analisis pendapatan usahatani cabai keriting ... ... analisis tingkat pendapatan usahatani cabai...

Download ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI KERITING ... ... Analisis Tingkat Pendapatan usahatani cabai keriting

If you can't read please download the document

Post on 14-Dec-2020

1 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI KERITING

    (Capsicum annuum L) DI MUSIM HUJAN DAN MUSIM

    KEMARAU (Studi Kasus : PT. Intidaya Agrolestari, Bogor)

    SKRIPSI

    Pahrul Rozi

    11140920000055

    PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

    FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULlAH

    JAKARTA

    2019 M /1440 H

  • ii

    ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI CABAI KERITING

    (Capsicum annuum L) DI MUSIM HUJAN DAN MUSIM

    KEMARAU (Studi Kasus : PT. Intidaya Agrolestari, Bogor)

    Pahrul Rozi

    11140920000055

    Skripsi

    Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana

    Pertanian Pada Program Studi Agribisnis

    PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

    FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    2019 M /1

  • iii

  • iv

  • v

    DAFTAR RIWAYAT HIDUP

    IDENTITAS DIRI

    Nama : Pahrul Rozi

    Jenis Kelamin : Laki-laki

    Tempat/Tanggal Lahir : Bogor, 13 Oktober 1994

    Kewarganegaraan : Indonesia

    Agama : Islam

    Alamat : Jl. Madnoer No. 67 Rt 01/04 Desa Iwul

    Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor

    No. Hp : 083819021103

    PENDIDIKAN FORMAL

    2001-2007 : SDN Babakan 01

    2007-2010 : SMPN 1 Ciseeng

    2011-2014 : SMA Yadika 7 Bogor

    2014-2019 : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

    PENGALAMAN ORGANISASI

    2015-2016 : Ketua Divisi Kerohanian HMJ Agribisnis

    UIN Jakarta

    PENGALAMAN KERJA

    2018 : PKL di PT. Intidaya Agrolestari, Bogor

  • vi

    RINGKASAN

    Pahrul Rozi, Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Keriting (Capsicum annuum

    L) di Musim Hujan dan Musim Kemarau (Studi Kasus : PT. Intidaya Agrolestari,

    Bogor). (Di bawah Bimbingan Armaeni Dwi Humaerah dan Titik Inayah).

    Pertanian merupakan sektor yang sangat berperan penting dalam kehidupan

    masyarakat Indonesia. Selain hasil dari pertanian sebagai sumber makanan untuk

    penduduk Indonesia, mata pencaharian penduduk Indonesia pun mayoritas di

    sektor pertanian. Salah satu sub sektor pertanian yang sangat penting dalam

    kehidupan sehari-hari adalah komoditas hortikultura, karena merupakan

    komoditas potensial yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan memiliki potensi

    untuk terus dikembangkan. Salah satu komoditas hortikultura potensial untuk

    dikembangkan adalah komoditi cabai merah terutama cabai merah besar dan cabai

    merah keriting, karena komoditi cabai merah bernilai ekonomi tinggi (High

    Economic Value Commodity) dan komoditas unggulan baik nasional maupun

    daerah.

    PT Intidaya Agrolestari merupakan perusahaan yang bergerak di usaha

    pertanian. Salah satu jenis usahanya yaitu usahatani cabai keriting yang

    merupakan jenis usaha yang baru dilakukan dan dalam tahap pengembangan.

    Lahan yang digunakan untuk budidaya cabai keriting seluas 2 hektare, yang

    diproduksi di dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Budidaya cabai

    keriting sangat dipengaruhi oleh faktor musim, yaitu musim hujan dan kemarau,

    yang memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah output cabai yang didapat dan

    menjadi kendala dalam proses produksi cabai keriting. Kendala dan hambatan

    faktor musim dalam produksi cabai keriting ini sangat mentukan jumlah output

    atau panen yang dihasilkan sehingga sangat berpengaruh terhadap pendapatan

    usahatani, semakin besar output atau panen yang dihasilkan maka semakin besar

    pula pendapatan yang diterima. Untuk itu dalam penelitian ini penulis mencoba

    untuk meneliti pendapatan usahatani cabai keriting di musim hujan dan kemarau

    pada PT. Intidaya Agrolestari (INAGRO), Bogor.

    Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui biaya usahatani cabai

    merah keriting di musim hujan dan kemarau. (2) Mengetahui pendapatan

    usahatani cabai merah keriting di musim penghujan. (3) Mengetahui kelayakan

    usahatani cabai merah keriting di musim hujan dan kemarau dengan

    menggunakan R/C ratio, B/C ratio, dan Break Event Point (BEP).

    Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive) dengan

    pertimbangan bahwa PT. Intidaya Agrolestari yang beralamat di JL. Raya

    Jampang Karihkil Km 7, Desa Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten

    Bogor, Provinsi Jawa Barat, merupakan salah satu tempat yang sedang

    mengembangkan usaha budidaya cabai keriting. Jenis data yang digunakan

    dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh

    dari peninjauan langsung ke lapangan dan wawancara langsung kepada pihak

    manajemen PT Intidaya Agrolestari yang menjadi narasumber. Data sekunder

  • vii

    diperoleh dari studi literatur-literatur baik yang diperoleh di perpustakaan,

    website, maupun tempat lain berupa hasil penelitian terdahulu dan instansi-

    instansi yang terkait dengan permasalahan penelitian seperti Badan Pusat

    Statistika, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.

    Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa (1) Total biaya usahatani cabai

    keriting pada musim hujan dengan luas lahan 1 ha yaitu Rp. 128.574.400,-lebih

    besar jika dibandingkan dengan total biaya usahatani cabai keriting pada musim

    kemarau dengan luas lahan 1ha yaitu Rp. 117.691.400,-. (2) Total pendapatan atau

    keuntungan usahatani cabai keriting pada musim hujan dengan luas lahan 1 ha

    yaitu sebesar Rp. 28.425.875 ,-lebih besar jika dibandingkan dengan pendapatan

    usahatani cabai keriting pada musim kemarau dengan luas lahan 1 ha yang

    mengalami kerugian sebesar Rp. 77.691.400. (3) Analisis Tingkat Pendapatan

    usahatani cabai keriting pada musim hujan dengan luas lahan 1 ha dilihat dari R/C

    rasio, B/C rasio, dan BEP dapat dikatakan layak untuk dilanjutkan. Karena

    memperoleh nilai R/C rasio lebih dari 1 yaitu sebesar 1,22 B/C rasio lebih dari 0

    yaitu sebesar 0,22 dan telah menghasilkan total produksi sebanyak 5.627,25 kg,

    dengan harga jual Rp. 27.900, yang masing-masing telah melewati nilai BEP

    produksi sebanyak 4.608 kg dan nilai BEP Harga sebesar Rp. 22.849. Sedangkan

    Analisis Tingkat Pendapatan usahatani cabai keriting pada musim kemaraudengan

    luas lahan 1 ha dilihat dari R/C rasio, B/C rasio, dan BEP dapat dikatakan tidak

    layak. Karena memperoleh nilai R/C rasio kurang dari 1 yaitu sebesar 0,34, B/C

    rasio kurang dari 0 yaitu sebesar -0,66 dan telah menghasilkan total produksi

    sebanyak 1000 kg, dengan harga jual Rp. 20.000, yang masing-masing tidak

    melewati batas nilai BEP produksi sebanyak 5.885 kg dan nilai BEP Harga

    sebesar Rp. 58.846.

    Kata Kunci : Pendapatan, Usahatani, Cabai Keriting, PT. Intidaya Agrolestari,

    Musim Hujan dan Musim Kemarau

  • viii

    KATA PENGANTAR

    Bismillahirrahmaanirrahin

    Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat,

    rahmat dan karunia-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat

    menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis Pendapatan Usahatani Cabai

    Keriting (Capsicum annum L.) di Musim Hujan dan Musim Kemarau (Studi

    Kasus : PT. Intidaya Agrolestari, Bogor)”. Shalawat serta salam penulis haturkan

    kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan keluarga beliau serta semua

    kaum muslimin semoga kita selalu mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat

    serta diberikan syafa’at oleh beliau.

    Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini, penulis

    memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan kali ini,

    penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bimbingan

    dan arahan yang diberikan kepada penulis selama menyusun skripsi ini. Oleh

    karena itu perkenankanlah penulis menyampaikan terima kasih yang tidak

    terhingga kepada:

    1. Bapak Dr. Agus Salim, M.Si selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

    Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

    2. Bapak Dr. Ir. Edmon Daris, MS selaku Ketua Prodi Agribisnis Universitas

    Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

    3. Ibu Ir, Armaeni Dwi Humaerah, M.Si dan Ibu Titik Inayah, SP. M.Si selaku

    dosen pembimbing I dan dosen pembimbing II yang tiada henti selalu

    memberikan banyak pengarahan dan bimbingannya disela-sela kesibukannya.

  • ix

    4. Bapak Ujang Maman selaku dosen penguji I dan bapak Iwan Aminudin selaku

    dosen penguji II yang telah meluangkan waktunya dan tenaganya dalam

    sidang munaqosyah serta memberikan saran dan mengarahkan penulis.

    5. Bapak Nurjaya dan segenap Pegawai Divisi Cabai dan Sayuran Semusim PT.

    Intidaya Agrolestari, Bogor yang telah memberikan bantuan dan informasi

    yang dibutuhkan untuk penelitian skripsi ini.

    6. Seluruh dosen Pengajar Prodi Agribisnis yang tidak dapat disebutkan satu

    persatu tanpa mengurangi rasa hormat atas segala ilmu dan pelajaran dalam

    perkuliahan maupun luar perkuliahan.

    7. Kedua orang tuaku (Bapak dan Ibu) terima kasih tak terhingga