manfaat wudhu dan sholat dari segi kesehatan modern

Upload: armin-sinarta

Post on 17-Jul-2015

105 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

MANFAAT WUDHU DAN SHOLAT DARI SEGI KESEHATAN MODERN Dr. Bahar Azwar, SpB-Onk, seorang dokter spesialis bedah-onkologi ( bedah tumor ) lulusan FK UI dalam bukunya Ketika Dokter Memaknai Sholat mampu menjabarkan makna gerakan sholat. Bagaimana sebenarnya manfaat sholat dan gerakan-gerakannya secara medis? Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Berikut rangkaian dan manfaat kesehatan dari rukun Islam yang kedua ini.

WUDHU a. Manfaat secara umum Kulit merupakan organ yang terbesar tubuh kita yang fungsi utamanya membungkus tubuh serta melindungi tubuh dari berbagai ancaman kuman, racun, radiasi juga mengatur suhu tubuh, fungsi ekskresi ( tempat pembuangan zat-zat yang tak berguna melalui pori-pori ) dan media komunikasi antar sel syaraf untuk rangsang nyeri, panas, sentuhan secara tekanan. Begitu besar fungsi kulit maka kestabilannya ditentukan oleh pH (derajat keasaman) dan kelembaban. Bersuci merupakan salah satu metode menjaga kestabilan tersebut khususnya kelembaban kulit. Kalau kulit sering kering akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit terutama mudah terinfeksi kuman. Dengan bersuci berarti terjadinya proses peremajaan dan pencucian kulit, selaput lendir, dan juga lubang-lubang tubuh yang berhubungan dengan dunia luar (pori kulit, rongga mulut, hidung, telinga). Seperti kita ketahui kulit merupakan tempat berkembangnya banya kuman dan flora normal, diantaranya Staphylococcus epidermis, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Mycobacterium sp (penyakit TBC kulit). Begitu juga dengan rongga hidung terdapat kuman Streptococcus pneumonia (penyakit pneumoni paru), Neisseria sp, Hemophilus sp. Seorang ahli bedah diwajibkan membasuh kedua belah tangan setiap kali melakukan operasi sebagai proses sterilisasi dari kuman. Cara ini baru dikenal abad ke20,sebagaimana kita tahu jepang membutuhkan 100 tahun untuk membiasakan cuci tangan, kapanye2 cuci tangan juga sedang gencar2nya di media massa, padahal umat Islam sudah membudayakan sejak abad ke-14 yang lalu. Luar Biasa! b. Keutamaan Berkumur kumur Berkumur kumur berarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Sisa makanan sering mengendap atau tersangkut di antara sela gigi yang jika tidak dibersihkan (

dengan berkumur-kumur atau menggosok gigi) akhirnya akan menjadi mediasi pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah dari infeksi gigi dan mulut. Penelitian modern membuktikan bahwa berkumur dapat menjaga mulut dan tenggorokan dari radang dan menjaga gusi dari luka. Berkumur juga dapat menjaga dan membersihkan gigi dengan menghilangkan sisa-sisa makanan yang terdapat di sela-sela gigi setelah makan. Manfaat berkumur lainnya yg juga penting adalah menguatkan sebagian otot-otot wajah dan menjaga kesegarannya. Berkumur merupakan latihan penting yang diakui oleh pakar dalam bidang olahraga, karena berkumur jika dilakukan dengan menggerakkan otot-otot wajah dengan baik dapat menjadikan jiwa seseorang tenang.

