mineral non logam

23
KEGUNAAN MINERAL Kaolin Penggunaan Berdasarkan karakteristiknya, kaolin dapat digunakan sebagai bahan baku utama atau bahan baku penolong di berbagai industri. Pemakai utama kaolin adalah industri keramik / porselen, kertas, cat, karet/ban, sepatu, sabun dan pestisida. Industri lainn uga memanfaatkan kaolin adalah industri kosmetik, pasta gigi, farmasi, fertilizer/ pupuk, absorbent, logam, barang-barang untuk bangunan, dan lain-lain. Dalam industri kertas kaolin digunakan sebagai bahan pengisi atau pelapis agar permukaan menjadi kuat dan halus. Kaolin sebagai bahan pengisi dipakai juga di indutri cat, karet dan ban. Pada industri keramik/ porselen, digunakan sebagai bahan baku utama. Pemakaian kaolin di industri tersebut berkisar antara 15 - 40 %. Pada industri kosmetik, sabun, pasta gigi, farmasi dan industri lainnya sebagai bahan baku imbuhan atau bahan baku pembantu. Spesifikasi Jenis kaolin yang dibutuhkan oleh satu industri dengan industri lainnya berbeda tergantung spesifikasi dari kaolin yang dibutuhkannya. Berikut ini akan diuraikan spesifikasi kaolin yang dibutuhkan oleh beberapa industri. a. Industri keramik Pemanfaatan kaolin di industri keramik, adalah untuk produk berwarna putih, termasuk porselen, ubin dinding, insulator, refraktori, dan face brick. Ada empat kalsifikasi keramik, yaitu: kelas porselen, kelas saniter, kelas

Upload: nndygn

Post on 11-Nov-2015

26 views

Category:

Documents


2 download

DESCRIPTION

Kegunaan

TRANSCRIPT

KEGUNAAN MINERAL

Kaolin Penggunaan Berdasarkan karakteristiknya, kaolin dapat digunakan sebagai bahan baku utama atau bahan baku penolong di berbagai industri. Pemakai utama kaolin adalah industri keramik / porselen, kertas, cat, karet/ban, sepatu, sabun dan pestisida. Industri lainn uga memanfaatkan kaolin adalah industri kosmetik, pasta gigi, farmasi, fertilizer/ pupuk, absorbent, logam, barang-barang untuk bangunan, dan lain-lain. Dalam industri kertas kaolin digunakan sebagai bahan pengisi atau pelapis agar permukaan menjadi kuat dan halus. Kaolin sebagai bahan pengisi dipakai juga di indutri cat, karet dan ban. Pada industri keramik/ porselen, digunakan sebagai bahan baku utama. Pemakaian kaolin di industri tersebut berkisar antara 15 - 40 %. Pada industri kosmetik, sabun, pasta gigi, farmasi dan industri lainnya sebagai bahan baku imbuhan atau bahan baku pembantu. Spesifikasi Jenis kaolin yang dibutuhkan oleh satu industri dengan industri lainnya berbeda tergantung spesifikasi dari kaolin yang dibutuhkannya. Berikut ini akan diuraikan spesifikasi kaolin yang dibutuhkan oleh beberapa industri. a. Industri keramik Pemanfaatan kaolin di industri keramik, adalah untuk produk berwarna putih, termasuk porselen, ubin dinding, insulator, refraktori, dan face brick. Ada empat kalsifikasi keramik, yaitu: kelas porselen, kelas saniter, kelas gerabah halus padat dan halus tidak padat.Kaolin di industri keramik membutuhkan uji yang meliputi uji modulus of rupture (MOR), casting rate, pyrometric cone equivalent (PCE), warna hasil pembakaran dan penyusutan. Secara umum, kaolin yang diperlukan harus mengandung mineral kaolinit paling sedikit 80 %.b. Indutri Karet Kaolin di industri karet digunakan untuk campuran latek dengan maksud untuk memperbaiki sifat-sifat karet, seperti kekuatan, ketahanan terhadap abrasi dan kekakuan c. Industri Pestisida Spesifikasi kaolin untuk pestisida antara lain tertera pada Spesifikasi Kaolin Untuk Industri Pestisida Uraian Komposisi Ukuran butir < 2 87 - 92 % Sisa saringan, min. 200 mesh 325 mesh 99,5 - 100 % 99,0- 99,9 % Kandungan air, maks. 1 % Suspensi air setelah 48 jam 70 - 80 % pH 4,5 - 5,5 Komposisi kimia Al2O3 SiO2 38 % 45 % Bentuk butir Pipih heksagonal platest Comptability Baik untuk semua materi Daya rekat Baik dengan atau tanpa minyak Abrasi Sangat rendah Industri Cat Pemanfaatan kaolin di industri cat dikarenakan beberapa sifat kaolin, seperti tidak mudah bereaksi, berwarna putih, suspensi yang baik dan variasi ukuran. Sifat tidak mudah bereaksi dapat berfungsi sebagai lapisan penutup yang mempunyai kekuatan Tinggi. Warna putih akan memudahkan campuran warna yang diinginkan. Selain itu, variasi ukuran butiran akan memungkinkan kaolin digunakan pada berbagai industri cat.

