batik batik

Download Batik Batik

Post on 28-Sep-2015

32 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

macam batik tradisional

TRANSCRIPT

Batik Motif SidomuktiKain batik dengan motif Sidomukti sangatlah penting bagi awal kehidupan perempuan dan laki-laki Jawa dalam mengarungi bahtera rumah tangga bersama. Batik ini dikenakan saat upacara pernikahan. Batik ini biasanya dinamakan juga sebagai batik Sawitan (sepasang). Sido berarti terus menerus atau menjadi dan mukti berarti hidup dalam berkecukupan dan kebahagiaan. Dapat disimpulkan motif ini melambangkan harapan akan masa depan yang baik, penuh kebahagiaan untuk kedua mempelai.

Batik ngawung/KawungMotif Kawung berpola bulatan mirip buah Kawung (sejenis kelapa atau kadang juga dianggap sebagai buah kolang-kaling) yang ditata rapi secara geometris. Kadang, motif ini juga diinterpretasikan sebagai gambar bunga lotus (teratai) dengan empat lembar daun bunga yang merekah. Lotus adalah bunga yang melambangkan umur panjang dan kesucian. Motif ini biasanya bergambar nama bunga pohon aren (buah kolang-kaling). Batik kawung berbentuk geometris segi empat di dalam pengartian kebudayaan Jawa melambangkan suatu ajaran tentang terjadinya kehidupan manusia.

Batik pringgondaniNama kesatriyan tempat tinggal Gatotkaca putera Werkudara. Motif ini biasanya ditampilkan dalam warna-warna gelap seperti biru indigo (biru nila) dan soga-coklat, serta penuh sulur-suluran kecil yang diselingi dengan naga.

Batik cwiri/cuwirimerupakan motif batik yang menggunakan zat pewarna soga alam. Biasanya batik ini digunakan untuk semekan dan kemben, juga digunakan pada saat upacara mitoni. Motif batik ini kebanyakan menggunakan unsur meru dan gurda. Cuwiri sendiri memiliki arti kecil-kecil dan diharapkan untuk pemakainya pantas dan dihormati

Batik SudagaranDi lingkungan Keraton terdapat aturan pemakaian batik termasuk motifnya, sehingga ada yang disebut Batik Larangan, hanya boleh dikenakan oleh raja atau para pejabat tertentu terkait dengan makna yang wajib diemban pemakainya. Karena ada larangan itu telah menumbuhkan kreativitas atau kreasi baru dengan memodifikasi motif baik dalam susunan dan tambahan ornamen. Di sammping itu juga kreatif dalam memberi isen-isen sampai variasi warna, sehingga masyarakat umum bisa memakainya. Batik modifikasi dan inovasi yang dikerjakan para pengusaha (sudagar) batik ini kemudian dikenal dengan Batik Sudagaran.

Batik sidoasihBatik motif Sidoasih termasuk dalam salah satu jenis batik kraton. Nama batik sidoasih berasal dari dua kata bahasa Jawa yaitu sido dan asih. Sido dapat diartikan sebagai jadi, atau terus menerus, atau berkelanjutan. Sedangkanasih dapat diartikan sebagai sayang. Jadi jika digabungkan, batik Sidoasih dapat diartikan sebagai perlambang kehidupan manusia yang penuh kasih sayang, sehingga dapat menentramkan kehidupan di dunia maupun akhirat.

Batik parangkusumoMotif Parang Kusumo mengandung makna hidup harus dilandasi oleh perjuangan untuk mencari keharuman lahir dan batin, yang diibaratkan sebagai keharuman bunga (kusuma). Demikianlah, bagi orang Jawa, hidup di masyarakat yang paling utama dicari adalah keharuman pribadinya tanpa meninggalkan norma-norma yang berlaku dan sopan santun agar dapat terhindar dari bencana lahir dan batin. Walaupun sulit untuk direalisasikan, namun umumnya orang Jawa berharap bisa menemukan hidup yang sempurna lahir batin. Apalagi di zaman yang serba terbuka sekarang ini, sungguh sulit untuk mencapai ke tingkat hidup seperti yang diharapkan, karena banyak godaan. Di jaman materialistis ini, orang lebih cenderung mencari nama harum dengan cara membeli dengan uang yang dimiliki, bukan dari tingkah laku dan pribadi yang baik.

