bab 1 - sejarah agama hindu complete)

Click here to load reader

Post on 27-Jun-2015

2.022 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Sejarah Agama HinduOleh : Made Dwitia Ayu Iswari (14) Desak Putu Kunti Wedayanti (21) I.A. Mas Tunjung Sari Palguna (22) Eka Nova (15) Heri Kusuma (16) Krisna Gerih (18) Krisna Narayani (20) Putu Indri (17)

A. SEJARAH AGAMA HINDU DI INDIA DAN PERKEMBANGANNYASejarah agama Hindu di India, perkembangannya dapat diketahui dari ktab-kitab Hindu yang terhimpun dalam veda sruti, veda smrti, Itihasa, Upanisad dan sebagainya.zaman dibagi menjadi tiga bagian yaitu: 1. Zaman Veda Kuna 2. Zaman Brahmana 3. Zaman Upanisad

1. Zaman Veda Zaman ini dimulai dari datangnya bangsa arya kurang lebih 1500 tahun SM Zaman penulisan wahyu suci Veda yang pertama yaitu Rg. Veda Semua ajaran bernafaskan veda Para sarjana telah berikhtiar untuk menentukan kapan sebenarnya Veda itu diwahyukan -memperkirakan Veda sudah diturunkan sekitar 6000 tahun SM -Memperkirakan bahwa Veda sudah diturunkan sekitar tahun 4000SM, yang diterima oleh para maharsi

Sapta Rsi Grtsamada Wiswamitra Atri Bharadwaja Wasistha Kanva Wamadeva

Zaman Veda maharsi menghimpun catur veda yaitu: Reg Veda Sama Veda Yajur Veda Atharva Veda

PENGHIMPUN CATUR VEDAYang menghimpun catur veda adalah maharsi Vyasa dibantu oleh empat orang siswanya yaitu: Maharsi Pulaha sebagai penyusun Reg Veda Maharsi Jaimini sebagai penyusun Sama Veda Maharsi Waisampayana sebagai penyusun Yajur Veda Maharsi Sumantu sebagai penyusun AtharwaVeda

1. Reg VedaWeda tertua Isinya dibagi atas 10 mandala Mantranya terdiri dari 10.552 Untuk mengundang, mendekatkan Tuhan Yang Maha Esa manifestasinya yang dipuja agar hadir pada saat upacara Pemimpin upacara disebut Hotr

2. Sama Veda Isinya diambil dari Reg veda nyanyian suci yang dinyanyikan diberikan lagu Pemimpin upacaranya disebut Udgatr

3. Yajur veda Terdiri dari 1975 mantra Berbentuk prosa yang isinya berupa yajur atau rafal Fungsi rafal mengubah upacara korban yang dipersembahka menjadi makanan yang dapat diterima oleh para dewa dengan pengucapan berulang-ulang disertai dengan menyebutkan nama dewa yang dihadirkan. Pemimpin upacaranya bernama Adwaryu

4. Atharwa Veda Terdiri dari 5987 mantra Berbentuk prosa yang isinya berupa mantramantra dan kebanyakan berifat magis Memberikan tuntunan hidup sehari-hari berhubungan dengan keduniawian seperti tampak dalam sihir dan pendukunan. Isi sihir-sihir bertujuan untuk menyembuhkan orang-orang sakit, mengusir roh-roh jahat, dan mencelakakan musuh.

Veda terdiri dari Kitab Sruti dan Smrti. Sruti adalah wahyu yang diterima melalui pendengaran suci dengan kemekaran intuisi para maha Rsi Sruti menurut sifat dan isinya dapat dibagi/ dibedakan menjadi 4, yakni : 1.Mantra 2.Brahmana 3.Aranyaka 4.Upanisad Smrti adalah kitab yang menguraikan komentar, penjelasan atau tafsir terhadap wahyu.

Menurut kitab- kitab Veda Samhita ada golongan zat hidup yang kedudukannya lebih Dewa-Dewa manusia, yaitu : Dewa-dewa. tinggi daripada Dewa-dewa dipercaya lebih tinggi kedudukannya karena : 1. Bersikap murah kepada manusia 2. Berkenan menerima pujaan dan pujian manusia. Dewa-dewa selalu dihadirkan dalam upacara korban, memohon tuntunan dan keselamatan dari gangguan-gangguan roh jahat.

