pengelolaan tanaman cabai keriting hibrida tm 999 (capsicum ?· - arang kayu (batok kelapa) yang...

Download Pengelolaan tanaman cabai keriting hibrida TM 999 (Capsicum ?· - Arang kayu (batok kelapa) yang kering…

Post on 24-Mar-2019

218 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAMPIRAN

34

Lampiran 1 Analisis ragam pertumbuhan tanaman cabai keriting hibrida TM

999 pada petak konvensional dan pht di desa Cibatok I,

Cibungbulang, Bogor 2010

Peubah Pengamatan Uji Fa Uji Duncan

B1b

B2c

Tinggi tanaman

2 tn 46.800a 31.533a

4 tn 75.200a 66.800a

10 tn 80.00a 74.667a

Tinggi cabang

dikotom

2 tn 30.733a 17.133a

4 tn 33.933a 29.967a

10 tn 34.300a 31.467a

Diameter

2 N 0.663a 0.487a

4 N 1.063a 0.907b

10 tn 1.143a 1.033a

Jumlah cabang

2 N 12.467a 5.733a

4 tn 52.267a 39.133a

10 tn 91.000a 89.867a

a sn = sangat nyata, n = nyata, tn = tidak nyata.

b B1 = budidaya cabai besar secara pht.

c B2 = budidaya cabai besar secara konvensional.

Lampiran 2 Analisis ragam hama dan penyakit pada tanaman cabai keriting

hibrida TM 999 pada petak konvensional dan pht di desa Cibatok I,

Cibungbulang, Bogor 2010

Peubah Pengamatan Uji F Uji Duncan

B1 B2

Thrips

1 tn 1.1333a 0.4000a

2 tn 6.733a 2.200a

3 tn 15.400a 5.867a

4 tn 6.800a 5.333a

5 tn 6.7333a 5.9333a

6 tn 5.6000a 4.9333a

7 tn 4.133a 2.467a

8 tn 4.667a 2.000 a

9 n 6.2667a 2.4000b

10 tn 5.467a 2.800a

35

Empoasca

1 sn 0.80000a 0.26667b

2 n 4.1333a 0.6667a

3 tn 9.067a 3.333a

4 tn 17.733a 7.467a

5 tn 19.667a 12.000a

6 tn 27.867a 22.533a

7 tn 43.933a 19.867a

8 sn 88.133a 21.400b

9 tn 84.33a 22.47b

10 tn 84.33a 23.33a

Lalat Buah

1 tn 0.0000a 0.0000a

2 tn 0.0000a 0.0000a

3 tn 0.0000a 0.0000a

4 tn 0.6000a 0.0000a

5 n 0.46667a 0.0000a

6 tn 0.8000a 0.0667a

7 tn 0.6667a 0.2000a

8 tn 1.0667a 0.2000a

9 tn 0.5333a 0.2667a

10 tn 2.0000a 0.0000a

Puru

1 tn 0.0000a 0.0000a

2 tn 0.0000a 0.0000a

3 tn 0.0000a 0.0000a

4 tn 0.0000a 0.0000a

5 tn 2.000a 1.267a

6 tn 2.200a 0.800a

7 tn 1.467a 1.067a

8 n 2.0667a 0.0000b

9 tn 2.0000a 1.8667a

10 tn 2.467a 2.067a

Cercospora

1 tn 0.0000a 0.0000a

2 tn 0.0000a 0.0000a

3 tn 0.0000a 0.0000a

4 tn 0.0000a 0.0000a

36

5 tn 0.1333a 0.0000a

6 tn 0.1333a 0.0000a

7 tn 0.4667a 0.1333a

8 n 1.9333a 0.4667b

9 tn 1.2667a 0.6667a

10 n 1.4000a 0.7333a

Antraknosa

1 tn 0.0000a 0.0000a

2 tn 0.0000a 0.0000a

3 tn 0.0000a 0.0000a

4 tn 0.0000a 0.0000a

5 tn 0.0000a 0.0000a

6 tn 0.0000a 0.0000a

7 tn 0.8667a 0.0000a

8 tn 3.467a 0.667a

9 n 10.600a 1.200b

10 n 17.400a 2.133b

a sn = sangat nyata, n = nyata, tn = tidak nyata.

b B1 = budidaya cabai besar secara pht.

c B2 = budidaya cabai besar secara konvensional.

Lampiran 3 Analisis ragam hasil panen tanaman cabai keriting hibrida TM 999

pada petak PHT dan konvensionaldi desa Cibatok I, Cibungbulang,

Bogor 2010 Panen ke- Uji F

a Uji Duncan

B1b

B2c

1 tn 0.700a 0.467a

2 tn 1.133a 0.967a

3 tn 2.000a 1.400a

4 tn 3.100a 2.300a

5 tn 2.333a 2.100a

a sn = sangat nyata, n = nyata, tn = tidak nyata.

b B1 = budidaya cabai besar secara pht.

c B2 = budidaya cabai besar secara konvensional.

37

Lampiran 4 Perbandingan budidaya cabai keriting hibrida TM 999 secara

konvensional dan PHT

Kegiatan Budidaya

PHT Konvensional

Persiapan lahan - Observasi lapangan untuk mengetahui sumber air/aliran

irigasi di areal lahan.

- Menanyakan tentang jenis tanaman yang sudah ditamam sebelumnya.

- Observasi lapangan untuk mengetahui sumber air/aliran

irigasi di areal lahan.

