dok lelang

of 47 /47
RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero) BAB I SYARAT-SYARAT UMUM Pasal 1 : KETENTUAN DAN ISTILAH a. Dokumen Pelelangan : Yang dimaksud dengan dokumen Pelelangan adalah seperangkat dokumen terdiri dari : 1. Gambar-gambar perencanaan, gambar-gambar pelaksanaan, gambar-gambar kerja, gambar- gambar konstruksi dan gambar detail yang diperlukan dari pekerjaan yang dilaksanakan. 2. Rencana kerja dan syarat-syarat mencakup: - Syarat-syarat Administrasi. - Syarat-syarat Teknis. - Dokumen Biaya 3. Lampiran-lampiran berupa : - surat penawaran (terlampir) - Contoh blangko form Perincian Anggaran Biaya (BQ) dimana jumlah satuan untuk setiap jenis pekerjaan dihitung dan ditetapkan oleh masing-masing peserta lelang. - Contoh daftar Harga Material dan Biaya Jasa - Dokumen gambar yang diterima oleh peserta lelang. Kepada peserta lelang yang diundang akan diserahkan 1 (satu) set Dokumen Pelelangan untuk dapat dipelajari dan diteliti terlebih dahulu. Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan pada hari pemberian penjelasan (aanwijzing) dan dari

Author: mochamad-syahrial

Post on 31-Jul-2015

202 views

Category:

Documents


3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

BAB I SYARAT-SYARAT UMUMPasal 1 : KETENTUAN DAN ISTILAH a. Dokumen Pelelangan : Yang dimaksud dengan dokumen Pelelangan adalah seperangkat dokumen terdiri dari : 1. Gambar-gambar perencanaan, gambar-gambar pelaksanaan, gambar-gambar kerja, gambar-gambar konstruksi dan gambar detail yang diperlukan dari pekerjaan yang dilaksanakan. Rencana kerja dan syarat-syarat mencakup: Syarat-syarat Administrasi. Syarat-syarat Teknis. Dokumen Biaya Lampiran-lampiran berupa : surat penawaran (terlampir) - Contoh blangko form Perincian Anggaran Biaya (BQ) dimana jumlah satuan untuk setiap jenis pekerjaan dihitung dan ditetapkan oleh masing-masing peserta lelang. - Contoh daftar Harga Material dan Biaya Jasa - Dokumen gambar yang diterima oleh peserta lelang.

2.

3.

Kepada peserta lelang yang diundang akan diserahkan 1 (satu) set Dokumen Pelelangan untuk dapat dipelajari dan diteliti terlebih dahulu. Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan pada hari pemberian penjelasan (aanwijzing) dan dari hasil tanya jawab tersebut akan dituangkan dalam Risalah Rapat Pemberian Penjelasan (Berita Acara Penjelasan). b. Dokumen Kontrak Pemborongan Yang dimaksud dengan dokumen Kontrak Pemborongan adalah seperangkat dokumen yang mengikat antara Pemberi Tugas dan Pemborong terdiri dari : 1. Surat Perintah Kerja (SPK) 2. Surat Perjanjian Pemborongan

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

3. 4. 5.

Dokumen Pelelangan berikut kelengkapan lampiran surat penawaran. Berita Acara Rapat Pemberian Penjelasan Berita Acara Pembukaan Penawaran.

Seluruh Dokumen Pemborongan ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Surat Perjanjian Pemborongan ditanda tangani oleh kedua belah pihak, yaitu Pemberi Tugas dan Pemborong. Pemborong berkewajiban untuk mempersiapkan 3 (tiga) set Dokumen Kontrak Pemborongan dan biaya untuk ini adalah menjadi tanggungan Pemborong termasuk Bea Materai. c. Pihak-pihak yang bersangkutan/Struktur Penyelenggaraan : 1. Yang Dimaksud dengan "Pemberi Tugas" (Pemilik bangunan) adalah PT. TASPEN (Persero) . 2. Yang dimaksud dengan Konsultan Perencana adalah PT. YODYA KARYA yang diberi tugas oleh PT. TASPEN (Persero) untuk melakukan Karya Perencanaan Renovasi Interior Lantai 5 (R. Direksi) gedung Blok A Kantor PT. TASPEN (Persero) Jalan Letjend. Suprapto Jakarta Pusat Yang dimaksud dengan Konsultan Pengawas/Konsultan Pengawas adalah Konsultan yang akan ditunjuk kemudian yang bertugas untuk mengelola secara aktif pelaksanaan pekerjaan pembangunan oleh Pemborong setiap harinya, serta melanjutkan instruksi dan petunjuk-petunjuk "Pemberi Tugas" dan Konsultan Pengawas untuk mengawasi, menegur dan memperingatkan Pemborong agar melaksanakan pekerjaan sesuai dengan isi Surat Perjanjian Pemborongan supervisi lainnya yang telah digariskan. Petugas tersebut disebut "Konsultan Pengawas" dan dipimpin oleh seorang Koordinator. Yang dimaksud dengan "Peserta Lelang" ialah para Pemborong dengan Klasifikasi Grade 5 untuk bangunan Gedung dengan bidang spesialisasi Interior untuk mengikuti pelelangan ini. Yang dimaksud dengan "Pemborong" adalah Peserta Lelang yang telah mengajukan penawarannya dan di nyatakan sebagai Pemenang Lelang.

3.

4.

5.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

d.

Lingkup Pekerjaan Yang dimaksud dengan pekerjaan adalah pembongkaran dan Pelaksanaan Renovasi Interior lantai 5 blok A PT. Taspen (Persero) Jalan Let. Jend. Suprapto Jakarta Pusat Lokasi Pekerjaan Lokasi pekerjaan renovasi adalah lantai 5 Blok A PT. Taspen (Persero) di Jalan Let-Jend. Suprapto Jakarta Pusat.

e.

Pasal 2 :

RKS,GAMBAR-GAMBAR DAN PETUNJUK-PETUNJUK a. b. Pada RKS ini termasuk uraian atas gambar-gambar lengkap seperti yang dimaksud dalam Pasal 1 ayat b diatas. RKS dan gambar-gambar berlaku sebagai dasar pedoman/untuk melaksanakan pekerjaan Renovasi Interior lantai 5 gedung Blok A Kantor PT. Taspen (Persero) Jalan Let.Jend. Suprapto Jakarta Pusat. Dalam hal pemborong meragukan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam dokumen pelaksanaan maka Pemborong wajib berkonsultasi dengan Konsultan Pengawas untuk proses mendapatkan keputusan dari Pemberi Tugas melalui Konsultan Perencana dan Keputusan tersebut wajib dilaksanakan Pemborong. Apabila terdapat perbedaan-perbedaan antara gambar-gambar dengan ketentuan-ketentuan didalam RKS ini, maka keputusan yang mengikat adalah setelah diberikan secara tertulis kepada Pemborong atas Keputusan Pemberi Tugas melalui Konsultan Perencana Yang dimaksud dengan "Gambar" adalah gambar-gambar pelaksanaan, gambar-gambar kerja, gambar-gambar konstruksi, elektrikal,mekanikal dan gambar-gambar detail arsitektur dan interior melekat, dan gambar-gambar lain yang dibuat untuk pekerjaan ini baik sebelum maupun disusulkan pada saat pekerjaan pelaksanaan berlangsung. Apabila terdapat perbedaan diantara gambar yang satu dengan gambar-gambar yang lainnya maka gambar yang berbeda ukuran maka gambar-gambar dengan ukuran utama atau ukuran pokok atau gambar-gambar yang berskala besarlah yang mengikat.

c.

d.

e.

f.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

g.

