Gula Reduksi

Download Gula Reduksi

Post on 30-Nov-2015

187 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

telnologi pangan

TRANSCRIPT

<p>BAB I PEMERIKSAAN KESALAHAN-KESALAHAN DALAM PENGUKURAN VOLEME1.1PENDAHULUANMenurutMiller &amp; Miller (2001)tipe kesalahan dalam pengukuran analitik dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:1. Kesalahan serius (Gross error) Tipe kesalahan ini sangat fatal, sehingga konsekuensinya pengukuran harus diulangi.Contoh dari kesalahan ini adalah kontaminasi reagent yang digunakan, peralatan yangmemang rusak total, sampel yang terbuang, dan lain lain. Indikasi dari kesalahan inicukup jelas dari gambaran data yang sangat menyimpang, data tidak dapat memberikanpola hasil yang jelas, tingkat reprodusibilitas yang sangat rendah dan lain lain.2. Kesalahan acak (Random error) Golongan kesalahan ini merupakan bentuk kesalahan yang menyebabkan hasil darisuatu perulangan menjadi relatif berbeda satu sama lain, dimana hasil secara individual berada di sekitar harga rata-rata. Kesalahan ini memberi efek pada tingkat akurasi dan kemampuan dapat terulang (reprodusibilitas). Kesalahan ini bersifat wajar dan tidak dapat dihindari, hanya bisa direduksi dengan kehati-hatian dan konsentrasi dalambekerja.3. Kesalahan sistematik (Systematic error) Kesalahan sistematik merupakan jenis kesalahan yang menyebabkan semua hasil data salah dengan suatu kemiripan. Hal ini dapat diatasi dengan:</p> <p>a. Standarisasi prosedurb. Standarisasi bahanc. Kalibrasi instrumenKesalahan sistemik dibagi menjadi 3 yaitu :1) Kesalahan metodik Merupakan kesalahan yang paling serius dapat disebabkan karena kesalahan pengambilan contoh dan kesalahan akibat reaksi kimia yang kurang sempurna.Kesalahan pengambilan contoh : pengambilan contoh secara acak. Padahal bahan yang dianalisis tidak homogen sehingga nilainya terlalu besar atau kecil.Pada gravimetric : Melarutnya kembali endapanPengaruh lainnya pengamatan titik akhir yang tidak tepat.2) Kesalahan Operatif Disebabkan oleh cara kerja analisis, merupakan kesalahan personal seperti buta warna, kesalahan pengoprasian instrument3) Kesalahan Instrumen Disebaabkan oleh pemakaian reaksi yang kurang murni, alat yang kurang baik, pemakaian alat yang salah.Misalnya :- pemakaian alat makro pada analisis mikro- pengukuran volume tepat hanya menggunakan gelas ukur- menimbang contoh 500 mg, menggunakan neraca mg.Tujuan pengukuran kimia pada prinsipnya adalah untuk mencari nilai sebenarnya dari suatu parameter kuantitas kimiawi. Salah satu proses yang dilakukan terkait dengan pekerjaan dan riset dalam bidang kimia adalah pengukuran analitik .Nilai sebenarnya adalah nilai yang mengkarakterisasi suatu kuantitas secara benar dan didefinisikan pada kondisi tertentu yang eksis pada saat kuantitas tersebut diukur, beberapa contoh parameter yang dapat ditentukan secara analitik adalah konsentrasi, pH, temperatur, titik didih, kecepatan reaksi, dan lain lain.Pada pengukuran parameter-parameter ini sangat penting, karena data yang diperoleh nantinya tidak hanya sebagai ukuran angka-angka biasa namun juga baik kualitatif maupun kuantitatif dengan dapat menunjukkan nilai besaran yang sebenarnya.Dalam pengamatan eksperimen secara umum, hasil yang diperoleh pasti tidak dapat terlepas dari faktor kesalahan. Nilai parameter sebenarnya yang akan ditentukan dari suatu perhitungan analitik tersebut adalah ukuran ideal. Nilai tersebut ini hanya bisa diperoleh jika semua penyebab kesalahan pengukuran dihilangkan dan jumlah populasi tidak terbatas. Faktor penyebab kesalahan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal antara lain adalah faktor bahan kimia, peralatan, pemakai, dan kondisi pengukuran dan lain-lain. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi kesalahan dalam pengukuran analitik ini adalah dengan proses kalibrasi.Terkait dengan pelaksanaan aktivitas laboratorium kimia, sering dijumpai penggunaan pH meter dan spektrofotometer UV-Vis, maka diuraikan juga peranan kalibrasi pada kedua alat tersebut.Pembacaan skala pada alat ukur volumetri (buret, pipet gondok, labu takar, labu ukur) harus benar-benar diperhatikan, dalam hal melihat skala, kedudukan badan, jenis alat maupun jenis larutan, dengan memperhatikan angka signifikan, toleransi pembacaan skala, dan sifat ketelitian alat. Kalibrasi dilakukan agar hasil pengukuran selalu sesuai dengan alat ukur standar/alat ukur yang sudah ditera.Pengukuranadalah kegiatan membandingkan besaran suatu objek atau suatu fenomena dengan standar yang sesuai.Hasil pengukurankemudian disajikan sebagi perkalian antara sebuah bilangan riil dengan satuan yang dipakai. Bilangan riil dalam ungkapan hasil pengukuran menunjukkan hasil perbandingan (rasio) antara besaran yang diukur dengan duplikat standar besaran yang dipakai.Kesalahan pengukuran untuk kepentingan analisis dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan, yaitu: kesalahan sistematis, kesalahan acak, dan kesalahan merambat. Ketepatan suatu hasil pengukuran ialah besar atau kecilnya penyimpangan yang diberikan oleh hasil pengukuran dibandingkan dengan nilai sebenarnya. Kecermatan dapat dinyatakan oleh besar-kecilnya simpangan baku (s) yang dapat diperoleh dengan jalan melakukan analisis berulang-ulang. Ralat atau ketakpastianadalah sarana bagi para fisikawan yang melakukan pengukuran untuk mengungkapkan keragu-raguan mereka akan hasil ukur. Ralat diwujudkan dalam bentuk bilangan positif. Jadi, semakin besar ralat yang dituliskan merupakan pertanda semakin besar pula keraguan orang yang melakukan pengukuran akan hasil pengukurannya sendiri. Dan sebaliknya, semakin kecil ralat yang dituliskan semakin yakinlah orang yang melakukan pengukuran akan hasil pengukurannya.Besar kecilnya ralat dapat pula dipahami sebagai kepastian (presisi) pengukuran. Semakin besar ralatnya, semakin kurang pasti pengukuran yang dilakukan. Sebaliknya, semakin kecil ralatnya, semakin pasti pengukurannya. Besar kecilnya ralat tergantung dari beberapa faktor : kualitas alat, kemampuan orang yang melakukan pengukuran dan jumlah pengukuran yang dilakukan. Pengukuran yang diulang akan memberikan pembanding bagi data hasil pengukuran sebelumnya dan ini pada gilirannya akan meningkatkan kepastian. Cara menentukan ralat sangat bervariasi. Tergantung dari cara pengukuran dan alat ukur yang dipakaiKesalahan menunjukkan adanya penyimpangan atau perbedaan nilai atau numeric antara suatu nilai yang terukur dengan nilai sesungguhnya. Kesalahan sering terjadi dalam setiap analisis sehingga data yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kesalahan dapat berupa kesalahan acak dan kesalahan sistematik.Kesalahan tertentu (sistematik) telah digolongkan ke sifat metodik operatif dan instrumental sesuai dengan asalnya, yaitu :Cara analisis karena mencerminkan sifat-sifat dari system kimia yang tersangkut,Ketidakmampuan pelaksana eksperimen,kegagalan alat pengukur untuk bekerja sesuai dengan standar yang diperlukan.Hasil penetapan dikatakan teliti bila hasil yang didapat dari serangkaian penetapan ini penyebarannya kecil. Ada tiga macam ukuran penyebaran, yaitu :a.Kisaran (range)b.Penyimpangan rata-rata (mean deviation)c.Simpangan baku (Standart deviation)Satuan volume yang biasa digunakan dalam kimia analitik adalah liter dan milliliter. Alat yang dapat digunakan untuk mengukur volume zat cair, yaitu berupa gelas volumetric, seperti botol volumetric, pipet, buret, dan gelas ukur.Kalibrasimerupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasialat ukursesuai dengan rancangannya. Kalibrasi biasa dilakukan dengan membandingkan suatustandaryang terhubung denganstandar nasionalmaupuninternasionaldan bahan-bahan acuan tersertifikasi.Kalibrasi