lkp - rizqy romadhona ginting

Download LKP - Rizqy Romadhona Ginting

Post on 28-Jun-2015

179 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Proses pencairan gas alam di PT Badak NGL secara umum melalui proses -proses sebagai berikut :

Gambar 1 Diagram blok pembuatan LNG 1. Plant 1 CO2 Absorption Unit Di Plant ini senyawa CO2 dipisahkan dari feed gas dengan memakai absorbent larutan aMDEA (40% wt) yang terdiri dari gugus utama methyl diethanol amine (35% wt) dan activated piperazine (5% wt) hingga kadar maksimal 50 ppm dalam sebuah alat yang disebut CO2 absorber. Kemudian larutan aMDEA yang telah jenuh dengan CO akan 2 diregenerasi kembali dalam Amine regenerator dengan cara stripping, sedangkan gas CO2 yang terlepas akan dibuang ke atmosfer. Aliran ini kemudian didinginkanP LANT 1 : C O 2 AB S O R P TIO N2HV- 50

Wet Flare 2C -2 / C A B/CO2

4E-10 1E -2DI SC H 2K-2 C/ W1LV-2

2C-11LV- 5

Propane1 C-3 Plant-16 B urn Pit

1C-2

1UV -4 1PV-4

F UEL GAS 1E4C 1E4F 1E 4E 1 E 4D 1E-7A/ B1PV- 9 C/W

1 LV-1

1C -41FV -3 1LV -4

1E-4B 1E-4A

WET F LAR E

1LV-3 1PV33 1TV-9 1LV -6

1C-6

1E-9A~ F1ESDV-1

N2 1C-71FV -5C/D

1E-3A~ D

1Y1

1D-1

50#Steam

1C-5

1G -3A/ B

1FV-5A/B

CW

1FV -4

50#Steam

1E -5 C / D

1E -5 A/B

Fe d G s e a

1GM-2 1G-1A/ / B C A nti Foam 1G -4 / A B1G-2

Gambar 2. Diagram Alir Plant-1 CO2 Absorption Unit

me

c

e

1E-2

empe

y me c pai 36oC. Swee feed

ga akan ke ar di bagian atas kolom 1C-3 untuk kemudian didinginkan di 4E-10 hingga suhu 18oC sebelum masuk ke Plant-2 sedangkan aMDEA terkondensasi akan keluar sebagai bottom product 1C-3 untuk menuju amine flash drum (1C-4 . Larutan aMDEA yang keluar dari bagian bawah 1C-2 akan digabungkan dengan bottom product 1C di -3 amine flash drum (1C-4 . Pada unit 1C-4 akan dilakukan penurunan tekanan seketika hingga mencapai sekitar 6 kg/cm2 g. Kemudian akan dilakukan regenerasi amine di kolom

pper 1C-5.

2. Plant 2 Dehydration & Mercury Removal UnitSetelah dipisahkan dari CO2 di Plant 1, gas alam kemudian akan dialirkan ke Plant 2 yang merupakan unit dehydration & mercury removal. Plant 2 berfungsi untuk menghilangkan air dan merkuri yang terbawa dalam feed ga . Air perlu dihilangkan dari dalam feed ga karena dapat mengkristal dalam operasi pencairan gas alam yang dapat mencapai suhu -156 oC proses ini terjadi di 2C-2A/B/C. Kondisi ekstrim tersebut menyebabkan peralatan operasi pencairan sebagian besar terbuat dari alumunium yang dapat bertahan pada kondisi tersebut. Namun, adanya merkuri dapat merusak peralatan proses dengan membentuk amalgam dengan alumunium. Oleh karena itu, merkuri juga harus dihilangkan dari dalam feed ga yang dilakukan di 2C-4. Kadar yang diizinkan adalah sebesar 0,5 ppm untuk air dan 0,1 ppb untuk merkuri. Gambaran proses pada Plant 2 dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Diagram Alir Plant-2 - Dehydration and Mercury Removal Unit

