struktur organisasi puskesmas

Click here to load reader

Post on 07-Jan-2016

130 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tursek

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangPusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan bagian integral daripelayanan kesehatan.Setiap dekade fungsi puskesmas terus berkembang yang semulasebagai tempatuntuk pengobatan penyakit dan luka-luka kini berkembang kearahkesatuan upaya pelayanan untuk seluruh masyarakat yang mencakup aspek promotif,preventif, kuratif dan rehabilitatif.Pusat Kesehatan Masyarakat adalah satu kesatuan organisasi fungsionil yanglangsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatuwilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok (Azwar, 1999).Di Indonesia Pusat Kesehatan Masyarakat merupakan tulang punggung pelayanankesehatan tingkat pertama dengan wilayah kerja tingkat kecamatan atau pada suatudaerah dengan jumlah penduduk 30.000 - 50.000 jiwa (Entjang, 2000).Puskesmas adalahsalah satu alternatif utama dalam pemilihan pelayanan kesehatan, tetapi sampai saat inipemanfaatan pelayanan puskesmas masih rendah.Menurut Depkes RI (2004a) upaya kesehatan di Indonesia belum terselenggarasecara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.Jumlah sarana dan prasaranakesehatan masih rendah tercatat jumlah Puskesmas untuk seluruh Indonesia sebanyak7.237 unit, Puskesmas Pembantu (Pustu) 21.267 unit, Puskesmas Keliling (Pusling) 6.392unit.Penyebaran sarana dan prasarana kesehatan belum merata.Rasio sarana danprasarana kesehatan terhadap jumlah penduduk diluar pulau jawa lebih baik dibandingkandengan pulau jawa hanya saja keadaan transportasi diluar pulau jawa lebih baikdibandingkan dengan pulau jawa.Meskipun sarana pelayanan kesehatan dasar milik pemerintah seperti Puskesmastelah terdapat disemua kecamatan dan ditunjang paling sedikit oleh tiga puskesmaspembantu, namun upaya kesehatan belum dapat dijangkau oleh masyarakat.Indonesiamasih menghadapi permasalahan pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan,diperkirakan hanya 30% penduduk yang memanfaatkan pelayanan Puskesmas danPuskesmas Pembantu (Depkes RI, 2004a).Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (2007) menunjukkan sekitar33% penduduk yang sakit berobat ke Puskesmas, sedangkan layanan kesehatan lain yangdituju adalah praktik dokter, poliklinik dan rumah sakit swasta. Rendahnya pemanfaatanpelayanan Puskesmas tersebut mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranyaadalah umur, pengetahuan, status pendidikan, ekonomi, jarak, waktu tempuh, perilakupetugas kesehatan, kebutuhan kesehatan dan stigma atau pengaruh luar terhadappelayanan Puskesmas.Menurut Wibowo (2010) stigma adalah ciri negatif yang menempel pada pribadiseseorang karena pengaruh lingkungannya, Sedangkan stigma pelayanan kesehatanadalah anggapan buruk/negatif yang diterima oleh individu terkait hal yang berhubungandengan pelayanan kesehatan khususnya Puskesmas.Sampai saat ini belum ada penelitianyang meneliti tentang hubungan antara stigma dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan.Menurut Abbas dan Kristiani (2006) faktor biaya menjadi alasan masyarakat tidakmemanfaatkan pelayanan bidan didesa.Syafriadi, Kusnanto dan Lazuardi (2008)menyebutkan bahwa faktor keterpencilan, sulit dan mahalnya transportasi merupakanhambatan untuk menjangkau sarana kesehatan.Nurcahyani (2000) menyimpulkan adahubungan antara biaya berobat, biaya transportasi, jarak dan lama waktu terhadappemanfaatan pelayanan.Studi kualitatif Elemita dan Hasanbasri (2006) menyimpulkan bahwa pemakaianrawat inap di Puskesmas Sipayung Rengat menunjukan masyarakat lebih banyak memilihperawatan di tempat lain. Bagi masyarakat Sipayung Rengat ada 4 alternatif perawatanyang dapat diambil di luar Puskesmas Sipayung Rengat yaitu pelayanan di RSUDIndragiri Hulu, Rumah sakit di ibu kota provinsi, Puskesmas lain dan perawatan melaluidokter dan praktek swasta. Masyarakat memilih Puskesmas Sipayung Rengat sebagaitempat layanan karena merupakan salah satu sarana pelayanan yang mudah dijangkau. Disamping memperhatikan faktor jarak dan transportasi juga ada pertimbangan lain yaitusegera mendapatkan pertolongan. Puskesmas akan membuat rujukan jika tidak dapatmenangani pasien dan memberikan layanan transportasi berupa ambulan.Berdasarkan Profil Kesehatan Banyumas dari tahun 2004-2007, empatPuskesmasyang memiliki angka pemanfaatan terendah adalah Puskesmas Lumbir, Puskesmas IIWangon, Puskesmas Rawalo, dan Puskesmas II Tambak.Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas (2008) Penduduk yangmenggunakan sarana Pelayanan kesehatan Puskesmas pada tahun 2008 sejumlah 803.172orang atau sebesar 51,10 % dari Jumlah penduduk Kabupaten Banyumas. Jumlahkunjungan tersebut menyebar di 39 Puskesmas, baik di Puskesmas rawat jalan maupunrawat inap, akan tetapi jumlah tersebut belum menggambarkan kondisi yang Sebenarnyamengingat dari sumber profil Puskesmas banyak Puskesmas yang tidak menyampaikanjumlah kunjungannya, maka dari itu penelitian ini menggunakan informasi yang penelitiperoleh dari Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas 2007.Berdasarkan Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas (2007) Banyumas merupakansalah satu dari 29 kabupaten di Jawa tengah yang memiliki jumlah penduduk 1.571.614jiwa dengan kepadatan 1.184 /km2 terdiri dari 437.086 rumah tangga dengan rata rata 3,6jiwa/rumah tangga. Dalam hal pelayanan kesehatan Kabupaten Banyumas memiliki 39Puskesmas, 15 Rumah Sakit serta pelayanan kesehatan lain. Penduduk yangmenggunakan sarana pelayanan kesehatan di Puskesmas tahun 2007 (kunjungan baru)sejumlah 218.420 orang atau sebesar 14,07% dari jumlah penduduk kabupatenBanyumas, dibanding tahun 2006 (21,96%) turun sebesar 7,89%. Jumlah Kunjungantersebut menyebar di 39 Puskesmas, baik di Puskesmas rawat jalan maupun rawat inap.Puskesmas dengan jumlah kunjungan tertinggi adalah Puskesmas Purwokerto Barat yaitusebanyak 43.669 orang, sedangkan Puskesmas dengan kunjungan terendah adalahPuskesmas II Tambak yaitu sebesar 1.885 orang, kunjungan Puskesmas tersebut terdiridari rawat jalan dan rawat inap, maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti FaktorfaktorPemanfaatan Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) II TambakBanyumas

