anggaran negara dalam era otonomi daerah

Download Anggaran Negara dalam Era Otonomi Daerah

Post on 05-Dec-2014

2.294 views

Category:

Documents

15 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

teori dan praktik mengenai anggaran negara di Indonesia

TRANSCRIPT

  • 1. ANGGARANNEGARADALAM ERAOTONOMI DAERAHKunarjoEditor: Dadang Solihin
  • 2. untuk:Rima, Hasna, Fatih, Hanif,dan Sarah
  • 3. Kata PengantarvKata PengantarTujuan penulisan buku adalah untuk memberikan informasi tentangteori dan praktik mengenai anggaran negara di Indonesia terutama dalamerat otonomi daerah. Dalam membicarakan anggaran negara tidak lepasdari sistem pemerintahan yang ada. Sejak tahun 2000, sistempemerintahan telah mengalami perubahan yang cukup berarti, sehinggaberpengaruh kepada sistem anggaran negara yang berlaku. Perubahansistem anggaran itu bukan hanya pada perubahan tahun anggaran saja,tetapi juga pada sistematika dan proses penyusunannya.Mempelajari anggaran negara, menurut penulis, sangat menarik,karena di dalamnya dapat melihat bagaimana suatu kebijakan negaradapat dijabarkan. Penyusunan anggaran negara sangat dipengaruhi olehunsur-unsur kebijakan ekonomi, sosial, dan politik. Penerimaan yangberasal dari perpajakan, dan pengeluaran, baik pengeluaran rutin maupunpembangunan, misalnya, dapat dimobilisasi dan dialokasikan untuktujuan pertumbuhan dan pemerataan pendapatan masyarakat maupunmainan politik oleh para politisi.Pengeluaran anggaran negara tidak sama dengan pengeluarananggaran yang dilakukan oleh perusahaan swasta atau perseorangan.Selain motif yang berbeda, juga sasarannya terfokus pada pengeluaranyang berdampak pada peningkatan kesejahteraan, dan pemerataan untukseluruh masyarakat.Pengetahuan mengenai anggaran negara memang penuh dengandinamika, walaupun tampaknya penyusunan anggaran negara itu polanyahampir tidak mengalami perubahan, misalnya anggaran negara
  • 4. Kata Pengantarvimempunyai banyak program, banyak dana yang dialokasikan, melibatkanberbagai macam stakeholder, serta banyak prosedur yang digunakan.Kecuali itu, sistem pemerintahan yang mengatur anggaran secaraterdesentralisasi atau tersentralisasi juga sangat mempengaruhi hasilpelaksanaannya. Begitu strategisnya peranan anggaran negara,penyusunannya sering kali digunakan sebagai alat perjuangan untukmemperebutkan kekuasaan bagi para politisi.Walaupun anggaran negara strategis, orang sulit dapatmendefinisikan apa yang disebut anggaran negara. Anggaran negarabukan semata-mata sama dengan ilmu ekonomi, atau ilmu hukum, atauilmu politik, ataupun ilmu administrasi, tetapi merupakan kombinasi darisemuanya.Adanya perencanaan pembangunan di Indonesia, mengakibatkananggaran negara menjadi menarik, sebagai salah satu dari sumberpembiayaan pembangunan itu. Oleh karenanya, penyusunan anggarannegara diusahakan untuk makin dapat terukur dalam membantuperencanaan. Telah disadari bahwa anggaran negara tanpa perencanaanyang baik merupakan pemborosan, dan sebaliknya perencanaanpembangunan tanpa anggaran merupakan impian belaka.Buku ini tidak dapat terbit tanpa bantuan dari beberapa orang yangtelah membantu penulis menyelesaikan naskahnya, antara lain: Sdr.Bambang Triyono; Sdri. Dienova, Sdr. Zainudin dan Sdri. RenataSihombing yang telah melakukan penyelesaian akhir. Tidak lupa sayamenyampaikan terima kasih kepada Sdr. Maruto dari LP3ES yang telahmembantu mengedit buku ini.Semoga buku ini ada gunanya, terutama bagi para pejabat yangmenggeluti bidang anggaran baik di pusat dan daerah, serta paramahasiswa yang mendalami tentang anggaran negara.Jakarta, 1 Januari 2003Kunarjo
  • 5. Kata Pengantar Gunawan SumodiningratviiKata PengantarGunawan Sumodiningrat*Anggaran negara mempunyai tiga fungsi klasik: mendorongpertumbuhan, mendistribusikan atau memeratakan kesejahteraan danmenstabilkan perekonomian nasional. Di masa orde baru bahkankonsep ini dijadikan pokok pembangunan nasional, yaitu pemerataan,pertumbuhan dan stabilitas, yang diberi label puitis, TrilogiPembangunan. Tiga fungsi pokok ini tidak pernah lekang oleh jaman,karena memang itulah misi yang diemban oleh anggaran negara.Kajian tentang anggaran negara merupakan bidang yang sangatpenting karena anggaran negara adalah bagian yang sangatmempengaruhi keuangan sektor swasta atau masyarakat. Adabeberapa alasan yang dapat dikedepankan. Pertama, anggaran negaravolumenya amat besar. Di setiap negara, rasanya belum ada sebuahorganisasi swasta yang mempunyai volume anggaran atau keuanganyang melebihi volume yang dimiliki oleh negaranya. Ukuranbagaimanapun paralel dengan gaya tarik atau magnitude. Tidak heranjika keuangan-keuangan sektor swasta biasanya menyesuaikan diridengan anggaran negara, baik dalam prosentase kenaikan maupunpenurunan, prioritas alokasi, hingga waktu tahun buku anggaranswasta pun disamakan atau paling tidak dekat dengan tahun buku darianggaran atau keuangan negara. Kedua, dari sisi penerimaan, makaanggaran negara amat mempengaruhi keuangan swasta, khususnyapendapatan perpajakan. Meningkatnya pajak atau cukai rokok,misalnya akan mempengaruhi harga rokok, belanja iklan rokok,hingga belanja pribadi anggota masyarakat yang mengkonsumsirokok. Ketiga, dari sisi pengelolaan atau pengeluaran, anggarannegara juga mempengaruhi keuangan secara nasional karena tigafungsi yang diembannya tadi: pertumbuhan, pemerataan, stabilitas.