struktur jaringan organ tumbuhan

Click here to load reader

Post on 07-Oct-2015

262 views

Category:

Documents

16 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

RPP Struktur jaringan organ tumbuhan 8 tb

TRANSCRIPT

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP 3)

Satuan Pendidikan:SMP TARUNA BHAKTI Mata Pelajaran:IPAKelas / Semester:VIII / 1Materi Pokok/Topik:Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan serta Pemanfaatannya dalam TeknologiSub Topik:1. Struktur Jaringan Tumbuhan2. Fungsi Jaringan Tumbuhan 3. Jaringan Tumbuhan dan Pemanfaatannya dalam TeknologiAlokasi Waktu:5 Tatap Muka /15 Jam Pelajaran @ 40 Menit

A. Kompetensi Inti1.1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya1.2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.1.3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.1.4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi,dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar/Indikator Pencapaian KompetensiNoKompetensi DasarIndikator Pencapaian Kompetensi

11.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.1.1.1. Dapat mengucap syukur atas ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang beraneka ragam1.1.2. Menyebutkan beberapa macam kebesaran Tuhan Yang Maha Esa

22.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan, percobaan, dan berdiskusi.2.1.1. menjelaskan tiga komponen keterampilan proses: pengamatan, inferensi, dan komunikasi2.1.2. menjelaskan kegunaan mempelajari IPA2.1.3. menyebutkan objek yang dipelajari dalam IPA

33.2. Menjelaskan keterkaitan struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya, serta berbagai pemanfaatannya dalam teknologi yang terilhami oleh struktur tersebut.3.2.1. Mendeskripsikan struktur jaringan yang menyusun akar jaringan pada tumbuhan3.2.2 Mendeskripsikan struktur jaringan yang menyusun batang3.2.3 Mengidentifikasi struktur jaringan yang menyusun daun3.2.4 Menjelaskan hubungan antara struktur dan fungsi jaringan di akar3.2.5 Menjelaskan hubungan antara struktur dan fungsi jaringan di batang3.2.6 Menjelaskan hubungan antara struktur dan fungsi jaringan di daun3.2.7 Membandingkan struktur jaringan yang menyusun akar, batang dan daun3.2.8. Menunjukkan pemanfaatan teknologi yang terilhami struktur tumbuhan

44.2 Melakukan pengamatan terhadap struktur jaringan tumbuhan, serta menghasilkan ide teknologi sederhana yang terilhami oleh struktur tersebut (misalnya desain bangunan)4.2.1 Mengumpulkan data berdasarkan hasil pengamatan struktur jaringan tumbuhan (akar, batang, daun) dan membuat laporannya4.2.2 mengidentifikasi berbagai fakta mengenai berbagai ide teknologi sederhana yang terilhami oleh struktur jaringan tumbuhan

C. Tujuan PembelajaranPertemuan Pertama1. Peserta didik dapat menyajikan hasil pengamatan, inferensi, dan mengkomunikasikan hasil.2. Peserta didik dapat menjelaskan tiga komponen keterampilan proses: pengamatan, inferensi, dan komunikasi.3. Peserta didik dapat mengidentifikasi organ yang ada pada tanaman.

Pertemuan Kedua1. Peserta didik dapat melakukan pengamatan struktur anatomi akar.2. Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai akar temodifikasi disekitar peserta didik.

Pertemuan Ketiga1. Peserta didik dapat melakukan pengamatan struktur anatomi batang2. Peserta didik dapat melakukan percobaan mengenai kerja xilem dalam transport air3. Peserta didik dapat mengidentifikasi berbagai batang termodifikasi di sekitar peserta didik.

Pertemuan Keempat1. Peserta didik dapat melakukan pengamatan struktur anatomi daun.2. Peserta didik melakukan praktikum Sach untuk membuktikan adanya fotosintesis yang merupakan fungsi dari daun.

Pertemuan Kelima1. Peserta didik dapat melakukan diskusi berbagai ide teknologi yang terilhami dari struktur dari jaringan tumbuhan.

D. MateriPertemuan PertamaStruktur jaringan yang menyusun jaringan akar tumbuhan dari luar ke dalam adalah epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat. Struktur dan fungsi jaringan di akar. Sel-sel epidermis tersusun rapat satu dengan yang lain, tanpa ruang antar sel. Epidermis berfungsi melindungi jaringan di bawahnya. Epidermis dapat membentuk bulu-bulu akar yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan. Korteks, memiliki susunan sel yang tidak rapat sehingga banyak ruang antar sel. untuk pertukaran gas. Jaringan korteks juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Endodermis, tersusun atas selapis sel yang menjadi pembatas antara korteks dan silinder pusat. Pita Kaspari pada endodermis berfungsi mengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat. Silinder pusat atau stele, tersusun atas jaringan pembuluh pengangkut dan jaringan-jaringan lain. Berkas-berkas pembuluh pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Xylem atau pembuluh kayu berfungsi untuk mengangkut air dari akar melalui batang ke daun. Floem atau pembuluh tapis berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tumbuhan.