Sebelum masuk ke Plant 2, feed gas dari Plant 1 yang bersuhu 32-35oC didinginkan melalui 4E-10, dengan menggunakan medium pendingin HP Propane. Feed gas keluaran 4E-10 memiliki tekanan sekitar 41 kg/cm2 g dan suhu 19oC. Aliran feed gas tersebut akan dialirkan ke 2C-1 untuk memisahkan feed gas dengan kondensat dan air yang terbentuk akibat pendinginan. Feed ga dari 2C-1 kemudian akan masuk ke kolom 2C-2 A/B/C untuk di dehidrasi. Kolom 2C-2 berisikan fixed bed

adsorben utama, alumdum ball sebagai support, serta alumina sebagai penyerap air kondensat yang terikut. Molecular sieve yang telah dipakai untuk dehidrasi akan jenuh oleh air, karena itu kolom 2C-2 A/B/C akan diregenerasi secara bergantian.

3. Plant 3 Fractination UnitSetelah mengalami pemisahan H2O dan Hg di Plant 2, selanjutnya feed gas akan dialirkan ke Plant 3 atau biasa disebut dengan Scrub Column & Fraction Unit. Proses penghilangan hydrocarbon berat dilakukan dengan cara fraksinasi. Skema proses fraksinasi dapat dilihat pada gambar 3

Gambar 3. Diagram Alir Plant-3 Fractionation Unit

Pemisahan fraksi berat gas alam (C2+ dilakukan pada Scrub Column (3C-1). Feed gas masuk ke scrub column pada tekanan sekitar 40-41 kg/cm2g dan temperatur -34o C setelah didinginkan di 4E-12 dan 4E-13, pada temperatur ini C1 akan naik ke bagian atas

# "

!

o ecular sieve sebagai

$

kolom 3C-1 sebagai uap dan C2+ akan berbentuk cair dan mengalir ke bagian bawah kolom 3C-1. Kondensat yang terbentuk akan dikembalikan ke 3C sebagai refluks, -1 sedangkan gas dari 3C-2 keluar sebagai aliran top product 3C-1. Top product dari 3C-1 memiliki komposisi sekitar 90 C1, tekanan 36 kg/cm2 g, dan temperatur -34oC. De-ethanizer berfungsi untuk memisahkan etana (C2) dari fraksi-fraksi yang lebih berat (C3+). De-ethanizer dioperasikan pada tekanan kondensor (3E sebesar 30 kg/cm2 g. -5) Fluida pendingin pada kondensor adalah LP Propane. Top Product 3C-4 ada dalam fasa cair memiliki kandungan etana sekitar 70 . Cairan yang terbentuk di 3C-4 sebagian akan didihkan kembali di 3E-4, dan sebagian akan langsung keluar sebagai bottom product menuju De-propanizer (3C-6). Uap yang terbentuk di 3E-4 akan dikembalikan ke 3C-4, sedangkan cairan yang terbentuk di 3E-4 akan digabungkan dengan aliran bottom product menuju 3C-6. De-propanizer berfungsi untuk memisahkan propana (C3) dari fraksi-fraksi yang lebih berat (C4+). Suplai energi pemisahan diberikan oleh De-propanizer Column Reboiler (3E6) dengan media pemanas LP Steam. De-propanizer dioperasikan pada tekanan kondensor (3E-7) sebesar 17 kg/cm2g. Uap yang terbentuk di 3E-7 akan dikembalikan ke 3C-6, sedangkan cairan yang terbentuk di 3E-7 akan digabungkan dengan aliran bottom product menuju 3C-8. De-butanizer berfungsi untuk memisahkan butana (C4) dari kondensat (C5+). Suplai energi pemisahan diberikan oleh De-butanizer Column Reboiler (3E-8) dengan media pemanas LP Steam. De-butanizer dioperasikan pada tekanan kondensor (3E-9) sebesar 6 kg/cm2g. Splitter merupakan unit distilasi yang berfungsi untuk memurnikan produk C4 agar sesuai dengan spesifikasi produk LPG yang diinginkan. Splitter unit hanya terdapat pada train ABCD karena pada train EFGH kemurnian C4 pada top product dari 3C-8 sudah memenuhi spesifikasi LPG.

4. Plant 4 Refrigeration UnitSistem refrijerasi di PT. Badak NGL menggunakan 2 jenis refrijeran yaitu propana dan MCR (Multi Component Refrigerant). Propana digunakan untuk mendinginkan feed gas, mendinginkan MCR, serta pendinginan pada overhead condensor 3E-2 dan 3E-5. MCR

%

%

digunakan untuk mendinginkan dan mencairkan gas alam, serta mendinginkan sebagian MCR itu sendiri pada main heat exchanger (5E-1).