B. Rumusan Masalah1. Apakah pengertian puskesmas ?2. Apakah fungsi dari puskesmas ?3. Bagaimanakah sejarah puskesmas ?4. Dimanakah wilayah kerja puskesmas ?5. Bagaimana struktur organisasi dan tata kerja puskemas ?6. Bagaimana sistem rujukan puskesmas ?7. Bagaimana strafikasi puskesmas ?8. Bagaimana perncanaan mikro puskesmas ?9. Bagaimana lokakarya mini di puskesmas ?10. Bagaimana suvervise puskesmas ?11. Bagaimana sistem pencatatan dan pelayanan terpadu puskesmas ?

C. Tujuan penulis1. Mengetahui pengertian puskesmas.2. Mengetahui fungsi dari puskesmas.3. Mengetahui sejarah puskesmas.4. Mengetahuiwilayah kerja puskesmas.5. Mengetahuistruktur organisasi dan tata kerja puskemas.6. Mengetahuisistem rujukan puskesmas.7. Mengetahuistrafikasi puskesmas.8. Mengetahui perencanaan mikro puskesmas.9. Mengetahuilokakarya mini di puskesmas.10. Mengetahuisuvervise puskesmas.11. Mengetahuisistem pencatatan dan pelayanan terpadu puskesmas.

BAB IIPEMBAHASAN

A.Pengertian PuskesmasPuskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yangbertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Pengertian puskesmas yang akan diketengahkan disini menunjukkan adanya perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan pelayanan kesehatan dewasa ini, diantaranya:a. Dr. Azrul Azwar, MPH (1980)Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.b. Departemen Kesehatan RI (1981)Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terintegrasi kepada masyarkat diwilayah kerja tertentu dalam usaha-usaha kesehatan pokokc. Departemen Kesehatan RI (1987)Puskesmas adalah sebagai pusat pembangunan kesehatan yang berfungsi mengembangkan dan membina kesehatan masyarakat serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan terdepan dan terdekat dengan masyrakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu diwilayah kerjanyaPuskesmas adalah suatu unit organisasi yang secara porfesional melakukan upaya pelayanan kesehatan pokok yang menggunakan peran serta masyarakat secara aktif untuk dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyrakat di wilayah kerjanya.d. Departemen Kesehatan RI (1991)Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.

