2019 - ppkl. · pdf file sebesar 214.092.521.000,- (dua ratus empat belas milyar sembilan...

Click here to load reader

Post on 15-Feb-2020

15 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

    KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA

    LAPORAN KINERJA 2019

  • Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

    2 2014 - 2019 | Laporan Kinerja

  • 012015 - 2019 | Laporan Kinerja

    Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

    Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga Laporan Kinerja (LKj) Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) Tahun 2019 selesai disusun. Laporan ini disusun dengan tujuan: 1) sebagai bahan evaluasi perencanaan dan kinerja program, 2) sebagai media dokumentasi pelaporan pelaksanaan kegiatan, 3) sebagai salah satu wujud transparansi dan pertanggungjawaban publik terhadap pelaksanaan program dan anggaran.

    Laporan ini menampilkan capaian untuk setiap Sasaran Kegiatan Ditjen PPKL yang terdiri dari 6 (enam) program dan 10 (sepuluh) Indikator Kinerja Kegiatan. Tahun 2019 merupakan tahun kelima dari pelaksanaan RPJMN 2015-2019 dan Rencana Strategis Ditjen PPKL 2015-2019. Kegiatan-kegiatan penyusunan Norma, Standar, Prosedur, Kriteria (NSPK), Pedoman/Panduan, Peraturan Menteri dan Kebijakan terkait Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan terus dilakukan agar terjadi peningkatan kinerja baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah daerah dan stakeholder lainnya.

    Kegiatan fasilitasi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan telah dilakukan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang meliputi: PROPER; penurunan beban pencemaran air dalam rangka pengelolaan DAS; pengendalian pencemaran pesisir dan laut; penurunan beban pencemaran udara; pembangunan alat pemantau kualitas air (ONLIMO), kualitas udara (AQMS) dan tinggi muka air tanah gambut (SiMATAG-0,4), Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus Dan Dalam Jaringan Bagi Usaha dan/Atau Kegiatan (SPARING), Pengembangan Sistem Pemantauan Emisi Industri Secara Otomatis, Kontinyu dan Terintegrasi (SISPEK); pemulihan lahan akses terbuka; pemulihan ekosistem lahan gambut; pemulihan kerusakan kawasan pesisir dan laut; serta pembinaan, pengawasan dan kemitraan. Kegiatan pendukung lainnya yang terus dikembangkan antara lain pengembangan Sistem Informasi Pelaporan Elektronik Lingkungan Hidup (SIMPEL) dan Sistem Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Berbasis Elektronik (E-Monev) untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan kegiatan, penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) serta pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.

    Penyusunan laporan kinerja merupakan bagian dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang meliputi perencanaan, perjanjian kinerja, pengukuran kinerja, pengelolaan data kinerja, pelaporan kinerja, reviu dan evaluasi kinerja, sesuai amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

    Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan ini disusun sebagai bentuk akuntabilitas yang dipercayakan atas penggunaan anggaran tahun 2019. Analisis atas capaian kinerja terhadap target kinerja ini akan digunakan sebagai umpan balik perbaikan dan peningkatan kinerja Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. Semoga Laporan Kinerja ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak yang membutuhkan.

    Jakarta, Januari 2020 Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

    M.R. Karliansyah

    KATA PENGANTAR

  • Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

    02 2015 - 2019 | Laporan Kinerja

    RINGKASAN EKSEKUTIF

    Laporan Kinerja (LKj) disusun sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan terhadap pelaksanaan program dan anggaran. Pelaporan kinerja adalah rangkaian dari sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2014. Laporan kinerja disusun berdasarkan Perjanjian Kinerja Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Tahun 2019.

    “ SASARAN Meningkatnya Kualitas Air

    SASARAN Meningkatnya Kualitas Tutupan Lahan

    SASARAN Menurunnya beban pencemaran dan tingkat kerusakan wilayah pesisir dan laut

    SASARAN Meningkatnya kualitas pengelolaan lahan gambut

    SASARAN Meningkatnya Kualitas Udara

    Selain itu terkait dengan sistem tatakelola pemerintahan yang baik, memiliki Sasaran Program terwujudnya reformasi tata kelola kepemerintahan yang baik di lingkungan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.

