bab 1 - sejarah agama hindu complete)

Download Bab 1 - Sejarah Agama Hindu Complete)

Post on 27-Jun-2015

2.004 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Sejarah Agama HinduOleh : Made Dwitia Ayu Iswari (14) Desak Putu Kunti Wedayanti (21) I.A. Mas Tunjung Sari Palguna (22) Eka Nova (15) Heri Kusuma (16) Krisna Gerih (18) Krisna Narayani (20) Putu Indri (17)

A. SEJARAH AGAMA HINDU DI INDIA DAN PERKEMBANGANNYASejarah agama Hindu di India, perkembangannya dapat diketahui dari ktab-kitab Hindu yang terhimpun dalam veda sruti, veda smrti, Itihasa, Upanisad dan sebagainya.zaman dibagi menjadi tiga bagian yaitu: 1. Zaman Veda Kuna 2. Zaman Brahmana 3. Zaman Upanisad

1. Zaman Veda Zaman ini dimulai dari datangnya bangsa arya kurang lebih 1500 tahun SM Zaman penulisan wahyu suci Veda yang pertama yaitu Rg. Veda Semua ajaran bernafaskan veda Para sarjana telah berikhtiar untuk menentukan kapan sebenarnya Veda itu diwahyukan -memperkirakan Veda sudah diturunkan sekitar 6000 tahun SM -Memperkirakan bahwa Veda sudah diturunkan sekitar tahun 4000SM, yang diterima oleh para maharsi

Sapta Rsi Grtsamada Wiswamitra Atri Bharadwaja Wasistha Kanva Wamadeva

Zaman Veda maharsi menghimpun catur veda yaitu: Reg Veda Sama Veda Yajur Veda Atharva Veda

PENGHIMPUN CATUR VEDAYang menghimpun catur veda adalah maharsi Vyasa dibantu oleh empat orang siswanya yaitu: Maharsi Pulaha sebagai penyusun Reg Veda Maharsi Jaimini sebagai penyusun Sama Veda Maharsi Waisampayana sebagai penyusun Yajur Veda Maharsi Sumantu sebagai penyusun AtharwaVeda

1. Reg VedaWeda tertua Isinya dibagi atas 10 mandala Mantranya terdiri dari 10.552 Untuk mengundang, mendekatkan Tuhan Yang Maha Esa manifestasinya yang dipuja agar hadir pada saat upacara Pemimpin upacara disebut Hotr

2. Sama Veda Isinya diambil dari Reg veda nyanyian suci yang dinyanyikan diberikan lagu Pemimpin upacaranya disebut Udgatr

3. Yajur veda Terdiri dari 1975 mantra Berbentuk prosa yang isinya berupa yajur atau rafal Fungsi rafal mengubah upacara korban yang dipersembahka menjadi makanan yang dapat diterima oleh para dewa dengan pengucapan berulang-ulang disertai dengan menyebutkan nama dewa yang dihadirkan. Pemimpin upacaranya bernama Adwaryu

4. Atharwa Veda Terdiri dari 5987 mantra Berbentuk prosa yang isinya berupa mantramantra dan kebanyakan berifat magis Memberikan tuntunan hidup sehari-hari berhubungan dengan keduniawian seperti tampak dalam sihir dan pendukunan. Isi sihir-sihir bertujuan untuk menyembuhkan orang-orang sakit, mengusir roh-roh jahat, dan mencelakakan musuh.

Veda terdiri dari Kitab Sruti dan Smrti. Sruti adalah wahyu yang diterima melalui pendengaran suci dengan kemekaran intuisi para maha Rsi Sruti menurut sifat dan isinya dapat dibagi/ dibedakan menjadi 4, yakni : 1.Mantra 2.Brahmana 3.Aranyaka 4.Upanisad Smrti adalah kitab yang menguraikan komentar, penjelasan atau tafsir terhadap wahyu.

Menurut kitab- kitab Veda Samhita ada golongan zat hidup yang kedudukannya lebih Dewa-Dewa manusia, yaitu : Dewa-dewa. tinggi daripada Dewa-dewa dipercaya lebih tinggi kedudukannya karena : 1. Bersikap murah kepada manusia 2. Berkenan menerima pujaan dan pujian manusia. Dewa-dewa selalu dihadirkan dalam upacara korban, memohon tuntunan dan keselamatan dari gangguan-gangguan roh jahat.

