binus library · web view puluh juta rupiah) 5 % ( lima persen) di atas rp 50.000.000,00 (lima...

Click here to load reader

Post on 05-Mar-2021

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

56

55

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Teori-Teori Dasar/Umum

Pada sub-bab ini akan dijelaskan teori-teori dasar/umum yang digunakan, yaitu:

2.1.1 Sistem Informasi

2.1.1.1 Pengertian Sistem

Considine, Parkes, Olesen, Blount, dan Speer (2012 : 10) mendefinisikan bahwa, “Sistem sebagai sesuatu yang memerlukan input, menggunakan seperangkat aturan atau proses untuk input dan menghasilkan output.”

Satzinger, Jackson, dan Burd (2005 : 6) mengatakan bahwa, “Sistem adalah suatu kumpulan dari komponen-komponen yang saling berhubungan yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai suatu hasil.”

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah suatu kumpulan komponen-komponen yang saling berhubungan, yang memerlukan aturan dan input untuk menghasilkan suatu hasil atau output.

2.1.1.2 Pengertian Informasi

Rainer, Prince, dan Cegielski (2015 : 12) mengungkapkan bahwa, “Informasi mengacu pada data yang telah disusun sehingga data-data tersebut dapat memiliki makna dan nilai bagi penerimanya.”

Dull, Gelinas, danWheeler (2012 : 17) menyatakan bahwa, “Informasi adalah data yang disajikan dalam suatu bentuk yang bermanfaat dalam aktivitas pengambilan keputusan.”

Jadi, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah disusun dan disajikan dalam bentuk yang bermanfaat sehingga dapat memiliki makna bagi penerimanya dalam aktivitas pengambilan keputusan.

2.1.1.3 Kualitas Informasi

Menurut Dull, Gelinas, dan Wheeler (2012 : 17) untuk memberikan output yang bermanfaat untuk membantu manajer dan pengguna informasi yang lainnya, sebuah sistem informasi harus mengumpulkan data dan mengubahnya menjadi informasi yang memiliki kualitas yang penting. Kualitas dari informasi diantaranya adalah:

· Understandability

Memungkinkan pengguna untuk melihat pentingnya informasi. Dinilai dari sudut pandang pengguna, informasi yang dimengerti disajikan dalam bentuk yang memungkinkan penerapannya oleh pengguna dalam situasi pengambilan keputusan yang dihadapi.

· Relevance

Informasi memiliki relevansi jika mampu membuat perbedaan dalam situasi pengambilan keputusan dengan mengurangi ketidakpastian atau meningkatkan pengetahuan untuk keputusan tertentu.

· Timeliness

Informasi yang tersedia untuk pembuat keputusan sebelum kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi keputusan. Kurangnya ketepatan waktu dapat membuat informasi yang tidak relevan.

· Predictive value and feedback value

Meningkatkan kapasitas pembuat keputusan untuk memprediksi, memastikan, atau memperbaiki harapan sebelumnya. Informasi dapat memiliki kedua jenis nilai karena pengetahuan tentang hasil dari tindakan telah diambil umumnya akan meningkatkan kemampuan pembuat keputusan untuk memprediksi hasil dari tindakan masa depan yang serupa.

· Verifiability

Jika ada kesepakatan tingkat tinggi tentang informasi di antara pengukur independen dengan menggunakan metode pengukuran yang sama, maka informasi dapat diverifikasi.

· Neutrality

Informasi yang dihasilkan tidak berat sebelah atau memihak.

· Comparability

Merupakan kualitas dari informasi yang memnungkinkan pengguna untuk mengindentifikasi persamaan dan perbedaan dalam dua bagian informasi.

· Validity

Informasi mengenai kejadian dan objek yang aktual.

· Accuracy

Korespondensi atau kesepakatan antara informasi dan peristiwa aktual atau benda yang mewakili informasi.

· Completeness

Sejauh mana informasi yang mencakup data tentang setiap objek yang relevan atau peristiwa yang diperlukan untuk membuat keputusan.

2.1.1.4 Pengertian Sistem Informasi

Satzinger, Jackson, dan Burd (2005 : 7) mengatakan bahwa, “Sistem Informasi adalah suatu kumpulan dari komponen-komponen yang saling terhubung yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan memberikan hasil berupa informasi yang diperlukan untuk melengkapi tugas bisnis.”

Considine, Parkes, Olesen, Blount, dan Speer (2012 : 230) menyatakan bahwa, “Sistem Informasi merupakan kumpulan dari data, proses, penyimpanan, dan penghasil output, yang didukung oleh orang, proses, teknologi, perangkat keras, dan perangkat lunak, yang mendukung proses bisnis.”

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi adalah suatu kumpulan komponen-komponen yang terdiri dari data, proses, penyimpanan, teknologi, perangkat lunak, dan orang yang saling terhubung sehingga mengasilkan output berupa informasi yang diperlukan untuk mendukung proses bisnis.

2.1.2 Sistem Informasi Akuntansi

2.1.2.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Considine, Parkes, Olesen, Blount, dan Speer (2012 : 12) mengatakan bahwa, “Sistem Informasi Akuntansi adalah penerapan teknologi untuk menangkap, memverifikasi, menyimpan, memilah, dan melaporkan data terkait aktivitas perusahaan.”

