bab iii metodologi penelitian a. 1. tempat penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/nur noviliana - bab...

23
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di kelas V B SD Negeri Panamabangan, Unit Pendidikan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Adapun alasan pemilihan tempat penelitian dilaksanakan di SD Negeri Panambangan dikarenakan sikap kerja keras dan prestasi belajar siswa khususnya kelas V B masih tergolong rendah. 2. Waktu Penelitian Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan di kelas V B SD Negeri Panambangan pada awal semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian dilaksanakan pada minggu ke-3 sampai minggu ke-5 bulan Januari 2016. Penelitian dilakukan pada waktu tersebut dengan alasan bertepatan dengan jadwal kegiatan pembelajaran mata pelajaran matematika pada materi pecahan. Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan berbagai persiapan untuk mendukung pada proses penelitian yang telah dilaksanakan, dengan rincian sebagai berikut: a. Penyusunan action plan dilakukan pada minggu ke-2 bulan November 2015, karena action plan tersebut digunakan oleh peneliti sebagai perumusan dalam pengambilan langkah-langkah dalam penelitian. b. Penyusunan proposal dilakukan pada minggu ke-4 bulan November sampai bulan Desember 2015. 60 PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Upload: others

Post on 12-Dec-2020

2 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Setting Penelitian

1. Tempat Penelitian

Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di kelas V B SD Negeri

Panamabangan, Unit Pendidikan Kecamatan Cilongok, Kabupaten

Banyumas. Adapun alasan pemilihan tempat penelitian dilaksanakan di SD

Negeri Panambangan dikarenakan sikap kerja keras dan prestasi belajar

siswa khususnya kelas V B masih tergolong rendah.

2. Waktu Penelitian

Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan di kelas

V B SD Negeri Panambangan pada awal semester genap tahun pelajaran

2015/2016. Penelitian dilaksanakan pada minggu ke-3 sampai minggu ke-5

bulan Januari 2016. Penelitian dilakukan pada waktu tersebut dengan alasan

bertepatan dengan jadwal kegiatan pembelajaran mata pelajaran matematika

pada materi pecahan. Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan

berbagai persiapan untuk mendukung pada proses penelitian yang telah

dilaksanakan, dengan rincian sebagai berikut:

a. Penyusunan action plan dilakukan pada minggu ke-2 bulan November

2015, karena action plan tersebut digunakan oleh peneliti sebagai

perumusan dalam pengambilan langkah-langkah dalam penelitian.

b. Penyusunan proposal dilakukan pada minggu ke-4 bulan November

sampai bulan Desember 2015.

60

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 2: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

c. Pengumpulan data atau pelaksanaan tindakan kelas pada minggu ke-3

sampai minggu ke-5 bulan Januari 2016. Tindakan kelas meliputi siklus

I, II, dan III yang dilakukan pada saat proses pembelajaran.

d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari 2016.

e. Penyusunan artikel dilakukan pada bulan Maret 2016.

3. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK

merupakan upaya untuk mencermati kegitan belajar kelompok peserta didik

dengan memberikan tindakan (treatment) yang sengaja dimunculkan dengan

maksud untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran

(Mulyasa, 2009: 11). Pendapat tersebut senada dengan pernyataan dari

Kunandar (2008: 44-45) yang menyatakan:

“Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu penelitian tindakan

(action research) yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai

peneliti dikelasnya atau bersama-sama dengan orang lain

(kolaborasi) dengan jalan merancang, melaksanakan dan

merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang

bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu (kualitas)

proses pembelajaran dikelasnya melalui suatu tindakan (treatment)

tertentu dalam suatu siklus.”