Di Rg Veda disebutkan bahwa dewa dikelompokkan menjadi :

1. Dewa-dewa langit 2. Dewa-dewa angkasa 3. Dewa-dewa bumi

Dewa-Dewa Langit Dewa-dewa langit antara lain adalah dewa Waruna, yang dipandang sebagai pengawas tata dunia/ Rta. Peran Dewa Waruna antara lain adalah mengatur peradaran matahari dan menjaga sungai tetap mengalir. Dewa Waruna akan memberi hadiah ke pengikut Rta dan hukuman kepada yang jahat

Dewa-Dewa Langit Selain Dewa Waruna, Dewa Surya dan Dewa Wisnu juga termasuk Dewa langit. Dewa Surya diyakini dapat memperpanjang hidup dan mengusir penyakit. Digambarkan menaiki kereta yang ditarik oleh tujuh ekor kuda. Dewa Wisnu digambarkan dapat melangkah 3 langkah dalam sekali langkah.

Dewa-Dewa Angkasa Dewa-dewa angkasa contohnya adalah Dewa Indra. Dewa Indra sering disebut sebagai dewa perang dan mendapatkan kerhomatan yang besar sekali, sebab sering membantu manusia dalam perang. Dewa Indra digambarkan bersenjata panah/ Wajra.

Dewa-dewa Bumi Dewa-dewa bumi antara lain adalah Dewa Pertiwi dan Dewa Agni Dewa Pertiwi adalah Dewa bumi yang sering disembah sebagai Dewa Ibu. Dewa Agni/ Api adalah dewa yang sering kita sembah untuk memohon anugerah, maka dari itu api tetap dipergunakan dalam pelaksanaan upacara keagamaan.

Zaman Brahmana Zaman Brahamana ditandai dengan munculnya kitab brahmana sebagai bagian dari Veda Sruti yang disebut Karma Kanda. Kitab ini memuat himpunan doa, penjelasan upacara korban, dan kewajiban-kewajiban keagamaan. Kitab disusun dalam bentuk prosa yang ditulis oleh Bangsa Arya.

Jenis-jenis Kitab BrahmanaJenis Kitab Brahmana

Rg Veda

Atharva Veda

Sama Veda

Yajur Veda

Rg Veda

Rg Veda adalah kitab sruti yang paling utama. Memiliki dua jenis kitab yaitu Aiteriya dan Kausitaki Brahmana

BACK

Sama Weda Samaveda disebut juga "Nyanyian Veda Suci. Memiliki kitab Tandya Brahmana yang dikenal dengan nama Panca Wimsa, memuat legenda kuna yang dikaitkan dengan upacara korban

BACK

Yajur Veda Yajur Weda adalah weda yang memuat sastra suci yang terfokus pada ritual dan korban suci. Memiliki beberapa buah kitab antara lain Taitirya Brahmana untuk Yajur Veda Hitam/ Kresna dan Yajur Veda Putih/ Sukla.

BACK

Atharwa Veda

Berisikan Gopatha Brahmana, yakni sebuah genre teks-teks prosa yang menggambarkan ritual Veda

This way

Zaman Brahmana Zaman brahmana ini merupakan peralihan perkembangan agama Hindu dari zaman Veda Samhita ke zaman brahmana. Kehidupan beragama pada zaman brahmana ini ditandai dengan memusatkan keaktifan pada bathin/ rohani dalam upacara korban.

Zaman BrahmanaPada zaman brahmana timbul perubahan suasana, contohnya : 1. Munculnya perkembangan kelompokkelompok masyarakat dengan berjenis- jenis pasraman 2. Timbulnya kitab-kitab sutra. 3. Korban/yadnya sangat ditekankan

Selain perubahan suasana tersebut, terdapat perkembangan ciri-ciri kehidupan beragama pada zaman Brahmana ini, yakni dibedakannya hidup manusia menjadi empat asrama sesuai dengan warna dan dharmanya yaitu : 1. Brahmacari 2. Grhasta 3. Wanaprasta 4. Sanyasin

Brahmacari

Brahmacari adalah masa belajar mencari ilmu pengetahuan untuk bekal menjalani kehidupan selanjutnya.

Grhasta

Grhasta adalah tahap hidup berumah tangga dan menjadi keluarga

Wanaprasta Wanaprasta adalah hidup menjadi penghuni hutan/pertapa.

Sanyasin Sanyasin adalah kewajiban hidup meninggalkan segala sesuatu.

