proses pengolahan di pks

Download Proses Pengolahan Di PKS

Post on 21-Dec-2015

31 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

semoga berguna

TRANSCRIPT

http://indrarexs.blogspot.com/2013/06/proses-pengolahan.htmlProses Pengolahan

PENGENALAN

Didalam Pabrik Kelapa Sawit, yang disebut bahan mentah Tandan Buah Segar atau sering kita sebut FFB. Tanaman Kelapa Sawit(Elaeis Guinensis Jacq) adalahjenis tanaman Palma yang berasal dari Benua Afrika dan cocok ditanam di daerah tropis serta sudah berkembang secara meluas di Asia Tenggara dan Amerika Selatan, termasuk di Kalimantan Tengah seperti PT. SSS ini. Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ) adalah departement manufacturing yang beroperasi mengolah Tandan Buah Segar ( TBS ) yang akan menghasilkan Crude Palm Oil dan Palm Kernel.

Pada pengolahan TBS di PKS memiliki beberapa stasiun yang satu sama lainnya saling berkaitan dan saling ketergantungan. Bila pada process pada bagian awal terjadi hambatan maka process selanjutnya akan mengalami hambatan. Demikian pula bila process bagian akhir mengalami hambatan maka process pada bagian awal akan mengalami gangguan pula.

Karena saling ketergantungan ini, maka setiap stasiun harus beroperasi dengan maksimal sesuai dengan ketentuan dan kapasitas yang terpasang. Bila hal ini tidak dapat terlaksana dengan baik, maka hal ini sangat berpengaruh terhadap jam kerja pabrik dan akan mengakibatkan tidak tercapainya kapasitas olah pabrik ( Throughput ), dan kehilangan produksi ( Losses ) menjadi meningkat.

Beberapa contoh stasiun-stasiun pada pabrik kelapa sawit antara lain, stasiun Loading ramp, stasiun Sterilizer ( Perebusan ), stasiun Tipper, stasiun Thressing, station Pressing, Nut plant, station Clarification dan stasiun - stasiun lainnya.

A. Tujuan Materi TrainingMemberikan pemahaman tentang kwalitas dan kwantitas hasil olah pabrik, sehingga angka produktivitas dapat lebih ditingkatkan.

B. Harapan

1.Dari pemahaman yang telah didapat, Departemen laboratory adalah departemen yang paling bertanggung jawab atas baik buruknya hasil olah suatu pabrik.2.Departemen laboratory bukan hanya menganalisa hasil olah,tetapi harus juga menganalisa masalah yang berkaitan dengan kwalitas dan kwantitas hasil olah suatu pabrik yang tidak sesuai dengan standart yang ditentukan.3.Personil laboratory sesegera mungkin mengkomunikasikan hasil analisa kepada pihak proses, dan ikut serta langsung dengan pihak terkait untuk menyelesaikan permasalahan mutu dan jumlah hasil olah sehingga masalah tersebut tidak berkepanjangan.

STASIUN LOADING RAMP

Loading ramp berfungsi sebagai tempat penampungan TBS sekaligus sebagai tempat pengisian buah kedalam lorry.

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada station loading ramp:

Buah yang diisikan kedalam lorryadalah buah yang diterima lebih dulu( FIFO ).Pada saat pengisian lorry, tidak dibenarkan bila level buah melebihi ketinggian lorry tersebut, sebab bila level buah melebihi ketinngian lorry maka akan terjadi beberapa masalah seperti berikut ini:Buah tumpah karena tersangkut pada steam spreader sehingga mengakibatkan sumbat pada strainer yang mengakibatkan terjadinya endapan condensate yang akan sangat membahayakan pada saat pintu sterilizer dibuka.Jika terjadi endapan condensate maka dapat dipastikan losses dari sterilizer tinggi.Lorry jatuh dari rel dalam sterilizer karena janjang janjang yangtumpah dan sangkut pada roda lorry.

Hal yang perlu diperiksa antara lain sebagai berikut:-Periksa jeruji yang ada di Horisontal Conveyor dan pastikan brondolan tidak ada yang jatuh lewat jeruji serta yang diperbolehkan hanyalah sampah dan pasir.-Periksa semua level olie hydrolic pada unit hydrolic pump-Periksa apakah pintu pintu Ramp dapat dibuka dan ditutup seperti biasanya hal tersebut berguna agar nantinya FIFO bisa berjalan.

Setiap penuangan atau mau buka Ramp agar selalu diperhatikan apakah ada benda asing yang terikut masuk antara lain: potongan besi, batu-batu ukuran besar, pelepah sawit , goni-goni plastik eks pupuk, dll.

Benda-benda asing tersebut agar secepatnya disingkirkan untuk didak sampai terikut ke instalasi lainnya di pabrik, karena hal ini sangat berbahaya dan dapat merusak instalasi tersebut.

Kalau di atas tadi diungkapkan masalah yang akan timbul pada saat pengisian terlalu banyak, tapi isi Lorry yang kurang penuh akan menurunkanEffesiensipenguapan uap(boros), disamping itu akan menjadi penyebab turunnya kapasitas rebusan yang mana akan terjadi stagnasi.Kenapa FIFOdi dalam stasiun Loading Ramp harus diterapkan betul betulhal itu untuk menghindari naiknya FFA yang disebabkan buah tertahan diatas Loading Ramp.

STERILIZER / PEREBUSAN

Setiap Pabrik Kelapa Sawit tentunya menginginkan hasil minyak dengan tingkat keasaaman yang rendah, minyak dengan kwalitas baik, juga minyak yang mudah dipucatkan(Bleaching).

