bipolar i.docx

Download BIPOLAR I.docx

Post on 06-Nov-2015

213 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BIPOLAR II. PENDAHULUANGangguan Bipolar atau manic-depressive illness (MDI) merupakan salah satu gangguan jiwa tersering yang berat dan persisten. Gangguan Bipolar ditandai dengan suatu periode depresi yang dalam dan lama, serta dapat beruabah menjadi suatu periode yang meningkat secara cepat dan/atau dapat menumbulkan amarah yang dikela sebagai mania. Gejala-gejala mania meliputi kurang tidur, nada suara tinggi, peningkatan libido, perilaku yang cenderung kacau tanpa memertimbangkan konsekuensinya, dan gangguan pikiran berat yang mungkin/tidak termasuk psikosis. Diantara kedua periode tersebut, penderita gangguan Bipolar memasuki yang baik dan dapat hidup secara produktif. Gangguan Bipolar merupakan gangguan yang lama dan jangka panjang. Gangguan Bipolar mendasari suatu spectrum dari gangguan mood/suasana perasaan meliputi Bipolar I (BP I), Bipolar II (BP II), Siklotimia (periode manic dan depressif yang bergantian /naik-turun), dan depresi yang hebat.(1)Gangguan Bipolar dikenal juga dengan gangguan manic depresi yaitu gangguan pada fungsi otak yang menyebabkan perubahan yang tidak biasa pada suasana perasaan dan proses berpikir. Disebut Bipolar karena penyakit kejiwaan ini didominasi adanya fluktuasi periodic dua kutub, yakni kondisi manic (bergairah tinggi yang tak terkendali) dan depresi.(2)Pada gangguan mood Bipolar I, penderita tidak hanya mengalami depresi , tetapi pada suatu saat akan mengalami episode manic, sedangkan pada Bipolar II, tidak ada episode manic, hanya hipomanik (tidak separah manik) dan yang selalu ada adalah episode depresi. Cukup sulit untuk membedakan antara manik dan hipomanik, tetapi dapat dikatakan situasi manik jauh lebih parah dibanding hipomanik.(3)Penyakit manik depresi biasanya diawali oleh depresi yang meliputi setidaknya 1 episode manik dalam perjalanan penyakitnya. Episode depresi berlangsung selama 3-6 bulan. Pada bentuk penyakit yang paling berat (kelainan Bipolar I), depresi diselingi oleh mania yang berat. Pada bentuk yang tidak terlalu berat (kelainan Bipolar II), episode depresi yang singkat diselingi hipomanik.(4)II. INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGIDi dunia, tingkat prevalensi gangguan Bipolar sebagai gangguan yang lama dan menetap sebesar 0,3 1,5 %. Di Amerika Serikat tingkat prevalensi ini dapat mencapai 1 6 %, dimana dua jenis gangguan Bipolar ini berbeda pada populasi dewasa, yaitu sekitar 0,8 % populasi mengalami BP I dan 0,5 % populasi mengalami BP II. Morbiditas dan mortalitas dari gangguan Bipolar sangat signifikan. Banyaknya angka kehilangan pekerjaan, kerugian yang ditimbulan sebagai akibat dari gangguan tingkat produktivitas yang disebabkan gangguan ini di Amerika Serikat sepanjang periode awal tahun 1990an diperkirakan sebesar US$ 15,5 milyar. Perkiraan lainnnya sekitar 25-50 % individu dengan gangguan Bipolar melakukan percobaan bunuh diri dan 11 % benar-benar tewas karena bunuh diri.(1)Sedangkan jumlah yang menderita gangguan ini di Indonesia, tidak diketahui dengan pasti. Sekitar 10%, individu dengan gangguan depresi mayor biasanya akan mengalami episode manik atau hipomanik pada perkembangan penyakitnya. Onset usia yang muda, ditemukannya gejala-gejala psikotik (menyerupai skizofrenia), dan ditemukannya episode depresi berulang merupakan faktor risiko munculnya gangguan Bipolar.Menurut perkiraan, rata-rata angka morbiditas dari pasien yang tidak diterapi adalah 14 tahun dimana akan muncul kondisi hilangnya produktifitas dan gangguan dalam fungsi hidup sehari-hari. Dijumpai perilaku bunuh diri pada 10 hingga 20 persen pasien. Gangguan ini umumnya muncul pada awal usia 20 tahunan walaupun variasinya luas.