industri farmasi

8
INDUSTRI FARMASI Industri farmasi di Indonesia sebenarnya memiliki kelebihan dibandingkan dengan negara lain, hal ini ditandai dengan kekayaan alam yang melimpah di Indonesia. Menurut Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pertumbuhan industri farmasi Indonesia rata-rata mencapai 13 persen per tahun selama tahun 2006-2011. Total angka penjualan sector farmasi tahun 2010 sebesar Rp 38,5 triliun meningkat menjadi Rp 43,1 triliun pada 2011. Kondisi tersebut memacu trend investasi sektor industri farmasi Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat pada tahun 2011 beberapa perusahaan industri farmasi memiliki pertumbuhan usaha, pendapatan dan harga saham tertinggi yaitu PT Tempo Scan PasificTbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Kimia FarmaTbk, PT Pyridam Farma Tbk dan PT Merck Tbk. Industri farmasi adalah salah satu penyumbang limbah terbesar dalam lingkungan terutama berkaitan dengan limbah cair. Hal ini dikarenakan industri farmasi dalam proses produksinya menggunakan berbagai macam pereaksi kimia. Kegiatan utama industri farmasi adalah mengolah bahan baku menjadi produk berupa obat atau bahan baku obat, namun akibat pengolahan ini terbentuk pula limbah. Adanya limbah industri farmasi, terutama limbah cairnya akan berkaitan erat dengan masalah pencemaran lingkungan; khususnya

Upload: frist-silia

Post on 04-Oct-2015

21 views

Category:

Documents


9 download

DESCRIPTION

limbah

TRANSCRIPT

INDUSTRI FARMASI

Industri farmasi di Indonesia sebenarnya memiliki kelebihan dibandingkan dengan negara lain, hal ini ditandai dengan kekayaan alam yang melimpah di Indonesia. Menurut Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pertumbuhan industri farmasi Indonesia rata-rata mencapai 13 persen per tahun selama tahun 2006-2011. Total angka penjualan sector farmasi tahun 2010 sebesar Rp 38,5 triliun meningkat menjadi Rp 43,1 triliun pada 2011. Kondisi tersebut memacu trend investasi sektor industri farmasi Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat pada tahun 2011 beberapa perusahaan industri farmasi memiliki pertumbuhan usaha, pendapatan dan harga saham tertinggi yaitu PT Tempo Scan PasificTbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Kimia FarmaTbk, PT Pyridam Farma Tbk dan PT Merck Tbk. Industri farmasi adalah salah satu penyumbang limbah terbesar dalam lingkungan terutama berkaitan dengan limbah cair. Hal ini dikarenakan industri farmasi dalam proses produksinya menggunakan berbagai macam pereaksi kimia. Kegiatan utama industri farmasi adalah mengolah bahan baku menjadi produk berupa obat atau bahan baku obat, namun akibat pengolahan ini terbentuk pula limbah. Adanya limbah industri farmasi, terutama limbah cairnya akan berkaitan erat dengan masalah pencemaran lingkungan; khususnya pencemaran badan air yang disebabkan oleh limbah cair yang dibuang tanpa proses pengolahan terlebih dahulu. Berkaitan dengan kegiatan yang berjalan di industri farmasi, sebaiknya limbah industri farmasi diolah terlebih dahulu agar tidak mencemari lingkungan. Dengan demikian diperlukan adanya fasilitas atau instalasi pengolahan limbah sehingga pada saat ke lingkungan limbah industri tersebut telah memenuhi kriteria baku mutu yang telah ditetapkan.Di samping komponen yang umum terdapat dalam limbah industri, dalam limbah industri farmasi akan terdapat senyawa obat yang terlibat dalam proses. Setelah masuk ke lingkungan atau di tempat pengolahan limbah, obat akan mengalami hal sebagai berikut : Mengalami biodegradasi sempurna Mengalami biodegradasi sebagian atau menjadi senyawa lain (metabolit) Tahan lama terhadap penguraian (persisten)Dalam proses pengolahan limbah industri farmasi, diperlukan suatu instalasi pengolah limbah sehingga saat dibuang ke lingkungan, limbah tersebut telah memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan. Pengolahan limbah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Limbah yang dihasilkan industri dibagi 4 macam, yaitu limbah padat, limbah cair, cemaran debu/gas (Betalaktam dan non Betalaktam) serta limbah bakteri. Pengolahan limbah Industri dilakukan sebagai berikut :a)Limbah PadatLimbah padat industri farmasi dapat bersumber dari :a. Obat-obat kadaluarsab. Kegiatan produksi, meliputi: Kegagalan produksi, debu bahan formulasi yang terkumpul dari dust collector dan vacuum cleaner, bekas kemasan bahan baku dan bahan pembantu serta kemasan yang rusakc. Kegiatan laboratorium, contohnya agar dari sampel kadaluarsad. Kegiatan kantin karyawan, terdiri dari kotoran/sampah dapure. Kegiatan administrasi perkantoran, terdiri dari arsip-arsip kadaluarsaf. Sampah kebun/halamanAdapun penanganan untuk limbah padat ini antara lain :a. Limbah padat termasuk dalam limbah B-3 diolah kerjasama dengan pengolah limbah B-3 padat misalnya PT. Prasada Pamunah Limbah Industri (PT. PPLI).b. Limbah media agar diolah dengan cara disterilisasi dengan alat autoklaf, ditampung dengan wadah tertutup, kemudian dikirim ke PT. PPLI.c. Kotoran dan sampah dari kantin dan kebun, bekerjasama dengan Dinas Kebersihan DKI Jakarta untuk dibuang ke TPAd. Kertas berkas arsip dan berkas kemasan dihancurkan dan di daur ulang bekerjasama dengan pihak ketiga.b)Limbah cairLimbah cair dapat berasal dari :a. Kegiatan produksib. Kegiatan laboratoriumc. Kegiatan sarana penunjangd. Limbah domestik pencuciane. Limbah kantina.Limbah gas atau debuLimbah gas atau debu berasal dari :a. Kegiatan sarana penunjang : Gas yang berasal dari sisa pembakaran bahan bakar boiler.b. Kegiatan produksi : Debu yang berasal dari kegiatan proses, antara lain dari proses granulasi, proses pencetakan tablet, proses coating dan proses massa kapsul.c. Upaya pengelolaan limbah debu atau gas antara lain :a. Limbah asap dan gas yang keluar dari boiler.b. Limbah debu yang terjadi dalam proses produksi dikurangi dengan pemasangandust collectorpada ruang-ruangan yang banyak menghasikan debu.c. Pembersihan debu-debudengan menggunakanvacuum cleaner, kemudian ditampung dan dikumpulkan, untuk selanjutnya di tangani seperti limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)Sistem Pengolahan LimbahLimbah kantin diolah dengan cara pemisahan lemak pada instalasi penyaringan khusus untuk lemak, dimana padatannya diambil secara berkala untuk mencegah terjadinya penyumbatan pada pipa penyaluran limbah dan alat penyaringan.Limbah domestik ditampung pada bak khusus, cairannya dialirkan ke Instalasi Pengolahan Limbah Sentral, sedangkan padatannya diendapkan dan dilakukan penyedotan setiap sekali setahun.Limbah B3 dari sisa produksi dan debu dust colector disimpan digudang khusus limbah B3, untuk penanganannya, industri bekerja sama dengan pihak ketiga.Limbah sisa produksi Betalaktam ditampung pada kolam khusus, untuk selanjutnya dilakukan treatment pemecahan cincin betalaktam dengan menambahkan larutan NaOH Teknis, kemudian dialirkan ke Instalasi Pengolahan Limbah Sentral.Limbah Non-Betalaktam dialirkan ke Instalasi Pengolahan Limbah Sentral ditampung pada bak utama, disatukan dengan limbah lainnya, untuk kemudian dialirkan ke bak 2 dan 3 yang berisi bakteri anaerob, kemudian dialirkan ke bak 4 untuk di aerasi dan penguraian oleh bakteri aerob, selanjutnya air pengolahan limbah dialirkan ke bak sedimentasi, lalu ke bak yang berisi ikan sebagai indikator hayati.

a.