c. Istinsyaq Istinsyaq berarti menghirup air dengan lubang hidung, melalui rongga hidung sampai ke tenggorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman.Selama ini kita ketahui selaput dan lendir hidung merupakan basis pertahanan pertama pernapasan. Dengan istinsyaq mudah-mudahan kuman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat dicegah. Penelitian ilmu modern yang dilakukan oleh tim kedokteran Universitas Aleksandria membuktikan bahwa kebanyakan orang yg berwudhu secara kontinyu, maka hidung mereka bersih dan bebas dari debu, bakteri dan mikroba. Tidak diragukan lagi bahwa lubang hidung merupakan tempat yg rentan dihinggapi mikroba dan virus, tetapi dengan membasuh hidung secara kontinyu den melakukan istinsyaq (memasukan dan mengeluarkan air ke dan dari hidung di saat berwudhu), maka lubang hidung menjadi bersih dan terbebas dari radang dan bakteri, dan ini mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Proses ini dapat menjaga manusia akan bahaya pemindahan mikroba dari hidung ke anggota tubuh yg lain d. Membasuh Wajah dan Kedua Telapak Tangan Membasuh wajah dan kedua telapak tangan sampai ke siku memiliki manfaat yang sangat besar dalam menghilangkan debu dan mikroba, lebih dari membasuh hidung. Membasuh wajah dan kedua telapak tangan sanpai ke siku juga daat menghilangkan keringat dan permukaan kulit dan membersihkan kulit dari lemak yg dipartisi oleh kelenjar kulit, dan ini biasanya menjadi tempat yg ideal untuk berkembang biaknya bakteri. Begitu pula dengan pembersihan telinga sampai dengan pensucian kaki beserta telapak kaki yang tak kalah pentingnya untuk mencegah berbagai infeksi cacing yang masih menjadi masalah terbesar di negara kita e. Membasuh Kedua Telapak Kaki

Membasuh kedua telapak kaki dengan memijat secara baik danpat mendatangkan perasaan tenang dan nyaman, karena telapak kaki merupakan cerminan seluruh perangkat tubuh. Orang yang berwudhu seakan-akan memijat seluruh tubuhnya satu-persatu, padahal ia hanya membasuh kedua telapak kakinya dengan air dan memijatnya dengan baik. Ini merupakan salah satu rahasia timbulnya perasaan tenang dan nyaman yang dirasakan oleh seorang muslim setelah berwudhu MANFAAT GERAKAN SHOLAT a. Berdiri lurus Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. b. Takbir Takbir merupakan latihan awal pernapasan, Paru-paru adalah alat pernapasan, Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar. c. Ruku Dengan ruku, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah. d. Sujud Sujud Mencegah Wasir, mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud. Selain itu sujud adalah manifestasi ketotalan kita dalam berpasrah diri kepada Allah, bahwa manusia adalah mahluk yang lemah, seorang hamba yang sudah bisa menikmati sholatnya, maka jiwanya dalam titik nol, dalam kondisi yang paling pasrah dan stabil, seseorang yang dilanda stres akan terlepas segala beban di jiwa dalam posisi ini.selain secara fisik otot2 leher yang kaku karena stres

akan diulur, sehingga seorang hamba yang beriman dan pandai memaknai sholatnya tidak akan pernah dilanda keputusasaan (Stress)

e. Duduk antara 2 sujud Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.

f. Salam Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung. Sholat Lebih Canggih dari Yoga Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang di antara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?. Para sahabat menjawab : Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya. Lalu beliau bersabda : Begitulah perumpamaan sholat lima waktu. Allah menghapus segala kesalahan mereka. (H.R Abu Hurairah r.a). Sangat disayangkan tidak ada universitas yang berani atau sengaja mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuan hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul. Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Ajaran Muhammad begitu mulia dan ilmiah, beliau bukan saja dokter ruhani tapi lebih dari itu, adalah seorang dokter modern.pemimpin negara, pemimpin dunia dan akhirat,ahli strategi perang. Meski banyak orang yang membenci,menghina,mencemooh (karena kebodohan dan ketidak tahuan tentangmu) tapi itu semua tidak akan mengurangi kemuliaannya [pen]. ( dikutip dari : Tabloid Nurani ) Anantomi Gerakan Wudhu Menurut Pandangan Medis 1. Rahasia Jumlah Tulang Manusia dan Ritual Wudhu Jumlah tulang manusia dewasa ada 206 ruas (Henry Netter, 1906).Akan tetapi secara embriologis pusat penulangan semasa kehidupan janin dalam kandungan itu ada 350-an pusat penulangan (Leslie Brained Arey, 1934), yang kemudian banyak pusat pusat penulangan yang menyatu, membentuk tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu dekat dengan bilangan hari dalam satu tahun. Dalam kajian penulis, didapatkan adanya rahasia matematis tersebut. Ada dua premis (dari hadits dan atsar) : a. Apabila kamu ditimpa demam satu hari, kemudian kamu bersabar, kamu akan mendapat pahala seperti ibadah satu tahun (Atsar dari Ali bin Abi Thalib)

