islam peduli satwa liar

Download Islam Peduli Satwa Liar

Post on 02-Jul-2015

69 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ISLAM PEDULITERHADAP SATWA

ISLAM PEDULITERHADAP SATWA

Pesantren

Al-Hikam

Animalia Foundation

Pengantar PenerbitAssalamu'alaikum Wr. Wb. Sebagai negara yang mempunyai jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia, Indonesia menjadi sangat penting ketika berbicara tentang peningkatan kesadaran umat Islam akan kepedulian terhadap satwa. Kepedulian terhadap satwa ini perlu ditingkatkan mengingat bahwa Indonesia mempunyai kekayaan satwa liar yang luar biasa tinggi. Diperkirakan 300.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia, meskipun luas Indonesia hanya 1,3% dari luas daratan dunia. Sebagai bangsa yang dikenal sebagai bangsa yang ramah, santun dan penyayang, sudah sewajarnya jika masyarakat Indonesia juga mempunyai kepedulian terhadap satwa, baik itu satwa liar maupun satwa domestik (ternak dan peliharaan). Sayangnya perilaku menyayangi satwa belumlah terlalu populer, masih banyak masyarakat yang memperlakukan satwa dengan buruk. Perlu pendidikan dan program peningkatan kesadaran masyarakat tentang bagaimana memperlakukan satwa dengan baik. ProFauna memandang bahwa salah satu jalan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kasih sayang terhadap satwa itu adalah lewat jalur agama, khususnya Islam yang merupakan agama mayoritas di Indonesia. Untuk itulah ProFauna Indonesia bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dengan didukung oleh Animalia Foundation dan Compassion in World Farming (CIWF) mengadakan lokakarya Pandangan Islam terhadap Kesejahteraan Satwa pada tanggal 22-23 Mei 2010. Lokakarya yang diadakan di dua tempat yaitu Pondok Pesantren Al-Hikam dan Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC) tersebut dihadiri oleh perwakilan lebih dari 35 pesantren yang ada di Jawa timur. Setelah melakukan diskusi dan kajian mendalam, peserta lokakarya sepakat bahwa pada dasarnya Islam adalah agama yang peduli terhadap satwa. Islam mengutuk kekejaman atau perlakuan buruk terhadap satwa. Islam juga mengajarkan untuk peduli terhadap pelestarian jenis atau spesies satwa. Hasil dari lokakarya Pandangan Islam terhadap Kesejahteraan Satwa tersebut kemudian kami publikasikan dalam bentuk buku yang berjudul Islam Peduli terhadap Satwa. Buku ini akan kami bagikan gratis ke pesantren, sekolah, universitas atau kelompok-kelompok kajian Islam. Diharapkan buku sederhana ini bisa meningkatkan kepedulian kita terhadap satwa yang juga merupakan mahluk ciptaanAllah. Tentunya buku ini jauh dari sempurna, untuk itu kami sangat terbuka dengan masukan dari berbagai pihak. ProFauna mengucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Al-Hikam, Animalia Foundation, Compassion in World Farming (CIWF) dan pesantren-pesantren yang telah mendukung terlaksananya lokakarya hingga terbitnya buku ini. Semoga buku ini bermanfaat. Rosek Nursahid Chairman, ProFauna Indonesia

Islam Peduli Terhadap Satwa

i

Kata Pengantar Pesantren Al-HikamAllah SWT menciptakan alam sedemikian sempurnanya dan semua itu pada dasarnya adalah untuk kepentingan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Meskipun bumi beserta isi dan kekayaan alamnya diperuntukan untuk manusia, namun Islam juga mengajarkan umatnya untuk memelihara kelestarian alam. Allah secara jelas melarang kita untuk membuat kerusakan di muka bumi ini. Pelarangan membuat kerusakan bumi ini bermakna luas, karena menyangkut tentang alam dan kehidupan yang ada di muka bumi, termasuk didalamnya adalah satwa yang merupakan bagian dari alam. Islam mengajarkan manusia untuk juga menyayangi satwa sebagai mahluk ciptaan Allah. Ada banyak kisah di Al-Quran dan Hadist yang mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kita untuk menyayangi satwa. Kisah seorang wanita yang diampuni dosanya karena semasa hidupnya pernah memberi minum anjing yang kehausan adalah contoh betapa mulianya perilaku menolong binatang yang membutuhkan bantuan. Kisah Nabi Sulaiman juga semakin mencerminkan bahwa satwa atau binatang itu tidak bisa kita perlakukan semenamena. Kisah Nabi Nuh dalam Surat Hud, ayat 36-48, menunjukan bahwa Islam sangat peduli terhadap pelestarian spesies. Ketika banjir besar akan menerjang dan menghancurkan tempat dimana Nabi Nuh dan umatnya tinggal, Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membawa setiap binatang itu terdiri dari jantan dan betina. Ini menunjukan kepedulian Islam terhadap pelestarian spesies, jangan sampai spesies atau jenis satwa itu menjadi punah. Masih ada banyak kisah lain yang mencerminkan bahwa Islam adalah agama yang peduli terhadap satwa.. Untuk itu kami mendukung dan menyambut baik terbitnya buku ini yang memuat kisah-kisah yang mengajarkan cinta kasih terhadap satwa, sehingga diharapkan akan mendorong kepedulian umat Islam terhadap satwa. Buku yang baik ini semoga bisa bermanfaat dan menambah keimanan kita terhadapAllah SWT yang telah menciptakan alam berserta isinya sebagai tanda-tanda kebesaranNya.