Di Rg Veda disebutkan bahwa dewa dikelompokkan menjadi :

1. Dewa-dewa langit 2. Dewa-dewa angkasa 3. Dewa-dewa bumi

Dewa-Dewa Langit Dewa-dewa langit antara lain adalah dewa Waruna, yang dipandang sebagai pengawas tata dunia/ Rta. Peran Dewa Waruna antara lain adalah mengatur peradaran matahari dan menjaga sungai tetap mengalir. Dewa Waruna akan memberi hadiah ke pengikut Rta dan hukuman kepada yang jahat

Dewa-Dewa Langit Selain Dewa Waruna, Dewa Surya dan Dewa Wisnu juga termasuk Dewa langit. Dewa Surya diyakini dapat memperpanjang hidup dan mengusir penyakit. Digambarkan menaiki kereta yang ditarik oleh tujuh ekor kuda. Dewa Wisnu digambarkan dapat melangkah 3 langkah dalam sekali langkah.

Dewa-Dewa Angkasa Dewa-dewa angkasa contohnya adalah Dewa Indra. Dewa Indra sering disebut sebagai dewa perang dan mendapatkan kerhomatan yang besar sekali, sebab sering membantu manusia dalam perang. Dewa Indra digambarkan bersenjata panah/ Wajra.

Dewa-dewa Bumi Dewa-dewa bumi antara lain adalah Dewa Pertiwi dan Dewa Agni Dewa Pertiwi adalah Dewa bumi yang sering disembah sebagai Dewa Ibu. Dewa Agni/ Api adalah dewa yang sering kita sembah untuk memohon anugerah, maka dari itu api tetap dipergunakan dalam pelaksanaan upacara keagamaan.

Zaman Brahmana Zaman Brahamana ditandai dengan munculnya kitab brahmana sebagai bagian dari Veda Sruti yang disebut Karma Kanda. Kitab ini memuat himpunan doa, penjelasan upacara korban, dan kewajiban-kewajiban keagamaan. Kitab disusun dalam bentuk prosa yang ditulis oleh Bangsa Arya.

Jenis-jenis Kitab BrahmanaJenis Kitab Brahmana

Rg Veda

Atharva Veda

Sama Veda

Yajur Veda

Rg Veda

Rg Veda adalah kitab sruti yang paling utama. Memiliki dua jenis kitab yaitu Aiteriya dan Kausitaki Brahmana

BACK

Sama Weda Samaveda disebut juga "Nyanyian Veda Suci. Memiliki kitab Tandya Brahmana yang dikenal dengan nama Panca Wimsa, memuat legenda kuna yang dikaitkan dengan upacara korban

BACK

Yajur Veda Yajur Weda adalah weda yang memuat sastra suci yang terfokus pada ritual dan korban suci. Memiliki beberapa buah kitab antara lain Taitirya Brahmana untuk Yajur Veda Hitam/ Kresna dan Yajur Veda Putih/ Sukla.

BACK

Atharwa Veda

Berisikan Gopatha Brahmana, yakni sebuah genre teks-teks prosa yang menggambarkan ritual Veda

This way

Zaman Brahmana Zaman brahmana ini merupakan peralihan perkembangan agama Hindu dari zaman Veda Samhita ke zaman brahmana. Kehidupan beragama pada zaman brahmana ini ditandai dengan memusatkan keaktifan pada bathin/ rohani dalam upacara korban.

Zaman BrahmanaPada zaman brahmana timbul perubahan suasana, contohnya : 1. Munculnya perkembangan kelompokkelompok masyarakat dengan berjenis- jenis pasraman 2. Timbulnya kitab-kitab sutra. 3. Korban/yadnya sangat ditekankan

Selain perubahan suasana tersebut, terdapat perkembangan ciri-ciri kehidupan beragama pada zaman Brahmana ini, yakni dibedakannya hidup manusia menjadi empat asrama sesuai dengan warna dan dharmanya yaitu : 1. Brahmacari 2. Grhasta 3. Wanaprasta 4. Sanyasin

Brahmacari

Brahmacari adalah masa belajar mencari ilmu pengetahuan untuk bekal menjalani kehidupan selanjutnya.

