petunjuk praktis terapi insulin 2011 launching

Download Petunjuk Praktis Terapi Insulin 2011 Launching

Post on 29-Oct-2015

2.860 views

Category:

Documents

72 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Petunjuk Praktis Terapi Insulin 2011 Launching

TRANSCRIPT

  • PETUNJUKPRAKTIS

    TERAPIINSULINPADAPASIENDIABETESMELITUS

    PerkumpulanEndokrinologiIndonesiaPERKENI2011

  • KATA PENGANTAR Saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang terapi insulin semakin berkembang. Hal ini membuat penggunaan insulin semakin aman, nyaman dan mudah. Dalam rangka mencapai target kadar glukosa darah yang mendekati nilai normal, klinisi dapat memberikan insulin sebagai pilihan sesuai indikasi. Keuntungan insulin yang lain adalah mencegah komplikasi diabetes di kemudian hari. Penggunaan insulin dalam kehidupan sehari-hari oleh para penyandang diabetes melitus telah dipermudah dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan penemuan alat-alat bantu penyuntikan, serts jenis-jenis insulin baru. Di rumah sakit, tempat spesialis penyakit dalam dan konsultan endokrin metabolisme dan diabetes memegang peranan penting, penggunaan insulin disesuaikan dengan perkembangan ilmu kedokteran. Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI) periode tahun 2010-2012 membentuk tim khusus yang diketuai oleh Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD KEMD, untuk mempelajari, menilai, dan mengkaji penggunaan insulin dalam klinik. Dalam buku ini dijelaskan mekanisme kerja insulin, temuam beberapa insulin baru, kelebihan dan kekurangan berbagai jenis insulin, tehnik penyuntikan yang lebih baik, pemanfaatan insulin dalam klinik, serta pemantauan hasilnya. Buku ini diharapkan dapat menjadi petunjuk bagi para dokter spesialis penyakit dalam, para konsultan endokrin metabolisme dan diabetes, serta spesialis lain sesuai kewenangan klinik dalam melaksanakan tugasnya. Dalam rangka untuk memaksimalkan manajemen kendali glukosa darah pada pasien diabetes maupun pada kondisi selain diabetes yang mengalami hiperglikemia. Bagi tenaga kesehatan lainnya, buku ini diharapkan dapat memberikan gambaran umum penggunaan insulin yang baik dan benar baik dalam pelayanan rawat jalan maupun rawat inap. Hal ini dapat memberikan manfaat bagi perbaikan kualitas pelayanan kesehatan dan dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Buku petunjuk ini merupakan salah satu buku konsensus yang diterbitkan berdasarkan pengkajian, penilaian, dan telaah kritis PERKENI terhadap berbagai laporan penelitian di bidang endokrinologi secara umum khususnya masalah diabetes melitus. PB PERKENI mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan program pembuatan konsensus ini. Untuk evaluasi selanjutnya kami tetap membuka pintu untuk masukan-masukan baru untuk lebih menyempurnakan buku ini. Selamat membaca dan menerapkan dalam praktik! dr. Pradana Soewondo, SpPD KEMD Ketua PB PERKENI

  • DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN 1 II. FARMAKOKINETIK OBAT INSULIN 3 III. EFEK INSULIN DAN MANFAAT TERAPI INSULIN 6 III.A Efek Insulin 6 III.B Hiperglikemia Sebagai Petanda Luaran Klinik 7 III.C Manfaat Terapi Insulin 8 IV. TERAPI INSULIN UNTUK PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN 9 IV.A Indikasi Terapi Insulin 9 IV.B Konsep Insulin Basal dan Insulin Prandial 9 IV.C Memulai dan Alur Pemberian Terapi Insulin 10 IV.D Strategi Praktis Terapi Insulin 13 IV.E Cara Pemberian Insulin 16 IV.F Sasaran Terapi 16 V. TERAPI INSULIN UNTUK PASIEN HIPERGLIKEMIA YANG

    DIRAWAT DI RUMAH SAKIT 19 V. A Terapi Insulin Pasien Rawat Inap 19 V. B. Terapi Insulin Intensif Pada Pasien Kritis 20