b. Tiap tiap ruas tulang anak adam itu ada sedekahnya setiap harinya (HR Bukhari Muslim, termasuk Hadits Arbain) Dari dua premis tersebut dapat dihubungkan, bahwa tubuh ini mengandung sejumlah tulang yang mendekati bilangan hari dalam setahun. Tulang tulang penyusun anggota wudhu jumlahnya tertentu, dikalikan masing masing dengan jumlah kali pembasuhan pada ritual wudhu, akan menghasilkan sama dengan bilangan keseluruhan jumlah tulang manusia. Coba kita perhatikan jumlah tulang penyusun bagian bagian tubuh yang dibasuh saat wudhu : a. Lengan dan tangan : 30 buah b. Tungkai dan kaki : 31 buah c. Wajah : 12 buah d. Rongga mulut dan hidung : 41 buah e. Kepala : 12 buah Bagian tubuh poin a d dijumlahkan menghasilkan angka 114. Angka tersebut dikalikan 3 oleh karena pembasuhan waktu melakukan wudhu sebanyak 3 kali, menghasilkan angka 342. Poin e tidak dikalikan 3 karena memang hanya dibasuh 1 kali. Angka 342 dijumlahkan dengan 12, didapatkan angka 345, yakni sama dengan jumlah hari dalam 1 tahun hijiriyah, sekaligus sama dengan jumlah seluruh tulang manusia. 2. Wudhu dan Aliran Darah Perifer Dalam hadits riwayat empat Imam (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad Hambali) diterangkan Sempurnakanlah dalam berwudhu dan gosoklah sela sela jari kalian... perintah ini secara medis sangat bermakna. Mengapa sela sela jari yang disebut?, ternyata di bagian itulah berjalan serabut saraf, arteri, vena, dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela sela jari itu sudah barang tentu memperlancar aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan oksigen. Kita tahu berapa banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran darah dan berakibat pembusukan jari jari. Tidak jarang diantara mereka harus menjalani amputasi. Selain itu, serabut saraf juga secara langsung distimulasi oleh perbuatan kita menggosok sela sela jari. Ujung jari sampai telapak tangan adalah bagian yang paling sensitif, karena paling banyak mengandung simpul reseptor saraf. Tiam 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120 230 ujung saraf peraba. 3. Titik titik penting terdapat di Anggota Wudhu

Kita dapat memahami bahwa anggota wudhu yang dibasuh adalah bagian bagian tubuh yang biasanya banyak bersentuhan dengan dunia luar. Bagian bagian tersebut umumnya tidak tertutup pakaian, abhakan memang menjadi alat kontak tubuh kita dengan lingkungan, sehingga paling banyak mengalami kontaminasi (kotoran), dan oleh karena secara logis paling perlu dibasuh. Inilah aspek higine dalam ritual wudhu. Disisi lain, daerah ujung lengan (siku ke bawah) dan ujung tungkai (lutut kebawah) terdapat titik titik penting dalam akupuntur. Seluruh organ bagian dalam memiliki lima buah titik penting apabila dilakukan stimulasi akam memperbaiki fungsinya. Beberapa gangguan fungsi organ juga bisa dinormalkan dengan cara menstimulasi titik titik penting tersebut. berwudhu dan gosoklah sela sela jari kalian... perintah ini secara medis sangat bermakna. Mengapa sela sela jari yang disebut?, ternyata di bagian itulah berjalan serabut saraf, arteri, vena, dan pembuluh limfe. Penggosokan daerah sela sela jari itu sudah barang tentu memperlancar aliran darah perifer (terminal) yang menjamin pasokan makanan dan oksigen. Kita tahu berapa banyak pasien yang mengalami sumbatan aliran darah dan berakibat pembusukan jari jari. Tidak jarang diantara mereka harus menjalani amputasi. Selain itu, serabut saraf juga secara langsung distimulasi oleh perbuatan kita menggosok sela sela jari. Ujung jari sampai telapak tangan adalah bagian yang paling sensitif, karena paling banyak mengandung simpul reseptor saraf. Tiam 1 cm2 kulit di daerah itu, terdapat 120 230 ujung saraf peraba. 4. Ear Acupunture Akupuntur telinga berkembang menjadi suatu cabang spesialis kedokteran di China. Menurut ilmu akupuntur telinga adalah representasi dari tubuh manusia. Bentuk telinga serupa dengan bentuk tubuh saat masih berupa janin yang meringkuk dalam rahim ibu. Kepalanya adalah bagian sering dipasan anting. Daerah lubang adalah rongga tubuh tempat tersimpanya organ organ dalam. Melakukan stimulasi seperti wudhu akan berpengaruh baik terhadap fungsi organ dalam. Adapun lingkaran luar menggambarkan punggung. Pemijatannya juga seakan akan melakukan stimulasi daerah punggung dan ruas ruas tulang belakang. Ilmu Brain Gym juga menjelaskan gerakan pasang telinga. Caranya, telinga digosok gosok sendiri dengan lembut, hingga timbul warna kemerahan dan dirasakan dengan sensasi yang lebih hangat. Metode ini menambah konsentrasi dan daya serap belajar anak