Malang, November 2010 Mohammad Nafi' Kepala Pesantren MahasiswaAl-Hikam Malang

ii

Islam Peduli Terhadap Satwa

Daftar IsiSampul Luar Halaman Judul Pengantar Penerbit ____________________________________________________ Kata Pengantar PesantrenAl-hikam _______________________________________ BAB I Pendahuluan ________________________________________________ Pengetahuan Umum Tentang Satwa Liar ____________________________ BAB II Pandangan Umum Islam terhadap Satwa danAlam _________________ A. Pemanfaatan Satwa _________________________________________ B. Islam Melarang Menyakiti Satwa/binatang _______________________ KeseimbanganAlam ________________________________________ C. Kewajiban patuh terhadap Peraturan Pemerintah ___________________ BAB III Pandangan Islam Yentang Beberapa Bentuk Pemanfaatan Satwa _____ A. Pemburuan dan Perdagangan Satwa __________________________ 1. Pemburuan Satwa Langka __________________________________ 2. Hukum Jual-Beli Satwa Langka yang Dilindungi ________________ B. Memanfaatkan Satwa langka untuk Bahan Pengobatan ___________ Haram Menggunakan obat dari sesuati yang haram dikonsumsi ________ Halal/diperbolehkan menggunakan sesuatu yang haram _____________ C. Pemeliharaan Satwa langka untuk Hobby dan Pemeliharaan Satwa ternak ________________________ Bagaimana Cara untuk Memelihara Binatang? _____________________ Pemeliharaan Satwa Ternak ___________________________________ Penyembelihan Satwa Ternak __________________________________ D. Pemanfaatan Satwa untuk Sirkus (Pertunjukan Satwa) ___________ Pelatihan Gajah ____________________________________________ Pelatihan Harimau __________________________________________ Pelatihan Burung ___________________________________________ Pelatihan Lumba-Lumba _____________________________________ E. Adu Satwa ________________________________________________ BAB IV Penutup _____________________________________________________ Daftar Pustaka _______________________________________________________ Lampiran ___________________________________________________________ i ii 1 1 5 5 7 11 15 19 19 19 24 26 26 27 30 32 38 42 46 47 47 48 48 51 56 58 60

Islam Peduli Terhadap Satwa

iii

iv

Islam Peduli Terhadap Satwa

BAB I Pendahuluan Pengetahuan Umum Tentang Satwa di IndonesiaIndonesia mempunyai kekayaan keanekaragaman hayati, termasuk satwa liar yang tinggi. Diperkirakan 300.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia, walaupun luas Indonesia hanya 1,3% dari luas daratan dunia, Indonesia nomer satu dalam hal kekayaan mamalia (515 jenis) dan menjadi habitat dari sekitar 1539 jenis burung. Sebanyak 45% ikan di dunia hidup di perairan Indonesia. Daftar spesies baru yang ditemukan di Indonesia itu akan terus bertambah, seiring dengan intensifnya penelitian atau eksplorasi alam. Masih banyak tempat di Indonesia seperti Papua yang belum terdata dengan lengkap daftar spesies satwa maupun tumbuhannya. Meskipun kaya, namun Indonesia dikenal juga sebagai negara pemilik daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Saat ini jumlah satwa liar yang terancam punah adalah 147 jenis mamalia, 114 jenis burung, 28 jenis reptil, 91 jenis ikan dan 28 jenis invertebrata (IUCN). Jika tidak ada upaya untuk menyelamatkannya maka spesies tersebut akan benar-benar punah dari alam, seperti halnya harimau bali yang benar-benar telah punah sejak tahun 70-an. Harimau jawa juga sudah dilaporkan sudah punah, meski beberapa peneliti menyebutkan masih tersisa beberapa ekor di Taman Nasional Merubetiri Banyuwangi. Faktor utama yang mengancam punahnya satwa liar tersebut adalah berkurang atau rusaknya habitat mereka dan perburuan untuk diperdagangkan. Kini perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar di Indonesia. Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan dari alam, bukan hasil penangkaran. Berbagai jenis satwa dilindungi dan terancam punah masih diperdagangkan secara bebas di Indonesia. Sebanyak 40% satwa liar yang diperdagangkan mati akibat proses penangkapan yang menyakitkan, pengangkutan yang tidak memadai, kandang sempit dan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan satwa. Sebagai contoh, kebanyakan orangutan yang diperdagangkan adalah masih bayi. Untuk menangkap seekor bayi orangutan, pemburu harus membunuh induk orangutan itu yang akan mempertahankan anaknya sampai mati. Ketika ada seekor bayi orangutan yang dijual di pasar maka sedikitnya ada satu orangutan mati yang mati di tangan pemburu. Contoh lain dalam perdagangan satwa adalah perdagangan beruang madu hidup dan bagian-bagian tubuhnya yang saat ini masih banyak terjadi di Indonesia. Survey ProFauna pada tahun 2001 menunjukan bahwa 64,5% toko obat tradisional di Indonesia menjual obat yang mengandung empedu beruang. Selain empedu, bagian tubuh beruang lainya yang sering dijual adalah cakar, taring, dan telapak tangannya untuk sup.

Islam Peduli Terhadap Satwa

1

Maraknya perdagangan satwa liar itu disebabkan oleh faktor lemah

Recommended

View more >