perda kota mataram nomor 13 tahun 2011 tentang pajak penerangan jalan

Download Perda Kota Mataram Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Pajak Penerangan Jalan

Post on 30-Jan-2016

13 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

perda kota mataram no 13 tahun 2011 tentang pajak penerangan jalan

TRANSCRIPT

  • PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM

    NOMOR 13 TAHUN 2011

    TENTANG

    PAJAK PENERANGAN JALAN

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

    WALIKOTA MATARAM,

    Menimbang : a. bahwa Pajak Daerah merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah yang penting guna membiayai pelaksanaan Pemerintahan Daerah dalam

    melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, dan salah satu bentuknya adalah

    Penyediaan Penerangan Jalan;

    b. bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang

    Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka perlu mengatur tentang Pajak

    Penerangan Jalan;

    c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan

    huruf b, maka perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Pajak Penerangan

    Jalan.

    Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-Daerah

    Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran

    Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 115, Tambahan Lembaran

    Negara Republik Indonesia Nomor 1649);

    2. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-Daerah

    Tingkat II Dalam Wilayah Daerah-Daeah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat

    dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958

    Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655);

    3. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara pidana(Lembaran Negara Republik Indonesia Republik Indonesia tahun 1981 Nomor

    76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3274);

    4. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1993 tentang Pembentukan Kotamadya

    Daerah Tingkat II Mataram (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

    1993 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

    3531);

    5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1997 tentang Badan Penyelesaian Sengketa

    Pajak (Lembaran Negara Republik IndonesiaRepublik Indonesia Tahun 1997

    Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3684);

    6. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak Dengan

    Surat Paksa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 42,

    Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3686);

    userTypewritten Text

    userTypewritten Text

    userTypewritten Text

    userTypewritten Text

    userTypewritten Text SALINAN

    userTypewritten Text

  • 7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran

    Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran

    Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

    8. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Pembendaharaan Negara

    (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

    9. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan

    Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia

    Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

    Nomor 4400);

    10. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

    (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah

    dirubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008

    tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

    Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008

    Nomor 59 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);11. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

    Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara

    Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 4438);12. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata

    Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor

    85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4742);13. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi

    Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130,

    Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4872);

    14. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenaga Listrikan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 133, Tambahan

    Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5052);15. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan

    Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011

    Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

    16. Peraturan Pemerintah Nomor 135 Tahun 2000 tentang Tata Cara Penyitaan

    Dalam Rangka Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa (Lembaran Negara

    Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 247, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 4049);

    17. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi

    Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor

    138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576);

    18. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan

    Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140,

    Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

    19. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan

    dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara

    Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara

    Republik Indonesia Nomor 4594);

  • 20. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan

    Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan

    Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia

    Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

    Nomor 4737);

    21. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang

    Negara/ Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor

    83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4738);

    22. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian

    dan Pemanfaatan Insentif Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;

    23. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 4 Tahun 2008 tentang Urusan

    Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Kota

    Mataram (Lembaran Daerah Kota Mataram Tahun 2008 Nomor 2 seri D);

    24. Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan

    Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Mataram (Lembaran Daerah Kota

    Mataram Tahun 2008 Nomor 3 seri D).

    Dengan Persetujuan Bersama

    DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA MATARAM

    dan

    WALIKOTA MATARAM

    MEMUTUSKAN :

    Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN

    BAB I

    KETENTUAN UMUMPasal 1

    Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :

    a. Daerah adalah Kota Mataram;

    b. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Mataram;

    c. Walikota adalah Walikota Mataram;

    d. Dinas Pertamanan adalah Dinas Petamanan Kota Mataram;

    e. Pejabat adalah pegawai yang diberi tugas tertentu dibidang perpajakan daerah

    sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    f. Perusahaan Listrik Negara yang selanjutnya disebut PLN adalah Perusahaan

    Umum Listrik Negara (persero);

    g. Pajak Penerangan Jalan yang selanjutnya disebut Pajak adalalah pungutan

    daerah atas penggunaan tenaga listrik di wilayah Daerah yang tersedia

    penerangan jalan dan rekeningnya dibayar oleh Pemerintah Daerah;

  • h. Badan adalah suatu bentuk badan usaha yang meliputi perseroan terbatas,

    perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau

    daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, persekutuan, pekumpulan,

    firma, kongsi, koperasi, yayasan atau organisasi yang sejenis, lembaga, dana

    pensiun, bentuk usaha tetap serta bentuk badan usaha lainnya;

    i. Surat Pemberitahuan Pajak Daerah yang selanjutnya di singkat SPTPD adalah

    surat yang dugunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan perhitungan dan

    pembayaran Pajak yang terutang menurut peraturan perundang-undangan

    perpajakan daerah;

    j. Surat Setoran Pajak Daerah yang selanjutnya disingkat SSPD adalah surat

    yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk melakukan pembayaran atau

    penyetoran pajak yang terutang ke Kas Daerah atau ke tempat lain yang

    ditetapkan oleh Kepala Daerah;

    k. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar yang selanjutnya disingkat

    SKPDKB adalah surat keputusan yang menentukan besarnya jumlah pajak

    yang terutang, jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan pembayaran pokok

    pajak, besarnya sanksi administrasi dan jumlah yang masih harus dibayar;

    l. Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan yang selanjutnya

    disingkat SKPDKBT adalah surat keputusan yang menentukan tambahan atas

    jumlah pajak yang ditetapkan;

    m. Surat Ketetapan Pajak Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkat

    SKPDLB adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan

    pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pajak yang

    terutang atau tidak seharusnya terutang;

    n. Surat Ketetapan Pajak Daerah Nihil yang selanjutnya disingkat SKPDN

    adalah surat keputusan yang menentukan jumlah pajak yang terutang sama

    besarnya dengan kredit pajak, atau pajak tidak terutang dan tidak ada kredit

    pajak;

    o. Surat Tagihan Pajak Daerah yang selanjutnya disingkat STPD adalah, surat

    untuk melakukan tagihan pajak atau sanksi administrasi beru