anti kekerasan, merangkul kemitraan, profil lapas merauke

Download ANTI KEKERASAN, MERANGKUL KEMITRAAN, profil Lapas Merauke

Post on 11-Jun-2015

259 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

MERAUKE CORRECTIONAL FACILITY PAPUA - INDONESIA Lembaga Pemasyarakatan Klas II Merauke, Papua Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Merauke, Papua - Indonesia

Anti Kekerasan, Merangkul Kemitraan

Anti Violence, Embrance Partnership

GERBANG DAYA - NAPIGerakan Pengembangan dan Pemberdayaan Narapidana

Development and Empowerment M ov e m e n t s o f P r i s o n e r s

MERAUKE CORRECTIONAL FACILITY PAPUA - INDONESIA

Anti Kekerasan, Merangkul Kemitraan

Anti Violence, Embrance Partnership

http://www.lapas2bmerauke.co.cc

3 4 5 6 7 8 9

Sekapur Sirih Kantor dan Letak Geografi Aplikasi Sistim Pemasyarakatan Pembinaan Kepegawaian Pembinaan Kepribadian Narapidana Pembinaan Kemandirian Narapidana Hubungan dengan Pihak Luar - Kemitraan

Lampiran : Pelaksanaan Program Kerja Periode 2008 - 2009

3 4 5 6 7 8 9

Foreword Office and Sitemap Correctional Application System Staff Development Personality Development of Prisoners Independency Development of Prisoners Relationship with outsiders / Partnership

Attachment : Implementation of Work Programs, Period 2008 - 2009

SEKAPUR SIRIHKekurangan bahkan ketiadaan bukanlah sebuah batasan untuk mewujudkan sebuah keinginan. Namun menjadi sebuah tantangan untuk memacu kreatifitas dan semangat melakukan aksi walaupun kecil namun konsisten dan bernilai untuk menarik dunia luar memahami keseriusan kita dalam mewujudkan sebuah keinginan. Namun juga yang lebih penting adalah mengapresiasikan keinginan kita juga akan menjadikan keinginan pihak lain untuk ingin mewujudkannya karena pihak lain tersebut juga merasa berkepentingan dengan terwujudnya keinginan tersebut. Bersikap terbuka dengan dunia luar adalah jembatan terlayak untuk mewujudkan keinginan sehingga sebuah partisipasi bukan saja sebagai konsep namun menjadi perilaku kita untuk mengatasi sebuah kekurangan atau bahkan ketiadaan.EDA

K

I AM

ME

N MA

GB

Kalapas Merauke LILIK SUJANDI, Bc.IP S.IP M.Si, , .

http://www.lapas2bmerauke.co.cc

FOREWORDShortages and even nothingness is not a restriction to realize a wish. But becomes a challenge to push creativities and spirits to act upon it., although small but consistent and has value to attract outside world to understand our seriousness in achieving a wish

But more important is that expressing our wishes will also make other people to also have the desire to achieve these wishes as well because these other people also feels that they have vested interest with these achievements. Be open with outside world is the most appropriate way to achieve a wish so that a participation is not only becoming a concept but has become our attitude to overcome a shortage or even nothingness.

Merauke Correctional Facility Head LILIK SUJANDI, Bc.IP S.IP M.Si, , .http://www.lapas2bmerauke.co.cc

Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Merauke Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Ham Papua Jl. Ermasu No 18, Merauke - Papua Indonesia Telp : +62 971-321178 Email : Lpmerauke@gmail.com Website : http://www.lapas2bmerauke.co.cc

KANTOR

Satu Hati, Satu Tujuan, Satu Karya dalam Pengabdian

Merauke Correctional Facility Regional Office Law and Human Rights Department Papua Jl. Ermasu No 18, Merauke - Papua Indonesia Phone : +62 971-321178 Email : Lpmerauke@gmail.com Website : http://www.lapas2bmerauke.co.cc

Sitemap Latitude : 829'13.33"S Longitude : 14023'35.08"E

OFFICE

One Heart, One Goal, One Work in Dedication

Aplikasi Sistim Pemasyarakatan

SAS IAP L IK

IS

E IM P MAS T

YA

Pembinaan Kepegawaian

Hubungan d e n g a n pihak luar/ kemitraan

Pembinaan Kepribadian Narapidana

Pembinaan Kemandirian Narapidana

R

AKAN AT

KA

MI

ME

N MA

GB

EDA

Correctional Application System

IO

N

A AL

PPLIC AT I

O

N

RE CT

ST SY

COR

S t a f f Development

Relationship with Outsiders / Partnership

Independency Personality Development Development of Prisoners of Prisoners

EM

Staff Development

Pembinaan KepegawaianSADAR HATI, SADAR PIKIR, SADAR TINDAKAN bahwa tugas utama kami adalah pelayanan publik, yang dalam hal ini melakukan pembinaan bagi narapidana. Dimana Narapidana adalah tetap manusia, yang hilang hanyalah kebebasannya, tetapi hak dan kewajiban tetap harus dilindungi. KNOW BY HEART, BY THOUGHT, BY ACTION that our main duty is public service, in this case carrying out the development of prisoners. Whereby prisoners are still human, the only right that is taken away from them is their freedom; however, their other rights and duties should be honored. Therefore, we start from staff development so that our officers will first understand for themselves human rights and duties and then applying them in carrying-out their duties later. Marching drill, self-defense, outbound to improve teamwork and social works are physical and mental training for the officers so that they will have self-discipline and use conscience in developing the prisoners but without ignoring written regulations.