(5)III. ETIOLOGIPenyakit ini diyakini sebagai penyakit keturunan, meskipu kelainan genetik pasti masih belum diketahui.(4)Faktor Resiko1. RasTidak ada kelompok ras tertentu yang memilik predileksi kecenreungan terjadinya gangguan ini. Namun, berdasarkan sejarah kejadian yang ada, para klinisi menyatakan bahwa kecenderungan tersering dari gangguan ini terjadi pada populasi Afrika-Amerika.2. Jenis kelaminAngka kejadian dari BP I, asma pada kedua jenis kelamin, namun Rapidcycling Bipolar Disorder (gangguan dengan 4 atau lebih episode dalam setahun) lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Insiden BP II lebih sering pada wanita daripada pria.3. UsiaUsia individu yang mengalami gangguan Bipolar ini bervariasi cukup besar. Rentang usia dari keduanya, BP I dan BP II adalah antara anak-anak hingga 50 tahun, dengan perkiraan rata-rata usia 21 tahun. Kasus ini terbanyak pada usia 15-19 tahun dan rentang usia terbanyak kedua adalah pada usia 20-24 tahun. Sebagian penderita yang didiagnosa dengan depresi hebat berulang mungkin saja juga mengalami gangguan Bipolar dan baru berkembang mengalami episode manik yang pertama saat usia mereka lebih dari 50 tahun. Mereka mungkin memiliki riwayat keluarga yang juga menderita gangguan Bipolar. Sebagian besar menderita dengan onset manik pada usia lebih dari 50 6tahun harus dilakukan penelusuran terhadap adanya gangguan neurologis seperti penyakit serebrovaskuler. Gangguan Bipolar juga dipengaruh oleh beberapa faktor meliputi genetik dan lingkungan.4. GenetikGangguan Bipolar terutama BP I, memiliki komponen genetik utama. Bukti yang mengindikasikan adanya peran dari faktor genetik dari gangguan Bipolar terdapat beberapa bentuk, antara lain:- Perlu digaris bawahi keturunan dari orang tua yang menderita gangguan Bipolar memiliki kemungkinan 50 % menderita gangguan psikiatrik lain. Secara genetik, diketahui bahwa pasien dengan gangguan Bipolar tipe I, 80-90% di antaranya memiliki keluarga dengan gangguan depresi atau gangguan Bipolar juga (yang mana 10-20 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang ditemukan pada populasi umum).- Penelitian pada orang yang kembar menunjukkan adanya hubungan 33-90 % menderita BP I dari saudara kembar yang identik. Anak kembar yang berasal dari satu telur memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita gangguan yang serupa dibandingkan anak kembar yang berasal dari dua telur, jika anak kembar tersebut dibesarkan di lingkungan yang berbeda. Rata-rata tingkat kemungkinan pasangan kembar menderita gangguan yang sama berkisar 60-70%.- Penelitian pada keluarga adopsi, membuktikan bahwa lingkungan umum bukan satu-satunya faktor yang membuat gangguan Bipolar terjadi dalam keluarga. Anak dengan hubungan bilogis pada orang tua yang menderita BP I atau gangguan depresif hebat memiliki resiko lebih tinggi dari perkembangan gangguan afektif, bahkan meskipun mereka bertempat tinggal dan dibesarkan oleh orangtua yang mengadopsi dan tidak menderita gangguan.(5)5. Lingkungan- Faktor psikososial yang diketahui sering memicu timbulnya gangguan mood ini, di antaranya tekanan lingkungan sosial, gangguan tidur, atau kejadian traumatis lainnya.

