makalah elektro + cover

of 24/24
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Elektrokimia dapat didefinisikan sebagai ilmu sains yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan konversi energi secara kimia dan elektris. Dalam hal ini mungkin saja penggunaan listrik untuk menghasilkan reaksi kimia, atau penggunaan reaksi kimia untuk menghasilkan listrik.Elektrokimia merupakan salah satu cabang sains kimia dan teknologi yang sangat penting. Ilmuwan sejak jaman Faraday (1791-1867) telah tertarik dengan larutan elektrolit, sifat korosif yang ditimbulkannya, serta proses-proses lain yang berhubungan dengan perpindahan elektron dari satu substansi ke substansi lain. Secara garis besar, sel elektrokimia dapat digolongkan menjadi Sel galvani dan sel elektrolisis. Elektrokimia sendiri memiliki banyak manfaat dalam bidang analisis kimia diantaranya : Eletrokoagulasi, Elektrodialisi, Elektrowining, Elektrorefining, Elektroplating dan sebagainya. Salah satu yang akan dibahas dalam makalah ini adalah elektrowining,elektrorefining dan elektroplating. Elektrowinning adalah proses elektrokimia yaitu proses pengendapan logam pada kutub katoda menggunakan

Post on 13-Dec-2015

74 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

elektrokimia

TRANSCRIPT

BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangElektrokimiadapat didefinisikan sebagai ilmu sains yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan konversi energi secara kimia dan elektris. Dalam hal ini mungkin saja penggunaan listrik untuk menghasilkan reaksi kimia, atau penggunaan reaksi kimia untuk menghasilkan listrik.Elektrokimia merupakan salah satu cabang sains kimia dan teknologi yang sangat penting. Ilmuwan sejak jaman Faraday (1791-1867) telah tertarik dengan larutan elektrolit, sifat korosif yang ditimbulkannya, serta proses-proses lain yang berhubungan dengan perpindahan elektron dari satu substansi ke substansi lain.Secara garis besar, sel elektrokimia dapat digolongkan menjadi Sel galvani dan sel elektrolisis. Elektrokimia sendiri memiliki banyak manfaat dalam bidang analisis kimia diantaranya : Eletrokoagulasi, Elektrodialisi,Elektrowining, Elektrorefining, Elektroplating dan sebagainya. Salah satu yang akan dibahas dalam makalah ini adalah elektrowining,elektrorefining dan elektroplating.Elektrowinning adalah proses elektrokimia yaitu proses pengendapan logam pada kutub katoda menggunakan arus listrik yang mengalir dalamlarutan elektrolit( hasil dari pelarutan ), hasil yang diperoleh pada kutub katoda adalah lumpur logam emas dan perak yang disebutcakeyang dapat langsung dilebur (smelting). Electrorefiningadalahpemurnian logam menggunakan larutan elektrolit dan arus listrik.Elektroplating merupakan salah satu cabang dari ilmu kimia (elektrokimia) yang membahas tentang energi atau arus listrik yang menyebabkan suatu reaksi atau perubahan kimia serta energy listrik yang di hasilkan melalui suatu reaksi kimia, hasil reaksi reaksi pada suhu yang amat tinggi melalui perubahan energi listrik menjadi panas.

BAB IIISI

II.1 ElektroplatingTujuan utama dari elektroplating adalah memisahkan logam dasar, yang dapat mengalami korosi pada lingkungan tempatnya digunakan,dari lingkungan tersebut dengan menggunakan logam yang tahan terhadap kondisi lingkungan tersebut.Elektroplating merupakan salah satu cabang dari ilmu kimia (elektrokimia) yang membahas tentang energi atau arus listrik yang menyebabkan suatu reaksi atau perubahan kimia serta energy listrik yang di hasilkan melalui suatu reaksi kimia, hasil reaksi reaksi pada suhu yang amat tinggi melalui perubahan energi listrik menjadi panas.Dalam elektroplating proses yang terjadi adalah melalui elektroforesis yaitu gerakan partikel koloid dalam medan listrik dengan menghasilkan dua elektrode (suatu penghantar yang dapat berbentuk batangan, kepingan, atau kawat yang digunakan untuk memancarkan atau mengendalikan aliran partikel-partikel yang bermuatan, baik dalam suatu cairan, gas, atau semi konduktor). Yang dialiri arus kearah, koloid bermuatan negatif bergerak kearah anode, sedangkan koloid bermuatan positif ke katode. Proses ini digunakan untuk memisahkan atau penguraian campuran. Setelah koloid itu terpisah atau melapisi anode tersebut sehingga terbentuk lapisan tipis yang biasanya disebut plate.Proses elektroplating mengubah sifat fisik, mekanik, dan sifat teknologi suatu material. Salah satu contoh perubahan fisik ketika material dilapis dengan nikel adalah bertambahnya daya tahan material tersebut terhadap korosi, serta bertambahnya kapasitas konduktifitasnya. Adapun dalam sifat mekanik, terjadi perubahan kekuatan tarik maupun tekan dari suatu material sesudah mengalami pelapisan dibandingkan sebelumnya.