Pertemuan KeduaStruktur Dan Fungsi Jaringan Akar

Akar pada tumbuhan berfungsi sebagai jangkar, melindungi tumbuhan dari tiupan angin atau hanyutan air. Oleh karena itu akar mampu mendukung bagian tumbuhan lainnya.Akar memiliki fungsi untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tempat tumbuhnya atau tanah, menyerap air dan garam-garam mineral terlarut dalam tanah, serta membantu menegakkan batang. Pada beberapa tumbuhan akar juga berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, misalnya karbohidrat atau zat tepung.

Struktur jaringan yang menyusun organ akar dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 1 Struktur jaringan penyusun pada akar (kiri: dikotil, kanan: monokotil)Keterangan:1. epidermis2. korteks3. endodermis4. periskel5. xilem6. parenkim7. xilem primer8. xilem sekunder9. kambium10. floem sekunder11. floem primer

Akar tumbuhan dikotil maupun monokotil bila dilakukan irisan melintang tampak bagian-bagian (daerah) atau jaringan-jaringan penyusun dari luar ke dalam sebagai berikut: epidermis, korteks, dan silinder pusat.Jaringan terluar akar adalah epidermis. Sel-sel epidermis tersusun rapat satu dengan yang lain, tanpa ruang antarsel. Dinding selnya tipis sehingga mudah ditembus air. Epidermis dapat termodifikasi menjadi bulu-bulu akar yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan. Bagian kedua berupa daerah korteks yang berisi jaringan-jaringan parenkim. Jaringan parenkim terdiri atas lapisan-lapisan sel berdinding tipis. Susunan sel tidak rapat sehingga banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas. Korteks juga berfungsi untuk tempat penyimpanan cadangan makanan. Lapisan terdalam dari korteks disebut endodermis. Lapisan endodermis tersusun atas selapis sel yang menjadi pembatas antara korteks dan silinder pusat. Pada endodermis ditemukan bentukan seperti pita yang disebut pita kaspari yang berfungsi sebagai pengatur jalannya larutan yang diserap dari tanah masuk ke silinder pusat.Di sebelah dalam endodermis terdapat daerah silinder pusat atau stele. Silinder pusat tersusun atas jaringan pembuluh pengangkut dan jaringan-jaringan pendukung lainnya seperti periskel dan parenkim empulur. Sel-sel periskel berfungsi untuk membentuk cabang akar. Berkas-berkas pembuluh pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Xilem atau pembuluh kayu berfungsi untuk mengangkut air dari akar melalui batang dan daun. Floem atau pembuluh tapis berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Berkas floem terpisah berseling dengan xilem. Tipe berkas pengangkut yang demikian disebut radial. Xilem membentuk bangunan seperti bintang. Pada akar monokotil xilem membentuk bangunan bintang yang berlengan banyak yaitu lebih dari 12 lengan. Pada dikotil xilem membentuk bangunan seperti bintang namun jumlahnya 2 sampai 6 lengan. Pada akar dikotil antara xilem dan floem terdapat kambium. Kambium merupakan jaringan yang selalu membelah. Pembelahan ke arah luar akan membentuk floem sekunder, pembelahan ke arah dalam membentuk xilem sekunder. Jaringan terdalam pada akar adalah parenkim empulur. Pada tumbuhan dikotil parenkim empulur sedikit berkembang atau tidak ada. Pada akar monokotil parenkim empulur berkembang dengan baik. Keberadaan parenkim empulur dapat diamati pada irisan melintang akar.Tumbuhan monokotil seperti padi, jagung, dan rumput memiliki sistem perakaran serabut. Akar serabut biasanya memiliki struktur akar yang tipis dan menyebar. Sebaliknya pada tumbuhan dikotil seperti pada kacang tanah dan mangga memiliki perakaran tunggang.Akar pada beberapa tumbuhan tidak hanya berfungsi memperkuat tumbuhan atau menyerap air serta mineral saja, tetapi akar juga mengalami modifikasi sehingga memiliki fungsi tertentu. Misalnya akar talas berfungsi sebagai tempat penyimpan cadangan makanan dan akar anggrek berfungsi sebagai akar napas. Pada wortel dan lobak akar tunggang berfungsi menyimpan cadangan makanan yang akan digunakan tumbuhan selama pembungaan dan pembentukan buah

Pertemuan KetigaStruktur jaringan yang menyusun batang pada tumbuhan dari luar ke dalam adalah epidermis, kortek, dan slinder pusat. Pada batang dewasa, jika epidermis rusak maka lapisan epidermis digantikan oleh jaringan felogen atau kambium gabus. Di bawah epidermis terdapat jaringan korteks. Jaringan kortek dan batang memiliki fungsi seperti halnya pada akar