Penggunaannya cukup dengan

    menempelkan termometer ke dahi dan termometer

    akan berubah warna.Termometer ini yang kurang

    akurat.

    Pasalnya, suhu lingkungan bisa mempengaruhi suhu

    manusia yang diukur.

    Termometer ini cocok bagi bayi usia 3 bulan ke atas, anak-anak yang lebih tua dan

    orang dewasa. Namun tidak dianjurkan untuk bayi yang baru lahir.

  • Termometer raksa, adalah termometer merkuri (air raksa) terbungkus kaca untuk

    mengukur suhu tubuh. Termometer raksa dapat merekam temperatur dari mulut,

    ketiak atau dubur.

    Namun alat ini tidak lagi dianjurkan, karena dapat merusak dan merkuri bisa terhirup.

    Jika Anda memiliki sebuah termometer merkuri, pertimbangkan untuk menggantinya.

    JENIS JENIS TERMOMETER

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung

    menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka

    diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid. Pada abad 17 terdapat 30

    jenis skala yang membuat para ilmuan kebingungan. Hal ini memberikan inspirasi pada

    Anders Celcius (1701 - 1744) sehingga pada tahun 1742 dia memperkenalkan skala yang

    digunakan sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini diberinama sesuai dengan namanya

    yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan terus maka suhunya akan semakin dingin dan

    partikelnya akan berhenti bergerak, kondisi ini disebut kondisi nol mutlak. Skala Celcius

    tidak bisa menjawab masalah ini maka Lord Kelvin (1842 - 1907) menawarkan skala baru

    yang diberi nama Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K

    ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273C. Selain skala tersebut

    ada juga skala Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air membeku pada suhu 0R dan

    mendidih pada suhu 80R sedangkan pada skala Fahrenheit air membuka pada suhu 32F

    dan mendidih pada suhu 212F.

  • Dalam bukunya Robert Briffault (1938) berjdul The Making of Humanity disebutkan

    bahwa Ibnu Sina merupakan ilmuwan pertaman yang menggunakan termometer udara

    untuk mengukur suhu. Dalam kehidupan sehari-hari yang banyak kita temukan adalah jenis

    termometer badan baik berupa termometer pipa kapiler ataupun termometer digital.

    Termometer pipa kapiler yang menggunakan merkuri dapat membeku pada suhu 400C dan

    mendidih pada suhu 3600C.

    Suhu menurut Kangingan (2007:52-53) adalah suatu besaran yang menyatakan

    ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu

    benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi yang

    dimiliki oleh suatu benda. Suhu juga disebut temperatur.Benda yang panas memiliki suhu

    lebih tinggi dibandingkan benda yang dingin. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu

    adalah termometer. Namun dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu

    cenderung menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi

    maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid.

    Temperatur merupakan ukuran mengenai panas atau dinginnya benda (Giancoli,

    2001:449). Banyak sifat zat yang berubah terhadap temperatur. Sebagian besar zat memuai

    saat dipanaskan, seperti besi akan memanjang saat panas daripada saat kondisi dingin. Jalan

    dan trotoar beton pun memuai dan menyusut terhadap tempatur yang menjadi alasan

    ditempatkannya pemisah yang bisa ditekan atau bisa memuai pada jarak tertentu di

    jembatan maupun jalanan beton.

    Hambatan listrik materi zat juga berpengaruh signifikan terhadap temperatur.

    Demikian pula dengan warna benda, perubahan warna menunjukkan tempatur tertentu.

    Misalnya api warna biru menunjukkan suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan api

    berwarna merah atau berwarna kuning. Cahaya putih yang dihasilkan dari kawat wolfram

    (tungsten) dalam bolam pijar berasal dari kawat yang sangat panas. Zat padat besi berwarna

    jingga hingga putih bila dipanaskan saat ditempa dalam pabrik kendaraan menunjukkan

    fenomena serupa. Demikian pula dengan bintang-bintang yang berkelap kelip menunjukkan

    temperatur permukaan bintang-bintang tersebut. Matahari pun dikatakan bintang (kerdil

  • kuning). Suhu permukaan bintang atau matahari yang berdasarkan warna bisa dihitung

    temperaturnya menggunakan panjang gelombang cahaya yang dipancarkannya.

    Alat yang dirancang untuk mengukur temperatur dinamakan termometer. Sebagian

    besar termometer dirancang peka terhadap pemuaian. Galileo mengajukan gagasan

    pertama termometer melalui fenomena pemuaian gas. Berangsur-angsur evolusi

    termometer terjadi hingga menjadi termometer yang berisi cairan dalam gelas. Macam-

    macam termometer antara lain : termometer oven, termometer ketel kopi, termometer

    udara, termometer hambatan, termistor, termometer kopel.

    Untuk menyatakan hasil pengukuran termometer digunakan skala numerik, skala

    yang digunakan secara kuantitatif ini yang paling banyak dipakai adalah skala Celcius, skala

    Fahrenheit, dan skala yang paling penting dalam sains adalah skala absolut atau Kelvin

    (Giancoli, 2001:451).