diperlukan untuk:Perangkat baruSuatu perangkat setiap waktu tertentuSuatu perangkat setiap waktu penggunaan tertentu (jam operasi)Ketika suatu perangkat mengalami tumbukan atau getaran yang berpotensi mengubah kalibrasiKetika hasil observasi dipertanyakanKalibrasi, pada umumnya, merupakan proses untuk menyesuaikan keluaran atau indikasi dari suatu perangkat pengukuran agar sesuai dengan besaran dari standar yang digunakan dalam akurasi tertentu. Contohnya, termometer dapat dikalibrasi sehingga kesalahan indikasi atau koreksi dapat ditentukan dan disesuaikan (melalui konstanta kalibrasi), sehingga termometer tersebut menunjukan temperatur yang sebenarnya dalam celcius pada titik-titik tertentu di skala.Hasil kalibrasiharus disertai pernyataan "traceable uncertainity" untuk menentukan tingkat kepercayaan yang di evaluasi dengan seksama dengan analisa ketidakpastianPrinsip Kalibrasiadalah sebagai berikut: Peralatan volumetrik yang digunakan sebagai alat ukur volume yang mempengaruhi hasil uji dan/atau pengukuran harus dikalibrasi secara individu. Timbangan yang akan digunakan dalam kalibrasi peralatan volumetrik harus dikalibrasi menggunakan anak timbangan terkalibrasi dengan ketidakpastian pengukuran yang memadai untuk mencapai ketidakpastian penimbangan yang diperlukan untuk memberikan hasil pengukuran volume dengan ketidakpastian pengukuran yang dikehendaki. Kalibrasi dan/atau rekalibrasi peralatan volumetrik mungkin tidak diperlukan bila pengukuran volume di mana peralatan tersebut digunakan tidak mempengaruhi hasil uji dan/atau pengukuran atau terdapat bukti yang menunjukkan bahwa kontribusi ketidakpastian pengukuran volumetrik tidak berkontribusi\ signifikan terhadap ketidakpastian total pengujian dan/atau pengukuran dimana peralatan tersebut digunakan.</p> <p>1.2TUJUAN PRAKTIKUMTujuan dari praktikum :1.Menentukan kemampuan masing-masing alat sehubungan dengan ketepatan pengukuran.2.Menentukan kesalahan baik dalam praktek maupun dalam tahap perhitungan1.3ALAT DAN BAHANAquadesAsam pencuciGelas ukur 50ml atau 100mlGelas ukur 250 ml atau 1000 mlBuret 50 mlPipet 20 mlTimbangan 0,01 gGelas piala 250 ml1.4PROSEDUR KERJA1.Siapkan alat-alat yang akan di uji,pakai satu alat yang sama untuk setiap pengujian2.Cuci dengan asam pencuci,bilas sampai bersih dengan air dan keringkan3.Timbang berat gelas piala4.Ukurlah 20 ml air dengan alat (1,2,3 dan 4)5.Masukkan ke gelas piala yang sudah ditimbang,dan ditimbang lagi setelah ditambahkan air sehingga berat air diketahui6.Lakukan sebanyak 5 kali untuk masing-masing alat,sehingga diperoleh ulangan sebanyak lebih kurang 20 kali.1.5HASIL PENGAMATAN</p> <p>Berat alat :1.Enlemeyer 250 ml 108,95 gram2.Gelas ukur 250 ml 205,59 gram3.Buret 25 ml 69,79 gram4.Gelas ukur 100ml 108,12 gram</p> <p>Hasil percobaan :Enlemeyer 250 ml</p> <p>Volume air (ml)Simpangan (ml)</p> <p>20128,90</p> <p>20128,80</p> <p>20128,93</p> <p>20129,33</p> <p>20129,49</p> <p>Gelas ukur 100ml</p> <p>Volume air (ml)Simpangan (ml)</p> <p>20127,88</p> <p>20128,70</p> <p>20129,22</p> <p>20127,55</p> <p>20127,8o</p> <p>Gelas ukur 250 ml</p> <p>Volume air (ml)Simpangan (ml)</p> <p>20127,46</p> <p>20126,53</p> <p>20130,12</p> <p>20129,58</p> <p>20128,66</p> <p>Buret 25 ml</p> <p>Volume air (ml)Simpangan (ml)</p> <p>20129,31</p> <p>20128,11</p> <p>20127,51</p> <p>20129,71</p> <p>20128,5</p> <p>AlatVolume rata-ratasimpanganSimpangan rata</p> <p>Gelas ukur 250 ml128,475,91,18</p> <p>Gelas ukur 100 ml128,232,910,582</p> <p>Buret 25 ml128,6253,5350,707</p> <p>Enlemayer 250 ml129,091,280,256</p> <p>1.6PEMBAHASAN1.7 KESIMPULAN DAN SARAN</p> <p>BAB II PENENTUAN KADAR GULA1.1PENDAHULUANSejak ribuan tahun yang lalu sampai sekarang ini, gula telah dikenal mempunyai peranan penting dalam kehidupan dan kesehatan. Gula merupakan produk alam yang mengandung bahan gizi yang sangat essensial. Gula