Apabila terjadi perubahan-perubahan pada waktu Rapat Penjelasan pekerjaan (Aanwijzing) dari Dokumen Kontrak Pemborongan maka gambar perubahan tersebut harus dibuat oleh Pemborong sebelum pekerjaan dilaksanakan dan harus sepengetahuan Konsultan Perencana dan mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas melalui Konsultan Perencana. Demikian pula halnya apabila terjadi perubahan selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung Pemborong wajib untuk membuat gambar revisi. Kop gambar diletakkan disebelah pojok kanan bagian bawah dengan kop gambar perusahaan/Pemborong dan ditanda tangani oleh pimpinan Perusahaan (yang menanda tangani Surat Perjanjian Pemborongan). Pada umumnya gambar-gambar detail yang bersifat prinsip dibuat oleh Konsultan Perencana dan bila dinilai kurang jelas untuk pelaksanaan, maka Pemborong diharuskan membuat gambar kerja detail pelaksanaan (Shop Drawing) sebagai gambar pelengkap yang harus diketahui oleh Konsultan Perencana serta mendapatkan persetujuan dan pengesahan Pemberi Tugas melalui Konsultan Pengawas terlebih dahulu sebelum pekerjaan dilaksanakan. Semua gambar pelaksanaan yang dipergunakan di lapangan adalah sah bila sudah dibubuhi stempel "untuk pelaksanaan" atau "for construction" dengan pengesahan dari Pemberi Tugas melalui Konsultan Perencana. Apabila selama pelaksanaan diadakan perubahan misalnya dalam sistim konstruksi atau penggunaan bahan berdasarkan instruksi/persetujuan tertulis Pemberi Tugas dan Konsultan Perencana melalui Konsultan Pengawas, maka pada saat penyerahan pertama Pemborong diwajibkan menyerahkan 2 (dua) set gambar- gambar perubahan yang dikerjakan dengan tinta hijau. Atau hal ini dapat sekaligus sudah tergambar didalam gambar-gambar sebenarnya (as built drawing) yang menjadi kewajiban Pemborong untuk membuatnya dan diserahkan bersamaan pada saat serah terima pekerjaan untuk pertama kalinya kepada Pemberi Tugas. Pemborong diharuskan menyediakan sedikitnya 1 (satu) set gambar, RKS dan Risalah Rapat Pemberian Penjelasan ditempat pekerjaan dalam keadaan yang utuh dan terawat rapih dan bersih yang dapat dilihat setiap saat oleh Pemberi Tugas, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas maupun petugas-petugas lainnya yang berwenang.

h.

i.

j.

k.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

Pasal 3 :

PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN a. b. c. Penjelasan pekerjaan akan diberikan oleh Pemberi Tugas dan dibantu oleh Konsultan Perencana . Hanya peserta lelang yang mengikuti Rapat Penjelasan pekerjaan yang diperbolehkan memasukkan Surat Penawaran. Pada saat Rapat Penjelasan pekerjaan, kepada peserta lelang diberi kesempatan untuk menanyakan segala sesuatu yang tidak/belum diuraikan didalam berkas dokumen pelelangan. Rapat Pemberian penjelasan pekerjaan akan diadakan pada: Hari/tanggal Jam Bertempat di e. : : : penjelasan ditempat pekerjaan

d.

Peninjauan dan pemberian /lapangan diadakan pada : Hari/tanggal Jam Bertempat di : : :

Lokasi Proyek seperti yang disebutkan pada bagian I Pasal 1 ayat d.

f.

Dari hasil Rapat Pemberian Penjelasan dan rapat penjelasan lapangan akan dibuatkan "Berita Acara Penjelasan" yang juga merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Dokumen Kontrak Pemborongan. Berita Acara Rapat Penjelasan pekerjaan tersebut akan mencantumkan segala penjelasan, perbaikan, penambahan maupun pengurangan dan perubahan yang diputuskan dalam rapat tersebut. Berita acara penjelasan ini dapat diambil oleh masing-masing peserta lelang pada waktunya, sebelum pelelangan/pemasukan penawaran pada : Hari/tanggal Jam Bertempat di : : :

Berita acara ini turut disahkan oleh 2 (dua) wakil pemborong yang dipilih di antara para peserta lelang.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

g.

Penjelasan atau tanya jawab mengenai pekerjaan akan dilaksanakan pada waktu Rapat Pemberian Penjelasan dan rapat pemberian Penjelasan Lapangan, setelah itu tidak diadakan penjelasan lagi.

Pasal 4 :

PELELANGAN 1. Peserta lelang harus membaca dengan seksama semua petunjuk yang tertulis dibawah ini dan tidak ada gugatan yang dapat dipertimbangkan dengan dalih apapun diluar pengertian yang sudah digariskan dibawah ini karena tidak membaca, kurang memahami petunjuk-petunjuk ini atau kesalah pahaman mengenai artinya. Pelelangan diselenggarakan berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT TASPEN (PERSERO) Nomor : SK-36/DIR/2008 tanggal 07 Juli 2008 tentang Pedoman Pengadaan Barang Dan/Atau Jasa Apabila terjadi pembatalan/pelelangan ulang Pemberi Tugas tidak akan memberi ganti rugi apapun kepada peserta lelang. Yang tidak diperkenankan ikut sebagai peserta atau penjamin dalam pelelangan ini adalah : a. Pegawai negeri, pegawai Badan Usaha Milik Negara /Daerah, dan pegawai Bank milik Pemerintah/Daerah. b. Mereka yang dinyatakan pailit c. Mereka yang keikutsertaannya akan bertentangan dengan tugasnya ("Conflict of Interest") Pelelangan akan diadakan pada: Hari/tanggal : Jam : Bertempat di : Penawaran yang datang setelah pembukaan dokumen lelang, ditolak dan dinyatakan gugur.

2.

3. 4.

5.

6.

Pasal

5:

SURAT PENAWARAN DAN LAMPIRAN-LAMPIRAN a. Penawaran yang diminta adalah penawaran yang berdasarkan dokumen Pelelangan dan Risalah Pemberian Penjelasan/ Berita Acara pemberian penjelasan Pekerjaan. Surat Penawaran dan lampiran-lampirannya diserahkan pada hari pelelangan sebelum penutupan pada waktu pelelangan.

b.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

c.

Perincian harga penawaran : 1. Harga material dan biaya jasa untuk setiap jenis pekerjaan harus dicantumkan kedalam daftar perincian harga penawaran dihitung dan ditetapkan sendiri olah penawar/peserta lelang, sesuai BQ Kepada semua peserta lelang wajib mencantumkan urutan jenis pekerjaan yang sama seperti yang tertera dalam BQ. Tidak akan diadakan perhitungan ulang dibelakang hari baik terhadap harga material maupun biaya jasa. Pemborong berkewajiban untuk tetap melaksanakan pekerjaan seperti apa yang tertera dalan gambar- gambar, RKS, Berita Acara Penjelasan, serta Keputusan-keputusan dari Pemberi Tugas hingga selesai dan dapat diterima secara baik.

2. 3. 4.

d.

Surat Penawaran dialamatkan kepada : Panitia Lelang PT. TASPEN (PERSERO) Jalan Let. Jend. Suprapto, Cempaka Putih Jakarta Pusat.

e.

