jurnal faal i

9
LAPORAN PRAKTIKUM ANALOGI FISIOLOGI MANUSIA Nama : Anastasia Caroline D.R NRP : 2243011110 Golongan : S I. Judul Kontraksi Otot Katak II. Tujuan Membuat grafik kontraksi otot katak Mengetahui waktu yang diperlukan untuk satu kali kontraksi III. Teori Dalam percobaan ini ditunjukan berbagai jenis fase yang terjadi pada otot katak yang mengalami suatu kontraksi tunggal Keterangan : A. Tanda rangsang B. Mulai kontraksi A-B. Waktu laten B-C.Waktu kontraksi C-D. waktu relaksasi Kontraksi : Suatu peristiwa yang menimbulkan potensial aksi

Upload: anastasya-caroline-dewanti-r

Post on 21-Oct-2015

64 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: Jurnal Faal i

LAPORAN PRAKTIKUM ANALOGI FISIOLOGI MANUSIA

Nama : Anastasia Caroline D.R

NRP : 2243011110

Golongan : S

I. JudulKontraksi Otot Katak

II. Tujuan Membuat grafik kontraksi otot katak Mengetahui waktu yang diperlukan untuk satu kali kontraksi

III. Teori

Dalam percobaan ini ditunjukan berbagai jenis fase yang terjadi pada otot katak yang mengalami suatu kontraksi tunggal

Keterangan :

A. Tanda rangsang B. Mulai kontraksi

A-B. Waktu laten

B-C.Waktu kontraksi

C-D. waktu relaksasi

Kontraksi : Suatu peristiwa yang menimbulkan potensial aksi

Waktu laten : Waktu mulai diberi rangsangan hingga mulai kontraksi

Waktu kontraksi : Waktu mulai kontaksi hingga puncak kontraksi

Waktu relaksasi : Waktu puncak kontraksi hingga puncak kontraksi

Rangsangan putus : Kontraksi tunggal yang diberikan pada otot katak

Ada 3 macam rangsangan yaitu :

Page 2: Jurnal Faal i

Subluminal : rangsangan dibawah rangsangan luminal Luminal : rangsangan terkecil yang masih dapat menimbulkan kontraksi Supraluminal : rangsangan diatas rangsangan luminal

Pemberian nama otot rangka disebabkan karena otot ini menempel pada sistem

rangka (Seeley, 2002). Berdasarkan Tobin (2005), otot terdiri atas bundel-bundel sel

otot. Setiap bundel berada di dalam lembaran jaringan ikat yang membawa pembuluh

darah dan saraf yang mensuplai kebutuhan otot tersebut. Di setiap ujung otot, lapisan

luar dan dalam dari jaringan ikat bersatu menjadi tendon yang biasanya menempel

pada tulang.

Otot rangka memiliki empat karakteristik fungsional sebagai berikut:

1. kontraktilitas; kemampuan untuk memendek karena adanya gaya

2. eksitabilitas; kapasitas otot untuk merespons sebuah rangsang

3. ekstensibilitas; kemampuan otot untuk memanjang

4. elastisitas; kemampuan otot untuk kembali ke panjang normal setelah mengalami

pemanjangan. (Seeley, 2002)

Potensial aksi merupakan depolarisasi dan repolarisasi membran sel yang terjadi

secara cepat (Seeley, 2002). Pada sel otot (serabut-serabut otot), potensial aksi

menyebabkan otot berkontraksi (Seeley, 2002).

Berdasarkan Campbell (2004), sebuah potensial aksi tunggal akan menghasilkan

peningkatan tegangan otot yang berlangsung sekitar 100 milidetik atau kurang yang

disebut sebuah kontraksi tunggal. Jika potensial aksi kedua tiba sebelum respons

terhadap potensial aksi pertama selesai, tegangan tersebut akan menjumlahkan dan

menghasilkan respons yang lebih besar. Jika otot menerima suatu rentetan potensial

aksi yang saling tumpang tindih, maka akan terjadi sumasi yang lebih besar lagi

Page 3: Jurnal Faal i

dengan tingkat tegangan yang bergantung pada laju perangsangan. Jika laju perangsangan cukup cepat, sentakan tersebut akan lepas menjadi kontraksi yang halus

dan bertahan lama yang disebut tetanus.

Waktu antara datangnya rangsang ke neuron motoris dengan awal terjadinya

kontraksi disebut fase laten; waktu terjadinya kontraksi disebut fase kontraksi, dan

waktu otot berelaksasi disebut fase relaksasi (Seeley, 2002).

Berdasarkan Seeley (2002), kontraksi otot dibagi menjadi kontraksi isometrik dan

kontraksi isotonik. Pada kontraksi isometrik (jarak sama), besarnya tekanan

meningkat saat proses kontraksi, tetapi panjang otot tidak berubah. Di sisi lain, pada

kontraksi isotonik (tekanan sama), besarnya tekanan yang dihasilkan otot adalah

konstan saat kontraksi, tetapi panjang otot berkurang (otot memendek)

IV. Cara Kerja A. Merusak Otak Katak

Peganglah katak dengan tangan kiri sehingga jari telunjuk diletakkann dibagian belakang kepala dan ibu jari di bagian punggung. Tekanlah jari telunjuk agar kepala sedikit tunduk , sehingga terdapat lekukan antara cranium dan columna vertebrae.