Grhasta

Grhasta adalah tahap hidup berumah tangga dan menjadi keluarga

Wanaprasta Wanaprasta adalah hidup menjadi penghuni hutan/pertapa.

Sanyasin Sanyasin adalah kewajiban hidup meninggalkan segala sesuatu.

3. ZAMAN UPANISADKehidupan agama Hindu pada zaman ini bersumber pada ajaran-ajaran kitab Upanisad yang tergolong Sruti dijelaskan secara filosofis. Konsepsi terhadap keyakinan Panca Sradha dijadikan titik tolak pembahasan oleh para arif bijaksana dan para rsi. Selain itu juga konsepsi terhadap tujuan hidup disebut Catur Purusa Artha yaitu: dharma,artha,karma dan moksa diformulasikan menjadi lebih jelas. Zaman upanisad berlangsung sejak 800 SM. Agama Hindu yang berkembang di daratan tinggi Dekan dan Lembah Sungai Yamuna, meluas terus menuju lembah sungai Gangga. Lembah sungai Gangga adalah daerah yang dihuni oleh penduduk dengan sumber penghidupan beraneka ragam. Penduduk Lembah Sungai Gangga tidak menginginkan praktik kehidupan keagamaan melalui upacara dilakukan secara berlebihan. Kehidupan beragama dilaksanakan melalui Upanisad.

Kata Upanisad berasal dari bahasa Sanskerta dari akar kata Upa yang berarti dekat, Ni berarti pemimpin/guru dan Sad berarti duduk. Jadi Upanisad berarti duduk di bawah dekat dengan guru untuk mendengarkan ajaran-ajaran suci kerohanian. Upanisad mengajarkan tentang bagaimana caranya mengatasi kegelapan jiwa untuk akhirnya menemukan Sat Cit Ananda (kesadaran, ketentraman dan kebahagian). Pada zaman Upanisad terdapat Sembilan aliran filsafat yang disebut dengan nama Nawa Darsana. Di antara aliran filsafat tersebut masing-masing memiliki pandangan yang berbeda-beda. Dalam perkembangan selanjutnya ke-9 aliran filsafat tersebut dikelompokan menjadi dua kelompok besar yaitu: Kelompok Astika adalah kelompok aliran filsafat yang sepenuhnya mengakui kebenaran Veda sebagai sumber ajaran untuk percaya kepada Sang Hyang widhi/Tuhan. Yang termasuk kelompok Astika yaitu: Wedanta, Mimamsa, Nyaya, Samkhya, Waisesika, Yoga Kelompok Nastika adalah kelompok aliran filsafat yang tidak mengakui Tuhan. Yang termasuk kelom pok Nastika yaitu: Carwaka, Budha dan Jaina.

Zaman Wira Cerita (600SM-200M) Zaman Wira Cerita meliputi masa perkembangan kitab-kitab Upanisad dan perkembangan sistem Filsafat contohnya kitab ramayana dan mahabrata yang mengajarkan nilai-nilai kebenaran (Dharma). Zaman Wira Cerita ditandai dengan timbulnya banyak pemikir-pemikir dan filosof-filosof yang mengembangkan filsafat,dengan bermacam-macam aliran. Contohnya aliran non thestis yang tidak membahas masalah Tuhan seperti Bhagawadgita dan kitab upanisad lainnya.di samping itu pada zaman ini muncul pula aliran filsafat seperti yang dikenal dengan Sad Darsana (enam filsafat).

Zaman Sutra Zaman ini ditandai oleh munculnya kitab-kitab yang memuat tentang uraian dan komentar terhadap kitab weda dan mantra-mantra dalam bentuk prosa yang disusun secara singkat dengan maksud agar dapat mudah dihafal dan dimengrti. Yang menonjol dalam zaman ini adalah :Kalpasutra yg membahas tentang yadnya Dharmasutra yang membahas tentang pengertian dharma

Zaman Scholatik Zaman ini ditandai dengan lahirnya pemikirpemikir besar sebagai umpamanya Sankara,Ramuja dan madhawa. Para pemikir-pemikir ini kembali menuangkan pikirannya menyusun pengembangan baru seperti : Adwaita yaitu ajaran yang tidak ada dualisme Wisistaadwaita yait