disekolah. Akibatnya prestasi juga meningkat. Sebaiknya anak anak diajari untuk melakukan ini secara sadar, saat memulai belajar, baik di sekolah maupun dirumah Dirangkum dari Buku Mukjizat Gerakan Sholat oleh dr. Sagiran, M.Kes, Sp.B Selengkapnya ada juga ANANTOMI GERAKAN SHOLAT MENURUT PANDANGAN MEDISDaftar Pustaka : http://smkn3pacitan.sch.id/index.php?option=com_content&view=article&id=118:manfaat-wudhu-dansholat-dari-segi-kesehatan-modern&catid=48:umum

MENGUNGKAP RAHASIA AKUPUNTUR DALAM WUDHUWudhu merupakan salah satu amaliyah taabbudiy sebagai syarat sahnya melaksanakan ibadah shalat. Prinsip dari pelaksanaan ibadah adalah untuk memelihara agama (hifzhu al-dn) yang termasuk salah satu katagori dharriyah (apabila tidak dipelihara akan merusak eksistensi agama).[1]Pensyariatan wudhu didasarkan kepada nash al-Quran (Surat al-Maidah ayat 6), al-Sunnah (Terdapat 2079[2] hadits yang berkenaan dengan wudhu, di antaranya 378 hadits berkenaan dengan rukun wudhu dan 762 hadits tentang sunat-sunat wudhu) dan al-ijma. Maqshid al-syarah (tujuan syara) secara global dalam menetapkan hukum-hukumnya adalah untuk kemaslahatan hidup manusia, baik di dunia maupun di akhirat.[3] Tidak semata-mata Allah memerintahkan jikalau bukan berakibat maslahat untuk manusia bila dikerjakan. Demikian sebaliknya, tidaklah semata-mata Allah melarang sesuatu jikalau bukan berakibat kemaslahatan bila ditinggalkan. Oleh karena itu, penelitian ini mengungkapkan maqshid al-syarah tbiah dan hikmah yang ada di dalam salah satu syariat Islam, yaitu wudhu, dari dimensi ilmu akupunktur. Pilosofi wudhu merupakan suatu persiapan mental untuk mengerjakan shalat. Kesucian dan kesejukan yang ditimbulkan oleh wudhu dapat membangkitkan konsentrasi dalam pelaksanaan shalat, karena wudhu dapat menstimulir lima organ panca indra yaitu mata, telinga, hidung, mulut, tangan dan kaki. Para pakar syaraf (neurologists) telah membuktikan bahwa dengan air wudhu yang mendinginkan ujung-ujung syaraf jari-jari tangan dan jari-jari kaki berguna untuk memantapkan konsentrasi pikiran. Terlebih lagi secara keseluruhan dengan ujung-ujung syaraf seluruh anggota wudhu. Pada anggota badan yang terkena perlakuan kayfiyat wudhu terdapat ratusan titik akupunktur yang bersifat reseptor terhadap stimulus berupa basuhan, gosokan, usapan, dan tekanan/urutan ketika melakukan wudhu. Stimulus tersebut akan dihantarkan melalui meridian ke sel, jaringan, organ dan sistim organ yang bersifat terapi. Hal ini terjadi karena adanya sistem regulasi yaitu sistem syaraf dan hormon bekerja untuk mengadakan homeostasis (keseimbangan). [4]Titik-titik akupunktur, suatu fenomena yang menarik bila dikorelasikan dengan kayfiyat wudhu yang disyariatkan 15 abad yang lalu. Semua titik akupunktur memiliki multi indikasi (banyak khasiat) untuk pencegahan dan pengobatan berbagai macam penyakit. Adapun jumlah titik yang terdapat pada anggota wudhu sudah teridentifikasi minimal 493 titik, perincian jumlahnya seperti pada tabel berikut: [5] Anggota Wudhu(rukun dan sunat) JumlahTitik Akupunktur