B. Tujuan, Fungsi dan Peran Puskesmas1. Tujuan PuskesmasTujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat 2010

2. Fungsi PuskesmasAda 3 fungsi puskesmas, yaitu :a. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembanguan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya.b. Pusat pemberdayaan masyarakat. Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaan, serta ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan.c. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh , terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab puskesmas adalah :d. Pelayananan kesehatan perorangan adalah pelayanan kesehatan yang bersifat pribadi dengan tujuan umum menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan penegahan penyakit.e. Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan kesehatan yang bersifat public dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.Proses dalam melaksanakan fungsinya dilakukan dengan cara : Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien Memberikan bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat Bekerja sama dengan sector-sektor yang bersangkutan dalam melaksanankan program puskesmas3. Peran PuskesmasJika ditinjau dari sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, maka peranan dan kedudukan puskesmas di Indonesia adalah amat unik.Sebagai sarana pelayanan kesehatan terdepan di Indonesia, maka puskesmas kecualai bertanggungjawab dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat, juga bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pelyanan kedokteran.4. Kegiatan Pokok PuskesmasKegiatan-kegiatan pokok puskesmas yang diselenggarakan oleh puskesmas sejak berdirinya semakin berkembang , mulai dari 7 usaha pokok kesehatan, 12 usaha pokok kesehatan, 13 usaha pokok kesehatan dan sekarang meningkat menjadi 20 usaha pokok kesehatan yang dapat dilaksanakan oleh puskesmas sesuai dengan kemampuan yang ada dari tiap-tiap puskesmas baik dari segi tenaga, fasilitas, dan biaya atau anggaran yang tersediaBerdasarkan buku pedoman kerja puskesmas yang terbaru ada 20 usaha pokok kesehatan yang dapat dilakukan oleh puskesmas, itu pun sangat tergantung kepada faktor tenaga, sarana, dan prasarana serta biaya yang tersedia berikut kemampuan manajemen dari tiap-tiap puskesmas.Dua puluh kegiatan pokok puskesmasadalah :1. Upaya kesehatan ibu dan anaka. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil , melahirkan dan menyusui serta bayi anak balita dan anak prasekolahb. Memberikan nasehat tentang makanan guna mencegah gizi burukc. Pemberian nasehat tentang perkembangan anak dan cara stimulasinya.d. Imunisasi tetanus toksoid dua kali pada ibu hamil dan BCG, DPT 3 kali, polio 3 kali dan campak 1 kali pada bayie. Penyuluhan kesehatan dalam mencapai program KIAf. Pelayanan keluarga berencanag. Pengobatan bagi ibu, bayi anak balita dan anak prasekolah untuk macam-macam penyakit ringanh. Kunjungan rumah untuk mencari ibu dan anak yang memerlukan pemeliharaan , memberikan penerangan dan pendidikan tentang kesehatani. Pengawasan dan bimbingan kepada taman kanak-kanak dan para dukun bayi2. Upaya keluarga berencanaa. Mengadakan kursus keluarga berencana unutk para ibu dan calon ibu yang mengunjungi KIAb. Mengadakan kursus keluarga berencana kepada dukun yang kemudian akan bekerja sebagai penggerak calon peserta keluarga berencanac. Mengadakan pembicaraan pembicaraan tentang keluarga berencana kapan saja ada kesempatand. Memasang IUD, cara cara penggunaan pil , kondom, dan cara-cara lain denngan memberi sarananya.e. Melanjutkan mengamati mereka yang menggunakan sarana pencegahan kehamilan3. Upaya peningkatan gizia. Mengenali penderita-penderita kekurangan gizi dan mengobati merekab. Mempelajari keadaan gizi masyarakat dan mengembangkan program perbaikan gizic. Memberikan pendidikan gizi kepada masyarakat terutama dalam rangka program KIAd. Melaksanakan program-programe. Program perbaikan gizi keluarga melalui posyanduf. Memberikan makanan tambahan yang mengandung protein dan kalori kepada balita dan ibu menyusuig. Memberikan vitamin A kepada balita umur dibawah 5 tahun4. Upaya kesehatan lingkunganKegiatan kegiatan utama kesehatan lingkungan yang dilakukan staf puskesmas adalah :a. Penyehatan air bersihb. Penyehatan pembuangan kotoranc. Penyehatan lingkungan perumahand. Penyehatan limbahe. Pengawasan sanitasi tempat umumf. Penyehatan makanan dan minumang. Pelaksanaan peraturan perundang-undangan5. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menulara. Mengumpulkan dan menganalisa data penyakitb. Melaporkan kasus penyakit menularc. Menyelidiki di lapangan untuk melihat benar atau tidaknya laporan yang masuk, untuk menemukan kasus-kasus baru dan untuk mengetahui sumber penularan.d. Tindakan permulaan untuk menahan penularan penyakite. Menyembuhkan penderita, hingga ia tidak lagi menjadi sumber infeksif. Pemberian imunisasig. Pemberantasan vektorh. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat6. Upaya pengobatana. Melaksanakan diagnose sedini mungkin melalui: Mendapatkan riwayat penyakit Mengadaan pemeriksaan fisik Mengadaan pemeriksaan labolatorium Membuat diagnosab. Melaksanakan tindakan pengobatanc. Melakukan upaya rujukan bila dipandang perlu, rujukan tersebut dapat berupa: Rujukan diagnostic Rujukan pengobatan/rehabilitasi Rujukan lain7. Upaya penyuluhana. Penyuluhan kesehatan masyarakat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tiap-tiap program puskesmas. Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan pada setiap kesempatan oleh petugas, apakah di klinik, rumah dan kelompok-kelompok masyarakat.b. Di tingkat puskesmas tidak ada penyuluhan tersendiri, tetapi ditingkat kabupaten diadakan tenaga-tenaga coordinator penyuluhan kesehatan.Koordinator membantu para petugas puskesmas dalam mengembangkan teknik dan materi penyuluhan di Puskesmas.8. Upaya kesehatan sekolaha. Membina sarana keteladanan di sekolah, berupa sarana keteladanan gizi berupa kantin dan sarana keteladanan kebersihan lingkungan.b. Membina kebersihan perseorangan peserta didikc. Mengembangkan kemampuasn peserta didik untuk berperan secara aktif dalam pelayanan kesehatan melalui kegiatan dokter kecild. Penjaringan kesehatan peserta didik kelas Ie. Pemeriksaan kesehatan periodic sekali setahun untuk kelas II sampai IV dan guru berupa pemeriksaan kesehatan sederhananf. Immunisasi peserta didik kelas I sampai VIg. Pengawasan terhadap keadaan airh. Pengobatan ringan pertolongan pertamai. Rujukan medikj. Penanganan kasus anemia gizik. Pembinaan teknis dan pengawasan di sekolahl. Pencatatan dan pelaporan9. Upaya kesehatan olah ragaa. Pemeriksaan kesehatan berkalab. Penentuan takaran latihanc. Pengobatan dengan teknik latihan dan rehabilitasid. Pengobatan akibat cidera latihane. Pengawasan selama pemusatan latihan10. Upaya perawatan kesehatan masyarakata. Asuhan perawatan kepada individu di puskesmas maupun di rumah dengan berbagai tingkat umur, kondisi kesehatan, tumbuh kembang dan jenis kelaminb. Asuhan perawatan yang diarahkan kepada keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat (keluarga binaan)c. Pelayanan perawatan kepada kelompok khusus diantaranya: ibu hamil, anak balita, usia lanjut dan sebagainyad. Pelayanan keperawatan pada tingkat masyarakat11. Upaya peningkatan kesehatan kerjaa. Identifikasi masalah, meliputi: Pemeriksaan kesehatan dari awal dan berkala untuk para pekerja Pemeriksaan kasus terhadap pekerja yang datang berobat ke puskesmas Peninjauan tempat kerja untuk menentukan bahaya akibat kerjab. Kegiatan peningkatan kesehatan tenaga kerja melalui peningkatan gizi pekerja, lingkungan kerja, dan kegiatan peningkatan kesejahteraanc. Kegiatan pencegahan kecelakaan akibat kerja, meliputi: Penyuluhan kesehatan Kegiatan ergonomik, yaitu kegiatan untuk mencapai kesesuaianantara alat kerja agar tidak terjadi stres fisik terhadap pekerja Kegiatan monitoring bahaya akibat kerja Pemakaian alat pelindung Kegiatan pengobatan kasus penyakit akibat kerja Kegiatan pemulihan kesehatan bagi pekerja yang sakit Kegiatan rujukan medisdan kesehatan terhadap pekerja yangsakit12. Upaya kesehatan gigi dan muluta. Pembinaan/pengembangan kemampuan peran serta masyarakat dalam upaya pemeliharaan diri dalam wadah program UKGMb. Pelayanan asuhan pada kelompok rawan, meliputi: Anak sekolah Kelompok ibu hamil, menyususi dan anak pra sekolahc. Pelayanan medik dokter gigi dasar, meliputi: Pengobatan gigi pada penderita yang berobat maupun yang dirujuk Merujuk kasus-kasus yang tidak dapat ditanggulangi kesasaran yang lebih mampud. Memberikan penyuluhan secara individu atau kelompok Memelihara kebersihan (hygiene klinik) Memelihara atau merawat peralatan atau obat-obatan Pencatatan dan pelaporan13. Upaya kesehatan jiwaa. Kegiatan kesehatan jiwa yang terpadu dengan kegiatan pokok puskesmasb. Penanganan pasien dengan gangguan jiwac. Kegiatan dalam bentuk penyuluhan serta pembinaan peran serta masyarakatd. Pengembangan upaya kesehatan jiwa di puskesmas melalui pengembangan peran serta masyarakat dan pelayanan melalui kesehatan masyarakate. Pencatatan dan pelaporan14. Upaya kesehatan mataa. Upaya kesehatan mata, pencegahan kesehatan dasar yang terpadu dengan kegiatan pokok lainnyab. Upaya kesehatan mata: Anamnesa Pemeriksaan virus dan mata luar, tes buta warna, tes tekan bola mata, tes saluran air mata, tes lapangan pandang, funduskopi dan pemeriksaan labolatorium Pengobatan dan pemberiaan kacamata Operasi katarak dan glukoma akut yang dilakukan oleh tim rujukan rumah sakit Perawatan pos operasi katarak dan glukoma akut Merujuk kasus yang tak dapat diatasi Pemberian protesa matac. Peningkatan peran serta masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan, serta menciptakan kemandirian masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan mata merekad. Pengembangan kesehatan mata masyarakat15. Labolatorium kesehatana. Di ruangan laboratorium Penerimaan pasien Pengambilan specimen Penanganan specimen Pelaksanaan specimen Penanganan sisa specimen Pencatatan hasil pemeriksaan Pengecekan hasil pemeriksaan Penyampaian hasil pemeriksaanb. Terhadap spesimen yang akan dirujuk Pengambilan specimen Penanganan specimen Pengemasan specimen Pengiriman specimen Pengambilan hasil pemeriksaan Pencatatan hasil pemeriksaan Penyampaian hasil pemeriksaanc. Di ruang klinik dilakukan oleh perawat atau bidan, meliputi: Persiapan pasien Pengambilan specimen Menyerahkan spesimen untuk diperiksad. Di luar gedung, meliputi: Melakukan tes skrining Hb Pengambilan spesimen untuk kemudian dikirim ke labolatorium puskesmas Memberikan penyuluhan Pencatatan dan pelaporan

