tdm umum uad, 2010

Download TDM umum UAD, 2010

Post on 31-Aug-2014

203 views

Category:

Documents

23 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Aplikasi Therapeutic Drug Monitoring (TDM) Di Rumah SakitOleh :

Dra. Nun Zairina, SpFRS, Apt Instalasi Farmasi RSUD Dr. Soetomo Surabaya1

PENDAHULUAN Monitoring terapi penderita dapat dilakukan dengan : 1. Mengamati respon farmakologis contoh : obat antihipertensi, analgesik, hipnotik. 2. Menilai hasil pemeriksaan laboratorium contoh : antikoagulan, antidiabetes, lipidlowering drugs, hormon.

2

PENDAHULUAN Individualisasi dosis sulit dilakukan,namun penting dilakukan untuk obat yang : 1. Respon farmakologinya tidak bisa diamati secara klinik, contoh : obat profilaksis kejang atau mania. 2. Efek toksiknya tidak dapat dideteksi, contoh : aminoglikosida

THERAPEUTIC DRUG MONITORING (TDM)3

PERLU DILAKUKAN

PENDAHULUAN Pemeriksaan kadar obat dalam darah sudah dilakukan di Lab. Klinik sejak tahun 1970. Akreditasi RS : TDM adalah salah satu parameter yang dinilai dalam pelayanan Farmasi Klinik.4

THERAPEUTIC DRUG MONITORING (TDM)

TDM adalah suatu pengukuran kadar obat dalam cairan tubuh/darah yang tujuannya untuk :- mencapai kesembuhan - mengurangi symptom atau - mencegah penyakit5

THERAPEUTIC DRUG MONITORING (TDM)

Pemantauan kadar obat dalam darah Metoda : FPIA Alat : TDX

6

FUNGSI TDM

Mengetahui apakah kadar obat dalam darah sesuai dengan yang diharapkan (kadar optimal).

7

INDIKASI UNTUK MELAKUKAN PEMANTAUAN KADAR OBAT DALAM DARAH (TDM) :

Obat dengan indeks terapi sempit. Obat yang efek merugikannya tidak mudah dipantau secara klinis. Obat yang farmakokinetiknya mudah dipengaruhi oleh faktor fisiologis, penyakit tertentu, faktor eksternal, dll.

8

INDIKASI UNTUK MELAKUKAN PEMANTAUAN KADAR OBAT DALAM DARAH (TDM) :

Obat yang diduga menyebabkan keracunan. Obat yang diberikan dengan dosis lazim, tetapi tidak memberikan hasil. Obat diduga tidak diminum oleh penderita Obat diduga digunakan secara diam diam.

9

Obat diduga mengalami interaksi.

INDIKASI UNTUK MELAKUKAN PEMANTAUAN KADAR OBAT Obat yang DALAMdiketahui ketersediaan ingin DARAH (TDM) :

biologiknya pada penderita tertentu.

Obat yang dosisnya perlu disesuaikan secara individu.

10

DAFTAR OBAT YANG MEMERLUKAN PEMANTAUAN KADAR OBAT DALAM DARAH (TDM) :

Kelompok bronkodilator : teofilin senyawa ini memiliki indeks terapi yang sempit, kadarnya dalam darah berkaitan erat dengan efikasinya variasi efek farmakologik antara individu sangat besar.11

DAFTAR OBAT YANG MEMERLUKAN PEMANTAUAN KADAR OBAT DALAM DARAH (TDM) :

2.

Kelompok analgetik asetaminofen, asetosal

antipiretik

:

TDM perlu pada dugaan keracunan. Variasi antar individu besar. Metabolismenya melalui hati mudah terpengaruh.

12

DAFTAR OBAT YANG MEMERLUKAN PEMANTAUAN KADAR OBAT DALAM DARAH (TDM) :

3. Kelompok antibiotik : amikasin, dibekasin, kanamisin, netilmisin, tobramisin, vankomisin.

gentamisin, streptomisin,

Aminoglikosid : ESO potensial nefrotoksik dan ototoksik. Antibiotik di atas memiliki indeks terapi sempit.13

DAFTAR OBAT YANG MEMERLUKAN PEMANTAUAN KADAR OBAT DALAM DARAH (TDM) :

4.Kelompok imunosupresan : siklosporin Senyawa ini juga amat bervariasi farmakokinetiknya dari orang ke orang, mengakibatkan dosis yang dibutuhkan juga perlu disesuaikan.