ChalkChalk merupakan salah satu macam batu gamping (kapur), batuan kapur yang terdiri atas frakmen-frakmen binatang berkerangka kapur dan tumbuh-tumbuhan. Batu kapur digunakan petani untuk menurunkan keasaman tanah. Dengan fungsi ini banyak petani menggunakan dolomit untuk disebar di lahan. Selain itu, manusia berkemungkinan membantu menyebarluaskan secara tidak sengaja ke permuakaan bumi lewat penggunaan batu kapur untuk berbagai keperluan

Feldspar Feldspar dari alam setelah diolah dapat dimanfaatkan untuk batu gurinda dan felspar olahan untuk keperluan industri tertentu. Mineral ikutannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan industri lain sesuai spesifikasi yang ditentukan. Industri keramik halus dan kaca/gelas merupakan dua industri yang paling banyak mengkonsumsi felspar olahan, terutama yang memiliki kandungan K2O tinggi dan CaO rendah. Berbicara mengenai potensi endapan felspar di Indonesia, sebaran material ini terdapat hampir di seluruh negeri dengan bentuk endapan berbeda dari satu daerah dengan daerah yang lain tergantung jenis endapan, primer atau sekunder. Data dari Direktorat Inventarisasi Sumberdaya Mineral menunjukkan cadangan terukur (proved), tereka (probable) dan terindikasi (possible) masing-masing sebesar 271.693, 11.728 dan 56.561 ribu ton.

ZeolitZeolit alam terbentuk dari reaksi antara batuan tufa asam berbutir halus dan bersifat rhyolitikdengan air pori atau air meteorik . di mana gelas vulkanik bereaksi dengan kristal lempungseperti monmorilonit, plagioklas, nepheline, silikat dan kuarsa. Kegunaan sebgai bahan bangunan dan ornamen; bahan pelarut dan pemisahan parafin dari naftalin dankerosin; pemisahan bahan aroma desulfurisasi; pengering H2O dan penghilang CO2; bahancampuran agregat ringan; bahan pengembang dan pengisi pada kertas, karet, plastik, cat, lem;penyeraplogam-logamtertentupada hidrometalurgiserta zat-zatberacundaribuangan/limbah industri. Asbes Istilah pasar untuk bermacam-macam mineral yang dapat dipisah-pisahkan hingga menjadi serabut yang fleksibel. Berdasarkan komposisi mineralnya, asbes dapat digolongkan menjadi dua bagian. Golongan serpentin; yaitu mineral krisotil yang merupakan hidroksida magnesium silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11) H2O, Golongan amfibol; yaitu mineral krosidolit, antofilit, amosit, aktinolit dan tremolit. Yang banyak digunakan dalam industri adalah asbes jenis krisotil. Perbedaan dalam serat asbes selain karena panjang seratnya berlainan, juga karena sifatnya yang berbeda. Satu jenis serat asbes pada umumnya dapat dimanfaatkan untuk beberapa penggunaan yaitu dari serat yang berukuran panjang hingga yang halus. Pembagian atas dasar dapat atau tidaknya serat asbes dipintal ialah : Serat asbes yang dipintal, digunakan untuk : a) Kopling, tirai dan layar, gasket, sarung tangan, kantong-kantong asbes, pelapis ketel uap, pelapis dinding, pakaian pemadam kebakaran, pelapis rem, ban mobil, bahan tekstil asbes, dan lain-lain. b) Alat pemadam api, benang asbes, pita, tali, alat penyam-bung pipa uap, alat listrik, alat kimia, gasket keperluan laboratorium, dan pelilit kawat listrik. Serabut yang tidak dapat dipintal terdiri atas: a) Semen asbes untuk pelapis tanur dan ketel serta pipanya, dinding, lantai, alat-alat kimia dan listrik; b) Asbes untuk atap; c) Kertas asbes untuk lantai dan atap, penutup pipa isolator-isolator panas dan listrik; d) Dinding-dinding asbes untuk rumah dan pabrik, macam-macam isolasi, gasket, ketel, dan tanur; e) Macam-macam bahan campuran lain yang menggunakan asbes sangat halus dan kebanyakan asbes sebagai bubur. Asbes amfibol yang biasa digunakan sebagai bahan serat tekstil adalah dari jenis varitas krosidolit. Hal ini berhubungan dengan daya pintalnya yang sesuai dengan kebutuhan industri tekstil. Krisotil dan antagonit termasuk ke dalam golongan asbes serpentin. Krisotil juga merupakan jenis asbes yang sangat penting dalam industri pertekstilan.