Berdasarkan pengertian PTK di atas maka dapat disimpulkan bahwa

PTK adalah penelitian tindakan yang dilakukan secara kolaborasi dengan

tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelas. Permasalahan yang

terjadi pada penelitian ini yaitu masih rendahnya sikap kerja keras dan

prestasi belajar matematika materi pecahan pada siswa kelas V B SD Negeri

Panambangan, sehingga peneliti berupaya untuk meningkatkan sikap kerja

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 3: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

keras dan prestasi belajar matematika materi pecahan menggunakan model

pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan.

Peneliti menggunakan PTK yang dilaksanakan dalam tiga siklus,

dimana dalam setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Penelitian tindakan

kelas ini berkolaborasi dengan guru kelas V B SD Negeri Panambangan dan

juga dibantu oleh satu teman sejawat.

B. Subjek Penelitian

Subjek penenelitian adalah siswa kelas V B SD Negeri Panambangan,

Unit Pendidikan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, semester 2 tahun

ajaran 2015/2016 sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 12

siswa perempuan kelas V B SD Negeri Panambangan.

C. Kolaborator Penelitian

Kolaborator penelitian dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah

sebagai berikut:

1. Nama : Nur Noviliana

Jabatan : Mahasiswa/Peneliti

Tugas : Guru Pelaksana Tindakan

2. Nama : Ruspiyati S.Pd

Jabatan : Guru kelas V B

Tugas : Observer I (mengamati aktivitas siswa)

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 4: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

3. Nama : Fitria Febriani

Jabatan : Mahasiswa

Tugas : Observer II (mengamati aktivitas guru)

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data

1. Teknik Pengumpulan Data

Pemilihan teknik pengumpulan data yang tepat dapat mempermudah

proses penilaian untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data

adalah cara penilaian kemajuan siswa berdasarkan standar kompetensi dan

kompetensi dasar yang harus dicapai. Teknik pengumpulan data pada

penelitian ini adalah kuantitatif dan data kualitatif yang diperoleh dari setiap

siklus. Data kuantitatif adalah data yang berupa angka-angka, diperoleh

dengan mengukur tingkat keberhasilan belajar siswa. Sedangkan data

kualitatif adalah data yang tidak dapat diukur dengan angka-angka, namun

dapat dilihat dari dampaknya setelah kegiatan pembelajaran berlangsung.

Ada dua teknik yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan

data yaitu:

a. Teknik Tes

Tes merupakan teknik penilaian yang memberikan pertanyaan

kepada testee yaitu siswa untuk memberikan jawaban, baik jawaban

secara tetulis ataupun secara lisan. Sudijono (2009: 67) menjelaskan

bahwa tes adalah cara (yang dapat dipergunakan) atau prosedur (yang

perlu ditempuh) dalam rangka pengukuran dan penilaian di bidang

pendidikan, yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas baik

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 5: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

pertanyaan-pertanyaan (yang harus dijawab), atau perintah-perintah

(yang harus dikerjakan) oleh siswa, sehingga (atas dasar data yang

diperoleh dari hasil pengukuran tersebut) dapat dihasilkan nilai yang

melambangkan tingkah laku atau prestasi siswa, nilai mana dapat

dibandingkan dengan nilai-nilai yang dicapai oleh siswa lainnya, atau

dibandingkan nilai standar tertentu. Tes dapat digunakan untuk mengukur

sejauh mana seorang siswa telah menguasai pembelajaran yang

disampaikan terutama meliputi ranah pengetahuan dan keterampilan

(Sudjana, 2013: 35).

Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tertulis

dengan bentuk tes soal uraian yang dilakukan pada setiap akhir siklus

yang telah dilaksanakan, karena bentuk tes soal uraian memiliki

kelebihan yaitu meningkatkan daya kreatifitas siswa, yang artinya siswa

tidak hanya dituntut untuk menjawab benar tetapi bagaimana jawaban itu

diperoleh. Tes uraian ini digunakan untuk mengukur tingkat ketuntasan

belajar siswa, berupa nilai yang diperoleh dari pelaksanaan tes akhir

siklus, dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan setiap siklus.