II.1.1 Konsep ElektroplatingKonsep elektroplating adalah reaksi kimia yang dihasilkan oleh arus listrik. Tenninal yang memberikan arus dalam larutan disebut dengan elektroda. Elektroda yang mengalami proses kimia reduksi adalah katoda, sedangkan yang mengalami proses kimia oksidasi adalah anoda. Pada kedua elektroda terjadi proses perpindahan ion, dari katoda ke anoda bermuatannegatif disebut dengan anion, sedangkan dari anoda ke katoda bermuatan positif disebut dengan kation. Larutan tempat terjadinya proses ini disebut dengan elektrolit. Konduksi dapat terjadi melalui dua cara, yaitu elektronik dan elektrolitik. Konduksi yang terjadi secara elektronik, tidak disertai baik dengan reaksi kimia maupun perpindahan material. Sedangkan pada konduksi secara elektrolitik disertai dengan perpindahan material dan reaksi kimia pada kedua elektroda.Elektroplating meletakkan dasar analitis diatas hukum Faraday yang dicetuskan oleh Michael Faraday pada tahun 1833. Hukum tersebut menyatakan bahwa:1. Jumlah perubahan kimia akibat arus listrik sebanding dengan jumlaharus yang lewat.2. Jumlah substansi berbeda yang dibebaskan oleh sejumlah arus listriksebanding dengan berat kimia ekuivalennya.Berat kimia ekuivalen dari suatu meterial adalah berat atom suatu material dibagi dengan perubahan valensi yang terjadi pada proses elektrolisis. Jadi walaupun suatu logam hanya memiliki satu berat atom, namun logam tersebut dapat memiliki berat ekuivalen lebih dari satu. Bila besi sebagai elektroda menggunakan Fe3+ Fe maka perubahan valensinya adalah 3, sehingga berat ekuivalennya adalah 55,85 (berat atom Fe)dibagi 3, yaitu 18,617. Satu Coulomb didefinisikan dengan arus l ampere yang mengalir selama 1 detik (1 As) atau sama dengan jumlah arus yang dibutuhkan untuk melapiskan 0,001118 gram perak. Untuk melapiskan 1 gram perak dibutuhkan 107,868/0.001118 = 96483 C, dibulatkan menjadi 96500 C. Jadi persamaan yang didapat melalui hukum Faraday adalah :g = Iet/96500dimana g menyatakan berat substansi yang bereaksi, I adalah arus dalam ampere, e menyatakan berat ekuivalen, dan t adalah waktu dalam detik. Bila tegangan sel diketahui, maka kita bisa menghitung energi yang dibutuhkan, dengan persamaan:W = VI tdimana W adalah energi dalam Joule, V menyatakan tegangan dalam volts, I menyatakan arus dalam ampere, dan t adalah waktu dalam detik.

II.1.2 Dasar ElektroplatingElektroplating didefinisikan sebagai elektrodeposisi dari sebuah lapisan logam adheren diatas suatu elektroda dengan tujuan memberikan sifat atau dimensi tertentu yang berbeda terhadap permukaan logam asalnya. Untuk melakukan proses elektroplating dibutuhkan empat komponen, yaitu :1. Rangkaian eksternal, terdiri atas : sebuah sumber arus DC, medium penyalurarus ke bakplating,instrumentasi lain seperti ammeter, voltmeter, dan regulator arus atau tegangan.2. Elektroda negatif atau katoda (yang merupakan bahan yang akan dilapisi), danmedia untuk menempatkan elektroda dalambakplating.3. Larutanplating,umumnya berbentuk cairan.4. Elektroda positif atau anoda (yang merupakan logam yang dilapiskan), dapatjuga berupa logam yanginertdan tidak larut.