3. ZAMAN UPANISADKehidupan agama Hindu pada zaman ini bersumber pada ajaran-ajaran kitab Upanisad yang tergolong Sruti dijelaskan secara filosofis. Konsepsi terhadap keyakinan Panca Sradha dijadikan titik tolak pembahasan oleh para arif bijaksana dan para rsi. Selain itu juga konsepsi terhadap tujuan hidup disebut Catur Purusa Artha yaitu: dharma,artha,karma dan moksa diformulasikan menjadi lebih jelas. Zaman upanisad berlangsung sejak 800 SM. Agama Hindu yang berkembang di daratan tinggi Dekan dan Lembah Sungai Yamuna, meluas terus menuju lembah sungai Gangga. Lembah sungai Gangga adalah daerah yang dihuni oleh penduduk dengan sumber penghidupan beraneka ragam. Penduduk Lembah Sungai Gangga tidak menginginkan praktik kehidupan keagamaan melalui upacara dilakukan secara berlebihan. Kehidupan beragama dilaksanakan melalui Upanisad.

Kata Upanisad berasal dari bahasa Sanskerta dari akar kata Upa yang berarti dekat, Ni berarti pemimpin/guru dan Sad berarti duduk. Jadi Upanisad berarti duduk di bawah dekat dengan guru untuk mendengarkan ajaran-ajaran suci kerohanian. Upanisad mengajarkan tentang bagaimana caranya mengatasi kegelapan jiwa untuk akhirnya menemukan Sat Cit Ananda (kesadaran, ketentraman dan kebahagian). Pada zaman Upanisad terdapat Sembilan aliran filsafat yang disebut dengan nama Nawa Darsana. Di antara aliran filsafat tersebut masing-masing memiliki pandangan yang berbeda-beda. Dalam perkembangan selanjutnya ke-9 aliran filsafat tersebut dikelompokan menjadi dua kelompok besar yaitu: Kelompok Astika adalah kelompok aliran filsafat yang sepenuhnya mengakui kebenaran Veda sebagai sumber ajaran untuk percaya kepada Sang Hyang widhi/Tuhan. Yang termasuk kelompok Astika yaitu: Wedanta, Mimamsa, Nyaya, Samkhya, Waisesika, Yoga Kelompok Nastika adalah kelompok aliran filsafat yang tidak mengakui Tuhan. Yang termasuk kelom pok Nastika yaitu: Carwaka, Budha dan Jaina.

Zaman Wira Cerita (600SM-200M) Zaman Wira Cerita meliputi masa perkembangan kitab-kitab Upanisad dan perkembangan sistem Filsafat contohnya kitab ramayana dan mahabrata yang mengajarkan nilai-nilai kebenaran (Dharma). Zaman Wira Cerita ditandai dengan timbulnya banyak pemikir-pemikir dan filosof-filosof yang mengembangkan filsafat,dengan bermacam-macam aliran. Contohnya aliran non thestis yang tidak membahas masalah Tuhan seperti Bhagawadgita dan kitab upanisad lainnya.di samping itu pada zaman ini muncul pula aliran filsafat seperti yang dikenal dengan Sad Darsana (enam filsafat).

Zaman Sutra Zaman ini ditandai oleh munculnya kitab-kitab yang memuat tentang uraian dan komentar terhadap kitab weda dan mantra-mantra dalam bentuk prosa yang disusun secara singkat dengan maksud agar dapat mudah dihafal dan dimengrti. Yang menonjol dalam zaman ini adalah :Kalpasutra yg membahas tentang yadnya Dharmasutra yang membahas tentang pengertian dharma

Zaman Scholatik Zaman ini ditandai dengan lahirnya pemikirpemikir besar sebagai umpamanya Sankara,Ramuja dan madhawa. Para pemikir-pemikir ini kembali menuangkan pikirannya menyusun pengembangan baru seperti : Adwaita yaitu ajaran yang tidak ada dualisme Wisistaadwaita yaitu ajaran yang berpangkal pada 3 kenyataan tertinggi yaitu iswara,jiwa dan benda Dwaita yaitu ajaran yang tidak nyata (serba benda) yang seluruhnya bergantung pada tuhan Saiwa sidhanta Pratyabhijna Dll