Grafit Salah satu zat paling lembut dan merupakan alotrop karbon. Ada banyak kegunaan industri grafit, seperti dalam bentuk kokas, yang digunakan dalam produksi baja, sebagai pelumas untuk mesin dan mesin dan sebagai bahan menulis, dalam bentuk timbal untuk pensil. bahan pembuatan pensil, zat warna untuk cat hitam, dan sebagai pelumas kering. Grafit juga digunakan sebagai elektroda, bantalan luncur, ring penyekat, dan aditif untuk bahan pelumas. Grafit juga mempertinggi kemampuan lumas teflon. Barang yang seluruhnya dibuat dari grafit adalah alat penukar panas, cawan lebur, batu filter, pompa, dan pelat pecah. Grafit juga digunakan sebagai bahan pengisi. Pada alat penyekat dan penghitung volume, sebagian peralatannya dibuat dari grafit (misalnya torak). Serat grafit dimanfaatkan untuk pelepasan muatan elektrostatik pada selubung ventilasi.

Mika Penggunaan utama mika adalah di (dalam) papan dinding gips campuran hubungkan, [di mana/jika] [itu] bertindak sebagai suatu meluas dan pengisi, menyediakan suatu konsistensi lebih lembut, meningkatkan kemungkinan pelaksanaan, dan mencegah pecah. Di (dalam) industri cat, mika landasan digunakan sebagai suatu meluas pigmen yang juga memudahkan pengasingan dalam kaitan dengan cahaya berat/beban nya dan platy ilmu bentuk kata. landasan Mika juga mengurangi mengecek dan kapur, mencegah pencukuran dan penyusutan [menyangkut] cat memfilmkan, menyediakan perlawanan ditingkatkan ke kerusakan karena iklim dan penetrasi air, dan menerangi nada [dari;ttg] pigmen diwarnai. Andaskan[lah mika juga digunakan di (dalam) dengan baik latihan industri sebagai suatu aditip untuk mengebor;drill lumpur. Mika pelat digunakan terutama di (dalam) industri elektrik dan yang elektronik. penggunaan lembar;seprai [yang] Yang utama dan mika blok adalah [sebagai/ketika/sebab] alat penyekat/bahan isolasi elektrik di (dalam) peralatan elektronik, isolasi/penyekatan yang berkenaan dengan panas, meteran gelas/kaca, jendela di (dalam) dilobangi dan minyak tanah alat pemanas, dielektrikum di (dalam) kapasitor, panel menghias di (dalam) jendela dan lampu, isolasi/penyekatan di (dalam) motor elektrik dan generator perlengkapan, kumparan-medan dinamo isolasi/penyekatan, dan pergantian aliran listrik inti isolasi/penyekatan dan magnit.