    B. Rumusan Masalah

    1. Bagaimana penjelasan tentang jenis jenis termometer yang digunakan dalam kehidupan ?

    2. Bagaimana prinsip kerja dari jenis jenis termometer tersebut ?

    C. Tujuan

    1. Untuk mengetahui jenis jenis termometer.

    2. Untuk mengetahui prinsip kerja dan kegunaan dari masing masing termometer tersebut.

  • BAB II

    PEMBAHASAN

    A. Pengertian termometer

    Termometer menurut Kanginan (2007:54) adalah alat yang digunakan untuk

    mengukur suhu dengan tepat dan menyatakannya dengan suatu angka. Pembuatan

    termometer pertama kali dipelopori oleh Galileo Galilei (1564 1642) pada tahun 1595. Alat

    tersebut disebut dengan termoskop yang berupa labu kosong yang dilengkapi pipa panjang

    dengan ujung pipa terbuka. Mula-mula dipanaskan sehingga udara dalam labu

    mengembang. Ujung pipa yang terbuka kemudian dicelupkan kedalam cairan berwarna.

    Ketika udara dalam tabu menyusut, zat cair masuk kedalam pipa tetapi tidak sampai labu.

    Beginilah cara kerja termoskop. Untuk suhu yang berbeda, tinggi kolom zat cair di dalam

    pipa juga berbeda. Tinggi kolom ini digunakan untuk menentukan suhu. Prinsip kerja

    termometer buatan Galileo berdasarkan pada perubahan volume gas dalam labu. Tetapi

    dimasa ini termometer yang sering digunakan terbuat dari bahan cair misalnya raksa dan

    alkhohol. Prinsip yang digunakan adalah pemuaian zat cair ketika terjadi peningkatan suhu

    benda.

    Termometer adalah alat untuk mengukur suhu dengan cepat dan menyatakan

    dengan suatu angka. Saat ini banyak jenis-jenis temometer. Jenis termometer ini tergantung

    pada jangkauan suhu yang diukur, ketelitian ang diingkan dan sifat-sifat dari bahan yang

    digunakan. Contoh sifat - sifat zat yang biasa digunakan untuk membuat termometer

    adalah:

    1. Pemuaian suatu kolom cairan dalam suatu kapiler,

    2. Hambatan listrik dan seutas kawat platina,

    3. Beda potensial pada suatu termokopel,

    4. Pemuaian suatu keeping bimetal,

  • 5. Tekanan gas pada volum tetap,

    6. Radiasi yang dipancarkan benda.

    Beberapa sifat yang mutlak dibutuhkan oleh sebuah termometer adalah:

    1. Skalanya mudah dibaca,

    2. Aman untuk digunakan,

    3. Kepekaan pengukurannya,

    4. Lebar jangkauan suhu yang mampu diukur.

    B. Jenis-Jenis Termometer

    1. Termometer cairan

    Jenis termometer yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah

    termometer yang pipa kacanya berisi cairan. Umumnya cairan akan memuai dengan laju

    berbeda untuk jangkauan suhu yang berbeda akan tetapi pengecualian pada raksa yang

    memiliki pemuaian yang teratur. Jenis-jenis termometer cairan, yaitu :

    a. Termometer raksa

    Termometer yang pipa kacanya diisi dengan raksa disebut termometer raksa. Termometer

    raksa dengan skala celcius adalah termometer yang umum dijumpai dalam keseharian.

    Jangkauan suhu raksa cukup lebar dan sesuai untuk pekerjaan laboratoriun (-40 derajat

    Celcius s/d 350 derajat Celcius)

  • Raksa dalam pipa termometer akan memuai jika dipanaskan. Pemuaian mendorong kolom

    cairan (raksa) keluar dari pentolan pipa menuju ke pipa kapiler. Keuntungan menggunakan

    termometer alkohol :

    1) Raksa mudah dilihat karena mengilap,

    2) Volum raksa berubah secara teratur ketika terjadi perubahan suhu,

    3) Raksa tidak membasahi kaca ketika memuai atau menyusut,

    4) Jangkauan suhu cukup lebar dan sesuai untuk pekerjaan laboratorium (-39oC sampai dengan

    375oC),

    5) Raksa dapat terpanasi secara merata sehingga menunjukkan suhu dengan cepat dan tepat.

    Kerugian menggunakan termometer alkohol :

    1) Raksa mahal,

    2) Raksa tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang sangat rendah (misalnya suhu di

    kutub utara dan selatan),

    3) Raksa termasuk zat berbahaya (air keras).

    Alat ini terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan air

    raksa di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa sehingga

    hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik ke arah atas pipa

    dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala yang telah

    ditentukan. Adapun cara kerja secara umum adalah sbb ;

    1. Sebelum terjadi perubahan suhu, volume air raksa berada pada kondisi awal.

    2. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon air raksa dengan perubahan

    volume.

    3. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu

    menurun.

    4. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan.

  • Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan

    rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang

    terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan

    tersertifikasi.