B. SEJARAH AGAMA HINDU DI DUNIAAgama Hindu adalah agama tertua di dunia, sedangkan agama lainnya timbul setelah agama hindu ada. Inilah sedikit bukti Agama Hindu didunia

1. Pengaruh Agama Hindu di MesirDari hasil suatu penggalian didapatkan sebuah prasasti beranggka tahun 1280 sebelum masehi,yang memuat syarat-syarat suatu perjanjian antara Ramases II dan bangsa Hatiti dalam perjanjian tersebut dikatakan bahwa Mitrawaruna sebagai saksi. Raja-Raja di Mesir jaman dahulu memakai nama-nama Ramases 1,2,3 dan sebagainya nama Ramases dianggap mirip dengan nama Rama yang dianggap sebagai penjelmaan Dewa Wisnu.selain itu Mitrawruna adalah nama dewa-dewa yang disebutkan dalam weda. Dari data ini diperkirakan agama Hindu mempunyai pengaruh dan pengikut di daerah ini.

2. Pengaruh Agama Hindu di Gurun Sahara AfrikaPara ahli Geologi mengemukakan bahwasannya Gurun Sahara adalah sebuah dasar samudra yang telah mengering. Kalau kita perhatikan kata sahara sangat mirip dengan kata sagara sehingga diyakini kata sahara merupakan perkembangan dari kata sagara bahwa pada waktu itu sahara masih merupakan laut, penduduk di sekelilingnya kebanyakan menggunakan nama yang bernada sansekerta. Bahkan dikatakan bahwa mereka mempunyai hubungan keluarga yang erat dengan penduduk negeri kosala. Kosala adalah nama Negara yang diceritakan di dalam kitab mahabrata. Agak jauh di timur pantai Afrika ada pulau yang bernama Madagaskar. Di pulau ini banyak nama-nama yang hubungannya erat dengan nama Rama.

3. Pengaruh agama Hindu di MexicoDalam buku The May Indians Of Southern Yucatan,North and Brithis Honduras, Karya T.W.F Gann,halaman 56, atas dasar penyelidikannya dinyatakan bahwa di Mexico ada salah satu hari raya yang dirayakan oleh penduduk, bertepatan dengan saat perayaan Nawaratri yang disebut hari raya Rama-Sita. Di samping itu dalam buku Harbilas Sarda s Hindu Superiority, karya Baron Humboltd, halama 151 dijelaskan bahwa dari hasil penggalian peninggalan sejarah di daerah ini didapat kan sejumlah patung-patung Ganesa. Patung Ganesa erat sekali hubungannya dengan kebudayaan Hindu. Disamping penduduk asli di daerah ini disebut Astika, merupakan penganut yang meyakini ajaran weda. Kata Astika erat sekali hubungannya dengan kata Aztec nama penduduk asli di daerah Mexico.

4.Pengaruh Agama Hindu di PeruDidalam buku ASIATIC RESEARCHES di jelaskan bahwa sebutan penduduk asli peru disebut INCA.dan hal itu berkaitan dengan perayaan yang dirayakan oleh warga inca tersebut yaitu pada saat matahari berada pada jarak terjauh dari garis katulistiwa.Kata inca tersebut kemungkinan besar mirip dengan kata INA yang dalam bahasa sanskerta berarti matahari.

5.Persebaran agama hindu di californiaSalah satu kitab smerti hindu yaitu dalam kitab purana di kenal suatu cerita tentang raja segara.Dikisahkan raja segara dengan enam puluh ribu pasukannya akan pergi ke PATALA LOKA yaitu negeri di balik bumi,dalam usahanya mencari kuda persembahan untuk upacara ASWAMEDA YADNYA .ternyata kuda yang mereka cari ditemukan di dekat Rsi kapila yang pada saat itu sedang melakukan tapa brata yoga samadhi.Karena merasa terganggu maka Rsi kapila sangat marah dan membakar habis seluruh nya menjadi abu.kemungkinan besar,nama california tersebut merupakan kata yang berasal dari kapila aranya yaitu Rsi yang sedang bertapa dan kemungkinan ini di perkuat oleh adanya kenyataan bahwa california memiliki cagar alam TAMAN GUNUNG ABU (ash mountain park),demikian juga adanya sebuah pulau yang bernama pulau KUDA (horse island)

C.Hikmah mempelajari penyebaran agama hinduHikmah yang kita dapatkan setelah mempelajari penyebaran agama hindu,setidaknya kita bisa lebih memperdalam ilmu kita akan penyebaran agama hindu di dunia seperti : Mesir,Afrika,mexico,peru dan california. Disamping menambah ilmu pengetahuan,hikmah yang kita dapat antara lain: 1.Sebagai agama tertua,,kemungkinan hindu sudah/masih ada di negara lain.misalnya: Di Malaysia terdapat patung dewa siwa dari emas dan hindu masih eksis di negara ini. 2.Dan juga terdapat di singapura yang terdapat kata sanskerta yaitu pura yang berarti benteng/kota. Itulah hikmah yang kita dapat setelah mempelajari penyebaran agama hindu dinegara lain.