14

DAFTAR OBAT YANG MEMERLUKAN PEMANTAUAN KADAR OBAT DALAM DARAH (TDM) :

5. Kelompok antiepileptik : Asam valproat, etosuksimid, fenobarbital, fenitoin, primidon. carbamazepin,

Indeks terapi yang sempit. Variasi antar individu besar.

15

DAFTAR OBAT YANG MEMERLUKAN PEMANTAUAN KADAR OBAT DALAM DARAH (TDM) :

6. Kelompok antineoplastik: metotreksat Banyak senyawa antineoplastik memiliki indeks terapi yang sempit, namun teknologi yang tersedia bagi pemantauannya secara rutin hanyalah bagi metotreksat.

16

DAFTAR OBAT YANG MEMERLUKAN PEMANTAUAN KADAR OBAT DALAM DARAH (TDM) :

7. Kelompok antiaritmik

:prokainamid,

disopiramid, lidokain, propanolol, kinidin.

Karena korelasi yang rendah antara dosis dan kadar obat dalam darah.17

DAFTAR OBAT YANG MEMERLUKAN PEMANTAUAN KADAR OBAT DALAM DARAH (TDM) :

8. Kelompok glikosida jantung : digitoksin, digoksin. Paling banyak dipantau. Farmakokinetiknya mudah berubah.18

DAFTAR OBAT YANG MEMERLUKAN PEMANTAUAN KADAR OBAT DALAM DARAH (TDM) :

9. Kelompok senyawa psikoaktif : Amitriptilin, desipramin, nortriptilin, lithium. Indeks terapi yang sempit. imipramin,

19

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN UNTUK PEMANTAUAN KADAR OBAT DALAM DARAH DENGAN ALAT TDX

Jenis sampel : Serum atau plasma Volume sampel : minimal 50 mikroliter. Waktu pengambilan sampel : saat steady state, tergantung waktu paruh obat. Berapa therapeutic range yang diharapkan ?

20

PADA NORMAL RENAL FUNCTION Digoxin Gentamycin Phenytoin Theophyllin : 1,6 hari : 0,5-3 jam ( 2 ng/ml Gentamycin : Through > 2,0 mcg/ml Peak > 10 mcg/ml Phenytoin : > 20 mcg/ml Theophyllin : > 20 mcg/ml

28

TANDA-TANDA TOKSIK ? DIGOXIN : GI disturbance (nausea, vomiting, diarrhea), Nervous system disturbance (blurred vision, headache, general weakness), cardiac arrhythmias & slowing of the pulse. GENTAMYCIN : Nefrotoksik (Peningkatan BUN dan SCr, volume urin mungkin berkurang jika terjadi ARF), ototoksik (keluhan telinga berdengung, sakit telinga atau gangguan pendengaran).

29

TANDA-TANDA TOKSIK ? PHENYTOIN : nystagmus, vertigo, ataxia, psychoses, bahkan convulsion/kejang. Toksisitas meningkat pada renal disease.

THEOPHYLLIN : pada kadar > 20 ug/ml : nausea, headache, diarrhea. Pada kadar yang lebih tinggi lagi: vomiting, GI bleeding, seizure & cardiac arrhytmias.

30

APA REKOMENDASI YANG DIBERIKAN JIKA KADAR OBAT DALAM DARAH SUDAH DIKETAHUI ?

Monitor kondisi klinis, apakah sesuai dengan kadar yang diperoleh, apakah tidak bias/salah ? Monitor efektivitas dan ESO/tanda-tanda toksik. Lakukan penyesuaian dosis, jika perlu. Cara menghitung dosis baru ?31

MONITOR EFEKTIVITAS

Digoxin : Gentamycin : tanda infeksi. Phenytoin : Theophyllin :

fungsi jantung membaik. perbaikan klinis dan tandatidak terjadi kejang. asma membaik.