Ketentuan mengenai Dokumen Penawaran terdiri dari : 1. Surat Penawaran Mengikuti contoh surat penawaran terlampir, dibuat diatas kertas Kop Surat perusahaan, yang aslinya diberi materai RP. 6.000,- ditanda tangani, dibubuhi stempel perusahaan serta dicantumkan tanggal penawaran diatas materai tersebut dan mencantumkan masa berlakunya penawaran. Dokumen Administrasi terdiri dari : a. Foto copy surat Jaminan Lelang dari bank Pemerintah atau bank / Lembaga Keuangan lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia. b. Foto Copy surat Ketetapan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). c. Foto copy Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (SPPKP) d. Foto Copy Ijin Usaha Jasa Konstruksi (SIUJK)

2.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

e. Foto Copy Sertifikasi Badan Usaha (SBU)

f. Laporan Neraca rugi Laba untuk tahun sebelumnya/tahun 2008 yang sudah diaudit oleh lembaga pemerintah atau akuntan publik. g. Daftar pengalaman pekerjaan dibidangnya atau referensi 5 (lima) tahun terakhir. h. Foto Copy klasifikasi pemborong Grade 5 yang masih berlaku. i. j. Foto copy Tanda Daftar Perusahaan yang dikeluarkan Depertemen Perdagangan. Foto copy referensi Bank yang ditujukan kepada PT. Taspen (Persero) dari Bank Pemerintah atau Bank / Lembaga Keuangan lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia.

k. Copy struktur organisasi dengan personilnya. l. Copy akte pendirian perusahaan.

m. Copy Surat keterangan domisili yang masih berlaku n. Asli Pakta Integritas 3. Dokumen Teknis terdiri dari : 1. Jadwal waktu pelaksanaan; 2. Daftar Peralatan Utama; 3. Daftar personil inti; 4. Metode pelaksanaan; 5. Struktur Organisasi pelaksana proyek Seluruh dokumen diatas, dibuat dalam rangkap 3 (tiga) terdiri dari (1 Asli + 2 copy). (SAMPUL I) 4. Dokumen Penawaran Harga terdiri dari :a.

Surat

penawaran

harus

bermeterai

Rp.

6000,-

bertanggal, ditanda tangani oleh yang berhak dan dicap (dicantumkan jumlah harga penawaran);

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

b.c.

Daftar kuantitas dan harga; Analisa Harga Material dan Biaya Jasa pekerjaan; Daftar Harga Material dan Biaya Jasa serta Daftar alat. Metode pelaksanaan + Barchart.

d. e.

Seluruh dokumen diatas, dibuat dalam rangkap 3 (tiga) terdiri dari (1 Asli + 2 copy). (SAMPUL II) e. Sampul dan Tanda Penawaran: Peserta lelang harus memasukkan dokumen penawaran dengan system 2 (dua) sampul Sampul Dalam I berisi surat penawaran (tanpa menyebutkan harga penawaran) kelengkapan data administrasi dan teknis dibuat rangkap 3 (I asli dan 2 copy) dan dimasukkan dalam satu sampul dalam. Pada sampul ditulis DATA ADMINISTRASI DAN TEKNIS. Sampul Dalam II berisi data perhitungan harga penawaran dibuat rangkap 3 (I asli dan 2 copy). Pada sampul ditulis USULAN BIAYA kemudian dilak. Sampul Dalam I dan Sampul Dalam II dimasukkan ke dalam Sampul Luar (Sampul Penutup) kemudian dilak. Pada Sampul Penutup hanya ditulis alamat panitia pengadaan barang/jasa dan kata-kata Dokumen Penawaran pelelangan Pekerjaan Renovasi Interior Lantai 5 ( Ruang.Direksi ) Blok A kantor PT. Taspen (Persero) Jalan Let. Jen. Suprapto - Jakarta.

Untuk keseragaman sampul maka sampul diseragamkan berwarna coklat. Pada sampul dalam dan sampul luar harus ditulis : a. Alamat pengguna jasa, sesuai dengan ketentuan dalam data lelang, pada bagian tengah; b. Jenis pekerjaan, tempat, hari, tanggal, bulan, tahun, jam pemasukan, sesuai ketentuan dalam data lelang, pada sudut kiri atas; f. Surat-surat asli yang harus dibawa serta oleh Peserta lelang pada saat pelelangan tetapi tidak dimasukkan didalam sampul penawaran : a. Surat Ketetapan Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP), asli yang masih berlaku sampai dengan tanggal pelelangan, atau foto copy surat NPWP yang dilegalisir oleh Kantor Pajak yang mengeluarkannya.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

Surat Jaminan Penawaran dari Bank Pemerintah atau Bank/ lembaga Keuangan lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia. Jaminan Penawaran ditetapkan sebesar 5 % dari harga penawaran.b.

Jaminan lelang ditujukan kepada : PT. Taspen (Persero) Jalan Let. Jend. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat c. Neraca rugi laba yang telah diaudit d. Surat ijin usaha jasa konstruksi (SIUJK) yang masih berlaku. e. Referensi Bank dari Bank Pemerintah atau Bank/ lembaga Keuangan lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. g. Surat Penawaran dianggap tidak syah dan batal apabila: a. b. Terlambat dimasukkan. Tidak dimasukkan dalam sampul tertutup warna coklat, atau pada sampul tersebut terdapat nama peserta, atau terdapat harga penawarannya atau terdapat tanda lainnya diluar syaratsyarat yang ditentukan. Dari peserta lelang yang tidak mengikuti rapat pemberian Penjelasan Pekerjaan. Tidak bermeterai cukup, tidak bertanggal atau tidak ditanda tangani oleh peserta lelang dan tidak memasukan masa berlakunya penawaran. Dalam hal kekurangan ini, dapat dipenuhi pada saat pembukaan pelelangan. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tercantum didalam perincian harga penawaran. Memasukkan lebih dari satu harga penawaran yang berbeda. Mengajukan syarat yang lain dari pada syarat-syarat yang telah ditentukan/ tidak mengikuti salah satu persyaratan yang telah disebutkan dalam pasal 5.

c. d.

e. f. g.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

h.

Tidak terdapat pernyataan yang jelas, bahwa penawar tunduk pada ketentuan-ketentuan yang termuat dalam peraturan ini dan syarat-syarat lainnya, yang ditentukan dalam pelelangan. Tidak lengkap terdapat didalamnya dokumen penawaran yang ditentukan dalam pasal 5.

i.

Pasal 6 :

PEMBUKAAN PENAWARAN a. Pembukaan Surat Penawaran Harga dilakukan dihadapan para peserta pelelangan pada waktu seperti yang disebutkan dalam pasal 4. Sebagai unsur pemeriksa oleh penyelenggara Pelelangan diminta 2 (dua) wakil dari peserta lelang untuk mendampinginya menyaksikan dalam pemeriksaan surat- surat penawaran yang masuk. Pada waktu itu juga dinyatakan surat-surat penawaran yang sah dan yang tidak, dengan menyebutkan alasan-alasannya. Atas pembukaan sampul dan penetapan sah atau tidaknya surat penawaran, penyelenggaraan pelelangan membuat Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran yang ditanda tangani oleh Penyelenggara Pelelangan dan oleh sekurang-kurangnya 2 (dua) wakil Pemborong. Pelulusan 1. Keputusan pemenang pekerjaan ini pada prinsipnya diambil atas harga penawaran yang dapat dipertanggung jawabkan (penawaran yang paling menguntungkan perusahaan/PT TASPEN (PERSERO). Pemberi tugas akan mengadakan penelitian dan penilaian baik terhadap volume maupun Harga Material dan Biaya Jasa dalam penawaran yang memenuhi persyaratan dan pemilihan calon Pemborong. Jika 2 (dua) penawar atau lebih mengajukan harga penawaran yang sama, maka urutan calon Pemborong diberikan kepada penawar yang menurut pertimbangan Pemberi Tugas mempunyai kemampuan tertinggi. Keputusan mengenai hasil pelelangan akan disampaikan secara tertulis kepada masing-masing peserta lelang.

b.

c.

d.

2.

3.

4.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

5.

Setelah batas waktu sanggah dilampaui maka keputusan ini adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat serta tidak akan diadakan surat menyurat. Kepada pemenang akan diadakan pengaturan administrasi lebih lanjut. Memadai panggilan dan

6.

7. Mempunyai workshop yang fabrikasi e. Pembatalan Pelelangan 1.

dengan sistem

Pelelangan dibatalkan jika : Jumlah surat penawaran yang memenuhi syarat kurang dari 3 (tiga) peserta. Sehubungan dengan ayat e.1. diatas , maka Pemberi Tugas harus mengadakan pelelangan ulang tanpa terikat untuk mengundang penawar yang telah ikut serta dalam pelelangan yang dibatalkan tersebut. Harga-harga penawaran dianggap tidak wajar. Sanggahan dari Rekanan ternyata benar. Berhubung dengan berbagai hal tidak memungkinkan mengadakan penetapan pemenang.