Wajah 84 Tangan 95 Kepala 64 Telinga[6] 125 Kaki 125

Jumlah 493 Contoh, kayfiyat membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan sebelum berwudhu dan membasuh tangan sambil Takhlil (menyela-nyela jari). Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan dan takhlil merupakan dua kayfiyat sunat wudhu, sementara membasuh tangan dari batas ujung jari sampai siku merupakan rukun wudhu. Dari ketiga kayfiyat tersebut sudah teridentifikasi 95 titik akupunktur. Satu diantaranya adalah ketika melakukan takhlil, diantara sela-sela jari tangan dan kaki terdapat masing-masing satu titik istimewa (Ba Sie pada sela-sela jari tangan & Ba Peng pada sela-sela jari kaki). Jadi, keseluruhannya terdapat 16 titik akupunktur. Berdasarkan riset fakar akupunktur, titik-titik tersebut apabila dirangsang dapat menstimulir bio energi (Chi) guna membangun homeostasis. Sehingga menghasilkan efek terapi yang memiliki multi indikasi, seperti untuk mengobati migren, sakit gigi, tanganlengan merah, bengkak, dan jari jemari kaku. Menurut AM. Isran, titik pada sela-sela jari tersebut merupakan tombol-tombol pengeluaran sampah bio listrik.Contoh lainnya adalah menyapu telinga, jumlah hadits mengenai menyapu telinga lebih dari 30 hadits. Daun telinga banyak dipersarafi oleh sejumlah saraf dan dialiri oleh sejumlah pembuluh darah (vascularisasi). Pada daun telinga sudah teridentifikasi minimal sebanyak 125 titik akupunktur (auriculopunktur), yang dapat digunakan sebagai preventif (pencegahan) dan kuratif (pengobatan) sejumlah penyakit, minimal untuk 125 penyakit. Pemanfaatan pengobatan melalui titik-titik akupunktur telinga saat ini sangat pesat sekali penggunaannya baik di Barat (Kanada, Amerika, Perancis, Jerman dan Austria) maupun di Timur dan Asia seperti Cina, India, Arab dan, Mesir.[7] Ummat Islam, menyapu kedua telinga setiap kali berwudhu, berarti sudah melakukan aurikulopressur (pijat akupunktur telinga) yang berimplikasi terhadap kesehatan. Anggota wudhu ada yang masuk kategori rukun dan ada pula yang sunat. Kedua kategori tersebut dalam perspektif ilmu akupunktur korelasinya sangat signifikan. Kemudian, salah satu maqshid al-syarah tbiah wudhu, sudah jelas diungkapkan secara eksplisit dalam dalalat al-ibarah nash al-Quran Surat al-Maidah ayat 6, yaitu untuk menyucikan

atau membersihkan ( .)Sedangkan kesucian atau kebersihan berkorelasi dengan kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani. Tingkat signifikansi korelasi kayfiyat wudhu dengan kesehatan dalam perspektif ilmu akupunktur, sangat tergantung kepada sejauhmana optimalisasi pelaksanaan wudhu tersebut sesuai dengan isyarat untuk menyempurnakan wudhu sebagaimana tuntunan sunnah Nabi Saw. Apabila semakin optimal, berdasarkan perspektif keilmuan (ilmu al-yaqn) sudah barang tentu akan semakin memberikan manfaat kesehatan secara holistik. Problemanya, kayfiyat wudhu yang bagaimana yang akan memberikan signifikansi tinggi terhadap kesehatan tersebut? Sebab kita dihadapkan kepada beragam madzhab dalam tata-laksana wudhu. Misalnya, Ibnu Arabi dalam kitabnya, Ahkmu al-Quran, telah menjelaskan kayfiyat mengusap kepala saja sampai terdapat sebelas versi. Di antaranya,

cukup menyapu selembar rambut saja; cukup tiga lembar rambut; menyapu seperempat; menyapu seluruh kepala; cukup menyapu dua pertiga bagian; cukup menyapu sepertiga bagian; dan cukup menyapu bagian depan saja.