*Gunawan Sumodiningrat adalah Guru Besar Ekonomi pada Universitas GadjahMada Yogyakarta, Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Kewilayahan,Kebangsaan dan Kemanusiaan, serta mantan Deputi Bidang EkonomiBAPPENAS
  • 6. Kata Pengantar Gunawan SumodiningratviiiBagaimana dengan anggaran negara di Indonesia? Tidak cukupbanyak ahli keuangan negara yang meluangkan waktu untuk menulistentang anggaran negara, terkecuali bagi Pak Kunarjo, sahabat dansesepuh saya ini. Bagi negara berkembang, anggaran negarasepertinya lebih diarahkan sebagai stimulan pembangunan, karenamasyarakat belum mampu menggerakkan pembangunannya sendiriatau secara otonom. Dalam bahasa politis biasanya disebut sebagaigovernment (public) driven growth. Tujuannya adalah untukmenggerakkan swasta atau masyarakat untuk mampu menggerakkanpembangunan di dalam dirinya. Sebenarnya fungsi ini jugadijalankan secara klasikal seperti yang diajarkan oleh teori-teoriekonomi, khususnya yang berada di bawah aliran Neo Klasik. Sepertikita ketahui bersama, aliran ini berpendapat bahwa tugas pemerintahadalah mempengaruhi (atau menggerakkan, atau menyelamatkan)perekonomian nasional, karena mekanisme pasar saja tidak mampumenyelesaikan masalah-masalah perkonomian. Bahkan, fungsi darianggaran negara adalah menyelesaikan misi global dari negaranya.Kita memahami bahwa kebijakan anggaran negara dari ASmenentukan anggaran keuangan seluruh negara di dunia. Kontraksimaupun ekspansi anggaran AS mempengaruhi perilaku keuangannegara lain di dunia.Uniknya, anggaran negara di Indonesia juga menjadi bagiandari krisis ekonomi yang sekarang ini dialami Indonesia sejak tahun1997. Pembangunan ekonomi Indonesia begitu banyak didorong olehnegara, sehingga dunia usaha Indonesia mengembangkan apa yangdisebut oleh Tanri Abeng di tahun 1990-an sebagai manajemenlobi, yaitu dimana para pengusaha lebih mengembangkankecakapan melobi penguasa politik atau pejabat pemerintahdaripada mengembangkan kecakapan professional. Populasiterbesar pelaku usaha, khususnya pelaku usaha besar, berkerumun didekat kue anggaran negara. Kondisi ini memang bersifat positifdalam menumbuhkan perekonomian namun juga menimbulkan eksesyang sekarang populer dilabeli korupsi, kolusi, dan nepotisme.Tidak dipungkiri seluruh organisasi publik di Indonesia terbelit olehmasalah ini, baik dalam skala kecil maupun skala yang tak terperikanbesarnya.Apakah ini hanya monopoli Indonesia? Ternyata tidak. Dinegara adidaya seperti Amerika pun kita melihat kejadian-kejadian
  • 7. Kata Pengantar Gunawan Sumodiningratixdimana antara kekuasaan dengan pengusaha membentuk konspirasiyang didasarkan kepada anggaran negara. Bahkan yang menakutkankonspirasi ini kebanyakan berkenaan dengan industri militer sehinggamemunculkan paradigma complex industrial military, yaitu sebuahkebijakan negara yang menguntungkan industri militer negara yangbersangkutan. Industri militer adalah sasaran pokok karena volumeuang yang digunakan amat besar, tidak bisa dipastikan secara fixed,dan dapat dimasukkan dalam kategori rahasia nasional.Tentu saja kenyataan ini tidak berarti excuse bagi negaraterhadap kekeliruan KKNnya di masa lalu. Bahkan saya beranimemperkirakan bahwa perilaku KKN tidak akan hilang, ia hanyamenurun, hingga dalam persentase yang tidak membahayakan.(Bukankah KKN juga kebiasaan manusia pula. Ia hanya bisadiminimalkan hingga tingkat yang paling manusiawi, tapi tidak bisadihapuskan). Inilah agenda pertama bagi kebijakan anggaran negarakita. Secara ideal adalah bagaimana mengelola anggaran negarasecara baik. Memang, mencari padanan baik tidaklah mudah.Prinsip klasik pertumbuhan-pemerataan-stabilitas tetap menjadiukuran, namun itu tidak cukup lagi. Indikator atau alat ukur pelengkaptetapi tidak bisa dipinggirkan (marginalized) adalah prinsip-prinsippokok dari good governance yaitu akuntabilitas, transpansi, danresponsivitas.Agenda kedua adalah meletakkan kebijakan anggaran negaradalam konteks kekinian, yaitu dalam NKRI yang didesentralisasi.Tema pengelolaan keuangan negara hari ini menjadi ang

Recommended

View more >