ozip magazine | december 2009 january 2010

Download OZIP Magazine | December 2009 January 2010

Post on 19-Jun-2015

444 views

Category:

Documents

22 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Sosialisasi Undang-Undang Pelayanan Publik8 November 2009 @ KJRI MelbourneTahun 2009 memang menjadi tahun yang penting buat bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan karena tahun ini dilangsungkan PEMILU untuk memilih wakil MPR/ DPR serta Presiden dan Wakil Presiden. Keputusan dan kebijakan kepemerintahan pun memasuki babak baru di mana undang-undang semakin digodok agar menghasilkan peraturan yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan dan mengutamakan kepentingan rakyat. Melbourne merupakan destinasi pertama luar negeri di mana wakil dari Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara datang untuk mempresentasikan undang-undang yang baru saja selesai disahkan oleh DPR (digodok sejak tahun 2004) yakni Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik. Rombongan dari Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Pelayanan Publik ini dipimpin oleh Asisten I Menteri PAN, Bapak Mohammad Rusdi. Selain mensosialisasikan UUD No. 25 di Melbourne ini, wakil dari kementerian PAN ini juga diundang untuk presentasi mengenai UU No. 25 ini oleh badan Ombudsman pemerintah bagian Victoria. Pelayanan Publik sendiri menitik beratkan kepada kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Presenter dari Dep. PAN memulai presentasi di KJRI Melbourne sekitar pukul 6.30 malam. Acara ini nampak dihadiri oleh berbagai organisasi masyarakat serta media lokal. Inti dari presentasi ini adalah melakukan pengenalan terhadap undang-undang pelayanan publik, di mana melalui undang-undang ini diharapkan jasa pelayanan kepada masyarakat akan semakin lebih baik karena ada tata cara serta sanksi yang dikenakan terhadap aparat pemerintahan jika mereka tidak melayani masyarakat sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Dasar pertimbangan dari dibuatnya undang-undang ini adalah sering kalinya kita mendengar istilah : Kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah. Dalam mengurus dokumen ke kantor pemerintah birokrasinya begitu panjang, lamban dan berbelit. Pelayanan kepada publik begitu buruk dan aparat pemerintahan begitu angkuh, karena merasa memiliki kewenangan. Sering kali kewenangan ini dikompensasikan dengan uang supaya pekerjaan dapat menjadi lancar dan cepat selesai. Oleh karena itu melalui undangundang ini diharapkan pelayanan kepada publik akan menjadi baik. Pihak pemerintah juga berharap partisipasi dari masyarakat agar dapat mendukung terlaksananya undang-undang ini karena jika masyarakat hanya mau dilayani tetapi tidak mau diajak kerja sama untuk mensukseskan berjalannya undang-undang ini, maka hasilnya juga menjadi percuma. Disetiap level pemerintahan baik didalam negeri maupun di luar negeri, pimpinan instansi itu wajib mengontrol pelaksanaan pelayanan publik yang dilakukan oleh bawahannya. Kepada aparat pemerintah yang tidak melakukan pelayanan dengan baik kepada publik sanksinya adalah jabatannya dicopot. Bagi masyarakat yang merasa tidak dilayani dengan sepatutnya atau tidak sesuai dengan prosedur, diminta untuk melapor kepada penyelenggara (dalam hal ini pimpinan kantor tersebut), ombudsman atau DPR. Dalam hal pimpinan instansi itu mengacuhkan saja laporan itu, maka masyarakat dapat melapor ke ombudsman atau DPR, kemudian laporan itu akan diproses, jika ternyata memang pimpinan instansi itu mengabaikan laporan dari publik maka kepadanya akan diberi sanksi juga yang bisa berakibat ditanggalkannya jabatannya. Di akhir presentasi, diadakan sesi tanya jawab yang cukup seru di mana para hadirin yang datang menanyakan kinerja aparat yang selama ini kurang bertanggung jawab sehingga mempersulit masyarakat dalam mengurus hal-hal seperti pengurusan KTP, akte-akte penting, pelaporan tindak kriminal dan lainnya. Salah seorang hadirin yang datang juga bertanya tentang apakah undang-undang seperti ini akan dapat berhasil diterapkan di negara kita. Presenter pun menjawab semua pertanyaan dengan baik dan berjanji bahwa semuanya butuh waktu untuk menerapkan peraturan baru ini dan berjanji akan menindak tegas aparat yang tidak mematuhi undang-undang ini. Acara kemudian ditutup dengan beberapa patah kata dari Bapak Budiarman Bahar selaku KonJen RI untuk daerah Victoria dan Tasmania. Malam itu kemudian dilanjutkan dengan acara makan malam bersama dan acara ramah tamah antar sesama hadirin (IM).