Bodnar dan Hopwood (2010 : 1) menyatakan bahwa, “Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu kumpulan dari sumberdaya, seperti orang dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah hal-hal yang berhubungan dengan keuangan dan data lain menjadi informasi.”

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu kumpulan sumberdaya dan penerapan teknologi, yang dirancang untuk menangkap, memverifikasi, menyimpan, memilah, dan melaporkan data-data terkait aktivitas perusahaan.

2.1.2.2 Komponen-Komponen Studi Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Dull, Gelinas, dan Wheeler (2012 : 7), terdapat 10 elemen dalam studi sistem informasi akuntansi (SIA), diantaranya adalah:

1) Technology

Teknologi memberikan landasan dimana SIA dan operasi bisnis, serta pengetahuan teknologi sangat penting untuk pemahaman lengkap tentang disiplin SIA.

2) Databases

Untuk melakukan analisis, mempersiapkan informasi untuk pengambilan keputusan manajemen, dan untuk melakukan audit laporan keuangan perusahaan, seorang akuntan harus dapat mengakses dan menggunakan data dari database private dan database public.

3) Reporting

Untuk merancang laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi, akuntan harus tahu output apa yang dibutuhkan atau diinginkan.

4) Control

Mempertimbangkan seberapa banyak kesulitan untuk mengendalikan proses bisnis modern yang kompleks, Anda harus mengembangkan pemahaman tentang kendali yang yang khusus untuk situasi yang sedang dihadapi, namun dapat disesuaikan untuk masa depan.

5) Business Operation

Perusahaan terlibat dalam kegiatan atau operasi, seperti me rekrut karyawan, pembelian, persediaan, dan mengumpulkan uang dari pelanggan. SIA beroperasi sesuai dengan operasi bisnis tersebut. Banyak input SIA disusun oleh departemen operasi dan banyak SIA ouput yang digunakan untuk mengelola operasi ini. Oleh karena itu, kita harus menganalisis dan mengelola SIA sehubungan pekerjaan yang dilakukan oleh organisasi.

6) Events Processing

Ketika perusahaan melakukan operasi bisnis mereka, kejadian seperti, penjualan dan pembelian terjadi. Data mengenai kejadian-kejadian ini harus diperoleh dan dicatat untuk mencerminkan dan memonitor operasi bisnis. Kejadian tersebut memiliki aspek operasional dan SIA. Untuk merancang dan menggunakan SIA, seorang akuntan harus tahu data kejadian apa yang diproses dan bagaimana mereka diproses.

7) Management Decision Making

Informasi yang digunakan untuk mengambil keputusan harus disesuaikan dengan jenis keputusan yang dipertimbangkan. Selain itu, informasi tersebut lebih berguna jika mengakui gaya pribadi manajemen dan preferensi pengambil keputusan.

8) Systems Development and Operation

Sistem informasi yang memproses kegiatan bisnis dan memberikan informasi untuk pengambilan keputusan manajemen harus dirancang, dilaksanakan, dan dioperasikan secara efektif. Seorang akuntan sering berpartisipasi dalam proyek-proyek pembangunan sistem sebagai pengguna atau pemilik proses bisnis yang berkontribusi dalam permintaan untuk fungsi tertentu atau auditor meningkatkan kontrol untuk sistem baru. Memilih data untuk laporan, merancang laporan itu, dan mengkonfigurasi sistem perusahaan adalah contoh dari tugas pengembangan sistem yang dapat dilakukan oleh akuntan.

9) Communication

Untuk menyajikan hasil kerja keras mereka secara efektif, akuntan harus memiliki keterampilan komunikasi yang kuat secara lisan dan tertulis.

10) Accounting and Auditing Principles

Untuk merancang dan mengoperasikan sistem akuntansi, seorang akuntan harus mengetahui prosedur akuntansi yang tepat dan harus memahami audit dimana informasi akuntansi akan menjadi sasaran.

Menurut Hall (2011 : 9), Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari tiga subsistem utama, yaitu:

a) Transaction Processing System (TPS)

Mendukung operasi bisnis sehari-hari dengan berbagai laporan, dokumen, dan pesan untuk pengguna di dalam perusahaan.

b) General Ledger/Financial Reporting System (GL/FRS)

Menghasilkan laporan keuangan biasa, seperti laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, pengembalian pajak, dan laporan lainnya yang diperlukan oleh hukum.

c) Management Reporting System (MRS)

Menyediakan manajemen internal dengan laporan keuangan untuk tujuan khusus dan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan seperti anggaran, laporan varians, dan laporan tanggung jawab.

2.1.3 Pengendalian Internal

2.1.3.1 Definisi Pengendalian Internal

Menurut Boynton dan Johnson (2006 : 391), definisi pengendalian internal berdasarkan COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Tradeway Commission), yaitu suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan direksi perusahaan, manajemen, dan anggota lainnya, yang dirancang untuk memberikan jaminan yang pantas mengenai pencapaian tujuan dari kategori-kategori berikut