audit dan analisis sistem informasi bagian produksi ... ?· menggunakan framework cobit 4.1 (studi...

Download Audit dan Analisis Sistem Informasi Bagian Produksi ... ?· Menggunakan Framework COBIT 4.1 (Studi Kasus:…

Post on 03-Mar-2019

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Audit dan Analisis Sistem Informasi Bagian Produksi

Perusahaan Manufaktur Menggunakan Framework

COBIT 4.1

Fakultas Teknologi Informasi

Untuk memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Oleh:

Marvelous Marvin Rijoly (682010093)

Agustinus Fritz Wijaya, S.kom., M.CS.

Program Studi Sistem Informasi

Fakultas Teknologi Informasi

Universitas Kristen Satya Wacana

Salatiga

September 2015

Audit dan Analisis Sistem Informasi Bagian Produksi Perusahaan

Manufaktur Menggunakan Framework COBIT 4.1

1) Marvelous Marvel Rijoly, 2) Agustinus Fritz Wijaya

Program Studi Sistem Informasi

Fakultas Teknologi Informasi

Universitas Kristen Satya Wacana

Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Indonesia

Email: 682010093@student.uksw.edu, agustinus.wijaya@staff.uksw.edu

Abstract

Audit and analysis of information systems is a way to examine and assess and

measure the extent to which the information system can answer the needs of the business

processes in the company. A manufacture company in running business processes in

manufacturing, required to be able to maximize all available resources in the company so

as to achieve the company's business objectives is to obtain the maximum profit. Audit

information systems is an activity to collect and assess evidence whether an information

system able to ensure the security of enterprise information assets, ensuring the company

to achieve its business objectives with efficiency and effectiveness of its resources. One

framework for auditing information systems that COBIT 4.1 framework that is focused on

the audit of the information technology governance. The method used in this study, which

in this study used quantitative descriptive approach. Results of audit management

information system enables the company to perform control of information technology in

the Production Department.

Keywords: Information System Audit, COBIT 4.1, Production, Manufacturing Company.

Abstrak

Audit dan analisis sistem informasi merupakan cara untuk melakukan pemeriksaan

dan menilai serta mengukur sejauh mana sistem informasi dapat menjawab kebutuhan

dalam proses bisnis di perusahaan. Sebuah perusahaan manufaktur dalam menjalankan

proses bisnis pada bidang manufaktur, dituntut untuk dapat memaksimalkan seluruh

sumber daya yang ada di perusahaan sehingga dapat mencapai tujuan bisnis perusahaan

yaitu untuk memperoleh laba semaksimal mungkin. Audit sistem informasi merupakan

aktivitas untuk mengumpulkan dan menilai bukti apakah suatu sistem informasi dapat

menjamin keamanan aset informasi perusahaan, memastikan perusahaan untuk mencapai

tujuan bisnisnya dengan efisiensi dan efektivitas sumber daya yang dimiliki. Salah satu

kerangka kerja untuk melakukan audit sistem informasi yaitu framework COBIT 4.1 yang

berfokus kepada proses audit terhadap tata kelola teknologi informasi. Metode penelitian

yang digunakan dalam penelitian ini, dimana pada penelitian ini digunakan pendekatan

deskriptif kuantitatif. Hasil audit sistem informasi memungkinkan manajemen perusahaan

untuk melakukan pengendalian teknologi informasi di Bagian Produksi.

Kata Kunci: Audit Sistem Informasi, COBIT 4.1, Produksi, Perusahaan Manufaktur.

1) Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen

Satya Wacana, Salatiga. 2) Staff Pengajar Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

mailto:682010093@student.uksw.edumailto:agustinus.wijaya@staff.uksw.edu

1

1. Pendahuluan Audit dan analisis sistem informasi merupakan cara untuk melakukan

pemeriksaan dan menilai serta mengukur sejauh mana sistem informasi dapat

menjawab kebutuhan dalam proses bisnis di perusahaan. Sebuah perusahaan

manufaktur dalam menjalankan proses bisnis pada bidang manufaktur, dituntut

untuk dapat memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada di perusahaan

sehingga dapat mencapai tujuan bisnis perusahaan yaitu untuk memperoleh laba

semaksimal mungkin. Adapun proses bisnis utama yang dijalankan oleh

perusahaan yaitu produksi dengan sistem penjualan distribusi secara langsung.

Selama ini, sering terjadi keluhan dari pimpinan perusahaan mengenai lambannya

proses produksi yang menyebabkan berkurangnya pendapatan perusahaan

dikarenakan keterlambatan produksi yang mempengaruhi jumlah produk yang

dijual ke konsumen. Oleh karena itu, maka diperlukan adanya audit dan analisis

terhadap penerapan sistem informasi di Bagian Produksi guna menilai sejauh

mana sistem informasi dapat menjawab kebutuhan perusahaan khususnya di

Bagian Produksi. Penerapan sistem informasi dalam mendukung proses bisnis di

organisasi memunculkan resiko tingginya biaya investasi, baik dari segi

pengadaan perangkat keras, pengembangan perangkat lunak, implementasi serta

pemeliharaan sistem. Hal ini dilakukan dengan harapan mampu mewujudkan

tercapainya rencana dan strategi bisnis perusahaan.