Untuk itulah kami memulai pertama kali dari pembinaan kepegawaian agar para petugas memahami terlebih dahulu hak dan kewajiban manusia pada dirinya didalam aplikasi melaksanakan tugas nantinya. Latihan baris berbaris, bela diri, outbond kerjasama kelompok, kerja bhakti adalah pelatihan fisik & mental agar petugas mempunyai disiplin diri dan menggunakan hati nurani didalam melakukan pembinaan bagi narapidana, tanpa melupakan aturanaturan yang tertulis

Personality Development of Prisoners

Pembinaan Kepribadian NarapidanaFISIK SEHAT, didalam melakukan pembinaan kami mengutamakan olahraga, karena lewat olahraga diharapkan tubuh menjadi sehat, sehingga para narapidana dapat mengikuti semua program pembinaan kepribadian PIKIR SEHAT, dengan tubuh yang sehat itulah maka para narapidana dapat mempunyai pikiran yang sehat, sehingga semua aktifitas dapat dikuti, seperti: Pendidikan Rohani pada tempat ibadah sesuai agama masing-masing Outbond kerjasama kelompok antar narapidana Olahraga dan briefing mental rutin per bulan Penyuluhan Hukum HEALTHY BODY, in developing personality we put emphasis on sports because through sport we can expect our body becomes healthier, so that all prisoners can follow all personality development programs HEALTHY MIND, with healthy body resulted from the above programs those prisoners will have healthy mind, so that they can partake all activities, such as: Religious education at worship places according to their respective religion Outbond for teamwork among prisoners group Sport and routine mental briefing every month Legal consultation

Independency Development of Prisoners

Pembinaan Kemandirian NarapidanaM A N D I R I , K R E AT I F, T R A M P I L & PRODUKTIF, dalam program pembinaan ini, para narapidana diberikan ketrampilan disesuaikan dengan bakat, hobby dan kemampuannya, sehingga nantinya para narapidana lebih percaya diri, karena mempunyai ketrampilan dan kesibukan yang lebih produktif dan juga dapat mengurangi rasa stres selama menjalani masa pidananya. Ketrampilan ini dapat ditingkatkan pada produk-2 yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yang akhirnya dapat tercipta produk2 inovatif yang profit oriented. Dan berdampak pula kepada kemandirian, kreatifitas dan nilai juang para narapidana untuk tidak mudah putus asa dikemudian hari. INDEPENDENT, CREATIVE, SKILLFUL & PRODUCTIVE, in these development programs prisoners are trained for skills according to their talents, hobbies and capabilities, so later those prisoners will have more self-confident because now they are skillful and have a more productive activity and at the same time may reduce stress while serving their sentences.

These skills can be improved for products that have high economic values so that at the end profit-oriented products can be established.

These will have positive impact on independency, creativity and survival spirit of those prisoners not to give up easily in the future.

Relationship with Outsiders / Partnership

Hubungan Dengan Pihak Luar / KemitraanPerspektif restorative justice menuntut diadakannya pembentukan ataupun perubahan menyangkut lembaga-lembaga lain di luar lembaga pemasyarakatan guna bersama-sarna lembaga pemasyarakatan merestorasi perilaku jahat atau menyimpang dari narapidana. Maka sangatlah tidak mungkin setelah narapidana direhabilitasi di lembaga pemasyarakatan dan disiapkan untuk reintregasi dengan masyarakat luar atau pihak ketiga, tetapi masyarakat diluar masih tetap mempunyai stigma negatip tentang narapidana. Untuk itulah pihak Lembaga Pemasyarakatan perlu mensosialiasikan secara intens dan faktual re-integrasi narapidana kepada pihak ketiga/masyarakat, melalui program Asimilasi, Pembebasan bersyarat, Cuti menjelang Bebas. Sehingga stigma negatip sebagai penjahat akan hilang, dengan kesadaran diri para narapidana pada saat melakukan re-integrasi, yang dimana masyarakat / pihak ketigapun dapat memberikan kesempatan itu secara dua arah. Perspective restorative justice demands a formation or a change in regards to other institutions outside the correctional institution so together with the correctional institution can rehabilitate evil means or deviance means of prisoners. So it is very impossible that after the prisoners have been rehabilitated in correctional institution and have been prepared for reintegration with society or third parties, but the society still have negative stigma on them.

For that reasons the Correctional Institution should intensely and factually socialize the re-integration of prisoners back to the society/third parties through Assimilation