b. Teknik Non Tes

Teknik non tes terdiri dari beberapa teknik, antara lain:

1) Observasi

Observasi dilakukan untuk mengukur atau menilai proses

belajar misalnya sikap siswa, sikap guru pada saat pembelajaran,

kegiatan diskusi kelompok siswa, serta saat penggunaan alat peraga

pada waktu pembelajaran. Sudijono (2009: 76) mengemukakan bahwa

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 6: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data)

yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan

secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan

sasaran pengamatan. Observasi dalam penelitian tindakan kelas ini

dapat digunakan untuk memantau kegiatan pembelajaran antara guru

dan siswa dalam setiap siklusnya dan untuk mengetahui sikap karakter

yang perlu ditingkatkan pada diri siswa, pada saat mata pelajaran

matematika khususnya materi pecahan. Hasil pengamatan tersebut

dijadikan sebagai acuan dalam menindaklanjuti dan memperbaiki

kelemahan-kelemahan yang muncul pada siklus yang telah dilalui agar

tidak terulang pada siklus berikutnya.

Pengumpulan data dengan cara observasi dilakukan oleh

peneliti pada kelas yang dijadikan subjek penelitan yaitu guru dan

siswa kelas V B untuk mendapatakan gambaran secara langsung

kegiatan belajar siswa termasuk juga cara guru mengajar. Observasi

mencatat segala aktivitas siswa maupun guru dalam melaksanakan

pembelajaran. Data observasi dilakukan secara langsung dengan jalan

melihat dan mengamati kegiatan aktifitas siswa dan guru selama

pembelajaran berlangsung.

2) Angket

Angket memiliki fungsi untuk memberikan penyataan-

pernyataan kepada siswa atau meminta pendapatnya tentang fakta

yang diketahui. Angket menurut Sukmadinata (2011: 219) merupakan

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 7: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

suatu teknik atau cara pengumpulan data secara tidak langsung

sebagai bahan penilaian hasil belajar.

Angket yang disebarkan dalam penelitian ini yaitu angket

sebelum pelaksanaan penelitian, saat pelaksanaan observasi awal dan

disebarkan setelah pelaksanaan tindakan. Angket yang disebarkan

kepada siswa sebelum penelitian yaitu angket terbuka yang berisikan

tentang respon siswa terhadap pembelajaran matematika dan sikap

siswa saat pembelajaran matematika khususnya materi pecahan.

Selanjutnya angket yang disebarkan yaitu angket setelah

kegiatan penelitian pada setiap akhir siklus, angket yang disebarkan

kepada siswa berisikan tentang angket sikap kerja keras siswa

terhadap pembelajaran matematika yang telah dilakukan. Angket

digunakan untuk mengukur sikap siswa terhadap obyek dalam hal ini

pembelajaran matematika melalui pembelajaran langsung dengan

permainan balok pecahan. Angket sikap kerja keras yang dibagikan

terdiri dari 16 soal yang memuat beberapa indikator. Lembar angket

sikap kerja keras siswa menggunakan skala sikap model Likert. Arifin

(2013: 161-164) menjelaskan bahwa skala likert berisi pernyataan-

pernyataan yang diajukan baik pernyataan positif maupun negatif,

penilaian dilakukan dengan pilihan jawaban SL (Selalu), SR (Sering),

JR (Jarang), TP (Tidak Pernah). Angket diberikan kepada siswa

setelah selesai tindakan, yang bertujuan untuk mengetahui sikap dan

tingkah laku pada saat proses pembelajaran berlangsung. Terutama

untuk mengetahui sikap kerja keras belajar siswa.

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 8: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

Pemberian skor pada pernyataan positif :

SL (Selalu) = 4

SR (Sering) = 3

JR (Jarang) = 2

TP (Tidak Pernah) = 1

Pemberian skor pada pernyataan negatif:

SL (Selalu) = 1

SR (Sering) = 2

JR (Jarang) = 3

TP (Tidak Pernah) = 4

3) Dokumentasi

Dokumentasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data.