16. Upaya pencatatan dan pelaporana. Dilakukan oleh semua puskesmas (pembina, pembantu dan keliling)b. Pencatatan dan pelaporan mencakup: Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas Data ketenagaan di puskesmas Data kegiatan pokok puskesmas yang dilakukan baik di dalam maupun di luar gedung puskesmasc. Laporan dilakukan secara periodik (bulan, triwulan enam bulan dan tahunan)

17. Upaya pembinaan peran serta masyarakatUpaya pembinaan peran serta masyarakat dapat dilakukan melalui:a. Penggalangan dukungan penentu kebijaksanaan, pimpinan wilayah, lintas sektoral dan berbagai organisasi kesehatan, yang dilakukan melalui dialog, seminar dan lokakarya, dalam rangka komunikasi, informasi dan motivasi dengan memanfaatkan media masa dan system informasi kesehatanb. Persiapan petugas penyelenggaraan melalui latihan, orientasi dan sarasehan kepemimpinan dibidang kesehatanc. Persiapan masyarakat, melalui rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenal dan memecahkan masalah kesehatan, dengan mengenali dan menggerakkan sumber daya yang dimilikinya, melalui rangkaian kegiatan: Pendekatan kepada tokoh masyarakat Survey mawas diri masyarakat untuk mengenali masalah kesehatannya Musyawarah masyarakat desa untuk penentuan bersama rencana pemecahan masalah kesehatan yang dihadapid. Pelaksanaan kegiatan kesehatan oleh dan untuk masyarakat melalui kader yang terlatihe. Pengembangan dan pelestarian kegiatan oleh masyarakat18. Upaya pembinaan pengobatan tradisionala. Melestarikan bahan-bahan tanaman yang dapat diginakan untuk pengobatan tradisionalb. Pengembangan dan pelestarian terhadap cara-cara pengobatan tradisional19. Upaya kesehatan remaja20. Dana sehat

