laporan penanganan konflik satwa liar

Download Laporan Penanganan Konflik Satwa Liar

Post on 20-Oct-2015

240 views

Category:

Documents

22 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Penanganan konflik satwa di balikpapan

TRANSCRIPT

  • i | Penanganan Konflik Satwa Liar di Luar Kawasan

    LAPORAN

    MONITORING DAN PENGHALAUAN SATWA JENIS ORANGUTAN (Pongo pygmaeus morio)

    DALAM RANGKA PENANGANAN KONFLIK SATWA LIAR DI LUAR KAWASAN

    Lokasi

    Dusun Solok Bugis Kelurahan Kariangau Sekitar Hutan Lindung Sungai Wain

    06-08 Februari 2013

    Seksi Konservasi Wilayah III Balikpapan

    Februari 2013

    KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PHKA

    BALAI KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM KALIMANTAN TIMUR

  • ii | Penanganan Konflik Satwa Liar di Luar Kawasan

    KATA PENGANTAR

    Puji Syukur kami sampaikan kehadirat Allah SWT karena berkat Rahmat dan

    Karunia-Nya kami dapat menyelesaikan laporan hasil pelaksanaan kegiatan Monitoring

    dan penghalauan satwa jenis orangutan (Pongo pygmaeus morio) dalam rangka

    penanganan konflik satwa liar di luar kawasan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6

    februari sampai dengan 08 Februari di Kelurahan Kariangau sekitar Hutan Lindung Sungai

    Wain Balikpapan.

    Laporan ini merupakan laporan awal hasil penangan konflik antara manusia dengan

    orangutan yang terjadi di dusun Solok Bugis Kelurahan Kariangau yang kami monitor

    selama 3 (tiga) hari. Selain itu juga sebagai pertanggung jawaban hasil kegiatan yang telah

    dilaksanakan. Sepenuhnya kami menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih jauh dari

    sempurna, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang positif agar di waktu yang

    akan datang dapat lebih baik lagi.

    Demikian laporan ini kami susun, semoga bermanfaat dan dapat menjadi bahan

    pertimbangan dalam pengambilan keputusan terhadap penanganan satwa dimaksud. Atas

    perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

    Balikpapan, Februari 2013

    Tim Pelaksana

  • iii | Penanganan Konflik Satwa Liar di Luar Kawasan

    DAFTAR ISI

    HALAMAN JUDUL .............................................. Error! Bookmark not defined.

    KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii

    DAFTAR ISI .................................................................................................... iii

    DAFTAR TABEL ............................................................................................... iv

    DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. v

    BAB I. PENDAHULUAN ...................................................................................... 1

    A. Latar Belakang ....................................................................................... 1

    B. Maksud dan Tujuan ................................................................................ 3

    C. Sasaran .................................................................................................. 3

    BAB II. METODE PELAKSANAAN ....................................................................... 4

    A. Dasar Hukum ......................................................................................... 4

    B. Alat dan Bahan ....................................................................................... 4

    C. Waktu dan Tempat ................................................................................. 4

    D. Tim Pelaksana ........................................................................................ 5

    E. Prinsip Dalam Penanganan Konflik Satwa Liar ........................................... 5

    BAB IV. HASIL PELAKSANAAN ........................................................................... 8

    BAB IV. PENUTUP .......................................................................................... 12

    A. Kesimpulan........................................................................................... 12

    B. Saran ................................................................................................... 12

    Lampiran ....................................................................................................... 14

  • iv | Penanganan Konflik Satwa Liar di Luar Kawasan

    DAFTAR TABEL

    Tabel 1: Tim pelaksana penanganan konflik satwa liar ....................................... 5

  • v | Penanganan Konflik Satwa Liar di Luar Kawasan

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 1: Monitoring dan Penghalauan satwa di lindungi di kebun masyarakat .. 8

    Gambar 2: alur kejadian keluarnya Orangutan dari Kawasan Hutan Lindung

    Sungai Wain Balikpapan ................................................................... 9

  • 1 | Penanganan Konflik Satwa Liar di Luar Kawasan

    BAB I. PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Interaksi yang negatif antara manusia dan satwa liar serta penurunan

    kualitas habitat satwa liar dapat mengakibatkan terjadinya konflik antara

    manusia dan satwa liar. Pada kondisi tertentu konflik tersebut dapat merugikan

    semua pihak yang berkonflik. Konflik yang terjadi cenderung menimbulkan sikap

    negatif manusia terhadap satwa liar, yaitu berkurangnya apresiasi manusia

    terhadap satwa liar serta mengakibatkan efek-efek detrimental terhadap upaya

    konservasi. Kerugian yang umum terjadi akibat konflik diantaranya seperti

    rusaknya tanaman pertanian dan atau perkebunan serta pemangsaan ternak

    oleh satwa liar, atau bahkan menimbulkan korban jiwa manusia. Disisi lain tidak

    jarang satwa liar yang berkonflik mengalami kematian akibat berbagai tindakan

    penanggulangan konflik yang dilakukan. Satwa liar yang sering berkonflik

    dengan manusia antara lain gajah, harimau, orang utan, buaya, dan lainnya.

