beranda rumah-ku - biofarmaka.ipb.ac.idbiofarmaka.ipb.ac.id/biofarmaka/2013/lomba blog 54 jamu...

2
9/18/13 beranda rumah-ku: jamu keluarga kami entik.blogspot.com/2013/09/jamu-keluarga-kami.html 1/5 sebuah catatan tentang cinta... beranda rumah-ku Jumat, 13 September 2013 Sejak saya kecil, saya sudah familiar dengan jamu. Ibu saya yang orang Jawa asli sering meracik jamu sendiri untuk dikonsumsi. Saya ingat, dulu ketika datang bulan dan perut saya terasa sangat sakit, ibu pasti akan segera mencari kunyit dan memarut kemudian diambil airnya. Kunyit yang digunakan adalah kunyit yang empu atau bagian bonggol menurut istilah ibu. Air perasan kunyit yang berwarna kuning kental itu hanya diberi campuran gula jawa sedikit. Sudah bisa ditebak kalau rasanya sangat getir dan tidak enak. Mungkin karena sugesti ibu cukup kuat bahwa dengan meminum air kunyit itu, rasa sakit di perut saya akan hilang, maka saya pun dengan sukarela meminumnya. Biasanya setelah meminum jamu racikan ibu, selang beberapa jam, perut saya akan membaik. Saya tidak perlu meminum obat- obat penghilang sakit untuk datang bulan. Saya sempat bertanya kepada ibu mengapa setiap saya sakit perut ketika datang bulan, ibu selalu membuat ramuan jamu kunyit sendiri? ternyata ketika ibu masih gadis, ibu sering mengalami sakit perut yang hebat ketika datang bulan, bahkan sampai pingsan saking sakitnya. Nah, oleh mbah putri ibu diberi ramuan jamu kunyit kental. Setelah minum jamu kunyit, sakit di perut ibu pun berangsur menghilang. Ah, ternyata itu ramuan turun temurun dari mbah putri dulu. Jamu kunyit buatan ibu lebih kental dibandingkan jamu kunyit asam yang biasa dijual tukang jamu keliling. Rasanyta pun lebih tidak enak.Tapi jangan tanya khasiatnya.., benar-benar langsung terasa. Di rumah, ibu selalu punya persediaan kunyit yang empu. Maklum ibu punya 3 orang anak perempuan yang sering didera rasa sakit perut ketika datang bulan. Saya ingat benar keampuhan si kunyit ini. Waktu itu ibu mengalami pendarahan ketika di kamar mandi. Sangat terlihat wanjah ibu yang pucat. Ibu tidak minta dibawa ke dokter. Ibu cuma minta diparutkan kunyit seperti biasa dan istirahat total di tempat tidur. Saya dan ketiga saudara saya yang masih kecil belum begitu mengerti ibu sakit apa. Kami hanya melihat bapak sibuk memarut kunyit untuk ibu. Ibu meminun jamu kunyit itu sehari 2 sampai tiga kali. Dalam seminggu ternyata kondisi ibu pun membaik. Di kemudian hari saya akhirnya tahu kalau ternyata ada benjolan di usus ibu. Benar-benar hebat si kunyit ini bisa meredakan pendarahan dan rasa sakit. Saya benar-benar kagum dengan khasiat si kunyit ini. Sekarang walau ibu saya sudah meninggal, saya tetap meminum jamu kunyit ketika sakit perut mendera setiap bulannya. Saya lebih memilih meminum jamu daripada minum obat-obat penghilang rasa sakit. Menurut saya minum jamu tidak ada efek sampingannya selain murah dan mudah didapat. Beberapa waktu yang lalu, ikhfan anak saya yang berumur 1 tahun terkena batuk dan badannya panas. Kami sudah bingung. Saya coba beri obat turun panas. Begitu obat diminumkan, langsung saja ikhfan muntah. Sementara batuknya juga belum mereda. Sebenarnya ikhfan sudah punya obat batuk dari dokter sebulan yang lalu. Jadi saya tidak berencana membawa ke dokter, cukup diminumkan obat batuk yang sudah ada di rumah. Tapi beberapa kali diminumkan obat batuk atau obat turun panas, ikhfan selalu saja memuntahkannya. Akhirnya suami saya berinisiatif membuat jamu sendiri. Bahannya jahe dan kencur yang disangrai kemudian diblender dan diberi gula sedikit. Ketika saya coba jamu keluarga kami entik Sleman - Yogyakarta ibu'na ikhsan & ikhfan YM: [email protected] Lihat profil lengkapku tentang saya Profil Buat Lencana Anda nge-face book 0 Bagikan Lainnya Blog Berikut» Buat Blog Masuk

Upload: phamtu

Post on 05-Apr-2019

223 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

9/18/13 beranda rumah-ku: jamu keluarga kami

entik.blogspot.com/2013/09/jamu-keluarga-kami.html 1/5

sebuah catatan tentang cinta...

beranda rumah-ku

Jumat, 13 September 2013

Sejak saya kecil, saya sudah familiar dengan jamu. Ibu saya yang orang Jawa aslisering meracik jamu sendiri untuk dikonsumsi. Saya ingat, dulu ketika datang bulandan perut saya terasa sangat sakit, ibu pasti akan segera mencari kunyit danmemarut kemudian diambil airnya. Kunyit yang digunakan adalah kunyit yang empuatau bagian bonggol menurut istilah ibu. Air perasan kunyit yang berwarna kuningkental itu hanya diberi campuran gula jawa sedikit. Sudah bisa ditebak kalaurasanya sangat getir dan tidak enak. Mungkin karena sugesti ibu cukup kuat bahwadengan meminum air kunyit itu, rasa sakit di perut saya akan hilang, maka saya pundengan sukarela meminumnya. Biasanya setelah meminum jamu racikan ibu,selang beberapa jam, perut saya akan membaik. Saya tidak perlu meminum obat-obat penghilang sakit untuk datang bulan.

