konservasi satwa liar 0814

Download konservasi satwa liar 0814

Post on 12-Jul-2015

290 views

Category:

Environment

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Konservasi Tumbuhan dan Satwa Liar

  • Apa itu TSL?Semua tumbuhan/satwa yang hidup secara liar/tidak dipelihara/dikembangkan manusia Dilindungi ataupun tidak dilindungiBaik di lingkungan alami ataupun buatanBelum mengalami domestifikasi (dimanfaatkan oleh manusia)Dalam jumlah yang melimpah hingga sangat terbatas.

  • Batasan Hukum:TSL Asli Indonesia;TSL asing;TSL Lindung;TSL tidak dilindungi;TSL terdaftar dalam apendiks CITES;TSL non-apendiks CITES.

  • Manfaat ekonomis:

  • Nilai Budaya:

  • Dasar HukumCITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) 1973 jo Keppres No. 43 Thn 1978UU No. 5 Thn 1990 ttg KSDAHEPP No. 7 Thn 1999 ttg Pengawetan Jenis Tumbuhan & SatwaPP No. 8 Thn 1999 ttg Pemanfaatan Jenis Tumbuhan & Satwa Liar

  • Apa saja yang dilakukan?Menetapkan status konservasi satwa liar.Melakukan penelitian2.Kampanye dan sosialisasi.Pembentukan kawasan konservasi.Pemberantasan perdagangan ilegal satwa liar

  • Tata Cara Perolehan Spesimen TSL:a. Penyerahan scr inkracht van gewijsde; b. hibah, pemberian atau sumbangan; c. tukar menukar; d. peminjaman; e. pengambilan; f. pembelian; dan/atau g. pengambilan atau penangkapan dari alam.(Permenhut No. 63/2013)

  • CITES 1973Misi dan tujuan menghindarkan jenis-jenis tumbuhan dan satwa dari kepunahan di alam melalui pengembangan sistem pengendalian perdagangan jenis-jenis tumbuhan dan satwa serta produk-produknya secara internasional. Ada 4 (empat) hal pokok yang menjadi dasar konvensi:Perlunya perlindungan jangka panjang terhadap tumbuhan dan satwa liar,Meningkatnya nilai sumber tumbuhan dan satwa liar bagi manusia,Peran dari masyarakat dan negara dalam usaha perlindungan tumbuhan dan satwa liar sangat tinggi,Makin mendesaknya kebutuhan suatu kerjasama internasional untuk melindungi jenis-jenis tersebut dari over exploitasi melalui kontrol perdagangan internasional.

  • IUCN Red List CategoryKategori dlm penetapan status: jumlahpopulasi, penyebarangeografidan risiko dari kepunahan.Usulan dari nasional/regional dpt dimasukkan selama bisa dibuktikan endemic dgn kecukupan data yg baik

  • Posisi Indonesia ??Update usulan ke IUCN Red List terhitung jarang krn permasalahan kurangnya data.Dalam Laporan WWF terbaru yang dirilis 23 Juli 2012 berjudul "Wildlife Crime Scorecard : Assessing Compliance with and Enforcement of CITES Commitments for Tigers, Rhinos and Elephants, Indonesia mendapat 2 kartu kuning (fail to prove effective protection & enforcement) utk harimau dan gajah sumatra, serta kartu grey (no sufficient data) utk badak sumatra dan jawa (cula 1)Integrasi IUCN Red List ke kerangka hukum nasional sifatnya insidental saja.

  • Konsep Pengelolaan menurut CITESDiserahkan pd Otoritas Pengelola (Management Authority) dan Otoritas Keilmuan (Scientific Authority).Species dapat diperdagangkan sesuai prinsip non-detriment finding perdagangan suatu jenis tumbuhan dan satwa liar tidak akan mengakibatkan rusaknya potensi populasi tumbuhan dan satwa liar (TSL) tersebut di habitat alamnya.Kewajiban dlm Legislasi Nasional harus dapat:Menunjuk satu/lebih Management&Scientific Authority,Melarang perdagangan spesimen yang melanggar ketentuan konvensi,Menghukum perdagangan yang melanggar,Melakukan penyitaan terhadap spesimen-spesimen yang diperdagangkan atau dimiliki secara illegal.

  • Konsep Pengawetan (dlm PP)

  • Konsep Perlindungan (dlm PP)

  • Alur Kerja Konservasi TSL

  • Konsep Pemanfaatan (dlm PP)

  • Perburuan

  • Pengaturan Berburu

  • Jenis Satwa Buru:

  • Hal terkait perburuan:

  • Lamalera

  • Pengendalian Perdagangan

  • Izin Penangkaran

  • Tujuan PenangkaranMendapatkan spesimen tumbuhan dan satwa liar dalam jumlah, mutu, kemurnian jenis dan keanekaragaman genetik yang terjamin, untuk kepentingan pemanfaatan sehingga mengurangi tekanan langsung terhadap populasi alam,Mendapatkan kepastian secara administratif maupun secara fisik bahwa pemanfaatan spesimen tumbuhan atau satwa liar yang dinyatakan berasal dari kegiatan penangkaran adalah benar-benar berasal dari kegiatan penangkaran

  • Level perlindungan utama:

  • Berdasarkan Lampiran PP No 7 Tahun 1999Daftar flora dan fauna yang dilindungi di Indonesia tercantum dalam PP No 7 tahun 1999, berjumlah 294 spesies.Keseluruhannya terbagi ke dalam 2 kelompok besar, yaitu kelompok satwa (mamalia, aves, reptilia, insekta, ikan, anthozoa (akar bahar), dan bivalvia kerang2) dan kelompok tumbuhan (palmae, rafflessiacea, orchidaceae, nephentaceae, dan dipterocarpaceae)

  • Sebanyak 294 spesies yang masuk ke dalam golongan flora dan fauna dilindungi tsb belum termasuk rilis terbaru flora dan fauna liar. Identifikasi terbaru dikeluarkan oleh IUCN dan CITES (khusus satwa liar) adalah:Macan Tutul Jawa, Orangutan Sumatera, Kanguru Pohon, Kera Hitam Sulawesi, Anoa (dataran rendah & pegunungan), Gajah Sumatera, Gibbon Kalimantan (hitam & putih), Kambing Hutan Sumatera, Kukang Jawa, Kuskus, Macan Dahan (Kalimantan&Sumatera), Owa Jawa, Siamang, Wau-wau.

  • Fakta (Conservasi International Indonesia 2011) Sebanyak 40% satwa liar yang diperdagangkan mati akibat proses penangkapan yang menyakitkan, pengangkutan yang tidak memadai, kandang sempit dan makanan yang kurang. 60% mamalia yang diperdagangkan di pasar burung adalah jenis yang langka dan dilindungi undang-undang. 70% primata dan kakatua yang dipelihara masyarakat menderita penyakit dan penyimpangan perilaku. Lebih dari 100.000 burung paruh bengkok setiap tahunnya ditangkap dari alam Papua dan Maluku. Penangkapan ini juga melibatkan oknum militer. Burung paruh bengkok (nuri dan kakatua) ditangkap dari alam dengan cara-cara yang menyiksa dan menyakitkan satwa. Bulunya dicabuti agar tidak bisa terbang.Setiap tahunnya ada sekitar 1000 ekor orangutan Kalimantan yang diselundupkan ke Jawa dan juga luar negeri. Sebagian besar orangutan yang diperdagangkan adalah masih bayi. Sekitar 3000 owa dan siamang setiap tahunnya diburu untuk diperdagangkan di dalam negeri dan diselundupkan ke luar negeri

Recommended

View more >