makalah satwa liar

Download Makalah Satwa Liar

Post on 16-Oct-2015

494 views

Category:

Documents

14 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MAKALAH ILMU SATWA LIAR & HEWAN AQUATIKTingkah Laku Keseharian dan Populasi Lutung Jawa di Indonesia

Disusun Oleh : Rahadian Satrio Prabowo (125130101111016)PROGRAM KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG2014

KATA PENGANTAR Rasa syukur yang dalam saya sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini saya membahas tentang Tingkah Laku Keseharian dan Populasi Lutung Jawa di Indonesia. Makalah ini dibuat dalam rangka melengkapi tugas yang di berikan dari mata kuliah Ilmu Satwa Liar dan Hewan Aquatik.Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Malang, 20 April 2014

iiDAFTAR ISIKATA PENGANTAR...........................................................................iiDAFTAR ISI.........................................................................................iiiBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang ................................................................................................41.2 Tujuan .............................................................................................................5BAB II ISI2.1 Klasifikasi Lutung Jawa ....62.2 Morfologi, Anatomi dan Fisiologi 72.3 Tingkah Laku dan Makanan ....82.4 Habitat ..102.5 Populasi ........112.6 Potensi Ancaman dan Gangguan.122.7 Pelestarian Lutung Jawa...13BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan .................................................................,................................153.2 Saran ...15DAFTAR PUSTAKA iiiBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang

Satwa liar adalah binatang yang hidup di dalam ekosistem alam. Pola pengelolaan satwa liar telah berkembang dengan pesat, yaitu bukan saja untuk keperluan perlindungan tetapi juga pemanfaatan yanglestari. Pemanfaatan satwa liar ini meliputi untuk kegiatan penelitian, pendidikan , pariwisata , rekreasi, bahkan jika memungkinkan untuk beberapa jenis satwa tertentu dapat dilakukan pemanenan sebagai komoditi ekspor.Pada kenyataannya satwa liar memiliki nilai dan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia, maka ruang lingkup pengelolaannya pun harus diperluas (Ikrar,2011)Jumlah satwa liar pada habitatnya di alam bebas (hutan), merupakan salah satu bentuk kekayaan dan keanekaragaman (biodiversity) sumberdaya alam hayati, karena itu perlu dilakukan perlindungan. Untuk dapat melakukan perlindungan perlu diketahui jumlah dan sebarannya pada habitat satwaliar. Penentuan jumlah satwaliar tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metoda sensus yang memudahkan kita untuk melakukan estimasi populasinya. Walaupun belum dapat diketahui jumlahnya secara pasti, namun metode ini merupakan cara untuk mendata populasi mendekati jumlah sebenarnya di habitat hidup satwa liar (Kurniawan,2007).Air dapat dikatakan sumber dari segala kehidupan, tidak ada makhluk hidup yang survive dalam kehidupan di alam tanpa keberadaan air, termasuk manusia. Begitu banyak makhluk hidup yang manggantungkan hidupnya di air, dari mulai untuk kebutuhan minum sampai sebagai habitat/ tempat hidup. Sebagian besar makhluk hidup menggunakan air sebagai habitat hidup, baik mikroflora, mikrofauna maupun makrofauna. Dengan demikian tumbuhan aquatic juga disebut tumbuhan hidrophytic atau hydrophytes adalah tumbuhan yang telah disesuaikan untuk tinggal di lingkungan perairan. Ekosistem perairan di bagi atas ekosistem air tawar dan ekosistem air laut. Habitat lutung Jawa meliputi hutan primer, hutan sekunder, hutan pantai, hutan mangrove maupun hutan hujan tropis. Lutung Jawa memiliki daerah jelajah yang cukup luas sehingga memerlukan koridor untuk pergerakannya. Menurut Supriatna dan wahyono (2000), daerah jelajahnya berkisar antara 15-23 ha. Hal ini dipengaruhi oleh jenis pakannya, menurut Clutton-Brock and Harvey (1977), primata yang hanya memakan daun akan memiliki daerah jelajah dan bentuk tubuh yang kecil dibandingkan dengan primata yang memakan beraneka ragam seperti daun, bunga dan buah. Penyebaran lutung Jawa di Indonesia meliputi Pulau Jawa, Bali dan Lombok. Salah satunya berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di TNBTS, lutung Jawa ditemukan pada Blok Ireng-Ireng yang merupakan habitat Lutung jawa asli dan Lutung jawa hasil pelepasliaran oleh PPS Petung Sewu akibat overpopulasi pada tahun 2006 sebanyak 41 ekor yang dilepas pada 14 titik. Selain ditemukan di Blok Ireng-Ireng, lutung Jawa dapat ditemukan pada jalur wisata Coban Trisula, Resort Coban Trisula. Ancaman yang dapat mengganggu kondisi habitat lutung Jawa di TNBTS yang disebabkan oleh manusia yaitu pengambilan hasil hutan kayu, sedangkan yang disebabkan oleh alam antara lain longsor dan pohon tumbang. Cover merupakan salah satu komponen habitat yang penting bagi kehidupan Lutung jawa karena cover merupakan tempat Lutung jawa dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari seperti makan, minum, berkembang biak, bermain, melindungi diri dari serangan predator, manusia bahkan kelompok primata lainnya. Apabila covernya terganggu atau rusak maka lutung Jawa tidak dapat melakukan aktivitas hariannya dan akan berpindah ke tempat lain yang dapat menyediakan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Apabila tidak ada tempat yang dapat menyediakan kebutuhan hidup lutung Jawa maka jumlah populasinya akan semakin menurun. Berdasarkan hal tersebut, maka penting dilakukan suatu penelitian mengenai karakteristik cover lutung Jawa sebagai salah satu acuan dalam menentukan pengelolaan cover agar populasi dan habitatnya tetap lestari sampai masa yang akan datang (Idris,2004).