    Proses kalibrasi termometer antara lain :

    1. Letakkan silinder termometer di air yang sedang mencair dan tandai poin termometer disaat

    seluruh air tersebut berwujud cair seluruhnya. Poin ini adalah poin titik beku air.

    2. Dengan cara yang sama, tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut mendidih

    seluruhnya saat dipanaskan.

    3. Bagi panjang dari dua poin diatas menjadi seratus bagian yang sama.

    b. Termometer alkohol

  • Termometer yang pipa kacanya diisi dengan alkohol disebut termometer alkohol.

    Termometer raksa dengan skala Celcius adalah termometer yang umum dijumpai dalam

    sehari-hari.

    Keuntungan menggunakan termometer alkohol :

    1. Lebih murah jika dibandingkan dengan raksa,

    2. Teliti, karena untuk kenaikan suhu yang kecil, alkohol mengalami volum yang lebih besar,

    3. Dapat mengukur suhu yang sangat dingin (missal suhu di daerah kutub) karena titik beku

    alkohol sangat rendah, yaitu -112oC.

    Kerugian menggunakan termometer alkohol :

    1. Memiliki titik didih rendah, yaitu 78oC, sehingga pemakaiannya terbatas (tidak dapat

    mengukur suhu air ketika mendidih)

    2. Tidak berwarna, sehingga harus diberi warna terlebih dahulu agar mudah terlihat,

    3. Membasahi (melekat) pada dinding kaca.

    Air tidak bisa digunakan untuk mengisi pipa termometer karena lima alas an berikut:

    1) Air membasahi diding kaca, sehingga meninggalkan titik-titik air pada kaca dan ini akan

    mempersullit membaca ketinggian air dalam tabung,

    2) Air tidak berwarna, sehingga sulit dibaca batas ketinggiannya,

    3) Jangkauan suhu air terbatas (0oC - 100oC),

    4) Perubahan volum air sangat kecil ketika suhunya dinaikkan,

    5) Hasil bacaan kurang teliti karena air termasuk penghantar panas yang sangat jelek.

    c. Beberapa termometer cairan dalam kehidupan keseharian

    1) Termometer klinis (termometer badan)

  • Termometer klinis yang biasa digunakan para dokter, perawat, dan orang tua untuk

    mengukur suhu tubuh manusia. Cairan yang digunakan untuk mengisi raksa. Skala pada

    termometer ini mencakup sedikit di atas dan di bawah suhu rata-rata tubuh manusia, yaitu

    37oC. Oleh karena itu terendah manusia 35oC dan suhu tertinggi tidak lebih dari 42oC, angka-

    angka didesain antara 35oC sampai dengan 42oC. Jenis-jenis termometer klinis yang baru,

    yaitu : termometer klinis analog, digital, dan kristal cairan. Termometer analog, suhu yang

    diukur harus dibaca dari angka-angka skala yang tercetak disamping permukaan raksa dalam

    pipa kapiler. Termometer klinis digital, suhu tubuh langsung ditampilkan dalam bentuk

    angka. Termometer Kristal cairan, angka-angka pada skala termometer cairan dibuat dari

    zat-zat kimia yang berbeda menunjukkan suhu yang berbeda. Penggunaan termometer ini

    sangat mudah, tinggal ditempelkan di dahinya kemudian siswa membaca angka yang pada

    Kristalnya terbentuk bayangan.

    2) Termometer dinding (termometer ruangan)

  • Termometer yang sering kita lihat di berbagai ruang. Termometer ini biasanya digabungkan

    dengan alat hiasan lain seperti, jam dinding, hiasan dinding dan lain-lain. Ciri-ciri

    termometer ruang adalah :

    a) Untuk mengukur suhu ruangan;

    b) Menggunakan zat muai logam (sebagian raksa);

    c) Ukuran tendon dibuat besar agar menjadi lebih peka terhadap perubahan suhu;

    d) Biasanya dipasang menggantung pada ruangan;

    e) Merupakan termometer maksimum.

    3) Termometer maximum dan minimum six-Bellani

  • Prinsip kerjanya, ketika suhu udara turun alkohol di ruang A menyusut sehingga raksa di

    ruang B naik dan mendorong keping baja untuk menunjukkan angka minimum. Sebaliknya

    suhu udara naik alkohol di ruang A memuai dan mendesak raksa di ruang B turun dan raksa

    di ruang C naik untuk mendorong paku baja untuk menunjukkan angka maksimum. Kedua

    keping baja dapat turun karena ditahan oleh spiral. Untuk mengembalikan keeping baja

    pada posisi semula digunakan magnet tetap. Ciri-ciri termometer six-Bellani antara lain :

    a) Merupakan termometer khusus karena hanya digunakan untuk mengukur suhu tertinggi

    dan terendah di suatu tempat,

    b) Skala ukurnya antara -20oC sampai 50oC,

    c) Menggunakan zat muai alcohol dan raks dan dilengkapi pula keeping baja sebagai penunjuk

    skala,

    d) Dilengkapi magnet tetap untuk menarik keeping baja turun melekat pada raksa.