C.Sejarah Perkembangan PuskesmasSejarah dan perkembangan puskesmas di Indonesia mulai dari didirikannya berbagai institusi kesehatan seperti balai pengobatan, balai kesejahteraan ibu dan anak, serta diselenggarakannya berbagai upaya-upaya kesehatan seperti usaha hygiene dan sanitasi lingkungan yang masing-masinh berjalan sendiri-sendiri. Pada pertemuan Bandung Plan (1951) dr. J. Leimena mencetuskan pemikiran mengintegrasikan berbagai institusi dan upaya tersebut dibawah satu pimpinan agar lebih efektif dan efisien.Konsep ini kemudian diadopsi oleh WHO. Konsep pelayanan yang terintegrasi lebih berkembang dengan pembentukan team work dan team approach dalam pelayanan kesehatan (1956). Gagasan ini dirumuskan sebagai konsep pengembangan sistem pelayanan kesehatan tingkat primer dengan membentuk unit-unit organisasi fungsional dari Dinas Kesehatan Kabupaten di setiap kecamatan yang mulai dikembangkan sejak tahun 1969/1970.Penggunaan istilah puskesmas pertama kali dimuat pada Master Plan of Operation for Strenghtening National Health Service in Indonesia Tahun 1969. Dalam dokumen tersebut disebutkan puskesmas terdiri atas 3 tipe puskemas (tipe A, tipe B, tipe Kemudian dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional ke III tahun 1970 menetapkan hanya ada satu tipe puskesmas dengan 6 kegiatan pokok. Perkembangan selanjutnya lebih mengarah pada penambahan kegiatan pokok seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan pemerintah serta keinginan program ditingkat pusat, sehingga kegiatan berkembang menjadi 18 kegiatan pokok, bahkan DKI Jakarta mengembangkan menjadi 21 kegiatan pokok.

D.Wilayah Kerja PuskesmasSecara nasional, standar wilayah kerja puskesmas adalah satu kecamatan, tetapi apabila di satu kecamatan terdapat lebih dari satu puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas dengan memperhatikan keutuhan konsep wilayah (desa/kelurahan atau RW).Masing-masing puskesmas tersebut secara operasional bertanggung jawab langsung kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.Puskesmas harus bertanggung jawab untuk setiap masalah yang terjadi di wilayah kerjanya, meskipun masalah tersebut lokasinya berkilo-kilo meter dari puskesmas.Dengan asas inilah puskesmas dituntut untuk lebih mengutamakan tindakan pencegahan penyakit, dan bukan tindakan untuk pengobatan penyakit.Dengan demikian puskesmas harus secara aktif terjun ke masyarakat dan bukan menantikan masyarakat datang ke puskesmas.Wilayah kerja puskesmas, bisa kecamatan, faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik dan keadaan infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas.Puskesmas merupakan perangkat Pemerintah Daerah Tingkat II, sehingga pembagian wilayah kerja puskesmas ditetapkan oleh bupati KDH, mendengar saran teknis di Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi.Untuk kota besar wilayah kerja puskesmas bisa satu kelurahan, sedangkan puskesmas di ibukota kecamatan merupakan puskesmas rujukan, yang berfungsi sebagai pusat rujukan dari puskesmas kelurahan yang juga mempunyai fungsi koordinasi. Sasaran penduduk yang dilaksanakan oleh sebuah puskesmas rata-rata 30.000 penduduk.Luas wilayah yang masih efektif untuk sebuah puskesmas di daerah pedesaan adalah suatu area dengan jari-jari 5 km, sedangkan luas wilayah kerja yang dipandang optimal adalah area dengan jari-jari 3 km.

E.Struktur Organisasi dan Tata KerjaStruktur organisasi puskesmas tergantung dari kegiatan dan beban masing masing puskesmas. Penyusunan struktur organisasi puskesmas di satu kabupaten/kota dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota, sedangkan penetapannya dilakukan dengan peraturan daerah.Sebagai acuan dapat dipergunakan pola struktur organisasi puskesmas sebagai berikut:1. Kepala puskesmas2. Wakil Kepala (disesuaikan beban kerja dankebutuhan puskesmas dan yang menetapkan ada atau tidak adalah Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota).3. Unit tata usaha4. Unit tata usaha yang bertanggung jawab membantu kepala puskesmas dalam pengelolaan :a. Data dan informasib. Perencanaan dan penilaianc. Keuangand. Umum dan kepegawaian

Unit pelaksana teknis fungsional puskesmas:a. Upaya kesehatan masyarakat termasuk pembinaan terhadap UKBMb. Upaya kesehatan peroranganJaringan pelayanan puskesmas :a. Unit puskesmas pembantub. Unit puskesmas kelilingc. Unit bidan di Desa/Komunitas