Batik truktum/taruntumMenurut kisahnya, motif ini diciptakan oleh seorang ratu yang merasa sedih karena diabaikan oleh raja. Sang Ratu yang selama ini dicintai dan dimanja oleh raja, merasa dilupakan oleh raja yang telah mempunyai kekasih baru. Untuk mengisi waktu dan menghilangkan kesedihan, ratu pun mulai membatik. Secara tidak sadar ratu membuat motif berbentuk bintang-bintang di langit yang kelam, yang selama ini menemaninya dalam kesendirian. Ketekunan ratu dalam membatik menarik perhatian raja yang kemudian mulai mendekati ratu untuk melihat pembatikannya. Sejak itu raja selalu memantau perkembangan pembatikan Sang Ratu, sedikit demi sedikit kasih sayang raja terhadap ratu tumbuh kembali. Berkat motif ini cinta raja bersemi kembali atau tum-tum kembali, sehingga motif ini diberi nama Taruntum, sebagai lambang cinta raja yang bersemi kembali.Sumber lain mengatakan bahwa motif Taruntum mengambil konsep dari bunga Tanjung. Seringkali dalam upacara pernikahan tradisi Jawa, orang tua pengantin tidak boleh sembarangan memakai jenis motif batik, kecuali motif Taruntum. Harapannya agar pelaksanaan pernikahan berjalan lancar, orang tua mendapat nama harum sesuai dengan bunga Tanjung yang wangi baunya.Pada saat upacara pernikahan, sering terdengar ucapan-ucapan seperti segera mendapatkan keturunan yang solih dan solihah, berguna bagi keluarga, masyarakat, agama, dan negara. Sebab memang dari keluarga baru itulah diharapkan akan berkembang keluarga-keluarga baru lainnya.Karena itu, Taruntum juga mengandung makna tumbuh dan berkembang. Demikianlah, orang Jawa selalu mendambakan bagi setiap keluarga baru supaya segera mempunyai keturunan yang akan dapat menggantikan generasi sebelumnya. Generasi baru itulah yang akan menjadi tumpuan setiap keluarga yang baru menikah untuk meneruskan segala harapan dan cita-cita keluarga sekaligus sebagai generasi penerus secara biologis yang mewarisi sifat-sifat keturunan dari sebuah keluarga baru.

Batik kratonMotifnya mengandung makna filosofi hidup. Batik-batik ini dibuat oleh para putri kraton dan juga pembatik-pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton. Pada dasarnya motifnya terlarang untuk digunakan oleh orang biasa seperti motif Batik Parang Barong, Batik Parang Rusak termasuk Batik Udan Liris, dan beberapa motif lainnya.

Batik sekar jagadsalah satu motif batik khas Indonesia. Motif ini mengandung makna kecantikan dan keindahan sehingga orang lain yang melihat akan terpesona. Ada pula yang beranggapan bahwa motif Sekar Jagad sebenarnya berasal dari kata kar jagad yang diambil dari bahasa Jawa (Kar=peta; Jagad=dunia), sehingga motif ini juga melambangkan keragaman di seluruh dunia.