    4) Termometer laboratorium

    Termometer laboratorium sering kamu jumpai di ruang laboratorium. Termometer ini bisa

    kamu gunakan untuk perlengkapan laboratorium. Termometer ini menggunakan cairan

    raksa atau alkhohol. Jika cairan bertambah panas maka raksa atau alkhohol akan memuai

    sehingga skala nya bertambah. Agar termometer sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa

    harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka terhadap perubahan suhu maka dinding

    termometer (reservoir) dibuat setipis mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan

    yang konduktor.

    Ciri-ciri termometer laboratorium antara lain:

    a) Digunakan untuk mengukur suhu dalam percobaan, penelitian atau pengukuran ilmiah

    lainnya,

  • b) Menggunakan zat muai raksa,

    c) Skala ukurnya luas, hingga di bawah nol,

    d) Terdapat jenis termometer laboratorium yang tidak diberi skala sehingga dapat digunakan

    untuk praktek peneraan skala.

    2. Termometer gas

    Termometer gas adalah jenis termometer yang memanfaatkan sifat-sifat termal gas.

    Ada dua macam termometer gas, yaitu :

    a. Termometer yang volume gasnya dijaga tetap, dan

    tekanan gasnya dijadikan sifat termometrik dari termometer.

  • b. Termometer yang tekanan gasnya dijaga tetap, dan volume gasnya dijadikan sifat

    termometrik dari termometer.

    Pada prinsipnya, jika suhu naik, tekanan gas naik dan dihasilkan beda ketinggian h yang lebih

    besara pada termometer. Karena gas memuai lebih besar daripada cairan maka termometer

    gas lebih teliti daripada termometer cairan. Selain itu dapat mengukur suhu lebih rendah

    dan lebih tinggi dibandingkan termometer cairan. Jangkauan suhunya mulai dari -250oC

    sampai dengan 1500oC.

    3. Termometer zat padat

    Termometer zat padat menggunakan prinsip perubahan hambatan logam konduktor

    terhadapap suhu sehingga sering juga disebut sebagai termometer hambatan. Biasanya

    termometer ini menggunakan kawat platina halus yang dililitkan pad mika dan dimasukkan

    dalam tabung perak tipis tahan panas.

    a. Termometer platina

  • Termometer yang bekerja berdasarkan pada perubahan tahanan yang terjadi pada

    sensor termometer karena pengaruh suhumedia/benda yang diukur suhunya. Termometer

    ini lebih teliti dan stabil dibandingkan termokopel dan lebih kuat serta rentang ukur suhu

    lebih lebar daripada termistor. Media termometriknya adalah kawat platina. Sifat fisika yang

    digunakan perubahan tahanan kawat platina sebagai fungsi suhu. Besaran yang diukur

    adalah tahnan listrik, rentang ukurnya -200 ~ 850 0C. Pada kenyataannya, konsep mengukur

    suhu menggunakan resistensi lebih mudah dikerjakan dari pada pengukuran suhu dengan

    termokopel. Pertama, karena pengukurannya absolut, tidak diperlukan adanya sambungan

    atau sambungan dingin sebagai referensi yang diperlukan. Kedua, cukup kawat tembaga

    yang digunakan diantara sensor dan peralatan lainnya karena tidak ada kebutuhan khusus

    dalam hal ini.

    Pengukuran dan Kalibrasi Termometer Digital dengan RTD (Resistance Termometer Devices):

    Prinsip kerjanya adalah ketika suhu naik, hambatan listrik platina naik. Hambatan

    listrik diukur dengan teliti oleh sebuah rangkaian jembatan. Keuntungannya, jangkauan

    suhunya lebar (-250oC sampai dengan 1500oC, teliti dan peka. Kerugiannya, suhu tidak dapat

    dibaca secara langsung, pembacaannya lambat sehingga tidak sesuai untuk mengukur suhu

    yang berubah-ubah.

    b. Termometer bimetal

  • Temometer ini mengandung sebuah keeping bimetal tipis berbentuk spiral.

    Prinsipnya, makin besar suhu makin melengkung untuk menunjukkan suhu yang lebih besar.

    Jika kendaraan bermotor melaju cepat, mesinnya cepat panas dan spidometer menunjukkan

    angka kelajuan yang besar. Jika kendaraan melaju pelan, mesin tidak cepat panas dan

    spidometer akan menunjukkan angka kelajuan yang kecil. Jenis termometer ini adalah

    termometer bimetal yang menggunakan logam sebagai bahan untuk menunjukkan adanya

    perubahan suhu dengan prinsip logam akan memuai jika dipanaskan dan menyusut jika

    didinginkan.

    Prinsip kerjanya, keping bimetal dibentuk spiral dan tipis. Ujung spiral bimetal

    ditahan, atau tidak bergerak dan ujung lainnya menempel pada gir penunjuk. Semakin besar

    suhu, keping bimetal semakin melengkung dan menyebabkan jarum penunjuk bergerak ke

    kanan ke angka yang lebih besar. Jika suhu turun, jarum penunjuk bergerak ke kiri ke arah

    angka yang lebih kecil. Skala yang dibuat biasa dibentuk lingkaran

    c. Termometer resistor

    Untuk mengukur suhu yang tinggi tidak mungkin menggunakan termometer zat cair.