Dokumentasi yang digunakan baik dalam bentuk foto maupun bacaan

lainnya yang berupa bukti nyata yang dapat digunakan untuk

membantu pembuatan laporan penelitian.

2. Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian Tindakan

Kelas ini yaitu:

a. Soal Tes Tertulis

Tes tertulis yang akan digunakan dalam penelitian tindakan kelas

adalah tes bentuk uraian. Soal-soal yang disusun berdasarkan atas

indikator penyelesaian masalah yang akan diukur sehingga dapat melihat

keberhasilan kegiatan.

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 9: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

b. Lembar Observasi

Lembar observasi yaitu berupa skala penialain yang akan diisi

oleh observer pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung yang

berkaitan dengan aktivitas guru dan siswa. Melalui lembar observasi ini

diharapkan dapat memberikan informasi secara rinci mengenai proses

selama pembelajaran yang telah dilaksanakan.

c. Angket Sikap Kerja Keras

Alat yang digunakan untuk mengetahui sikap kerja keras siswa

menggunakan alat berupa lembar angket skala sikap yang berisi

pernyataan-pernyataan, yang digunakan untuk mengetahui respon siswa

terhadap pembelajaran matematika materi pecahan melalui pembelajaran

langsung dengan permainan balok pecahan.

d. Dokumentasi

Dokumentasi dimaksudkan sebagai bukti nyata dalam kegiatan

penelitian. Dokumentasi dalam bentuk foto dikumpulkan saat penelitian

berlangsung, yaitu dengan menggunakan kamera handphone (hp).

Dokumentasi yang lain dapat berupa rekap nilai, surat dan nilai hasil tes

milik guru yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.

E. Analisis Data

1. Tes

Tes yang digunakan pada penelitian ini adalah tes tertulis dan tes ini

diberikan atau dilaksanakan setelah selesai pembelajaran atau setiap akhir

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 10: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

siklus, untuk mencari presentase keberhasilan prestasi belajar siswa adalah

sebagai berikut :

a. Nilai Siswa

Keterangan:

S = Nilai yang dicari

R = Jumlah keseluruhan skor yang diperoleh setiap siswa

N = Jumlah keseluruhan skor maksimal

(Purwanto, 2010: 112)

Pedoman penskoran dan kriteria penilaian yang digunakan untuk

mengukur kemampuan matematika siswa pada penelitian ini adalah

sebagai berikut:

Skor 5 : Jika siswa menjawab lengkap dan hasilnya benar

Skor 4 : Jika siswa menjawab sebagian besar benar dan hasilnya

benar

Skor 3 : Jika siswa menjawab sebagian besar benar dan hasilnya salah

Skor 2 : Jika siswa menjawab sebagian kecil benar dan hasilnya salah

Skor 1 : Jika siswa menjawab salah semua

Skor 0 : Jika siswa tidak menjawab

b. Nilai Rata-Rata Kelas

S = R

N× 100

x = ∑x

N

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 11: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

Keterangan:

x = Rata-rata kelas (mean)

∑x = Jumlah seluruh skor

N = Banyaknya subjek

(Sudjana, 2013: 109)

c. Ketuntasan Belajar

Perhitungan ketuntasan belajar siswa secara klasikal dapat

dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Keterangan :

P = Presentase ketuntasan belajar

F = Jumlah siswa yang tuntas belajar/mendapatkan nilai ≥ 65

N = Jumlah seluruh siswa

(Djamarah, 2010: 264)

Penggolongan kriteria rentang ketuntasan belajar adalah sebagai

berikut:

≤ 20% = kurang sekali

21% – 40% = kurang

41% – 60% = cukup

61% – 80% = baik

81% – 100% = sangat baik

(Arikunto, 2010: 35)

P = F

N× 100%

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 12: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

