persalinan macet reproduksi

Click here to load reader

Post on 28-Nov-2015

173 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Reproduksi

TRANSCRIPT

LAPORAN PBL MODUL I DISTOSIA

SISTEM REPRODUKSI

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK 2ATutor : dr. Eddy Tiro, Sp.OG(K) 1102070051

Sartika Sitompul 1102090015

Evi Miselvy T 1102090057

Juwita Ali 1102090100

Dessy Anggraeni Dinatha 1102090143

Rini Dwi Astuti 1102090073

Andi Tri Sutrisno Hasanuddin 1102080110

Ika Alfia Juliaty 1102090115

Zarah Alifani Dzulhijjah 1102090037

Ika Nurfaizah 1102090128

M. Thaufiq Alhas

1102090004

Waode Tati Kurnia Amiruddin

1102090086

Titin Arniyanti

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR

2011

Skenario 1DISTOSIA

Seorang wanita, usia 19 tahun, tiba di unit gawat darurat RS.jam 17.00, dirujuk oleh bidan puskesmas dengan keterangan persalingan tidak maju. Dari anamnesis diketahui ini adalah kehamilan anak pertama, sakit perut tembus kebelakang sejak jam 05.00 disertai pelepasan lendir dan darah. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tinggi fundus 2 jari bawah processus xyphoideus, punggung di kiri ibu,bagian terendah kepala. Jarak antara symphisis pubis tinggi fundus uteri 39 cm, lingkar perut ibu 98 cm, perlimaan 5/5. Denyut jantung janin 140x/menit. His 3x dalam 10 menit dengan durasi 40-45 detik. Pada pemeriksaan dalam vagina didapatkan pembukaan 8 cm, selaput ketuban teraba dan menonjol, bagian terdepan kepala.

Kata Sulit : His

His. Adalah kontraksi otot polos dari dinding uterus yang dirasakan nyeri yang dimulai sebagai gelombang dari salah satu sudut dimana tuba masuk ke dinding uterus yang di sebut sebagai pace maker tempat his berasalan kekuatan yang mendorong janin dalam persalinan sifatnya involunter, intermitten, terasa sakit, terkoordinasi dan simetris, kadang-kadang dapat dipengaruhi dari luar secara kimia dan psikis. Pada seluruh trimester kehamilan, dicatat adanya kontraksi ringan dengan amplitudo 5 mmHg. His sesudah 30 minggu terasa lebih kuat dan lebih sering. Sesudah 36 minngu aktivitas uterus lebih meningkat lagi sampai perrsalinan mulai, yakni pada permulaan kala I. Amplitudo his meningkat terus sampai 60 mmHg pada akhir kala I dan frekuensi his menjadi 2-4 kontraksi tiap 10 menit. Juga durasi his meningkat dari 20 detik pada permulaan partus sampai 60-90 detik pada akhir kala I. His yang sempurna dan efektif.bila ada koordinasi dari gelombang kontrakasi simetris dengan dominasi di fundus uteri dan mempunyai ampitudo 40-60 mmHg yang berdursi 60-90 detik, dengan jangka waktu antara kontraksi 2-4 menit dan pada relaksasi, tonus otot kurang dari 12 mmHg. (2)Kata Kunci :

1. Usia 19 tahun.2. Setelah jam 5 sore dirujuk dengan keterangan persalinan tidak maju.3. Kehamilan anak pertama, sakit perut tembus kebelakang disertai pelepasan lendir dan darah.4. Pemeriksaan fisis :

Teraba fundus 2 jari dibawah processus xyphoideus

Punggung janin dikiri ibu.Pertanyaan :

1. Bagaimana mekanisme persalinan normal ?2. Bagaimana Tanda-tanda persalinan normal ?3. Kapan dikatakan persalinan macet ?