1.2 Tujuana. Untuk mengetahui karekteristik keseharian dari lutung jawab. Untuk mengetahui populasi dan cara pelestarian lutung jawa

BAB II ISI2.1Klasifikasi Lutung Jawa Klasifikasi lutung Jawa menurut Grove (2001) adalah sebagai berikut. Kingdom : Animalia Kelas : Mammalia Ordo : Primata Sub ordo : Arthropoidea Famili : Cercopithecidae Sub famili : Colobinae Genus : Trachypithecus Spesies : T. auratus Geoffroy 1812 Lutung Jawa dalam bahasa latin disebut Trachypithecus auratus merupakan salah satu jenis lutung asli (endemik) Indonesia. Sebagaimana spesies lutung lainnya, lutung jawa yang bisa disebut juga lutung budeng mempunyai ukuran tubuhyang kecil, sekitar 55 cm, dengan ekor yang panjangnya mencapai 80 cm. Lutung jawa atau lutung budeng terdiri atas dua subspesies yaitu Trachypithecus auratus auratus dan Trachypithecus auratus mauritius. Subspesies Trachypithecusauratus auratus (Spangled Langur Ebony) bisa di dapati di Jawa Timur, Bali, Lombok, Palau Sempu dan Nusa Barung. Sedangkan subspesies yang kedua, Trachypithecus auratus mauritius (Jawa Barat Ebony Langur) dijumpai terbatas di Jawa Barat dan Banten. Lutung jawa atau lutung budeng dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Javan Lutung, Ebony Leaf Monkey, Javan Langur. Sedangkan dalam bahasa ilmiah (latin) lutung ini dikenal sebagai Trachypithecusauratus yang mempunyai beberapa nama sinonim seperti Trachypithecuskohlbruggei (Sody, 1931), Trachypithecus maurus (Horsfield, 1823), Trachypithecuspyrrhus (Horsfield, 1823), Trachypithecus sondaicus (Robinson & Kloss, 1919), danTrachypithecus stresemanni Pocock, 1934. Lutung memiliki warna rambut hitam diselingi warna keperakan. Di kepalanya terdapat helaian rambut yang menjuantai kedepan membentuk jambul. Anak lutung yang baru lahir berwarna kuning jingga dan tidak berjambul. Setelah meningkat dewasa warnanya berubah menjadi hitam kelabu. Bekantan adalah monyet serupa lutung yang hidungnya panjang dan rambutnya berwarna coklat kemerahan. Monyet ekor panjang juga serupa dengan lutung namun memiliki warna tubuh abu-abu tidak berjambul. Setelah meningkat dewasa warnanya berubah menjadi hitam kelabu. Lutung hanya melahirkan satu ekor anak setiap kelahiran. 2.2Morfologi, Anatomi dan Fisiologi Secara umum cirri - ciri morfologi pada lutung dewasa di tandai dengan rambut penutup berwarna hitam sampai hitam keperakan. Bagian atas tubuh dari lutung berwarna kelabu kecokelat - cokelatan gelap sampai kehitam-hitaman,dengan masing masing rambut putih di ujungnya,memberikan warna kilap perak mantep kulit. Rambut rambut pada kaki bawah dan punggung paha adalah kelabu dan kaki dapat berwarna keperak-perakan dari pada punggung. Perut dan bagian sebelah dalam dari paha kelabu pucat. Tangan dan kaki berwarna hitam. Daerah muka yang tidak berambut berwarna hitam. Pada beberapa individu dapat mempunyai moncong yang berwarna putih, tidak terdapat cincin yang mengelilingi mata. Cambang keputih-putihan dan cukup panjang, hamper menutupi telinga, jambul rapid an tinggi, sangat jelas pada jantan dewasa . Lutung jawa jantan dan betina memiliki perbedaan yang terletak pada bagian pelvic (selangkangan), yang mana pada betina berwarna putih pucat, sedangkan jantan berwarna hitam (Suwono,2006).Lutung Jawa mempunyai keistimewaan yaitu, perutnya besar dan menggantung ke bawah. Ini karena jenis makanannya yang terdiri dari daun-daunan, pucuk daun serta tidak mempunyai kantung makanan pipi. Jantan dewasa pemimpin kelompok mempunyai ukuran tubuh yang relatif lebih besar dari pada betina dewasa, tetapi kadang-kadang juga tidak. Gigi taring jantan dewasa lebih keras dan tajam, serta gigi geraham yang besar yang sudah terspesialisasi untik pemakan daun. Lutung memiliki anatomi tubuh dengan susunan tulang pada tubuhnya yang panjang dan lebar. Lutung memiliki kelenjar air ludah yang besar dan saluran pencernaan yang kompleks. Trachypithecus auratus soncaidus sama seperti jenis-jenis lainnya yang termasuk colobinae, yaitu memiliki ciri khas pada struktur lambung yang kompleks dan merupakan bentuk dasar pemisahan taksonomis.

2.3Tingkah Laku dan Makanan Lutung hi

Recommended

View more >