2. Angket Sikap Kerja Keras

Lembar angket sikap kerja keras yang digunakan pada penelitian ini

menggunakan skala sikap bentuk skala likert. Peningkatan sikap kerja keras

siswa pada lembar penilaian sikap kerja keras dianalisis menggunakan

analisis skor rata-rata dengan rumus :

a. Nilai Angket Siswa Individu

Keterangan :

x = Nilai rata-rata (mean)

∑x = Jumlah seluruh skor

N = Banyaknya subjek

(Sudjana, 2013: 109)

b. Nilai Angket Siswa Klasikal

Keterangan :

x = Nilai rata-rata (mean)

∑x = Jumlah keseluruhan skor yang diperoleh seluruh siswa

N = Jumlah pernyataan keseluruhan siswa

(Sudjana, 2013: 109)

x = ∑x

N

x = ∑x

N

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 13: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

Penggolongan kriteria analisis sikap kerja keras siswa adalah sebagai

berikut:

1 = Kurang

2 = Cukup

3 = Baik

4 = Sangat Baik

Skala penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 sampai

4. Skor 1 merupakan nilai skor terendah dan skor 4 merupakan skor

tertinggi. Rumus perhitungan rentang yang digunakan adalah sebagai

berikut:

Rentang Skala = inggisekor tert

min -max skor

= 3

14

= 4

3

= 0,75

Penggolongan rentang skor rata-rata sikap kerja keras siswa adalah sebagai

berikut:

Rata-rata Kriteria

1 < x ≤ 1,75 Kerja keras Kurang

1,75 < x ≤ 2,50 Kerja keras Cukup

2,50 < x ≤ 3,25 Kerja keras Baik

3,25 < x ≤ 4 Kerja keras Sangat Baik

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 14: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

3. Observasi

Lembar observasi digunakan untuk menilai aktivitas siswa dan

aktivitas guru saat pembelajaran berlangsung melalui pembelajaran

langsung dengan permainan balok pecahan. Data yang diperoleh dari lembar

observasi siswa dan lembar observasi aktivitas guru dianalisa menggunakan

skor rata-rata dengan rumus:

a. Skor Rata-Rata Observasi Aktivitas Siswa (Individu)

Keterangan:

x = Nilai rata-rata (mean)

∑x = Jumlah seluruh skor yang diperoleh

N = Banyaknya butir aspek pengamatan

(Sudjana, 2013: 109)

b. Skor Rata-Rata Observasi Aktivitas Siswa (Klasikal)

Keterangan:

x = Nilai rata-rata (mean)

∑x = Jumlah seluruh skor yang diperoleh siswa

N = Banyaknya butir aspek pengamatan keseluruhan siswa

(Sudjana, 2013: 109)

c. Skor Rata-Rata Observasi Aktivitas Guru

x = ∑x

N

x = ∑x

N

x = ∑x

N

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 15: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

Keterangan:

x = Nilai rata-rata (mean)

∑x = Jumlah seluruh skor yang diperoleh

N = Banyaknya butir aspek pengamatan

(Sudjana, 2013: 109)

Penggolongan kriteria analisis aktivitas siswa dan aktivitas guru

adalah sebagai berikut:

1 = Kurang

2 = Cukup

3 = Baik

4 = Sangat baik

Skala penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 sampai

4. Skor 1 merupakan nilai skor terendah dan skor 4 merupakan skor

tertinggi. Rumus perhitungan rentang yang digunakan adalah sebagai

berikut:

Rentang Skala = inggisekor tert

min -max skor

= 4

14

= 4

3

= 0,75

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 16: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

Penggolongan rentang skor rata-rata aktivitas siswa dan aktivitas guru

adalah sebagai berikut:

Rata-rata Kriteria

1 < x ≤ 1,75 Aktivitas Kurang

1,75 < x ≤ 2,50 Aktivitas Cukup

2,50 < x ≤ 3,25 Aktivitas Baik

3,25 < x ≤ 4 Aktivitas Sangat Baik

F. Validitas Data

Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan teknik triangulasi data.