4. Apa etiologi dari persalinan macet ?

5. Bagaimana hubungan pemeriksaan fisik dengan status persalinan ?6. Bagaimana penanganan dari persalinan macet?7. Komplikasi apa yang dapat terjadi akibat persalinan macet ?8. Bagaimana perspektif islam ( hubungan dengan scenario) ?Pembahasan1. Mekanisme persalinan normal

Persalinan normal adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup, dari dalam uterus melalui vagina atau jalan lain ke dunia luar. Partus normal /partus biasa Bayi lahir melalui vagina dengan letak belakang kepala / ubun-ubun kecil, tanpa memakai alat / pertolongan istimewa, serta tidak melukai ibu maupun bayi (kecuali episiotomi), berlangsung dalam waktu kurang dari 24jam.Partus abnormal adalah bayi lahir melalui vagina dengan bantuan tindakan atau alat seperti versi / ekstraksi, cunam, vakum, dekapitasi, embriotomi dan sebagainya, atau lahir per abdominam dengan sectio cesarea.Beberapa istilah Gravida : wanita yang sedang hamilPara : wanita pernah melahirkan bayi yang dapat hidup (viable)In partu : wanita yang sedang berada dalam proses persalinan

Sebab terjadinya persalinan :1. Penurunan fungsi plasenta : kadar progesteron dan estrogen menurun mendadak, nutrisi janin dari plasenta berkurang.(pada diagram, dari Lancet, kok estrogen meningkat2. Tekanan pada ganglion servikale dari pleksus Frankenhauser, menjadi stimulasi (pacemaker)\bagi kontraksi otot polos uterus.3. Iskemia otot-otot uterus karena pengaruh hormonal dan beban, semakin merangsang terjadinya kontraksi.4. Peningkatan beban / stress pada maternal maupun fetal dan peningkatan estrogen mengakibatkan peningkatan aktifitas kortison, prostaglandin, oksitosin, menjadi pencetus rangsangan untuk proses persalinan Persalinan ditentukan oleh 3 faktor P utama :

1. PowerHis (kontraksi ritmis otot polos uterus), kekuatan mengejan ibu, keadaan kardiovaskular respirasi metabolik ibu.

2. PassageKeadaan jalan lahir

3. PassangerKeadaan janin (letak, presentasi, ukuran/berat janin, ada/tidak kelainan anatomic mayor) (++ faktor2 P lainnya : psychology / physician, position)Dengan adanya keseimbangan / kesesuaian antara faktor-faktor P tersebut, persalinan normal diharapkan dapat berlangsung.

Pembagian Fase/ Kala Persalinan

Kala 1Pematangan dan pembukaan serviks sampai lengkap (kala pembukaan) :

1. His makin lama makin kuat,interval makin pendek dan lebih lama

2. Fase laten : pembukaan 42 minggu

Leopold IIBertujuan untuk menentukan di mana letak punggung ataupun kaki janin pada kedua sisi perut ibu.Teknik pemeriksaan menghadap ke kepala pasien, letakkan kedua tangan pada kedua sisi perut ibu, raba (palpasi) kedua bagian sisi perut ibu.Menentukan di mana letak punggung ataupun kaki janin pada kedua sisi perut ibu bagian punggung akan teraba jelas, rata, cembung, kaku/tidak dapat digerakkan. bagian-bagian kecil (tangan dan kaki) akan teraba kecil, bentuk/posisi tidak jelas dan menonjol, kemungkinan teraba gerakan kaki janin secara aktif maupun pasif.

PUKA :punggung janindi sebelah kanan ibu

Didapatkan PUKI: punggung janin di sebelah kiri ibu Posisi : longitudinalLeopold IIIBertujuan untuk menentukan bagian janin apa (kepala atau bokong) yang terdapat di bagian bawah perut ibu, serta apakah bagian janin tersebut sudah menyentuh pintu atas panggul.Teknik pemeriksaan Pemeriksa hanya menggunakan satu tangan. (Lihat gambar!) Bagian yang teraba, bisa kepala, bisa juga bokong (Lihat Leopold I!)

