penggunaan model penilaian portofolio dalam pembelajaran

Download PENGGUNAAN MODEL PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM PEMBELAJARAN

Post on 12-Aug-2015

183 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

makalah

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembelajaran adalah suatu proses yang dinamis, berkembang secara terusmenerus sesuai dengan pengamalan peserta didik. Semakin banyak pengalaman yang dilakukan peserta didik, maka akan semakin kaya, luas dan sempurna pengetahuan mereka. Namun sebagian guru di kelas mengajar dengan cara berceramah dalam menyampaikan materi pelajaran untuk mengejar target kurikulum yang ada. Jarang ada guru yang menggunakan cara pengajarannya dengan eksplorasi dan eksperimentasi untuk meningkatkan kemampuan anak dengan alasan klise bahwa waktu yang diperlukan sangat terbatas dan materi pelajaran yang perlu diberikan sangat banyak sehingga memunculkan rasa jenuh pada anak didik. Menyinggung tentang kemampuan profesional guru dalam melakukan penilaian proses dan hasil belajar, memang masih sangat kurang. Kebanyakan guru melakukan penilaian lebih menekankan pada hasil belajar, sedangkan proses belajar kurang diperhatikan bahkan cenderung diabaikan. Padahal, proses belajar sangat menentukan hasil belajar. Disamping itu, guru-guru juga terbiasa dengan kegiatan-kegiatan penilaian rutin yang sifatnya praktis dan ekonomis sehingga tidak heran jika guru banyak menggunakan soal yang sama dari tahun ke tahun. Sebenarnya, guru pun sering mengikuti pelatihan tentang evaluasi pembelajaran atau penilaian hasil belajar, tetapi setelah pelatihan, mereka tetap kembali ke habitatnya semula, yaitu memberikan tes tertulis, baik dalam formatif maupun sumatif, tanpa melakukan variasi, perbaikan, penyempurnaan atau inovasi dalam pelaksanaan penilaian. Mengingat cara-cara penilaian selama ini terdapat banyak kelemahan, maka sejak diberlakuannya Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004, diperkenalkan suatu konsep penilaian baru yang disebut penilaian berbasis kelas (classroom-based assessment) dengan salah satu model atau pendekatannya adalah penilaian berbasis portopolio(portopolio-based assessment), yaitu suatu model penilaian yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mengungkapkan dan menilai peserta didik secara komprehensif, objektif, akurat, dan sesuai dengan bukti-bukti autentik(dokumen) yang dimiliki peserta didik. Implikasi pemberlakuan Kurikulum2004 (KBK) yang disempurnakan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 terhadap pola penilaian pembelajaran di sekolah adalah : Pertama, guru dan kepala sekolah harus berperan sebagai pembuat keputusan (decision maker) dalam perencanaan dan pelaksanaan kurikulum, termasuk proses pembelajaran.

Kedua, guru harus menyusun silabus yang menjamin terlaksananya proses pembelajaran yang terarah dan bermakana. Ketiga, guru harus melakukan continous-authentic assessment yang menjamin ketuntasan belajar dan pencapaiab kompetensi peserta didik.

B. Rumusan Masalah a. Bagaimana penggunaan penilaian portopolio dalam pembelajaran ?

C. Tujuan a. Dapat mengetahui penggunaan model penilaian portofolio dalam pembelajaran pendidikan.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Penilaian Portofolio Portofolio :