2.

3. 4. 5.

Pasal 7 :

PENARIKAN DIRI a. Penarikan diri sebagai peserta hanya dapat dilakukan sebelum pemasukan surat penawaran atau selambat- lambatnya sebelum pembukaan surat penawaran. Setelah surat-surat penawaran masuk dan dibuka, kepada siapapun yang berhasil ditunjuk wajib melaksanakan pekerjaan pembangunan ini. Penarikan diri setelah pembukaan surat penawaran mengakibatkan Jaminan Penawaran yang telah diserahkan menjadi milik PT TASPEN (PERSERO). Penarikan diri setelah mengakibatkan : ada keputusan sebagai pemenang

b.

c.

d.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

Hilangnya Jaminan Penawaran yang telah diserahkan, dan peserta yang bersangkutan diwajibkan membayar sejumlah uang sebesar selisih harga antara harga penawarannya dengan harga penawaran diatasnya yang ditunjuk sebagai pemenang. e. Didalam hal yang bersangkutan tidak memenuhi sanksi ini maka Pemberi Tugas akan mengadakan penutupan melalui saluran-saluran hukum yang berlaku.

Pasal 8 :

PERJANJIAN PEMBORONGAN a. b. Pemborong yang mendapatkan pelulusan pekerjaan akan diberikan Surat Perintah Kerja (SPK). Pemberi Tugas dan Pemborong yang mendapatkan pelulusan pekerjaan tersebut akan menanda tangani Surat Perjanjian Pemborongan, setelah pemborong yang ditunjuk menyerahkan surat jaminan pelaksanaan seperti yang disebut dalam Pasal 9.

Pasal 9 :

JAMINAN PELAKSANAAN/PERFORMANCE BOND 1. Pemborong yang dinyatakan sebagai pemenang lelang sebelum menadatangani Kontrak diwajibkan memberikan Jaminan Pelaksanaan berupa Surat Jaminan dari Bank Pemerintah atau Bank/Lembaga lainya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, sebesar 5% (lima) persen dari nilai kontrak. Setelah Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas maka Jaminan penawaran dikembalikan kepada Pemborong. Pengambalian Jaminan pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelh rekanan menyelesaikan seluruh pekerjaan termasuk masa pemeliharaan.

2. 3.

Pasal 10 :

TEMPAT PERADILAN Bila mana terjadi perselisihan mengenai hal-hal pembangunan, maka hal ini akan diselesaikan secara musyawarah. Bila mana dengan cara musyawarah belum juga diperoleh kata sepakat maka persoalan tersebut akan diselesaikan melalui keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

BAB II SYARAT-SYARAT YANG BERSIFAT TATA USAHA UMUMPasal 11 : PERATURAN UMUMa.

Disamping Rencana Kerja dan Syarat-syarat (disingkat RKS) ini, maka Peraturan-Peraturan umum yang berlaku adalah: Surat Keputusan Direksi PT TASPEN (PERSERO) Nomor : SK- 36/DIR/2008 Tanggal 07 Juli 2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang Dan/Atau Jasa PT TASPEN (PERSERO). . Peraturan yang ditetapkan oleh Perusahaan Listrik Negara. . Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja (Departemen Tenaga Kerja). . Peraturan dan Ketetapan lain yang dikeluarkan oleh Jawatan/Instansi Pemerintah setempat bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan. . Syarat-syarat/ketentuan-ketentuan yang tercantum didalam master specification, standard atau code dari Negara produsen atas bahan-bahan dan alat-alat yang dipergunakan didalam pekerjaan dan pengetesannya belum tercantum didalam SNI, maupun peraturan-peratuan lain yang ada di Indonesia.

Pasal 12 :

PEMAKAIAN UKURAN a. b. Pemborong tetap bertanggung jawab dalam memenuhi semua ketentuan yang tercantum dalam RKS dan gambar-gambar. Pemborong wajib memeriksa terlebih dulu kebenarannya dari ukuran ukuran keseluruhan (ukuran pokok) maupun bagian-bagiannya dan segera melaporkan pada Konsultan Pengawas tentang setiap perbedaan yang diketemukannya baik didalam RKS, gambar-gambar maupun dalam pelaksanaan. Pemborong baru diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan pelaksanakannya setelah ada instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas dengan persetujuan/pengesahan Pemberi Tugas melalui Konsultan Perencana.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

c.

Pengambilan ukuran-ukuran yang keliru dalam melaksanakan, didalam hal apapun menjadi tanggung jawab Pemborong. Oleh karena itu sebelumnya kepadanya diwajibkan mengadakan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua gambar-gambar yang ada dengan memperhatikan keterkaitan gambar yang satu terhadap gambar yang lainnya.

Pasal 13 :

PEMBORONG BAWAHAN (SUB KONTRAKTOR) a. Pada dasarnya pekerjaan yang diserahkan oleh Pemberi Tugas kepada Pemborong harus dilaksanakan sendiri dan apabila bagian-bagian dari pekerjaan yang dinilai dalam pelaksanaannya memerlukan kekhususan sehingga perlu dikerjakan oleh Pihak Ketiga sebagai Sub Kontraktor maka harus ada persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas. Sub Kontraktor/Pemborong bawahan ini hanyalah pihak- pihak yang mempunyai kontrak langsung dengan pemborong, yaitu dalam menyediakan dan mengerjakan bagian-bagian pekerjaan khusus seperti instalansi listrik, instalansi air dan pekerjaan finishing tertentu. Untuk pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan tertentu maupun pengadaan bahan-bahan bangunan pemborong wajib mengutamakan untuk memilih Pemborong bawahannya dari golongan ekonomi lemah setempat. Pemborong tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil pekerjaan pemborong bawahan. Kontrak langsung yang dibuat antara Pemborong dan Pemborong bawahan harus mencantumkan syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan yang jelas sama dan sesuai isi dokumen kontrak pemborongan untuk bagian pekerjaan yang diserahkan dan jaminan nyata dari kedua belah pihak bahwa kedua belah pihak akan mentaati syarat-syarat tersebut. Guna mendapatkan jaminan nyata dari kedua belah pihak maka sebelum diadakan ikatan kerja, Pemborong berkewajiban untuk menyampaikan terlebih dahulu ke Pemberi Tugas tindasan/draft Kontrak yang sudah akan disepakati bersama antara Pemborong dengan pihak ke-3 untuk dapat diketahui apakah ada penyimpangan persyaratan/ketentuan teknis yang dicantumkan. Untuk menjaga kerahasiaan pemborong mengenai Biaya/Nilai Kontrak maka untuk itu agar dihapus oleh Pemborong sehingga tidak dapat dibaca besarnya.

b.

c.

d. e.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

Tindasan draft kontrak ditahan oleh Pemberi Tugas dan copynya akan dikembalikan kePemborong dengan dibubuhi tanda persetujuan/fiat oleh Pemberi Tugas dan akan dijadikan bukti nantinya bila terjadi penyimpangan dari syarat-syarat pelaksanaan f. Bila terjadi penyimpangan atas ketetapan ayat a dan c pasal ini, Pemberi Tugas memberikan peringatan tertulis kepada Pemborong supaya mengembalikan sehingga mengikuti ketentuan pasal-pasal ini. Semua biaya yang terjadi akibat pemindahan pekerjaan kepada pihak ketiga sepenuhnya menjadi beban dan tanggungan Pemborong.

g.

Pasal 14 :

HALAMAN PEKERJAAN DAN PENGGUNAANNYA Pengaturan dan penggunaan halaman kerja harus mendapatkan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Sebelum pekerjaan dimulai Pemborong berkewajiban memberikan usul-usulnya berupa gambar penempatan gudang gudang, los kerja tempat penimbunan bahan-bahan, pagar halaman sementara dan pintu masuk dan lain-lain hal guna kelancaran pekerjaan dan segi-segi keamanan.

