hormon biokim.doc

Download HORMON BIOKIM.doc

Post on 18-Dec-2015

5 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

27

HORMON

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biokimia

Yang diampu oleh:

di susun oleh:Ayu Dwi Fauziah (P17320313003)

Bunga Syifaa Rahayu (P1732031350)

Chandra Fadlurrahman Zuhair (P1732031359)

Dea Erin Riyanti (P17320313007)

Dina Nurhayati (P17320313067)

Euis Istiqomah (P17320313067) Fara Dewi Utami P.L (P17320313006)

Farisa Noviyanti (P17320313051)Fitri Andientin Sinfani (P17320313012)

Gian Apriilia Sinfani (P17320313041)

Prodi Keperawatan Bogor

Politeknik Kesehatan Bandung

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia2014

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah penyusun panjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan penyusun berbagai macam nikmat sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Penyusun juga mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah ikut serta dalam pembuatan makalah ini, terutama kepada dosen mata kuliah Biokimia serta teman teman yang turut membantu dalam membuat makalah ini. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran agar makalah yang penyusun buat menjadi lebih baik lagi.

Bogor, AprilPenyusun

Daftar isiiKATA PENGANTAR

iiDaftar isi

1BAB I PENDAHULUAN

1A.Latar Belakang

2B.Maksud dan Tujuan

2C.Identifikasi Masalah

4BAB II PEMBAHASAN

4A.PENGERTIAN HORMON SECARA UMUM

4B.HORMON SECARA BIOKIMIA

13C.FUNGSI DAN PERAN HORMON

13D.CIRI- CIRI DARI HORMON ADALAH:

13E.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KERJA HORMON PADA ORGAN SASARAN :

14F.KLASIFIKASI HORMON BERDASARKAN SENYAWA KIMIA PEMBENTUKNYA:

26BAB IV

26PENUTUP

26A.Kesimpulan

27DAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hormon (dari bahasa Yunani, yang berarti yang menggerakkan) adalah pembawa pesan kimiawi antar sel atau antar kelompok sel. Definisi dari hormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar buntu). Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan, memproduksi hormon. Hormon berfungsi untuk memberikan sinyal ke sel target yang selanjutnya akan melakukan suatu tindakan atau aktivitas tertentu (Anonim, 2011).

Hormon dikeluarkan dan masuk ke aliran darah dalam konsentrasi rendah hingga menuju ke organ atau sel target. Beberapa hormon membutuhkan substansi pembawa seperti protein agar tetap berada di dalam darah. Hormon lainnya membutuhkan substansi yang disebut dengan reservoir hormon supaya kadar hormon tetap konstan dan terhindar dari reaksi penguraian kimia. Saat hormon sampai pada sel target, hormon harus dikenali oleh protein yang terdapat di sel yang disebut reseptor. Molekul khusus dalam sel yang disebut duta kedua (second messenger) membawa informasi dari hormon ke dalam sel.

Tindakan yang dilakukan karena pesan hormon sangat bervariasi, termasuk diantaranya adalah perangsangan atau penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause). Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular.

Pada hewan, hormon yang paling dikenal adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar endokrin vertebrata. Walaupun demikian, hormon dihasilkan oleh hampir semua sistem organ dan jenis jaringan pada tubuh hewan. Molekul hormon dilepaskan langsung ke aliran darah, walaupun ada juga jenis hormon yang disebut ektohormon (ectohormone) yang tidak langsung dialirkan ke aliran darah, melainkan melalui sirkulasi atau difusi ke sel target.

Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak). Hipotalamus mengontrol sekresi banyak kelenjar yang lain, terutama melalui kelenjar pituitari, yang juga mengontrol kelenjar-kelenjar lain. Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untuk mensekresikan hormonnya dengan mengirim faktor regulasi ke lobus anteriornya dan mengirim impuls saraf ke posteriornya dan mengirim impuls saraf ke lobus posteriornya.

B. Maksud dan Tujuan

Mengetahui dan memahami definisi dari hormone, ciri-ciri hormone, klasifikasi hormone, dan faktor yang mempengaruhi kerja hormon.C. Identifikasi Masalah

1. Definisi dari hormon?

2. Ciri-ciri dari hormon?

3. Faktor yang mempengaruhi kerja hormon?4. Klasifikasi hormone

BAB IIPEMBAHASANA. PENGERTIAN HORMON SECARA UMUM

Hormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar buntu). Hormon berfungsi mengatur pertumbuhan, reproduksi, tingkah laku, keseimbangan, dan metabolisme. Hormon masuk ke dalam peredaran darah menuju organ target. Jumlah yang dibutuhkan sedikit namun mempunyai kemampuan kerja yang besar dan lama pengaruhnya karena hormon mempengaruhi kerja organ dan sel (Faisal, 2011).

Hormon disebut juga substansi kimia spesifik yang dihasilkan oleh kelenjar tubuh (glandula endrokrin) yang langsung dicurahkan masuk ke dalam aliran darah dan dibawa ke jaringan tubuh untuk membantu dan mengatur fungsi fisiologisnya (Sturkie, 1987).

