flavonoid pada sarang semut

Download Flavonoid pada sarang semut

Post on 20-Jul-2015

80 views

Category:

Education

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

SEL

PENCEGAHAN KANKER DENGAN ANTIOKSIDAN FLAVONOID PADA SARANG SEMUTNoviana Anjar

PendahuluanKANKERPenyakit MematikanPengobatan melalui terapi belum dapat menyembuhkan penyakit kanker secara maksimal, sehingga disinilah peran tumbuhan obat/herbal. Tumbuhan Sarang SemutFlavonoidAnti OksidanAnti AlergiAnti Bakteri

Rumusan MasalahDari latar belakang yang telah dijelaskan, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah :Apa sajakah khasiat flavonoid bagi tubuh?Bagaimana senyawa flavonoid dapat memberi khasiat penyembuhan pada tubuh?Bagaimana pengolahan hingga aturan pengunaan tumbuhan sarang semut dengan kandungan flavonoid, agar menjadi salah satu obat herbal yang dapat digunakan untuk penyembuhan kanker?3

Tujuan PenulisanBerdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui:Khasiat flavanoid bagi tubuhProses kerja senyawa flavanoid sebagai penyembuh bagi tubuhProses pengolahan hingga aturan penggunaan tumbuhan sarang semut dengan kandungan flavonoid agar menjadi salah satu obat herbal yang dapat digunakan untuk penyembuhan kanker

PembahasanFlavonoidFlavonoid (bioflavonoid) berasal dari bahasa latin yang berarti kuning Flavonoid merupakan turunan fenol yang memiliki struktur dasar fenilbenzopiron, dicirikan dengan kerangka 15 karbon (C6-C3-C6) yang terdiri dari satu cincin teroksigenasi dan cincin aromatis. Struktur molekul flavonoid yang berupa 2-penil-1,4-benzopirone 5

susunan senyawa flavonoid

Flavonoid merupakan senyawa polar sehingga pada umumnya flavonoid dapat larut dalam pelarut polar seperti etanol, methanol, butanol, aseton, air, dll

Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahankanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.

Jeffrey B. Harborne dan Christine A. Williams (2000: 490-499) menyebutkan bahwa : there is an ever increasing interest in plant flavonoids for treating human diseases and especially for controlling immunodeficiency virus which is the causative agent of AIDS.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa terdapat beberapa medical properties of flavonoid, diantaranya :Flavonoids has been shown to act scavengers of various oxidizing species;In a number of structure activity studies, flavonoids have been tested for their ability to inhibit key enzymes in mitochondrial respirationsFlavonoid can be use to inhibit oxidation of Low-Density Protein (LDL)Cytotoxic antitumor activities of flavonoidsFlavonoids may also exhibit useful antibacterial activitySeveral flavonoids have been potential as hepatoprotective agents

Ahkam Subroto dan Hendro Saputro (2012) menjelaskan bahwa banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut. Kemampuansarang semutsecara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker atau tumor,TBC, danencok/rematik diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid

B. Proses Kerja FlavonoidDr. Donald R. Buhler dan Dr. Cristobal Miranda (2000) menyatakan bahwa: The flavonoids have aroused considerable interest recently because of their potential beneficial effects on human health-they have been reported to have antiviral, anti-allergic, antiplatelet, anti-inflammatory, antitumor and antioxidant activities.

Antioksidan merupakan senyawa yang melindungi sel dari efek kerusakan karena zat-zat oksigen-reaktif seperti singlet oxygen, superoxide, peroxyl radicals, hydroxyl radicals dan peroxynitrite. Ketidakseimbangan antara antioksidan dan zat oksigen reaktif menghasilkan proses oksidasi yang mengakibatkan kerusakan jaringan sel. Proses oksidasi pada tubuh akan menyebabkan kanker, penuaan, penyakit atesklerosis, serta penyakit Parkinson dan Alzheimer. Flavonoid kemudian membantu untuk menyediakan perlindungan dalam mencegah penyakit-penyakit tersebut, bersama dengan zat berupa vitamin dan enzim antioksidan membantu mentralisir dan menstabilkan radikal bebas, sehingga tidak lagi merusak sel-sel dan jaringan sehat

Beberapa mekanisme kerja flavonoid yang telah diketahui antara lain: Inaktivasi karsinogen AntiproliferasiPenghambatan siklus selInduksi apoptosis dan diferensiasi Inhibisi angiogenesisPembalikan resitensi multi-obat

Sarang Semut

Menurut Subroto dan Hendro (Nur Fadhilah Syahrawi, 2008:3) taksonomi dari tumbuhan sarang semut dapat dijelaskan sebagai berikut:Divisi: TracheophytaKelas: MagnoliopsidaSub Kelas: LamiidaeOrdo: RubialesFamily: RubiaceaeGenus: MyrmecodiaSpesies: Myrmecodia pendens Merr.& Perry

Khasiat Sarang SemutNur Fadhilah Syahrawi (2008:4-5) menyebutkan bahwa beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan tumbuhan sarang semut antara lain:Kanker dan tumorGangguan jantung terutama jantung koronerStroke ringan maupun beratAmbeien (wasir) baru maupun lamaBenjolan-benjolan dalam payudara bagi wanita (tanpa perlu diangkat melalui operasi)Gangguan fungsi ginjal dan prostatHaid dan keputihanMelancarkan peredaran darahPenyakit paru-paru (TBC)Migren (sakit kepala sebelah)Rematik (encok)Gangguan alergi hidup, mimisan, bersin-bersin pada pagi hari atau pada perubahan cuacaSakit maag

Pengelolaan, Aturan Minum dan DosisPengelolaanPengumpulanPencucian dan PengeringanPerebusan hingga penyajianAturan MinumAmbil Sarang Semut kira-kira 200 gram direbus dengan air 3 Liter sampai mendidih kemudian disaring lalu diminum secara rutin selama sebulan. Warna dan rasa rebusan tumbuhan tersebut sama dengan teh.Untuk Pencegahan Minum 3 Gelas Sehari. Untuk Penyembuhan minum 3-8 Gelas Sehari. Tidak Ada Efek Samping (Over Dosis)Obat sarang semut dapat diminum sebelum atau sesudah makan.Catatan: Sebelum makan kecuali obat tersebut merangsang lambung maka diminum setelah makan. Obat berkhasiat tonik diminum sewaktu perut kosong, dan obat berkhasiat sedative diminum sewaktu ingin tidur.Pada penyakit kronis diminum sesuai jadwal secara teratur. Rebusan obat sarang semut bisa diminum sesering mungkin sesuai kebutuhan atau diminum sebagai pengganti teh.

MATUR NUWUN..