    VI. TERAPI INSULIN PADA PASIEN PERIOPERATIF 23 VII. TERAPI INSULIN PADA KETOASIDOSIS DIABETIK DAN

    STATUS HIPERGLIKEMIA HIPEROSMOLAR 25 VIII. KEAMANAN DAN EFEK SAMPING INSULIN 28

    VIII.A. Penggunaan Pada Wanita Hamil 28 VIII.B Hipoglikemi 28 VIII.C Peningkatan Berat Badan 28 VIII.D Edema Insulin 29 VIII.E Lipoatrofi dan Lipoohipertrofi 29

    IX TEHNIK PENYUNTIKAN DAN PENYIMPANAN INSULIN 30 IX.A Tehnik Penyuntikan Insulin 30 IX.B Tehnik Penyimpanan Insulin 31 DAFTAR PUSTAKA 32

  • 1

    I. PENDAHULUAN

    Ditemukannya insulin hampir 90 tahun yang lalu merupakan salah satu tonggak sejarah

    terbesardalambidangkedokteranpadaabadke20.Sangatpantaskemudianpenemunya

    mendapatkan hadiah nobel di bidang kedokteran. Dalam kurunwaktu yang tidak terlalu

    lama,terutamadalam20tahunterakhirtelahbanyakkemajuandalamterapiinsulin.Mulai

    daripemurnian sediaan insulin (dari insulinpolikomponenmenjadimonokomponenyang

    berasaldari insulinbinatang)hinggaditemukannya insulinmanusiadengancara rekayasa

    genetik serta yang terakhir adalah ditemukannya insulin analog. Kemajuan terapi insulin

    juga terletak pada konsep sekresi insulin endogen, pola alamiah sekresi insulin, yang

    membawa perbaikan di dalam perbaikan konsep terapi insulin. Dengan adanya insulin

    analog,makinmendekatkan terapi insulinyangmenyerupaipola sekresi insulinendogen,

    sehinggahasilpengobatanmenjadilebihbaikdanmenurunkanefeksamping.

    Diabetesmerupakan penyakit yang progresif, jika tidak dikelola dengan baikmaka cepat

    jatuhpadakomplikasikhususnyapenyakitpembuluhdarah.Secaragarisbesarada2 tipe

    diabetes yang utama, yaitu diabetes melitus tipe 1 (DMT1) dan diabetes melitus tipe 2

    (DMT2). DMT1 merupakan diabetes yang disebabkan oleh karena kerusakan sel beta,

    sehingga terjadi kegagalan fungsi sel beta dalam mensekresikan insulin secara mutlak.

    Pasien seperti ini memerlukan insulin untuk hidupnya. Mekanisme DMT2 umumnya

    didahului oleh resistensi insulin dan akhirnya akan terjadi disfungsi sel beta untuk

    mencukupikebutuhaninsulinendogen.DemikianjugayangterjadipadaDMT2.Meskipun

    padapasienDMT2belumterjadikekurangan insulinendogenyangmutlak,namundalam

    perjalanannya sebagian besar akan membutuhkan insulin untuk mengendalikan glukosa

    darahnya.

    Pengetahuan dasar mengenai terapi insulin penting diketahui oleh semua dokter,

    diantaranyameliputi jenis, farmakokinetik, rejimen,keuntungan,kendala,keamanan,dan

    efek samping penggunaan insulin. Keuntungan penggunaan insulin adalah bahwa insulin

    merupakan obat alamiah (suplemen insulin endogen) dan dapat digunakan menyerupai

    pola sekresi insulin endogen oleh sel beta, serta dosisnya tidak ada batasnya. Kendala

    utama dari terapi insulin adalah karena bentuknya masih dalam bentuk suntikan dan

    harganyarelatiflebihmahaldibandingkanobathipoglikemikoral.Walaupunparaahlitelah

    berusahameneliti sediaan bukan suntikan, seperti inhalan, tempelan di kulit, dan tablet,

  • 2

    namun kenyataannya baru bentuk suntikan yang sudah sempurna dan tersedia di

    Indonesia.