Triangulasi terbagi menjadi 3, yaitu triangulasi waktu, triangulasi teknik dan

triangulasi sumber. Menurut Sanjaya (2012: 112) triangulasi yaitu suatu cara

untuk mendapatkan informasi yang akurat dengan menggunakan berbagai

metode agar informasi itu dapat dipercaya kebenarannya sehingga peneliti

tidak salah mengambil keputusan. Triangulasi merupakan teknik yang sangat

penting untuk dipahami oleh peneliti, karena melalui triangulasi peneliti dapat

terhindar dari kesalahan mendapatkan informasi dan juga akan terhindar dari

kesalahan mengambil keputusan.

Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan triangulasi teknik.

Triangulasi teknik ini dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber

yang sama dengan teknik yang berbeda. Data diperoleh dengan wawancara lalu

dicek dengan observasi, dokumentasi, atau kuesioner. Data diperoleh melalui

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 17: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

berbagai sumber dan diharapkan memperoleh hasil yang mendekati

kebenarannya.

G. Prosedur Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian

tindakan kelas merupakan penelitian yang berupaya untuk memperbaiki dan

meningkatan suatu permasalahan yang dianggap menjadi penghambat

keberhasilan belajar, dimana dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang

masalah yang ada yaitu mengenai sikap kerja keras dan prestasi belajar siswa

yang masih rendah dalam materi pecahan di kelas V B SD Negeri

Panambangan. Sikap kerja keras dan prestasi belajar memiliki hubungan yang

erat karena apabila siswa memiliki kerja keras yang tinggi terutama pada saat

belajar, maka mampu meningkatakan prestasi belajar siswa. Melalui penelitian

ini diharapkan dapat memperoleh gambaran mengenai dampak dari

penggunaan model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan di

kelas V B SD Negeri Panambangan materi pecahan pada mata pelajaran

matematika terhadap sikap kerja keras dan prestasi belajar sisiwa.

Prosedur penelitian tindakan kelas ini direncanakan dalam tiga siklus

dengan dua pertemuan disetiap siklusnya yang berkolaborasi dengan guru kelas

V B SD Negeri Panambangan. Setiap siklusnya dilakukan menggunakan model

pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan. Apabila belum

berhasil maka akan dilanjutkan pada siklus berikutnya. Model PTK yang

digunakan adalah model Kemmis dan Mc.Taggart (1984: 11) desain penelitian

tindakan kelas dapat digambarkan dan dilihat pada gambar berikut:

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 18: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

Gambar 3.1 Desain penelitian tindakan kelas dari Kemmis dan

Mc.Taggart (1984: 11)

Prosedur penelitian yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Perencanaan (planning)

Tahap pertama dalam penelitian ini yaitu merencanakan hal apa saja

yang dilakukan dan apa saja yang harus dipersiapkan dalam penelitian.

Tahap perencanaan menurut Kemmis dan Mc.Taggart (1982: 7) yaitu:

The plan is constructed action and by definition must be prospective

to action it must be forward looking. It must recognise that all social

action is to some degree unpredictable and therefore somewhat

risky. The general plan must be flexible enough to adapt to

unforeseen effects and previously unrecognized constraints. The

action prescribed by the plan must be strategic in two senses. First,

it must take account of the risks involved in social change and

recognise real constraints, material and political, in the situation.

Second, strategic action should be chosen because it allows the

practitioner to act more affectifely over a greater range of

circumstrances, more wisely and more prudently.