Reaksi kimia yang terjadi pada proses electroplating seperti yang terlihat pada Pada KATODA Pembentukan lapisan NikelNi2+ (aq) + 2e Ni (s)Pembentukan gas Hidrogen 2H+ (aq) + 2e H2 (g) Reduksi oksigen terlarut O2(g) + 2H + H2O (l)Pada ANODAPembentukan gas oksigen H2O (l) 4H + (aq) + O2 (g) + 4e Oksidasi gas Hidrogen H2 (g) 2H+(aq) + 2e-Mekanisme terjadinya pelapisan logam adalah dimulai dari dikelilinginya ion-ion logam oleh molekul-molekul pelarut yang mengalami polarisai. Di dekat permukaan katoda, terbentuk daerah Electrical Double Layer (EDL) yang bertindak seperti lapisan dielektrik. Adanya lapisan EDL memberi beban tambahan bagi ion-ion untuk menembusnya. Dengan gaya dorong beda potensial listrik dan dibantu oleh reaksi-reaksi kimia, ion-ion logam akan menuju permukaan katoda dan menangkap electron dari katoda, sambil mendeposisikan diri di permukaan katoda. Dalam kondisi equilibrium, setelah ion-ion mengalami discharge menjadi atom-atom kemudian akan menempatkan diri pada permukaan katoda dengan mula-mula menyesuaikan mengikuti susunan atom dari material katoda.II.1.3 Hubungan E dengan Deret VoltaPada Deret Volta, unsur logam dengan potensial elektrode lebih negatif ditempatkan di bagian kiri, sedangkan unsur dengan potensial elektrode yang lebih positif ditempatkan di bagian kanan.Semakin ke kiri kedudukan suatu logam dalam deret tersebut, maka:1. Logam semakin reaktif (semakin mudah melepas elektron)2. Logam merupakan reduktor yang semakin kuat (semakin mudah mengalami oksidasi)Sebaliknya, semakin ke kanan kedudukan suatu logam dalam deret tersebut, maka:1. Logam semakin kurang reaktif (semakin sulit melepas elektron)2. Logam merupakan oksidator yang semakin kuat (semakin mudah mengalami reduksi)Umumnya, deret volta yang sering digunakan adalah sebagai berikut:Lithium-Kalium-Barium-Calsium-Natrium-Magnesium-Aluminium-Mangan-Zinc-Cerium-Cadmium-Cobalt-Nickel-Stanum-Plumbum-(Hidrogen)-Cuprum-Hydrargyrum-Argentum-Platina-AurumsingkatnyaLi-K-Ba-Ca-Na-Mg-Al-Mn-Zn-Cr-Fe-Cd-Co-Ni-Sn-Pb-(H)-Cu-Hg-Ag-Pt-Au

