kontribusi nyata peneliti sosial · pdf fileketiga, melatih bahasa inggris khususnya listening...

Click here to load reader

Post on 25-Oct-2019

8 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Monopoli Bencana, Inovasi Mitigasi Bencana bagi Disabilitas Netra

    Saatnya Mencintai Lingkungan

    Cerdik Menjaga Kesehatan

    KONTRIBUSI NYATA PENELITI SOSIAL

    HUMANIORA

    EDISI 225 . JULI 2018

    w w w. h u m a s . u n s y i a h . a c . i d

    IS SN

    0 21

    5 -2

    9 16

    Unsyiah Warta

    INOVATIF, MANDIRI, TERKEMUKA

  • EDISI 225 . JULI 2018 EDISI 225 . JULI 2018

    3

    SALAH SATU upaya yang harus dilakukan sebuah

    perguruan tinggi dalam menghadapi era Masyarakat

    Ekonomi Asean (MEA) adalah pengembangan riset

    dan inovasi. Terlebih lagi publikasi jurnal ilmiah dari

    Indonesia masih sedikit bila dibandingkan dengan

    negara Asean lainnya, seperti Malaysia dan Singapura.

    Tentu langkah ini menjadi tahapan yang harus dilalui

    seluruh perguruan tinggi di Indonesia bila ingin

    menempatkan dirinya sebagai perguruan tinggi kelas

    dunia (world class university).

    Untuk mendorong peningkatan pengembangan riset

    tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian

    Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi terus

    meningkatkan anggaran riset bagi para dosen.

    Dorongan ini juga didukung oleh jajaran perguruan

    tinggi di Indonesia, tidak terkecuali Universitas Syiah

    Kuala (Unsyiah). Ini bertujuan untuk meningkatkan

    jumlah penelitian yang terpublikasi, baik secara

    nasional, regional, maupun internasional.

    Secara umum, ada beberapa kendala penelitian yang

    kerap terjadi di perguruan tinggi. Kendala tersebut

    seperti rendahnya kegiatan penelitian yang dilakukan

    secara terintegrasi dan belum maksimalnya kualitas

    penelitian dosen. Selain itu, penelitian dosen juga

    terhenti hanya sebatas laporan penelitian semata, belum

    dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    Kondisi ini tentu lebih memperparah pelaksanaan

    penelitian di bidang sosial. Seperti diketahui,

    fenomena sosial yang terjadi di masyarakat berjalan

    begitu cepat, dinamis dan kompleks. Terlebih lagi

    dihadapkan dengan kebijakan pemerintah dan

    budaya yang selama ini telah berjalan di kehidupan

    masyarakat.

    Hasil penelitian bidang sosial umumnya berupa produk

    hukum yang dimanfaatkan sebuah birokrasi dalam

    mengambil atau menjalankan kebijakan. Dampaknya

    baru terasa setelah beberapa tahun dijalankan. Tentu

    hal ini tidak terlepas dari sisi kultural bangsa kita yang

    tanpa disadari selama puluhan tahun lalu dikekang

    kebebasan berpikir dan berpendapat, sehingga

    cenderung berpikir statis.

    Namun, kita tidak boleh mengkambinghitamkan kondisi

    itu. Kita harus optimis dan berharap agar produk hukum

    dan kebijakan yang berasal dari peneliti ilmu sosial di

    Unsyiah digunakan menjadi rujukan pemerintah, baik

    di tingkat nasional maupun internasional. Semoga!

    (Redaksi)

    Tantangan Riset Bidang Sosial

    HUSNI FRIADY, S.T., M.M.