    Termometer logam adalah termometer yang paling tepat digunakan dalam industri untuk

    mengukur suhu diatas 1.0000 C. Salah satu termometer yang dibuat berdasarkan perubahan

  • hambatannya adalah termometer hambatan platina. Hambatan listrik pada seutas kawat

    logam akan bertambah jika dipanaskan. Sifat termometrik ini dimanfaatkan untuk mengukur

    suhu pada termometer hambatan.

    Cara kerja termometer ini adalah dengan menyentuhkan kawat penghantar ke

    sasaran, misalnya lelehan besi yang panas pada pengolahan besi atau baja. Panas tersebut

    direspon oleh tahanan, kemudian energi listrik yang bersangkutan diubah menjadi energi

    gerak yang bisa menunjukkan angka tertentu pada skala suhu.

    4. Termometer termistor

    Prinsip kerjanya adalah ketika suhu naik, hambatan termistor turun. Hambatan

    listrik diukur dengan suatu rangkaian yang mengandung sebuah skala yang dikalibrasi dalam

    derajat suhu. Keuntungannya, dapat dihubungkan ke rangkaian lain atau komputer.

    Kerugiannya, jangkauan suhunya terbatas (-25oC sampai dengan 180oC).

    5. Termometer termokopel

    Pada dunia elektronika, termokopel merupakan sensor suhu yang banyak digunakan

    untuk mengubah perbedaan suhu dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik

    (voltase). Termokopel yang sederhana dapat dipasang, dan memiliki jenis konektor standar

    yang sama, serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan suhu yang cukup besar

    dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1 C.

  • Ada dua jenis yang digunakan di industri, yakni thermocouple dan resistance

    termometer. Biasanya, industri menggunakan nominal resistan 100 ohm pada 0 C sehingga

    disebut sebagai sensor Pt-100. Pt adalah simbol untuk 174 platinum, sensivitas standar

    sensor 100 ohm adalah nominal 0.385 ohm/C, RTDs dengan sensivitas 0.375 dan 0.392

    ohm/C juga tersedia. Termometer ini terdiri dari dua kawat yang dibuat dari bahan logam

    yang berbeda jenis dan dihubungkan ke sebuah amperemeter. Prinsip kerjanya adalah suhu

    berbeda akan menghasilkan arus listrik yang berbeda.

  • Cara Kerja Termokopel :

    Pada tahun 1821, seorang fisikawan Estonia bernama Thomas Johann Seebeck

    menemukan bahwa sebuah konduktor (semacam logam) yang diberi perbedaan panas

    secara gradien akan menghasilkan tegangan listrik. Hal ini disebut sebagai efek

    termoelektrik. Untuk mengukur perubahan panas ini, gabungan dua macam konduktor

    sekaligus sering dipakai pada ujung benda panas yang diukur. Konduktor tambahan ini

    kemudian akan mengalami gradiasi suhu, dan mengalami perubahan tegangan secara

    berkebalikan dengan perbedaan temperatur benda. Menggunakan logam yang berbeda

    untuk melengkapi sirkuit akan menghasilkan tegangan yang berbeda, meninggalkan

    perbedaan kecil tegangan memungkinkan kita melakukan pengukuran, yang bertambah

    sesuai temperatur. Perbedaan ini umumnya berkisar antara 1 hingga 70 microvolt tiap

    derajad celcius untuk kisaran yang dihasilkan kombinasi logam modern. Beberapa kombinasi

    menjadi populer sebagai standar industri, dilihat dari biaya, ketersediaanya, kemudahan,

    titik lebur, kemampuan kimia, stabilitas, dan hasil. Sangat penting diingat bahwa

    termokopel mengukur perbedaan temperatur di antara 2 titik, bukan temperatur absolut.

    Pada banyak aplikasi, salah satu sambungan (sambungan yang dingin) dijaga sebagai

    temperatur referensi, sedang yang lain dihubungkan pada objek pengukuran. Termokopel

    dapat dihubungkan secara seri satu sama lain untuk membuat termopile, dimana tiap

    sambungan yang panas diarahkan ke suhu yang lebih tinggi dan semua sambungan dingin ke

    suhu yang lebih rendah.

    Dengan begitu, tegangan pada setiap termokopel menjadi naik, yang memungkinkan

    untuk digunakan pada tegangan yang lebih tinggi. Dengan adanya suhu tetapan pada

    sambungan dingin, yang berguna untuk pengukuran di laboratorium, secara sederhana

    termokopel tidak mudah dipakai untuk kebanyakan indikasi sambungan lansung dan

    instrumen kontrol.

