bupati merauke nomor 13 tahun 2014 tentang barang milik daآ  bupati merauke peraturan daerah...

Download BUPATI MERAUKE NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG BARANG MILIK DAآ  BUPATI MERAUKE PERATURAN DAERAH KABUPATEN

Post on 25-Oct-2020

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PROVINSI PAPUA

    BUPATI MERAUKE

    PERATURAN DAERAH KABUPATEN MERAUKE

    NOMOR 13 TAHUN 2014

    TENTANG

    PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

    BUPATI MERAUKE,

    Menimbang : a. bahwa dalam rangka menjamin terlaksananya tertib

    administrasi dan tertib pengelolaan barang milik daerah

    yang semakin berkembang dan kompleks diperlukan

    adanya kesamaan persepsi dan langkah secara integral

    dan menyeluruh dari unsur-unsur yang terkait dalam

    pengelolaan barang milik daerah;

    b. bahwa barang milik daerah sebagai salah satu unsur

    penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan

    pembangunan daerah, maka barang milik daerah perlu

    dikelola secara tertib, transparan, dan akuntabel agar

    dapat dimanfaatkan secara optimal dalam rangka

    mendukung penyelenggaraan otonomi daerah;

    c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

    dalam huruf a dan huruf b serta untuk melaksanakan

    ketentuan Pasal 105 Peraturan Pemerintah Nomor 27

    Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/

    Daerah, perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang

    Pengelolaan Barang Milik Daerah;

    Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang

    Pembentukan Propinsi Otonom Irian Barat dan

    Kabupaten-kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat

    (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1969

    Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 2907);

    2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang

    Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari

    Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme (Lembaran Negara

    Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

    3. Undang...

  • - 2 -

    3. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi

    Khusus Bagi Provinsi Papua (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran

    Negara Republik Indonesia Nomor 4151) sebagaimana

    telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35

    Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia

    Tahun 2008 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 4884);

    4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang

    Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia

    Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 4286);

    5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang

    Perbendaharaan (Lembaran Negara Republik Indonesia

    Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 4355);

    6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang

    Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan

    Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia

    Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 4400);

    7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

    Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 4437), sebagimana telah

    diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12

    Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia

    Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 4844);

    8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang

    Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan

    Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik

    Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran

    Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

    9. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang

    Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran

    Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82,

    Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

    Nomor 5234);

    10. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang

    Rumah Negara (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 69,

    Tambahan Lembaran Negara Nomor 3573);

    11. Peraturan...

  • - 3 -

    11. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak

    Guna Usaha/Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas

    Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996

    Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik

    Indonesia Nomor 3643);

    12. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang

    Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran

    Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92,

    Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

    Nomor 5533);

    13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007

    tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah;

    Dengan Persetujuan Bersama

    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAHKABUPATEN MERAUKE

    dan

    BUPATI MERAUKE

    MEMUTUSKAN:

    Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PENGELOLAAN BARANG

    MILIK DAERAH.

    BAB I

    KETENTUAN UMUM

    Pasal 1

    Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan:

    1. Pemerintah Daerah adalah Bupati beserta perangkat

    daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan

    daerah.

    2. Bupati adalah Bupati Merauke.

    3. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selanjutnya disingkat

    DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

    Kabupaten Merauke.

    4. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, selanjutnya

    disingkat APBD, adalah rencana keuangan tahunan

    pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui

    bersama oleh pemerintah daerah Kabupaten Merauke

    dan DPRD yang ditetapkan dengan peraturan daerah.

    5. Satuan…

  • - 4 -

    5. Satuan Kerja Perangkat Daerah, selanjutnya disingkat

    SKPD adalah perangkat daerah pada Kabupaten Merauke

    selaku pengguna anggaran/pengguna barang.

    6. Barang Milik Daerah adalah semua barang yang dibeli

    atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan

    Belanja Daerah atau berasal dari perolehan lainnya

    yang sah.

    7. Pengelola Barang adalah pejabat yang berwenang dan

    bertanggung jawab menetapkan kebijakan dan pedoman

    serta melakukan pengelolaan Barang Milik Daerah.

    8. Pengguna Barang adalah pejabat pemegang kewenangan

    Penggunaan Barang Milik Daerah.

    9. Kuasa Pengguna Barang adalah pejabat yang ditunjuk

    oleh Pengguna Barang untuk menggunakan barang yang

    berada dalam penguasaannya dengan sebaik-baiknya.

    10. Penilai adalah pihak yang melakukan penilaian secara

    independen berdasarkan kompetensi yang dimilikinya.

    11. Penilaian adalah proses kegiatan untuk memberikan

    suatu opini nilai atas suatu objek penilaian berupa

    Barang Milik Daerah pada saat tertentu.

    12. Perencanaan Kebutuhan adalah kegiatan merumuskan

    rincian kebutuhan Barang Milik Daerah untuk

    menghubungkan pengadaan barang yang telah lalu

    dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar

    dalam melakukan tindakan yang akan datang.

    13. Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh

    Pengguna Barang dalam mengelola dan menatausahakan

    Barang Milik Daerah yang sesuai dengan tugas dan

    fungsi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang

    bersangkutan.

    14. Pemanfaatan adalah pendayagunaan Barang Milik

    Daerah yang tidak digunakan untuk penyelenggaraan

    tugas dan fungsi satuan kerja perangkat daerah

    dan/atau optimalisasi Barang Milik Daerah dengan tidak

    mengubah status kepemilikan.

    15. Sewa adalah Pemanfaatan Barang Milik Daerah oleh

    pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima

    imbalan uang tunai.

    16. Pinjam...

  • - 5 -

    16. Pinjam Pakai adalah penyerahan penggunaan barang

    antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah atau

    antar Pemerintah Daerah dalam jangka waktu tertentu

    tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu

    tersebut berakhir diserahkan kembali kepada

    Pengelola Barang.

    17. Kerja Sama Pemanfaatan adalah pendayagunaan Barang

    Milik Daerah oleh pihak lain dalam jangka waktu

    tertentu dalam rangka peningkatan penerimaan

    pendapatan daerah dan sumber pembiayaan lainnya.

    18. Bangun Guna Serah adalah Pemanfaatan Barang Milik

    Daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara

    mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut

    fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain

    tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah

    disepakati, untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah

    beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya

    setelah berakhirnya jangka waktu.

    19. Bangun Serah Guna adalah Pemanfaatan Barang Milik

    Daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara

    mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut

    fasilitasnya, dan setelah selesai pembangunannya

    diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain

    tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati.

    20. Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur adalah kerja sama

    antara pemerintah daerah dan Badan Usaha untuk

    kegiatan penyediaan infrastruktur sesuai dengan

    ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

    21. Pemindahtanganan adalah pengalihan kepemilikan

    Barang Milik Daerah.