Audit sistem informasi merupakan aktivitas untuk mengumpulkan dan

menilai bukti apakah suatu sistem informasi dapat menjamin keamanan aset

informasi perusahaan, memastikan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnisnya

dengan efisiensi dan efektivitas sumber daya yang dimiliki [1]. Salah satu

kerangka kerja yang dapat digunakan untuk melakukan audit sistem informasi

yaitu framework COBIT 4.1. Framework COBIT 4.1 adalah kerangka tata kelola

teknologi informasi yang dikeluarkan oleh IT Governance Institute (ITGI) guna

mendukung serangkaian perangkat yang memungkinkan manajemen untuk

menjembatani kesenjangan antara persyaratan pengendalian, hal-hal teknis dan

resiko bisnis. Framework COBIT 4.1 berfokus kepada proses audit terhadap tata

kelola teknologi informasi yang memungkinkan kebijakan pengembangan yang

jelas dan baik untuk seluruh organisasi pengendalian teknologi informasi.

Framework COBIT 4.1 menekankan peraturan, membantu organisasi untuk

meningkatkan nilai yang dicapai dari teknologi informasi, dan memungkinkan

pengaturan dan penyederhanaan pelaksanaan pada framework COBIT 4.1 [2].

Framework COBIT 4.1 adalah kerangka kerja yang digunakan untuk

melakukan audit dan analisis terhadap sistem informasi yang ada di Bagian

Produksi, apakah sudah berjalan dengan maksimal dan optimal. Audit sistem

informasi bertujuan mendapatkan umpan balik bagi kebutuhan program kerja

yang sedang berjalan di perusahaan, dengan mengetahui kebutuhan ini,

pelaksanaan program kerja akan segera mempersiapkan kebutuhan tersebut.

Kebutuhan tersebut dapat berupa biaya, waktu, personel, dan alat. Pelaksanaan

program kerja akan mengetahui berapa biaya yang dibutuhkan, berapa lama waktu

yang tersedia untuk kegiatan tersebut. Dengan demikian, maka akan diketahui

pula berapa jumlah tenaga yang dibutuhkan, serta alat apa yang harus disediakan

untuk melaksanakan program kerja tersebut. Audit dan analisis sistem informasi

2

dengan menggunakan framework COBIT 4.1 bertujuan untuk menjadi tolak ukur

apakah penerapan sistem informasi di Bagian Produksi telah diterapkan dengan

baik, sehingga perlu adanya audit dan analisis sistem informasi sebagai bahan

pertimbangan untuk mengambil keputusan dari perencanaan yang mengarah

kepada hasil dan dampak dari program kerja tersebut.

2. Tinjauan Pustaka Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian terdahulu yang terkait dengan topik penelitian ini

pernah dilakukan sebelumnya, antara lain oleh Yesi pada tahun 2014 dengan judul

Evaluasi Kinerja Teknologi Informasi Bagian Produksi Perusahaan Manufaktur

Menggunakan Framework COBIT 4.1 (Studi Kasus: PT. XYZ Ungaran). Pada

penelitian tersebut, dijelaskan bahwa evaluasi kinerja teknologi informasi

merupakan cara untuk mengukur sejauh mana teknologi informasi dapat

menjawab kebutuhan dalam proses bisnis di organisasi. Oleh karena itu, maka

diperlukan adanya evaluasi penerapan teknologi informasi di Bagian Produksi PT.

XYZ Ungaran. Evaluasi kinerja teknologi informasi dengan menggunakan

COBIT 4.1 bertujuan mengukur apakah penerapan teknologi informasi di Bagian

Produksi PT. XYZ Ungaran telah diterapkan dengan baik atau belum. Hasil

penelitian tingkat kematangan Tata kelola teknologi informasi menunjukan bahwa

perlu dilakukan pengendalian teknologi informasi dan harus ada dokumentasi

pada setiap proses teknologi informasi yang dilakukan di Bagian Produksi PT.

XYZ Ungaran [3].

Penelitian lainnya yang terkait dengan judul Audit Sistem Informasi

Persediaan. Pada penelitian tersebut dibahas mengenai audit sistem informasi

persediaan yang ada pada perusahaan industri manufaktur agar dapat mengetahui

apakah perusahaan telah mencapai tujuan mengamankan aset, menjaga integritas

data, meningkatkan efektivitas, dan menjaga efisiensi untuk selanjutnya dapat

diberikan saran dan rekomendasi untuk meminimalkan resiko yang terdapat saat

ini. Hasil yang dicapai berfokus pada gambaran mengenai pengendalian-

pengendalian yang telah dilakukan oleh perusahaan dan kelemahan pengendalian

tersebut. Pengendalian m