A. Sistem pendingin propanaPropana cair dari kompresor dan make up propana dikumpulkan di Propane Accumulator 4C-1. Propana yang telah terevaporasi di 4E-7 dan 4E-10 akan dialirkan ke Propane Flash Drum (4C-2) untuk memisahkan fasa uap dan cairnya. Uap propana akan menuju ke 4C-12 untuk selanjutnya diumpankan ke 3rd stage suction pada 4K-1. Cairan propana dari 4C-2 sebagian diuapkan secara mendadak untuk menjadi media pendingin feed gas pada 4E-1. Sebagian lain dari cairan propana 4C-2 akan diekspansi ke tekanan 3,1 kg/cm2a sehingga menjadi MP Propane. Aliran tersebut kemudian dialirkan ke Feed Medium Level Propane Evaporator (4E-12) dan juga dialirkan menuju MCR Medium Level Propane Evaporator (4E-8). Uap propana dari 4E-8 dan 4E-12 akan dialirkan menuju 4C-3 untuk dipisahkan fasa uap dan cairnya. Uap dari 4C-3 akan masuk ke 2nd stage suction pada kompresor 4K-1 sedangkan cairannya akan diekspansi ke tekanan 1,1 kg/cm2 a

Evaporator (4E-13), Scrub Column Overhead Condenser (4E-14). Uap propana dari 4E-13 dan 4E-14 akan dialirkan ke Propane Refrigerant Drum (3C-10) untuk kemudian dialirkan lagi ke propane flash drum (4C-4). Uap dari 4C-4 akan masuk ke 1st stage suction dari 4K1. Diagram alir proses dari siklus refrijerasi propan dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Diagram alir sistem pendinginan propane

B. Sistem pendinginan MCR

&

sehingga menjadi LP Propane. LP Propane akan dialirkan ke Feed Lo

Level Propane

Kompresi MCR dilakukan dalam dua tahap yaitu dengan 4K-2 dan 4K-3. Sebelum dikompresi MCR diakumulasikan di 4C-7, dimana aliran masuk 4C-7 berasal dari uap hasil pendinginan gas alam di 5E-1 dengan tekanan 3,5 kg/cm2a dan temperatur -40oC. Uap MCR dari 4C-7 kemudian akan masuk ke suction 4K-2 untuk dikompresi hingga tekanan 14 kg/cm2a. Kompresi di 4K-2 menyebabkan temperatur MCR naik hingga 71oC, karena itu untuk mencegah rusaknya material akibat suhu MCR yang terlalu tinggi MCR didinginkan terlebih dahulu di inter-cooler (4E-5A/B). Aliran keluaran dari 4E-5 A/B memiliki temperatur 32oC, aliran itu kemudian dikompresi lagi di 4K-3 hingga tekanan 47 kg/cm2a dan temperatur 130oC. MCR kemudian didinginkan dan dikondensasikan hingga 32oC dengan cooling water pada after cooler (4E-6A/B). MCR ini kemudian didinginkan kembali di MCR High Level Propane Evaporator (4E-7) hingga temperatur 18oC. Setelah itu berturut-turut MCR didinginkan di MCR Medium Level Propane Evaporator (4E-8) dan MCR Low Level Propane Evaporator (4E-9) hingga temperaturnya mencapai -34oC. MCR keluaran 4E-9 yang ada dalam kondisi dua fasa kemudian masuk ke separator (5C-1) untuk dipisahkan fasa uap dan cairnya. Diagram alir proses dari siklus refrijerasi MCR dapat dilihat pada Gambar 5.

Gambar 5 Diagram alir sistem pendinginan MCR

5. Plant 5 Liquefaction Unit

Plant 5 berfungsi untuk mencairkan feed gas dengan cara menurunkan temperatur gas dari -34 0C sampai mencapai suhu sekitar -156 0C dengan menggunakan Multi Component Refrigerant (MCR) sebagai pendinginnya. MCR merupakan campuran antara

nitrogen, metana, etana, propana, dan butana dengan komposisi tertentu. Plant 5 berfungsi unt