    IFTITAH

  • EDISI 225 . JULI 2018 EDISI 225 . JULI 2018

    5

    IZIN TERBIT DITERBITKAN OLEH PERINTIS

    PEMBINA

    PENASIHAT BIDANG REDAKSI

    PENASIHAT BIDANG ADMINISTRASI & PENGEMBANGAN KETUA PENGARAH PEMIMPIN REDAKSI WAKIL PEMIMPIN REDAKSI REDAKTUR PELAKSANA SEKRETARIS REDAKSI EDITOR PEWARTA

    FOTOGRAFER LAYOUTER ADMINISTRASI & KEUANGAN LOGISTIK SIRKULASI WEB MASTER

    STT No. 1138/SK/DITJEN PPG/STT/1987 Humas Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Prof. Dr. Abdullah Ali, M.Sc. (alm.); Drs. T. A. Hasan Husin (alm.); T. Syarif Alamuddin, Sm. Hk. (alm.) Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng. (Rektor Universitas Syiah Kuala) Prof. Dr. Ir. Marwan (Wakil Rektor I); Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC. (Wakil Rektor III); Dr. Hizir (Wakil Rektor IV)

    Dr. Ir. Agussabti, M.Si (Wakil Rektor II) Abdul Rochim, S.Sos., M.Pd Husni Friady, S.T., M.M. Fajriana, S.E. | Hayatana, S.E. Rika Marlia, S.E., M.M. Muarrief Rahmat, S.Pd. Ferhat, S.E. Ibnu Syahri Ramadhan, S.E. | Cut Dini Syahrani, S.Si. | Uswatun Nisa S.I.Kom., M.A. | Muksalmina, S.Sos.I. Syahri Afrizal, S.I.Kom. Sayed Jamaluddin Nadia Ulfa, A.Md. Munawar, S.H. Saidi | Amrizal, S.Pd. Muhammad Iqbal, S.I.Kom.

    WARTA UNSYIAH EDISI 225 . JULI 2018

    ISSN 0215-2916 TEBAL ISI 48 HALAMAN

    DITERBITKAN OLEH HUMAS UNIVERSITAS SYIAH KUALA

    REDAKSI WARTA UNSYIAH

    TWITTER @univ.syiahkuala YOUTUBE Unsyiah TV WEBSITE www.humas.unsyiah.ac.id FACEBOOK @univ.syiahkuala.id INSTAGRAM @univ_syiahkuala EMAIL [email protected]

    Warta Unsyiah mengajak para pembaca untuk mengirim tulisan terbaiknya ke majalah resmi Unsyiah ini. Silakan kirim tulisan terbaik Anda disertai foto dan biodata diri ke email [email protected] (600-700 kata)

    WARTA Kontribusi Nyata Peneliti Sosial Humaniora

    POLEM Meunyoe kaleuh neu teuliti bek tuwo neu kontribusi (Jika sudah diteliti, jangan lupa berkontribusi)SA

    G O

    E P

    O LE

    M

    IFTITAH 3 TANTANGAN RISET BIDANG SOSIAL

    EDUKASI 6-7 KENAL IBU UNTUK CEGAH DEPRESI

    MAHASISWA 8-9 DEBAT TAK SEKADAR ADU ARGUMEN

    FOKUS 10-15 KONTRIBUSI NYATA PENELITI SOSIAL HUMANIORA OPTIMALISASI PERAN PUSAT STUDI

    PROFIL 16-17 MENDIDIK DAN MELESTARIKAN IDENTITAS

    PENGABDIAN 18-19 MONOPOLI BENCANA, INOVASI MITIGASI BENCANA BAGI DISABILITAS NETRA

    RELIGIA 24-25 SAATNYA MENCINTAI LINGKUNGAN

    PERSPEKTIF 26-27 PERAN WANITA DI ERA PEMBANGUNAN MODERN

    RISET 28-30 LIMBAH PADAT PERTANIAN SEBAGAI BAHAN PENGUAT PADA POLIMER BIONANOKOMPOSIT

    KREATIF 32-33 KUMPULAN PUISI KARYA SILMIATI HAMZAH

    FAKULTAS 36-37 PENGUATAN RISET DAN BIROKRASI

    ENGLISH 38-39 HOW TO PREPARE YOUR FUTURE CAREER FROM THE EARLY STAGE

    SEHAT 40-41 CERDIK MENJAGA KESEHATAN

    MUTU 42-43 PERJALANAN LP3M DARI MASA KE MASA

    16 4 DAFTAR ISIREDAKSI

    24 38

  • EDISI 225 . JULI 2018 EDISI 225 . JULI 2018

    6 7EDUKASIEDUKASI

    Berdasarkan hasil survei tim peneliti prodi

    Kesehatan Masyarakat, PSDKU Unair,

    di Banyuwangi tahun 2016, ditemukan

    sebanyak 26 persen perempuan di pesisir

    Banyuwangi memiliki masalah mental

    emosional.