    Bukukonsensusinidapatdigunakansebagaipanduanbagidokterspesialispenyakitdalam,

    konsultan endokrin, dan spesialis lainnya dalam pengelolaan pasien diabetes yang

    membutuhkan insulin. Sedangkan untuk memulai terapi insulin pada pasien diabetes

    melitus tipe 2 di tingkat layananprimer dapat digunakanpanduanpadabukuKonsensus

    PengelolaandanPencegahanDiabetesMelitusTipe2.

  • 3

    II. FARMAKOKINETIKOBATINSULIN

    Insulinmerupakanobat tertua yangdigunakanuntukpengobatandiabetes, yakni sejak tahun

    1922.Insulinjugamerupakantonggaksejarahyangamatfenomenaldalambidangkedokteran.

    Awalnyainsulindibuatdariekstrakbinatang,sepertibabidansapi.Kemudiandengankemajuan

    teknologi berhasil dibuat insulin manusia dengan teknologi rekayasa genetik yang kemudian

    dipasarkan pada tahun 1980an. Seiring perjalanan waktu, insulin sebagai terapi terus

    dikembangkan dengan harapan kerjanya dapat menyerupai insulin endogen. Sehingga pada

    pertengahantahun1990andiperkenalkaninsulinanalogpertamadengankerjacepat.

    Saatinidipasarantersediaberbagaijenisinsulin.Ditinjaudariasalnya,terdapatinsulinmanusia

    dan insulin analog (sudah direkayasa dengan kerja yang lebih baik dari insulin manusia).

    Sedangkanbiladitinjaudari segikerjanyaterdapat insulinkerjapendek (insulinmanusia)atau

    cepat (insulin analog), kerja menengah (insulin manusia), dan kerja panjang (insulin analog).

    Insulinkerjapendekataucepatseringdisebutdenganinsulinprandialkarenadigunakanuntuk

    menurunkan glukosa darah setelah makan, sedangkan insulin kerja menengah dan panjang

    seringdisebutinsulinbasalkarenadigunakanuntukmenurunkanglukosadarahdalamkeadaan

    puasa dan sebelum makan. Selain itu di pasaran juga tersedia insulin campuran (premixed).

    Insulin campuran ini merupakan campuran antara insulin kerja pendek dan kerja menengah

    (insulin manusia) atau insulin kerja cepat dan kerja menengah (insulin analog). Umumnya

    campurantersediadenganperbandingantetapantarainsulinkerjapendekataucepatdankerja

    menengah(25%:75%atau30%:70%).

    Mengenal farmakokinetik setiap insulin yang tersedia adalahwajib bagi dokter dalam praktik

    seharihari.Halinibertujuanagarsetiapdokterdapatmemanfaatkaninsulindenganbaiktanpa

    efeksampingyangserius.Yangperludiketahuiterkaitfarmakokinetikinsulinadalahawalkerja,

    puncak kerja, dan lama kerja. Sesuai dengan karakteristiknya, setiap insulin dapat dipilih dan

    digunakan sesuai dengan kebutuhan pasien. Jenis dan profil kerja insulin dapat dilihat pada

    Tabel II.1sedangkanperbandinganfarmakokinetikberbagai insulineksogendapatdilihatpada

    GambarII.1.

  • 4

    TabelI.1.Farmakokinetiksediaaninsulin

    ProfilKerja(jam)

    InsulinManusiaatauInsulinAnalog Awal Puncak

    Kerjacepat(insulinanalog)

    Insulinlispro(Humalog)

    Insulinaspart(Novorapid)

    Insulinglulisin(Apidra)

    0,20,5

    0,20,5

    0,20,5

    0,52

    0,52

    0,52

    Kerjapendek(insulinmanusia,insulinreguler)

    HumulinR

    Actrapid

    0,51

    0,51

    Kerjamenengah(insulinmanusia,NPH)

    HumulinN

    Insulatard

    1,54

    410

    Kerjapanjang(longinsulinanalog)

    Insuli