bukan hanya merupakan bahan pemanis, atau penyedap makanan, tetapi sering pula digunakan untuk obat-obatan. Gula dapat digunakan untuk menghilangkan rasa lelah dan letih, dan dapat pula digunakan untuk menghaluskan kulit, serta pertumbuhan rambut (Purbaya, 2002; Murtidjo, 1991).Gula yang baik harus dapat memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Standar Industri Indonesia (SII) tahun 1977 dan 1985. Kadar yang sesuai dengan standar SII hanya mungkin terdapat pada gula murni, yaitu gula yang belum diberi campuran dengan bahan-bahan lain. Di pasaran dalam negeri, jaminan akan keaslian dan mutu gula masih belum ada, oleh karenanya kecurigaan akan kepalsuan gula selalu ada (Suranto, 2004; Sujatmaka, 1988).Standar mutu gula murni salah satunya didasarkan pada kandungan gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) total yaitu minimal 60 %. Sedangkan, jenis gula pereduksi yang terdapat pada gula murni tidak hanya glukosa dan fruktosa, tetapi juga terdapat maltosa dan dekstrin. Sementara itu proses produksi gula merupakan proses yang kompleks, sehingga kemungkinan besar terjadi perbedaan kadar dan komposisi gula pereduksi.Glukosa yang terdapat di dalam gula berguna untuk memperlancar kerja jantung dan dapat meringankan gangguan penyakit hati (lever). Glukosa dapat diubah menjadi glikogen yang sangat berguna untuk membantu kerja hati dalam menyaring racun-racun dari zat yang sering merugikan tubuh.Selain itu, glukosa merupakan sumber energi untuk seluruh system jaringan otot. Sedangkan, fruktosa disimpan sebagai cadangan dalam hati untuk digunakan bila tubuh membutuhkan dan juga untuk mengurangi kerusakan hati (Purbaya, 2002; Sarwono, 2001).Fruktosa dapat dikonsumsi oleh para penderita diabetes karena transportasi fruktosa ke sel-sel tubuh tidak membutuhkan insulin, sehingga tidak mempengaruhi keluarnya insulin. Di samping itu, kelebihan fruktosa adalah memiliki kemanisan 2,5 kali dari glukosa (Winarno, 1982; Lehninger, 1990).Penentuan gula pereduksi selama ini dilakukan dengan metode pengukuran konvensional seperti metode osmometri, polarimetri, dan refraktometri maupun berdasarkan reaksi gugus fungsional dari senyawa sakarida tersebut (seperti metode Luff - Schorl, Seliwanoff, Nelson-Somogyi dan lainlain).Hasil analisisnya adalah kadar gula pereduksi total dan tidak dapat menentukan gula pereduksi secara individual. Untuk menganalisis kadar masing-masing dari gula pereduksi dapat dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Metode ini mempunyai beberapa keuntungan antara lain dapat digunakan pada senyawa dengan bobot molekul besar dan dapat dipakai untuk senyawa yang tidak tahan panas (Gritter,et al., 1991; Dira Swantara, 1995).Penentuan kadar glukosa dan fruktosa dengan kromatografi ini juga harus mempertimbangkan berbagai hal antara lain pemilihan detektor, kolom, pemilihan eluen, laju alir eluen serta suhu kolom.Ini disebabkan karena hal-hal tersebut dapat mempengaruhiresolusi dari tiap - tiap komponen. Bila dua puncak kromatogram dari dua komponen ISSN 1907-9850 79 terpisah sempurna maka dikatakan resolusi dua komponen tersebut sempurna. Pemisahan masing-masing komponen dengan menggunakan alat KCKT harus dilakukan pada kondisi optimum. Pemisahan yang baik adalah bila kromatogram masing-masing komponen tidak saling tumpang tindih (Adnan, 1997; Noller, 1990).Penelitian yang dilakukan oleh Dira Swantara (1995) menyatakan bahwa pemisahan dan analisis senyawa mono dan disakarida pada gula dan bahan sejenis lainnya dapat dilakukan dengan menggunakan teknik KCKT. Kolom yang digunakan adalah Bondapak-NH2 dan eluen campuran asetonitril:air (75 : 25) yang mengandung 1,0 x 10-5 M etanolamin. Laju alir ditentukan pada 0,6 mL/menit menggunakan detektor UV pada panjang gelombang 195 nm. Namun dalam penelitian tersebut tidak dilihat pengaruh suhu kolom terhad...</p>