Tugas Struktur Organisasi Puskesmas1. Kepala PuskesmasBertugas memimpin, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan structural, dan jabatan fungsional.2. Kepala urusan tata usahaBertugas dibidang kepegawaian, keuangan perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan.3. Unit IBertugas melaksanakan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga berencana dan perbaikan gizi.4. Unit IIMelaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular khususnya imunisasi, kesehatan lingkungan dan laboratorium sederhana.5. Unit IIIMelaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut, kesehatan tenaga kerja dan manula.6. Unit IVMelaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat, kesehatan sekolah dan olahraga, kesehatan jiwa, kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya.7. Unit VMelaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya masyarakat dan penyuluhan kesehatan masyarakat, kesehatan remaja dan dana sehat.8. Unit VIMelaksanakan kegiatan pengobatan rawat jalan dan rawat inap9. Unit VIIMelaksanakan kegiatan kefarmasian.

Tata Kerja PuskesmasTata kerja koordinasi fungsional, adalah sebagai berikut:a. Antara Puskesmas dengan RSU dalam bidang pelayanan medicb. Antara Puskesmas dengan Camat dan Badan Penyantun Puskesmas dalam bidang pembangunan kesehatan di wilayah Kecamatan.

F.Sistem Rujukana.PengertianSeperti yang telah dirumuskan dalam SK Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 1972 tentang Sistem Rujukan adalah suatu system penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggungjawab timbal balik terhadap suatu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal dalam arti dari unit yang berkemampuan kurang kepada unit yang lebih mampu atau secara horizontal dalam arti antar unit-unit yang setingkat kemampuannya.b.Jalur Rujukan KesehatanRujukan Pelayanan Medis : Antara masyarakat dengan puskesmas Antara Puskesmas Pembantu/Bidan di Desa dengan Puskesmas Intern antara petugas Puskesmas/Puskesmas Rawat Inap Antara Puskesmas dengan Rumah Sakit, Laboratorium atau fasilitas pelayanan lainnya.c.Rujukan Pelayanan Kesehatan : Dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Dari Puskesmas ke instansi lain yang lebih kompeten baik intrasektoralmaupun lintas sektoral. Jika rujukan di Kabupaten/Kota masih belum mampu menanggulangi, dapat diteruskan ke Provinsi/Pusat.

G.Strafikasi Puskesmas1.PengertianAdalah upaya untuk melakukan penilaian prestasi kerja puskesmas, dalam rangka perkembangan fungsi puskesmas sehingga dalam rangka fungsipuskesmas dapat dilaksanakan lebih terarah.2.Tujuana. Mendapatkan gambaran secara menyeluruh perkembangan puskesmas dalam rangka mawas dirib. Mendapatkan masukan untuk perencanaan puskesmas dalam waktu mendatangc. Mendapatkan informasi tentang masalah dan hambatan pelaksanaan puskesmas sebagai masukan untuk pembinaan lebih lanjut3.Pengelompokan StratifikasiPengelompokan Strata dibagi menjadi 3a. Strata I Puskesmas dengan Prestasi kerja Baik (warna hijau)b. Strata II Puskesmas dengan Prestasi kerja Cukup (warna kuning)c. Strata III Puskesmas dengan Prestasi kerja Kurang(warna merah)4.Sasaran dari stratifikasi puskesmas adalah :a. Puskesmas tingkat kecamatanb. Puskesmas tingkat Kelurahan ( puskesmas pembantu )c. Unit-unit kesehatan laind. Pembinaan peran serta masyarakat