    Di sini, tegangan yang berasal dari hubungan dingin yang diketahui dapat

    disimulasikan, dan koreksi yang baik dapat diaplikasikan. Hal ini dikenal dengan kompensasi

  • hubungan dingin. Biasanya termokopel dihubungkan dengan alat indikasi oleh kawat yang

    disebut kabel ekstensi atau kompensasi. Tujuannya sudah jelas. Kabel ekstensi

    menggunakan kawat-kawat dengan jumlah yang sama dengan kondoktur yang dipakai pada

    Termokopel itu sendiri.

    Keuntungannya, jangkauan ukuran suhu besar mulai dari -100oC sampai dengan

    1500oC, ukuran kecil, mengukur suhu dengan cepat, dan dapat dihubungkan ke rangkaian

    lain atau computer. Kerugiannya, kurang teliti jika dibandingkan gas volum konstan dan

    termometer platina.

    6. Termometer Optis

    a. Pirometer

    Pirometer (Pyrometer) adalah termometer yang digunakan untuk mengukur suhu

    yang sangat tinggi (di atas 1000OC), contoh : suhu peleburan logam dan suhu permukaan

    matahari. Prinsip kerja alat ini adalah mengukur radiasi yang dipanaskan oleh benda

    tersebut. Jenis pirometer dua macam, yaitu pirometer optik dan pirometer radiasi total.

    b. Termometer inframerah

  • Termometers Infra Merah mengukur suhu menggunakan radiasi kotak hitam

    (biasanya infra merah) yang dipancarkan objek. Kadang disebut termometer laser jika

    menggunakan laser untuk membantu pekerjaan pengukuran, atau termometer tanpa

    sentuhan untuk menggambarkan kemampuan alat mengukur suhu dari jarak jauh. Dengan

    mengetahui jumlah energi infra merah yang dipancarkan oleh objek dan emisi nya,

    Temperatur objek dapat dibedakan.

    Desain utama terdiri dari lensa pemfokus energi infra merah pada detektor, yang

    mengubah energi menjadi sinyal elektrik yang bisa ditunjukkan dalam unit temperatur

    setelah disesuaikan dengan variasi temperatur lingkungan. Konfigurasi fasilitas pengukur

    suhu ini bekerja dari jarak jauh tanpa menyentuh objek. Dengan demikian, termometer infra

    merah berguna mengukur suhu pada keadaan dimana termokopel atau sensor tipe lainnya

    tidak dapat digunakan atau tidak menghasilkan suhu yang akurat untuk beberapa

    keperluan.

    Cara menggunakan termometer inframerah adalah dengan cara menekan tombol

    sampai menunjukkan angka tertinggi, sambil mengarahkan sinar inframerah ke sasaran yang

    dituju seperti pada besi yang masih membara pada pabrik pengolahan besi atau baja. Sinar

    yang diarahkan ke logam akan memantul dan pantulan tersebut akan direspon oleh sensor

    penerima sehingga termometer inframerah menunjukkan angkanya.

  • Termometers Infrared dapat digunakan untuk beberapa fungsi pengamatan

    temperatur. Beberapa contoh, antara lain:

    1) Mendeteksi awan untuk sistem operasi teleskop jarak jauh.

    2) Memeriksa peralatan mekanika atau kotak sakering listrik atau saluran hotspot

    3) Memeriksa suhu pemanas atau oven, untuk tujuan kontrol dan kalibrasi

    4) Mendeteksi titik api/menunjukkan diagnosa pada produksi papan rangkaian listrik

    5) Memeriksa titik api bagi pemadam kebakaran

    6) Mendeteksi suhu tubuh makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dll

    7) Memonitor proses pendinginan atau pemanasan material, untuk penelitian dan

    pengembangan atau quality control pada manufaktur

    Jenis Sensor :

    1) Sistem Pencitraan Garis Infra Merah, biasanya membantu menentukan titik api yang

    penting pada pencerminan putar, untuk secara terus-menerus memindai permukaan yang

    luas pada ruang. Alat ini banyak digunakan pada manufaktur yang melibatkan konveyer atau

    proses jaring-jaring, seperti lembaran kaca besar atau logam yang keluar dari tungku, pabrik

    dan kertas, atau tumpukan material yang terus menerus sepanjang sabuk konveyer.

    2) Kamera Infra Merah, Termometer infra merah yang didesain khusus sebagai kamera,

    memonitor banyak titik pada saat yang sama, hasilnya berupa gambar 2 dimensi, di mana

    tiap pixel menunjukkan temperatur. Teknologi ini umumnya membutuhkan banyak prosesor

    dan software daripada sistem sebelumnya, digunakan memindai area yang luas. Aplikasi

    yang umum termasuk untuk memonitor batas negara bagi militer, pengawasan kualitas

    pada proses manufaktur, dan pengawasan peralatan atau ruang kerja yang panas/dingin

    untuk tujuan keselamatan dan pemeliharaan.