1. Tujuan dari pada process perebusan / sterilisasiMenonaktifkan enzym-enzym yang terkandung dalam TBS, dimana enzyme - enzymtersebut dapat menyebabkan kenaikan kadar Asam Lemak Bebas( ALB ) atau Free Faty Acid ( FFA ).Memudahkan process pelepasan fruitlet (brondolan) dari janjang.Mengurangi kadar air yang terkandung pada nut sehingga memudahkan pemisahan antara shell dengan kernel pada saat cracking / pemecahan nut di nut plant berlangsung.Melunakkan fruitlet, sehingga memudahkan pelepasan/pemisahan antara daging buah dan nut.Mengkondisikan daging buah sehingga sel minyak dapat mudah terlepas untuk di ekstraksi.

2. Urutan langkah process perebusan / sterilisasi

Pembuangan udara dari tabung rebusan dan selah-selah TBS.Exhaust / Pembuangan steam sisa perebusan.Penaikan tekanan.Penahanan tekananPembuangan condensate rebusan.

3. Pola sterilizer

Triple peakSystem perebusan yang digunakan di PKS Agro Indomas dengan waktu sebagai berikut:i.Under Ripe ( % buah mentah tinggi )= 90 menit.ii.Normal ( % buah matang tinngi )= 85 menit.iii.Over Ripe ( % buah terlalu matang tinggi )= 80 menit.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam operasi sterilisasi

Tekanan steam yang sesuai / cukup( 43 psi )Waktu perebusan yang disesuiakan dengan siklus / urutan langkah perebusan / sterilisasi tersebutKehilangan / losses condensate steriliser, tidak boleh melebihi losses to FFB ( 12 % )Kehilangan / losses condensate diakibatkan oleh:

a.Buah restan di kebun atau di pabrikb.Waktu perebusan yang berlebihanc.Process pembuangan condensate yang tidak sempurnad.Kualitas kematangan panen TBS oleh estate.

4. Hasil dan AkibatProcess perebusan atau sterilisasi buah harus disesuaikan dengan kondisi dan target-target kualitas buah yang ada. Sebab apabila waktu perebusan yang digunakan terlalu berlebihan atau kurang, atau waktu perebusan tidak sesuai dengan kondisi TBS yang ada, maka hasil process selanjutnya akan tidak sesuai dengan kwalitas dan kuantitas yang ditetapkan.

Hasil dan akibatapabila :

a.Waktu perebusan kurang

USB tinggi

Fruit lost / losses buah pada janjang kosong tinggi, dari tingginya fruit lost pada janjang kosong mengakibatkan OER dan KER menjadi turun.Sebab pada buah yang terbuang bersama janjang kosong kadar minyak dan kernel jelas masih ada.

Akan terjadi basah pada fiber press dan ini penyebab kehilangan minyak pada fiber press tinggi dan Hcn pada cracker tinggi pula.Dari tingginya half crack nut pada cracker akan mengakibatkan tingginya angka kehilangan kernel pada shell basah ( cly bath ). Sedangkan dari basahnya fiber, polishing drum akan sering mengalami tumpah bahkan sumbat dan terjadilah stoppages atau stop. Dari seringnya stoppages itu jelas throughput pabrik akan turun.Masalah lain dari basahnya fiber adalah pembakaran pada boiler akan mengalami kesulitan dan lama - kelamaan pressure drop. Dari dropnya pressure tersebut, untuk sickle perebusan selanjutnya pada sterilizer akan mengalami masalah dengan tekanan steam untuk masak buah selanjutnya.

Masalah lain yang diakibatkan dari kurangnya waktu perebusan yang mengakibatkan buah kurang masak, pada process pengepresan buah mentah / kurang masak akibat perebusan, nut yang dihasilkan tidak bersih dari mesocarp / daging buah. Masalah ini berdampak pada air kalsium cly bath di nut plant akan cepat mengalami kejenuhan dikarenakan tingginya kadar minyak yang ada pada nut. Dan akibat selanjutnya kernel losses pada cly bath shell dan kadar kotoran pada kernel menjadi tinggi. Dari kotornya nut, feeder nut cracker akan sering mengalami sumbat dan lama kelamaan nut silo manjadi full dan akibat selanjutnya process stop.

Thresher TripDari kurangnya waktu perebusan akan dihasilkan banyaknya buah yang kurang masak, pada thresher akan mengalami masalah antara lain adalah dari beratnya buah mentah yang dibanting-banting oleh thresher maka thresher itu sendiri akan mengalami jebol, plug timah ( fluid coupling ) bocor sehingga thresher akan trip.

Process pemisahan minyak dengan sludge akan mengalami masalah. Dari mentahnya buah yang dihasilkan oleh perebusan yang selanjutnya di process oleh press kan menghasilkan minyak kasar atau oil crude dengan kandungan air sedikit ( kadar air pada buah sudah banyak terbuang pada saat proses perebusan ) sehingga sludge yang masuk pada CS.Tank kental. Selanjutnya process underflow pada CS.Tank akan mengalami kelambatan karena kentalnya sludge dan lama-kelamaan CS.Tank akan full dan kemungkinan yang paling buruk karena kentalnya sludge process pemisahan minyak Lumpur pada CS.Tank akan kesulitan sehingga lama kelamaan level minyak tipis dan level sludge makin naik dan selanjutnya sludge masuk dalam oil tank / tanki minyak sehingga kotoran pada minyak menjadi tinggi. Dari makin naiknya level sludge pada CS.Tank, maka CS.Tank akan mengalami tumpah.

b.Waktu perebusan berlebihan

Kehilangan minyak pada sterilizer condensate tinggi.

Empty Bunch akan hancur dan mengakibatkan thresher sumbat.

Persen kehilangan minyak pada empty bunch tinggi.

Dari lamanya waktu perebusan atau waktu perebusan yang berlebihan