Ujung jarum penusuk yang dipegang dengan tangan kanan diletakkan di tempat lekukan antara cranium dan columna vertebrae.

Tusuk jarum ke dalam canalis spinalis ke arah tengkorak , gerakkan berkali-kali untuk merusak otak katak.

Jarum digerakkan kearah sacral utnuk merusak medullah spinalis. B. Membuat Sediaan M.Gastrocnemius

Dari tungkai kanan , gutinglah kulitnya melingkar setinggi pergelangan kaki

Jepit ujung kulit yang telah lepas , dan perlahan-lahan angkatlah ke atas sampai diatas sendi lutut.

Pisahkan dan bebaskan tendon Achilles dengan alat tumpul dari jaringan-jaringan sekitarnya.

Ikat tendon dengan benang yang kuat dekat dengan insertionya. Potonglah kemudian tendon dibawah ikatan benang.

Potonglah tulang-tulang tibia dan fibula berserta otot-otot yang melekat , kira-kira 5 mm dibawah sendi lutut.

Page 4: Jurnal Faal i

Kembalikan kulit tadi kebawah sehingga munutup kembali otot gastrocnemius untuk melindungi dan menjaga agar tidak kering. Basahi sediaan tersebut dengan larutan ringer setiap kali.

C. Membuat Sediaan Nervus Sciaticus Letakkan katak tertelungkup , hilangkan kulit seluruh bagian belakang

paha kanan . Pisahkan otot-otot satu sama lain dengan menggunakan alat tumpul

dan carilah nervus sciaticus. Jangan sampai merusak pembuluh darah yang berjalan bersama-sama dengan nervus tersebut.

Ambil benang halus , buatlah suatu simpul longgar mengelilingi syaraf tersebut , kemudian kembalikan syaraf diantara otot-otot seperti keadaan semula.

D. Mempersiapkan Sediaan Syaraf Otot Untuk Percobaan Tempatkan katak tertelungkuo diatas papan katak , fiksir kedua kaki

depannya dan kaki belakang kiri pada papan katak dengan menggunakan paku atau jarum

Fiksir pula sendi lutut kaki belakang kanan pada papan katak , sedemikian sehingga M.gastrocnemuis tetap dapat bergerak dengan bebas.

Pasanglah papan katak pada statip yang telah tersedia. Aturlah letak papan katak pada statip sedemikian sehingga M.gastrocnemius tetap dapat bergerak bebas.

Hubungkan otot pada kait di pangkal penulis otot. Aturlah sehingga ujung-ujung dari penulis otot ,tanda rangsangan dan

tanda waktu terdapat pada satu garis vertikal pada kertas hitam. Sediaan otot sudah siap kini untuk bermacam-macam percobaan.

V. Hasil Pengamatan

Page 5: Jurnal Faal i
Page 6: Jurnal Faal i

VI. Pembahasan 1. Waktu laten harus ada karena saat saraf menerima rangsangan maka

memerlukan waktu untuk diterusakan ke ujung sinaps dan sambungan akson yang satu dengan yang lain terhadap rangsangan

2. Kontraksi otot pada percobaan ini termasuk kontraksi isometris karena panjang dicegah untuk memendek dan tegangan dari otot meningkat.

3. Energi yang digunakan untuk kontraksi otot ialah perubahan ATp dan kreatinfosfat.

Tidak sikronnya waktu mulai / memutar kimograf dengan tekanan tombol rangsangan dan memotong benang. Faktor ini yang membuat percobaan tidak berhasil.

VII. Kesimpulan Suatu kontraksi memerlukan waktu tertentu hingga rangsangan tercapai. Dengan menggunakan dan membuat grafik kontraksi otot katak dapat

mengetahui waktu yang digunakan untuk melakukan kontraksi dan relaksasi.

VIII. Daftar Pustaka Review of mediacal physiology de , F.Garone Silibel nasil , Stefan . Qes populas . Atlas berwarna & tetsi Fisiologi. Hipokrates.

Jakarta.1995. Campbell, N.A., J.B. Reece, L.G. Mitchell. 2004. Biologi edisi kelima jilid 3.

Erlangga, Jakarta Mitchell, P.H. 1956. A Textbook of General Phisiology. McGraw-Hill Book

Company, Inc, New York Seeley, R.R., T.D. Stephens, P. Tate. 2003. Essentials of Anatomy and

Physiology fourth edition. McGraw-Hill Companies The Staff. 1958. Experimental Phisiology third edition. Burgess Publishing

Company, Minnesota Tobin, A.J. 2005. Asking About Life. Thomson Brooks/Cole, Canada Buku praktikum FAAL fakultas Farmasi Unika Widya Mandala