Berdasarkan pernyataan di atas maka dapat disimpulkan bahwa

perencanaan merupakan susunan tindakan yang akan dilakukan dan

didasarkan pandangan ke depan untuk pengadaan memperbaiki,

meningkatkan atau perubahan perilaku dan sikap sebagai solusi. Rencana

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 19: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

tindakan harus disusun dengan dua strategi yaitu memperhatikan kendala,

atau kemungkinan hal buruk yang terjadi sekaligus memikirkan dan

menuliskan jalan keluar dari tantangan yang ada. Rencana yang dilakukan

dalam penelitian ini meliputi:

a. Sebelum melakukan perencanaan dilakukan observasi, wawancara

kepada guru dan siswa, membagikan angket respon siswa, dan pre test

awal untuk mengetahui masalah yang ada di kelas V B SD Negeri

Panambangan. Setelah masalah teridentifikasi, selanjutnya dilakukan

penelitian dengan mempersiapkan pokok bahasan yang digunakan dalam

penelitian seperti silabus, kompetensi dasar, materi, indikator, media atau

alat peraga, dan sumber belajar yang digunakan.

b. Merumuskan model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan

prestasi belajar siswa kelas V B SD Negeri Panambangan dalam materi

pecahan. Model pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan

digunakan untuk memecahkan masalah.

c. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang materi yang

diajarkan sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan. Rencana

pelaksanaan pembelajaran ini berguna sebagai pedoman guru dalam

melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.

d. Mempersiapkan media yang digunakan dalam proses pembelajaran

matematika materi pecahan. Media permainan balok pecahan dan media

lain sebagai penunjang pembelajaran yang disesuaikan dengan materi.

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 20: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

e. Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) permainan balok pecahan dengan

membuat kunci jawaban atau alur jawaban balok pecahan.

f. Membuat alat evaluasi untuk mengetahui seberapa besar pemahaman

siswa terhadap materi yang telah dijelaskan.

g. Menyusun dan menyiapkan lembar observasi mengenai aktivitas guru

dan siswa, serta membuat angket sikap kerja keras siswa.

2. Pelaksanaan (Action)

Tahap pelaksanaan tindakan ini merupakan tahap peneliti sudah

melakukan tindakan atau perbaikan dalam pembelajaran, tindakan yang

diberikan yaitu berupa penerapan model pembelajaran langsung dengan

permainan balok pecahan. Tahap pelaksanaan menurut Kemmis dan

Mc.Taggart (1984: 8) yaitu:

Action is retrospectively guided by planning in the sense that it looks

back to planning for is rationale. But action is not cempletely

controlled by plans. The action moment of the action research

process shows practioner work: throughfully and contructively.

Tahap tindakan merupakan tahap pelaksanaan tindakan yang

dilakukan berdasarkan rencana tindakan yang telah dibuat pada tahap

perencanaan. Tindakan yang dilakukan berpedoman pada rencana yang

sudah disusun yaitu RPP yang sudah dirancang. Pelaksanaan tindakan ini

dipandu perencanaan yang telah dibuat dan dalam pelaksanaannya bersifat

fleksibel dan terbuka terhadap perubahan-perubahan. Tahap tindakan dalam

proses penelitian ini menunjukkan bahwa guru harus serius dan konstruktif.

Penelitian dilengkapi dengan beberapa alat instrumen seperti LKS, lembar

observasi (guru dan siswa), dan angket sikap kerja keras siswa.

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 21: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

3. Pengamatan (Observing)

Tahap observasi dilakukan ketika tindakan sedang dilaksanakan.

Dalam penelitian ini observasi dilakukan oleh peneliti dan observer lain.

Tahap pengamatan menurut Kemmis dan Mc.Taggart (1984: 9) yaitu:

Observation has the function of documenting the effect of action, it is

prospective, providing the basis for reflection now, but more also in

the immediate future as the present cycle runs is course. We need to

observe the action process, the effect of action (intended and

unintended), the circumstances of and constraints of action, the ways

circumstances and constraints limit or channel the planned action

and its effects and other issues which arise.

Berdasarkan pernyataan di atas maka dapat disimpulkan bahwa

tahap observasi ini sebagai pedoman dalam tahap berikutnya, yaitu refleksi.