    Konflik antara manusia dan satwa liar yang terjadi cenderung meningkat

    akhir-akhir ini. Apapun yang terjadi dan jenis satwa liar apapun yang terlibat,

    konflik manusia - satwa liar merupakan permasalahan kompleks karena bukan

    hanya berhubungan dengan keselamatan manusia tetapi juga satwa itu sendiri.

    Perbaikan habitat alami satwa liar, meminimalisir dan merehabilitasi kerusakan

    hutan, serta mengontrol pemanfaatan berlebihan jenis flora dan fauna liar

    merupakan prasyarat utama dalam penanganan konflik manusia - satwa liar.

    Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) No P.48 tahun 2008 Tentang

    Pedoman Penanggulangan Konflik antara manusia dan satwa liar menjelaskan

    bahwa konflik antara manusia dan satwa liar adalah interaksi antara manusia

    dan satwa liar yang mengakibatkan efek negatif kepada sosial manusia,

    ekonomi, kebudayaan dan pada konservasi satwa liar dan atau pada

    lingkungannya. Penanggulangan konflik manusia - satwa liar adalah proses dan

    upaya atau kegiatan mengatasi atau mengurangi konflik antara manusia dan

    satwa liar dengan mengedepankan kepentingan dan keselamatan manusia

    tanpa mengorbankan kepentingan dan keselamatan satwa liar. Peraturan

  • 2 | Penanganan Konflik Satwa Liar di Luar Kawasan

    tersebut mengamanahkan setiap provinsi harus membentuk Satuan Tugas

    (SATGAS) Penanggulangan konflik antara manusia dan satwa liar.

    Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur salah satu

    tupoksinya adalah menyelenggarakan konservasi tumbuhan dan satwa liar di

    luar kawasan konservasi, yang mana kejadian konflik manusia dan satwa liar

    umum terjadi. Bekerjasama dengan UPT Kementerian Kehutanan seperti Balai

    Taman Nasional Kutai, Taman Nasional Kayan Mentarang dan beberapa

    Lembaga Non Profit yang memiliki kepedulian tinggi terhadap konflik antara

    manusia dengan satwa liar.

    Konflik antara manusia dengan satwa dilindungi jenis Orangutan (Pongo

    pymaeus morio) terjadi di sekitar Hutan Lindung Sungai Wain di kampong Solok

    Bugis. Hutan Lindung Sungai Wain merupakan salah satu kawasan hutan

    konservasi di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Balikpapan. Kawasan hutan

    lindung ini merupakan kawasan hutan tempat pelepas liaran Orangutan hasil

    rehabilitasi yang dikelola oleh beberapa lembaga non profit yang memiliki

    kepedulian terhadap satwa dilindungi yang keberadaanya terancam punah.

    Pada sekitar tahun 1996 bersama dengan kementerian kehutanan,

    pemkot Balikpapan dan lembaga non profit lainnya telah melepas liarkan 80

    ekor Orangutan (Pongo pygmaeus morio) hasil rehabilitasi pada kawasan Hutan

    Lindung Sungai Wain. Hasil pelepas liaran menunjukan perkembangan yang

    bagus, Orangutan secara perlahan-lahan dapat beradaptasi dengan baik,

    namun satu bulan terakhir ini tepatnya pada pertengahan bulan Januari 2013

    ada satu betina dewasa dengan anak (juvenile) keluar dari kawasan Hutan

    Lindung Sungai Wain.

    Keluarnya Orangutan dari kawasan Hutan Lindung ini menyebabkan

    terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar, Orangutan tersebut memakan

    buah-buahan milik masyarakat yang berkebun di sekitar kawasan hutan lindung.

    Keadaan seperti ini perlu mendapat perhatian yang serius, kekhawatiran akan

    terjadi konflik yang lebih meluas dan bahkan dikhawatirkan dapat menimbulkan

    korban dari satwa atau masyarakat di sekitarnya. Dengan kejadian tersebut,

    pihak BKSDA Kalimantan Timur Seksi Konservasi Wilayah III Balikpapan

    melakukan tindakan nyata dalam melakukan penanganan konflik satwa liar di

  • 3 | Penanganan Konflik Satwa Liar di Luar Kawasan

    luar kawasan dengan melakukan penghalauan dan penggiringan satwa serta

    penyuluhan terhadap masyarakat sekitar.

    B. Maksud dan Tujuan

    Kegiatan Penanganan Konflik satwa liar di luar kawasan bertujuan untuk

    Menghindari terj

Recommended

View more >