Pasal 15 :

PENJAGAAN a. Pemborong wajib mengadakan penjagaan yang baik dan terus menerus selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan pembangunan atas seluruh daerah pembangunan meliputi : pagar halaman, jalan, gedung dan instalasi yang dalam penyelenggaraan maupun yang ada dihalaman/ melintasi halaman serta kantor Direksi harian, los kerja, gudang bahan dan lain-lain. Untuk keperluan pengamanan, Pemborong diharuskan membuat pagar pengaman disekeliling daerah pembangunan. Pada jalan keluar masuk dibuat gardu penjagaan. Selama berlangsungnya pekerjaan, semua tetap dirawat dengan baik dan diperbaiki setiap diperlukan.

b. c. d.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

Pasal 16 :

KEBERSIHAN DAN KETERTIBAN a. Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan pembangunan, kebersihan halaman, kantor, gudang dan los kerja harus tetap bersih dan tertib. Kelalaian dalam hal ini dapat menyebabkan diberhentikannya seluruh kegiatan pekerjaan oleh Pemberi Tugas. b. Penimbunan bahan-bahan yang ada dalam gudang maupun yang berada dihalaman bebas harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kelancaran dan keamanan umum dan juga agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan penelitian bahan-bahan oleh Pemberi Tugas maupun oleh Konsultan Pengawas. Tidak diperkenankan : 1. 2. 3. 4. e. Buruh menginap ditempat pekerjaan kecuali dengan ijin Pemberi Tugas. Memasak di tempat pekerjaan kecuali dengan ijin Pemberi Tugas. Membawa masuk penjual penjual makanan, buah-buahan, minuman, rokok, dan sebagainya ditempat pekerjaan. Keluar masuk dengan bebas.

d.

Peraturan lain mengenai ketertiban akan dikeluarkan oleh Pemberi Tugas pada waktu pelaksanaan pekerjaan.

Pasal 17 :

KECELAKAAN DAN KOTAK PPPK a. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini maka Pemborong diwajibkan mengambil segala tindakan guna kepentingan dari sikorban atau para korban. Pemborong wajib memenuhi peraturan-peraturan Hukum mengenai perawatan dan tunjangan dari sikorban atau keluarganya. Kotak PPPK dengan isinya yang selalu siap lengkap tetap berada ditempat pekerjaan.

b.

Pasal 18 :

PEGAWAI PELAKSANA/PERSONALIA a. Pimpinan harian pada pelaksanaan pekerjaan sebagai penanggung jawab dilapangan oleh Pemborong harus diserahkan kepada seorang tenaga ahli yang berpengalaman.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

b. c.

Penanggung jawab yang dimaksud dalam ayat a diatas, tidak diperkenankan mempunyai pekerjaan rangkap, diluar pekerjaan ini. Sebelum pelaksanaan pembangunan dimulai, nama calon calon Pimpinan Harian dan pembantu pembantunya sudah harus diajukan kepada Pemberi Tugas, untuk dipertimbangkan. Pekerjaan pembangunan baru dapat dimulai setelah nama-nama calon-calon tersebut disetujui oleh Pemberi Tugas. Persetujuan akan diberikan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah nama-nama calon diajukan. Keterlambatan permulaan pekerjaan yang diakibatkan kelalaian Pemborong dalam hal ini menjadi tanggung jawab Pemborong sepenuhnya. Pimpinan Harian dan pembantunya harus terus menerus berada ditempat pekerjaan selama jam-jam kerja dan setiap saat dapat dihubungi bila diperlukan dalam pelaksanaan atau pada saat yang diperlukan oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Pimpinan Harian mewakili Pemborong ditempat pekerjaan. Semua langkah dan tindakannya oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas akan dinilai sebagai langkah dan tindakan Pemborong. Petunjuk dan instruksi Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas didalam pelaksanaan dapat disampaikan langsung kepada Pemborong melalui Pimpinan Harian sebagai penanggung jawab lapangan. Pemborong diwajibkan pada setiap saat menjalankan disiplin dan tata tertib yang ketat terhadap semua buruh, pagawai termasuk supplier bahan-bahan dan sub Kontraktor yang berada dibawahnya. Siapapun diantara mereka yang tidak berwenang; melanggar terhadap Peraturan Umum: mengganggu ataupun merusak ketertiban; berlaku tidak senonoh; melakukan perbuatan yang merugikan atau dapat merugikan pelaksana an pembangunan, harus segera dikeluarkan dari tempat pekerjaan atas perintah Pemberi Tugas. Pada pengeluaran Perintah yang kedua berarti Pemboroang lalai. Pemborong berkewajiban untuk mentaati instruksi petunjuk-petunjuk Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. dan

d.

e.

f.

g.

h.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

Pasal 19 :

PENGAWASAN. Pengawas pelaksanaan pekerjaan dilapangan dilakukan Pengawas yang akan ditentukan kemudian.

oleh

terhadap Konsultan

Pada setiap saat Pemberi Tugas, Konsultan Pengawas atau petugas petugas yang berwenang harus dapat dengan mudah mengawasi, memeriksa dan menguji setiap bahan, pengelolaan maupun sumber-sumbernya. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tapi luput dari pengamatan Konsultan Pengawas, adalah menjadi tanggung jawab Pemborong, pekerjaan tersebut jika diperlukan harus segera dibongkar sebagian atau seluruhnya untuk kepentingan pemeriksaan.

Jika Pemborong kerja diluar jam kerja (lembur) dimana diperlukan pengawasan dari Konsultan Pengawas, maka Pemborong wajib untuk menyampaikan rencananya ke Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. Permohonan tersebut harus dengan surat dimana Pemberi Tugas akan memberikan Persetujuannya. Jam kerja pengawas lapangan adalah dari jam : 08.00 17.00.WIB. Biaya biaya yang terjadi akibat jam kerja lembur adalah menjadi beban pemborong.

Ditempat pekerjaan, Konsultan Pengawas menempatkan petugas-petugas pengawasan yang setiap saat akan mengawasi pekerjaan Pemborong agar dilaksanakan sesuai dengan isi dan jiwa dari Surat Perjanjian Pemborongan, serta dengan cara-cara yang benar dan cermat.

Pasal 20 :

LAPORAN LAPORAN 1. Pemborong : diwajibkan membuat Laporan Harian yang sudah merupakan standard form dari masing masing pemborong; tetapi pengisian standard form tersebut, minimal harus memberikan gambaran ringkas mengenai : 1. Hal ikhwal mengenai tenaga kerja; 2. Hal ikhwal mengenai bahan dan peralatan (persediaan, pengiriman, pemakaian dan yang ditolak); Taraf berlangsungnya pekerjaan-pekerjaan pemborong utama/pemborong bawahan.

3.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

4.5.

6.

Hambatan-hambatan yang timbul; Petunjuk, catatan dan teguran-teguran Pemberi Tugas, Konsultan Pengawas; Keadaan cuaca.

Setiap laporan harian, pada tanggal yang sama harus diperiksakan dan disetujui kebenarannya oleh Konsultan Pengawas. Tembusan dari laporan harian harus disampaikan ke Konsultan Pengawas pada hari yang sama pada saat jam terakhir. b. Berdasarkan laporan harian tersebut Konsultan akan menyusun Laporan Mingguan yang minimal berisi :1.

jumlah hari yang sudah diperoleh seminggu; berupa perbandingannya dengan skema pengerahan tenaga menurut program. jumlah pemasukan dan pemakaian bahan dibandingkan dengan skema pengadaan bahan. Prestasi fisik yang dicapai dibandingkan dengan progres pekerjaan; dibandingkan dengan minggu sebelumnya; dan bagaimana dengan minggu yang akan datang. Hambatan hambatan yang timbul mengenai tenaga, bahan dan peralatan serta rencana penanggulangannya. Instruksi, teguran dan sebagainya yang telah diterima Pemborong dari Pemberi Tugas, Konsultan Pengawas dan bagaimana follow up-nya. informasi, instruksi, keputusan dan sebagainya yang dipelukan Pemborong untuk minggu-minggu yang akan datang dari Pemberi Tugas atau Konsultan Pengawas. lain-lain.

