materi perencanaan ek pembangunan

5
Perencanaan Pembangunan Ekonomi Perencanaan pembangunan sendiri adalah upaya untuk mengantisipasi ketidakseimbangan yang terjadi yang bersifat akumulatif, atau sebagai peran arahan bagi proses pembangunan untuk berjalan menuju tujuan yang ingin dicapai sebagai tolak ukur keberhasilan proses pembangunan. Ciri perencanaan pembangunan : · Berisi upaya untuk mencapai perkembangan ekonomi · Meningkatnya pendapatan perkapita · Merubah struktur ekonomi · Meningkatnya kesempatan kerja bagi masyarakat · Pemerataan pembangunan Apapun definisi perencanaan pembangunan, menurut Bintoro Tjokroamidjojo, manfaat perencanaan adalah : · Dengan adanya perencanaan diharapkan terdapatnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan- kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan · Dengan perencanaan maka dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan mengenai potensi-potensi dan prospek-prospek perkembangan, tetapi juga mengenai hambatan-hambatan dan resiko- resiko yang mungkin dihadapi. Perencanaan mengusahakan supaya ketidakpastian dapat dibatasi seminim mungkin · Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik

Upload: glenjack-glen

Post on 24-Nov-2015

14 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Perencanaan Pembangunan Ekonomi Perencanaan pembangunan sendiri adalah upaya untuk mengantisipasi ketidakseimbangan yang terjadi yang bersifat akumulatif, atau sebagai peran arahan bagi proses pembangunan untuk berjalan menuju tujuan yang ingin dicapai sebagai tolak ukur keberhasilan proses pembangunan.Ciri perencanaan pembangunan : Berisi upaya untuk mencapai perkembangan ekonomi Meningkatnya pendapatan perkapita Merubah struktur ekonomi Meningkatnya kesempatan kerja bagi masyarakat Pemerataan pembangunanApapun definisi perencanaan pembangunan, menurut Bintoro Tjokroamidjojo, manfaat perencanaan adalah : Dengan adanya perencanaan diharapkan terdapatnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan Dengan perencanaan maka dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan mengenai potensi-potensi dan prospek-prospek perkembangan, tetapi juga mengenai hambatan-hambatan dan resiko-resiko yang mungkin dihadapi. Perencanaan mengusahakan supaya ketidakpastian dapat dibatasi seminim mungkin Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik Dengan perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas. Memilih urutan-urutan dari segi pentingnya suatu tujuan, sasaran maupun kegiatan usahanya Dengan adanya rencana maka akan ada suatu alat pengukur untuk mengadakan suatu pengawasan dan evaluasi Penggunaan dan alokasi sumber-sumber pembangunan yang terbatas adanya secara lebih efisien dan efektif. Diusahakan dihindarinya keborosan-keborosan. Suatu usaha untuk mencapai output/ hasil secara maksimal daripada sumber-sumber yang tersedia Dengan perencanaan, perkembangan ekonomi yang mantap atau pertumbuhan ekonomi yang terus menerus dapat ditingkatkan Dengan perencanaan dapat dicapai stabilitas ekonomi, menghadapi siklis konjungtur Adapun rumusan tujuan kebijakan pembangunan dan target yang lebih spesifik untuk tujuan pembangunan yaitu: Pembanguna sumber daya insani merupakan tujuan pertama kali dari kebijakan pembangunan Perluasan produksi yang bermanfaat Perbaikan kualitas hidup dengan memberikan prioritas pada 3 hal yakni terciptanya lapangan kerja, sistem keamanan yang luas dan pembagian kekayaan dan pendapatan yang merata. Pembanguana yang seimbang yakni harmonisasi antar daerah berbeda dalam satu Negara dan antar sektor ekonomi Teknologi baru yakni berkembangnya teknologi tepat guna yang sesuai kondisi dan aspirasi negara Berkurangnya ketergantungan pada dunia luar dan dengan semakin menyatunya kerjasama yang solid dalam Negara.

Catatan:- Periode 1945-1950 ini pada dasarnya masih merupakan periode revousi, yaitu dalam situasi mempertahankan kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945trategi:- Meningkatkan kemakmuran rakyat/ masyarakat (GNP) dengan memperbaharui kebijaksanaan dalam bidang ekonomi keuangan dan pembangunan dengan cara:1. Penilaian kembali daripada semua landasan-landasan kebijaksanaan ekonomi, keuangan dan pembangunan agar diperoleh keseimbangan yang tepat antara upaya yang diusahakan dan tujuan yang hendak dicapai2. Melaksanakan UUD 1945 secara murni dan konsekuen3. Stabilisasi dan rehabilitasi yang mencakup (jangka pendek)Pengendalian inflasiPencukupan kebutuhan panganRehabilitasi prasarana ekonomiPeningkatan kegiatan eksporPencukupan kebutuhan sandang- Pembangunan yang terencana dan konsisten (jangka panjang) yang skala prioritasnya adalah:Bidang pertanianBidang prasaranaBidang industriYang mendukung:- Program ini dilandasi ketetapan MPRS sehingga mempunyai nilai politis- Dalam rencana ini dirumuskan secara tajam adanya skala prioritas nasional yakni bidang ekonomi- Skala prioritas dalam bidang ekonomi juga menegaskan adanya patokan utama yakni dilaksanakannya proyek-proyek yang menghasilkan barang dan jasa yang sangat diperlukan bagi keperluan rakyat banyak- Dalam operasionalnya, dibedakan dengan jelas antara program stabilisasi dan rehabilitasi dengan program pembangunan- Dibedakannya antara pembangunan jangka pendek dan jangka panjang dalam pembangunan ekonomi- Diberlakukannya kebijaksanaan dalam bidang ekonomi yang konsisten disertai dengan penertiban keuangan pemerintah melalui kebijaksanaan APBN yang seimbang- Kebijaksanaan dalam bidang ekonomi tersebut adalah:Peraturan-peraturan 3 Oktober 1966Peraturan bulan Februari 1967Peraturan 28 Juli 1967- Kehidupan politik yang relatif stabilYang menghambat:- Harga barang-barang ekspor Indonesia di pasaran Internasional menurun. Dan juga merosotnya hasil produksi barang-barang ekspor, menurunnya mutu kekurangan bahan-bahan baku/ penolong serta peralatannya, keadaan infrastruktur yang menghambat jalannya ekspor- Aspek administrasi yang belim menunjang- Mulai dikembangkannya secara relatif cepat barang-barang sintetis di negara maju sehingga mengurangi permintaan produk Indonesia- Peranan sektor pertanian yang masih tinggi6. Periode 1969/70-1973/74