II.1.4 Perhitungan massa yang dihasilkanPengendapan 1 gr berat ekuivalen, memerlukan 1 Faraday (96.500 Coulomb)H = T. 1000. F/CDimana, H = waktu pelapisan (jam)T = tebal lapisan (in)F = Faktor rapat arusC = rapat arus (A/in^2)F= Rapat arus (A/in^2) untuk mengendapkan lapisan setebal 1/1000 in ( pada efisiensi katoda normal)II.2 ElektrorefiningElectrorefiningadalahpemurnian logam menggunakan larutan elektrolit dan arus listrik. Misalkan, pada proses pemurnian tembaga digunakan logam tembaga tidak murni sebagai anoda dan kuprisulfat sebagai larutan garamnya. Saat dialirkan arus dari anoda ke katoda, partikel tembaga pada anoda larut ke dalam larutan meninggalkan logam tidak murni dan menempel pada katoda berupa tembaga murni. Proses ini berlangsung lama hingga kandungan tembaga pada anoda habis dan terbentuk logam tembaga murni pada katoda.Electrorefining dapa tmemisahkan logam berat seperti plutonium, cesium,strontium dan dari sebagian yang kurang beracun uranium. Banyak system electroextraction jugatersedia untuk menghilangkan racun (dan kadang-kadang berharga) logam dari aliran limbah industri.Kebanyakan logam terjadi di alam dalam bentuk yangteroksidasi ( bijih ) dandengandemikian harus dikurangi menjadi bentuk logammereka. Bijih dibubarkan mengikutibeberapa preprocessing pada elektrolit berair atau dalam garamcair dan solusi yang dihasilkan adalah elektrolisis . Logam diendapkan pada katoda (baik dalam bentuk padatatau dalam bentuk cair ), sedangkan reaksi anodik biasanya evolusi oksigen Beberapa logam secara alami hadir sebagai sulfida logam;ini termasuk tembaga, timah ,molibdenum , kadmium , nikel , perak , kobalt , dan seng . Selain itu, emas dan platinum kelompok logam yang terkait dengan bijih sulfida logamdasar . Kebanyakan sulfide logam atau garamnya ,elektrik konduktif dan ini memungkinkan reaksi redokselektrokimia untuk secara efisien terjadi dalam keadaan cair atau dalam larutanair .Beberapa logam , seperti nikel tidakelectrolyze keluar namun tetap dalam larutan elektrolit . Ini kemudian dikurangi dengan reaksi kimiauntuk memperbaiki logam.Logam lain , yangselama pengolahan logam target telah berkurang tetapi tidak disimpan di katoda , tenggelam kedasar dari sel elektrolit ,di mana mereka membentuk zat disebut sebagai anoda lumpur atau anode slime. Logam dalamlumpur ini dapatdihilangkan dengan metode pyrorefining standar.Karena tingkat deposisi logam berhubungan dengan luas permukaan yang tersedia ,menjaga katoda benar bekerja adalah penting. Dua jenis katoda ada, plat datardan reticulated katoda , masing-masing dengan keuntungan sendiri . Katoda platdatar dapatdibersihkan dan digunakan kembali , dan logam berlapis pulih .Katoda reticulated memiliki laju deposisi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan katoda plat datar. Namun ,mereka tidak dapat digunakan kembali dan harus dikirim untuk didaur ulang .Atau ,katoda starter logam pra - halus dapat digunakan , yang menjadi bagian integral darilogam jadi siap bergulir atau pengolahan lebih lanjut.Metode electrorefining (pemurnian elektrik) digunakan untuk memurnikannya lebih lanjut. Misalnya logam tembaga mentah, dicetak menjadi lempeng, yang digunakan sebagai anoda dalam sel elektrolisis yang mengandung larutan CuSO4 dalam H2SO4. Lembaran tipis tembaga murni digunakan sebagai katoda, dan tembaga yang larut pada anoda diendapkan dalam bentuk yang lebih murni pada katoda, sampai mempunyai kemurnian 99,97 % tembaga. Hasil lembaran tembaga murni pada katoda kemudian diproses lanjut, dan diantaranya digunakan sebagai serbuk tembaga.II.3 ElektrowiningElektrowining adalah Proses pengendapan logam pada kutub katoda menggunakan arus listrik yang mengalir dalamlarutan elektrolit( hasil dari pelarutan ), hasil yang diperoleh pada kutub katoda adalah lumpur logam emas dan perak yang disebutcakeyang dapat langsung dilebur. cara terbaru dan paling efesien digunakan dalam ekstraksi emasdan perak yang terdapat di air kaya /PLS (Pregnant Liquid Solution)yang melibatkan penggunaan larutan alkali sianida sebagailarutan elektrolitdenganprinsip elektrolisis(reaksi redoks) dalam suatu sel.Pada proses electrowinning akan melepaskan gas H+ membuat pH menjadi turun sehingga berisiko mengasilkan gas HCN. Gas ini sangat berbahaya dan bersifat korosif terhadap anoda, untuk itu larutan alkali sianida harus dijaga pada pH 12,5. Parameter suatu proseselectrowinningdapat dikatakn selesai apabila telah sesuai dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengendapnya logam berharga yang diinginkan di katoda dengan kadar yang tinggi. Untuk mengetahui berapa lama suatu proseselectrowinningberlangsung hingga mencapai kadar endapan logam berharga yang diinginkan, maka dapat dihitung berdasarkan Hukum Faraday.