    “Sementara penelitian lain menunjukkan

    sebesar 15 persen perempuan di daerah

    perkotaan di Indonesia memiliki gejala

    depresi.”

    Kedua riset ini menunjukkan jika fakta

    gejala kesehatan mental terkonsentrasi di

    dan stimulasi yang diberikan pada anak.

    Hal ini menyebabkan bayi lahir dengan

    berat badan rendah, stunting (tubuh

    pendek), infeksi, gangguan fungsi

    kognitif, bahkan kematian.

    “Sementara selama ini, perawatan

    antenatal dan setelah persalinan di

    Indonesia hanya dalam bentuk perawatan

    fisik. Tidak termasuk perawatan

    kesehatan mental yang sebenarnya sangat

    dibutuhkan.”

    Para peserta pelatihan berharap agar

    saat pelatihan ini dapat diadopsi

    oleh pemerintah daerah secara

    berkelanjutan,” ujar Susy.

    Pelatihan ini bertujuan membangun

    kapasitas bidan dan kader kesehatan

    untuk skrining dan mendeteksi ibu

    hamil atau menyusui yang menghadapi

    masalah depresi peripartum. Diharapkan

    dapat memberi mereka dukungan

    yang diperlukan. Terlebih lagi kegiatan

    menyusui bukan hanya berdampak bagi

    kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan

    mental

    Program studi Psikologi, Fakultas Kedokteran Unsyiah, bekerja sama dengan Universitas Airlangga melaksanakan pelatihan untuk mencegah

    depresi para ibu kepada bidan dan kader

    kesehatan melalui pengenalan modul

    Kenal Ibu (Kesehatan Mental Ibu Hamil

    dan Menyusui). Kegiatan ini berlangsung

    di Gedung CMHS Fakultas Kedokteran

    pada 9-12 Mei lalu.

    Ketua tim pelatihan, Dr. Susy K

    Sebayang, Ph.D., mengatakan kegiatan

    ini untuk mengembangkan modul

    pelatihan dan buku pegangan konsultasi

    lapangan. Buku ini dapat digunakan

    para bidan dan kader kesehatan saat

    menjalankan tugas di lapangan. Ia juga

    menambahkan, modul ini disesuaikan

    dengan bahasa di Banda Aceh dan

    Banyuwangi. Sehingga terdapat alat

    ukur dalam bahasa Indonesia, bahasa

    Jawa, Madura, Aceh, dan bahasa

    asing. Kegiatan pertama di Indonesia ini

    membahas perawatan rutin sebelum dan

    sesudah melahirkan, serta memberikan

    dukungan untuk ibu hamil.

    “Kami berharap agar metode deteksi

    dan sistem rujukan yang diberikan

    pelatihan seperti ini dapat terus diberikan

    bukan hanya sekali. Mereka juga

    menginginkan agar ke depan, materi

    pelatihan dapat melibatkan para suami

    atau anggota keluarga. Ini bertujuan agar

    mereka dapat berpartisipasi membantu

    menghadapi depresi peripartum pada ibu

    hamil dan menyusui.

    Hampir semua peserta memiliki komitmen

    untuk mencoba menerapkan ilmu dan

    keahlian yang mereka miliki di wilayah

    kerjanya. Salah satunya, Hera dan Eva

    yang mewakili para bidan dari Puskesmas

    Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

    “Kami berencana akan berbagi ilmu

    dan menyosialisasikan hasil pelatihan ini

    kepada semua pegawai Puskesmas,” kata

    Hera.

    Pelatihan deteksi dini kesehatan mental

    ibu hamil dan menyusui ini dilaksanakan

    secara paralel di dua kota, yakni