Semua hormon bersifat khas dan selektif dalam pengaruhnya terhadap organ sasaran yang ditentukan secara genetik. Organ sasaran segera bereaksi terhadap suatu hormon tertentu untuk menghasilkan zat atau perubahan-perubahan sebagaimana yang telah diprogramkan secara genetik (Nalbandov, 1964). Hormon adalah molekul yang berfungsi sebagai suatu pesan dalam organisme.

Hormon merupakan molekul komunikasi antara sel dengan kelompok sel lainnya.

Hormon adalah suatu zat yang berperan untuk merangsang proses pertumbuhan.

Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelanjar endokrin, yang masuk kedalam peredaran darah untuk mempengaruhi jaringan secara spesifik.

Hormon adalah getah yang dihasilkan oleh suatu kelenjar dan langsung diedarkan oleh darah. Kelenjar tersebut adalah kelenjar buntu atau kelenjar endokrin.B. HORMON SECARA BIOKIMIAHormon pada dasarnya adalah pengantar pesan kimia. Cara kerjanya, yaitu, dengan memicu atau mengendalikan kerja enzim, misalnya, hormon tiroksin. Efek tiroksin sangat banyak dan beragam di dalam tubuh dan banyak dari efek tersebut yang muncul akibat kerja hormone tersebut terhadap sistem enzim. Berkaitan dengan sistem enzim seluler. Jika hormon tiroid diberikan pada seorang pasien, dalam waktu seminggu konsentrasi dari sedikitnya 100 enzim intraseluler akan meningkat, beberapa diantaranya bahkan mencapai kenaikan sebesar enam kali lipat. Akibatnya, penggunaan karbohidrat akan jauh lebih cepat yang umumnya memperbesar efisiensi mitokondria (badan pembangkit dalam sel). Salah satu enzim tersebut adalah NaK-ATPase yang akan meningkatkan laju transpor ion natrium dan kalium melalui membran sel dari beberapa jaringan. Mungkin proses tersebut merupakan salah satu mekanisme yang dilakukan hormon tiroid untuk meningkatkan laju metabolisme tubuh.

Hormon juga dapat bekerja secara tidak langsung dengan mengubah kadar senyawa tertentu di dalam darah atau sel yang pada akhirnya akan mempengaruhi perolehan kondisi ekuilibrium dari berbagai reaksi kimia yang ada dan juga produksi tenaga. Contohya mencakup insulin, glukagon, dan adrenalin (disebut epinefrin dalam buku yang diterbitkan di AS).

Sangat banyak hormon yang terlibat dalam metabolisme ketiga jenis makanan dalam tubuh. Hormon tersebut disekresi dari berbagai wilayah dalam tubuh baik melalui kelenjar endokrin maupun jaringan endokrin di dalam organ selain kelenjar endokrin. Pengkajian singkat terhadap efek dari berbagai hormon tersebut terhadap metabolisme organik, terutama keseimbangan energi, akan memperlihatkan dengan jelas bahwa produksi energi dalam sel menjadi tidak efisien, tidak mencukupi atau tidak fleksibel, atau kesemuanya tanpa keberadaan hormon tersebut.

1. Insulin

Hormon tersebut merupakan pengendali tunggal yang paling penting terhadap metabolisme organik. Insulin disintesis dalam pulau-pulau Langerhans pada pancreas dan ditranspor ke dalam darah menuju sel targetnya. Insulin dapat bekerja dengan dua cara untuk memengaruhi metabolisme. Pertama, insulin bekerja pada proses transpor suatu zat yang menyeberangi membran sel, seperti yang terjadi pada glukosa. Insulin juga dapat bekerja untuk meningkatkan pergerakan glukosa ke dalam begitu banyak sel, terutama jaringan otot dan adipose. Dua pengecualian signifikan dari pengaruh tersebut adalah pada sel otak dan sel hati.

Kedua, insulin juga mampu mengubah aktivitas atau konsentrasi berbagai enzim intraseluler yang terlibat dalam jalur metabolik karbohidrat, lemak, dan protein. Dengan demikian, insulin memiliki efek yang sangat kuat bukan saja terhadap produksi energi tetapi juga pada metabolisme secara keseluruhan.

Insulin bekerja pada:

Metabolisme karbohidrat untuk:

Menstimulasi:

a) Ambilan glukosa oleh begitu banyak sel;

b) Anabolisme atau sintesis glikogen (glikogenesis);

c) Glikolisis;

Menghambat:

a) Katabolisme atau penguraian glikogen;

b) Glukogenesis (pembentukan glukosa dalam hati dari zat-zat selain karbohidrat, misalnya gliserol dan asam amino).

Efek keseluruhan dari proses tersebut adalah penurunan kadar glukosa di dalam plasma dan peningkatan penggunaan dan cadangan glukosa (dalam bentuk glikogen);

Metabolisme lemak untuk:

Menstimulasi sintesis lemak (dua dari sumber asam lemak untuk sintesis ini adalah glukosa yang telah diurai selama glikolisis di dalam hati, dan yang kedua, glukosa yang langsung memasuki jaringan adiposa dari darah);

Menghambat katabolisme lemak.

Efek keseluruhan