Batu Kapur (Batugamping)Adapun pemanfaatan dari kapur diantaranya adalah :a. Bahan bangunanBahan bangunan yang dimaksud adalah kapur yang dipergunakan untuk plester,adukan pasangan bata, pembuatan semen tras ataupun semen merah.b. Bahan penstabilan jalan rayaPemaklaian kapur dalam bidang pemantapan fondasi jalan raya termasuk rawa yang dilaluinya. Kapur ini berfungsi untuk mengurangi plastisitas, mengurangi penyusutan dan pemuaian fondasi jalan rayac. Sebagai pembasmi hamaSebagai warangan timbal (PbAsO3) dan warangan kalsium (CaAsO3) atau sebagai serbuk belerang untuk disemprotkan.d. Bahan pupuk dan insektisida dalam pertanianApabila ditaburkan untuk menetralkan tanah asam yang relatife tidak banyak air, sebagai pupuk untuk menambah unsur kalsium yang berkurang akibat panen, erosi serta untuk menggemburkan tanah. Kapur ini juga dipergunakan sebagai disinfektan pada kandang unggas, dalam pembuatan kompos dan sebagainyae. Penjernihan airDalam penjernihan pelunakan air untuk industri , kapur dipergunakan bersama-sama dengan soda abu dalam proses yang dinamakan dengan proses kapur soda.f. Batu Gamping (caco3) Sebagai Pupuk Alternatif Penetralisir Keasaman TanahSemua material yang mengandung senyawa Ca dapat digunakan sebagai bahan pengkapuran untuk menetralisir keasaman tanah, yaitu meningkatkan pH tanah yang pada dasarnya menambahkan Ca dan menurunkan Al.g. Batugamping keprus sebagai campuran agregat pada lapis pondasi agregat kelas Bertujuan untuk mengkaji kemungkinan pemakaian batugamping keprus sebagai bahan campuran agregat pada lapis pondasi agregat kelas B.h. Batugamping sebagai bahan baku semenBatu gamping sebagai salah satu bahan baku pembuatan semen, dengan eksplorasi yang tidak bijaksana, lambat laun warisan dunia yang unik dan terbentuk ribuan tahun ini akan hilang dan hanya menjadi cerita anak cucu kita kelak, jika kita tidak ikut membantu melestarikannya.

Fire clay Mineral yang terdiri dari mineral kaolinit yang bentuk kristalnya tidak sempurna, dengan mengandung sedikit mika atau ilit, kuarsa, dan mineral lempung yang bersifat lunak dan tidak mempunyai perlapisan. Fire Clay terbentuk karena soil yang tertimbun oleh sedimen lain di daratan atau cekungan lakustrin ataupun delta yang umumnya mengandung batubara. Penggunaan fire clay terutama untuk refraktori, isolator, dll. Potensi fireclay terdapat di Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Pasir kuarsa Untuk menghilangkan kandungan lumpur atau tanah dan sedimen pada air minum atau air tanah atau air PDAM atau air gunung pada industri pengolahan air. Selain di bidang pengolahan air, pasir silika dapat digunakan diberbagai industri seperti industri/pengolahan sand blasting atau pembuatan lapangan futsal dengan berbagai ukuran mesh. Dalam kegiatan industri, penggunaan pasir kuarsa sudah berkembang meluas, baik langsung sebagai bahan baku utama maupun bahan ikutan. Sebagai bahan baku utama, misalnya digunakan dalam industri gelas/kaca, semen, tegel, mosaik keramik, bahan baku fero silikon, silikon carbide bahan abrasit (ampelas dan sand blasting). Sedangkan sebagai bahan ikutan, misal dalam industri cor, industri perminyakan dan pertambangan, bata tahan api (refraktori), dan lain sebagainya. Cadangan pasir kuarsa terbesar terdapat di Sumatera Barat, potensi lain terdapat di Kalimantan Barat, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Pulau Bangka dan Belitung. Secara ringkas kegunaan pasir silika: Pada pengolahan air untuk penjernihan dengan menyerap lumpur, tanah, sedimen (mesh 4-30, range: 4-6, 8-16, 16-30) Pada industri bahan abrasit yaitu amplas/sand blasting (mesh 8-30, 16-30) Bahan utama industri bentuk silika tepung/silika flour (mesh 50-2500 umumnya mesh 100,150,200,300,325) yaitu untuk gelas/kaca (SiO2>95%, mesh 200-325), semen (SiO2=21,3%, mesh 200-325) Bahan campuran sebagai bahan pengeras pada industri karet/ban/cat (ukuran nano silika), gerinda

Dolomit Dolomit banyak digunakan untuk keperluan bahan bangunan, pertanian, dalam industridolomit banyak digunakan pada industri refraktori, tungku pemanas atau tungku pencair,meningkatkan pH tanah, sebagai pengisi dalam isndustri cat, industri kaca, plastik, kertas,bahanpembuatsemen,industrialkali,pembersih air,industriban, industriobat-obatandan komestik, campuran makanan ternak, industri keramik, bahan penggosok.