- Menanyakan tentang jenis tanaman yang sudah ditamam sebelumnya.

Pembuatan

bedengan

- Membersihkan sampah dan sisa tanaman yang ada di lahan.

- Menggemburkan lahan dengan pencangkulan sedalam 30 cm.

- Membuat bedengan dengan lebar 1 m, tinggi bedengan 0,4 m, dan

panjang bedengan 10 m.

- Jarak antar bedengan (larikan) selebar 40-50 cm.

- Bedengan dihaluskan kemudian dibiarkan terjemur matahari.

- Untuk tahap ke-1 penanaman, sudah dipersiapkan 3 petak contoh.

- Masing-masing petak contoh terdiri dari 5 bedengan untuk

tanaman cabe dan 2-3 bedengan

untuk tanaman border.

- Membersihkan sampah dan sisa

tanaman yang ada di lahan.

- Menggemburkan lahan dengan pencangkulan sedalam 30 cm.

- Membuat bedengan dengan lebar 1 m, tinggi bedengan 0,4 m, dan

panjang bedengan 10 m.

- Jarak antar bedengan (larikan) selebar 40-50 cm.

- Bedengan dihaluskan kemudian dibiarkan terjemur matahari.

- Untuk tahap ke-1 penanaman, sudah dipersiapkan 3 petak contoh.

- Masing-masing petak contoh terdiri dari 5 bedengan untuk

tanaman cabe dan 2-3 bedengan

yang tidak ditanami apapun.

Pemberian

kaptan

- Bedengan dalam petak contoh yang akan dipersiapkan untuk tanaman

cabai diberi kapur pertanian

(kaptan) sebanyak 10 kg (0,5 kg/m2

2 ton/ha).

- Bedengan dalam petak contoh yang akan dipersiapkan untuk tanaman

cabai diberi kapur pertanian

(kaptan) sebanyak 10 kg (0,5 kg/m2

2 ton/ha.

Pupuk

kandang

- Masing-masing bedengan diberikan 2 karung kotoran ayam ( 50 kg).

- Pupuk kandang (kotoran ayam) yang telah disiapkan ditebar merata

pada setiap bedengan.

- Menyiapkan Decomax (Decomposer maximum) dan air

bersih untuk membantu

pengomposan pada bedengan.

- Dilakukan penyemprotan dengan Decomax pada setiap bedengan

dengan dosis 10 cc/liter air.

Penyemprotan ini menggunakan

handsprayer yang kapasitas tangki

14 liter.

- Untuk satu tangki bisa digunakan untuk 7 bedengan, sehingga tampak

basahnya merata pada bedengan

tersebut.

- Kemudian dibiarkan 2-3 hari sebelum dilakukan penutupan

dengan mulsa PHP.

- Diaduk merata dengan tanah

- Masing-masing bedengan diberikan 2 karung kotoran ayam

( 50 kg).

- Pupuk kandang (kotoran ayam) yang telah disiapkan ditebar merata

pada setiap bedengan.

- Diaduk merata dengan tanah sehingga pupuk kandang tersebut

tertutup dengan lapisan tanah.

- Bagian pinggir dan atas bedengan dirapihkan dengan cangkul/bambu.

- Untuk bagian pinggir kiri kanan dan ujung bedengan dipadatkan

dengan bagian belakang cangkul

untuk menjaga agar bedengan tidak

rapuh pada saat pemasangan

mulsa.

38

sehingga pupuk kandang tersebut

tertutup dengan lapisan tanah.

- Bagian pinggir dan atas bedengan dirapihkan dengan cangkul/bambu.

- Untuk bagian pinggir kiri kanan dan ujung bedengan dipadatkan

dengan bagian belakang cangkul

untuk menjaga agar bedengan tidak

rapuh pada saat pemasangan mulsa.

Pemasangan

mulsa PHP

- Menyiapkan belahan bambu dengan ukuran: panjang 1 m tebal

2 cm, dan panjang 2 m tebal 1cm.

- Menyiapkan hekter bambu yang panjangnya 30 cm dengan kedua

ujungnya diruncingkan.

- Gulungan mulsa ditarik dari ke ujung bedengan kemudian

dipotong.

- Panjang mulsa yang dibutuhkan untuk setiap bedengan mengurangi

80 cm dari panjang bedengan. Jadi

jika panjang bedengan 10 m, maka

panjang mulsa yang diperlukan

9,2 m.

- Pemasangan mulsa sebaiknya dalam cuaca panas sehingga

mumudahkan dalam penarikan

mulsa (mudah memuai).

- Bedengan yang akan dipasang mulsa sebelumnya dilakukan

penyiraman terlebih dahulu secara

merata dengan menggunakan

gembor.

- Mulsa terlebih dahulu diberi bambu kedua ujungnya untuk

mumudahkam memegang pada

saat penarikan.

- Penarikan bisa dilakukan 2 kali sehingga mulsa tersebut

memanjang sesuai ukuran

bedengan.

- Ujung mulsa yang satu terlebih dahulu dipasang dengan

menggunakan hekter agar kuat

sehingga tidak terlepas ketika

penghekteran ujung satunya lagi.

- Bagian pinggir mulsa dipasang bambu ( panjang 2 m, tebal 1 cm)

ditarik berbarengan lalu dihekter

sehingga tampak mulsa tersebut

kencang dan rapat dengan

bedengan.

39

Lubang

ta

Recommended

View more >