H.Perencanaan Mikro1.PengertianPerencanaan micro tingkat puskesmas adalah penyusunan rencana tingkat puskesmas untuk 5 tahun, termasuk rincian tiap tahunnya.2.Tujuan UmumMeningkatkan cakupan pelayanan program prioritas sesuai dengan masalah yang dihadapi puskesmas sehingga meningkatkan fungsi puskesmas.3.Tujuan Khususa. Tersusunnya rencana kerja puskesmas untuk jangka waktu 5 tahun secara tertulis.b. Tersusunnya rencana kerja tahunan puskesmas, sebagai penjabaran rencana kerja 5 tahunan.4.Langkah dalam penyusunana. Identifikasi keadaan dan masalahb. Penyusunan Rencana5.Perencanaan yang disusun berdasarkan preoritas masalah yang disusun secara sistematis.a. Penyusunan Rencana Pelaksanaan ( Plan of Action )b. Penulisan dokumen Pendahuluan Keadaan dan masalah Tujuan dan sasaran Pokok kegiatan dan pentahapan Kebutuhan sumber daya Pemantauan dan penilaian PenutupI.Lokakarya Mini Puskesmas1.DefinisiUpaya untuk menggalang kerjasama tim untuk penggerakan dan pelaksanaan upaya kesehatan puskesmas sesuai dengan rencana yang telah disusun dari tiap-tiap upaya kesehatan pokok puskesmas, sehingga dapat dihindarkan terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatannya.2.Tujuan UmumMeningkatkan kemampuan tenaga puskesmas bekerja sama dengan tim dan membina kerjasama lintas program dan lintas sektoral.3.Tujuan Khususa. Terlaksananya kerjasama tim lintas programb. Terlaksananya kerjasama lintas sektoran dalam rangka pembinaan PSMc. Terlaksananya rapat kerja bulanand. Terlaksananya rapat kerja triwulan dan pembinaan kerjasama lintas Sektoral4.Ruang lingkupa. Menggalang kerjasama tim dari masing-masing anggotab. Meningkatkan kebanggaan dan semangat membela keberhasilan tim5.Komponena. Penggalangan kerjasama dalam tim puskesmasb. Penggalangan kerjasama lintas sektoralc. Rapat kerja bulanan puskesmasd. Rapat kerja triwulan lintas sektoral

J.Supervise Puskesmas1.PengertianUpaya pengarahan dengan cara mendengar alasan dan keluhan-keluhan tentang masalah dalam pelaksanaan dan memberikan petunjuk serta saran-saran dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaksana, sehingga meningkatkan daya guna dan hasil guna serta kemampuan pelaksana dalam melaksanakan upaya kesehatan puskesmas.2.Tujuan UmumTerselenggaranya upaya kesehatan puskesmas secara berhasil guna dan berdayaguna.3.Tujuan KhususTerselenggaranya program upaya kesehatan puskesmas sesuai dengan pedomanpelaksanaana. Kekeliruan dan penyimpangan dapat diluruskanb. Meningkatkan mutu pelayananc. Meningkatkan hasil pencapaian puskesmasd. Meningkatkan hasil pencapaian pelayanan puskesmas

K.Sistem Pencatatan dan Pelayanan Terpadu Puskesmas1.Pengertianadalah tata cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap untuk pengelolaan puskesmas, meliputi keadaan fisik, tenaga sarana dan kegiatan pokok yang dilakukan serta hasil yang dicapai oleh puskesmas.2.Tujuan:a. Tersedianya data yang meliputi keadaan fisik, tenaga, sarana dan kegiatan pokok puskesmas secara akurat tepat waktu dan mutakhirb. Terlaksananya pelaporan data-data secara teratur di berbagai jenjang administrasi sesuai dengan peraturanyang berlakuc. Dipergunakan data tersebut untuk pengambilan keputusan dalam rangka pengelolaan program kesehatan masyarakat melalui puskesmas diperbagai tingkat administrasi3.Ruang Lingkupa. SP2TP dilakukan oleh semua puskesmas termasuk puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling.b. Pencatatan dan pelaporan mencakup : Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas Data ketenagaan di puskesmas Data Sarana yang dimiliki puskesmas Data kegiatan pokok puskesmas (18 upaya pokok) baik didalam gedung maupun diluar gedung.4.Pelaporan dilakukan secara periodik (bulanan,tribulanan,semester dan tahunan)

BAB IIIPENUTUP

A.KesimpulanPuskesmas dan Pustu sangat berperan penting dalam meningkatkan akses peningkatan pelayanan kesehatan yang merata, seperti pusat pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan kelarga dan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan strata pertama yang meliputi; pelayanan kesehatan perorangan (private goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods).Pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas adalah pelayanan kesehatan menyeluruh yang meliputi Kuratif (pengobatan), Preventif (upaya pencegahan), promotif (peningkatan kesehatan), dan Rehabilitatif (pemulihan kesehatan).

B. SaranMelihat dari sisi pelayanan kesehatan masyarakat utamanya dalam pelayanan di pustu penulis menyarankan agar peningkatan mutu pelayanan kesehatan khususnya tenaga medis agar dapat menyeluruh ke pelosok daerah yang terpencil, sehingga pelayanan kesehatan masyarakat merata. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman maupun pembaca

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmito Wiku. 2007.Sistem Kesehatan . Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.Departemen Kesehatan RI. 2005.Rencana Strategis Departemen Kesehatan 2005-2009.Jakarta.Departemen Kesehatan RI. 2005.Profil Kesehatan Indonesia 2003 Menuju Indonesia Sehat 2010.Jakarta.

24