FosfatFosfat sebagai pupuk alam tidak cocok untuk tanaman pangan, karena tidak larut dalam air sehingga sulit diserap oleh akar tanaman pangan. Fosfat untuk pupuk tanaman pangan perlu diolah menjadi pupuk buatan. Di Indonesia, jumlah cadangan yang telah diselidiki adalah 2,5 juta ton endapan guano (kadar P2O5= 0,17-43 %). Keterdapatannya di Propinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan NTT, sedangkan tempat lainnya adalah Sumatera Utara, Kalimantan, dan Irian Jaya. Di Indonesia, eksplorasi fosfat dimulai sejak tahun 1919. Umumnya, kondisi endapan fosfat guano yang ada ber-bentuk lensa-lensa, sehingga untuk penentuan jumlah cadangan, dibuat sumur uji pada kedalaman 2 -5 meter. Selanjutnya, pengambilan conto untuk analisis kandungan fosfat. Eksplorasi rinci juga dapat dilakukan dengan pemboran apabila kondisi struktur geologi total diketahui.

Magnesit Magnesium merupakan logam yang teringan, dengan berat jenisnya 1,74, cukup kuat dan dalam bentuk alloy, tahan terhadap korosi di udara tetapi tidak tahan terhadap air laut, serta mudah terbakar. Jumlah mineral yang mengandung magnesium tercatat sebanyak 244 buah. Magnesit dapat ditemukan dalam mineral sekunder dan biasanya berasosiasi dengan batuan sedimen atau batuan metamorfik, berasal dari endapan marin, kecuali brukit. Magnesit ditemukan didalam batuan serpentin. Mineral-mineral lain yang sering ditemukan bersama magnesium adalah talk, limonit, opal, dan kalsit. Magnesit umumnya jarang ditemukan dalam bentuk mineral, tetapi secara utuh terdapat pada larutan padat siderit (FeCO3) bersama-sama Mn dan Ca yang dapat menggantikan unsur Mg. Magenesit sering digunakan untuk bahan refraktori, industri semen sorel, bahan isolasi, pertanian, peternakan, industri karet, dll. Mineral magnesit keterdapatannya berasosiasi dengan batuan ubahan, sehingga cadangan magnesit akan mengikuti pola cadangan bahan ubahan tersebut. Batuan atau mineral yang mengandung mangnesit adalah dolomit (Ca Mg(CO3)2, magnesit zedin (Mg CO3), epsonil (Mg So4) 7 H2O, dan brukit (Mg (OH) 2. Batuan dan mineral tersebut dapat ditemukan di DI. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Tengah , Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Maluku, Irian Jaya.

KyaniteKyanite digunakan terutama dalam produk refraktori dan keramik, porselen termasuk pipaperlengkapandanpiring.Halinijugadigunakandalamelektronik,isolatorlistrikdanabrasive. Kynite telah digunakan sebagai batu permata semimulia, yang dapat menampilkankucing chatoyancy mata, meskipun penggunaan ini dibatasi oleh anisotropism dan belahandada yang sempurna. Varietas warna termasuk baru-baru ini ditemukan kyanite jeruk dariTanzania. Warna oranye adalah karena masuknya sejumlah kecil mangan (Mn3 +) dalamstruktur.

SpinelKromit masuk dalam kelompok Spinel yang memiliki rumus kimia FeCr2O4. Mineral ini terbentuk pada magma ultramafik dalam yang merupakan mineral pertama yang mengalami kristalisai, juga ditemukan pada batuan metamorf seperti serpentite, peridotite dan batuan intrusif yang berlapiskan ultramafik, serta endapan bijihnya terbentuk sebagai proses awal diferensiasi magma. Kromit digunakan sebagai bijih krom utama, komponen refraktori, bahan cat, sebagai pelapis logam atau campuran dalam pembuatan logam