II.3.1 Hukum Faraday I Massa zat yang timbul pada elektroda karena elektrolisis berbanding lurus dengan jumlah listrik yang mengalir melalui larutan,dengan : e.i.t e.i.tW = -------- atau W = ----------- F 96.500W = massa zat yang dihasilkane = massa ekivaleni = arus yang mengalir ( Ampere)

Hukum Faraday II: Massa dari macam-macam zat yang diendapkan pada masing-masing elektroda oleh sejumlah arus listrik yang sama banyaknya akan sebanding dengan berat ekivalen masing-masing zat tersebut.

Rumus:m1: m2= e1: e2

m = massa zat (gram)e = beret ekivalen = Ar/Valensi = Mr/ValensiII.3.2 Proses elektrowinning seng (Zn)Proses elektrowinning seng (Zn) merupakan proses untuk mengekstraksi secara elektrolisis Zn dari larutan sulfat encer hasil leaching yang dilakukan dengan cara memberikan arus listrik sehingga terjadi dekomposisi seng sulfat (ZnSO4)Secara termodinamika, potensial reaksi elektroda dapat dihitung dengan menggunakan persamaan Nernst, yaitu :E = Eo+RT/nF(ln aoksidasi/areduksi)Aspek termodinamika reaksi juga dapat diketahui dengan menggunakan diagram pourbaix Zn untuk memprediksi proses elektrowinning Zn sehingga dapat diketahui reaksi-reaksi apa saja yang dapat berlangsung selama elektrowinning Zn. Secara kinetika, reaksi yang terjadi disebabkan oleh faktor polarisasi aktivasi, polarisasi konsentrasi, polarisasi tahanan dan polarisasi akibat pengaruh ion-ion pengotor dan zat organik pada permukaan elektroda.II.3.3 Berdasarkan termodinamika, potensial reversibel Zn2+/Zn lebih rendah daripada potensial reversibel H+/H2yaitu :

EZn2+/Zn= - 0,763 + 0,0295 log (aZn2+) pada 25oCEH+/H2= - 0,0591 pH pada 25oC, 1 atm.Maka seluruh hidrogen akan tereduksi pada potensial di mana pengendapan Zn berlangsung kemudian dapat mengakibatkan penurunan efisiensi arus yang digunakan. Oleh karena itu kecepatan reaksi reduksi hidrogen harus dibatasi, yaitu dengan menggunakan katoda awal (starting cathode) yang memiliki hidrogen overpotensial yang tinggi misalnya katoda aluminium sehingga pada potensial pengendapan Zn, reduksi ion hidrogen belum berlangsung. Endapan Zn sendiri memiliki hidrogen overpotensial yang cukup besar sehingga proses pengendapan Zn dapat berlangsung secara kontinyu dengan efisiensi yang tinggi setelah satu lapisan endapan Zn terbentuk pada permukaan katoda aluminium. Pada umumnya logam lain memiliki hidrogen overpotensial yang lebih rendah sehingga apabila digunakan sebagai katoda dapat menurunkan efisiensi arus. Oleh karena itu digunakan logam aluminium sebagai katoda untuk proses elektrowinning Zn.II.3.4 Pengaruh Penambahan Konsentrasi Logam Seng (Zn) PadaProses Electrowinning Logam Kobal (Co)Kobal (Co) merupakan logam yang banyak ditemukan bersama logam Seng (Zn) dalam pertambangan. Pengambilan logam kobal terbukti cukup sulit dalam proses elektrolisis. Proses electrowinning Co perlu dikaji lebih dalam karena agar didapatkan kadar logam yang murni pada proses pemisahan keduanya. Penelitian ini dilakukan dengan metode elektrolisis potensial tetap pada potensial 2,3 volt dengan elektrolit HCl. Elektroda yang digunakan adalah karbon grafit. Penelitian ini dilakukan variasi penambahan Zn 2+ 105, 110, 115, dan 120 mgL -1 pada 100 mL Co 2+ 1100 mgL -1 Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh penambahan Zn 2+ terhadap elektrowinning Co 2+ berupa perubahan overvoltage (E) dari 0,106 volt menjadi 0,666; 0,646; 0,706; dan 0,546 volt pada tiap-tiap variasi. Nilai efisiensi arus cenderung meningkat pada tiap-tiap variasi yaitu 8,39%; 12,51%; 21,40%; dan 121%. Hasil reduksi Co 2+ mengalami peningkatan berturut-turut 1,8%; 2,5%; 4,36%; dan 24,72%, sedangkan reduksi Zn 2+ cenderung menurun berturut-turut 62,82%; 56,36%; 19,13%; 10% pada tiap-tiap variasi. Warna larutan berubah dari merah muda menjadi oranye kekuningan.II.3.5 Pengaruh Seng (Zn) Terhadap Reduksi Kobal (Co)Proses elektrolisis kobal dengan penambahan Seng dilakukan pada (E Co 2+/Co) 2,30 Volt. Larutan kobal 1.1gL-1 di elektrolisis dengan variasi penambahan Zn 105,110,115, dan 120mgL-1. Hasil kurva potensial dan arus pada tiap-tiap konsentrasi Zn yang ditambahkan. Penentuan hasil reduksi kobal dengan penambahan seng pada berbagai konsentrasi dilakukan dengan metode AAS (Atomic Adsorbsion Spectrofotometry). metode AAS dipilih karena konsentrasi Co dan Zn pada larutan cukup kecil.