D. BUKTI-BUKTI PENINGGALAN SEJARAH AGAMA HINDU

1.Peniggalan Agama Hindu di AustraliaSebuah buku The Native Tribes of Central Australia, karangan Spencer dan Gillen, hal 1899 menguraikan bahwa di kalangan penduduk asli australia ada suatu tarian yg menggambarkan Siwa. Tarian ini umum di kalangan penduduk asli. Para penarinya menggambari dahi mereka dengan simbol mata ketiga. Hal ini merupakan bukti bahwa penduduk asli australia sudah mempunyai kontak dengan kebudayaan hindu. Alam kebudayan hindu, Dewa Siwa memakai mata ketiga yang terletak di antara dua kening, disebut trinetra atau trikuta.

2. Agama Hindu di IndonesiaMasuknya agama hindu beserta kebudayaanya ke Indonesia adalah melalui proses perkembangan yang sangat panjang. Sifat dan proses per kembangan Hinduisme di Indonesia yaitu :

a.Kebudayaan Indonesia Menghadapi Kebudayaan LuarSebelum kebudayaan Hindu ke Indonesia, di Indonesia sudah ada kebudayaan yang meliputi berbagai kehidupan bangsa. Sejak dahulu telah terjadi kontak antara kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan tetapi unsur kebudayaan asli cukup mampu menerima unsur-unsur kebudayaan luar dan di masukan ke dalam pola kebudayaan Indonesia Sifat elastis dari kebudayaan Indonesia ini senantiasa dapat dijadikan ciri khas kebudayaan Indonesia.

Masuknya unsur-unsur kebudayaan luar ke dalam masyarakat Indonesia diterima secara selektif dan di sesuaikan dengan situasi serta kondisi Indonesia. Itulah sebabnya maka kebudayaan Indonesia dikatakan bersifat fleksibel dan elastis karena dapat menerima unsur-unsur kebudayaan luar terutama yang tidak bertentangan dengan kepribadian masyarakat Indonesia. Sifat itu pula yang dapat memperkaya kebudayaan Indonesia dan mengembangkannya secara dinamik. Jadi masuknya Hindu di Indonesia memang diterima sesuai dengan kebutuhan perkembangan kebudayaan itu sendiri. Hal iini bukanlah berarti bahwa kebudayaan Indonesia mengambil oper begitu saja kebudayaan luar tanpa mengabaikan nilai-nilai kepribadian Indonesia

b. Proses Perkembangan Agama Hindu di IndonesiaBanyak teori tentang proses masuknya agama Hindu. Dari berbagai teori itu secara umum dapat dikatakan bahwa masuk agama hindu di Indonesia berlangsung secara damai dan bertahap. Kontak pendahuluan melalui media perdagangan yang dilakukan di daerah pesisir. Dari peristiwa tukar-menukar barang dagangan kemudian lebih mendalam lagi pada kontak kebudayaan yang merambat dari daerah pesisir sampai ke daerah pedalaman. Begitulah proses itu berkembang dari kontak kebudayaan sampai kepada masalah agama, sehingga pada perkembangan selanjutnya berdirilah kerajaankerajaan Hindu di Indonesia.

C. Pengertian Hinduisme di Indonesia Berbicara tentang agama Hindu di Indonesia tidaklah dapat dilepaskan dari pembicaraan tentang kebudayaan, karena agama Hindu dan kebudayaannya tidak dapat dipisah-pisahkan. Di samping itu corak agama Hindu tidaklah sama dengan corak agama Hindu di negeri asalnya yaitu India.

Hinduisme dapat dijabarkan sebagai berikut :A. Agama Hindu atau Hinduisme di Indonesia meliputi : o paham Brahmanisme o paham Waisnawaisme o paham Siwaisme yang tercakup di dalam Tri Murti, dengan pemujaan terhadap Siwa yang lebih diutamakan, karena itu Tri Murti di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Siwaisme.