  • 7. Termometer Digital

    Termometer digital, biasanya menggunakan termokopel sebagai sensornya untuk

    membaca perubahan nilai tahanan. Secara sederhana termokopel berupa dua buah kabel

    dari jenis logam yg berbeda yang ujungnya, hanya ujungnya saja, disatukan (dilas). Titik

    penyatuan ini disebut hot junction. Prinsip kerjanya memanfaatkan karakteristik hubungan

    antara tegangan (volt) dengan temperatur. Setiap jenis logam, pada temperatur tertentu

    memiliki tegangan tertentu pula. Pada temperatur yang sama, logam A memiliki tegangan

    yang berbeda dengan logam B, terjadilah beda tegangan (kecil sekali, miliVolt) yang dapat

    dideteksi. Jadi dari input temperatur lingkungan setelah melalui termokopel terdeteksi

  • sebagai perbedaan tegangan (volt). Beda tegangan ini kemudian dikonversikan kembali nilai

    arusnya melalui pengkomparasian dengan nilai acuan dan nilai offset di bagian komparator,

    fungsinya untuk menerjemahkan setiap satuan amper ke dalam satuan volt kemudian

    dijadikan besaran temperatur yang ditampilkan melalui layar/monitor berupa seven segmen

    yang menunjukkan temperatur yang dideteksi oleh termokopel.

    Termokopel ini macam-macam, tergantung jenis logam yang digunakan. Jenis logam

    akan menentukan rentang temperatur yang bisa diukur (termokopel suhu badan

    (temperatur rendah) berbeda dengan termokopel untuk mengukur temperatur tungku

    bakar (temperatur tinggi)), juga sensitivitasnya.

    Secara terperinci prinsip kerja termometer digital dapat dijelaskan sebagai berikut:

    1. Sensor yg berupa PTC atau NTC dengan tingkat sensitifitas tinggi akan berubah nilai

    tahanannya jika terjadi sebuah prubahan suhu yg mengenainya.

    2. Perubahan nilai tahanan ini linear dengan perubahan arus, sehingga nilai arus ini bisa

    dikonversi ke dalam bentuk tampilan display

    3. Sebelum dikonversi, nilai arus ini di komparasi dengan nilai acuan dan nilai offset di bagian

    komparator, fungsinya untuk menerjemahkan setiap satuan amper ke dalam satuan volt yg

    akan dikonversi ke display.

  • Pembacaan pengukuran termometer ini dilakukan langsung dari nilai display dengan

    memperhatikan garis segmen yang ada.

    a) Kalibrasi Termometer Digital

    Kalibrasinya biasa menggunakan kalibrator manual atau otomatis, kalibrator manual suhu yg

    dikenakan ke sensor adalah suhu pemanas nyata dimulai dari 0 derajat untuk setting

    ofsetnya. Kalibrasi otomatis terdiri dari suhu pemanas dan checker untuk gain dalam

    rangkaian komparatornya

    b) Material Penyusun Termometer Digital

    Termometer digital memiliki bagian penyususn terpenting. Material penyusun tersebut

    adalah sebagai berikut:

    1. Sensor PTC/ NTC

    2. Komparator (OP-amp dan sejenisnya)

    3. ANALOG to Digital konverter

    4. Dekoder display (IC 7447 TTL misalnya)

    5. Display (7 segmen, LCD, monitor)

    8. Termometer Merkuri

    Termometer merkuri adalah jenis termometer yang sering digunakan oleh

    masyarakat awam. Merkuri digunakan pada alat ukur suhu termometer karena koefisien

    muainya bisa terbilang konstan sehingga perubahan volume akibat kenaikan atau

    penurunan suhu hampir selalu sama.

    Alat ini terdiri dari pipa kapiler yang menggunakan material kaca dengan kandungan

    Merkuri di ujung bawah. Untuk tujuan pengukuran, pipa ini dibuat sedemikian rupa

  • sehingga hampa udara. Jika temperatur meningkat, Merkuri akan mengembang naik ke arah

    atas pipa dan memberikan petunjuk tentang suhu di sekitar alat ukur sesuai dengan skala

    yang telah ditentukan. Skala suhu yang paling banyak dipakai di seluruh dunia adalah Skala

    Celcius dengan poin 0 untuk titik beku dan poin 100 untuk titik didih.

    Termometer Merkuri pertama kali dibuat oleh Daniel G. Fahrenheit. Peralatan

    sensor panas ini menggunakan bahan Merkuri dan pipa kaca dengan skala Celsius dan

    Fahrenheit untuk mengukur suhu. Pada tahun 1742 Anders Celsius mempublikasikan sebuah

    buku berjudul Penemuan Skala Temperatur Celsius yang diantara isinya menjelaskan

    metoda kalibrasi alat termometer seperti dibawah ini:

    1. Letakkan silinder termometer di air yang sedang mencair dan tandai poin

    termometer disaat seluruh air tersebut berwujud cair seluruhnya. Poin ini adalah

    poin titik beku air.

    2. Dengan cara yang sama, tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut

    mendidih seluruhnya saat dipanaskan.