Zirkon Mineral utama yang mengandung unsur zirkonium adalah zirkon/zirkonium silika (ZrO2.SiO2) dan baddeleyit/zirkonium oksida (ZrO2). Kedua mineral ini dijumpai dalam bentuk senyawa dengan hafnium. Pada umumnya zirkon mengandung unsur besi, kalsium sodium, mangan, dan unsur lainnya yang menyebabkan warna pada zirkon bervariasi, seperti putih bening hingga kuning, kehijauan, coklat kemerahan, kuning kecoklatan, dan gelap, sisitim kristal monoklin, prismatik, dipiramida, dan ditetragonal, kilap lilin sampai logam, belahan sempurna tidak beraturan, kekerasan 6,5 7,5, berat jenis 4,6 5,8, indeks refraksi 1,92 2,19, hilang pijar 0,1%, dan titik lebur 2.5000C. Zirkon terbentuk sebagai mineral asseccories pada batuan yang mengandung Na-feldspa (batuan beku asam dan batuan metamorf). Jenis cebakannya dapat berupa endapan primer atau endapan sekunder. Kegunaann zirkon adalah untuk bahan baku elektronik, keramik. Potensi zirkon menyebar di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan bagian barat. Potensi ini mengikuti penyebaran kasiterit, yang dikenal dengan nama tin belt.

Bentonit Penggunaan bentonit dalam proses pemurnian minyak goreng perlu aktivasi terlebih dahulu. Endapan bentonit Indonesia tersebar di P. Jawa, P. Sumatera, sebagian P. Kalimantan dan P. Sulawesi, dengan cadangan diperkirakan lebih dari 380 juta ton, serta pada umumnya terdiri dari jenis kalsium (Ca-bentonit). Beberapa lokasi yang sudah dan sedang dieksploitasi, yaitu di Tasikmalaya, Leuwiliang, Nanggulan, dan lain-lain. Indikasi endapan Na-bentonit terdapat di Pangkalan Brandan; Sorolangun-Bangko; Boyolali. Na-bentonit dimanfaatkan sebagai bahan perekat, pengisi (filler), lumpur bor, sesuai sifatnya mampu membentuk suspensi kental setelah bercampur dengan air. Sedangkan Ca-bentonit banyak dipakai sebagai bahan penyerap. Untuk lumpur pemboran, bentonit bersaing dengan jenis lempung lain, yaitu atapulgit, sepiolit dan lempung lain yang telah diaktifkan. Dengan penambahan zat kimia pada kondisi tertentu, Ca-bentonit dapat dimanfaatkan sebagai bahan lumpur bor setelah melalui pertukaran ion, sehingga terjadi perubahan menjadi Na-bentonit dan diharapkan terjadi peningkatan sifat reologi dari suspensi mineral tersebut Agar mencapai persyaratan sebagai bahan lumpur sesuai dengan spesifikasi standar, perlu ada penambahan polimer. Hal itu dapat dilakukan melalui aktivasi bentonit untuk bahan lumpur bor.