B. Buddhisme yang berkembang di Indonesia juga termasuk Hinduisme. Agama Buddhaa Hinayana berkembang lebih dahulu dari agama Buddha Mahayana. Tetapi agama Buddha Mahayana yang berkembang di Indonesia sudah dipengaruhi oleh ajaran Yogacarya, yakni suatu ajaran yang mengandung mistik magis dari aliran Wajrayana.

C. Paham atau ajaran Tantrayana yang tumbuh dari hasil perluluhan (sinkritisme) antara ajaran Tri Murti dengan ajaran Buddha Mahayana disebut juga Siwa-Buddha. Ajaran Tantrayana mengkhususkan pemujaan terhadap Sakti dewa-dewa. Kemudian menumbuhkan aliran Bhairawa, misalnya aliran Bhairawa Heruka di Sumatera Selatan, aliran Bhairawa Kalacakra di Jawa Timur, di Kerajaan Singosari dan aliran Bhairawa Bhima di Bali.

3. Peninggalan Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur Bukti-bukti peninggalan agama Hindu yang tertua di Indonesia terdapat di Kalimantan Timur, di daerah Kutai. Berupa tulisan di atas batu yang disebut Yupa. Huruf yang dipakai adalah huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Yupa dapat ditarik suatu kesimpulan, bahwa pengaruh Hinduisme yang masuk ke Indonesia sekitar abad IV Masehi itu diduga berasal dari Koromandel, yaitu suatu daerah yang terletak di pantai sebelah tenggara India, sedangkan dari ke Hinduannya terdapat kata Waprakeswara.

Waprakeswara berarti suatu tempat suci yang berhubungan dengan Iswara. Iswara adalah sebutan lain dari Siwa. Dengan bunyinya : Srimato nrpa mukhyasya Rajnah sri mulawarmanah Danam punyatame ksetre Yad dattam Waprakesare Dan seterusnya..

Dengan artinya : y Sang Mulawarman raja yang mulia dan terkemuka, telah membari dana punia 20.000 ekor lembu kepada para Brahmana yang bertempat di suatu lapangan tanah yang suci Waprakeswara. y Pada yupa lainnya terdapat jeterangan bahwa, raja Mulawarman adalah putra dari raja Asmawarman, sedangkan raja Asmawarman adalah putra dari Kudungga. Yang merupakan sebutan agama Hindu.

4.

Peninggalan di Daerah Jawa Barat

Agama hindu berkembang di Jawa Barat yang bermula di wilayah Kerajaan Tarumanegara. Buktinya adalah adanya peninggalan batu bertulisan di daerah Bogor di Sungai Citarum. Berbunyi : wakrantansya wanipateh srimatah purnawarmanah Tarunanagarendreasya wisnor iwa padadwayam Artinya : inilah dua (bekas telapak) kakiyang seperti kaki Wisnu ialah kaki yang mulia Sang Purnawarman, raja di Negeri Taruma (Tarumanegara) raja yang gagah berani di Dunia.

5. Prasasti Dinoyo di Daerah Malang (Jawa Timur) Berangka tahun 760 Masehi, berisikan di daerah Malang dilakukan pemujaan secara khusus terhadap Siwa.

6. Prasasti Canggal di Jawa Tengah Berangka tahun 732 masehi. Menyebutkan pemujaan terhadap Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa. Itu menyatakan pada abad ke-8 masehi , konsep trimurti telah masuk ke Indonesia.

7. Prasasti Pereng di Jawa Tengah Berangka tahun 863 masehi. Berisikan pemujaan terhadap Agastya yang dipandang sebagai utusan Siwa.

8. Peninggalan-Peninggalan Agama Hindu di Bali Berkembang pada abad ke-8 masehi. Dibawa oleh Rsi Rsi Markandeya dari daerah Besuki , Jawa Timur. Peninggalan Pura Besakih di Kaki Gunung Agung merupakan buktinya (Rsi Markandeya).

Dari semua uraian di atas, diketahui bahwa Agama Hindu telah tersebar di seluruh dunia dan di Indonesia agama hindu telah berkembang secara merata . Diketahui dari peninggalan-peninggalan candi, arca, pura, adat istiadat dan tradisi .