    3. Bagi panjang dari dua poin diatas menjadi seratus bagian yang sama.

    Sampai saat ini tiga poin kalibrasi diatas masih digunakan untuk mencari rata-rata

    skala Celsius pada Termometer Merkuri. Poin-poin tersebut tidak dapat dijadikan metoda

    kalibrasi yang akurat karena titik didih dan titik beku air berbeda-beda seiring beda tekanan.

    Cara Kerja :

    1. Sebelum terjadi perubahan suhu, volume Merkuri berada pada kondisi awal.

    2. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon Merkuri dengan

    perubahan volume.

    3. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika

    suhu menurun.

    4. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan.

  • 9. Termometer Galileo

    Termometer Galileo (atau termometer Galilea), dinamai fisikawan Italia, Galileo

    Galilei, adalah termometer yang terbuat dari gelas silinder tertutup berisi cairan bening dan

    serangkaian benda yang kerapatannya sedemikian rupa sehingga mereka naik atau turun

    sesuai perubahan suhu.

    Di dalam cairan digantungkan sejumlah beban. Umumnya beban tersebut

    dilekatkan pada bola kaca tersegel yang berisi cairan berwarna untuk efek estetika. Saat

    suhu berubah, kerapatan cairan di dalam silinder turut berubah yang menyebabkan bola

    kaca bergerak timbul atau tenggelam untuk mencapai posisi di mana kerapatannya sama

    dengan cairan sekelilingnya atau terhenti oleh bola kaca lainnya. Bila perbedaan kerapatan

    bola kaca sangat kecil dan terurutkan sedemikian rupa sehingga yang kurang rapat berada di

    atas dan yang terapat berada di bawah, hal tersebut dapat membentuk suatu skala suhu.

    Suhu dibaca dari ukiran piringan logam di setiap bola kaca. Biasanya sebuah celah

    memisahkan bola kaca atas dengan bola kaca bawah, berarti nilai suhu berada di antara

    kedua nilai label baca di setiap sisi celah. Bila bola kaca melayang-layang di celah, berarti

    nilai label baca mendekati suhu lingkungan.

    Untuk mencapai keakuratan yang sesuai, toleransi beban harus dibuat kurang dari

    1/1000 per satu gram (1 miligram). Termometer Galilea bekerja dengan prinsip daya apung.

    Daya apung sendiri menentukan apakah suatu benda mengapung atau tenggelam dalam

  • cairan, serta memberi penjelasan mengapa perahu yang terbuat dari baja bisa mengapung

    (sementara batangan baja padat dengan sendirinya akan tenggelam).

    Satu-satunya faktor yang menentukan apakah suatu objek besar naik atau turun

    dalam suatu cairan tertentu, berkaitan dengan kerapatan objek terhadap kerapatan cairan

    di mana ia ditempatkan. Jika massa benda lebih besar dari massa cairan pengisi, objek

    tersebut akan tenggelam. Jika massa benda kurang dari massa cairan pengisi, objek tersebut

    akan mengapung.

  • BAB III

    PENUTUP

    A. Kesimpulan

    1. Termometer adalah alat untuk mengukur suhu dengan cepat dan menyatakan dengan suatu

    angka. Saat ini banyak jenis-jenis temometer.

    2. Contoh sifat - sifat zat yang biasa digunakan untuk membuat termometer adalah:

    a) Pemuaian suatu kolom cairan dalam suatu kapiler,

    b) Hambatan listrik dan seutas kawat platina,

    c) Beda potensial pada suatu termokopel,

    d) Pemuaian suatu keeping bimetal,

    e) Tekanan gas pada volum tetap,

    f) Radiasi yang dipancarkan benda.

    3. Beberapa sifat yang mutlak dibutuhkan oleh sebuah termometer adalah:

    a) Skalanya mudah dibaca,

    b) Aman untuk digunakan,

    c) Kepekaan pengukurannya,

    d) Lebar jangkauan suhu yang mampu diukur.

    4. Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan

    rancangannya serta kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang

    terhubung dengan standar nasional maupun internasional dan bahan-bahan acuan

    tersertifikasi.

    5. Jenis jenis termometer :

    a. Termometer cairan

    1) Termometer raksa

    2) Termometer alcohol

    3) Termometer cairan dalam kehidupan keseharian

  • a) Termometer klinis (termometer badan)

    b) Termometer dinding (termometer ruangan)

    c) Termometer maximum dan minimum six-Bellani

    d) Termometer laboratorium

    b. Termometer gas

    c. Termometer zat padat

    1) Termometer platina

    2) Termometer bimetal

    3) Termometer resistor

    d. Termometer termistor

    e. Termometer termokopel

    f. Termometer Optis

    1) Pirometer

    2) Termometer inframerah

    g. Termometer Digital

    h. Termometer Merkuri

    i. Termometer Galileo

    B. Saran Dalam melakukan pengukuran suhu harus di perhatikan alat ukur yang di gunakan

    karena alat ukur termometer ada beberapa macam sesuai dengan kegunaannya masing

    masing. Serta sebelum melakukan pengukuran sebaiknya pahami terlebih dahulu prinsip

    kerja dari alat tersebut agar tidak terjadi kesalahan.