Liputan Canberra | Raudin Anwar - KBRI Canberra

untuk mencicipi berbagai makanan khas Indonesia tersebut hingga terjual habis. Selain Indonesia, food festival ini diikuti pula oleh beberapa kedutaan asing dari Aljazair, Belgia, Bulgaria, Cambodia, Hungaria, Jerman, Kanada Prancis, Serbia dan Thailand serta sejumlah restoran, caf, dan toko kue terkemuka di Canberra. Kesempatan tersebut dimanfaatkan pula untuk kegiatan promosi seni dan budaya Indonesia, dengan stand dilengkapi pula dengan wayang kulit, patung wayang, berbagai buku dan brosur promosi pariwisata, serta standing banner mengenai Indonesia. Sekitar dua ribu pengunjung yang hadir tampak terpukau dan menyambut meriah penampilan tarian dari Indonesia, baik tari Rantak maupun tari Baris. Beberapa penonton dan panitia pihak sekolah seraya menyampaikan kekagumam mereka atas keindahan tarian Indonesia, juga menyatakan bahwa KBRI Canberra merupakan satu-satunya kedutaan asing yang menampilkan pertunjukan budaya pada kegiatan ini. Pada kesempatan ini, KBRI Canberra juga mengumumkan pembukaan pendaftaraan kursus tari Bali di KBRI Canberra bagi pengunjung yang berminat. Sebagai penghargaan dan kesinambungan partisipasi KBRI Canberra dalam festival ini selama 4 tahun berturut-turut, KBRI Canberra mendapatkan sertifikat penghargaan dari Kepala Sekolah Telopea Park. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Kedutaan Besar RI selalu berpartisipasi pada acara Telopea Park School Fte yang merupakan agenda rutin tahunan sekolah Telopea dan umumnya dihadiri oleh sekitar ribuan pengunjung setiap tahunnya. Selain festival makanan internasional, kegiatan Telopea Park School Fte turut menampilkan berbagai permainan bagi anak-anak, pentas seni musik dan tari dari siswa-siswa Telopea, serta sebagai sarana rekreasi keluarga. Mengingat peserta dan pengunjung acara Telopea Park School Fte berasal dari berbagai macam bangsa, partisipasi Kedutaan Besar RI pada acara dimaksud dengan menampilkan tarian daerah dan promosi makanan Indonesia merupakan sarana yang tepat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Australia yang multi-kultural terhadap seni dan budaya Indonesia, sekaligus upaya peningkatan people-to-people contact dan sarana promosi Visit Indonesia Year 2009.Ozip Dec/Jan 2010

Telopea Park School FteKedutaan Besar RI di Canberra kembali berpartisipasi dalam acara tahunan Telopea Park School Fte yang diselenggarakan oleh Telopea Park School pada tanggal 7 November 2009, dengan menampilkan tari Rantak dari Sumatera Barat dan tari Baris dari Bali, serta mempromosikan aneka makanan, kue dan minuman khas Indonesia dalam food festival. Tari Rantak yang dibawakan oleh 5 siswi sekolah Telopea Park, terdiri dari 3 siswi warga asing dan 2 orang siswi Indonesia, sementara Tari Baris ditampilkan oleh guru tari KBRI Canberra, Sdr. I Gde Eka Riyadi. Acara yang berlangsung sejak pukul 15.00 sampai 19.00 tersebut, disamping bertujuan untuk penggalangan dana sekolah Telopea Park, juga dilaksanakan dalam rangka memperingati International Year of Languages, dan 86 tahun Sekolah Telopea sebagai sekolah negeri serta 26 tahun sebagai sekolah bi-national Prancis dan Australia. Dalam mengisi acara food festival, KBRI Canberra bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan yang menyajikan menu bihun goreng, spring roll dan pastel serta minuman soft drinks dan teh botol. Stand KBRI yang dibuka sejak pukul 14.30 ramai dikunjungi para pengunjung yang sangat antusias2Ozip Dec/Jan 2010

3

CONTIBUTORS:COVER BY: Hendry Gan & Yogi Oeyono

Article:

The Most Anticipated Free Magazine of The MonthDear Indo OZ, Tanpa terasa akhirnya kita tiba di penghujung tahun. Tinggal beberapa hari lagi yang akan kita lalui...and new year, its just something around the corner. Jika kita boleh jujur terhadap diri sendiri, apa makna tahun 2009 bagi kita semua? Mungkin beberapa dari kita menjalaninya dengan senyuman, tetapi beberapa justru berpendapat bahwa tahun ini adalah tahun yang suram. Entah apapun itu, Ozip percaya bahwa selalu ada campur tangan Tuhan di dalam semua kejadian yang kita lewati. Untuk itu, kita patut bersyukur dengan semuanya dan berjanji akan memperbaiki diri untuk menyambut tahun yang akan datang. Sebagai persembahan manis dari Ozip untuk kado Natal dan Tahun Baru, maka kali ini kami tampil spesial edisi khusus Natal dan Tahun Baru yang mewakili bulan Desember 2009 dan Januari 2010 di mana Ozip akan kembali lagi pada bulan Februari 2010 nanti. Dalam edisi spesial ini, Ozip mengupas tentang hal-hal yang berhubungan dengan Natal, mulai dari sejarah seputar Natal, Sinterklas, sampai renungan manis persembahan dari Romo Gonti. Seperti yang kita ketahui juga, Melbourne baru saja merayakan festival tahunan terbesarnya, yakni Melbourne Cup. Tahun ini merupakan tahun perdana Ozip untuk datang dan mengalami sendiri serunya Melbourne Cup dan tentu saja laporan lengkap untuk temanteman dapat disimak di dalam majalah kesayangan kita. Liputan khusus juga datang dari dunia panggung hiburan, di mana salah seorang kontributor setia Ozip memberikan laporan langsung seputar konser Britney Spears yang baru saja diadakan beberapa waktu silam dalam rangkaian tour Britney ke seluruh Australia. Dan pastinya, artikel liputan tentang kemeriahan dan kesuksesan Festival Indonesia di Melbourne yang tahun ini kembali dapat diselenggarakan di Federation Square, sebagai bukti bahwa kita masih mencintai tanah air sendiri meski tinggal jauh di negeri orang. Selain artikel-artikel di atas, untuk kali ini dikolom s