32

PARAMETER YANG PERLU DIMONITOR PADA PENGGUNAAN DIGOXIN (1) RFT (SCr, CrCl, BUN), fluid intake & output. Digoxin is renally eliminated and a decrease renal function can lead to drug accumulation. LFT (SGOT, SGPT). Cardiovascular : ECG; toksisitas lethargy, nausea, vomiting, diarrhea, anorexia, normal-low apical pulse, increased mental confusion, agitation, visual disturbances (white halos, yellow spots, green haze).

33

PARAMETER YANG PERLU DIMONITOR PADA PENGGUNAAN DIGOXIN (2)

Interaksi obat dengan beta bloker dan disopyramide, nifedipine dan verapamil (menurunkan efek inotropik positif). Bioavailabilitas sediaan obat. Penggunaan obat secara bersamaan : antasid, suspensi antidiare, bulk laxatives (menurunkan absorpsi).34

PARAMETER YANG PERLU DIMONITOR PADA PENGGUNAAN DIGOXIN (3)

Kadar digoxin dalam darah meningkat dua kalinya jika digunakan bersamaan dengan quinidine dan verapamil. Penggunaan digoxin bersama dengan spironolactone dapat menyebabkan false elevated digoxin level. Serum elektrolit, terutama bila pasien mendapat diuretik hemat kalium, oleh karena penurunan ekskresi kalium mempotensiasi efek digoxin.35

PARAMETER YANG PERLU DIMONITOR PADA PENGGUNAAN GENTAMYCIN (1) Perbaikan vital sign dan tanda-tanda klinis/symptoms infeksi. Vital sign : Suhu, Nadi, Tensi, Respiratory Rate. Perhatikan obat lain yang digunakan bersamaan : 1. Obat yang dapat meningkatkan suhu tubuh : antikolinergik, antidepresan, antipsikotik, antiaritmia. 2. Obat yang menurunkan suhu tubuh : acetosal, parasetamol, NSAIDS.

36

PARAMETER YANG PERLU DIMONITOR PADA PENGGUNAAN GENTAMYCIN (2) Monitor hasil lab : WBC count, differential count, kultur dan tes sensitivitas. Sampel kultur: jaringan, darah atau urin. Perhatikan faktor - faktor yang mempengaruhi respon terapi: tepat obat, tepat dosis regimen, kepatuhan, terapi steroid jangka panjang, diabetes, leukemia, kemoterapi, alcoholism, aging process in elderly.

37

PARAMETER YANG PERLU DIMONITOR PADA PENGGUNAAN GENTAMYCIN (3)

RFT (SCr, CrCl, BUN), fluid intake & output. Audiometry testing ototoxicity (8th cranial nerve damage)- tinnitus, vertigo, hearing loss. CNS headache, lethargy. Duration of therapy Urinalysis proteinuria, cast, RBCs.38

PARAMETER YANG PERLU DIMONITOR PADA PENGGUNAAN PHENYTOIN (1)

Bentuk sediaan : phenytoin suspensi dan tablet hisap tidak ditujukan untuk penggunaan rutin sehari-hari karena absorpsinya yang cepat. Kadar obat : jika kadar obat sudah stabil jangan mengganti bentuk sediaan atau merk obat.39

PARAMETER YANG PERLU DIMONITOR PADA PENGGUNAAN PHENYTOIN (2)

CNS : somnolence when achieving proper maintenance dose, ataxia, falling, hyperactive, lethargy, nystagmus, vertigo, diplopia, blurred vision, ECG (when used as antiarrhythmic agent). GI : nausea, vomiting, diarrhea. Dermatologic : skin rash, acne, hirsutism.40

PARAMETER YANG PERLU DIMONITOR PADA PENGGUNAAN PHENYTOIN (3)

Hyperplasia of gums LFT Serum albumin level Drug interactions with highly protein-bound drugs (increases phenytoin levels), cytochrome P-450 metabolic enzyme inhibitors and stimulants.41

PARAMETER YANG PERLU DIMONITOR PADA PENGGUNAAN PHENYTOIN (4)

CBC (macrocytosis, megaloblastic anemia may develop with long-term use). Folate level : decrease ; folic acid therapy may cause variations in phenytoin blood levels.

42