    Sasaran Program Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan mendukung Sasaran Strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam meningkatnya kualitas lingkungan hidup yang tercermin dalam Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebesar 66,5- 68,5 pada tahun 2019. Sasaran Strategis ini juga merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU1) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan mempunyai peran dalam meningkatkan kualitas udara, air, dan tutupan lahan. Sasaran Program Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan juga mendukung Sasaran Strategis untuk pelestarian keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta keberadaan sumberdaya alam sebagai sistem penyangga kehidupan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

    Perjanjian Kinerja Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan terdiri dari 5 (lima) Sasaran Program yang harus dicapai pada tahun 2019, yaitu:

  • 032015 - 2019 | Laporan Kinerja

    Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

    Indeks Kualitas Air

    Indeks Tutupan Lahan

    SAKIP Ditjen PPKL dengan nilai minimal 78,00 (A) di tahun 2019

    Indeks Kualitas Udara

    Persentase penurunan beban pencemaran dan tingkat kerusakan wilayah pesisir dan laut,

    TARGET

    17,5% Nilai Minimal

    78

    Luas lahan gambut terdegredasi yang dipulihkan pada areal penggunanya,

    TARGET

    1.500 Hektar

    TARGET5555 Minimal TARGET62

    62 MinimalTARGET84Minimal84

    Sasaran Program Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan memiliki Indikator Kinerja Program sebagai Indikator Kinerja Utama dan target yang harus dicapai, yaitu:

    Anggaran DIPA Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan tahun 2018 sebesar 214.092.521.000,- (dua ratus empat belas milyar sembilan puluh dua juta lima ratus dua puluh satu ribu rupiah) setelah dilakukan revisi anggaran menjadi Rp. 212.454.757.000,- (dua ratus dua belas milyar empat ratus lima puluh empat juta tujuh ratus lima puluh tujuh ribu rupiah). dengan realisasi sebesar Rp. 204.332.128.246,- (dua ratus empat milyar tiga ratus tiga puluh dua juta seratus dua puluh delapan ribu dua ratus empat puluh enam rupiah).

    Capaian kinerja Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada tahun 2019 mencapai 125,56%. Capaian penyerapan anggaran sebesar 97,81% dan efisiensi sebesar 1,28 serta efektivitas sebesar 1,16. Analisis atas capaian kinerja sasaran program dikaitkan dengan indikator kinerjanya dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

    04 2015 - 2019 | Laporan Kinerja

    Target Indikator Kinerja Program untuk sasaran meningkatnya kualitas udara pada tahun 2019 ini adalah Indeks Kualitas Udara (IKU) sebesar 84 sedangkan hasil penghitungan IKU nasional sebesar 86,56, sehingga capaian kinerjanya sebesar 103,05%. Bila dibandingkan dengan IKU tahun 2018 sebesar 84,74, maka terjadi peningkatan sebesar 1,82 poin.

    Capaian penyerapan anggarannya sebesar 99,92% dengan efisiensi sebesar 1,03 dan efektifitas sebesar 1,01. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas udara, antara lain:

    Target Indikator Kinerja Program untuk sasaran meningkatnya kualitas air pada tahun 2019 ini adalah Indeks Kualitas Air (IKA) sebesar 55,00, sedangkan hasil penghitungan IKA nasional sebesar 52,62, sehingga capaian kinerjanya sebesar 95,67%. Bila dibandingkan dengan IKU tahun 2018 sebesar 51,01, maka terjadi peningkatan sebesar 1,61 poin. Capaian penyerapan anggarannya sebesar 97,49% dengan efisiensi sebesar 0,98 dan efektivitas sebesar 1,01. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas air, antara lain :

    Target Indikator Kinerja Program untuk sasaran meningkatnya kualitas tutupan lahan pada tahun 2019 ini adalah Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) sebesar 62,00, sedangkan hasil penghitungan IKTL nasional sebesar 62,00, sehingga capaian kinerjanya sebesar 100,00%. Bila dibandingkan dengan IKTL tahun 2018 sebesar 61,03, maka terjadi kenaikan sebesar 0,97 poin. Capaian penyerapan anggarannya sebesar 97,70% dengan efisiensi sebesar 1,02 dan efektivitas sebesar 1,00. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas tutupan lahan, antara lain:

    Meningkatnya Kualitas Udara

    Meningkatnya Kualitas Air

    Meningkatnya Kualitas Tutupan Lahan 01 02 03

    SASARAN SASARAN SASARAN

    Evaluasi kinerja pengendalian pencemaran air dari sector industry

    yang mencapai 85% atau 1.708 industri yang memenuhi baku mutu air limbah.

    Kegiat