Cobalah apakah bagian yang teraba itu masih dapat digerakkan atau tidak. Apabila tidak dapat digoyangkan, maka janin sudah menyentuh pintu atas panggul.

Didapatkan bagian terbawah : kepala = presentasi kepala

Leopold IVBertujuan untuk mengkonfirmasi ulang bagian janin apa yang terdapat di bagian bawah perut ibu, serta untuk mengetahui seberapa jauh bagian bawah janin telah memasuki pintu atas panggul.Teknik pemeriksaan pemeriksa menghadap kaki pasien dengan kedua tangan ditentukan bagian janin apa (bokongkah atau kepalakah?) yang terletak di bagian bawah perut ibu.

Mengetahui seberapa jauh bagian bawah janin telah memasuki pintu atas panggul Apabila konvergen (jari-jari kedua tangan bertemu), berarti baru sedikit janin memasuki pintu atas panggul. Apabila divergen (jarak antara kedua jari pemeriksa jauh), janin (kepala janin) telah banyak memasuki pintu atas panggul). Didapatkan 5/5 kepala belum masuk PAP = dalam pemeriksaan konvergen

BIDANG HODGE

I : lingkaran pintu atas panggul ( bagian atas SOP dan promontorium)

II : bidang datar sejajar H I setinggi bagian bawah SOP

III: bidang datar sejajar H I setinggi spina ischiadica kiri-kanan

IV: bidang datar sejajar H I setinggi os coccygeus (4). TAKSIRAN BERAT JANIN

Taksiran ini hanya berlaku untukjanindengan presentasikepala. Rumusnya adalah sebagai berikut:Tinggi fundus uteri(dalam cm-n) x 155 = berat (gram)Bilakepalabelum masukpanggulmaka n-12, jikakepalasudah masukpanggulmaka n-11. I : TFU x L. perut setinggi umbilikus

= 39 x 98 = 3822 gr (termasuk besar bagi orang Asia)

II: Johnson : Taksiran ini hanya berlaku untukjanindengan presentasikepala. Rumusnya adalah sebagai berikut:Tinggi fundus uteri(dalam cm-n) x 155 = berat (gram)Bilakepalabelum masukpanggulmaka n-12, jikakepalasudah masukpanggulmaka n-11. Jadi, TFU 11 x 155 = 4340 gr

Makrosomia = > 4000 gr DENYUT JANTUNG JANIN (DJJ)

Normal : 120-160 x / menit dan teratur.6. Bagaimana penanganan persalinan macet?Penanganan Umum

Nilai secara cepat keadan umum wanita hamil tersebut termasik tanda vital dan tingkat hidrasinya.Apakah ada masalah medis lain atau hal-hal yang mengancam jiwanya?Apakah ia kesakitan ? pertimbangkan pemberian analgetik. Tentukan apakah pasien berada dalam persalinan?

Tentukan keadaan janin Periksa denyut jantung janin selama atau segera sesudah his. Hitung frekuensinya sekurang-kurangnya sekali dalam 30 menit selama fase aktif dan tiap 5 menit selama kala II.

Jika terdapat gawat janin, lakukan seksio sesarea; keculai jika syarat-

syaratnya dipenuhi, lakukan ekstraksi vakum atau forceps.

Jika ketuban sudah pecah, air ketuban kehijau-hijauan atau bercampur darah,

pikirkan kemungkinan gawat janin. Jika tidak ada ketuban yang mengalir setelah selaput ketuban pecah, pertimbangkan adanya indikasi jumlah air ketuban yang mungkin menyebabkan gawat janin. Perbaiki keadaan umum dengan : Memberikan dukungan emosi. Bila keadan masih memungkinkan anjurkan bebas bergerak, duduk dengan posisi yang berubah (sesuaikan dengan penanganan persalinan normal).

Berika