Batik patolaKain Patola yang berasal dari India, dan dibawa oleh pedagang dari India ini, di Indonesia punya beberapa versi. Di bagian timur negeri kita kain ini biasa disebut Sinde mungkin karena negeri asalnya menyebutnya Tchinde. Di Sumatra disebut sebagai Cindai dan di Jawa dinamakan Cinde. Meskipun demikian, masih banyak juga daerah di negeri kita yang menyebutnya sama dengan negeri asalnya, Gujarat di India dengan sebutan kain Patola.Kain Patola yang berasal dari India, dan dibawa oleh pedagang dari India ini, di Indonesia punya beberapa versi. Di bagian timur negeri kita kain ini biasa disebut Sinde mungkin karena negeri asalnya menyebutnya Tchinde. Di Sumatra disebut sebagai Cindai dan di Jawa dinamakan Cinde. Meskipun demikian, masih banyak juga daerah di negeri kita yang menyebutnya sama dengan negeri asalnya, Gujarat di India dengan sebutan kain Patola.Kain yang kemudian juga dibawa oleh pedagang bangsa Portugis ke Indonesia ini memiliki corak dasar yang umumnya berupa ragam hias yang menggambarkan manusia, binatang, tumbuhan dan susunan bentuk-bentuk geometris. Proses pembuatan kain Patola dilakukan dengan teknik tenun ikat ganda dan pembuatannya ini pun sangat rumit. Karena proses pembuatannya yang sangat rumit, kain ini mereka anggap sebagai kain keramat yang sering dikaitkan dengan dunia gaib. Di India kain ini sering digunakan dalam berbagai upacara yang berhubungan dengan daur kehidupan manusia, seperti kelahiran, perkawinan dan kematian. Selain itu kain inipun digunakan sebagai penolak bala. Keberadaan kain Patola tersebar luas di kepulauan Nusantara dan di setiap tempat kain ini menempati kedudukan yang sangat tinggi, bukan karena harganya yang sangat mahal tetapi karena daya magis yang dimilikinya.

Batik sinde lio/ende liokain Patola dari Lio NTT ini ada yang dibuat sepanjang 4 meter yang disebut katipa dan fungsinya ialah sebagai penutup jenazah.

Batik jlamprong dan nitikBatik jlamprongPada saat pedagang dari Gujarat (India) datang di pantai utara Pulau Jawa, mereka membawa kain tenun dan bahan sutra khas Gujarat dalam barang dagangannya. Motif dan kain tersebut berbentuk geometris dan sangat indah, dibuat dengan teknik dobel ikat yang disebut patola (sembagi atau polikat) yang dikenal di Jawa sebagai kain cinde. Warna yang digunakan adalah merah dan biru indigo.

Batik NitikMotif Nitik termasuk salah satu motif batik tertua yang diinspirasi oleh para pedagang dari Gujarat, India, di masa lalu. Desain geometrisnya dibuat dengan titik-titik kecil dan garis.

Batik gringsingBatik Gringsing memiliki filosofi yaitu keseimbangan, kemakumuran dan kesuburan. Warna yang digunakan pada batik gringsing sangat beragam, ada yang berwarna gelap, sedang atau warna yang muda. Ada yang hanya terdiri dari warna cokal dan hitam saja, dan ada juga yang terdiri dari beberapa warna. Sebagai batik kuno, batik gringsing menggunakan warna alam. Pewarnaan alam tertua adalah Indigo (biru) dan Kesumba (merah). Dalam proses pewarnaannya, pewarna alam itu diikat melalui proses fiksasi agar tidak luntur. Cara fiksasinya menggunakan tawas, air kapur, atau batu ijo.

LINGKUNGAN ALAM DAN BUATAN

A. Lingkungan Alam

Permukaan bumi terdiri daratan dan lautan. Daratan adalah bagian bumi yang kering. Daratan sebagian besar berupa lahan tanah. Lautan merupakan bagian bumi yang basah. Lautan merupakan perairan yang luas. Manusia hidup di daratan. Manusia hidup menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Bentuk lingkungan dibedakan menjadi dua. Pertama adalah berupa lingkungan alam. Kedua adalah berupa lingkungan buatan.

Lingkungan alam merupakan lingkungan yang ada di alam raya. Lingkungan