[8] Tesis ini, secara deskriptif analitis telah menjelaskan alternatif pilihan sebagai solusi dari problema tersebut. Misalnya, kayfiyat pada tangan dan kaki, arah gosokan sebaiknya dari mana kemana; frekwensinya berapa kali; dan intensitasnya bagaimana. Demikian halnya dengan seluruh aktivitas wudhu yang lainnya, baik yang rukun, sunat maupun adab-adab wudhu, telah dideskrifsikan dalam tesis ini, sebagai analisa dari nash dan pendapat ulama yang dikorelasikan dengan ilmu kesehatan (ilmu akupunktur khususnya) sebagai pengungkapan maqshid al-syarah tbiah wudhu. Selanjutnya, tesis inipun menjelaskan aplikasi terhadap konsep-konsep nash. Seperti, terahadap konsep ghasala, masaha, dan al-dalk yang berkorelasi dengan titik-titik akupunktur dan meridian untuk memberikan stimulasi yang optimal.Selain menjelaskan korelasi wudhu dengan kesehatan jasmani, dijelaskan pula korelasi wudhu dengan kesehatan rohani.

Hikmah wudhu bagi kesucian baik lahiriyah (jasmani) maupun bathiniyah (rohani) sangatlah tinggi. Wudhu, dapat dijadikan sebagai sarana bertaubat untuk membersihkan diri dari dosa guna kesucian dan kesehatan rohani. Hal tersebut didasarkan kepada sejumlah hadits, di antaranya digambarkan bergugurannya dosa bersamaan dengan jatuh mengalirnya air dari setiap anggota wudhu. Sehingga, wudhu dapat membangun kecerdasan spiritual (Spiritual Question), kecerdasan emosional (Emotional Question) dan kecerdasan intelektual (Intelectual Question). Oleh karena itu, dalam tesis ini wudhu dijelaskan secara terpadu dari dimensi kesehatan holistik. Akhirnya, penelitian yang bersifat library research ini dengan didukung field research sederhana, mudah-mudahan dapat memberikan sumbangsih keilmuan yang applicable; menjadi salah satu alternative solusi memperbaiki kayfiyat wudhu yang berkorelasi dengan kesehatan; dan menjadi inspirasi penelitian-penelitian berikutnya dalam berbagai perspektif yang lebih mendalam. ********************** 00000 ***************************** [1]Al-Satibi, Al-Muwafaqat fi Ushl al-Syarah, Jilid 1, (Bairut: Dr al-Kutub alAlamiyah), hal. 7 [2]Dikutif dari CD al-Hadits al-Syarif alKutub al Tisah, yaitu Bukhari, Muslim, Turmidzi, Nasai, Abu Daud, Ibnu Majah, Malik, Ahmad dan al-Darimi. Daftar topik hadits terlampir. [3]Ismail Muhammad Syah, Filsafat Hukum Islam, cet. III, (Jakarta: Bumi Aksara, 1999), hlm. 65. [4]Ian Scheideman, Medical Acupuncture, Myfair Medical Supplies Ltd., Australia, 1988, hal. 99 [5]Hasil penelusuran terhadap atlas anatomi akupunktur, torso patung akupunktur dan beberapa referensi, satu diantaranya: Hallym Calehr, Pedoman Akupunktur Medis, Jilid 1, (Jakarta: Gramedia, 1986), hal. 14-19 [6]YRW. Soetopo, Akupunktur Telinga, YAPAPTI, Jakarta, 1983, hal. 186 [7]Ibid., hlm. (ii). [8]Abu Bakar Muhammad bin Abdullah yang dikenal dengan Ibnu Arabi, Ahkamul Quran, Pentahkik Muhammad Abdul Qadir Atha, (Beirut: Daar Al-kutum Al-Ilmiyah, 1977), hlm. 566.Daftar Pustaka : http://falahluqmanulhakiem.wordpress.com/2009/01/05/mengungkap-rahasiaakupuntur-dalam-wudhu/