- Pada beberapa kejadian, suatu siklus hidup mungkin berkaitan langsung dengan stress eksternal dan tekanan eksternal yang dapat memperburuk berulangnya gangguan pada beberapa kasus yang memang sudah memiliki predisposisi genetik atau kimiawi.

- Kehamilan merupakan stres tertentu bagi wanita dengan riwayat MDI dan meningkatkan kemungkinan psikosis postpartum. Contoh lain, oleh karena sifat pekerjaan, beberapa orang memiliki periode permintaan yang tinggi diikuti periode kebutuhan yang sedikit. Hal ini didapat pada seorang petani, dimana ia akan sangat sibuk pada musim semi, panas, dan gugur, namun selama musim dingin akan relative inaktif kecuali membersihkan salju, sehingga akan nampak manik pda hampir sepanjang tahun dan tenang selama musim dingin. Hal ini menunjukkan lingkungan juga dapat berpengaruh terhadap keadaan psikiatri seseorang.(1,5)

IV. Gambaran KlinisTerdapat dua pola dasar pada gangguan mood, satu untuk depresi dan satu untuk mania.1. Episode depresifSuatu mood depesi dan hilangnya minat atau kesenangan merupakan gejala utama dari deprsi. Pasien mengatakan bahwa mereka merasa murung, putus asa, dalam kesedihan, atau tidak berguna. Bagi pasien mood depresi seringkali memiliki kualitas yang terpisah yang membedakannya dari emosi normal dan kesedihan atau dukacita. Pasien sering kali menggambarkan gejala depresi sebagai suatu rasa nyeri emosional yang menderita sekali. Pasien terdepresi kadang-kadang mengeluh tidak dapat menangis, suatu gejala yang hilang saat mereka membaik.Hampir semua pasien terdepresi (97%) mengeluh adanya penurunan energi yang menyebabkan kesulitan dalam menyelesaikan tugas, sekolah dan pekerjaan, dan penurunan motivasi untuk mengambil proyek baru. Pasien juga mengeluh susah tidur, terbangun pad amalam hari, selama mereka merenungkan masalahnya.(7)Fase depresi:- Perasaan murung atau sedih- Mudah menangis- Minat dan kegembiraan hilang- Kelelahan- Nafsu makan terganggu- Gangguan tidur (insomnia/hipersomnia)- Putus asa- Pesimis- Sulit konsentrasi- Berat badan naik/turun secara bermakna- Merasa bersalah- Sering berpikir untuk bunuh diri.(9)2. Episode manicSuatu mood yang meningkat, meluap-luap, atau lekas marah merupakan tanda dari episode manik. Selain itu mood pasien mudah tersinggung , khususnya jika rencana pasien yang sangat ambisisus terancam. Sering kali seorang pasien menunjukkan perubahan mood yang utama dari euphoria awal pada sebuah perjalanan penyakit menjadi lekas marah dikemudian waktu.(7)Fase manik: Rasa haraga diri yang tinggi secara berlebihan. Ia merasa dirinya paling hebat dan dapat melakukan apa saja. Selalu gembira secara berlebihan Gangguan tidur. Pasien biasanaya hanya butuk waktu 3-4 jam untuk tidur tapi tidak merasa kelelahan. Bicara cepat, kata-kata dan idenya banyak secara berlebihan. Perhatian gampang teralihAktivitasnya berlebihan Nafsu seksual yang meninggi.(7)

V. DIAGNOSISGangguan Bipolar memiliki dua kutub yaitu manik dan depresi. Dari situ pulalah nama Bipolar berasal. Berdasarkan pedoman penggolongan dan diagnosis gangguan jiwa (PPDGJ) III, gangguan ini bersifat episode berulang yang menunjukkan suasana perasaan pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu, dan gangguan in