2.3.

4.5.

6.

7. c.

Selama pekerjaan berlangsung, pemborong diwajibkan melakukan pemotretan yang mengambarkan tahapan kemajuan pekerjaan dari permulaan pekerjaan hingga akhir pekerjaan. Waktu serta tempat dari mana objek pemotretan diambil akan ditunjukkan oleh Konsultan Pengawas. Pemborong diwajibkan membuat 2 (dua) set cetakan ukuran Poscard (film berwarna) dari tiap objek pemotretan disusunkan

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

dalam album dan disampaikan kepada Konsultan Pengawas untuk diteruskan kepada Pemberi Tugas pada saat penyerahan pertama. d. Konsultan Pengawas diwajibkan mengadakan : 1. Buku Harian yang memuat antara lain : Segala kegiatan yang bersangkutan pada hari tersebut. Catatan dan instruksi-instruksi, teguran-teguran dan sebagainya yang telah dikeluarkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas, Konsultan Pengawas. situasi umum mengenai pembangunan. Memeriksa laporan harian Pemborong (dengan pengecekan langsung) Memeriksa laporan mingguan dan lain-lain. Menyusun notulen rapat lapangan (site meeting). Tugas-tugas lainnya yang sudah digariskan sebagai kewajiban Konsultan Pengawas sesuai peraturan yang ada dan berlaku untuk pengawasan pelaksanaan bangunan.

2. 3. 4. 5.

Pasal 21 :

RAPAT-RAPAT a. Minimal setiap minggu, ditempat pekerjaan diadakan Rapat Lapangan (Site Meeting) yang dipimpin oleh Konsultan Pengawas dalam hal ini koordinator pengawas. Pokok-pokok yang dibicarakan dalam rapat ini antara lain : 1. Kemajuan pekerjaan (progress report) dan hal-hal yang tercantum dalam laporan mingguan. 2. Soal-soal administratif. 3. Soal-soal teknis (penjelasan gambar-gambar, instruksi-instruksi Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas). 4. Koordinasi dan pengarahan pekerjaan. Dari setiap site meeting, Konsultan Pengawas akan menyusun risalah (notulen) yang ditanda tangani oleh ketiga unsur yang hadir : Pemberi Tugas, Konsultan Pengawas dan Pemborong. Setiap risalah Site Meeting akan berisi :

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

Daftar hadir (nama-nama yang hadir dalam rapat). Pengesahan risalah Site Meeting yang lalu. Hal-hal yang muncul akibat dari Site Meeting yang lalu. Posisi prestasi fisik dihubungkan dengan program (progress schedule dan net work diagram). Tenaga kerja, peralatan dan bahan-bahan bangunan dihubungkan dengan skema pengadaan bahan. Hambatan-hambatan yang dialami Pemborong dan bagaimana rencana Pemborong menanggulanginya serta follow up dari instruksi-instruksi minggu yang lalu. Masalah sub Kontraktor, leveransir dan pihak ketiga lainnya. Informasi yang diperlukan baik oleh Pemborong maupun Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Instruksi-instruksi baru dari Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas Hal-hal lain, serta petunjuk-petunjuk Konsultan Pengawas kepada Pemborong yang wajib diturutinya untuk minggu yang akan datang. Notulen ini setiap minggu dikirim langsung kepada Pemberi Tugas untuk diteliti kembali. b. Secara berkala, dalam waktu 1 (satu) kali sebulan atau setiap dianggap perlu oleh Pemberi Tugas akan diadakan Rapat Koordinasi yang dipimpin oleh Pemberi Tugas, dikoordinir oleh Konsultan Pengawas dan dihadiri oleh unsur Pemberi Tugas, Konsultan Pengawas & Pemborong. Semua masalah akan dibahas dalam rapat ini.

Pasal 22 :

BAGAN KEMAJUAN PEKERJAAN DAN LAIN-LAIN. Satu minggu setelah dinyatakan sebagai pemenang lelang, Pemborong harus telah siap dengan Bagan Skema Kemajuan Pekerjaan (Progess Schedule) sesuai dengan batas waktu maksimal yang telah ditetapkan dalam Pasal 25.1.

2. Bagan tersebut disusun secara konvensional (barchart) dan dengan Net Work Planning.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

Didalam bagan kemajuan pekerjaan ini ditentukan besarnya (volume) masing-masing pekerjaan serta tenaga (hari) yang diperlukan.3.

4. Dalam progress schedule harus tergambar garis curve, gambaran mengenai nilai dan harga pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan volume dan harga penawaran serta schedule yang dibuat oleh pemborong. 5. Pemborong harus menyusun Bagan Pengerahan Tenaga, Bagan Penyediaan Bahan, dan cash flow yang diperlukan. Bagan-bagan tersebut harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dan disahkan bersama Pemberi Tugas, Konsultan Pengawas dan Pemborong.6.

7. Kelalaian dalam memasukkan bagan-bagan yang dimaksud dapat menyebabkan ditundanya permulaan pekerjaan. 8. Akibat dari penundaan ini menjadi tanggung jawab Pemborong sepenuhnya. 9. Pemborong wajib melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai dengan patokan waktu yang telah disetujui bersama didalam menyusun bagan kemajuan pekerjaan. 10. Demikian juga dengan pengerahan buruh dan bahan harus sesuai dengan personalia dan bahan yang ada. Jika terjadi penyimpangan-penyimpangan maka pemborong wajib merevisi Net Work Diagram yang lama, dan atau membuat net work diagram untuk bagian-bagian pekerjaan tertentu yang diminta oleh Pemberi Tugas maupun oleh Konsultan Pengawas.11.

Pasal 23 :

RESIKO UPAH DAN HARGA/ TUNTUTAN (CLAIM) Didalam pelaksanaan pekerjaan ini fluktuasi besarnya upah/harga bahan yang terjadi selama masa pembangunan menjadi resiko Pemborong sendiri sepenuhnya, kecuali jika ada peraturan/ketetapan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dalam bidang moneter.

Pasal 24 :

ASURANSI 1. Semua resiko yang diakibatkan oleh keadaan force majeure, seperti kebakaran, gempa bumi, petir, banjir, huru hara, ledakan dan

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

sebagainya yang mengakibatkan kerugian pada pekerjaan atau bahan-bahan dan peralatan yang berada ditempat pekerjaan dan masih dalam pemesanan Pemborong adalah menjadi resiko Pemborong. 2. Dua minggu setelah pelulusan pekerjaan, Pemborong atas biayanya sendiri telah mempertanggungkan resiko tersebut kepada Maskapai Asuransi yang disetujui oleh Pemberi Tugas. 3. Jenis Asuransi adalah Construction All Risk Insurance. 4. Surat polis tersebut harus atas nama Pemberi Tugas dan bersama-sama dengan kwitansi dan premi yang telah dibayar Pemborong harus diserahkan kepada Pemberi Tugas. 5. Kerusakan ataupun kerugian-kerugian akibat kejadian tersebut harus segera diperbaiki dan dikembalikan dalam keadaan semula. Pasal 25 : JANGKA WAKTU PENYELESIAN PEKERJAAN Jangka waktu maksimal penyelesaian pekerjaan keseluruhan adalah 100 (seratus) hari kalender terhitung sejak tanggal dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK). Pasal 26 : PERMULAAN PEKERJAAN Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah surat perintah kerja diberikan, Pemborong telah mulai dengan pekerjaan pembangunan fisik dalam arti kata yang nyata. Untuk itu syarat-syarat yang diwajibkan agar dapat dimulainya pekerjaan harus dipenuhi terlebih dahulu. Pasal 27 : KELAMBATAN DAN PERPANJANGAN WAKTU Kelalaian pemborong atau Pemborong bawahan didalam melaksanakan pekerjaan, memperbaiki kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh kesalahan Pemborong, tidak akan merupakan alasan untuk memintakan klaim perpanjangan waktu.1.