Observasi memiliki fungsi untuk mendokumentasikan dampak dari tindakan

saat pelaksanaan tindakan sedang berlangsung, observasi dilakukan untuk

melihat kendala, keadaan tindakan, serta masalah-masalah yang timbul

sehingga dapat menjadi bahan refleksi.

Observasi dalam penelitian ini dilakukan observer sesuai dengan

tugas masing-masing. Observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas guru

dan aktivitas siswa mulai dari awal hingga akhir pembelajaran. Aktivitas

guru dan siswa diamati secara keseluruhan mulai dari guru memasuki ruang

kelas sampai kegiatan pembelajaran selesai. Pengamatan terhadap sikap

kerja keras siswa, keterampilan siswa, dan evaluasi juga dilakukan selama

pembelajaran. Fungsi pengamatan ini yaitu untuk melihat kesesuaian antara

rencana yang dibuat dengan pelaksanaannya dan apakah ada perubahan

sikap kerja keras dan prestasi belajar siswa yang muncul setelah dilakukan

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 22: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

pembelajaran matematika materi pecahan dengan menggunakan model

pembelajaran langsung dengan permainan balok pecahan.

4. Refleksi (reflecting)

Tahap refleksi dilakukan dengan berpedoman pada hasil observasi

yang telah didapatkan. Tahap refleksi menurut Kemmis dan Mc.Taggart

(1984: 9) yaitu:

Reflection is retrospective, it recalls action is has been recorded in

observation. It seeks to make sense of prosesses, problem, issues,

and constraints made manifest instretegic action. Through discourse,

reflection leads to the reconstruction of the meaning of the social

situation and provides the basis for the revised plan.

Refleksi merupakan kegiatan pengkajian ulang dari hasil observasi.

Hasil tersebut mengenai proses, dampak dari tindakan, dan masalah atau

kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tindakan. Refleksi yang

dilakukan akan menghasilkan langkah apa saja yang dilakukan dalam

perbaikan tindakan berikutnya.

Data yang diperoleh dalam penelitian ini pada tahap observasi

dianalisis, kemudian dilakukan refleksi untuk melaksanakan penilaian

terhadap proses pembelajaran yang terjadi maupun masalah yang muncul

dan segala hal yang berkaitan dengan tindakan yang dilakukan. Pelaksanaan

refleksi dilakukan oleh peneliti, observer dan guru kelas yang bersangkutan

dalam bentuk diskusi. Diskusi tersebut bertujuan untuk mengevaluasi hasil

tindakan dan merumuskan perencanaan berikutnya.

Refleksi yang berupa diskusi tentang masukan dan saran-saran

mengenai pelaksanaan tindakan, yang digunakan sebagai dasar untuk

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017

Page 23: BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. 1. Tempat Penelitianrepository.ump.ac.id/3156/4/Nur Noviliana - BAB III.pdf · 2017. 8. 5. · d. Penyusunan laporan dilakukan pada bulan Februari

menentukan langkah selanjutnya. Langkah tersebut dituangkan dalam

rencana revisi untuk melakukan tindakan pada siklus berikutnya, hingga

pembelajaran telah maksimal.

H. Indikator Keberhasilan

Penelitian ini dapat dikatakan berhasil apabila indikator keberhasilan

dapat tercapai dengan ketentuan:

1. Kegiatan penelitian akan berhasil apabila terjadi peningkatan sikap kerja

keras belajar siswa, dengan melihat dari berbagai sumber. Peningkatan sikap

kerja keras siswa menyebabkan prestasi belajar siswa meningkat.

2. Adanya peningkatan prestasi belajar siswa sekurang-kurangnya 85% dari

jumlah siswa atau 26 siswa dari 30 siswa di kelas yang telah tuntas di atas

KKM yaitu 65, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata tes pada setiap

siklus.

PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS, NUR NOVILIANA, FKIP -PGSD, UMP 2017