II.3.6 Penambahan konsentrasi Zn 2+ pada proses electrowinning Co 2+ menunjukan pengaruh sebagai berikut:1. Perubahan overvoltage (E) pada larutan Co 2+ dari 0,106 volt berturut-turut menjadi 0,666; 0,646; 0,706; dan 0,546 volt pada tiap-tiap variasi penambahan konsentrasi Zn 2+

2. Efisiensi arus yang diperoleh cenderung meningkat berturut-turut 8,93%; 12,51%; 21,40%; dan 121% pada tiap-tiap variasi penambahan konsentrasi Zn 2+

3. Reduksi Co2+ cenderung meningkat berturut-turut 1,8%; 2,5%; 4,36%; dan 24,72%, sedangkan reduksi Zn 2+//Zn cenderung menurun berturut-turut 62,85%; 56,36%; 19,13%; dan 10% pada tiap-tiap variasi penambahan konsentrasi Zn 2+

BAB IIIPENUTUP

Kesimpulan

Elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara perubahan (reaksi) kimia dengan kerja listrik, yang biasanya melibatkan sel elektrokimia yang menerapkan prinsip reaksi redoks dalam aplikasinya.Ada berbagai aplikasi elektrokimia dalam bidang analisis kimia diantaranya elektroplating, elektrorefining dan elektrowining.Elektroplating merupakan salah satu cabang dari ilmu kimia (elektrokimia) yang membahas tentang energi atau arus listrik yang menyebabkan suatu reaksi atau perubahan kimia serta energy listrik yang di hasilkan melalui suatu reaksi kimia, hasil reaksi reaksi pada suhu yang amat tinggi melalui perubahan energi listrik menjadi panas. Electrorefiningadalahpemurnian logam menggunakan larutan elektrolit dan arus listrik.Elektrowinning adalah proses elektrokimia yaitu proses pengendapan logam pada kutub katoda menggunakan arus listrik yang mengalir dalamlarutan elektrolit( hasil dari pelarutan ), hasil yang diperoleh pada kutub katoda adalah lumpur logam emas dan perak yang disebutcakeyang dapat langsung dilebur (smelting).

Daftar Pustaka

Derek C.Price and William G.Davenport.(1981), Physico Chemical Properties of Copper Electrorefining and Electrowining Electrolytec, American Society for Metal and Volume 12B.Graham, 1987 Electroplating Engineering Hand book, New YorkMohler, J.B., 1969 Electroplating and Related Processes, Chemical Publishing Co., Inc., New York.Potter, E.C.,1956 Electrochemistry, Principles and Aplication, Cleaven Hume Press Ltd., London.

MAKALAH ELEKTROKIMIAELEKTROPLATING, ELEKTROWINING, DAN ELEKTROREFINING

Di susun oleh :KELOMPOK 61. Ratna Dewi M(24030111130023)2. Suyanti(24030113120043)3. Arofah Nuraini(24030113140091)4. Desriana Chrisyanti(240301131)5. Weny Enjelika D(240301131)6. Atiatul manna(240301131200)

JURUSAN KIMIAFAKULTAS SAINS DAN MATEMATIKA UNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2015