Saya sempat bertanya kepada ibu mengapa setiap saya sakit perut ketika datangbulan, ibu selalu membuat ramuan jamu kunyit sendiri? ternyata ketika ibu masihgadis, ibu sering mengalami sakit perut yang hebat ketika datang bulan, bahkansampai pingsan saking sakitnya. Nah, oleh mbah putri ibu diberi ramuan jamu kunyitkental. Setelah minum jamu kunyit, sakit di perut ibu pun berangsur menghilang. Ah, ternyata itu ramuan turun temurun dari mbah putri dulu.

Jamu kunyit buatan ibu lebih kental dibandingkan jamu kunyit asam yang biasa dijualtukang jamu keliling. Rasanyta pun lebih tidak enak.Tapi jangan tanya khasiatnya..,benar-benar langsung terasa. Di rumah, ibu selalu punya persediaan kunyit yangempu. Maklum ibu punya 3 orang anak perempuan yang sering didera rasa sakitperut ketika datang bulan.

Saya ingat benar keampuhan si kunyit ini. Waktu itu ibu mengalami pendarahanketika di kamar mandi. Sangat terlihat wanjah ibu yang pucat. Ibu tidak mintadibawa ke dokter. Ibu cuma minta diparutkan kunyit seperti biasa dan istirahat totaldi tempat tidur. Saya dan ketiga saudara saya yang masih kecil belum begitumengerti ibu sakit apa. Kami hanya melihat bapak sibuk memarut kunyit untuk ibu.Ibu meminun jamu kunyit itu sehari 2 sampai tiga kali. Dalam seminggu ternyatakondisi ibu pun membaik. Di kemudian hari saya akhirnya tahu kalau ternyata adabenjolan di usus ibu. Benar-benar hebat si kunyit ini bisa meredakan pendarahandan rasa sakit. Saya benar-benar kagum dengan khasiat si kunyit ini.

Sekarang walau ibu saya sudah meninggal, saya tetap meminum jamu kunyit ketikasakit perut mendera setiap bulannya. Saya lebih memilih meminum jamu daripadaminum obat-obat penghilang rasa sakit. Menurut saya minum jamu tidak ada efeksampingannya selain murah dan mudah didapat.

Beberapa waktu yang lalu, ikhfan anak saya yang berumur 1 tahun terkena batukdan badannya panas. Kami sudah bingung. Saya coba beri obat turun panas.Begitu obat diminumkan, langsung saja ikhfan muntah. Sementara batuknya jugabelum mereda. Sebenarnya ikhfan sudah punya obat batuk dari dokter sebulan yanglalu. Jadi saya tidak berencana membawa ke dokter, cukup diminumkan obat batukyang sudah ada di rumah. Tapi beberapa kali diminumkan obat batuk atau obatturun panas, ikhfan selalu saja memuntahkannya.

Akhirnya suami saya berinisiatif membuat jamu sendiri. Bahannya jahe dan kencuryang disangrai kemudian diblender dan diberi gula sedikit. Ketika saya coba

jamu keluarga kami

entik

Sleman - Yogyakarta ibu'na ikhsan

& ikhfan YM: [email protected]

Lihat profil lengkapku

tentang saya

Profil

Buat Lencana Anda

nge-face book

0Bagikan Lainnya Blog Berikut» Buat Blog Masuk

9/18/13 beranda rumah-ku: jamu keluarga kami

entik.blogspot.com/2013/09/jamu-keluarga-kami.html 2/5

Posting LamaBeranda

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

minumkan kepada ikhfan, dia tidak memuntahkannya dan terlihat senangmeminumnya. Selang 1 hari panasnya turun dan batuknya mereda.Alhasil sekarang kami punya resep jamu tradisionnal sendiri untuk batuk anak.Benar-benar manjur.Jadi mari kita tetap lestarikan jamu untuk pengobatan. Kalau bisa sih menanamsendiri di pekarangan rumah, jadi ketika dibutuhkan kita sudah punya bahannya.

referensi:http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-upt/brc-ukbb/bccs-collection,

http://biofarmaka.ipb.ac.id/publication/journal,

http://biofarmaka.ipb.ac.id/brc-news/brc-info/501-info-jamu-as-world-cultural-

heritage-2013

Diposkan oleh entik di 16.06

Poskan Komentar

Tidak ada komentar:

aku (26)

ASI (5)

baby blues (1)

festival seni internasional 2008 (2)

festival seni internasional 2010 (1)

ikhfan (7)

ikhsan (62)

ikhsan-ku (9)

jelang 1 taon ikhsan (4)

kartini (1)

ke pasar (2)

kehamilan (7)

kontes (15)

kopdar (1)

mas sigit (8)

mata ibu (1)

milestone (3)

MPASI (2)

puisi (1)

Resep Balita (3)

uneg-uneg hati (62)

kategori

▼ 2013 (17)

▼ September (2)

jamu keluarga kami

mejeng di nakita

► Agustus (1)

► Juli (2)

► Juni (1)

► Mei (2)

► April (3)

► Maret (3)

► Februari (2)

► Januari (1)

► 2012 (21)

► 2011 (52)

► 2010 (41)

► 2009 (32)

► 2008 (61)

► 2007 (7)

Arsip