Silimanit Mineral Silimanit pada umumnya dapat terbentuk oleh proses metamorfisme regional. Metamorfisme regional dapat terjadi pada tempat yang dalam, meliputi daerah yang luas, dan berasosiasi dengan proses pembentukan pegunungan. Pada proses pembentukan pegunungan, batuan penyusun kerak bumi mengalami peremasan sehingga mengalami deformasi yang kuat. Karena proses tersebut batuan akan terlipat dan tersesarkan, dan kerak bumi menjadi semakin pendek dan tebal. Dan juga ada masa batuan yang jumlahnya relatif sama dengan batuan yang terlipatkan, tertekan kebawah, ke tempat yang mempunyai tekanan dan temperatur lebih tinggi. Pada tempat inilah terjadi proses metamorfisme yang kuat. Metamorfisme regional umumnya memperlihatkan perubahan derajat metamorfisme dari tingkat terendah sampai tingkat tertinggi, sehingga perubahan tekstur dan komposisi mineral dapat diamati.Proses pembentukan mineral silimanit dapat kita lihat pada metamorfisme batuan sedimen, (shale) yang berubah menjadi batusabak. Perubahan tekstur akan sesuai juga dengan perubahan komposisi mineral dari metamorfisme tingkat rendah ke tingkat yang tinggi. Mineral baru yang terbentuk pertama kali pada batusabak adalah klorit. Kemudian bila derajat metamorfismenya lebih tinggi akan terbentuk muskovit dan biotit. Sekis mika terbentuk pada kondisi yang lebih ekstrim dan kemungkinan akan mengandung mineral garnet and staurolit.Pada temperatur dan tekanan yang mendekati titik lebur batuan, akan terbentuk mineral silimanit. Mineral silimanit merupakan mineral batuan metamorf temperatur tinggi yang digunakan sebagai bahan porselin untuk refraktori.Pada kondisi tekanan tendah dengan temperatur sekitar 800oC, sekis dan genes dengan komposisi kimia relatif sama dengan granit, akan mulai mencair. Mineral silikat yang berwarna terang seperti kuarsa dan potas feldspar, meruakan mineral yang pertama mencair, sedangkan mineral silikat gelap seperti amfibol dan biotit masih tetap padat. Bila batuan yang telah mencair sebagian itu mengalami pendinginan, maka terbentuk batuan beku yang berwarna terang bersama-sama dengan material metamorf yang berwarna gelap. Batuan semacam ini merupakan peralihan antara batuan beku dan batuan metamorf dan disebut migmatite. Silimanit digunakandi dalam manufaktursebagai bahan porselin untuk refraktori.dari busi dll, sebagai suatu batu-permata dan sebagai spesimen-spesimen mineral.

Komposisi Bahan SemenSemen adalah perekat hidraulis bahan bangunan, artinya akan jadi perekatan bila bercampurdengan air. Bahan dasar semen pada umumnya ada 3 macam yaitu klinker/terak (70% hingga95%, merupakan hasil olahan pembakaran batu kapur, pasir silika, pasir besi dan lempung), gypsum (sekitar 5%, sebagai zat pelambat pengerasan) dan material ketiga seperti batu kapur,pozzolan,abuterbang,danlain-lain. Jika unsur ketigatersebuttidaklebihdarisekitar3% umumnya masih memenuhi kualitas tipe 1 atau OPC (Ordinary Portland Cement). Namun bila kandungan material ketiga lebih tinggi hingga sekitar 25% maksimum, maka semen tersebutakan berganti tipe menjadi PCC (Portland Composite Cement).Jenis Semen menurut Standarisasi Nasional Indonesia (SNI) antara lain : Semen Portland Putihdigunakan untuk pekerjaan penyelesaian (finishing), sebagai filler atau pengisi. Semen jenis inidibuat dari bahan utamakalsit (calcite) limestone murni. Semen Portland PozolanProduk ini lebih tepat digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukanketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang, seperti: jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga,beton massa, bendungan, bangunan irigasi dan fondasi pelat penuh. Semen Portlandadalah jenis yang paling umum dari semen dalam penggunaan umum di seluruh dunia karena merupakan bahan dasar beton, dan plesteran semen. Semen Portland Campursuatu bahan pengikat hidrolis hasil penggilingan bersama-sama dari terak semen portland dangips dengan satu atau lebih bahan anorganik yang bersifat tidak bereaksi (inert). Semen MansonrySemen ini lebih tepat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, jalan dan irigasi. Dapat juga digunakanuntukbahan baku pembuatan gentengbeton, pavingblock,tegeldanbahanbangunan lainnya. Semen Portland Kompositdigunakan untuk bangunan-bangunan pada umumnya, sama dengan penggunaan Semen PortlandTipe I dengan kuat tekan yang sama. PCC mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah selamaprosespendinginandibandingkandenganSemenPortlandTipeI,sehinggapengerjaannyaakanlebih mudah dan menghasilkan permukaan beton/plester yang lebih rapat dan lebih halus.

Bahan AbrasifBahan abrasif adalah bahan untuk menggosok atau memoles permukaan benda keras seperti logam dan kaca; abrasif alam biasa dipergunakan adalah intan, korundum, almandin, topaz, garnet, pasir kuarsa.