Untuk kelambatan akibat tindakan Pemberi Tugas atau Konsultan Pengawas keadaan kahar (force majeure) tersebut dapat dipertimbangkan untuk perpanjangan waktu setelah dinilai dengan seksama oleh Pemberi Tugas, Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas atas permintaan tertulis dari Pemborong.2.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

Permohonan perpanjangan waktu tersebut harus diajukan secara tertulis oleh Pemborong selambat-lambatnya hari kerja 1 (satu) hari sebelum berakhirnya jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.3.

4. Pada peristiwa dihentikannya suatu bagian/keseluruhan pekerjaan oleh Pemberi Tugas akibat kelalaian Pemborong, untuk peristiwa sedemikian tidak merupakan alasan bagi Pemborong untuk meng-claim perpanjangan waktu. Pasal 28 : PENYERAHAN PEKERJAAN1. Penyerahan

pertama pekerjaan dalam keadaan 100% selesai harus dilaksanakan selambat-lambatnya pada jangka waktu yang ditetapkan pada Pasal 25 (jangka waktu pelaksanaan) 2. Perpanjangan waktu penyerahan hanya dapat diterima jika alasan-alasan tersebut sesuai dengan alasan-alasan yang dipergunakan dan tertulis dalam RKS.3. Rencana

dan tanggal penyerahan pertama harus diajukan kepada Pemberi Tugas, selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum tanggal yang dimaksudkan, dimana Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas akan mengadakan pemeriksaan seksama atas hasil keseluruhan. 4. Hasil pemeriksaan ini akan disampaikan kepada Pemborong. 5. Sebelum penyerahan pertama, pemeriksaan dapat diadakan terlebih dahulu satu kali. 6. Pada saat-saat pemeriksaan maupun penyerahan dibuatkan Berita Acara. 7. Keadaan yang dapat digunakan sebagai alasan dalam mengajukan permohonan perpanjangan waktu penyelesaian atau pengunduran waktu penyerahan adalah keadaan kahar (force mejeure). 8. Keadaan kahar (force majeure) yang dimaksud dalam ayat d adalah : - Banjir yang berpengaruh langsung pada pekerjaan pembangunan. - Hujan terus menerus dari hari kehari, yang menghambat pengerjaan bagian pekerjaan tertentu. - Kebakaran didalam proyek.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

- Demonstrasi dan pemogokan yang langsung mempengaruhi jalannya pekerjaan. - Ledakan, dan lain-lain menurut pertimbangan Pemberi Tugas dapat diterima.

Pasal 29 :

JANGKA WAKTU PEMELIHARAAN Selama waktu pemeliharaan terhitung mulai tanggal penyerahan pertama, Pemborong wajib menyelesaikan semua kekurangan-kekurangan akibat pelaksanaan maupun bahan-bahan dibawah mutu,atas tegoran pertama dari Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas.1.

2. Bilamana Pemborong dalam jangka waktu disebutkan dalan Surat Tegoran tersebut tidak melaksanakan yang dimaksud, maka Pemberi Tugas berhak untuk melakukan atau menyuruh melakukan perbaikan tersebut kepada pihak yang lain atas biaya Pemborong. 3. Setelah jangka waktu pemeliharaan ini dilampaui dan dapat diterima Pemberi Tugas dan oleh Pemberi Tugas akan dinyatakan secara tertulis kepada Pemborong untuk selanjutnya diadakan penyerahan kedua. Jangka waktu pemeliharaan 100 (seratus) hari kalender terhitung sejak mulai ditanda-tanganinya Penyerahan Pertama.4.

Pasal 30 :

DENDA-DENDA 1. Denda kelambatan Bila mana jangka waktu penyerahan pertama dilampaui, maka kepada Pemborong akan dikenakan denda yang besarnya adalah 1 %. (Perseribu) untuk setiap hari kelambatan sampai maksimal 5% dari nilai kontrak. 2. Denda lain Untuk setiap kelalaian dalam menepati peraturan-peraturan dalam RKS ini dimana tegoran-tegoran dan perintah-perintah yang terjadi karenanya, setelah kepada Pemborong diberikan peringatan tertulis untuk kedua kalinya tidak dipatuhi,maka kepadanya akan diberi

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

peringatan ketiga dan seterusnya yang diikuti dengan denda yang besarnya Rp 1000.000,- untuk setiap kasus peringatan. Kejadian-kejadian ini akan dicatat dalam Laporan Harian dan Mingguan. 3. S a n k s i Apabila atas kesalahan sendiri Pemborong lalai dalam memulai pekerjaan dalam waktu yang telah ditetapkan dalam Pasal 25 (jangka waktu pelaksanaan) atau tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan bagan kemajuan pekerjaan yang telah ditetapkan termaksud dalam Pasal 22 atau tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu termaksud dalam Pasal 25. Pemberi Tugas dapat membatalkan perjanjian pemborongan dan menyerahkan pekerjaan kepada pihak lain. Pemborong tetap dikenakan denda seperti pada ayat a dan b diatas. Pasal 31 : PEKERJAAN TAMBAH DAN PEKERJAAN KURANG 1. Pelaksanaan pekerjaan tambah dan pekerjaan kurang baru dapat dilaksanakan oleh Pemborong setelah diberikan ijin/persetujuan tertulis dari Pemberi Tugas melalui Konsultan Pengawas, paling lambat 20 (dua puluh) hari sebelum selesai jangka waktu pelaksanaan dan besarnya maksimal 10% dari nilai kontrak. 2. Sebagai syarat untuk mendapatkan ijin tertulis dari Pemberi Tugas, Pemborong diwajibkan untuk segera mengajukan perhitungan biaya, (tambah/kurang) yang timbul dalam pelaksanaan pekerjaan tambah/perubahan pekerjaan yang di perintahkan kepadanya. Perhitungan pekerjaan tambah atau kurang didasarkan atas jumlah Harga Material dan Biaya Jasa, satuan upah dan bahan yang tercantum dan yang dilampirkan Pemborong dalam Dokumen Kontrak Pemborongan /Penawarannya. Oleh Konsultan Perencana & Konsultan Pengawas perhitungan-perhitungan pekerjaan tambah atau kurang ini akan diteliti, dikoreksi dan akan ditanggapi berupa laporan terperinci yang akan disampaikan kepada Pemberi Tugas. 3. Tidak akan dilakukan perhitungan ulang kembali atas jumlah satuan yang dihitung Pemborong; dengan demikian perhitungan pekerjaan tambah/kurang ialah bagian pekerjaan atau suatu pekerjaan yang lain dari lingkup yang dimaksud didalam RKS dan gambar-gambar. Pasal 32 : ALAT KERJA

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

1. Semua alat kerja untuk pelaksanaan pekerjaan harus disediakan, dimobilisasi dan digunakan oleh Pemborong sesuai kebutuhan lingkup jenis masing-masing pekerjaannya.2.

Tidak tersedianya alat kerja dapat mengakibatkan dihentikannya pekerjaan oleh Pemberi Tugas/Konsultan Pengawas dan tidak dapat dijadikan alasan oleh Pemborong sebagai keterlambatan pekerjaan.