Sebagai benda fisik (bundle atau dokumen) Sebagai suatu proses social Sebagai adjective (Pembelajaran portofolio, assesmen portofolio) Istilah portofolio berasal dari kata kerja potare berarti membawa dan kata benda bahasa latin foglio, yang berarti lembaran atau kertas kerja. Portofolio tempat berisikan benda pekerjaan, lembaran, nilai dan profesional. Dalam konteks penelitian ini Portofolio adalah koleksi berharga dan berguna berisikan pekerjaan peserta didik yang menceritakan atau menerangkan sejarah prestasi atau pertumbuhan peserta didik. Portofolio umumnya suatu fakta bahwa peserta didik mengumpulkan, menseleksi dan merefleksi penilaiannya (Sharp, 2006:1). Secara umum, portofolio merupakan kumpulan dokumen berupa objek penilaian yang dipakai oleh seseorang, kelompok, lembaga, organisasi atau perusahaan yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan menilai perkembangan suatu proses. Portofolio sebenarnya dapat di artikan sebagai suatu wujud benda fisik, suatu proses sosial pedagogis, maupun sebagai adjective. Sebagai suatu wujud benda fisik portofolio itu adalah kumpulan atau dokumen hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu kumpulan dokumen ( master kegiatan peserta didik ). Misalnya hasil tes awal siswa masuk sekolah ( pre - test ), tugas - tugas, catatan anekdot, piagam penghargaan, keterangan telah melaksanakan tugas tersetruktur, hasil tes akhir ( post test ) dan lain sebagainya yang berbentuk dokumen peseta didik. Sebagai suatu proses sosial pedagogis, portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran peserta didik baik yang berujud pengetahuan ( kognitif ), keterampilan ( skill), maupun nilai atau sikap ( afektif ). Adapun sebagai suatu adjective portofolio sering kali disandingkan dengankonsep lain, misalnya dengan konsep pembelajaran maka dikenal suatu istilah pembelajaran berbasis portofolio ( portfolio based learning ), apabila disandingkan dengan konsep penilaian maka dikenal lah suatu istilah penilaian berbasis portofolio ( portfolio based assessment ). Dalam dunia pendidikan, portofolio dapat digunakan guru untuk melihat perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu berdasarkan kumpulan hasil karya sebagai bukti dari suatu kegiatan pembelajaran. Portofolio merupakan suatu kumpulan pekerjaan peserta didik dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan (bergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio itu sendiri) yang telah ditetapkan (Budimansyah, 2002).

Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi (berupa karya peseta didik dari proses pembelajaran) yang menunjukan perkembangan kemampuan peserta didik dalam suatu periode tertentu (surapranata), 2004). Menurut para ahli, portofolio memiliki beberapa pengertian. Ada yang memandang sebagai benda/alat, ada pula yang memandang sebagai metode/teknik/cara.portofolio sebagai suatu wujud benda fisik, atau kumpulan suatu hasil bukti dari suatu kegiatan, atau bundelan, yakni kumpulan dokumentasi atau hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan dalam suatu bundelan. Misalnya, bundelan hasil kerja peserta didik mulai dari tes awal, tugas-tugas, catatan anekdot, piagam penghargaan, sampai pada tes akhir. Popham (1994) menjelaskan, penilaian portofolio merupakan penilaian secara berkesinambungan dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan pesrta didik dalam kurun waktu tertentu. Paulson (1991) dalam Nahadi dan Cartono (2007) mendefinisikan portofolio sebagai kumpulan pekerjaan siswa yang menunjukan usaha, perkembangan dan kecakapan mereka dalam satu bidang atau lebih. Kumpulan ini harus mencakup partisipasi siswa dalam seleksi isi, kriteria isi, kriteria seleksi, kriteria penilaian, dan bukti refleksi diri. Menurut Gronlund (1998 : 159) portofolio mencakup berbagai contoh pekerjaan siswa yang tergantung pada keluasan tujuan. Apa yang harus tersurat, tergantung pada subjek dan tujuan penggunaan portofolio. Contoh pekerjaan siswa ini memberikan dasar bagi pertimbangan kemajuan belajarnya dan dapat dikomunikasikan kepada siswa, orang tua serta pihak lain yang tertarik berkepentingan. Portofolio siswa untuk penilaian atau assesmen portofolio merupakan kumpulan produksi siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya:

1. Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis. 2. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan. 3. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan. 4. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah dalam mata pelajaran yang bersangkutan. 5. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antar mata pelajaran. 6. Penyelesaian soal-soal terbuka. 7. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya. 8. Laporan kerja kelompok. 9. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam vidio, alat rekam audio dan computer.

10. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan. 11. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang tidak ditugaskan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri, tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan). 12. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan. 13. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan. 14. Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran. B. Tujuan dan Fungsi Penilaian Portofolio Penilaian Portofolio dapat digunakan sebagai alat formatif maupun sumatif. Portofolio sebagai alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan mendorong peserta didik dalam merefleksi pembelajaran mereka sendiri. Hasil penilaian portofolio sebagai alat sumatif dapat digunakan untuk penilaian pada akhir semester. 1. Tujuan Pada hakikatnya tujuan penilaian portofolio adalah untuk memberikan informasi kepada orang tua tentang perkembangan peserta didik secara lengkap dengan dukungan data dan dokumen yang akurat. S. Surapranata dan M. Hatta (2004) menggemukakan penilaian portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu : a. Menghargai perkembangan peserta didik b. Mendokumentasikan proses pembelajaran c. Memberi perhatikan pada prestasi kerja d. Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimentasi d. Meningkatkan efektivitas proses pembelajran e. Bertukar informasi antara orang tua peserta didik dengan guru lain f. Mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pesrta didik g. Meningkatkan kemampuan refleksi diri h.

Recommended

View more >