Bahan PetrokimiaResidu minyak bumi (parafin dan aspal) digunakan sebagai bahan dasar industri petrokimia. Senyawa alkena (etena) yang terbentuk dapat diolah lebih lanjut menjadi senyawa karbon lain, di antaranya sebagai berikut :a. Senyawa polietena (plastik)[CH2 = CH2]nn(CH2 = CH2) b. Senyawa etanolEtanol dibuat melalui reaksi hidrasi etena berikutCH3 CH2 OHCH2 = CH2 + H2O Selain sebagai bahan bakar gas bumi (gas alam) merupakan bahan industri kimia yang penting. Bahan-bahan atau produk yang dibuat dari minyak dan gas bumi ini disebut petrokimia. Dewasa ini puluhan ribu jenis bahan petrokimia telah dihasilkan. Bahan-bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke dalam plastik serat sintetik. Karet sintetik, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, berbagai jenis obat dan vitamin. Dalam bagian ini akan dibahas sedikit tentang industri petrokimia tersebut. Pembahasan terutama mengenai bahan dan proses kimia yang terjadi pada pembuatan berbagai produk petrokimia.1. Bahan Dasar PetrokimiaPada umumnya proses industri petrokimia melalui tiga tahapan, yaitu Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia Mengubah bahan dasar menjadi produk antara Mengubah produk menjadi produk akhirHampir semua produk petrokimia berasal dari 3 jenis bahan dasar yaitu : a. Olefin (alkana-alkena)Olefin merupakan bahan dasar petrokimia paling utama. Produksi olefin diseluruh dunia mencapai milyaran kg per tahun. Di antara olefin yang terpenting (paling banyak diproduksi) adalah etilena (etena propilena (propena), butilena (butena) dan butadiena.b. AromatikaAromatika adalah benzene dan turunannya. Aromatika dibuat dari nafta melalui proses yang disebut reforming. Di antara aromatika yang terpenting adalah benzene (C6H6), toluena (C6H5CH3) dan xilena (C6H4(CH3)2). Ketiga jenis senyawa ini, secara kolektif disebut BTX. Struktur senyawa-senyawa BTX sebagai berikut :c. Gas sintesisGas sintesis (syn-gas) adalah campuran dari karbon monoksida (CO) dan hydrogen (H2). Syn-gas dibuat dari reaksi gas bumi atau LPG melalui proses yang disebut steam reforming atau oksidasi parsial. Reaksinya berlangsung sebagai berikut : Steam reforming : campuran metana (gas bumi) dan uap air dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi dengan bantuan katalisor (bahan pemercepat reaksi).2. Petrokimia dan OlefinBeberapa di antara produk petrokimia yang berbahan dasar etilena sebagai berikut :a. PolietilenaPolietilena adalah plastik yang paling banyak diproduksi plastik polietilena antara lain digunakan sebagai kantong plastik pembungkus/sampul. Pembentukan polietilena dari etilena merupakan reaksi polimerisasi.b. PVCPVC atau polivinilklorida juga merupakan plastik, yang antara lain digunakan untuk membuat pipa (paralon) dan pelapis lanti PVC dibuat dari etilena c. EtanolEtanol adalah bahan yang sehari-hari biasa kita kenal sebagai alkohol. Etanol digunakan untuk bahan bakar atau bahan antara untuk berbagai produk lain, misalnya asam asetat. Pembuatan etanol dari etilena d. Etilena glikol atau glikolGlikol digunakan untuk bahan anti beku dalam radiator mobil didaerah beriklim dingin. 3. Petrokimia dari AromatikaPada industri petrokimia berbahan dasar benzena, umumnya benzena diubah menjadi stirena kumena dan sikloheksana :a. Stirena digunakan untuk membuat karet sintetik seperti SBR dan polistirenab. Kumena digunakan untuk membuat fenol, selanjutnya fenol untuk membuat perekat dan resin.c. Sikloheksana digunakan terutama untuk membuat nylon, misalnya nylin-6,6 dan nylon-6. Beberapa contoh produk petrokimia berbahan dasar toulena dan xilena antara lain TNT.4. Petrokimia dari Gas-Sintetik (Syn-Gas)Seperti telah disebutkan, gas sintetik (syn-gas) merupakan campuran dari karbon monoksida (CO) dan hydrogen (H2).

REFRENSI:http://geo-student.blogspot.com/http://kampungminers.blogspot.com/http://mineraldanbatuan.blogspot.com/http://www.tekmira.esdm.go.id/http://tugassekolahonline.blogspot.com/http://www.chem-is-try.org/https://www.linkedin.com/ http://www.purewatercare.com/ https://www.academia.edu/