Pasal 33 :

PERIJINAN 1. Pengurusan untuk setiap perijinan-perijinan yang ada dan diperlukan baik untuk melaksanakan pekerjaan maupun untuk memenuhi persyaratan-persyaratan instalasi harus dilakukan oleh Pemborong atas tanggungan dan biaya Pemborong, Pemberi Tugas dapat membantu pengadaan surat menyurat/administrasi. Semua pemeriksaan, pengujian dan lain-lain beserta keterangan resminya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan instalasi ini harus dilakukan dan dilaksanakan oleh Pemborong atas tanggungan dan biaya Pemborong. Pemborong harus bertanggung jawab atas penggunaan alat-alat yang dipatenkan atas kemungkinan timbulnya ganti rugi dan biaya-biaya yang diperlukan untuk ini. Pemborong harus menyerahkan semua surat-surat Perjanjian atau keterangan resmi dari pihak yang berwajib yang diperolehnya mengenai instalasi proyek ini kepada Pemberi Tugas.

2.

3.

4.

Pasal 34 :

PEMERIKSAAN DAN PENGETESAN Adalah ketentuan dari kontrak ini bahwa Pemborong harus melaksanakan seluruh pekerjaan mengikuti dan sesuai dengan spesifikasi gambar-gambar dan instruksi tertulis dari Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas dan ketentuan lainnya didalam proyek. Semua bahan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan tersebut diatas dan atas proses persetujuan Konsultan Pengawas. Untuk jenis bahan tertentu harus disertai pengetesan dan/atau peryataan (Sertifikat/klasifikasi) dari instansi berwenang atau yang ditunjuk oleh Konsultan Pengawas untuk kebutuhan tersebut. Konsultan Pengawas berwenang menginstruksikan kepada Pemborong untuk mengeluarkan setiap bahan-bahan yang tidak memenuhi syarat keluar dari lapangan.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

Konsultan Pengawas berwenang memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Pemborong pada setiap waktu. Kekeliruan-kekeliruan yang luput dari pengawasan Konsultan Pengawas atas pekerjaan yang dilakukan oleh pemborong, tidak berarti Pemborong bebas dari tanggung jawabnya untuk diselesaikannya pekerjaan sesuai dokumen Kontrak Pemborongan. Pemborong bertanggung jawab dan harus memperbaiki dan apabila perlu, membongkar pekerjaan-pekerjaan yang telah dilaksanakan yang tidak sesuai ketentuan didalam kontrak. Biaya-biaya yang diperlukan untuk pengetesan bahan, pengeluaran bahan-bahan yang tidak memenuhi syarat-syarat keluar lapangan dan perbaikan atau pembongkaran pekerjaan-pekerjaan yang tidak memenuhi syarat merupakan tanggung jawab Pemborong. Pasal 35 : PERATURAN PEMBAYARAN Pembayaran biaya pelaksanaan pekerjaan ini akan dilakukan secara berangsur-angsur sesuai dengan kemajuan/prestasi pekerjaan. Perincian pembayaran ini akan diatur dan dituangkan dalam Surat Perjanjian Pemborongan. Pasal 36 : PENUNDAAN PEMBAYARAN Pembayaran angsuran akan ditangguhkan bilamana : a. b. Kesalahan pelaksana, hasil yang kurang memuaskan, kerusakan-kerusakan yang tidak atau belum diperbaiki. Keraguan Konsultan Pengawas atas tidak seimbangnya antara pembayaran sisa dengan besar pekerjaan yang masih harus dikerjakan. Kegagalan Pemborong dalam menyelesaikan urusan- urusannya dengan Pemborong Bawahan, Leverensir bahan-bahan bangunan maupun buruh. Belum memenuhi ketentuan Administrasi. Belum ada yang menyelesaikan dalam perhitungan biaya pekerjaan tambah/pekerjaan yang terjadi pada angsuran tersebut. Belum menyerahkan gambar-gambar revisi.

c.

d. e. f.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

Bilamana hal-hal tersebut diatas tidak ada atau sudah diselesaikan maka pembayaran angsuran dapat dilakukan. Pasal 37 : KOMUNIKASI DENGAN KONSULTAN PENGAWAS DAN PEMBERI TUGAS Untuk menghindari terlambatnya pekerjaan dan menghindari kekeliruan dalam menanggapi gambar dan spesifikasi/RKS Pemborong wajib mengadakan komunikasi (tertulis dan lisan) sesering mungkin dengan Pemberi Tugas maupun Konsultan Pengawas dengan memilih jalur paling cepat. Oleh sebab itu hal-hal atau masalah yang timbul akibat kurangnya komunikasi atau terlambatnya komunikasi dari pihak Pemborong adalah menjadi resiko Pemborong sepenuhnya. Pasal 38 : PENAWARAN YANG DIMINTA a. b. Penawaran yang diminta adalah sesuai dengan yang dimaksud dalan RKS dan gambar-gambar seluruhnya. Didalam penawaran ini tidak diadakan koreksi perhitungan kembali atas jumlah harga material dan biaya jasa maupun terhadap kesalahan-kesalahan penjumlahan yang diajukan Pemborong. Hal-hal tersebut adalah menjadi resiko dan tanggung jawab Pemborong. Demikian juga halnya dengan item-item pekerjaan yang lupa di masukkan dalam penawaran. Lampiran-lampiran harga material dan biaya jasa, daftar harga bahan dan upah serta analisanya dari beberapa jenis pekerjaan dimaksudkan untuk perhitungan pekerjaan tambah atau pekerjaan kurang. Jika terdapat perbedaan-perbedaan yang tidak wajar antara Harga Material dan Biaya Jasa dalam penawaran dengan daftar harga material dan biaya jasa maka Pemberi Tugas akan memilih perhitungan yang menguntungkan bagi Pemberi Tugas dan masih dalam batas 10% dari OE (Owner Estimate).

c.

d.

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

LAMPIRANA. BENTUK SURAT PENAWARAN (Dok. Administrasi & Teknis)

KOP PERUSAHAANNomor Lampiran : : ..,.2009

Kepada Yth. di Perihal : Penawaran Pelelangan (nama pekerjaan)

Sehubungan dengan undangan pelelangan nomor : .. tanggal.. 2009 setelah kami mempelajari dengan saksama dokumen lelang termasuk berita acara penjelasan dan adendumnya, dengan ini kami mengajukan penawaran untuk ............................................ (nama pekerjaan). Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama .......... (....................) hari kalender sesuai dengan yang tercantum dalam surat perintah mulai kerja. Penawaran ini berlaku selama .............. (..................) hari kalender sejak pembukaan penawaran. Kami akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam dokumen lelang. Penawar, Materai, tanggal, tanda tangan dan cap perusahaan

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

....... Jabatan

B.

BENTUK SURAT PENAWARAN (Dok. Usulan Biaya)

KOP PERUSAHAANNomor Lampiran : : ..,.2009

Kepada Yth. di Perihal : Penawaran Pelelangan (nama pekerjaan)

Sehubungan dengan undangan pelelangan nomor : .. tanggal.. 2009 setelah kami mempelajari dengan saksama dokumen lelang termasuk berita acara penjelasan dan adendumnya, dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan Jakarta, sebesar Rp.. (...). Demikian kami sampaikan dengan penuh tanggung jawab.

Penawar Materai, tanggal, tanda tangan dan cap perusahaan

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

....... Jabatan

RENOVASI INTERIOR LT 5 (LANTAI DIREKSI) KANTOR PT. TASPEN (Persero)

C.

BENTUK SURAT KUASA

KOP PERUSAHAANSURAT KUASA Nomor : .. Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Jabatan : Direktur Utama / Direktur PT. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta Notaris .. diNo..tanggal.beserta perubahannya yang berkedudukan di (alamat perusahaan) yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa. Memberi kuasa kepada : Nama : . Jabatan : . Yang diangkat berdasarkan Akta Notaris .di.No. tanggal..beserta perubahannya yang berkedudukan di . (alamat perusahaan). yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa. Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa diberi wewenang untuk menandatangani surat penawaran pekerjaan..beserta lampirannya. Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain. ,200 Pemberi KuasaMaterai Rp. 6.000,bertanggal, tandatangan, cap perusahaan

Penerima Kuasa

(nama dan jabatan)

(nama dan jabatan)